hlm: 105-109 Peran dan Dukungan Keluarga dalam Pencegahan Stunting NiAomatul Ulya*. Putri Andanawarih. Ana Setyowati. Swasti Artanti Email: nikmatululya27@gmail. Prodi D-i Kebidanan. Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan. Indonesia Jl. Manunggal Gg 2 Pekalongan Telp . 4416108 DOI: 37402/abdimaship. History artikel: Diterima 2024-07-08 Direvisi 2024-08-19 Diterbitkan 2024-08-27 Abstrak Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak dibawah usia 5 tahun tidak dapat tumbuh subur akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 100 hari pertama Penurunan tersebut berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis di masa Selain gizi yang buruk, faktor penyebab terjadinya stunting adalah pendidikan yang rendah atau kurangya pengetahuan orang tua tentang stunting. Kondisi kandungan ibu yang buruk atau lemah salah satu penyebabnya adalah belum cukup umurnya untuk hamil atau menikah muda sehingga menyebabkan beberapa masalah selama kehamilan yang kemudian dapat melahirkan bayi stunting. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan orangtua dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui kegiatan penyuluhan kepada orangtua di wilayah Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan. Hasil dari kegiatan ini pengetahuan peserta mengalami peningkatan yakni pengetahuan baik sebanyak 45,2% dari yang seblumnya diberikan penyuluhan hanya sebesar 23,8%. Kata kunci: keluarga. pencegahan stunting. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. : 105-109 NiAomatul Ulya* Putri Andanawarih Ana Setyowati Swasti Artanti Abstract Stunting is a condition where children under 5 years of age cannot thrive due to chronic malnutrition, especially in the first 100 days of life. This decline has an impact on brain growth and development, thereby increasing the risk of developing chronic diseases in Apart from poor nutrition, factors causing stunting are low education or lack of parental knowledge about stunting. One of the causes of a mother's poor or weak womb is that she is not old enough to get pregnant or marries young, which causes several problems during pregnancy which can then give birth to a stunted baby. The aim of this service is to increase parents' knowledge in preventing stunting. The method used in this community service activity is through outreach activities to parents in the Jenggot Village area. Pekalongan City. As a result of this activity, participants' knowledge increased, namely good knowledge by 45. 2% compared to 23. previously given counseling. Keywords: family. stunting prevention. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Permasalahan kesehatan pada bayi maupun balita yang masih dihadapi dan tren saat ini adalah permasalahan stunting. Indonesia pernah menduduki peringkat ketiga negara dengan prevalensi kejadian stunting tertinggi di Asia pada . Data dari Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun stunting mengalami penurunan yakni di tahun 2018 sebanyak 30,8% menjadi 27,67% pada tahun . Stunting merupakan suatu gangguan perkembangan yang terjadi pada anak umumnya usia kurang dari lima tahun sebagai akibat kurangnya asupan gizi terutama saat seribu hari pertama Kejadian tergolong masalah gizi kronis yang menyebabkan tubuh anak terlalu pendek dan tidak sesuai dengan Dalam hal ini, keluarga memegang fungsi penting dalam pencegahan stunting sejak dini. Peran dan dukungan orangtua sangat dibutuhkan dalam keluarga terutama dalam menjaga kesehatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Metode Kegiatan yang dilakukan adalah dengan penyuluhan dan diskusi terkait stunting dan pencegahannya. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para orangtua . aik suami maupun istr. yang berjumlah 42 orang perwakilan dari keluarga di wilayah Kelurahan Jenggot. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan. Untuk pengetahuan peserta, dilakukan pre-test sebelum kegiatan dimulai dan post test setelah kegiatan Sejalan dengan penelitian Maulid dkk . , keluarga merupakan unsur utama dalam . Keluarga berperan penting dalam mencegah terjadinyagizi buruk permasalahan gizi sejak dini. Peran keluarga dalam mengatasi dilakukan sejak dini karena hal tersebut harus dilakukan untuk mengurangi kejadian stunting pada anak dibawah 5 tahun, sehingga kebutuhan gizi anak sesuai dengan tingkatan perkembangannya. Salah terbesar penderita stunting atau pengetahuan orang tua. Orangtua yang berpengetahuan baik akan menjaga kesehatan anaknya dengan memastikan nutrisi yang cukup. Dukungan keluarga sangat penting dalam pencegahan stunting karena dukungan keluarga menjadi dasar ibu dalam pengambilan keputusan sehingga segala tindakan ibu terhadap bayi/balita harus mendapat persetujuan dari keluarga. Hasil dan Pembahasan Gambar 1. Implementasi pengabdian kepada masyarakat oleh penulis Kegiatan pengabdian ini diawali dengan mengajukan 20 pertanyaan pre-test. Materi pre dan post test Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 105-109 yang diberikan sama yaitu tentang stunting dan pencegahannya. Hasil sebelum dan sesudah kegiatan berupa penyuluhan ditunjukkan pada diagram berikut: Baik Cukup Pre test Post test Diagram 1. Hasil sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan Pada diagram 1 menunjukkan pengetahuan orangtua mengenai edukasi melalui penuyuluhan. Hal ini terbukti kegiatan pengabdian edukasi/KIE meningkatkan informasi tentang hal baru sehingga secara tidak langsung diharapkan dapat mempengaruhi sikap mereka dalam pengambilan keputusan dalam keluarga terutama dalam hal gizi keluarga dan terjadinya stunting sejak dini. Hasil ini sejalan dengan penelitian Rahmawati . di mana Informasi merupakan salah satu Ibu informasi tentang stunting dari media cetak, media elektronik dan media sosial. Orangtua khususnya ibu hendaknya menerima dan stunting dari sumber informasi agar mempunyai pengetahuan yang . Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Pasangan adalah orang terpenting yang memberikan motivasi dan dukungan emosional dalam kehidupan berumah tangga agar para ibu dapat mengasuh anaknya dengan baik dengan tindakan yang baik pula. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong ibu yang bayi/balita menerapkan perilaku sehat. Ketika ibu mendapat dukungan dari orangorang tercinta, terutama keluarga maka ibu akan lebih terdorong dan semangat untuk melakukan perilaku yang dapat mencegah stunting. Kesimpulan Pemberian informasi melalui baik melalui edukasi. KIE maupun penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Dengan meningkatnya pengetahuan yang dimiliki para orangtua, diharapkan kejadian stunting pada Bayi dan Balita dapat dicegah sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan Daftar Pustaka