ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Upaya Memutus Rantai Melalui Peningkatan Pemahaman Tentang Thalassemia dan Perilaku Skrining di SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya Dini Mariani*1,2. Ai Cahyati*1, . Imat Rochimat3 Department of Nursing. Ministry of Health Polytechnic of Tasikmalaya. Indonesia Health and Disaster Emergency (HADE) Center Center of Excellent Health Polytechnic of Tasikmalaya. Indonesia Department of Pharmacy. Ministry of Health Polytechnic of Tasikmalaya. Indonesia e-mail: dini. mariani77@gmail. ABSTRAK Penyakit Thalassemia adalah salah satu jenis penyakit kelainan darah bawaan. Penyakit ini biasanya ditandai dengan dengan kondisi sel darah merah . yang mudah rusak atau lebih pendek umurnya dari sel darah normal pada umumnya. Metode yang dipakai dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukasi pada kelompok potensial yaitu siswa remaja di SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya. Langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang memuat hal-hal berikut ini. Pendidikan Kesehatan Tentang Thalassemia dan pencegahannya, pelaksanan pendidikan kesehatan Thalassemia dan perilaku skrining, bekerjasama dengan Yayasan Thalassemia Indonesia Cabang Tasikmalaya dan Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia (POPTI) terkait program lainnya sebagai upaya pencegahan penyakit Thalassemia dan melakukan evaluasi awal dan akhir pengetahuan tentang penyakit Thalassemia dan pencegahannya serta menyebarkan poster tentang Thalassemia di area sekolah yang strategis. Kegiatan pengabdian masyarakat di dilaksanakan pada bulan Februari-November 2022 di SMA Negeri 8 Tasikmalaya. Terjadi kenaikan tingkat pengetahuan siswa setelah dilakukan pendidikan kesehatan dibanding sebelumnya. Terdapat peningkatan skor pengetahuan setelah diberikan edukasi. Mitra pengabdi mencanangkan peer group peduli Thalassemia sebagai media untuk pendidikan Thalassemia kepada seluruh Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan output dan impact positif terhadap pencegahan penambahan jumlah penyandang Thalassemia di Kota Tasikmalaya melalui sosialisasi dan edukasi terhadap siswa SMA di Tasikmalaya sehingga perlu dilakukan kegiatan serupa di seluruh SMA yang ada di Kota Tasikmalaya. Kata Kunci: Thalassemia. Memutus mata rantai dan Peer Education PENDAHULUAN Penyakit Thalassemia adalah salah satu jenis penyakit kelainan darah bawaan. Penyakit ini biasanya ditandai dengan dengan kondisi sel darah merah . yang mudah rusak atau lebih pendek umurnya dari sel darah normal pada umumnya, yaitu 120 hari. Kondisi ini diturunkan orang tua kepada anaknya sejak ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 dalam kandungan. kelainan bentuk tulang terutama di wajah, pembesaran limpa, dan kerentanan terhadap infeksi. Salah satu pengobatan yang dilakukan oleh penderita Thalassemia adalah transfusi darah setiap dua sampai empat minggu (Rejeki DSS. Nurhayati N. Supriyanto S. Kartikasari E, 2. Pencegahan Thalassemia ada tiga jenis yaitu: pencegahan primer, pencegahan sekunder, pencegahan tertier (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pencegahan primer dilakukan melalui Promosi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). Pengetahuan mengenai penyakit Thalassemia memegang peranan yang sangat penting dalam program pencegahan Thalassemia di masyarakat. Edukasi tentang penyakit Thalassemia yang bersifat genetik dan diturunkan, serta kasusAycarierAy nya di masyarakat. Pendidikan genetika perlu mulai dini diajarkan di sekolah-sekolah, demikian pula pengetahuan tentang gejala awal Thalassemia. Pasangan yang ingin melangsungkan perlu memiliki pengetahuan tentang penyakit yang dapat diturunkan sehingga timbul awarenes . awas dir. pada calon pasangan tersebut. Jika pernikahan akan tetap dilanjutkan mereka diinformasikan kemungkinan mendapat anak dengan Thalassemia dan pilihan yang dapat dilakukan untuk menghindarinya (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan dengan Peningkatan Pemahaman Tentang Thalassemia Dan Perilaku Skrining, penyebaran informasi melalui media massa . etak dan elektroni. , jaringan internet, brosur dan leafleat, serta menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati hari Thalassemia sedunia yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Saat ini Thalasaemia mayor belum ada obatnya, hal yang perlu dilakukan penyandang Thalasaemia untuk bertahan hidup adalah dengan transfuse darah secara rutin, dan tentunya transfusi darah ini akan menyebabkan suatu efek samping bagi penyandang, selain menyebabkan penumpukan zat besi juga akan menurunkan kualitas hidup penyandang thalasaemia. Kemenkes Republik Indonesia pada hari Thalasaemia sedunia yaitu pada tanggal 5 Mei 2021, mencanangkan AuMenuju Zero Kelahiran Thalassemia MayorAy. Dalam mendukung program pemerintah perlu dilakukan suatu kegiatan untuk memutus mata rantai penyakit Thalasaemia. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tentang Upaya Memutus Rantai Melalui Peningkatan Pemahaman Tentang Thalassemia Dan Perilaku Skrining merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Tim bermaksud mengadakan kegaiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan: Upaya Memutus Rantai Melalui Peningkatan Pemahaman Tentang Thalassemia Dan Perilaku Skrining Di SMA N 8 Kota Tasikmalaya METODE Metode yang dipakai dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukasi pada kelompok potensial yaitu siswa remaja di SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya. Langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang memuat hal-hal berikut ini. Pendidikan ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Kesehatan Tentang Thalassemia dan pencegahannya, pelaksanan pendidikan kesehatan Thalassemia dan perilaku skrining sebagai upaya pencegahan penyakit Thalassemia, bekerjasama dengan Yayasan Thalassemia Indonesia Cabang Tasikmalaya dan Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia (POPTI) terkait program lainnya sebagai upaya pencegahan penyakit Thalassemia dan melakukan evaluasi awal dan akhir pengetahuan tentang penyakit Thalassemia dan pencegahannya serta menyebarkan poster tentang Thalassemia di area sekolah yang strategis sehingga dapat dibaca oleh banyak warga sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat akan dilaksanakan pada bulan Februari-November 2022 di SMA Negeri 8 Tasikmalaya. Kelurahan Mulyasari. Kecamatan Tamansari Tasikmalaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Peningkatan Pengetahuan Siswa Target luaran tersebut yang menjadi acuan output kegiatan bagi pengabdi. Tingkat pengetahuan siswa 1,2 dan 3 SMA Negeri 8 Tasikmalaya sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang Thalasemia dan upaya memutus mata rantainya dan perilaku skrining maka dapat diketahui maka dapat diketahui hasilnya seperti grafik di bawah ini: Grafik 1 Hasil Pre test Upaya Memutus Mata Rantai Thalasemia Siswa Kelas 1, 2 dan 3 SMA Negeri 8 Tasikmalaya Tahun 2022 = 42 orn. PRE TEST JUMLAH RESPONDEN NILAI YANG DIDAPAT Dari grafik di atas maka dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan masih ada yang berpengetahun rendah yaitu kurang dari 60 sebanyak 2 ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 orang, rata-rata nilai pre test adalah 74,3, dengan nilai tertinggi 45 dan nilai terendah Setelah dilakukan pendidkkan kesehatan maka terjadi perubahan tingkat pengatahuan siswa yang dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Grafik. 2 Hasil Pre test Upaya Memutus Mata Rantai Thalasemia Siswa Kelas 1, 2 dan 3 SMA Negeri 8 Tasikmalaya Tahun 2022 = 42 oran. POST TEST JUMLAH RESPONDEN NILAI YANG DIDAPAT Dari grafik di atas maka dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sudah tidak ada lagi yang berpengetahuan rendah, rata-rata nilai pre test adalah 81,79, dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 65. Terbentuknya Peer Group peduli Thalasemia Pada tanggal 26 Juli 2022, telah dibentuk Peer Group Peduli Thalasemia di SMA Negeri 8 Tasikmalaya, yang anggotanya merangkap anggota UKS. Dengan pembentukan group tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedualian remaja terhadap upama memutus mata rantai Thalasemia. Terjadi kenaikan tingkat pengetahuan siswa setelah dilakukan pendidikan kesehatan disbanding sebelumnya. Siswa merupakan bagian integral dari masyarakat dan menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar, siswa adalah semua pihak yang ingin mencapai tujuannya, mempunyai tujuan, dan berharap dapat mencapainya dengan cara yang terbaik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Notoatmodjo, 2018 bahwa upaya persuasi atau pembelajaran kepada masyarakat agar masyarakat mau melakukan tindakantindakan untuk memelihara, dan meningkatkan taraf kesehatannya. Pengetahuan merupakan kunci utama dalam keberhasilan memutus mata rantai Thalasemia. ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 pengetahuan merupakan bekal untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam peningkatan pengetahuan ini dilakukan melakukan pendidikan kesehatan kepada perwakilan siswa kelas 1, 2 dan 3 SMA 8 Tasikmalaya yang sesuai dengan hasil penelitian tentang pembentukan peer grup dalam memutus mata rantai Thalassemia, sebagaimana hasil penelitaian Mariani . bahwa terdapat pengaruh pemmberian peer education terhadap peningkatan minat mahasiswa kesehatan terhadap perilaku skrining. Menurut WHO remaja adalah penduduk dalam rentang 10-19 tahun. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Penduduk tahun 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18% darijumlah penduduk. Di dunia diperkirakan kelompok remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18 % dari jumlah penduduk dunia (WHO, 2. Masa remaja merupakan masa yang sangat penting, sangat krisis dan sangat rentan, karena bila manusia melewati masa remajanya dengan kegagalan, dimungkinkan akan menemukan kegagalan dalam perjalanan kehidupan pada masa Sebaliknya bila masa remaja diisi dengan penuh kesuksesan, kegiatan yang produktif dan berhasil guna, dimungkinkan manusia itu akan mendapatkan kesuksesan dalam perjalanan kehidupan di masa selanjutnya. Pada usia remaja keiingintahuan remaja sedang mengalami puncak-puncaknya dan ini merupakan hal positif untuk dijadikan sasaran kelompok peduli Thalasemia, karena rasa ikatan peer group pada remaja akan membentuk sikap yang positif terhadap upaya memutus mata rantai Thalasemia. KESIMPULAN Terjadi kenaikan tingkat pengetahuan siswa setelah dilakukan pendidikan kesehatan disbanding sebelumnya. Mitra pengabdi dalam hal ini adalah siswa SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh pengabdi dibuktikan dengan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah diberikan edukasi. Mitra pengabdi mencanangkan peer group peduli Thalassemia sebagai media untuk pendidikan Thalassemia kepada seluruh SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan output dan impact positif terhadap pencegahan penambahan jumlah penyandang Thalassemia di Kota Tasikmalaya melalui sosialisasi dan edukasi terhadap siswa SMA di Tasikmalaya sehingga perlu dilakukan kegiatan serupa di seluruh SMA yang ada di Kota Tasikmalaya ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 DAFTAR PUSTAKA