Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 ANALISIS KESULITAN BELAJAR IPA SISWA KELAS 3 B SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BEBALANG Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali. Bangli. Indonesia avitadamayantiie@gmail. com1, pg. asnawa@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar IPA siswa kelas 3B SDN 1 Bebalang. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis metode kualitatif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupainstrumen angket dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Bebalang kepada siswa kelas 3B semester 1 tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian yang didapat oleh peneliti dalam penelitian ini bahwa kesulitan belajar IPA yang dialami siswa kelas 3B SDN 1 Bebalang yaitu materi wujud benda. Faktor yang mempengaruhi kesulitan yang dialami siswa adalah dikarenakan siswa tidak dapat melihat wujudnya secara langsung, sehingga mereka kurang memahami materi tersebut. Kata kunci : Kesulitan Belajar IPA. IPA di SD Abstract This study aims to analyze the difficulty of learning science for class 3B students of SDN 1 Bebalang. In this study, researchers used a type of qualitative method. The instruments used in this study were questionnaires and interviews. This research was carried out at SDN 1 Bebalang with 3B class students in semester 1 of the 2022/2023 academic year. The results of the research obtained by the researchers in this study were that the difficulties in learning science experienced by class 3B students at SDN 1 Bebalang were tangible material. Factors that influence the difficulties experienced by students are because students cannot see their form directly, so they do not understand the material. Keywords : Difficulties in Learning Science. Science in Elementary School PENDAHULUAN Pendidikan merupakan inti dari kemajuan suatu bangsa. Jika dalam suatu bangsa atau negara memiliki latar belakang pendidikan yang baik maka negara tersebut juga dapat menjadi negara yang maju. Sebaliknya jika dalam suatu bangsa / negara memiliki latar belakang pendidikan yang kurang baik maka negara tersebut akan dapat tertinggal dari negara-negara yang maju lainnya. (Yayat Rahmat Hidayat, 1. Menurut Hamalik . dalam buku yang berjudul Kurikulum dan Pembelajaran, pendidikan yaitu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan dengan begitu akan menimbulkan efek perubahan dalam diri anak tersebut yang memungkinkan untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan Hamalik mengartikan bahwa pendidikan sebagai proses yang memiliki tujuan agar siswa dapat memiliki bekal untuk kehidupan di hari esok. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Pelaksanaan pendidikan akan berjalan lancar jika dalam perencanaannya dipikirkan secara matang, seperti model pembelajarannya yang akan digunakan, evaluasi yang akan dilakukan, dan lain sebagainya. (Yayat Rahmat Hidayat, 1. Undang-Undang No 20 tahun 2003 bab 2 pasal 3 menjelaskan bahwa,AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. (Nasional, 1. Kegiatan pembelajaran pastinya tidak selalu berjalan lancar dan berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Terkadang ada hambatan atau kesulitan yang mengakibatkan kegagalan belajar pada siswa. Faktor penyebabnya tidak mudah untuk ditetapkan dan bersifat Kesulitan belajar merupakan isu yang berkepanjangan dalam dunia pendidikan dan sulit untuk diatasi. (Ninla Elmawati Falabiba et al. , 2. Karaketristik pembelajaran IPA di sekolah dasar yaitu dalam pembelajarannya kegiatan IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan, mencari, memahami serta menyempurnakan jawaban tentangAuapaAy,AymengapaAy, dan AubagaimanaAy gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan danteknologi. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu : . kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati,. kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati, . dikembangkannya sikapilmiah. (Ii et al. , 2. Pelajaran IPA merupakan pelajaran yang penting untuk dipelajari. Pembelajaran IPA sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupansehari-hari untuk memenuhi kebutuhannya dan untuk memecahkan masalah-masalah yangdapat diidentifikasi. Pelajaran IPA diajarkan di Sekolah Dasar sebaiknya dilaksanakansecara inkuiri ilmiah . cientific inquir. , agar dapat menumbuhkan kemampuanberpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta agar dapat mengkomunikasikan sebagai aspekpenting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melaluipenggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. (Samatowa. Pembelajaran IPA menekankan pengalaman langsung untukmengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitarmelalui proses Aumencari tahuAy dan AuberbuatAy membantu peserta didikuntuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Para penelitian pendidikan sains juga mengungkapkan bahwa belajar sainsmerupakan suatu proses konstruktif yang menghendaki partisipasi aktif siswa(Inhelder & Piaget, 1958. Piaget, 1964, dalam Wilis Dahar, 2011: . (Maros & Juniar, 2. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu cabang ilmu yang fokuspengkajiannya adalah alam dan proses-proses yang ada di dalamnya. Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk, proses, serta sikapilmiah. IPA dipandang sebagai proses,produk, dan prosedur. Sebagai proses diartikan semuakegiatan ilmiah untukmenyempurnakan pengetahuan tentang alammaupun untuk menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk diartikansebagai hasil proses, berupa pengetahuan yang diajarkan dalam sekolahatau di luar sekolah ataupun bahan bacaan untuk penyebaranpengetahuan. Sebagai prosedur yang dimaksudkan adalah metodologi ataucara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu yang disebut Dapat pula dikatakan bahwa hakikat IPA adalah ilmupengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian prosesyang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiahdan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tigakomponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlakusecara (Ii & Ipa, 2. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir, dan berkembang melalui metode ilmiah, seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur dan sebagainya (Trianto . 2: . (S, 2. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari di SD yaitu IPA yang juga dikenal dengan mata pelajaran sains. IPA merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang dapat dirumuskan kebenarannya secara Penyebab kesulitan belajar dapat disebabkan karena faktor psikologis ataupun sebabsebab lainya, seperti adanya hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar sehingga anak yang mengalami kesulitan belajar mendapatkan prestasi yang rendah. (Dwi Puspitasari, 2. Kesulitan belajar pada siswa pastinya dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa. Faktor internal seperti faktor psikologis dan faktor kelelahan. Faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktormasyarakat. Hal ini juga sejalan dengan pendapat dari Slameto dalam Purwanti . (Ninla Elmawati Falabiba et al. , 2. Kesulitan belajar sendiri dapat ditandai denganhasil belajarpeserta didik yang rendah, hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik tidaksesuai dengan usaha yang dilakukan, lambatmengerjakan tugas-tugas belajar, tingkah lakukurang wajar atau seperti disekolah sering datang terlambat, tidaktertib dalam kegiatan belajar mengajar danbanyak (Irawan. Intan Winda. Fauziah. Yuliyanti. Guswita, 2. Belajar IPA tidak hanya menghafalkan fakta dan konsep yang sudah jadi,tetapi dituntut menemukan fakta-fakta dan konsep-konsep melalui kegiatan eksplorasi, observasi dan eksperimen. Faktor yang mempengaruhi siswa berpendapat bahwa pelajaran IPA susah dapat berasaldari materi yang merekapelajari ataupun disebabkan dari faktor-faktor lainnya. Ketidak mampuan siswa dalam memahami materi tentunya pasti akan menimbulkan ketidak Penguasaan konsep IPA yang kurang, akanmengakibatkan nilai yang diperoleh pada mata pelajaran IPA menjadi rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh kesulitan peserta didik dalam merespon pembelajaran yang diberikan oleh guru mereka. (Imanuel, 2. Pembelajaran IPA yang terdapat di SD N 1 Bebalang dapat dikatakan kurang efektif. Dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa dalam pembelajaran IPA, guru cenderung lebih sering menggunakan metode ceramah dan dalam pelaksanaan praktek juga kurang maksimal dikarenakan beberapa siswa tidak membawa alat/bahan yang diinstruksi oleh guru. Melalui latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka dapat dilihat bahwa tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesulitan belajar IPA pada siswa. Dalam penelitian ini penulis menganalisis siswa kelas 3 B SDN 1 Bebalang. METODE Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti oleh penulis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan dalam melakukan penelitian berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat Metode kualitatif dapat digunakan untuk memahami obyek secara mendalam. Data yang dikumpulkan dalam metode penelitian kualitatif pada umumnya bersifat kualitatif. (Gunawan, 2. Metode penelitian kualitatif juga sering disebut dengan metode penelitian naturalisticdikarenakan penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. ,disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada mulanya metode ini lebihbanyak digunakan untuk penelitian dibidang antropologi budaya, disebut jugasebagai Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 metode kualitatif, karena data yang dikumpulkan dan dianalisis lebihbersifat (Poerwandari, 1. Peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data di lapangan terhadap individu yang mengalami masalah atau masalah yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Bebalang yang terletak di Kabupaten Bangli. Adapun subjek yang dijadikan sample pada penelitian ini adalah 10 orang siswadari jumlah keseluruhan siswa siswi yaitu yang berjumlah 21 orang Pada penelitian ini penulis mengambil data melalui instrumen angket dan wawancara dalam melakukan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil merupakan bagian utama artikel dan proses pengaturan dan pengelompokan informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta untuk mengolah dan menganalisis objek penelitian atau topik penelitian secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu Kemudian pembahasan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan dari pembahasan adalah untuk menjawab masalah penelitian yang diangkat, menafsirkan temuan-temuan, mengintegrasikan temuan dari penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah ada dan menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang sudah ada. (Slameto, 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) analisis merupakan penguaraian suatupokok atas berbagai bagiannya dan penelaah bagian itu sendiri dan hubunganantar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman artikeseluruhan. Menurut Nana Sudjana . menyatakan bahwa AuAnalisis adalahusaha memilah suatu konsep atau struktur menjadi unsur-unsur atau bagian-bagiansehingga jelas hierarki atau susunannyaAy. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa analisis adalah prosesmencari dan menyusun secara sistematis yang diperoleh dari hasilwawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisir datake dalam kategori, menjabarkan kedalam unitunit, melakukan sintesa, menyusunke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehinga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun (Syahir. Ahmad Jainuri, 2. Berdasarkan hasil analisis angket wawancara menunjukkan bahwa terkait kesulitan belajar IPA siswa kelas 3B di SDN 1 Bebalang sesuai dengan hasil wawancara siswa mengalami kesulitan pada materi wujud benda tentang gas, mereka kurang memahami dan sulit memahami materi tersebut. Siswa juga mengatakan bahwa mereka tertarik dan suka terhadap pelajaran IPA, hanya saja pelajaran IPA menurut mereka adalah pelajaran Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket yang telah dilakukan peneliti terkait kesulitan belajar IPA yang telah dilakukan kepada siswa kelas 3B SDN 1 Bebalang, dari 10 siswa yang menjadi sample menyatakan bahwa mereka menyukai pelajaran IPA, tetapi menurut mereka pelajaran IPA itu sulit. Hal ini menandakan bahwa siswa kelas 3B menyukai pelajaran IPA tetapi menurut mereka pelajaran IPA susah. Melalui hasil angket juga mereka menyatakan bahwa pelajaran IPA merupakan pelajaran yang menyenangkan karena mereka dapat bereksperimen. Adapun dari hasil wawancara terkait yang menyebabkan materi IPA itu susah menurut mereka adalah bahwa mereka susah untuk memahami materi IPA karena materi IPA merupakan materiyang berkaitan dengan alam. Mereka mengatakan kurang menguasai hal tersebut, sehingga mereka mengatakan bahwa materi IPA merupakan materi yang Menurut hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis kepada wali kelas 3B juga mengatakan bahwa siswa kurang memperhatikan saat guru menjelaskan materi dipapan hal tersebut dikarenakan siswa yang cepat mudah bosan dengan pelajaran. Pada saat wawancara Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 penulis juga bertanya kepada wali kelas 3B terkait metodeyang digunakan saat mengajar di Wali kelas 3B menuturkan bahwa saat mengajar guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Faktor tersebutlah yang membuat siswa menjadi bosan dikarenakan metode yang digunakan adalah metode ceramah. Hal ini juga sependapat dengan pendapat Abuddin Nata dalam bukunnya Prespektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, menyatakan bahwa: Kekurangan metode ceramah antara lain cenderung membuat peserta didik kurang kreatif, materi yang disampaikan hannya mengandalkan ingatan guru, kemungkinan adannya materi pelajaran yang tidak dapat diterima sepenuhnya oleh peserta didik, kesulitan dalam mengetahui tentang seberapa banyak materi yang dapat diterima oleh anak didik, cenderung verbalisme dan kurang merangsang. (Ersandy, 2. Pada instrumen wawancara penulis juga bertanya kepada siswa terkait materi IPA yang paling sulit bagi mereka. Adapun dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti kepada siswa kelas 3B SDN 1 Bebalang yaitu materi IPA yang menurut mereka paling sulit adalah materi wujud benda tentang gas. Pada pertanyaan tersebut semua siswa mengatakan hal yang sama yaitu materi wujud benda merupakan materi yang paling susah terutama tentang gas. Menurut penuturan siswa mereka tidak bisa melihat secara nyata wujudnya sehingga mereka mengatakan susah. Mereka perlu melakukan pengamatan langsung terkait materi wujud benda terutama tentang gas. Sebagian dari mereka juga mengatakan bahwa mereka perlu diberikan contoh agar mereka mudah memahami meteri wujud benda tentang gas. Melalui instrumen wawancara dengan guru penulis juga bertanya kepada guru terkait kesulitan materi wujud benda tentang gas yang dialami oleh siswa, wali kelas juga menuturkan hal yang sama bahwa yang menjadi faktor siswa mengalami kesulitan terkait materi tersebut adalah karena siswa tidak bisa melihat secara langsung wujudnya. Mereka tidak bisa melakukan pengamatan langsung terkait materi tersebut. Hal tersebutlah yang membuat siswa susah untuk memahami materi tersebut. Dan guru juga bingung untuk menjelaskan atau memberikan gambaran kepada siswa. Siswa juga mengatakan bahwa hanya materi wujud benda yang mereka anggap susah terutama tentang gas. Melalui hasil wawancara juga penulis bertanya kepada siswa terkait praktek dalam pembelajaran IPA. Siswa mengatakan mereka menyukai praktek dalam pembelajaran IPA dikarenakan dengan praktek mereka dapat melakukan pengamatan langsung. Mereka menyukai belajar dengan praktek. Melalui hasil angket yang telah dilakukan oleh siswa hasil dari pengisian instrumen angket dan instrumen wawancara yang telah dilakukan kepada siswa mendapatkan hasil yang sama juga, yaitu bahwa mereka menyukai pelajaran IPA dengan praktek. Dari hasil wawancara, wali kelas juga menuturkan bahwa siswa juga pernah diajak untuk melakukan praktek guna mempermudah siswa dalam memahami materi yang Tetapi pada saat melakukan praktek tetunya pasti ada kendala yang dialami. Adapun kendala yang terjadi saat melakukan praktek yaitu dikarenakan terkadang tidak semua siswa membawa alat yang dibutuhkan saat melakukan praktek. Sehingga hal tersebut yang membuat praktek tidak berjalan dengan lancar. Walaupun begitu guru juga tidak lupa selalu memberikan siswa contoh saat menjelaskan pelajaran agar dapat memudahkan mereka dalam memahami materi tersebut. Melalui hasil instrumen angket dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti kepada siswa juga melalui penuturan mereka guru juga selalu memberikan contoh setiap kali menjelaskan materi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwasannya perlu adanya peningkatan dalam pelaksanaan pembelajaran IPA terutama untuk anak sekolah dasar agar mereka lebih dapat mudah memahami materi tersebut. Diperlukan pengamatan langsung terkait materi yang menurut mereka susah. Dalam penelitian ini penulis mendapat hasil yaitu Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Avita Damayanti1. Putu Gede Asnawa Dikta2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 kesulitan belajar IPA yang dialami oleh siswa kelas 3B yaitu melalui materi. Adapau materi yang menurut mereka susah yaitu dari materi wujud benda tentang gas. Kesulitan yang dialami yaitu dikarenakan siswa tidak dapat melihat langsung atau mengamati secara langsung tetang wujud tersebut. Mereka perlu melakukan pengamatan langsung agar mereka dapat memahami materi tersebut. Pada saat pembelajaran juga siswa tidak memperhatikan dengan serius dikarenakan siswa yang mudah merasa bosan. Menurut penuturan guru juga saat guru menerangkan materi dipapan untuk memperhatikan saja siswa bisa 10-15 menit tetapi untuk bisa fokus itu sangat susah. Guru juga cenderung sering melakukan pengajaran dengan metode ceramah dan tanya jawab hal tersebut juga dapat mempengaruhi siswa bosan dalam mendengarkan atau memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru. Adapun solusi yang diberikan oleh guru terkait masalah tersebut yaitu dengan mengulang lagi materi yang belum sepenuhnya dipahami oleh siswa agar mereka lebih Tetapi menurut penuturan guruterkadang juga hal tersebut tidak selalu sepenuhnya Sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa diperlukan adanya metode dan teknik baru dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. Dan juga dalam proses mengajar diperlukan metode pengajaran yang tepat juga agar siswa lebih mudah memahami dan tidak mudah merasa bosan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan, penulis dapat menarik kesimpulan dari beberapa hal dalam penelitian ini. Adapun kesimpulantersebut yaitu kesulitan pelajaran IPA yang dialami siswa kelas 3B SDN 1 Bebalang. Siswa kelas 3B mengatakan mereka menyukai pelajaran IPA tetapi menurut mereka pelajaran IPA merupakan pelajaran yang sulit. Adapun kesulitan yang dialamisiswa kelas 3B adalah dari materi wujud benda, terutama materi tentang gas. faktor penyebabnya yaitu karena mereka kurang memahami apa itu gas, dan mereka tidak dapat mengetahui secara langsung wujud gas tersebut sehingga hal tersebut yang membuat mereka susah dan sulit untuk memahami materi tetang wujud benda terutama tentang gas. Degan mereka tidak dapat melakukan pengamatan langsung terkait hal tersebutlah yang menjadi salah satu faktor kesulitan belajar yang mereka alami. Disamping itu juga metode yang dilakukan oleh guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga membuat siswa menjadi cepat Guru perlu mengubah cara belajar atau cara mengajar kepada siswanya agar tercipta peningkatan yang lebih baik dalam proses pembelajaran selain itu juga agar siswa dapat bersemangat dan lebih mudah memahami materi yang dijelaskan. Karena faktor pengajaran atau metode pengajaran yang salah juga dapat meyebabakan kegagalan atau kesulitan belajar siswa / peserta didik. UCAPAN TERIMAKASIH