Pengaruh Literasi. Inklusi Keuangan Dan Financial Technology Terhadap Pengelolaan Keuangan Di UMKM Kecamatan Ratu Agung The Literacy. Financial Inclusion, and Financial Technology on Financial Management of MSMEs in Ratu Agung District Salsa Billha Sumitha*. Helmi Herawati. Iwin Arnova Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Prof. Dr. Hazairin. SH *Coresponding Email: salsasumitha@gmail. Article history: Submitted: June 03, 2025 | Revised: July 13, 2025 | Accepted: August 01, 2025 Abstrak UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun sering menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology terhadap pengelolaan keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Ratu Agung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda berdasarkan data primer dari 98 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM, dengan nilai Adjusted RA sebesar 0,528. Artinya, 52,8% variasi pengelolaan keuangan dapat dijelaskan oleh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan penggunaan fintech. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan, perluasan inklusi keuangan, serta optimalisasi penggunaan teknologi digital sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan UMKM secara berkelanjutan. Kata Kunci : Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan. Financial Technology. Pengelolaan Keuangan. UMKM Abstract MSMEs play a strategic role in Indonesia's economy but often face financial management challenges. This study aims to analyze the influence of financial literacy, financial inclusion, and financial technology on the financial management of MSMEs in Ratu Agung District. A quantitative method was employed, utilizing multiple linear regression analysis based on primary data collected from 98 respondents. The results indicate that financial literacy, financial inclusion, and financial technology each have a significant partial and simultaneous effect on financial management, with an adjusted RA value of 0. This means 52. 8% of the variation in financial management can be explained by the three variables. These findings highlight the importance of strengthening financial knowledge, expanding access to financial services, and increasing the use of digital technology to support better and more sustainable financial governance among MSMEs. Keywords: Financial Literacy. Financial Inclusion. Financial Technology. Financial Management. MSMEs EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Pendahuluan Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan ekonomi, terbatasnya perspektif industri dan fluktuasi pasar global sering kali menghambat upaya untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan (Sarif, 2023, hal. Di tengah perkembangan ekonomi Indonesia. UMKM berperan sebagai penggerak yang tak bisa Dengan kontribusi luar biasa hingga sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja. mUMKM berperan penting dalam memperkuat struktur perekonomian nasional karena kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan ketahanannya terhadap krisis ekonomi. Meskipun berperan besar pelaku UMKM masih juga menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam hal pengetahuan pengelolaan keuangan yang memadai (Santiara & Sinarwati, 2023, hal. Rendahnya tingkat literasi keuangan, keterbatasan akses layanan keuangan . , dan pemanfaatan teknologi keuangan . yang belum optimal membuat pelaku mengahadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan. Observasi di Kecamatan Ratu Agung menunjukkan kondisi nyata di mana pelaku UMKM kurang memahami pengelolaan kas, anggaran, serta kesulitan mengakses layanan keuangan formal dan digital. Berbagai studi sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Menurut penelitian Beureukat & Setyawati, . 3, hal. dan Dwi Astuti & Soleha . 3, hal. menunjukkan bahwa adanya pengaruh signifikan literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Namun, penelitian yang dilakukan oleh N. Sari & Listiadi . 1, hal. menunjukkan kebalikannya, bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Selanjutnya penelitian mengenai inklusi keuangan terhadap pengelolaan keuangan pernah dilakukan oleh Dahrani, dkk, . 2, hal. dimana didapatkan hasil bahwa inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Sedangkan menurut penelitian Anisyah, dkk, . 1, hal. bahwa inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Penelitian Purwanto, dkk, . 2, hal. menunjukkan bahwa financial technology berpengaruh terhadap perilaku manajemen. Sedangkan menurut Anisyah, dkk, . 1, . bahwa financial technology tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Oleh karena itu, masih dibutuhkan bukti empiris yang lebih kuat dengan mempertimbangkan konteks lokal yang khas. Penelitian ini menawarkan kontribusi kebaruan dengan mengkaji secara simultan pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology terhadap pengelolaan keuangan UMKM dalam satu wilayah strategis, yakni Kecamatan Ratu Agung. Kota Bengkulu. Kebaruan ini terletak pada pendekatan empiris yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut dalam satu model regresi linier berganda serta memanfaatkan pendekatan lokal sebagai konteks studi, yang selama ini masih jarang dijadikan fokus penelitian, terutama di wilayah Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gabungan dari tiga faktor utama, literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology terhadap pengelolaan keuangan pelaku UMKM. Secara khusus, penelitian ini difokuskan pada UMKM yang berada di Kecamatan Ratu Agung, dengan tujuan untuk menganalisis sejauh mana ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap praktik pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh para pelaku usaha. Dengan memahami hubungan antara literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemanfaatan teknologi keuangan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai strategi peningkatan kualitas pengelolaan keuangan UMKM. Landasan Teori Literasi Keuangan Menurut OJK . 7, hal. literasi keuangan adalah kemampuan individu untuk memahami konsep dan risiko keuangan serta keterampilan dalam membuat keputusan keuangan yang efektif, termasuk dalam konteks perencanaan keuangan, tabungan, investasi, dan pengelolaan utang. Literasi ikeuangan adalah kombinasi antara kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang tepat guna mencapai (L. Putri, 2021, hal. Menurut OJK, . 7, hal. terdapat empat indikator untuk menghasilkan tingkat literasi keuangan, yaitu sebagai berikut : pengetahuan, keterampilan, sikap keuangan dan perilaku keuangan. Inklusi Keuangan Inklusi keuangan adalah proses yang memastikan setiap individu atau kelompok memiliki akses terhadap layanan keuangan formal yang memadai, tepat waktu, dan terjangkau, tanpa hambatan biaya atau non-biaya (Mariyah, 2024, hal. Inklusi keuangan merupakan akses yang diberikan kepada berbagai barang, jasa, dan lembaga perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Inklusi keuangan meliputi layanan keuangan yang berkelanjutan, sesuai kebutuhan, menguntungkan dan bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan (Dz. , 2018, hal. Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam Surat Edaran OJK nomor 31/SEOJK. 07/2017 indikator dari variabel inklusi keuangan dibagi menjadi 4, yaitu : akses . atau ketersediaan . , penggunaan aktual produk dan jasa keuangan, kualitas . , dan kesejahteraan . Financial Technology Wachyu & Winarto . 0, hal. mendefinisikan financial technology didefinisikan sebagai Aua new financial industry that applies technology to improve financial activities. Ay Artinya, fintech adalah industri keuangan baru yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan keuangan, mencakup pembayaran digital, pinjaman daring, investasi berbasis aplikasi, dan sebagainya. Fintech iadalah i penggunaan i teknologi i informasi i dalam i sistem i keuangan yang menciptakan inovasi terhadap proses, produk, idan layanan ikeuangan, ibaik ioleh iinstitusi ikeuangan tradisional maupun perusahaan baru berbasis teknologi (Nuzul, 2018, hal. Fintech adalah gabungan dari teknologi dan keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan keuangan, termasuk pembayaran digital, crowdfunding, manajemen aset, dan asuransi berbasis teknologi . (Fajar & Larasati, 2021. Indikator yang digunakan untuk mengukur financial technology meliputi beberapa aspek antara lain (Hutabarat & Jernih, 2021, hal. : pemahaman tentang fintech, inovasi atau perkembangan dari fintech, keamanan fintech dan ketersediaan EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan adalah suatu kegiatan merencanakan, menganalisis, mengontrol, dan mengarahkan keuangan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi atau individu (Khadijah & Purba, 2021, hal. Pengelolaan keuangan merupakan proses penggunaan dana yang tersedia dengan cara yang paling produktif dan menguntungkan yang mencakup perencanaan, penganggaran, pengendalian, dan evaluasi keuangan (Nasution, dkk, 2017, hal. Pengelolaan keuangan adalah proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perolehan, penggunaan, dan pengelolaan aset keuangan agar kegiatan operasional dan pertumbuhan entitas dapat berjalan optimal (Ardiansyah, dkk, 2022, hal. Menurut Warsano . dalam (Suardi, 2022, hal. adapun indikator pengelolaan keuangan yaitu sebagai berikut : penggunaan dana, penentuan sumber dana, manajemen risiko dan perencanaan masa depan. UMKM UMKM iadalah isingkatan idari iUsaha iMikro, iKecil, idan iMenengah, iyang i merujuk i pada i kelompok i usaha i produktif i yang i dijalankan i secara i mandiri oleh individu maupun kelompok. UMKM umumnya memiliki skala usaha terbatas, baik dari sisi aset, omzet, maupun jumlah tenaga kerja, tetapi berperan sangat besar dalam menggerakkan perekonomian nasional, khususnya di sektor informal dan menengah ke bawah (Tamara, dkk, 2023, hal. UMKM dapat ditemukan dalam berbagai sektor, seperti perdagangan, jasa, pertanian, perikanan, manufaktur, hingga industri kreatif. Karakteristik utama UMKM adalah fleksibilitas usaha, kedekatan dengan pasar lokal, dan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Yang dimaksud dengan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah yaitu : Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Menengah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan keuangan pada pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Ratu Agung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan simultan dan parsial antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan melalui serangkaian uji asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan validitas model regresi. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji-t . dan uji-F . , serta pengukuran koefisien determinasi (Adjusted RA) guna menilai besarnya kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variabel Seluruh proses analisis dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 yang memungkinkan perhitungan statistik yang akurat dan efisien Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Data Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner dari masing-masing variabel. Hasil uji validitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel R Hitung R Tabel Literasi Keuangan Keterangan Pernyataan 1 0,833 0,1986 Valid Pernyataan 2 0,645 0,1986 Valid Pernyataan 3 Pernyataan 4 0,677 0,1986 0,807 0,1986 Inklusi Keuangan Valid Valid Pernyataan 1 0,729 0,1986 Valid Pernyataan 2 0,758 0,1986 Valid Pernyataan 3 0,820 0,1986 Valid 0,649 0,1986 Financial Technology Valid Pernyataan 4 Pernyataan 1 0,608 0,1986 Valid Pernyataan 2 0,685 0,1986 Valid Pernyataan 3 0,819 0,1986 Valid Pernyataan 4 0,792 0,1986 Valid Pengelolaan Keuangan Pernyataan 1 0,740 0,1986 Valid Pernyataan 2 0,756 0,1986 Valid Pernyataan 3 0,816 0,1986 Valid Pernyataan 4 0,747 0,1986 Valid Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat semua pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid dikarenakan tingkat signifikannya yaitu r hitung > r tabel. Dimana pada variabel literasi keuangan (X. berada pada nilai 0,645 sampai 0,833. Variabel inklusi keuangan (X. berada di nilai 0,649 sampai nilai 0,820. Variabel financial technology (X. berada pada nilai 0,608 sampai nilai 0,819. Dan pada variabel pengelolaan keuangan (Y) berada pada nilai 0,740 sampai 0,816. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Uji Reliabilitas Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2021, hal. Jika nilai koefisien cronbach alpha > 0,70 maka dikatakan reliabel. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Literasi Keuangan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,705 Keterangan Reliabel Inklusi Keuangan 0,725 Reliabel Financial Technology 0,706 Reliabel Pengelolaan Keuangan 0,758 Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang ditampilkan pada tabel di atas, seluruh variabel dalam penelitian ini menunjukkan nilai CronbachAos Alpha di atas 0,70, sehingga masing-masing dapat dinyatakan reliabel. Variabel literasi keuangan (X. memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,705, sedangkan variabel inklusi keuangan (X. sebesar 0,725. Selanjutnya, variable financial technology (X. memperoleh nilai 0,706, dan variabel pengelolaan keuangan (Y) mencapai nilai 0,758. Karena seluruh nilai tersebut melebihi ambang batas 0,70, maka keempat variabel tersebut memenuhi syarat reliabilitas dan dapat digunakan lebih lanjut dalam analisis Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali, . 1, hal. uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi yang normal atau tidak normal. Pengujian normalitas dengan metode grafik normal Probability Plots berikut : Gambar 1. Uji Normalitas P-Plot Regresi Dari gambar 2 di atas dapat dilihat bahwa pada grafik normal plot terlihat titiktitik atau data menyebar disekitaran garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi adalah dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 (Ghozali, 2021, hal. Dan menggunakan nilai tolerance lebih dari 0,1 atau mendekati 1. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel collinearity statistics Tolerance VIF Literasi Keuangan 0,755 1,291 Inklusi Keuangan 0,776 1,288 Financial Technology 0,664 1,507 Berdasarkan tabel 3 nilai tolerance dari variabel literasi keuangan (X. sebesar 0,755, inklusi keuangan (X. sebesar 0,776 dan financial technology (X. dengan nilai 0,664, dimana masing-masing variabel memiliki nilai tolerance lebih dari 0,1 atau Dan untuk nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari variabel literasi keuangan (X. sebesar 1,291, inklusi keuangan (X. sebesar 1,288 dan financial technology (X. dengan nilai 1,507. Ketiga variabel ini memiliki nilai VIF kurang dari Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak terjadi kolerasi antar variabel atau tidak terdapat multikolinearitas dan variabel dapat digunakan dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dapat dengan melihat grafik scatter plot dan diperkuat dengan pengujian uji park, yaitu apabila variabel independen memiliki nilai tingkat signifikansi melebihi 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi penelitian EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Gambar 2. Uji Heterokedastisitas Scatter Plot Dapat dilihat pada gambar 2 grafik scatter plot tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan melalui grafik scatter plot tidak terjadi heteroskedastisitas. Data ini diperkuat juga melalui pengujian uji park. Pengujian uji park dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Hasil Uji Park Literasi Keuangan Coeffisients -1,051 0,296 Inklusi Keuangan -0,102 0,919 Financial technology 1,368 0,174 Variabel Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa variabel literasi keuangan (X . mempunyai nilai signifikansi 0,296, inklusi keuangan (X. memiliki nilai signifikan 0,919 dan financial technology (X. mempunyai nilai signifikan 0,174, hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel mempunyai nilai signifikansi lebih dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi linier berganda ini yaitu regresi yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 5. Hasil Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Literasi Keuangan Inklusi Keuangan Financial Technology Dependent Variable: Pengelolaan Keuangan Berdasarkan hasil analisis data di atas, maka didapatkan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 0,047 0,265 0,269 0,458 e Keterangan dari persamaan di atas yaitu : Nilai konstanta . sebesar 0,047 menggambarkan kondisi dasar saat ketiga variabel independen (XCA. XCC, dan XCE) bernilai nol. Artinya, jika seseorang tidak memiliki literasi keuangan, tidak terlibat dalam inklusi keuangan, dan sama sekali tidak menggunakan teknologi keuangan, maka tingkat dasar pengelolaan keuangan berada pada angka 0,047. Nilai ini mencerminkan pengaruh faktor lain di luar model yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Koefisien regresi untuk variabel literasi keuangan (XCA) sebesar 0,265 menunjukkan adanya pengaruh positif idan isignifikan iterhadap ipengelolaan ikeuangan. iDengan i kata i lain, i setiap i peningkatan i satu i satuan ipada i literasi i keuangan iakan i meningkatkan i pengelolaan i keuangan i sebesar i 0,265, i dengan i asumsi i variabel i lain i tetap ikonstan. i Hal i mengindikasikan i bahwa i semakin i tinggi literasi keuangan seseorang, semakin baik pula kemampuannya dalam mengelola keuangan. Koefisien regresi variabel inklusi keuangan (XCC) sebesar 0,269 juga menunjukkan pengaruh positif idan isignifikan iterhadap ipengelolaan ikeuangan. iArtinya, isetiap i kenaikan i satu i satuan i pada i inklusi i keuangan i akan imeningkatkan i pengelolaan i keuangan i sebesar i 0,269, i dengan i asumsi i variabel ilain i tetap i konstan. Hal ini menandakan bahwa akses dan partisipasi yang lebih besar dalam sistem keuangan dapat mendorong peningkatan pengelolaan keuangan. Koefisien regresi variabel financial technology (XCE) sebesar 0,458 mengindikasikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap konstan, setiap kenaikan satu satuan pada penggunaan financial technology akan meningkatkan pengelolaan keuangan sebesar 0,458. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Pengujian uji t digunakan untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing variabel dalam mempengaruhi variabel dependen (Ghozali, 2021, hal. Uji t digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variabel independen pada penelitian ini secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Tabel 6. Hasil Uji Parsial (Uji T) Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Literasi Keuangan Inklusi Keuangan Financial Technology Dependent Variable: Pengelolaan Keuangan EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Uji hipotesis 1 (H. Hasil uji hipotesis 1 yang tercantum pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh literasi keuangan (XCA) terhadap pengelolaan keuangan (Y) adalah i0,001, iyang ilebih ikecil idari i0,05. iSelain iitu, inilai it hitung isebesar i3,288 ilebih i besar i dari i ttabel i sebesar i 1,986. i Dengan idemikian, i hipotesis i nol i(HCA) i ditolak i dan i hipotesis ialternatif i (HCA) i diterima. i Oleh i karena iitu, i dapat i disimpulkan i bahwa i variabel i keuangan i (XCA) i berpengaruh i signifikan i terhadap i pengelolaan i keuangan i (Y). Uji hipotesis 2 (H. Berdasarkan tabel yang sama, nilai signifikansi pengaruh iinklusi ikeuangan i(XCC) i terhadap i pengelolaan i keuangan i (Y) i adalah i 0,003, i yang i juga i lebih i kecil i dari i 0,05. i Nilai it hitung i sebesar i 3,081 ilebih i besar i daripada i t tabel i 1,986. i Dengan i demikian, iHCA i ditolak i dan i HCC i diterima. i Hal i ini i menunjukkan i bahwa i variabel i inklusi i keuangan i (XCC) imemiliki i pengaruh i signifikan i terhadap i pengelolaan i keuangan i (Y). Uji hipotesisi 3 (H. Hasil uji hipotesis 3 memperlihatkan nilai signifikansi pengaruh financial technology i (XCE) i terhadap i pengelolaan i keuangan i (Y) i sebesar i 0,000, i lebih i kecil i dari i 0,05. i Nilai i t hitung i 4,938 ijuga i lebih i besar i dari it tabel i 1,986. i Oleh i karena i itu, i HCA i ditolak i dan i HCE i diterima. i Kesimpulannya, i variabel i financial i technology i(XCE) i berpengaruh i signifikan i terhadap i pengelolaan i keuangan (Y). Uji Simultan (Uji F) Uji simultan F (Uji Simulta. digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh secara bersama-sama atau simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2021, hal. Tabel 7. Hasil Uji Simultan (Uji F) Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Pengelolaan Keuangan Predictors: (Constan. Financial technology. Inklusi Keuangan. Literasi keuangan Tabel 7 menunjukkan bahwa nilai fhitung sebesar 37,151, dimana nilai ini lebih besar dari nilai ftabel yang ditentukkan. Nilai signifikansinya sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari nilai alpha. Hal ini menunjukkan bahwa H4 diterima atau variabel literasi keuangan (X. , inklusi keuangan (X. dan financial technology (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pengelolaan keuangan (Y). Uji Koefisien Determinasi (R. Menurut Agus Widarjono . 7, hal. Uji koefisien determinasi (R-Square. adalah uji untuk menjelaskan besaran proporsi variasi dari variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Financial technology. Inklusi Keuangan. Literasi Tabel 8 menunjukan nilai koefisien determinasi sebesar 0,528. Angka tersebut memiliki arti bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 52,8 % dalam mempengaruhi variabel dependen, sedangkan 47,2% lainnya dipengaruhi variabel lain yang tidak diketahui oleh peneliti. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Literasi keuangan dapat membantu individu terhindar dari masalah keuangan yang terjadi akibat kesalahan pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil uji parsial . , diketahui bahwa variabel literasi keuangan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 dan nilai thitung sebesar 3,288, yang lebih besar dari ttabel 1,986. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kecamatan Ratu Agung. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengelola keuangan usahanya. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan yang dikemukakan oleh Rumbianingrum & Wijayangka, . dan Dwi Astuti & Soleha, . , yang menyatakan bahwa iliterasi ikeuangan iberpengaruh isignifikan iterhadap ipengelolaan i keuangan. i Literasi i keuangan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM, karena memungkinkan mereka untuk membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan terencana. Oleh karena itu, temuan i dalam i penelitian i ini i mendukung i hipotesis i pertama i (H. , i yaitu i terdapat i pengaruh i signifikan iliterasi i keuangan i terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kecamatan Ratu Agung, sehingga hipotesis tersebut dinyatakan diterima. Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Hasil uji parsial . menunjukkan bahwa variabel inklusi keuangan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,003 dan nilai t hitung sebesar 3,081, lebih besar dari ttabel 1,986. Dengan demikian, hipotesis kedua (H. diterima dan dapat disimpulkan bahwa inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kecamatan Ratu Agung. Artinya semakin tinggi akses pelaku UMKM terhadap layanan keuangan formal seperti tabungan, kredit, dan asuransi, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengelola keuangan usaha secara efisien dan terstruktur. Penelitian ini juga didukung oleh hasil temuan Dahrani, dkk. , . dan Anwar, . yang menyatakan bahwa inklusi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM, karena layanan keuangan formal mampu memperkuat stabilitas keuangan pelaku usaha kecil. Dengan akses yang lebih luas. UMKM dapat lebih mudah menyimpan dana, memperoleh pembiayaan usaha, serta membangun ketahanan finansial yang lebih baik. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Pengaruh Financial technology Terhadap Pengelolaan Keuangan Berdasarkan hasil iuji iparsial i. ji i. , ivariabel ifinancial itechnology i. i menunjukkan i nilai i signifikansi i sebesar i 0,000 i dan i nilai i thitung i sebesar i 4,938, i yang i lebih i besar i dari i ttabel i 1,986. i Hasil i ini i mengindikasikan i bahwa ifintech i memiliki i pengaruh i yang i signifikan iterhadap i pengelolaan i keuangan i UMKM i di i Kecamatan Ratu Agung. Temuan tersebut memperkuat pemahaman bahwa pemanfaatan teknologi keuangan, seperti aplikasi pembayaran digital, sistem pencatatan keuangan otomatis, dan platform pinjaman daring berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi, akurasi, dan keteraturan dalam pengelolaan keuangan usaha. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat adopsi teknologi keuangan oleh pelaku UMKM, maka semakin optimal pula kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan penelitian Purwanto dkk. , . dan Kau, dkk. , . yang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi keuangan secara signifikan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan, terutama bagi UMKM yang belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik. Lebih lanjut, adopsi fintech juga berkaitan dengan perilaku dan literasi digital. Pelaku UMKM yang terbiasa menggunakan aplikasi digital dan memahami cara kerja layanan fintech akan lebih mudah mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem keuangannya. Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan Dan Financial Technology Terhadap Pengelolaan Keuangan Berdasarkan hasil uji simultan . ji F), diperoleh bahwa nilai fhitung sebesar 37,151, jauh lebih besar dibandingkan nilai ftabel sebesar 2,70, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology, secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kecamatan Ratu Agung. Artinya, ketika ketiga faktor ini hadir dan diterapkan secara bersamaan oleh pelaku UMKM, maka kemampuan dalam mengelola keuangan usaha akan meningkat secara nyata. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggi Mirdiyantika, , . dan E. Putri & Susanti, . yang menunjukkan bahwa kombinasi dari literasi, inklusi keuangan dan financial technology dapat menciptakan sistem pengelolaan keuangan yang lebih efektif, modern, dan adaptif, terutama untuk pelaku usaha kecil dan menengah. Ketika ketiganya diterapkan secara bersamaan, akan terbentuk ekosistem keuangan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan, yang sangat penting bagi keberlangsungan dan perkembangan UMKM di era digital saat ini. Hal ini juga menjadi kunci penting dalam membantu UMKM menghadapi tantangan ekonomi digital dan bertransformasi ke arah sistem keuangan yang lebih modern dan inklusif Simpulan Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan, dan financial technology secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Ratu Agung. Literasi keuangan yang baik memungkinkan pelaku usaha dalam menyusun perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan yang bijak. Inklusi keuangan mendukung kemudahan akses terhadap layanan keuangan formal, yang penting bagi kelangsungan dan pengembangan usaha. Sementara itu, pemanfaatan teknologi finansial . secara efektif turut mendorong efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan. Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 52,8% variasi dalam pengelolaan keuangan, menunjukkan bahwa peningkatan dalam aspek literasi, inklusi, dan teknologi digital sangat penting untuk memperkuat fondasi keuangan UMKM secara berkelanjutan. Daftar Rujukan Agus Widarjono. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya Disertai Panduan Eviews. UPP STIM YKPN. Anggi Mirdiyantika. Ika Indriasari, & Rita Meiriyanti. Pengaruh literasi keuangan. Inklusi keuangan dan Financial Technology terhadap peningkatan Kinerja Umkm Di Kecamatan Bulakamba. Jurnal Riset Manajemen Dan Ekonomi (Jrim. , 1. , 30Ae47. Anisyah. Pinem. , & Hidayati. Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan financial technology terhadap perilaku keuangan pelaku UMKM di Kecamatan Sekupang. Management and Business Review, 5. , 310Ae324. Anwar. Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan UMKM di Kota Makassar. Proceedings of National Seminar, 5, 924Ae939. Ardiansyah. Rauf. , & Nurman. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan UMKM di Kota Makassar. SINOMIKA Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Ekonomi dan Akuntansi, 1. , 879Ae890. Beureukat. , & Setyawati. The Effect of Financial Literacy on MSME Financial Management in Tanjungsari District. Sumedang Regency. Jurnal Ekonomi, 12. , 2023. Dahrani. Saragih. , & Ritonga. Model pengelolaan keuangan berbasis literasi keuangan dan inklusi keuangan: Studi pada UMKM di Kota Binjai. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 6. , 1509Ae1518. Dwi Astuti. , & Soleha. Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan Dan Locus of Control Terhadap Pengelolaan Keuangan Umkm Di Kecamatan Bojongmangu. Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 11. , 51Ae64. Dz. Inklusi Keuangan Perbankan Syariah Berbasis Digital-Banking: Optimalisasi dan Tantangan. Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan SyariAoah, 10. , 63. Fajar. , & Larasati. Peran Financial Technology (Fintec. dalam Perkembangan UMKM di Indonesia: Peluang dan Tantangan. Humanis (Humanities,Management and Science Proceeding. , 1. , 702Ae715. http://w. id/index. php/SNH Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 26 Edisi Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hutabarat, & Jernih. Pengaruh Fintech Terhadap Inklusi Keuangan Mahasiswa fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas HKBP Nommensen Medan. Repository Universitas HKBP Nommesen, 2504, 1Ae9. Kau. Yusuf. , & Wuryandini, ayu R. Pengaruh Literasi Keuangan Dan Financial Technology Terhadap Pengelolaan Keuangan Umkm ( Studi Pada Usaha Mikro Foodcourt Limboto ). Jurnal Mirai Management, 8. , 651Ae659. EISSN 2961-9394 Volume Nomor Bulan Tahun Halaman : July-December : 2025 : 521-534 Khadijah. , & Purba. Analisis Pengelolaan Keuangan pada UMKM di Kota Batam. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 5. , 51Ae59. Mariyah. Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Islam Di Negara-Negara Muslim. JEBESH: Journal Of Economics Business Ethic And Science Histories, 2(November 2. , 34Ae40. Nasution. Prayogi. , & Nasution. Pembinaan Pengelolaan Manajemen Usaha Dan E-Marketing Pada Pelaku Usaha Industri Mikro Pengrajin Sepatu Di Kecamatan Medan Denai. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 23. , 292. Nuzul. Tinjauan Hukum Perlindungan Konsumen Terkait Pengawasan Perusahaan Berbasis Financial Technology di Indonesia. Pagaruyuang Law Journal, 2. , 24Ae41. OJK. Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2. Otoritas Jasa Keuangan, 1Ae99. Purwanto. Yandri. , & Yoga. Perkembangan Dan Dampak Financial Technology (Fintec. Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Di Masyarakat. Kompleksitas: Jurnal Ilmiah Manajemen. Organisasi Dan Bisnis, 11. , 80Ae91. Putri. , & Susanti. Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Financial Technology Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa. PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi . -Journa. , 12. , 75Ae87. Putri. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Investasi melalui Perilaku Keuangan sebagai Variabel Moderating. Jurnal Seminar Nasional Teknologi Edukasi dan Humaniora, 1. , 769Ae775. Rumbianingrum. , & Wijayangka. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Umkm. Jurnal Manajemen Dan Bisnis (Alman. , 2. , 155. Santiara. , & Sinarwati. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Umkm Di Kecamatan Tejakula. CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 6. , 349. Sari. , & Listiadi. Pengaruh Literasi Keuangan. Pendidikan Keuangan di Keluarga. Uang Saku terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan dengan Financial Self-Efficacy sebagai Variabel Intervening. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 9. , 58Ae70. Sarif. Peran UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ) eISSN, 1. , 68Ae73. Suardi. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perencanaan Dan Pengelolaan Keuangan Siswa Sman 1 Maros. Perencanaan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan, 25Ae35. Tamara. Wijaya. , & Taufiq. Pengembangan Usaha Mikro . Kecil . Dan Menengah ( UMKM ) Di Kelurahan Gebang Putih Melalui Fasilitas Internal Dan Eksternal. BERSATU: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 1. , 81Ae88. Wachyu. , & Winarto. Peran Fintech dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jesya (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syaria. , 3. , 61Ae73.