Journal Research of Economic and Bussiness Volume 5. Issue 1. January 2026 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 Journal Research of Economic dan Bussiness journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb Penilaian Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Arus Kas Isna Ardila Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara isnaardila@umsu. *Correspondence: isnaardila@umsu. id* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 27-01-2026. Revised : 03-02-2026. Accepted : 12-02-2026. Published : 14-02-2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja arus kas PT Unilever Tbk periode 20202024 melalui rasio arus kas. Dekriptif kuantitatif dipilih sebagai metode dalam penelitian ini. PT Unilever Tbk sebagai objek penelitian dan subjek penelitian adalah laporan keuangan PT Unilever Tbk periode tahun 2020-2024. Data yang diambil pada laporan keuangan merupakan data sekunder yaitu laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan laporan arus kas. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menghitung rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar, rasio cakupan bunga berbasis kas, rasio arus kas operasi terhadap total utang, rasio arus kas operasi terhadap laba bersih, dan rasio cakupan belanja modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kas dari aktivitas operasi belum sepenuhnya kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan cenderung melemah pada akhir periode, sehingga potensi risiko likuiditas meningkat. Di sisi lain, kemampuan perusahaan membayar bunga dari kas operasi berada pada kondisi sangat baik, dan laba bersih masih didukung oleh kas operasi meskipun ada penurunan pada akhir periode. Perusahaan juga mampu membiayai belanja modal dari kas operasi, namun penurunan belanja modal dalam jangka panjang perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh pada pembaruan aset dan efisiensi di masa depan. Perusahaan tetap kuat pada aspek kemampuan membayar bunga dan kualitas laba berbasis kas, tetapi perlu penguatan arus kas operasi dan pengelolaan kewajiban agar tekanan likuiditas dapat dikendalikan. Kata kunci: Penilaian Kinerja. Arus Kas Operasi. Rasio Abstract This study aims to analyze the cash flow performance of PT Unilever Tbk for the 20202024 period through cash flow ratios. A Quantitative descriptive method was chosen as the method in this study. PT Unilever Tbk as the object of research and the subject of research is the financial statements of PT Unilever Tbk for the 2020-2024 period. The data taken from the financial statements are secondary data, namely the income statement, statement of financial A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). position, and cash flow statement. The data analysis technique in this study is by calculating the ratio of operating cash flow to current liabilities, cash-based interest coverage ratio, operating cash flow to total debt ratio, operating cash flow to net income ratio, and capital expenditure coverage ratio. The results of the study indicate that cash from operating activities is not yet fully strong enough to meet short-term obligations and tends to weaken at the end of the period, so that the potential for liquidity risk increases. On the other hand, the companyAos ability to pay interest from operating cash flows was very strong, and net income continued to be supported by operating cash flows despite a decline at the end of the period. The company was also able to finance capital expenditures from operating cash flows. however, the longterm decline in capital expenditures should be monitored as it may affect asset renewal and future efficiency. Overall, the company remains strong in terms of interest-paying capacity and cash-based earnings quality, but it needs to strengthen operating cash flows and manage liabilities to keep liquidity pressures under control. Keywords: Financial Performance. Operating Cash Flow. Ratio PENDAHULUAN Penilaian kinerja keuangan perusahaan tidak memadai jika hanya bersandar pada laba, karena penerapan akuntansi berbasis akrual bisa tampak baik tetapi belum tentu menjelaskan kemampuan menghasilkan kas untuk membayar kewajiban (Mills & Yamamura, 1. Karena itu, laporan arus kas dibutuhkan untuk menunjukkan bagaimana kas dan setara kas berubah selama satu periode, sehingga pengguna laporan dapat membaca sumber dan penggunaan kas secara lebih nyata (IFRS Foundation, 2. Dalam konteks standar akuntansi Indonesia. PSAK 207 mengatur laporan arus kas dan menegaskan pentingnya informasi arus kas untuk menilai kemampuan entitas menghasilkan kas dan setara (Ikatan Akuntan Indonesia. Secara internasional. IAS 7 juga mensyaratkan pengelompokan arus kas menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan agar analisis perubahan kas dapat dilakukan secara sistematis (IFRS Foundation, 2. Sejalan dengan itu, penggunaan rasio arus kas dipandang relevan karena membandingkan kas dari aktivitas operasi dengan komitmen jangka pendek maupun struktur kewajiban, sehingga likuiditas dapat dinilai dari kas yang benar-benar dihasilkan (Mills & Yamamura, 1. Literatur AuThe Power of Cash Flow RatiosAy menekankan bahwa rasio berbasis arus kas sering dianggap lebih dapat diandalkan untuk indikator likuiditas dibanding rasio yang hanya berbasis neraca atau laba rugi. Salah satu ukuran yang umum dipakai adalah operating cash flow ratio untuk menilai kemampuan kas operasi dalam menutup kewajiban lancar dalam periode yang sama (Kenton, 2. Selain itu, cash flow to debt ratio mengukur efektivitas perusahaan membayar total utang jangka pendek maupun panjang menggunakan kas atau uang tunai dari aktivitas operasi sehingga membantu manajemen menilai ketangguhan struktur permodalan terhadap beban utang. Konsep Free Cash Flow (FCF) juga digunakan untuk menilai fleksibilitas kas setelah belanja modal, dengan rumus umum Cash Flow from Operations (CFO) dikurangi capital expenditures atau pengeluaran modal untuk penambahan aset tetap perusahaan, sehingga berguna untuk menilai ruang perusahaan memenuhi kewajiban atau mendanai pertumbuhan (Tim, 2. Objek penelitian ini adalah laporan keuangan PT Unilver Tbk berupa laporan arus kas melalui rasio arus kas operasi, laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi. PT Unilever Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan barang konsumsi terbesar di Indonesia yang beroperasi dalam industri kebutuhan rumah tangga dan personal care. Berdasarkan data 20202024, laba bersih PT Unilever Indonesia Tbk menurun dari Rp7,16 triliun menjadi Rp3,37 A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). triliun dan arus kas operasi turun lebih tajam dari Rp8,36 triliun menjadi Rp3,96 triliun, sehingga menunjukkan pelemahan kemampuan operasi menghasilkan kas. Accrual Quality Theory (Dechow & Dichev, 2. yang menyatakan bahwa laba tidak selalu mencerminkan kas karena akrual dan modal kerja, sehingga perusahaan dapat membukukan laba besar namun kas operasi lemah. Analisis berbasis laba saja berisiko tidak cukup menggambarkan ketahanan kas perusahaan. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu oleh (Monika & Riyanto, 2. yang menyatakan bahwa secara umum kinerja arus kas dinilai baik jika rata-rata rasio arus kas berada di atas 1, sehingga kemampuan berbasis kas tergolong kuat. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh (Nurfaizi et al. , 2. perusahaan mampu membayar bunga dan mendanai belanja modal dengan baik apabila rasionya di atas 1. Menurut (Dewi et al. , 2. kinerja arus kas dinilai kurang baik ketika arus kas dari operasi belum cukup untuk menutup kewajiban jangka pendek, belanja modal, total utang, dan pembayaran bunga artinya rasio <1. Menurut (Gyley & Bekta, 2. banyak perusahaan kesulitan menghasilkan kas yang cukup, sehingga kualitas laba kurang kuat dikarenakan kas operasi belum mampu mendukung laba, perusahaan cenderung membutuhkan pendanaan dari luar, dan kondisi likuiditas menjadi hal yang perlu Karena itu, isu utama yang layak diangkat adalah bagaimana perubahan kemampuan kas operasi PT Unilever Tbk dalam menopang kewajiban jangka pendek, struktur hutang, dan kebutuhan investasi, serta apa implikasinya terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja arus kas PT Unilever Tbk periode 2020-2024 menggunakan rasio arus kas. TINJAUAN LITERATUR Kinerja Keuangan dan Analisis Rasio Kinerja keuangan pada dasarnya merefleksikan kemampuan entitas dalam menjaga keberlangsungan operasi, memenuhi kewajiban, serta menghasilkan hasil . yang memadai bagi pemilik modal dan pemangku kepentingan serta menjaga kesinambungan usaha yang tercermin melalui laporan keuangan. Dalam kerangka analisis laporan keuangan, kinerja tidak hanya dinilai dari besar kecilnya laba, tetapi juga dari kualitasnya serta kemampuan perusahaan menghasilkan kas dan mempertahankan kesehatan keuangan dari waktu ke waktu (Subramanyam et al. , 2. Analisis rasio keuangan merupakan cara untuk mengolah angka-angka yang ada pada laporan keuangan menjadi ukuran yang lebih mudah dibandingkan antar periode maupun Rasio membantu membaca arti di balik angka, misalnya dari komposisi utang, komposisi kas operasional kuat atau lemah, margin dan pengembalian aset membaik atau justru ada tekanan biaya dan modal kerja. Dalam praktik, rasio dinilai dengan dua cara utama yaitu membandingkan dari tahun ke tahun dan membandingkan dengan rata-rata industri atau perusahaan sejenis. Rasio membantu mencari tahu bagian mana yang kuat dan lemah, misalnya pada likuiditas, leverage, profitabilitas, dan penggunaan aset, serta memberikan dasar untuk menarik kesimpulan yang lebih objektif dibanding melihat angka laporan keuangan secara terpisah (White et al. , 2. (Subramanyam et al. , 2. (Kasmir, 2. Rasio berbasis akrual dapat dipengaruhi kebijakan akuntansi dan komponen nonkas, analisis yang baik lazimnya melengkapi rasio tradisional dengan rasio berbasis arus kas agar penilaian kemampuan bayar dan ketahanan keuangan menjadi lebih nyata (Giacomino & Mielke, 1993. Wild et al. , 2. Namun, penilaian yang hanya bertumpu pada rasio berbasis akrual berpotensi melewatkan aspek kemampuan bayar aktual karena laba mengandung komponen akrual . iutang, persediaan, beban akrua. yang tidak selalu segera menjadi kas. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Literatur menekankan bahwa informasi berbasis kas dapat memberikan sudut pandang yang lebih realistis untuk menguji daya tahan likuiditas dan struktur pembiayaan, sehingga lebih kuat ketika dipakai berdampingan dengan rasio tradisional (Gentry et al. , 1. Laporan Arus Kas sebagai Dasar Penilaian Kinerja Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan pergerakan kas masuk dan kas keluar selama suatu periode, yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, sehingga dapat menjelaskan perubahan saldo kas dari awal hingga akhir periode. Informasi arus kas ini membantu manajemen dalam menyusun proyeksi kas perusahaan pada periode berikutnya, serta dapat digunakan untuk menilai likuiditas dan profitabilitas perusahaan (Temy & Antonius, 2. Laporan arus kas disusun untuk menyediakan informasi perubahan historis kas dan setara kas serta mengklasifikasikan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Tujuannya adalah memberi basis bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas menghasilkan kas dan setara kas, serta kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut (IFRS Foundation, 2. Dalam konteks Indonesia. PSAK 2 yang telah mengalami penomoran ulang menjadi PSAK 207 menegaskan tujuan yang sejalan: mensyaratkan penyajian informasi perubahan kas dan setara kas melalui laporan arus kas dengan klasifikasi operasiAeinvestasiAependanaan, serta mengatur penggunaan metode langsung atau tidak langsung untuk arus kas operasi (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. Secara konseptual, arus kas dari aktivitas operasi (CFO) sering diposisikan sebagai indikator utama karena menggambarkan seberapa jauh operasi inti menghasilkan kas yang cukup untuk membayar kewajiban, mempertahankan kapasitas operasi, membayar dividen, dan berinvestasi tanpa ketergantungan berlebihan pada pendanaan eksternal (IFRS Foundation, 2. (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. Rasio Arus Kas: Konsep. Klasifikasi, dan Relevansi Rasio arus kas adalah rasio yang dibangun dari pos-pos laporan arus kas . hususnya CFO) dan biasanya dikaitkan dengan akun neraca atau laba rugi untuk menguji likuiditas, solvabilitas, kualitas laba, serta kecukupan pendanaan internal. Literatur menggaris bawahi bahwa rasio arus kas menawarkan perspektif yang lebih dinamis karena bertumpu pada arus . selama periode berjalan, bukan hanya posisi . pada tanggal laporan (Mills & Yamamura, 1. Klasifikasi rasio arus kas dalam literatur berkembang beragam. Studi-studi awal mengelompokkan rasio arus kas secara sistematis . isalnya kategori liquidity/solvency, quality of income, dan seterusny. , tetapi belum ada kesepakatan bersama terkait penamaan, klasifikasi, maupun benchmark normatif yang berlaku lintas industri (Gyley & Bekta, 2. Pada umumnya rasio arus kas digunakan untuk menilai kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek . , menguji kemampuan menutup utang . , menilai kualitas laba . eterdukungan laba oleh ka. , dan menilai kecukupan pendanaan internal untuk investasi dan distribusi . Arus kas dari aktivitas operasi merupakan aktivitas operasional rutin dan dilakukan berulang secara terus menerus. Perusahaan yang mampu mempertahankan kinerja keuangannya dapat dilihat dari arus kas positif yang dihasilkan dalam rentan waktu yang Sebagian besar perusahaan harus mampu menghasilkan arus kas positif dalam operasi jangka panjang untuk mempertahankan kinerja keuangan (Risnawati et al. , 2. Adapun rasio-rasio yang dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan antara lain adalah: Rasio Arus Kas Operasi terhadap Kewajiban Lancar atau Operating Cash Flow Ratio = Arus kas operasi / Kewajiban lancar A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Operating Cash Flow Ratio adalah salah satu indikator untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan kas dari aktivitas operasional. Menurut (Erwanto, 2. Interpretasi nilainya adalah : . Jika nilai rasio >1 maka perusahaan mampu menghasilkan arus kas dari aktivitas operasi yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban lancar, sehingga mencerminkan kondisi arus kas yang sehat . Jika nilai rasio = 1 maka Perusahaan mampu melunasi utang jangka pendek dengan kas dari aktivitas operasi, hanya saja perusahaan tidak memiliki sisa kas yang cukup sebagai cadangan setelah kewajiban jangka pendek . Jika nilai rasio <1 maka Perusahaan tidak dapat melunasi kewajiban jangka pendek hanya dari kas yang dihasilkan kegiatan operasional, sehingga terdapat potensi risiko likuiditas. Rasio Cakupan Bunga Arus Kas atau Operating Cash Flow Interest Coverage = (Arus kas operasi bunga paja. /bunga Menurut (Atieh, 2. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi pembayaran bunga atas seluruh beban utangnya, dengan interpretasi nilainya adalah jika rasio >1 berarti kas operasi mampu menutup beban bunga, sedangkan rasio <1 artinya kas operasi belum cukup sehingga pembayaran bunga yang berpotensi mengalami potensi gagal bayar. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Total Utang atau Cash Flow Operation to Total Debt Ratio = Arus kas operasi /Total Hutang . aya bayar hutan. Menurut (Kenton, 2. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan melunasi total utang menggunakan kas operasi dalam satu periode, dengan interpretasinya semakin tinggi nilai rasio maka kemampuan kas membayar utang semakin kuat, jika nilai rasio rendah maka perusahaan membutuhkan sumber dana lain untuk memenuhi kewajiban utang. Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih atau Cash Flow Operation to Net Income Ratio = Arus kas operasi/Laba Bersih . ualitas lab. Rasio ini untuk menilai kualitas laba, yaitu apakah laba bersih benar-benar didukung oleh kas dari operasi dengan interpretasi nilainya adalah Jika nilai rasio >1 menunjukkan laba berkualitas tinggi artinya kas dari perolehan laba memang tersedia, sedangkan nilai rasio < 1 menunjukkan laba berkualitas lebih rendah artinya laba belum sepenuhnya berubah menjadi kas (WallStreetPrep, 2. Rasio Cakupan Belanja Modal atau Capex Coverage = Arus kas operasi /Pengeluaran Modal (CAPEX) Rasio ini menunjukkan kemampuan kas operasi membiayai belanja modal . engeluaran untuk aset tetap/investas. Jika rasio >1 mengindikasikan kas dari kegiatan operasional mencukupi untuk membiayai pembelian atau penambahan aset dan rasio <1 berarti perusahaan kemungkinan belum menghasilkan arus kas masuk yang memadai untuk menutup belanja modalnya, sehingga ada potensi kebutuhan pendanaan tambahan melalui pinjaman, untuk membiayai investasi aset tersebut (Fernando, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk menilai kinerja perusahaan berdasarkan perhitungan dan analisis rasio arus kas yang bersumber dari data laporan keuangan. Objek penelitian adalah PT Unilever Tbk. Periode penelitian menggunakan data laporan keuangan tahunan meliputi laporan arus kas, laporan laba rugi, dan laporan posisi keuangan selama beberapa tahun A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). pengamatan 2020-2024 untuk melihat konsistensi kinerja arus kas perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan dan mencatat data keuangan yang relevan dengan rasio arus kas yang diteliti. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: . Mengumpulkan dan mempelajari laporan keuangan konsolidasian PT Unilever Tbk, khususnya laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca. Menghitung rasio-rasio berbasis kas. Memberikan analisis untuk menjawab penyebab ketidaksesuaian laba terhadap kas serta implikasinya terhadap kualitas laba dan likuiditas perusahaan. Menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Kewajiban Lancar Hasil perhitungan rasio arus kas terhadap kewajiban lancar dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Perhitungan Rasio Kas Terhadap Kewajiban Lancar Tahun Arus Kas Operasi Kewajiban Lancar Rasio 0,63 0,63 0,65 0,63 0,33 Sumber: Data diolah, 2026 Berdasarkan tabel tahun 2020-2023 rasio arus kas terhadap kewajiban lancar PT Unilever Tbk relatif stabil di kisaran 0,63-0,65. Artinya, setiap Rp1 kewajiban lancar hanya terpenuhi sekitar Rp0,63-Rp0,65 kas operasi. Tahun 2022 menjadi yang terbaik . Perubahan paling menonjol terjadi di 2024 yang turun tajam menjadi 0,33. Ini berarti setiap Rp1 kewajiban lancar hanya ditopang sekitar Rp0,33 kas operasi, sehingga risiko likuiditas Penurunan ini sejalan dengan turunnya arus kas operasi . ari 7,118T menjadi 3,960T) sementara kewajiban lancar tetap tinggi . ,830T). Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Bunga Hasil perhitungan rasio arus kas operasi terhadap bunga dapat dilihat pada tabel beikut Tabel 2. Hasil Perhitungan Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Bunga Tahun Arus Kas Operasi Bunga Pajak Rasio Sumber: Data diolah, 2026 A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Hasil perhitungan rasio arus kas operasi terhadap bunga PT Unilever Tbk pada tahun 2020-2024 menunjukkan rasio sangat tinggi yaitu 38. Artinya kas operasi perusahaan lebih dari cukup untuk membayar bunga, bahkan masih ada sisa kas yang cukup setelah bunga dibayar. Tahun 2022 menjadi yang paling kuat yaitu sebesar 115 karena beban bunga paling rendah sebesar Rp85,211 miliar, sedangkan arus kas operasi tetap tinggi, sehingga perusahaan memiliki kemudahan membayar bunga. Setelah itu, rasio menurun pada 2023 yaitu 81 dan 2024 sebesar 61, penurunan 2024 dipengaruhi oleh turunnya arus kas operasi meskipun bunga relatif kecil. Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Total Hutang Hasil perhitungan rasio arus kas terhadap total hutang dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 3. Hasil Perhitungan Rasio Kas Terhadap Total Hutang Tahun Arus Kas Operasi Total Hutang Rasio 0,54 0,54 0,56 0,54 0,28 Sumber: Data diolah, 2026 Hasil perhitungan rasio kas terhadap total hutang PT Unilever Tbk memperlihatkan bahwa pada tahun 2020-2023 rasio berada di kisaran 0,53-0,56. Artinya, kas operasi yang dihasilkan perusahaan setara dengan sekitar 53-56% dari total hutang, sehingga kemampuan pelunasan hutang dari kas operasi tergolong cukup, tetapi belum sepenuhnya menutup total hutang dalam satu periode. Tahun 2022 menjadi yang tertinggi sebesar 0,56, ini menunjukkan posisi kas operasional relatif paling kuat dibanding total hutang. Pada tahun 2024, rasio turun menjadi 0,28. Kondisi ini menunjukkan kas operasi hanya setara sekitar 28% dari total hutang, yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup hutang dari kas operasional Penurunan ini disebabkan oleh turunnya arus kas operasi yaitu Rp3,96 triliun, sementara total hutang masih tinggi yaitu Rp13,90 triliun, sehingga risiko kekurangan kas dan ketergantungan pada pendanaan lain menjadi lebih besar. Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Laba Bersih Hasil perhitungan rasio arus kas terhadap laba bersih dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Hasil Perhitungan Rasio Arus Kas Terhadap Laba Bersih Tahun Arus Kas Operasi Laba Bersih Rasio 1,17 1,37 1,50 1,48 1,18 Sumber: Data diolah, 2026 A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Berdasarkan hasil perhitungan rasio PT Unilever Tbk pada 2020-2024 seluruhnya berada di atas 1 yaitu 1,17. 1,37. 1,50. 1,48. 1,18. Hasil ini bisa dikatakan bahwa laba bersih dan arus kas masih mencukupi sehingga dapat dikategorikan arus kas perusahaan sehat. Pada tahun 2022 diperoleh nilai 1,50 yang merupakan rasio tertinggi dalam periode 2020-2024. Tahun 2023 rasio sebesar 1,48 masih dapat tergolong tinggi berarti kemampuan laba dapat dikonversi menjadi uang kas pada periode ini. Tahun 2024 rasio menurun menjadi 1,18, namun masih tergolong sehat karena masih diatas 1. Kondisi ini menunjukkan bahwa dukungan kas terhadap laba mulai menurun dibanding tahun 2021-2023 yang sejalan dengan turunnya arus ka operasi. Hal ini menunjukkan perusahaan masih menghasilkan kas operasi yang lebih besar daripada laba, tetapi cadangan keamanannya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Pengeluaran Modal Hasil perhitungan rasio arus kas terhadap pengeluaran modal dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5. Hasil Perhitungan Rasio Pengeluaran Modal Tahun Arus Kas Operasi Pengeluaran Modal Rasio -69,69 5,52 -19,52 -82,60 28,40 Sumber: Data diolah, 2026 Pada data hasil perhitungan rasio pengeluaran modal PT Unilever Tbk pada tahun 2021 adalah 5,52 dan 2024 sebesar 28,40 yang bernilai positif, artinya arus kas operasi lebih dari cukup untuk menutup pengeluaran modal pada tahun tersebut, sedangkan tahun 2024 diketahui sangat tinggi karena pengeluaran modal relatif kecil dibanding kas operasi. Sementara itu, rasio tahun 2020, 2022, dan 2023 bernilai negatif bukan karena kas operasinya buruk, melainkan karena pengeluaran modal dicatat bertanda minus pembelian aset dicatat sebagai arus kas Pembahasan Rasio Arus Kas Operasi terhadap Kewajiban Lancar (Operating Cash Flow Rati. Hasil perhitungan rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar periode tahun 20202023 berada di 0,63-0,65. Ini menunjukkan likuiditas kas operasi cenderung cukup tapi belum Artinya setiap Rp1 utang jangka pendek hanya bisa dibayar sekitar Rp0,63-Rp0,65 dari kas operasi, sehingga untuk membayar utang jangka pendek, perusahaan kemungkinan perlu dibantu oleh sisa kas, pengaturan waktu pembayaran, atau pinjaman jangka pendek. Penurunan rasio pada 2024 menjadi 0,33 memperlihatkan pelemahan likuiditas yang lebih serius, karena tahun 2023 kas operasi turun dari Rp7. 088 triliyun menjadi Rp3. 982 triliyun di tahun 2024, sementara kewajiban lancar tahun 2024 tetap tinggi Rp11. 201 triliyun. Dari laporan arus kas, salah satu tanda yang terlihat adalah uang masuk dari pelanggan pada tahun 2024 sebesar Rp39. 720 triliyun lebih rendah dibanding di tahun 2023 sebesar Rp43. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Kondisi ini juga tercermin dari struktur kewajiban lancar 2024 yang mencakup pinjaman bank sebesar Rp1. 000 triliyun yang menunjukkan kebutuhan dukungan pendanaan jangka pendek untuk menjaga kelancaran pembayaran. Jika uang kas yang masuk berkurang sementara utang jangka pendek tetap besar, maka perusahaan bisa kekurangan kas saat harus membayar utang yang sudah jatuh tempo. Perusahaan yang mampu mengelola arus kas dengan efisien dan mempercepat siklus konversi kas, hal itu menunjukkan kepada pemegang saham bahwa perusahaan mampu menjaga likuiditas dengan baik, sehingga terhindar dari kekurangan kas yang bisa menghambat investasi pada peluang pertumbuhan (Lestari & Wirianata, 2. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Bunga (Cash Flow Operation to Net Income Rati. Hasil perhitungan rasio arus kas operasi terhadap bunga yang sangat tinggi sepanjang 2020Ae2024 yaitu 38. 61 yang menunjukkan bahwa beban bunga PT Unilever Tbk tergolong rendah dibanding kemampuan kas dari operasi. Perusahaan sangat mampu membayar bunga, jadi risiko telat atau gagal bayar kecil. Keadaan ini menjadikan pihak kreditur percaya jika perusahaan mampu mengendalikan biaya pinjaman. Titik tertinggi rasio terjadi pada tahun 2022 yang mencapai 115. Hal ini menunjukkan cadangan kas paling besar untuk pembayaran Ini terjadi karena kombinasi bunga paling kecil dan kas operasi tetap kuat. Pada tahun 2023-2024 terjadi penurunan rasio dari 81 menjadi 61, artinya sisa kas setelah bayar bunga makin kecil. Nilai rasio tersebut masih dalam kategori aman, hanya saja penurunan ini menunjukkan kas dari operasi melemah, terutama di 2024, sehingga perusahaan punya cadangan yang lebih sedikit untuk menghadapi kebutuhan tambahan seperti biaya operasional, modal kerja, atau investasi dibanding tahun sebelumnya. Rasio ini lebih fokus hanya pada kemampuan perusahaan dalam membayar bunga saja, tidak untuk pemenuhan seluruh kewajiban jangkan pendek. Jadi, meski pembayaran bunga terlihat sangat kuat, perusahaan tetap perlu dilihat bersama indikator lain misalnya rasio kas operasi terhadap kewajiban lancar untuk memastikan kondisi likuiditas total tidak tertekan oleh kebutuhan pembayaran selain bunga. Rasio cakupan bunga berbasis kas lebih realistis karena melihat kemampuan perusahaan membayar bunga dari kas yang benar-benar masuk, jika rasionya sangat rendah, itu tanda perusahaan berisiko kekurangan kas untuk membayar bunga utang, maka rasio ini perlu dipantau terus dari tahun ke tahun untuk melihat apakah kondisinya membaik atau justru memburuk (Atieh, 2. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Total Hutang (Cash Flow Operation to Total Debt Rati. Rasio kas operasi terhadap total hutang menunjukkan seberapa besar utang yang dapat dilunasi oleh kas dari aktivitas operasi. Pada 2020-2023, rasio berada disekitaran 0,53-0,56 yang dapat dikatakan dalam keadan stabil dimana kemampuan PT Unilever Tbk membayar utang cukup kuat. Hal tersebut dikarenakan kas operasi dapat menutupi lebih dari setengah total Hanya saja, nilai rasio masih dibawah 1 yang artinya perusahaan masih belum sepenuhnya mampu menutupi seluruh total utang hanya dari kas operasi dalam satu periode, sehingga perusahaan harus punya strategi dalam pembayaran misalnya pembayaran dilakukan secara bertahap dan mengelola struktur utang seperti mengatur jatuh tempo agar tidak menumpuk si satu waktu. Angka rasio yang lebih rendah mengindikasikan kemampuan membayar utang dari kas operasi menurun dan perlu perhatian manajemen utang atau A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). pendanaan (Lufriansyah, 2. Tahun 2022 rasio menjadi yang tertinggi yaitu mencapai 0,56, angka tersebut menunjukkan kas dari operasi paling besar jika dibandingkan dengan total utang. Kondisi ini membuat perusahaan lebih mudah menjaga pembayaran tetap lancar, mengatur ulang jatuh tempo utang, dan menjaga kepercayaan pemberi pinjaman. Menurut (Das, 2. semakin tinggi rasio, semakin baik kemampuan perusahaan menutup total utang dengan kas operasi tahunan. Pada tahun 2024 terjadi penurunan nilai rasio yaitu 0,28. Hal ini merupakan tanda bahwa kemampuan membayar utang dari kas operasi turun jauh. Dengan kas operasi yang turun menjadi Rp3,96 triliun sementara total hutang tetap tinggi Rp13,90 triliun, perusahaan diharapkan dapat mengandalkan dana lain, seperti memakai kas yang ada, memperpanjang atau menata ulang pinjaman, atau menambah utang untuk membayar kewajiban. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Laba bersih (Cash Flow Operation to Net Income Rati. Rasio CFO to Net Income menunjukkan seberapa kuat laba bersih dapat ditopang oleh kas dari aktivitas operasi. Nilai rasio tahun 2020-2024 di atas 1 yaitu 1,17. 1,37. 1,50. 1,48. 1,18, hasil ini menunjukkan bahwa secara umum kas operasi lebih besar daripada laba bersih, sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas laba PT Unilever Tbk selama periode tersebut baik dan arus kas operasionalnya masih sehat. Rasio tertinggi diperoleh pada tahun 2020 yaitu mencapai 1,50, dan tahun 2023 rasio diperoleh sebesar 1,48, angka ini masih dikategorikan Nilai rasio dari kedua tahun tersebut menunjukkan bahwa PT Unilever Tbk mampu menghasilkan laba menjadi kas, sehingga diperoleh cadangan kas setelah aktivitas operasional Hal ini didukung oleh pernyataan (Subramanyam & Wild, 2. bahwa perbandingan arus kas operasi dengan laba bersih membantu melihat seberapa besar laba yang dilaporkan didukung oleh kas, sehingga menggambarkan kondisi likuiditas dan kemampuan menghasilkan Turunnya rasio pada 2024 menjadi 1,18 perlu menjadi perhatian perusahaan. Walau masih sehat karena tetap di atas 1, ini berarti sisa kas setelah menghasilkan laba tidak sebesar tahun 2021-2023. Perusahaan masih menghasilkan kas operasi lebih besar daripada laba, tetapi cadangan kasnya semakin kecil, jadi lebih mudah terdampak kalau ada kebutuhan tambahan seperti modal kerja naik, biaya meningkat, atau uang masuk dari penjualan melambat. Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Pengeluaran Modal (Cash Flow Operation to Net Income Rati. Hasil rasio pengeluaran modal menunjukkan kemampuan kas operasi membiayai belanja modal tanpa bergantung pada utang. Pada tahun 2021 rasio bernilai positif dan tinggi yaitu 5,52, dan perolehan tertinggi terjadi di tahun 2024 yaitu mencapai 28,40, angka ini menunjukkan kas dari aktivitas usaha perusahaan lebih dari cukup untuk membayar investasi aset tetap. Khusus di tahun 2024, rasio yang sangat tinggi terjadi karena belanja modal relatif kecil dibanding kas operasi, jadi kebutuhan investasi tidak banyak mengurangi kas. Artinya perusahaan sedang mengeluarkan belanja modal lebih hemat atau lebih selektif, sehingga pada tahun itu perusahaan tidak terlalu membutuhkan dana dari luar untuk membiayai belanja modal. Sedangkan pada tahun 2020, 2022, dan 2023 diperoleh nilai rasio yang negatif. Sementara itu, nilai rasio yang negatif pada 2020, 2022, dan 2023 sebenarnya hanya karena cara pencatatan arus kas dimana belanja modal ditulis sebagai kas keluar, jadi tandanya Kalau belanja modal dipakai sebagai angka positif, hasilnya menunjukkan kas operasi tetap kuat untuk menutup belanja modal. Karena itu, supaya analisis lebih rapi dan mudah A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). dibandingkan antar tahun, belanja modal sebaiknya dianggap sebagai nilai mutlak . , sehingga yang dilihat adalah berapa kali kas operasi mampu menutup belanja modal, bukan tanda minusnya. Hasil penelitian (Nurnaini, 2. menunjukkan bahwa adanya nilai rasio yang negatif pada praktiknya sering muncul karena komponen investasi atau pengeluaran modal dicatat sebagai arus kas keluar . ertanda minu. Menurut (Juniarti et al. , 2. (Kwistianus & Juniarti, 2. belanja modal yang terlalu rendah dalam waktu lama dapat membuat perusahaan kurang melakukan penggantian atau peningkatan aset, sehingga peluang meningkatkan kinerja dan return di masa depan bisa berkurang, tergantung pada strategi investasi perusahaan. Secara umum PT Unilever Tbk memiliki kemampuan kas operasi yang kuat untuk membiayai belanja modal. Namun, rasio yang sangat tinggi yang terjadi di tahun 2024 juga perlu diwaspadai karena angka ini bisa berarti kas perusahaan kuat, tetapi bisa juga karena belanja modalnya ditekan. Penelitian yang dilakukan oleh (Minton & Schrand, 1. menyatakan bahwa saat kondisi arus kas lebih berisiko atau berfluktuasi, perusahaan sering mengurangi investasi seperti belanja modal, sehingga lonjakan rasio bisa mencerminkan keputusan menahan belanja modal, bukan semata-mata kekuatan kas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis rasio arus kas PT Unilever Tbk periode 2020-2024 dapat disimpulkan bahwa kas dari aktivitas operasi pada umumnya belum sepenuhnya mampu menutup kewajiban lancar, dan pada tahun terakhir terjadi penurunan sehingga potensi risiko likuiditas meningkat. Kemampuan perusahaan membayar beban bunga dari kas operasi masuk dalam kategori baik, sehingga risiko gagal bayar bunga rendah, meskipun cadangan kas untuk bunga cenderung mengecil pada akhir periode. Secara umum, perusahaan mampu membiayai belanja modal dari kas operasi, sehingga ketergantungan pada pendanaan eksternal untuk investasi terbilang rendah. namun belanja modal yang terlalu kecil dalam jangka panjang tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi pembaruan aset dan efisiensi di masa depan. Kemampuan kas operasi untuk menutup total utang masih dalam kategori cukup pada sebagian besar periode, tetapi menurun pada tahun terakhir, sehingga perusahaan berpotensi lebih bergantung pada sumber dana lain untuk memenuhi kewajibannya. Laba bersih masih didukung oleh kas operasi, sehingga kualitas laba dapat dikatakan baik, namun dukungan kas terhadap laba melemah pada akhir periode sehingga bantalan kas tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, perusahaan masih menunjukkan kekuatan pada aspek kualitas laba dan kemampuan membayar bunga, tetapi perlu perhatian lebih pada penguatan kas operasi dan pengelolaan kewajiban agar tekanan likuiditas tidak meningkat. Perusahaan disarankan agar lebih meningkatkan arus kas operasi dengan mengelola modal kerja yaitu dari segi piutang, persediaan, dan utang usaha sehingga kemampuan kewajiban jangka pendek lebih baik. Untuk mengurangi risiko likuiditas, maka perusahaan perlu punya sumber dana cadangan yang bisa ditarik cepat saat kas operasional tidak cukup atau ada kebutuhan mendadak dan pengaturan struktur utang baik itu dari jangka waktu, jenis utang, bunga untuk menghindari pembayaran jatuh tempo pada periode yang sama. Walaupun kemampuan membayar bunga masih baik, penurunan cadangan kas perlu diatasi dengan pemantauan rasio cakupan bunga berbasis kas secara rutin. Selain itu, perusahaan perlu memastikan belanja modal tetap cukup agar peralatan dan aset bisa diperbarui tepat waktu dana tetap terjaga dalam jangka panjang. Pada saat yang sama, perusahaan juga perlu meningkatkan agar laba benar-benar berubah menjadi uang kas, dengan mengendalikan biaya yang berdampak langsung pada kas serta rutin memantau rasio arus kas utama. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DAFTAR PUSTAKA