p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH PENERAPAN GREEN MARKETING (GREEN PRODUCT. GREEN PRICE. GREEN PLACE. GREEN PROMOTION) TERHADAP BUYING DECISION DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN BISNIS SYARIAH Fadjar Rudy Winarko1. Ridwansyah2. Heni Verawati3 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Kota Bandar Lampung. Indonesia Email: fadjarrudywinarkoo@gmail. Article History Received: 29-12-2025 Revision: 03-01-2025 Accepted: 03-01-2025 Published: 03-01-2025 Abstract. This study aims to analyze the effect of green marketing implementation, which includes green products, green prices, green places, and green promotions, on buying decisions from a sharia business management The research was conducted on Sucho Parfum consumers in Sukarame. Bandar Lampung, using a quantitative approach and causal associative research methods. Primary data was obtained by distributing questionnaires to 96 respondents and analyzed using SmartPLS. The results showed that green products, green prices, green places, and green promotions had a positive and significant effect on purchasing decisions. The coefficient of determination value shows that the green marketing variable is able to explain most of the variation in purchasing decisions. From a sharia business management perspective, the application of green marketing is in line with the principles of fairness, honesty, and environmental sustainability. Thus, green marketing not only increases consumer purchasing decisions but also supports ethical and sustainable business practices in accordance with sharia values. Keywords: Green Product. Green Price. Green Place. Green Promotion, perspective of Islamic business management Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan green marketing yang meliputi green product, green price, green place, dan green promotion terhadap buying decision dalam perspektif manajemen bisnis syariah. Penelitian dilakukan pada konsumen Sucho Parfum di Sukarame. Bandar Lampung dengan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian asosiatif kausal. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green product, green price, green place, dan green promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel green marketing mampu menjelaskan sebagian besar variasi keputusan pembelian. Dalam perspektif manajemen bisnis syariah, penerapan green marketing sejalan dengan prinsip keadilan, kejujuran, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, green marketing tidak hanya meningkatkan keputusan pembelian konsumen, tetapi juga mendukung praktik bisnis yang etis dan berkelanjutan sesuai nilai-nilai syariah. Kata Kunci: Produk Hijau. Harga Hijau. Tempat Hijau. Promosi Hijau, perspektif manajemen bisnis Islam How to Cite: Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green Marketing (Green Product. Green Price. Green Place. Green Promotio. Terhadap Buying Decision Dalam Perspektif Manajemen Bisnis Syariah. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7730-7747. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi global telah mendorong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada keuntungan semata, tetapi juga mempertimbangkan dampak Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7731 sosial dan lingkungan dari setiap aktivitas bisnisnya. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan, konsep pemasaran yang berorientasi pada keberlanjutan mulai mendapatkan perhatian, salah satunya adalah green marketing. Green marketing merupakan pendekatan pemasaran yang menekankan pada produk, proses, dan promosi yang ramah lingkungan serta bertanggung jawab secara ekologis. Strategi ini mencakup empat elemen utama dalam bauran pemasaran hijau: green product, green price, green place, green promotion. Dalam konteks pemasaran modern, konsumen semakin selektif dalam mengambil keputusan pembelian . uying decisio. , tidak hanya berdasarkan harga dan kualitas, tetapi juga pada nilai-nilai etis dan keberlanjutan yang diusung oleh suatu produk atau Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha, terutama dalam lingkungan yang semakin kompetitif dan sadar lingkungan. Implementasi green marketing yang tepat diyakini mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara signifikan. Penerapan green marketing dinilai mampu memberikan nilai tambah terhadap produk dan memperkuat citra merek di mata konsumen. Konsumen yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan cenderung lebih memilih produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga sejalan dengan nilai- nilai keberlanjutan. Oleh karena itu, keputusan pembelian . uying decisio. tidak lagi semata-mata ditentukan oleh harga dan kualitas, tetapi juga oleh komitmen produsen terhadap kelestarian lingkungan. Buying decision atau keputusan pembelian dalam konteks penelitian ini merujuk pada proses penentuan oleh konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa yang dipengaruhi oleh penerapan strategi green marketing. Keputusan ini tidak hanya dilandasi oleh pertimbangan rasional seperti harga dan kualitas, tetapi juga oleh nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dan kesesuaian dengan prinsip manajemen bisnis syariah. Kondisi ini terlihat pada studi kasus Sucho Parfum di Sukarame. Bandar Lampung, yang telah menerapkan beberapa inovasi seperti penggunaan paper bag daur ulang dan pemberian kupon loyalitas. Namun, beberapa komponen green marketing masih belum berjalan optimal, seperti kurangnya transparansi mengenai komposisi bahan parfum serta belum meratanya pemahaman pelaku usaha maupun konsumen mengenai konsep green marketing berbasis Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penerapan green marketing dan persepsi konsumen dalam perspektif syariah, yang berpotensi memengaruhi keputusan Dalam bisnis yang menjual produk sama tentu dibutuhkan pembeda antara satu dengan yang lainnya, sama halnya seperti Toko sucho parfum yang ada di Sukarame Bandar Lampung, yaitu tempat menaruh parfum untuk pembeli menggunakan paper bag yang dapat di daur ulang dan digunakan berulang kali. Sucho Parfum melakukan pembedaan dengan kios Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7732 parfum lainnya sebagai salah satu daya tarik untuk pelanggan, salah satu pembeda yang ditawarkan sucho parfum yaitu promosi jika setiap pembelian diberikan kupon untuk dikumpulkan sebanyaknya dan dapat ditukar dengan parfum varian tertentu secara gratis, dilakukan pada konsumen toko Sucho Parfum di Kecamatan Sukarame. Dalam perspektif bisnis syariah. Allah SWT juga menekankan bahwa produk atau layanan yang kita tawarkan harus sesuai dengan prinsip moral yang tinggi dan etika yang benar. Dalam konteks ini, keunggulan kompetitif yang didasarkan pada nilai-nilai syariah dapat membentuk daya tarik yang kuat dan memengaruhi keputusan pembelian. Salah satu ayat yang terkait a AaO OEU acE E aIA UAU aOaca aEEa O aN IU aOU acOa Ia O aN IA ca caAEaO EIA a UA acA acA OIaUEac acOIaU aca EaEa OA UaA aac OIAbagi AOa Aorang yang curang UaA(OAa OIAdalam U dan menimban. , a A aO Amenakar "Kecelakaanbesar mereka yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi dengan sempurna, dan apabila menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Ayat ini mengingatkan kita untuk bersikap jujur dalam bertransaksi. Dalam bisnis syariah, keunggulan kompetitif dapat dicapai dengan menjaga kejujuran dan integritas. Dengan demikian, produk atau layanan yang dijual tidak hanya akan menarik bagi konsumen karena kualitas atau manfaatnya, tetapi juga karena keberkahan dan kehalalan yang dimilikinya, yang pada akhirnya membentuk daya tarik dan memengaruhi keputusan pembelian mereka. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal untuk menguji pengaruh variabel green marketing . reen product, green price, green place, dan green promotio. terhadap keputusan pembelian dalam perspektif manajemen bisnis Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan dokumentasi kepada objek penelitian. Dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui, maka dalam menentukan jumlah sampel peneliti menggunakan rumus Lemeshow. Keterangan: n = jumlah z = Skor z pada kepercayaan 95% . 1,96 p = maksimal estimasi 50% : 0,5 Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7733 d = tingkat kesalahan dalam pengambilan sampel: 10% Bersadarkan dari rumuslemeshow tersebut,maka dapat dihitung sampel yang akan digunakan sebagai berikut: Berdasarkan perhitungan diatas, didapatkan hasil sampel sebesar 96. Dalam penelitian ini, menggunakan 4 ariabel X yaitu Green Marketing, dan 4 macam komponen nya (Green Product. Green Price. Green Place. Green Promotio. yang akan dihubungkan pengaruhnya terhadap variabel Y yaitu Buying Decision (Keputusan Pembelia. Berikut kerangka pemikiran dalam penelitian ini: Gambar 1 Kerangka Pemikiran Green Product (X. Green Price (X. Buying Decision (Y) Green Place (X. Green Promotion (X. Perspektif Manajemen Bisnis Syariah = Secara Parsial = Secara Simultan HASIL DAN PEMBAHASAN Uraian Hasil Responden Jenis Kelamin Tabel 1. Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki Ae Laki 43 Orang Perempuan 57 Orang Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7734 Total 100 Orang Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Umur Tabel 2. Umur Responden Umur Jumlah Persentase 18 Ae 22 Tahun 48 Orang 23 Ae 28 Tahun 34 Orang 29 Ae 34 Tahun 18 Orang Total 100 Orang Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Pekerjaan Tabel 3. Pekerjaan Responden Pekerjaan Jumlah Persentase Pelajar/Mahasiswa 82 Orang Wiraswasta 18 Orang Total 100 Orang Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Uji Validitas Untuk mengetahui valid atau tidak validnya suatu kuesioner dari beberapa factor tersebut diadakan uji validitas. Hasil dari uji validitas yang diadakan pada penelitian ini dicantumkan sebagai berikut: Tabel 4. Outer Loading Uji Validitas Item GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid Keterangan GP. Valid GP. Valid GP. Valid Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7735 GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid GP. Valid BD. Valid BD. Valid BD. Valid BD. Valid BD. Valid BD. Valid BD. Valid BD. Valid Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Uji validitas dilakukan menggunakan SmartPLS 4 dengan melihat nilai outer loading. Pernyataan dinyatakan valid apabila memiliki nilai > 0,60, sedangkan nilai < 0,60 dinyatakan tidak valid. Berdasarkan Tabel 3, seluruh item memenuhi kriteria valid karena memiliki nilai di atas 0,60. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan dasar nilai alpha 0,6. Variabel dinyatakan reliabel jika nilainya > 0,6, sedangkan nilai < 0,6 menunjukkan variabel tidak reliabel. Hasil uji reliabilitas disajikan pada Tabel 5. Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7736 Tabel 5. Uji Reliabilitas Variabel CronbachAo s Rho_a Alpha Average Keterangan Variance Extracted Green Reliabel Reliabel Reliabel Product (X. Green Price (X. Green Place (X. Green Promotion (X. Reliabel Buying Reliabel Decision (Y) Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Berdasarkan tabel tersebut, seluruh variabel memenuhi uji reliabilitas dengan nilai CronbachAosUAlphaU>U0,6,UyaituUX1U. ,UX2U. ,UX3U. ,UX4U. ,UdanUYU. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Uji R-Square Koefisien Determinasi R-square (RA) atau koefisien determinasi menunjukkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Besarnya nilai RA, khususnya Adjusted R Square, digunakan untuk menilai tingkat pengaruh tersebut. Hasil uji R-square disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Uji R-Square Variabel R Square Buying Decision (Y) Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Uji Hipotesis (Uji T) Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen berdasarkan nilai Original Sample dan P-Value. Pengaruh dinyatakan positif atau negatif dari nilai Original Sample, sedangkan signifikansi ditentukan oleh P-Value < 0,05. Hasil uji hipotesis disajikan sebagai berikut: Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7737 Tabel 7. Uji Hipotesis Hipotesis Pengaruh Original Sampel Sampel Mean STDEV P Values Statistik (O) Green Product (X. Buying Decision (Y) Green Price (X. Buying Decision (Y) Green Place (X. Buying Decision (Y) Green Promotion (X. Buying Decision (Y) Sumber: Data Primer, diolah tahun 2025 Berdasarkan data hasil uji hipotesis pada tabel di atas, dapat diketahui hasilnya: Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif 206 dan nilai P Value bernilai0. Hal tersebut membuktikan Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7738 bahwa Green Product berpengaruh positif dan signifikan terhadap BuyingUDecisionUpadaUkonsumenUAuSuchoUParfumAyUDiUSukarameUBandarU Lampung yang berarti hipotesi pertama (H. Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif 782 dan nilai P Value bernilai 0. Hal tersebut membuktikan bahwa Green Price berpengaruh positif dan signifikan terhadapU BuyingU DecisionU padaU konsumenU AuSuchoU ParfumAyU DiU Sukarame Bandar Lampung yang berarti hipotesi kedua (H. Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif 799 dan nilai P Value bernilai 0. Hal tersebut membuktikan bahwa Green Place berpengaruh positif dan signifikan terhadapU BuyingU DecisionU padaU konsumenU AuSuchoU ParfumAyU DiU Sukarame Bandar Lampung yang berarti hipotesi ketiga (H. Hasil uji hipotesis menunjukan Original Sampel (O) bernilai positif 624 dan nilai P Value bernilai 0. Hal tersebut membuktikan bahwa Green Promotion berpengaruh positif dan signifikanUterhadapUBuyingUDecisionUpadaUkonsumenUAuSuchoUParfumAyU Di Sukarame Bandar Lampung yang berarti hipotesi keempat (H. PEMBAHASAN Pengaruh Green Product Terhadap Buying Decision Pada konsumen AuSucho ParfumAy Di Sukarame Bandar Lampung Teori yang digunakan untuk menghubungkan antara green product dan buying decision dapat dijelaskan melalui Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikembangkan oleh Ajzen. Teori ini menyatakan bahwa keputusan pembelian seseorang dipengaruhi oleh niat berperilaku . ehavioral intentio. , yang dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol. Dalam konteks green product, konsumen cenderung memiliki sikap positif apabila mereka percaya bahwa produk ramah lingkungan memberikan manfaat nyata, seperti mengurangi pencemaran, aman bagi kesehatan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Sikap positif tersebut mendorong peningkatan niat untuk membeli produk hijau. Selain itu, norma sosial misalnya dorongan dari masyarakat untuk lebih peduli lingkungan juga dapat Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7739 memperkuat keputusan pembelian. Persepsi kontrol seperti kemudahan mendapatkan produk hijau dan keterjangkauan harga turut memperkuat niat konsumen dalam melakukan keputusan Dengan demikian. TPB memberikan kerangka teoretis yang kuat tentang bagaimana persepsi ekologis dan nilai keberlanjutan pada green product memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Selain itu, hubungan ini juga dapat dijelaskan melalui Value Belief Norm Theory (VBN), yang menekankan bahwa keputusan seseorang dipengaruhi oleh nilai pribadi dan keyakinan terhadap konsekuensi lingkungan. Konsumen yang memiliki nilai pro- lingkungan dan kepercayaan bahwa tindakan mereka berdampak terhadap kelestarian alam cenderung lebih memilih produk yang ramah lingkungan. Ketika keyakinan tersebut diinternalisasi sebagai norma moral, konsumen merasa berkewajiban untuk mendukung produk yang dianggap Karena itu, green product tidak hanya dilihat dari sisi fungsional, tetapi juga dari nilai moral dan tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan, sehingga mendorong keputusan Berdasarkan pada hasil uji hipotesis yang dilakukan menunjukan bahwa Green Product (X. terhadap Buying Decision (Y) memiliki nilai Original Sampel (O) sebesar 0. 206 dan nilai P Value sebesar 0. 020 < 0. Hasil tersebut membuktikan bahwa Green Product berpengaruh positif dan signifikan terhadap Buying Decision. Sehingga H1 yang menyatakan bahwa Green ProductUberpengaruhUterhadapUBuyingUDecisionUpadaUkonsumenUAuSuchoUParfumAyUDiUSukarameU Bandar Lampung didukung. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu dari (Widodo. Vendhea, and Febrianti 2. denganUjudulUAuPeranUGreenUProductUdalamUMeningkatkanUBuyingUDecisionUpadaUKonsumenU GenerasiU MilenialAyU yangU menunjukanU hasilU ujiU hipotesisU dimanaU nilaiU keofisienU regresiU memberikan hasil 0. 67 dan t-value 2. 22 yang berarti Green Product mempengaruhi Buying Decision dan begitu pun sebaliknya. Penelitian dari (Ardiyansyah and Febrianti 2. yang berjudulUAuHubunganUAtributUGreenUProductUdenganUKeputusanUPembelianUKonsumenUdi Era KonsumerismeUHijauAyUyangUmenunjukanUhasilUujiUtUdimanaUTstatistikU5. 783U>UT-Tabel 1. 98 dan P Value 0. 000 < 0. 05 yang berarti Green Product dapat memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian (Buying Decisio. Pengaruh Green Price terhadap Buying Decision Pada konsumen AuSucho ParfumAy Di Sukarame Bandar Lampung Teori yang digunakan untuk menghubungkan antara green price dan buying decision dapat dijelaskan melalui perspektif Theory of Planned Behavior (TPB), harga dipandang sebagai faktor yang memengaruhi persepsi kemampuan konsumen untuk membeli . erceived Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7740 behavioral contro. Jika harga produk hijau dianggap masih terjangkau atau sebanding dengan manfaatnya, konsumen merasa mampu untuk membeli sehingga niat dan keputusannya semakin kuat. Sebaliknya, jika harga terlalu tinggi, persepsi kontrol menurun dan konsumen cenderung menunda atau membatalkan pembelian. Selain itu. Value Based Pricing Theory menekankan bahwa keputusan membeli dipengaruhi oleh sejauh mana konsumen merasakan nilai yang didapat dibandingkan harga yang dibayar. Pada produk hijau, nilai tersebut tidak hanya berupa manfaat fungsional tetapi juga nilai emosional dan moral, seperti kontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Ketika konsumen merasa bahwa manfaat ini lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, mereka lebih cenderung mengambil keputusan membeli meskipun harganya lebih tinggi dari produk Teori perilaku konsumen hijau juga mendukung hubungan ini dengan menunjukkan bahwa konsumen yang memiliki kepedulian lingkungan tinggi cenderung memiliki willingness to pay yang lebih besar untuk produk ramah lingkungan. Dengan demikian, green price memengaruhi buying decision melalui persepsi terjangkau, persepsi kualitas, nilai yang dirasakan, dan kepedulian lingkungan konsumen yang membentuk sikap positif terhadap produk hijau. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menunjukan bahwa Green Price (X. terhadap Buying Decision (Y) memiliki nilai Original Sampel (O) sebesar 0. 782 dan nilai P Value sebesar 0. 000 < 0. Hasil tersebut membuktikan bahwa Green Product berpengaruh positif dan signifikan terhadap Buying Decision. Sehingga H2 yang menyatakan bahwa Green PriceUberpengaruhUterhadapUBuyingUDecisionUpadaUkonsumenUAuSuchoUParfumAyUDiUSukarameU Bandar Lampung didukung. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ramadhani et al. dengan judulU AuPengaruhU GreenU PriceU terhadapU KeputusanU PembelianU KonsumenU ProdukU PembersihU Rumah Eco-FriendlyAyUyangUmenunjukanUhasilUujiUhipotesisUdimanaUnilaiUprobabilitasUsebesarU 0,000 maka signifikansi probabilitas < 0. 05 yang berarti Green Price mempengaruhi Keputusan Pembelian yang dilakukan oleh konsumen karena efek keberlanjutan dimana konsumen merasa terikat sehingga timbul rasa percaya penuh akan memilih produk dari merek tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh (Barijan. Ariningsih, and Rahmawati 2. pun mendukung denganUjudulUAuPengaruhUGreenUPrice,UGreenUPromotion,UdanUSikapUKonsumenUterhadapUBuyingU DecisionAyUyangUmanaUhasilUujiUhipotesisUmenunjukanUnilaiUregresiUkoefisienUsebesarU0. 183UdanU P Value sebesar 0. 039 < 0. 05 yang berarti mendukung. Pengaruh Green Place terhadap Buying Decision Pada konsumen AuSucho ParfumAy Di Sukarame Bandar Lampung Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7741 Teori yang digunakan untuk menghubungkan antara green place dan buying decision dapat Dalam perspektif Theory of Planned Behavior (TPB). Green Place mempengaruhi norma subjektif dan control perilaku persepsian konsumen. Konsumen yang melihat bahwa toko, marketplace, atau saluran distribusi menerapkan praktik hijau cenderung merasa bahwa membeli produk dari tempat tersebut adalah tindakan yang lebih etis dan sesuai dengan nilai sosial yang berkembang. Di sisi lain, akses yang mudah dan distribusi ramah lingkungan juga meningkatkan persepsi kemudahan . erceived behavioral contro. , sehingga konsumen merasa lebih yakin dan terdorong untuk melakukan pembelian. Dengan demikian. Green Place mampu mempengaruhi keyakinan, norma, dan kontrol perilaku yang pada akhirnya mendorong keputusan pembelian. Teori Value-Based Adoption Model (VAM) juga mendukung bahwa konsumen akan memilih produk atau merek yang memberikan nilai tambah, termasuk nilai lingkungan. Ketika place atau saluran distribusi memberikan nilai hijau, seperti menggunakan armada logistik rendah emisi atau menyediakan toko digital yang mengurangi jejak karbon, konsumen menilai bahwa keputusan membeli produk tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada tujuan lingkungan yang lebih besar. Pada akhirnya, nilai keberlanjutan dalam distribusi menjadi bagian dari perceived value yang mempengaruhi keputusan Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menunjukan bahwa Green Place (X. terhadap Buying Decision (Y) memiliki nilai Original Sampel (O) sebesar 0. 799 dan nilai P Value sebesar 0. 000 < 0. Hasil tersebut membuktikan bahwa Green Place berpengaruh positif dan signifikan terhadap Buying Decision. Sehingga H3 yang menyatakan bahwa Green Place berpengaruh terhadap Buying Decision pada konsumen AuSucho ParfumAy Di Sukarame Bandar Lampung didukung. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh (Islami and Winata 2. yang berjudulU AuPeranU PraktikU DistribusiU BerkelanjutanU (GreenU Plac. U dalamU MeningkatkanU Keputusan Pembelian ProdukU HijauAyU yangU menunjukanU hasilU ujiU hipotesisU dimanaU nilaiU pU sebesar 0,000 < 0,05 dan statistik sebesar 3,960 > t- tabel 1,96 yang berarti Green Place berpengaruh terhadap Buying Decision. Penelitian dari (Agustin. Fadhilah, and KusumaningrumU2. UpunUmendukungUyangUberjudulUAuDampakUImplementasiU GreenUPlaceU pada Saluran Distribusi terhadap Keputusan Pembelian Produk Eco- Friendl. Ay menunjukan hasil uji hipotesis nilai signifikan 0,001 < 0,05 yang berarti Green Place berpengaruh terhadap keputusan pembelian dimana buying tercipta karena adanya keterlibatan langsung yang dilakukan konsumen untuk merek tersebut. Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7742 Pengaruh Green Promotion terhadap Buying Decision Pada konsumen AuSucho ParfumAy Di Sukarame Bandar Lampung Teori yang digunakan untuk menghubungkan antara green promotion dan buying decision dapat dijelaskan dalam perspektif Green Marketing Theory, green promotion berfungsi sebagai sarana untuk mengedukasi konsumen mengenai keunggulan produk ramah proses produksinya yang minim polusi, serta manfaat ekologis yang dihasilkan. Informasi ini menciptakan perceived environmental value yang lebih tinggi sehingga konsumen merasa keputusan membeli produk hijau bukan hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga berkontribusi pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Selain itu, berdasarkan Communication Persuasion Theory, pesan promosi yang konsisten, kredibel, dan relevan tentang keberlanjutan mampu memengaruhi perubahan sikap . ttitude chang. yang kemudian mendorong niat dan keputusan pembelian. Ketika green promotion disampaikan secara transparan dan tidak berlebihan, konsumen cenderung memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi terhadap produk tersebut. Kepercayaan inilah yang akhirnya memperkuat buying decision, karena konsumen merasa yakin bahwa produk yang dipromosikan benar-benar memberikan manfaat ekologis sesuai klaim. Dengan demikian, green promotion berperan penting sebagai alat persuasi yang membentuk kesadaran, memperkuat sikap positif, dan meningkatkan keyakinan konsumen untuk memutuskan membeli produk ramah lingkungan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menunjukan bahwa Green Promotion (X. terhadap Buying Decision (Y) memiliki nilai Original Sampel (O) sebesar 0. 624 dan nilai P Value sebesar 0. 000 < 0. Hasil tersebut membuktikan bahwa Green Promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap Buying Decision. Sehingga H4 yang menyatakan bahwa Green Promotion berpengaruh terhadap Buying Decision pada konsumen AuSucho ParfumAy Di Sukarame Bandar Lampung didukung. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Perdana 2. yang berjudul AuGreenUPromotion,UGreenUBrandUImage,UdanUPerceivedUValueUdalamUMempengaruhi Keputusan PembelianAy yang menunjukan hasil uji hipotesis dimana nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,05 serta nilai koefisiensi sebesar 0,318 yang berarti bahwa promosi hijau yang diselenggarakan menarik konsumen untuk melakukan keputusan pembelin. Bagaimana pengaruh Green Marketing (Green Product. Green Price. Green Place. Green Promotio. terhadap Buying Decision dalam Perspektif Manajemen Bisnis Syariah Penerapan green marketing dalam bisnis syariah berlandaskan pada prinsip menjaga kelestarian lingkungan sebagaimana diperintahkan dalam Al- QurAoan. UAllahUmenegaskanUdalamU QS. Al-AAorafUayatU56UyangUberbunyi: a AONUa aOAU acOA UAcEEA a A aIUU acacIU a aIA a AU aUa acAaE ac aN aOA ca AaO aeEU aA acaO acAO eEaA ca UAA UaACa acOU acIIaU E aI acIacOIA Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7743 Artinya: AuJanganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada- Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. Ay Ayat ini menjadi landasan kuat bagi konsep green product, yakni produk yang diproses, digunakan, dan dibuang tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan. Produk ramah lingkungan sejalan dengan nilai halalan ayyiban, karena tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga tidak menimbulkan kemudaratan bagi alam sebagai amanah yang harus dijaga. Dengan demikian, komitmen perusahaan dalam menghadirkan green product merupakan bentuk nyata implementasi etika bisnis Islami. Prinsip keadilan dalam penetapan harga juga ditegaskan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 1Ae3 yang mengecam keras perilaku curang dalam transaksi. Ayat ini menjadi dasar konsep green price, yaitu harga yang ditetapkan secara adil, transparan, dan tidak menzalimi Harga produk hijau dapat lebih tinggi karena melibatkan teknologi atau proses produksi yang lebih ramah lingkungan. namun dalam perspektif syariah, hal ini tetap dibenarkan selama konsisten dengan nilai keadilan dan tidak mengandung unsur penipuan. Adapun QS. Al-Muthaffifin ayat 1Ae3 berbunyi: a AaO OEU acE E aIA UAU aOaca aEEa O aN IU aOU acOa Ia O aN IA ca caAEaO EIA a UA acA acA OIaUEac acOIaU aca EaEa OA aAOA UaA aac OIAorang-orang A(Oa a OAa OAdalam U menakar danmenimban. Artinya: AuCelakalah yangUaAIAcurang (Mereka adala. orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta (Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka Ay Selain itu. QS. Al-Baqarah ayat 205 mengingatkan manusia agar tidak melakukan kerusakan di bumi, sehingga konsep green place atau distribusi ramah lingkungan sejalan dengan tuntunan syariah untuk menghindari praktik logistik yang merusak alam, seperti polusi berlebihan, pemborosan energi, atau penggunaan bahan yang mencemari lingkungan. QS. AlBaqarah ayat 205 berbunyi: a AU acEOaA acUa AacO aNU aOOaN acE aEU E aA aUAA UAU aOEIac aEU aOA ca A O AacO eEaA a aAcEEUa aeEU O acaU EAA a AaOaca aaOEOA Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7744 Artinya: AuApabila berpaling . ari engkau atau berkuas. , dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai Ay Dalam konteks promosi, syariah mengharuskan kejujuran dan transparansi sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 42 agar tidak mencampuradukkan kebenaran dengan Ayat ini menjadi landasan bagi praktik green promotion, yaitu penyampaian informasi produk hijau secara jujur tanpa unsur greenwashing. Promosi harus mencerminkan manfaat ekologis produk secara nyata sehingga mampu membangun kepercayaan dan mendorong konsumen untuk mengambil keputusan pembelian yang lebih bertanggung jawab. Adapun QS. Al-Baqarah ayat 42 berbunyi: UaA acEU aO aE a aIO E a acCU aOaIaIU aEa aIOIA ca AO E a acCU acE aA a AaO aeEU aE acA Artinya: AuJanganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan . angan pul. kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui(-ny. Ay Hal ini dipertegas oleh QS. Al-AAorafU ayatU 31U yangU mengajarkanU agarU manusiaU tidakU berlebih-lebihan, sehingga konsumen Muslim terdorong untuk memilih produk yang lebih hemat sumber daya dan ramah lingkungan. Dengan demikian, keseluruhan ayat tersebut memperkuat bahwa green marketing bukan hanya strategi bisnis modern, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai fundamental dalam manajemen bisnis syariah. Berikut QS. Al-AAorafUayatU31U yang berbunyi: UAOaIacOU a aIU aaO acOIa a aEIU acIUa aE acEU aI acU acO aEEaO aO aaO aO aeEU a acAaOU acIacNU aeEU O acaA UaAE aI ac acAOIA Artinya: AuWahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap . masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang- orang yang berlebihan. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku impulsive buying pada konsumen Generasi Z tidak muncul secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari interaksi antara rangsangan pemasaran dan kondisi psikologis konsumen yang dipengaruhi oleh kemudahan teknologi. Iklan dan harga berperan sebagai pemicu awal yang membentuk persepsi, emosi, dan evaluasi cepat konsumen, sementara perceived ease of use mempercepat proses pengambilan keputusan dengan meminimalkan hambatan kognitif dan teknis. Dalam konteks digital, kemudahan Winarko R. Ridwansyah. , & Verawati H. Pengaruh Penerapan Green MarketingA 7745 penggunaan sistem membuat konsumen cenderung mengandalkan penilaian cepat dibandingkan pertimbangan rasional yang mendalam. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran modern tidak dapat dipisahkan dari aspek teknologi dan psikologi konsumen, khususnya pada Generasi Z yang memiliki karakter adaptif terhadap teknologi dan responsif terhadap stimulus pemasaran. REKOMENDASI Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan lebih memfokuskan strategi pemasarsannya pada penguatan kualitas iklan yang relevan dan emosional serta penetapan harga yang transparan dan kompetitif, khususnya untuk konsumen Generasi Z. Selain itu, perusahaan perlu mengoptimalkan kemudahan penggunaan platform digital melalui desain antarmuka yang sederhana, alur transaksi yang singkat, serta metode pembayaran yang praktis guna mempercepat proses pengambilan keputusan pembelian. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel psikologis atau teknologi lain, seperti self-control, perceived risk, atau kepercayaan, serta memperluas objek dan lokasi penelitian agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pembelian impulsif. REFERENSI