Cakrawala Jurnal Pendidikan Volume 19 No 2 . http://cakrawala. id/index. php/Cakrawala email: cakrawala. upstegal@gmail. Pengembangan Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Metode Brainwriting Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif Siswa Sekolah Menengah Pertama Di Kabupaten Pemalang 1Dariah, 2Sutji Muljani, 3Tri Mulyono History ______________________________________________ 1,2,3 Magister Pedagogik Universitas Pancasakti Tegal. Indonesia Received Januari Revised Accepted Februari Email: dariahxmas2@gmail. Publish Maret DOI: _____________________________________ DOI: . Abstract This study aims to design and evaluate the effectiveness of a Group Investigation learning model based on the brainwriting method in improving persuasive speech writing skills among junior high school students. The research employed a Research and Development (R&D) approach by adapting the Borg & Gall development model, which was simplified into six stages, starting from the preliminary study to the product effectiveness testing stage. The subjects of the study involved 132 eighthgrade students from SMP Negeri 2 Randudongkal and SMP Negeri 3 Moga. Data collection techniques included observation, questionnaires, interviews, tests, and documentation. The research findings indicate a significant improvement in students' writing abilities after the implementation of the model. The average posttest score of the experimental class increased from 67. 51 to 85. 13, which was higher than the control class that only increased from 67. 61 to 72. The model has proven effective in encouraging students to explore ideas independently through the brainwriting method and in strengthening collaboration during text construction through the Group Investigation approach. Therefore, this model is considered suitable to serve as an innovative instructional strategy to enhance student literacy in line with the direction of the Merdeka Curriculum. Keywords: brainwriting, group investigation, persuasive speech, writing skills. Abstrak Tujuan penelitian ini guna merancang dan mengkaji efektivitas model pembelajaran Group Investigation berbasis metode brainwriting dalam meningkatkan kemampuan menulis teks pidato persuasif pada siswa tingkat SMP. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R & D), dengan mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall yang telah disederhanakan menjadi enam tahap, dimulai dari studi pendahuluan hingga tahap pengujian efektivitas produk. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 132 siswa kelas Vi dari SMP Negeri 2 Randudongkal dan SMP Negeri 3 Moga. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis siswa setelah penerapan model Nilai rata-rata posttest siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dari 67,51 menjadi 85,13, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya meningkat dari 67,61 menjadi 72,34. Model ini terbukti efektif dalam mendorong siswa untuk mengeksplorasi ide secara mandiri melalui metode brainwriting serta memperkuat kerja sama dalam penyusunan teks melalui pendekatan Group Investigation. Oleh karena itu, model ini dinilai layak dijadikan sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam rangka memperkuat literasi siswa sesuai dengan arah Kurikulum Merdeka. Keywords: brainwriting, group investigation, pidato persuasif, keterampilan menulis Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 98 | 1Dariah, 2Sutji Muljani, 3Tri Mulyono / Cakrawala 19 . )2025 INTRODUCTION Keterampilan menulis merupakan komponen utama dalam pemahaman bahasa, terutama dalam konteks pembelajaran keterampilan berbahasa. Di antara berbagai jenis teks yang diajarkan, teks pidato persuasif memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi karena mengharuskan siswa mampu menyampaikan gagasan, argumen, dan ajakan dengan struktur logis dan bahasa yang meyakinkan. Keterampilan ini tidak hanya diperlukan dalam konteks akademik, tetapi juga relevan dalam kehidupan sosial siswa yang menuntut kemampuan berkomunikasi secara efektif. Fakta empiris menunjukkan bahwa keterampilan menulis teks pidato persuasif kemampuan siswa masih berada pada kategori rendah. Hal ini diketahui berdasarkan hasil observasi serta analisis kebutuhan yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Randudongkal dan SMP Negeri 3 Moga, mayoritas siswa mengalami kesulitan dalam menggali gagasan atau ide, menyusun struktur pidato, serta memilih kosakata yang tepat. Selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam aspek gramatikal. Kesalahan gramatikal biasanya ditemukan dalam tulisan siswa, seperti yang disebutkan dalam sebuah studi oleh Husnayaini (Husnayaini. Rizki, & Savitri, 2. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh rendahnya motivasi belajar dan minimnya inovasi dalam metode pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik. Proses pembelajaran menulis di dalam kelas sejauh ini cenderung menggunakan metode konvensional, seperti ceramah dan penugasan individu, yang berakibat pasifdan berperan aktif secara maksimal pada proses pembelajaran. Metode tersebut kurang mampu mendorong eksplorasi ide serta tidak memberikan ruang bagi kolaborasi antarsiswa. Akibatnya, proses menulis menjadi beban yang membosankan bagi siswa, bukan sebagai kegiatan berpikir kreatif dan komunikatif. Dalam kondisi tersebut, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan tersebut dengan menerapkan strategi yang mendorong partisipasi aktif siswa. Salah satu pendekatan yang diyakini mampu menjawab tantangan ini adalah model pembelajaran Group Investigation (GI). Model ini adalah salah satu jenis pembelajaran kooperatif yang berfokus pada kerja kelompok, penyelidikan bersama, serta penyusunan dan penyajian hasil dalam bentuk produk atau presentasi. GI memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara sosial dan konstruktif. Berdasarkan penelitian dari Ayu dkk. , siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis GI memiliki kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Selain itu. Belinda dkk. juga menyebutkan bahwa pembelajaran invesitgasi berkelompok juga mampu meningkatkan motivasii siswa dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Utami dan Priswati . Suparman dkk. Nartini dkk. Selain itu, dalam tahapan awal proses menulis, siswa membutuhkan stimulus untuk menggali ide-ide yang relevan dengan topik. Salah satu metode yang efektif untuk membantu siswa dalam menjaring ide adalah brainwriting, yaitu teknik menulis ide secara berkelanjutan dan bergantian dalam kelompok tanpa komunikasi verbal secara langsung. Brainwriting dianggap lebih inklusif karena memungkinkan semua siswa, termasuk yang pendiam, untuk berkontribusi tanpa tekanan. Metode ini mendorong berpikir divergen dan membangun keberanian mengekspresikan ide. Integrasi antara model Group Investigation dan metode brainwriting diyakini dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan keterampilan menulis teks pidato persuasif. Pengembangan Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Metode Brainwriting | 99 | Brainwriting dapat digunakan sebagai tahap awal investigasi dalam GI, di mana siswa terlebih dahulu menuangkan ide-ide secara individual sebelum berdiskusi dan menyusun teks bersama dalam kelompok. Proses ini tidak hanya meningkatkan kualitas ide yang dihasilkan, tetapi juga memperkuat kemampuan kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab kelompok. Model pembelajaran Group Investigation berbasis metode brainwriting dikembangkan dan diuji efektivitasnya melalui penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan menulis teks pidato persuasif siswa SMP. Model dikembangkan melalui pendekatan Research and Development (R & D) yang mengadaptasi tahapan dari Borg & Gall, mulai dari studi pendahuluan hingga uji efektivitas model. Penelitian dilakukan pada 132 siswa kelas Vi dari dua sekolah yang berbeda untuk memastikan keandalan dan keberterimaan model. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model pembelajaran Group Investigation berbasis metode brainwriting dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan menulis teks pidato persuasif siswa SMP. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall . yang dimodifikasi. Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh model pembelajaran yang bukan saja mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa secara efektif, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa. Model ini diproyeksikan sebagai salah satu pilihan strategi pembelajaran menulis yang inovatif, mudah diterapkan, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran di era abad ke-21 METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi enam tahap, yaitu: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, uji coba lapangan, dan revisi produk akhir. Pada tahap uji efektivitas model, digunakan metode eksperimen semu . uasi experimen. dengan desain pretest-posttest control group design. Desain ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang masingmasing diberikan tes awal . dan tes akhir . Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan model Group Investigation berbasis metode brainwriting, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran menulis secara konvensional menggunakan metode ceramah dan penugasan individu. Subjek penelitian terdiri dari 132 siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Randudongkal dan SMP Negeri 3 Moga yang terbagi dalam kelompok kontrol dan eksperimen seperti pada Tabel 1, dengan teknik purpose Teknik pengumpulan data mencakup observasi, angket, wawancara, tes tulis . retest dan posttes. , serta dokumentasi. Instrumen tes menulis dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan menulis teks pidato persuasif. Tabel 1. Sample Penelitian Sekolah Kelas Jumlah Kelas Kontrol Jumlah Eksperimen SMPN 2 Vi A Vi I Randudongkal SMPN 3 Moga Vi D Vi A Jumlah Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. 1Dariah, 2Sutji Muljani, 3Tri Mulyono / | 100 | Cakrawala 19 . )2025 Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan untuk membandingkan hasil pretest dan posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan uji-t . ndependent dan paired sample t-tes. dengan tingkat signifikansi 5 persen dengan bantuan program SPSS for windows release versi 25. Sementara itu, analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran, respons siswa, dan efektivitas implementasi model secara deskriptif. Tabel 2. Rancangan Eksperimen Kelompok Pretest Perlakuan Posttest Eksperimen OCA (Tes X (Model Group Investigation berbasis OCC (Tes Kontrol OCE (Tes Pembelajaran konvensional/ceramah dan OCE (Tes Keterangan: OCA. OCE = Pretest yang diberikan sebelum perlakuan OCC. OCE = Posttest yang diberikan setelah perlakuan X = Perlakuan berupa model pembelajaran Group Investigation berbasis brainwriting RESULTS AND DISCUSSION Hasil angket kebutuhan menunjukkan bahwa 86% siswa kesulitan menemukan ide ketika menulis, 78% siswa lebih senang belajar dalam kelompok, 91% tertarik pada metode baru, dan 84% merasa terbantu dengan eksplorasi ide tertulis sebelum menulis teks. Berdasarkan temuan ini, model dikembangkan dengan enam tahap GI yang diintegrasikan dengan sesi brainwriting pada tahap investigasi. Tabel 2. Analisis Perbedaan Rerata Skor Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen Kontrol Rata-rata Nilai Pretest 67,51 67,61 Rerata Nilai Posttest Selisih Kenaikan 85,13 72,34 17,62 4,73 Setelah penerapan model pada Tabel 2, hasil posttest menunjukkan peningkatan. Skor rata-rata kelas eksperimen naik dari 67,51 menjadi 85,13. Siswa menunjukkan peningkatan dalam aspek pengembangan ide, kejelasan struktur pidato, serta ketepatan dan daya tarik Selain itu, observasi menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif, diskusi produktif dalam kelompok, serta meningkatnya rasa percaya diri siswa dalam mempresentasikan pidato. Temuan ini sejalan dengan teori Slavin . bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pencapaian belajar dan sikap sosial siswa, serta didukung oleh konsep brainwriting yang memungkinkan eksplorasi ide secara setara. Dari sisi proses, observasi dan angket menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam semua tahap pembelajaran. Mereka tidak hanya menulis ide, tetapi juga mendiskusikannya, menyusunnya dalam kerangka pidato, dan mempresentasikannya secara lisan. Guru pun menyampaikan bahwa model ini membantu siswa menjadi lebih kritis dan percaya diri, serta memudahkan guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Respon siswa juga sangat positif. sebagian besar menyatakan bahwa metode ini membantu mereka berpikir lebih sistematis dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Pengembangan Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Metode Brainwriting | 101 | Model ini sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka dan sangat relevan untuk mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Pembelajaran mendorong siswa untuk bernalar kritis, bekerja sama dalam kelompok, berani menyampaikan pendapat, serta menghasilkan karya tulis yang orisinal dan komunikatif. Oleh karena itu, model ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang utuh sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Namun, keberhasilan model ini juga tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung, seperti antusiasme siswa, peran aktif guru sebagai fasilitator, tersedianya perangkat pembelajaran yang mendukung (LKPD, modul, rubri. , dan lingkungan kelas yang kondusif untuk kolaborasi. Selain itu, dukungan sekolah terhadap inovasi pembelajaran dan fleksibilitas waktu pelaksanaan juga menjadi elemen penting dalam implementasi model ini. Meskipun penelitian ini hanya dilakukan di dua sekolah, hasilnya memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan model ini lebih luas dan berkelanjutan. Analisis Statstik Pengujian pertama dilakukan untuk melihat perubahan nilai sebelum dan sesudah pembelajaran pada kelompok kontrol dan eksperimen. Tabel 3. Uji beda rata-rata populasi dependen . aired sample t-tes. Kelompok Perlakuan Eksperimen Posttest Pretest Posttest Pretest Kontrol Rata-rata perubahan 17,61765 p-value 43,891 67 0,000 4,734375 13,228 63 0,000 Berdasarkan hasil pengujian perubahan nilai dari pretest ke postest. Tabel 3 menunjukkan keputusan tolak H0 dengan p-value sebesar 0,000 pada populasi eksperimen dan populasi kontrol. Artinya, dengan tingkat signifikansi 5 persen, setelah dilakukan proses pembelajaran, baik secara konvensional maupun GI berbasis brainwriting, keduanya menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun teks pidato persuasif yang Namun, jika dilihat pada rata-rata perubahannya, perbaikan nilai pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada perbaikan pada kelas kontrol. Hal ini juga menunjukkan bahwa kemampuan menulis pidato persusif pada siswa dengan pembelajaran GI berbasis brainwriting lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran konvensional. Tabel 4. Uji beda rata-rata populasi Independen . ndependent sample t-tes. Jenis ujian Pretest Posttest Uji Beda Rata-rata Equal variances assumed . tandard t-tes. Equal variances not assumed (WelchAos t-tes. Licensed under -0,302 29,170 113,216 0,381 0,000 a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2549-9300 (Onlin. | ISSN: 1858-4497 (Prin. | 102 | 1Dariah, 2Sutji Muljani, 3Tri Mulyono / Cakrawala 19 . )2025 Berdasarkan hasil yang dimuat dalam Tabel 4, diperoleh informasi bahwa hasil uji beda rata-rata pada variabel pretest adalah gagal tolak H0. Artinya, tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai ujian pretest pada populasi kontrol dan eksperimen. Hal ini menunjukkan tingkat pemahaman di awal pembelajaran pada kedua pupulasi adalah sama. Sementara itu, hasil uji beda rata-rata pada variabel posttest adalah tolak H0. Artinya, terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan, di mana rata-rata nilai ujian posttest pada populasi eksperimen signifikan lebih tinggi daripada populasi kontrol. Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan menulis pidato persuasif pada kelompok eksperimen lebih baik dibndingkan kelompok kontrol. Perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol (Tabel . menunjukkan bahwa integrasi brainwriting dalam tahap investigasi GI berperan krusial dalam mengatasi kesenjangan kemampuan menulis. Brainwriting memungkinkan eksplorasi ide secara terstruktur dan inklusif, yang sesuai dengan kebutuhan 86% siswa yang kesulitan menemukan ide. Proses ini juga memfasilitasi 78% siswa yang lebih nyaman belajar kelompok, sehingga ide yang dihasilkan lebih beragam sebelum dikembangkan menjadi teks utuh. Peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berpikir sistematis yang dilaporkan siswa berpotensi berdampak pada kompetensi abad ke-21 seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Hal ini sejalan dengan tren pendidikan global yang menekankan soft skills di samping pencapaian akademik. Dengan demikian, model ini tidak hanya relevan untuk pembelajaran bahasa, tetapi juga dapat diadaptasi pada mata pelajaran lain yang memerlukan analisis dan produksi teks. CONCLUSION Berdasarkan analisis data, model pembelajaran Group Investigation (GI) terintegrasi metode Brainwriting terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun teks pidato persuasif. Efektivitas model ini ditunjukkan melalui peningkatan rata-rata skor posttest kelas eksperimen sebesar 17,62 poin, jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya 4,73 poin. Hasil uji statistik memperkuat temuan tersebut: nilai signifikansi p = 0,000 pada paired sample t-test dan independent t-test menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok. Model GI berbasis Brainwriting tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar kognitif, tetapi juga mampu menumbuhkan partisipasi aktif, kolaborasi kelompok, serta kepercayaan diri siswa dalam proses menulis. Temuan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan kompetensi abad 21 dan pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang kritis, kreatif, dan komunikatif. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan lokasi yang hanya mencakup dua sekolah di Kabupaten Pemalang, yaitu SMP Negeri 2 Randudongkal dan SMP Negeri 3 Moga, dengan jumlah subjek 132 siswa kelas Vi. Selain itu, waktu penelitian yang relatif singkat . atu semeste. membatasi observasi terhadap dampak jangka panjang model terhadap keterampilan menulis siswa REFERENCES