JURNAL BUANA SAINS Volume 24. Number 3 (Desember 2. : Hal. ISSN: 1412-1638 . 2527-5720 . Terakreditasi Peringkat 4 Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan No 148/E/KPT/2020 Tersedia online https://jurnal. id/index. php/buanasains PERANAN KELOMPOK TANI TERHADAP KEBERHASILAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI DI DESA KLAMPOK KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Endi. Asnah dan Farah Mutiara Universitas Tribhuwana Tunggadewi Korespondensi: asnah. unitri@gmail. Abstract Article history: Received 20 October 2024 Accepted 30 November 2024 Published 31 December 2024 This research aimed to determine the role of farmer groups in the successful distribution of subsidized fertilizers. This study uses a descriptive method approach and data collection techniques using interviews, documentation, and observation. The result shows the role of farmer groups in distributing subsidized fertilizers in Klampok Village. Singosari District with the following percentages: meetings between farmer groups 84%, visits to the Ministry of Industry and Trade 100%, farmer group knowledge about fertilizers subsidized 100%, discussions about subsidized fertilizers 69%, information about subsidized fertilizers 79%, participation of farmer groups by attending meetings with the Ministry of Industry and Trade 85%, implementation of subsidized fertilizer distribution programs 99%, meaning that the role of farmer groups in the distribution of subsidized fertilizers has been carried out successfully, such as extension workers helping and guiding farmers in preparing RDKK (Definitive Needs Group Plan. Keywords: Distribution. Klampok Village. subsidized fertilizers. Pendahuluan Sektor pertanian memainkan peran strategis dalam pembangunan. Sektor pertanian berperan krusial dalam menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar Makanan merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia dan oleh karena itu hak dasar untuk memperoleh pangan yang cukup setiap saat juga merupakan hak dasar yang harus dipenuhi. Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan seluruh penduduk daerah. Indonesia merupakan negara agraris yang padat penduduknya sehingga menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan Akibatnya, ketahanan pangan telah menjadi salah satu tantangan pembangunan terbesar, terutama yang berkaitan dengan pembangunan pertanian. Untuk menjamin keberhasilan penggunaan pupuk bersubsidi, sesuai dengan anjuran lapangan dan kaidah teknis pemupukan, penggunaan pupuk organik dan anorganik harus dilakukan secara proporsional. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 04/Kpts/RC. 210/B/02/2019 yang mengatur Pedoman Teknis Pelaksanaan Penyediaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran To cite this article: : Endi. Asnah dan F. Mutiara. Peranan Kelompok Tani Terhadap Keberhasilan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains 24. : 33-40 Endi. Asnah dan F. Mutiara / Buana Sains Vol 24 No 3 : 33-40 Menurut peraturan Menteri Dalam Negeri ini, pemerintah, produsen, pedagang, dan pengecer terlibat dalam pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi dan juga akan memainkan peran kunci dalam Menurut Adnyana dan Mohktar . , pengadaan dan penyaluran pupuk harus berpegang teguh pada enam prinsip yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat Mekanisme subsidi pupuk dan ditingkatkan karena ketersediaan pupuk di lahan sangat membantu pengelolaan pertanian Terlebih lagi, mengingat pentingnya pupuk bagi ketahanan pangan nasional, bersubsidi di lahan pertanian. Dalam proses produksi dan konsumsi, penyampaian barang dan jasa kepada pelanggan dan pengguna memegang peranan penting (Nugroho. Siregar, dan Andannari, 2. Distribusi mengacu pada berbagai lokasi dan upaya perusahaan untuk memastikan bahwa pelanggan menerima produk mereka di mana dan kapan mereka Dalam proses pengiriman produk, saluran yang digunakan dan saluran yang dilalui harus dipertimbangkan untuk penjualan. Menurut Hermawan . , transportasi yang digunakan harus mencakup wilayah, persediaan, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengantarkan produk. Rencana Kebutuhan Kelompok Akhir (RDKK) menargetkan produksi pertanian dalam suatu musim atau siklus dan dapat memengaruhi efisiensi dan efektivitas penggunaan pupuk. RDKK ditentukan dengan menghitung kebutuhan pupuk bersubsidi pada kelompok petani berdasarkan penggunaan pupuk di atas atau di bawah jumlah yang dianjurkan (Kautsar et al. , 2. Perencanaan kebutuhan pupuk yang akurat dan rinci bagi setiap petani atau kelompok tani serta penyusunan Rencana Kebutuhan Kelompok Tertentu (RDKK) yang komprehensif akan menjamin ketersediaan jenis, waktu, cara, dosis, tujuan, mutu dan harga pupuk yang tepat. Memungkinkan pembuangan akhir (Irawan et al. Jumlah pupuk yang disarankan bervariasi bergantung pada kondisi lokasi, luas lahan yang dimiliki pemilik, dan tanaman yang ditanam. menyusun Rencana Kebutuhan Kelompok Akhir (RDKK) belum didasarkan pada data yang akurat dan terkini. Hal ini karena sebagian besar basis data dan informasi belum sepenuhnya tersedia di tingkat regional atau Perusahaan berupaya menjaga loyalitas pelanggan dengan menerapkan sistem penyaluran pupuk bersubsidi dengan dukungan Rencana Kebutuhan Akhir Kelompok (RDKK) yang disusun oleh organisasi petani. Rekomendasi pupuk berimbang spesifik lokasi dan peraturan pertanian pemerintah akan menentukan RDKK yang diperlukan (Lestari. Fahraty, dan Suherty, 2. Jumlah pupuk yang dibutuhkan untuk aplikasi seimbang dihitung dan dipantau oleh penasihat Pemerintah menggunakan Rencana Kebutuhan Kelompok Tertentu (RDKK) sebagai acuan dalam menentukan kebutuhan pupuk bersubsidi. Selain itu. RDKK juga berfungsi sebagai sarana bagi petani dan kelompok tani untuk menerima pupuk bersubsidi. Di Desa Klamuk. Kecamatan Singosari. Kabupaten Malang, sistem distribusi pupuk yang menyalurkan pupuk kepada kelompok tani masih banyak permasalahan (A. & S. Wulandari. Fanani. Untuk memastikan tersedianya pupuk yang cukup guna menunjang kegiatan pertanian, maka perlu dilakukan pengawasan terhadap sistem penyaluran pupuk kimia dari pedagang besar hingga ke konsumen dan Tujuannya adalah untuk menentukan apakah sistem tersebut mematuhi persyaratan (Adiraputra dan Spiyandi, 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kelompok tani dalam keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Kurampok. Kecamatan Singosari. Kabupaten Malang. To cite this article Endi. Asnah dan F. Mutiara. Peranan Kelompok Tani Terhadap Keberhasilan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains 24. : 33-40 Endi. Asnah dan F. Mutiara / Buana Sains Vol 24 No 3 : 33-40 Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klampok. Kecamatan Singosari. Kabupaten Malang. Survei dilakukan di lokasi ini karena sebagian besar penduduknya adalah petani dan hadir seorang penyuluh pertanian dari kabupaten Singosari. Penelitian ini berfokus pada peran kelompok tani dalam penyediaan pupuk bersubsidi di Desa Klampok. Kecamatan Singosari. Kabupaten Malang. Penelitian ini mengadopsi metode evaluasi Sugiyono . dan metode evaluasi Uji korelasi Pearson dapat digunakan untuk menentukan hubungan antara Pemeriksaan akan dilakukan berdasarkan kriteria berikut: Ho menunjukkan tidak ada hubungan antara peran kelompok tani dengan keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi. Ha menunjukkan adanya keterkaitan antara peran kelompok tani dengan keberhasilan Kriteria pengujiannya adalah: Apabila signifikansi lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan tidak terdapat hubungan antara peran kelompok tani dengan keberhasilan penyaluran pupuk Bila signifikansi kurang dari 0,05 maka Ho merupakan hubungan antara peran kelompok tani dengan keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menemukan bahwa peran kelompok tani dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Klamuk Kabupaten Singosari sangat bergantung pada peran penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam proses penyaluran. Untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai tanggapan responden mengenai peran kelompok tani dalam keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi, dapat dijelaskan sebagai Reaksi responden terhadap pertemuan antar kelompok tani Skala Likert akan digunakan untuk menghitung skor evaluasi dalam pertemuan antar kelompok tani. Empat puluh delapan responden diminta untuk mengisi atau menanggapi kuesioner dan berdasarkan pernyataan mereka, mekanisme distribusi pupuk bersubsidi dievaluasi. Responden memperoleh 812 poin . %) dan jawaban pertemuan antar kelompok tani terutama berkaitan dengan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tabel 1. Responden mengenai pertemuan antar kelompok tani STS X1. X1. X1. X1. Jumlah Sumber : Data Primer Total To cite this article Endi. Asnah dan F. Mutiara. Peranan Kelompok Tani Terhadap Keberhasilan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains 24. : 33-40 Endi. Asnah dan F. Mutiara / Buana Sains Vol 24 No 3 : 33-40 Tabel 2. Responden mengenai kunjungan disperindag STS X2. X2. X2. X2. Jumlah Sumber: Data Primer Kunjungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Skala Likert akan digunakan untuk menghitung skor evaluasi dalam pertemuan antar kelompok tani. Untuk mengevaluasi kunjungan ke Kantor Perindustrian dan Perdagangan, 48 responden diminta untuk mengisi atau menjawab kuesioner berdasarkan apa yang mereka katakan. Untuk mendapatkan nilai 960 atau tingkat keberhasilan 100%, responden harus menilai apakah rapat Disperindag berjalan lancar dan apakah petani telah menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Total Kelompok (RDKK). Pengetahuan kelompok pupuk bersubsidi Untuk menilai tingkat pengetahuan kelompok tani mengenai pupuk bersubsidi, 48 responden diminta untuk mengisi atau menanggapi kuesioner. Mereka memperoleh skor 960 poin, tingkat keberhasilan 100%. Hasil pengetahuan kelompok tani tentang pupuk bersubsidi sesuai dengan Rencana Kebutuhan Akhir Kelompok (RDKK) petani. Tabel 3. Responden mengenai pengetahuan kelompok tani tentang pupuk bersubsidi 5 Total STS X3. X3. X3. X3. Jumlah Sumber : Data Primer To cite this article Endi. Asnah dan F. Mutiara. Peranan Kelompok Tani Terhadap Keberhasilan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains 24. : 33-40 Endi. Asnah dan F. Mutiara / Buana Sains Vol 24 No 3 : 33-40 Tabel 4. Responden mengenai diskusi tentang pupuk bersubsidi STS X4. X4. X4. X4. Jumlah Sumber: Data Primer Diskusi Tentang Bersubsidi Penyaluran Pupuk Total harus mencapai 960 poin atau keberhasilan Hasil menunjukkan bahwa informasi yang Rencana Kebutuhan Definitif Kelompok Tani (RDKK). Skala Likert menghitung hasil evaluasi diskusi. Empat puluh delapan responden diminta untuk mengisi atau menanggapi kuesioner mengenai pernyataan diskusi. Hasil yang diperoleh sebesar 668 poin . %), menunjukkan bahwa diskusi berjalan lancar sesuai dengan RDKK (Definitif Kebutuhan Kelompo. Partisipasi Kelompok Tani Mengikuti Pertemuan dengan Disperindag Untuk mengevaluasi partisipasi kelompok tani dalam pertemuan dengan Kementerian Perdagangan dan Industri, 48 responden diminta untuk mengisi atau Mereka mencapai tingkat keberhasilan 100% sebesar 960 poin. Berdasarkan hasil rapat Disperindang, sesuai dengan RDKK, rapat berjalan lancar. Informasi Mengenai penyaluran pupuk Skala Likert digunakan untuk mengevaluasi informasi mengenai distribusi pupuk bersubsidi. Sebanyak 48 responden diminta untuk mengisi atau menjawab kuesioner sesuai pendapatnya. Hasilnya Tabel 6. Responden Mengenai Partisipasi Kelompok Tani Mengikuti Pertemuan dengan Disperindag Jum STS SS lah X6. X6. X6. X6. Jumlah Sumber . Data Primer Tabel 7. Responden Pelaksanaan Program Penyaluran Pupuk Bersubsidi To cite this article Endi. Asnah dan F. Mutiara. Peranan Kelompok Tani Terhadap Keberhasilan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains 24. : 33-40 Endi. Asnah dan F. Mutiara / Buana Sains Vol 24 No 3 : 33-40 STS X1. X1. X1. X1. Jumlah Sumber : Data Primer Pelaksanaan Program Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk menilai pelaksanaan program penyaluran pupuk bersubsidi, 48 responden diminta untuk mengisi atau menanggapi kuesioner berbasis pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan program berjalan lancar sesuai dengan RDKK dengan perolehan nilai 956 atau tingkat keberhasilan Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kelompok dalam memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang tepat berfungsi dan membantu mencegah penyalahgunaan. Uji korelasi Pearson mengungkapkan korelasi positif yang kuat antara peran kelompok tani dan keberhasilan distribusi pupuk bersubsidi. Untuk meringkas peran kelompok tani, dapat dilihat bahwa kelompok tani telah berperan dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi. Pertemuan antar kelompok tani mencapai 84%, kunjungan ke kantor perdagangan mencapai 100%, dan diskusi tentang pupuk bersubsidi mencapai 69%. Penyediaan informasi pupuk bersubsidi sebesar 79%, keikutsertaan kelompok tani dalam pertemuan Departemen Perdagangan dan Perindustrian sebesar 85%, dan pelaksanaan program penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 99%. Hal ini menunjukkan bahwa peran kelompok tani dalam penyaluran pupuk bersubsidi sudah terlaksana dengan baik 5 Jumlah sesuai dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompo. Ucapan Terima Kasih Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap proses penelitian ini. Daftar Pustaka