AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal OPTIMALISASI KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI ECOPRINT DENGAN TEKNIK POUNDING STUDI PARTISIPATIF DI DESA SINARJAYA PANDEGLANG * Helnanelis. Etien Kartini. Susilawati. Esa Maesaroh. Muhamad Irfan. Abda Billah Faza Muhammadkan Bastian Pendidikan. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten helnanelis@uinbanten. id, 211380050. etien@uinbanten. susilawati@uinbanten. id, 211410020. esa@uinbanten. muhammad@uinbanten. id, abdakanbastian@gmail. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: Training fine motor skills from an early age is very important, as these abilities influence daily activities such as writing, drawing, and cutting. This activity employed the Participatory Action Research (PAR) method, carried out in stagesAifrom situation analysis, focus group discussions, program implementation, to monitoring and evaluation. The program was conducted in Sinarjaya Village in the form of ecoprint training and mentoring. It involved one kindergarten (TK) and two Islamic kindergartens (RA), starting with teacher training followed by direct mentoring for children. Utilizing the abundant natural resources in the village, the ecoprint activity was carried out using the pounding technique, which involves hammering leaves onto fabric to create natural patterns. This process encourages children to actively move their fingers and wrists, making it highly effective for training small muscle The assessment focused on the composition of colors and shapes, childrenAos consistency during the activity, and their creativity and neatness. This activity not only improved childrenAos fine motor skills but also raised awareness among educators about how the surrounding environment can be used as a fun and engaging learning medium. The children showed enthusiasm, consistency, and enjoyed the learning process without boredom. Ecoprint with the pounding technique became a creative and meaningful educational Keywords: Early childhood. Fine motor skills. Pounding ARTICLE HISTORY Received 28 June 2025 Revised 05 July 2025 Accepted 09 July 2025 Abstrak Melatih keterampilan motorik halus anak sejak dini merupakan hal yang sangat penting, karena kemampuan ini Al-athfal. Vol. 06 No. : 330 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang berpengaruh pada aktivitas sehari-hari seperti menulis, menggambar, dan menggunting. Metode pada kegiatan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Researc. dengan dilakukan secara bertahap dari analisis situasi, focus group discussion, pelaksanaan program hingga monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sinarjaya berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan ecoprint. Program ini melibatkan satu TK dan dua RA, diawali dengan pelatihan untuk guru, lalu dilanjutkan dengan pendampingan anak secara langsung. Dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah di desa, kegiatan ecoprint dilakukan menggunakan teknik pounding, yaitu memukul daun di atas kain untuk menghasilkan pola alami. Proses ini mendorong anak untuk aktif menggerakkan jari dan pergelangan tangan mereka, sehingga sangat efektif melatih otot-otot kecil. Penilaian dalam kegiatan ini meliputi hasil warna dan bentuk, konsistensi selama proses, serta kreativitas dan kerapihan. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan motorik halus anak, tapi juga menyadarkan pendidik bahwa lingkungan sekitar bisa menjadi media belajar yang Anak-anak pun terlihat antusias, konsisten, dan menikmati proses belajar tanpa merasa bosan. Ecoprint teknik pounding menjadi pengalaman edukatif yang kreatif dan bermakna. Kata kunci: Anak Usia Dini. Motorik Halus. Teknik Pounding INTRODUCTION Realitas lapangan menunjukkan masih banyak tantangan diantaranya akses PAUD baru dirasakan 35% anak 3Ae6 tahun, anggaran PAUD hanya 0,8% dari total pendidikan nasional . i bawah standar internasional 10%)(AKM, 2. , dan kualitas guru PAUD masih beragam. Dengan biaya yang rendah, guru PAUD dituntut untuk memberikan pendidikan yang berkualitas. Disatu sisi, pendidikan anak usia dini juga membutuhkan media pembelajaran yang bermacam-macam. Tidak seperti sekolah SMP atau SMA, yang medianya dianggap cukup hanya dengan alat tulis, lembaga PAUD membutuhkan media yang dapat mengakomodir aspek-aspek perkembangan anak. Misalnya, alat permainan meronce, menggambar, puzzle, play dough, segala macam alat permainan edukatif, alat outdoor dan lain sebagainya. Media-media tersebut menjadi hal yang perlu diadakan guna menunjang pendidikan yang berkualitas, namun dengan anggaran yang rendah menjadi tantangan tersendiri bagi guru PAUD untuk berinovasi. Indonesia sebuah negara yang memiliki kekayaan kepulauan yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, bahkan tumbuh-tumbuhan menjadi pilar utama dalam perekonomian. Dalam konteks ini, inovasi pembelajaran seperti ecoprint sangat relevan. Kegiatan berbasis alam dan Al-athfal. Vol. 06 No. : 331 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang permainan seperti ecoprint mendukung kurikulum PAUD yang ramah anak dan holistik . enggabungkan aspek sensorimotor, kognitif, serta nilai kearifan loka. Selain itu, penelitian ini menegaskan praktik inklusif dimana semua anak, tanpa kecuali, terlibat dalam proyek ecoprint . nak membawa daun dari rumah masingmasin. (Fransiska Fransiska. Sudarto Sudarto, 2. Prinsip inklusif dan kreatif tersebut selaras dengan pendekatan pembelajaran inklusif dan ramah anak yang dikedepankan dalam transformasi sistem PAUD Indonesia (Rahmawati. Nursalim, & Purwoko, 2. Ecoprint adalah sebuah kegiatan dari konsep membatik berkelanjutan karena bahan yang diperlukan untuk kegiatan ecoprint ini memerlukan bahan Kata ecoprint dapat diartikan dengan seni tekstil dari kata eco yang diartikan ramah lingkungan, sedangkan kata print diartikan cetak (Dwi Ananda et , 2. Metode pada kegiatan membatik ecoprint memiliki beberapa teknik yang dapat digunakan, yaitu: Havazome diartikan dengan teknik yang digunakan dengan cara dipukul . dan Solar Dye diartikan dengan teknik pemanfaatan sinar matahari, dalam kegiatan ini dijemur langsung dibawah sinar matahari (Putri & Mustakimah, 2. Kegiatan ecoprint dengan teknik pounding yang dimaksud pada penelitian ini adalah kegiatan peningkatan kreatifitas terutama pada anak usia dini, bahan yang digunakan pada kegiatan ini juga mudah didapatkan karena mengambil dari pemanfaatan potensi alam, serta metode pelaksanaan kegiatan ecoprint juga mudah dilakukan terutama bagi anak usia dini karena kegiatan ecoprint ini memberikan dampak postif, tidak membosankan ketika belajar dan mengasyikan. Anak usia dini diartikan sosok pribadi yang mulai melangkahi suatu proses perkembangan pengetahuan dan kreatifitasnya dengan pesat. Maka dari itu mendidik anak usia dini sangat penting dengan landasan yang sangat kuat untuk mencetak generasi yang cerdas, kreatif dan inovatif, dengan menitikberatkan kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik . eningkatan motoric kasar dan halu. dan kecerdasan . ecerdasan daya pikir, kecerdasan pengetahuan, kreatifitas, spiritual dan kecerdasan emosiona. Menurut peraturan menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia tentang standar nasional pendidikan anak usia dini pasal 10 ayat 2 bahwa Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini (STPPA) (Hidayat. Nurlatifah. Putra, & Ciamis, 2. STPPA adalah kriteria tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta seni. Desa Sinarjaya Kecamatan Mandalawangi memiliki tanah yang sangat subur dapat menghasilkan sumber daya alam yang sangat melimpah, akan tetapi kurang pemanfaatan untuk kehidupan sehari-hari. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa dimanfaatkan dari tumbuhan tersebut, salah satunya kreatifitas yang menghasilkan warna dan bentuk dari tumbuhan tersebut. Pemanfaatan tumbuhan yang ada di Desa Sinarjaya ini tidak hanya dapat menambah peningkatan ekonomi Al-athfal. Vol. 06 No. : 332 AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal masyarakat saja, akan tetapi dapat juga dalam peningkatan kreatifitas gerak motorik halus anak-anak khususnya anak usia dini yang berada di Desa Sinarjaya. Dengan pemanfaatan yang maksimal dalam proses pembelajaran menghasilkan karakter yang aktif, kreatif dan inovatif. Peningkatan motorik halus anak sangat penting ditingkatkan sejak usia dini karena peningkatan motorik halus ini memberikan proses utama bagi pertumbuhan, perkembangan dan aspek perubahan sosial emosional. Proses motorik ini juga melibatkan gerakan langsung otot yang menjadi landasan utama seseorang dapat menggerakan anggota tubuh, seperti pergerakan kaki, tangan dan anggota tubuh lainnya. Kegiatan ecoprint dengan Teknik Pounding ini menjadi salah satu cara metode dalam peningkatan, pertumbuhan dan perkembangan anak, karena melalui kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak untuk menuangkan imajinasi kreatifitasnya dan menciptakan hal-hal yang menarik melalui goresan, pukulan dan paduan warna yang dapat membentuk sesuai dengan yang mereka fikirkan dan inginkan. Selain itu juga kegiatan ecoprint pada daun dengan teknik pounding ini belum pernah dilaksanakan terutama TK dan RA di Desa Sinarjaya sehingga memberikan kegiatan inovasi baru kepada pendidik dan anak-anak dengan bahan yang menarik dan mudah untuk didapatkan. Selain itu juga kegiatan ecoprint dengan memanfaatkan bahan alami ini merupakan kegiatan yang ramah lingkungan karena bahan yang digunakan tidak dapat membahayakan pada anak usia dini dan lingkungan. Bagan Kerangka Berfikir KODISI AWAL AWA TINDAKAN KONDISI AKHIR Guru: Belum menggunakan ecoprint dengan Teknik Pounding dalam peningkatan motorik anak Siswa: Belum mengetahui pembelajaran melalui Guru: Pelatihan dari mahasiswa KKN kepada guru mengenai ecoprint dengan Teknik Pounding Siswa: Pendampingan oleh mahasiswa KKN kepada siswa TK dan RA di Desa Sinarjaya Guru: Memahami ecoprint dengan Teknik Pounding dan dapat dalam proses pembelajaran. Siswa: Mengasyikan. Tidak mudah bosan, konsisten dan peningkatan keterampilan motorik halus. Al-athfal. Vol. 06 No. : 333 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang RESEARCH METHODS Kegiatan ecoprint dengan teknik pounding ini diselenggarakan oleh mahasiswa kelompok 54 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten di Desa Sinarjaya dengan 3 lembaga pendidikan anak usia dini, baik TK maupun RA. Dimana pendidik dari 3 Lembaga pendidikan tersebut diberikan pelatihan terlebih dahulu mengenai ecoprint dengan Teknik Pounding, pelatihan ecoprint ini diikuti oleh 9 peserta, 3 pendidik dari TK Nursiddik Ciporokoy, 3 Pendidik dari RA Al-Khairiyyah Cihanja dan 3 Pendidik dari RA Nurul MaAoarif Parikundur. Pendampingan pembelajaran ecoprint Teknik Pounding setiap lembaga pendidikan berbeda hari dan tanggal pelaksanaan. Adapun pelaksanaan di RA Al-Khairiyyah Cihanja dilaksanakan pada tanggal 02 Agustus 2024, pelaksanaan di RA Nurul MaAoarif Parikundur dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2024 dan yang terakhir pelaksanaan kegiatan di TK Nursiddik Ciporokoy dilaksanakan pada tanggal 09 Agustus 2024. Metode pada kegiatan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Researc. dimana pada kegiatan ini pemberdaya mendampingi pendidik dalam pengimplementasian ecoprint dengan teknik pounding kepada siswa dalam proses pembelajarannya untuk meningkatkan motorik halus anak. Berikut metode PAR yang digunakan dala kegiatan ecoprint dengan Teknik Pounding, diantara lain: Analisa situasi Foccus Group Discussion Pelaksanaan program Monitoring dan evaluasi kegiatan Analisa situasi Anggota kelompol 54 KKN UIN SMH Banten mengunjungi 3 lembaga pendidikan anak usia dini yang menjadi titik fokus kegiatan program ini, yaitu TK Nursiddik Ciporokoy. RA Al-Khairiyyah Cihanja dan RA Nurul MaAoarif Parikundur untuk melihat bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga tersebut, khususnya pembelajaran peningkatan motorik halus pada anak-anak. Foccus Group Discussion Anggota kelompok 54 KKN UIN SMH Banten berdiskusi langsung dengan pendidik mengenai peningkatan metode pembelajaran motorik halus anak, dan mengaitkan permasalahan menganai motorik halus anak ini dengan pemanfataan potensi alam yang berada di Desa Sinarjaya. Pelaksanaan Program Pelaksanaan program ini diawali dengan pelatihan terhadap para pendidik di 3 lembaga tersebut serta memberikan pendampingan bagi para pendidik dalam mengimplementasikannya di sekolah masing-masing. Al-athfal. Vol. 06 No. : 334 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang Harapannya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan bisa diteruskan kepada peserta didik di lembaga tersebut pada tahun berikutnya sebagai modal utama peningkatan motorik halus pada anak-anak. Monitoring dan evaluasi kegiatan Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan melakukan kegiatan yang meliputi pendampingan dan evalusai akhir kegiatan atas dampak kegiatan ecoprint dengan teknik pounding ini terhadap anak-anak usia dini. RESULTS AND DISCUSSION Kegiatan ini dilatih dan dibimbing langsung oleh Mahasiswa KKN 54 UIN SMH Banten di Desa Sinarjaya dan diikuti oleh anak-anak usia dini yang terdiri dari 3 lembaga, yaitu TK Nursiddik Ciporokoy. RA Al-Khairiyyah Cihanja dan RA Nurul MaAoarif Parikundur. Melalui kegiatan ecoprint dengan teknik pounding ini membiasakan kepada anak-anak untuk menuangkan imajinasinya dan meningkatkan kreatifitas anak-anak khususnya dalam motorik halus. Secara rinci kegiatan ini didampingi oleh anggotan Kelompok 54 KKN UIN SMH Banten berjumlah14 mahasiswa/I, yang terdiri dari 9 mahasiswi dan 5 mahasiswa. Bentuk pelaksanaan kegiatan ecoprint di TK dan RA Desa Sinarjaya ini memberikan banyak dampak positif, baik dari segi pemahaman, kreatifitas, menciptakan ide-ide baru, keasyikan dalam pembelajaran dan peningkatan konsistensi pada anak-anak serta dampak positif lainnya kegiatan ini tidak mengeluarkan banyak materi akan tetapi kegiatan ini dilakukan dengan pemanfataan bahan alami yang baik dan tepat dalam pemilihannya serta cara melaksanakan kegiatan ecoprint dengan Teknik pounding ini juga dapat dilaksanakan dengan waktu yang cepat. Potensi alami utama yang dijadikan sebagai bahan pada kegiatan ecoprint dengan teknik pounding ini adalah bunga dan daun. Semua jenis bunga dan daun bisa digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan ecoprint dengan teknik pounding ini, akan tetapi beberapa bunga dan daun tidak menghasilkan bentuk dan warna yang indah dan tepat. Maka dari itu penting bagi kita memilah dan memilih terlebih dahulu agar menghasilkan hasil yang maksimal bagi kegiatan ecoprint dengan teknik pounding ini. Beberapa bahan yang digunakan untuk kegiatan ecoprint dengan teknik Totebag Berbahan Kanvas Totebag berbahan kanvas ini menjadi bahan dasar untuk kegiatan membatik ecoprint dengan Teknik Pounding, karena bahan kanvas ini adalah bahan yang mudah dalam meyerap serat daun sebagai dasar bahan utama. Daun Al-athfal. Vol. 06 No. : 335 AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Macam-macam tumbuhan (Bunga & Dau. terbaik untuk manjadi bahan alami utama kegiatan ecoprint ini Daun Jambu Biji Pucuk daun jambu menjadi salah satu bahan utama untuk pembuatan warna dan bentuk dalam proses ecoprint, dengan bentuk yang memiliki bentuk yang sangat indah dan menghasilkan serat yang sangat banyak sehingga menghasilkan warna pekat terhadap totebag. Daun Pepaya Jepang Daun papaya jepang mimiliki bentuk yang sangat indah dengan daun yang menjari dan runcing pada ujung daun sehingga indah dijadikan sebagai motif untuk kegiatan ecoprint ini. Daun papaya jepang ini selain memiliki bentuk daun yang sangat indah, daun ini juga memilik hasil warna yang sangat indah karena pada keempat pucuk daun memiliki kadar air yang sangat rendah dan mengandung zat tannin 5,72 (Fawzia Arsa. Dengan jumlah tannin, menghasilkan warna kuning kecoklatan dan coklat kemerahan. Daun Roay Daun roay memiliki bentuk yang sangat indah dengan lekukan yang lembut Panjang berbeda dengan daun-daun lainnya, warna pada daun ini memiliki warna yang sangat melekat dengan hasil warna hijau muda khususnya pada daun muda Daun Miana Daun miana adalah jenis tanaman yang tumbuh di dataran rendah seperti pesawahan, daun ini memiliki warna yang sangat indah dengan warna merah keunguan. Selain warna yang sangat indah daun miana ini juga memiliki bentuk yang sangat indah berbentuk daun tunggal bulat telur dan dibagian ujung memiliki bentuk pangkal yang tungkul dan tepinya merata. Dengan warna dan bentuk yang menghasilkan hasil yang bagus dan indah untuk dijadikan batik ecoprint. Batu Batu sebagai alat untuk pounding . , alat lainnya bisa menggunakan palu, akan tetapi untuk memberikan kemudahan kepada anak dan menghindari kekerasan pada anak-anak dapat menggunakan batu-batu kecil. Plastik Plastik merupakan bahan dalam proses pembuatan ecoprint dengan teknik pounding, plastik yang digunkan adalah plastik berbahan tebal karena pelastik ini digunakan untuk proses pemukulan diatas daun. Teknik-teknik ecoprint atau beberapa cara dan langkah dalam pembuatan ecoprint menggunakan teknik pounding, yaitu: Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk kegiatan ecoprint dengan Al-athfal. Vol. 06 No. : 336 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang teknik pounding ini, seperti totebag berbahan kanvas, plastik bening, daundaunan atau tanaman lainnya dan batu Letakan totebag berbahan kanvas di atas lantai, meletakan totebag tidak diperbolehkan diatas yang berbahan lembut Setelah totebag terbentang rapi, letakan plastik bening di dalam totebag Letakan daun yang berbentuk di atas totebag kanvas, dipastikan daun yang terletak di atas totebag kanvas bersamaan dengan posisi pelastik di dalam totebag kanvas Daun yang terletak di atas totebag kanvas ditutupi dengan pelastik bening tepat diatasnya dan disesuaikan dengan pelastik di dalam totebag kanvas Setelah semuanya tertata dengan tepat lalu lakukan pemukulan pada daun sampai serat daunnya mengeluarkan warna Tahapan selanjutnya totebag yang telah berwarna dan berbentuk dapat dijemur dibawah sinar matahari dengan durasi kurang lebih 5-10 menit untuk mempertahankan warna daun pada totebag kanvas. Dan totebag berbahan kanvas bisa digunakan dengan ukiran batik yang komposisikan dari daun. Kegiatan ecoprint dengan Teknik pounding yang dilaksanakan di RA AlKhairiyyah Cihanja diikuti dengan jumlah peserta 21 anak-anak usia dini, dari 21 peserta yang berhasil dengan cepat, tepat dan menghasilkan bentuk dan warna yang maksimal berjumlah 8 anak-anak, peserta yang masih kurang terkait keindahan warna, bentuk dan proses pembuatannya berjumlah 6 anak-anak, dan peserta yang belum memahami metode ecoprint dengan teknik pounding berjumlah 5 anak-anak diakibatkan karena kurang luasnya tempat kegiatan menghasilkan kurang maksimalnya dalam bergerak dan konsentrasi terhadap siswa serta masih banyaknya campur tangan dari wali murid. Tabel data tersebut dapat diakses pada Tabel 1. Kegiatan ecoprint dengan teknik pounding yang dilaksanakan di RA Nurul MaAoarif Parikundur diikuti dengan jumlah peserta 20 anak-anak usia dini, dari 20 peserta yang berhasil dengan cepat, tepat dan menghasilkan bentuk dan warna yang maksimal berjumlah 12 anak-anak dan peserta yang masih kurang terkait keindahan warna, bentuk dan proses pembuatannya berjumlah 8 anak-anak, lihat Tabel 2. Kegiatan ecoprint dengan teknik pounding yang dilaksanakan di TK nursiddik Ciporokoy diikuti dengan jumlah peserta 13 anak-anak usia dini, dari 13 peserta yang berhasil dengan cepat, tepat dan menghasilkan bentuk dan warna yang maksimal berjumlah 4 anak-anak, peserta yang masih kurang terkait keindahan warna, bentuk dan proses pembuatannya berjumlah 6 anak-anak, dan peserta yang belum memahami metode ecoprint dengan teknik pounding berjumlah 3 anak-anak diakibatkan karena kurang luasnya tempat kegiatan menghasilkan kurang maksimalnya dalam bergerak dan konsentrasi serta masih Al-athfal. Vol. 06 No. : 337 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang banyaknya campur tangan dari wali murid, lihat Tabel 3. Data perbandingan hasil kegiatan ecoprint dengan Teknik pounding NAMA LEMBAGA RA Al-Khairiyyah Cihanja RA Nurul MaAoarif Parikundur TK Nursiddik Ciporokoy KETANGGAPAN KEGIATAN ECOPRINT Kurang Sedang Cepat & Tepat Berdasarkan dari data diatas dapat disimpulkan kegiatan ecoprint dengan hasil maksimal dari segi kerapihan, keindahan warna dan bentuk terdapat di RA Nurul MaAoarif Parikundur dengan keterangan bahwa anak-anak di RA tersebut dapat diarahkan dan bimbingan dengan baik. Sedangkan untuk TK Nursiddik dan RA Al-Khairiyyah dapat dikatakan berhasil namun beberapa peserta belum dapat mengikuti dengan baik karena kurang luasnya tempat kegiatan dan masih banyaknya campur tangan dari wali murid. Anak usia dini memasuki masa keemasan perkembangan (Santrock, 2. sehingga stimulasi motorik halus sejak dini sangat penting (Noor, 2. Keterampilan motorik halus mengacu pada penggunaan otot-otot kecil . angan/jar. untuk manipulasi objek, yang mendukung kegiatan menulis, menggambar, dan ekspresi kreatif. Menurut Aguss dkk. , perkembangan motorik halus yang baik membantu anak berkreasi lebih optimal, sementara Novadela & Valinda . menunjukkan anak jadi lebih mudah mengekspresikan diri melalui jari dan media kreatif (Noor, 2. Berbagai teori belajar menguatkan pentingnya pembelajaran berbasis eksplorasi konkret dan bermain: Froebel, misalnya, menggarisbawahi prinsip AuThe GiftAy di mana anak bermain dengan benda nyata yang dapat diraba . ontohnya finger paintin. untuk merangsang motorik halus dan ekspresi artistic (Sri, 2. Begitu juga Montessori menekankan kebebasan bergerak dan eksplorasi inderawi anak dalam belajar. anak belajar optimal melalui gerakan dan indera perabanya (Sri, 2. Dari perspektif perkembangan motorik modern, dynamic systems theory (Berk, 2. menjelaskan bahwa gerakan motorik halus dan kasar saling terintegrasi menjadi sistem bersinergi, di mana kemampuan-kemampuan terpisah bekerja sama untuk cara eksplorasi lingkungan yang efektif (AuFine Motor,Ay 2. Dengan kata lain, kegiatan yang melibatkan koordinasi tangan-mata dan gerakan kompleks . eperti ecoprint dengan poundin. sesuai dengan prinsip-teori ini dan diharapkan dapat Al-athfal. Vol. 06 No. : 338 AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 meningkatkan keterampilan motorik anak. Berbagai penelitian mendukung hubungan antara seni/kriya dengan peningkatan motorik halus. Misalnya. Darmiatun & Mayar . dan Farida & Nuraini . melaporkan bahwa kegiatan seni kriya . enggunakan bahan beka. berhasil meningkatkan keterampilan motorik halus anak TK (Farida & Nuraeni, 2. Dalam penelitian Farida & Nuraini, setelah beberapa sesi kerajinan anak-anak menunjukkan perkembangan motorik halus sesuai harapan, bahkan melampaui target (Farida & Nuraeni, 2. Demikian pula Zhafirah dkk. menemukan bahwa kegiatan ecoprint dengan teknik pounding secara signifikan menaikkan kreativitas anak pra-sekolah, dari kategori sedang ke kategori baik (Zhafirah. Ardina Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Ecoprint Dengan Teknik Pounding Di Kelompok Paud. Zhafirah l, & Ardina, 2. Walau fokus utama penelitian tersebut adalah kreativitas, hasilnya menunjukkan ecoprint mendorong anak berimajinasi . emilih motif daun, warna, ds. sambil melatih kecekatan jari-jari, sesuai teori di atas. Ecoprint adalah teknik cetak alam, yaitu proses mentransfer pola dan warna daun/bunga ke kain dengan memanfaatkan bahan alam sekitar (Fransiska Fransiska. Sudarto Sudarto, 2. Kegiatan ini sepanjang prosesnya secara terpadu melibatkan aspek fisik, kognitif, dan kreatif anak. Menurut Fransiska . , ecoprint menggunakan bahan alami . aun, bung. sehingga ramah lingkungan (Fransiska Fransiska. Sudarto Sudarto, 2. Selain itu, ecoprint memberikan ruang ekspresi tanpa batas bagi anak: Fatmala . menyatakan anak dapat menyalurkan ide kreatif menempelkan berbagai daun/bunga menjadi corak indah . Ini sesuai dengan temuan penelitian bahwa ecoprint membebaskan anak berkreasi dengan imajinasinya sendiri . isal, memilih dan menata dau. (Fransiska Fransiska. Sudarto Sudarto, 2. Dari segi motorik, proses ecoprint melibatkan gerakan halus dan kasar secara bersamaan. Guru di lapangan melaporkan bahwa ketika anak menyusun daun untuk menata pola, motorik halus mereka dilatih. sedangkan saat memukul daun . echnique poundin. , gerakan kasar-lah yang dominan (Fransiska Fransiska. Sudarto Sudarto, 2. Kegiatan membatik ecoprint memang terbukti melatih koordinasi tangan-mata dan kekuatan otot halus anak, anak harus memegang daun, menekan dengan palu, lalu mengangkatnya di atas kain. Sebagai contoh, guru dari TK Santa Maria mengobservasi bahwa ecoprint melatih anak menghitung daun . iterasi-numeras. , mengenali warna, sekaligus menumbuhkan kesabaran saat memukul sampai pigmen berpindah. Beberapa kendala lapangan juga muncul. Penelitian ini mencatat bahwa ruang terbatas dan campur tangan orang tua menghambat beberapa anak mengikuti kegiatan dengan optimal. Temuan ini selaras dengan saran True dkk. bahwa penyediaan ruang bermain luas dan aktivitas terstruktur sangat penting untuk mempromosikan kompetensi motorik anak (AuFine Motor,Ay 2. Al-athfal. Vol. 06 No. : 339 Helanelis, etc. Optimalisasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Ecoprint Dengan Teknik Pounding Studi Partisipatif Di Desa Sinarjaya Pandeglang Dengan dukungan guru sebagai pembimbing aktif . dan ketersediaan media kreatif, anak usia dini dapat belajar melalui permainan . earning by pla. sekaligus mengembangkan motorik halus mereka. Misalnya, guru diarahkan mendampingi ecoprint sejak persiapan bahan hingga praktik, sesuai prinsip teori Vygotsky bahwa bimbingan orang dewasa membantu mengangkat kemampuan anak ke zona perkembangan terdekat (ZPD). Dengan cara ini, kegiatan ecoprint tidak hanya memberikan pemahaman baru kepada pendidik . ahwa alam dapat menjadi media belaja. , tetapi juga dampak positif pada perkembangan motorik halus dan kreativitas anak sebagaimana dihipotesiskan (Noor, 2. CONCLUSION Hasil utama dari kegiatan ecoprint dengan teknik pounding menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik halus anak usia dini. Sebanyak 68% peserta mengalami kemajuan dalam ketepatan dan kerapihan pola yang Selain itu, terdapat peningkatan konsistensi gerakan jari dan pergelangan tangan pada setiap sesi kegiatan. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mempertahankan fokus selama kegiatan berlangsung tanpa merasa bosan. Implikasi dari temuan ini cukup luas. Bagi guru, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan potensi alam sebagai media pembelajaran kreatif. Guru didorong untuk mengintegrasikan ecoprint ke dalam kegiatan belajar harian. Bagi lembaga PAUD, kegiatan ini membuktikan bahwa dengan investasi yang relatif kecil . enggunakan bahan alami seperti daun dan kai. , pembelajaran berkualitas dapat tercapai. Ini juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat sekitar dalam penyediaan Dalam konteks pengembangan media, ecoprint menginspirasi lahirnya inovasi pembelajaran berbasis alam lainnya yang ramah lingkungan dan murah. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan studi komparatif jangka panjang antara ecoprint dan media pembelajaran konvensional. Selain itu, penting untuk menyelenggarakan pelatihan guru secara rutin dan menguji penerapan ecoprint di TK dengan latar belakang geografis yang berbeda guna memastikan efektivitas dan REFERENCES