Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus PERBANDINGAN AKTIVITAS FISIK AEROBIK DAN ANAEROBIK TERHADAP KADAR LAKTAT DAN LAKTAT DEHIDROGENASE (LDH) Sari Octarina Piko. Rostika Flora dan Theodorus Program Studi Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Email: sarioktarinapiko@gmail. Abstrak Aktivitas fisik atau olahraga adalah pergerakan tubuh yang dilakukan otot dengan terencana dan berulang yang menyebabkan peningkatan pemakaian energi dengan tujuan untuk memperbaiki kebugaran fisik. Ada dua jenis aktifitas fisik yaitu aktivtas fisik aerobik dan anaerobik. Kedua aktivitas ini berdampak pada pengeluaran kadar laktat dan LDH. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik aerobik dan anaerobik terhadapa kadar laktat dan LDH. Metode penelitian ini uji klinik berpembanding dengan rancangan pre dan post test only desighn. Pelaksanaan aktivitas fisik aerobik dan anaerobik dilaksanakan di stadion Sriwijaya Sport Centre Jakabaring palembang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok aerobik dan Dilakukan pengambilan darah di vena cubiti sebanyak 5cc untuk pemeriksaan kadar laktat dan LDH. Terdapat perbedaan bermakna kadar laktat sebelum dan sesudah aktivitas fisik pada kelompok aerobik dan anaerobik . <0,. Akan tetapi apabila kedua kelompok dibandingkan tidak terdapat perbedaan bermakna . <0,. Begitu juga pada kadar LDH, terdapat perbedaan bermakna kadar LDH sebelum dan sesudah aktivitas fisik aerobik dan anaerobik. Akan tetapi apabila kedua kelompok dibandingkan tidak terdapat perbedaan bermakna . <0,. Aktivitas fisik aerobik dan anaerobik berpengaruh terhadap pengeluaran kadar asam laktat dan LDH. Kata Kunci : Aktivitas fisik aerobik dan anaerobik, kadar asam laktat, kadar Dehidrogenase (LDH) Abstract Physical activity or sport is carried out by the movement of the body in a planned and repetitive muscle which causes an increase in energy consumption with the aim of improving physical fitness. There are two forms of physical activity, aerobic and anaerobic. The two types of physical activity are result of the reduction of lactate acid and dehidrogenase lactate (LDH). The purpose of this study was known effect of physical activity against aerobic and anaerobic lactate acid and dehidrogenase (LDH). The research method was a comperative clinical trial with design randomized one group pre and post test only design. Implementation of aerobic and anaerobic physical activity carried out in the stadium Jakabaring Sriwijaya Palembang Sport Centre. The samples in this study were 34 respondents who were divided into two groups are aerobic and anaerobic. To take blood in the cubiti vena was 5cc for to check lactate acid and dehidrogenase (LDH). There is a significant difference in lactic acid levels between aerobic and anaerobic groups . <0,. after and before. But if comparative into two groups there were no significant differences in lactate acid . >0,. There is a significant difference in dehidrogenase lactate (LDH) levels between aerobic and anaerobic groups . <0,. after and befor. But if comperative into two groups there ere no significant differences in dehidrogenase lactate acid levels . >0,. Keyword: Aerobic and anaerobic physical activity. Lactate acid levels, dehidrogenase lactate (LDH) Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus PENDAHULUAN Penimbunan laktat dalam darah menjadi masalah mendasar dalam kinerja fisik karena menunjukan kelelahan yang kronis dan menurunkan kinerja fisik (Ahmaidi, 1. Bersihan laktat yang lambat menyebabkan sindroma latihan yang berlebihan (Overtraining Syndrom. pada atlet, sehingga mengakibatkan peningkatan insiden cedera yang dapat menyebabkan kecacatan baik sementara maupun menetap (Falks, 1. Indikator yang mendukung terjadinya peningkatan insiden cedera yang dapat menyebabkan kecacatan diantaranya enzim laktat dehidrogenase (LDH). Pada saat kekurangan oksigen, piruvat akan diubah menjadi asam laktat dengan bantuan enzim LDH, enzim ini dikeluarkan saat di dalam tubuh terjadi kerusakan jaringan (Sternberg. Penelitian yang dilakukan oleh Rumley dan Rafla . 3, cit Flora, 2. menyebutkan bahwa aktivitas fisik dapat mengakibatkan peningkatan kadar LDH didalam plasma. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan permiabilitas membran sel otot akibat penurunan metabolisme energi dan karena kerusakan sel-sel otot akibat aktivitas fisik yang dilakukan dalam waktu yang lama sehingga LDH yang berada di jaringan dikeluarkan ke sirkulasi. Dalam keadaan normal, kadar LDH sangat rendah dalam plasma. Peningkatan LDH di dalam plasma merupakan indikasi dari suatu kerusakan Menurut Lehninger . , enzim LDH berperan dalam proses glikolisis pada keadaan anaerob yang menghasilkan laktat. Enzim LDH juga berperan dalam glukogenolisis di otot yang selalu berakhir dengan laktat. Bila dalam keadaan aerob hasil akhir dari glikolisis adalah asam piruvat yang akan masuk ke dalam siklus asam sitrat. LDH dapat terdeteksi karena reduksi piruvat dengan adanya NADH ataupun mengkatalisis oksidasi laktat dengan adanya NAD . LDH dapat jaringan(Sternberg, 1. Penelitian yang dilakukan oleh Rodas . , menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kadar enzim LDH sebesar 45% setelah aktivitas fisik anaerobik berupa lari Pada aktivitas fisik Anaerobik, sumber energi berasal dari sistem fosfokreatin . dan glikolisis Proses pembentukan ATP dari sistem glikolisis laktasid berdampak terhadap terbentuknya asam laktat dan juga peningkatan aktivitan enzim LDH (Foss. Menurut Flora . , kondisi yang lebih hipoksia pada aktivitas fisik anaerobik penggunan LDH dalam mengkatalisis laktat menjadi piruvat. Sebaliknya penelitian yang dilakukan oleh Dubouchaud et al . menunjukkan bahwa terjadinya penurunan LDH5 pada otot vastus lateralis atlet yang di biopsi setelah latihan lari selama 1 Begitu juga penelitian yang dilakukan Flora . menunjukkan bahwa pada tikus yang melakukan aktivitas fisik anaerobik selama 10 hari tanpa hari istirahat keseluruhan isozim LDH (LDH1Ae LDH. pada otot jantung mengalami Penelitian tentang kadar asam laktat dan LDH pada aktivitas fisik sudah banyak dilakukan, akan tetapi penelitian yang membandingkan pengaruh aktivitas fisik aerobik dan anaerobik terhadap kadar asam laktat dan LDH masih sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar dasar mekanisme pengeluaran asam laktat dan LDH pada aktivitas fisik dapat diketahui dengan jelas. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus 16 for windows dengan taraf signifikansi p<0,05. METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis Penelitian ini adalah penelitian penelitian dengan uji klinik berpembanding dalam bentuk open label . o blin. dengan rancangan pre and post test only design. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu Pengambilan dilakukan pada tanggal 20 Mei 2013, sedangkan untuk pemeriksaan kadar laktat dilakukan di laboratorium Biokimia FK UI Salemba Jakarta pada tanggal 21 s/d 24 Mei 2013 dan LDH dilakukan di Balai laboratorium Klinik (BBLK) Palembang pada tanggal 20 Mei 2013. Tempat Penelitian Pelaksanaan aerobik dan anaerobik dilaksanakan di stadion Sriwijaya Sport Centre Jakabaring Palembang. Subjek Penelitian Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa FKIP Jurusan Pendidikan Olahraga Universitas Bina Darma di Kota Palembang. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga. Jumlah sampel perkelompok adalah 17 orang, yaitu 17 orang kelompok aerobik dan 17 orang kelompok anaerobik. Prosedur Jenis penelitian ini adalah penelitian uji klinik berpembanding dengan rancangan Randomized One Group PretestPostest Design. Teknik Pengumpulan Data Untuk mengetahui kadar laktat dan LDH dalam penelitian ini dengan cara pengambilan darah. Pengambilan darah dilakukan 5 menit sebelum dan 30 menit sesudah aktivitas fisik aerobik dan Teknik Analisa Data Analisis data dilakukan menggunakan system komputerisasi program SPSS versi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Homogenitas Kelompok Aerobik dan Aerobik Pada tabel 1 diketahui bahwa karakteristik subjek penelitian meliputi umur, tinggi badan, berat badan, dan IMT pada kelompok aerobik dan anaerobik sebelum perlakuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna . >0,. sehingga kedua kelompok dapat dibandingkan. Uji Normalitas Kelompok Aerobik dan Anaerobik Pada tabel 2 hasil uji normalitas menunjukkan bahwa rata- rata kadar asam laktat sebelum perlakuan yaitu 2971,24 A 505 dengan nilai p value = 0. sedangkan pada kelompok anaerobik yaitu 3187,59 A 856. 711 dengan niali p value = 0,832 dan rata- rata LDH sebelum yaitu 131,69 A 15,49 dengan p value = 0,230, sedangkan pada kelompok anaerobik yaitu 141,41 A 19,378 dengan p value = 0,373. Hal ini menunjukkan bahwa kadar asam laktat dan kadar LDH berdistribusi normal . >0,. Perbedaan Kadar Laktat dan LDH antara Perlakuan pada Kelompok Aerobik dan Anaerobik Pada tabel 3 menunjukan bahwa pada kelompok aerobik rata-rata kadar asam laktat sebelum 2971. 24A836. 505 mMol/L sedangkan pada kelompok anaerobik rata-rata kadar asam laktat 59A856. 711 mMol/L. Terjadi peningkatan kadar asam laktat berdasarkan uji statistik pada kelompok aerobik didapatkan p value=0,000 . <0,. begitu juga pada kelompok anaerobik terjadi peningkatan dengan p value=0,000 . <0,. Apabila peningkatan kadar asam Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus laktat pada kedua kelompok tersebut dibandingkan, terdapat perbedaan yang tidak bermakna . >0,. Hasil pengukuran kadar LDH pada kelompok aerobik sebelum aktivitas fisik 59A15. 496 U/L dan sesudah aktivitas fisik yaitu 158. 06A17. 108 U/L sedangkan pada kelompok anaerobik kadar LDH sebelum aktivitas fisik 141. 41A19. U/L dan sesudah aktivitas fisik yaitu 41A20. 782 U/L. Pada kedua kelompok terjadi peningkatan kadar LDH sesudah aktivitas fisik. Terdapat perbedaan yang bermakna p=0. <0,. Akan tetapi LDH dibandingkan pada kedua kelompok tersebut terdapat perbedaan yang tidak bermakna . >0,. Tabel 1. Homogenitas Kelompok Aerobik dan Anaerobik Kelompok Karakteristik Subyek Aerobik Umur : 19 - 20 tahun 21 - 22 tahun Tinggi badan 150 - 164 cm 165 - 178 cm Berat badan 43 - 60 kg 61 - 71 kg IMT Normal Anaerobik p*: Chi Squere (FisherAoexact Tes. untuk Umur. Tinggi Badan. Berat Badan. Tabel 2. Uji Normalitas Kelompok Aerobik dan Anaerobik Variable Kadar Laktat Aerobik Anaerobik LDH Aerobik Anaerobik Rerata A std dev 24 A 836. 59 A 856. 131,59 A 15,49 141,41 A 19,378 p value 0,33 0,832 0,230 0,373 p*: Shapiro Wilk Tabel 3. Perbedaan Kadar Laktat dan LDH antara Perlakuan pada Kelompok Aerobik dan Anaerobik Variabe Aktivitas Fisik Aerobik Sebelum Asam LDH Aktivitas Fisik Anaerobik Sebelum 24A836. A3267. 0,00 59 A856. 59 A7820. 0,00 0,37 59 A 15. 06 A 17. 0,00 41A19. 41 A 20. 0,00 0,83 p*: t-test berpasangan p**: t-test tidak berpasangan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus PEMBAHASAN Pada penelitian ini karakteristik subjek penelitian yang meliputi umur, tinggi badan, berat badan, dan IMT kedua menunjukan terlihat perbedaan yang signifikan . >0,. Karakteristik subyek terlihat homogen dikarenakan subjek terlebih dahulu disesuaikan dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan. Pengaruh Aktivitas Fisik Aerobik dan Anaerobik terhadap Kadar Laktat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terjadi peningkatan kadar laktat pada aktivitas fisik aerobik dan anaerobik. Kadar asam laktat sebelum aktivitas fisik rata-rata 2971,24A836,505 mMol/L sesudah aktivitas fisik aerobik didapatkan nilai rata-rata 8753,71A3267,76 mMol/l. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar asam laktat sebelum dan sesudah aktivitas fisik aerobik . =0,. Kadar asam laktat didapatkan nilai rata-rata 3187,59Al856,711 mMol/L sedangkan sesudah aktivitas fisik anaerobik didapatkan nilai rata-rata 7820,59A2729,001 mMol/L. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar asam laktat sebelum dan sesudah latihan anaerobik . =0,. Akan tetapi, apabila dibandingkan kadar asam laktat pada kedua kelompok ini tidak terdapat perbedaan yang bermakna . >0,. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnomo . yang menyebutkan bahwa, terjadi peningkatan kadar asam laktat di dalam plasma setelah aktivitas fisik submaksimal. Sebelum aktivitas fisik didapatkan kadar 2,282A0,555 mMol/L didapatkan kadar asam laktat 7,936A1,125 mMol/L. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar asam laktat yang bermakna . <0,. Penelitian yang dilakukan oleh Katz, (Farenia, terjadinya hubungan yang linier antara peningkatan NAD , asam laktat dengan peningkatan intesitas kerja fisik. Pada waktu tes ergometer sepeda dengan intensitas 50-70% VO2 maks akan terjadi peningkatan yang cukup tajam kadar asam laktat di dalam darah dan sarkoplasma otot. Menurut Katz, dkk (Farenia, 2. terjadinya peningkatan asam laktat di otot disebabkan hipoksia jaringan otot. Asam laktat yang tinggi sebagai akibat beban kerja yang berat, disebabkan karena ketidakmampuan sistem pemasok energi aerobik, sehingga suplai energi dari sumber energi anaerobik mendominasi (Janssen. Laktat adalah produk akhir dari proses glikolisis anaerob yang dihasilkan oleh sel darah merah dan sel otot yang aktif. Dalam keadaan istirahat, asam laktat dihasilkan oleh sel darah merah, sel darah putih, otak, sel otot, sel hepar, mukosa usus dan kulit. Eliminasi asam laktat dilakukan oleh jaringan tubuh, terutama oleh hepar, ginjal dan jantung. Dalam keadaan istirahat, ginjal dan jantung menggunakan asam laktat sebagai energi sedangkan hepar menggunakan asam laktat sebagai bahan Jantung mempunyai lebih banyak enzim laktat jaringan otot, hal ini memungkinkan jantung mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan asam laktat sebagai bahan baku energy. Sumber energy yang dipergunakan oleh otot jantung berasal dari asam lemak bebas 60-80%, 1020% glukosa dan sisanya berasal dari asam laktat (Jeukendrup & Gleeson 2. Menurut Guyton and Hall . laktat merupakan salah satu parameter respons stress selain ACTH dan adrenalin. Asam laktat diproduksi dalam jumah yang banyak selama aktifitas otot sebagai hasil proses glikolisis anaerob. Aktivitas fisik menyebabkan berbagai efek fisiologis tergantung intensitas aktivitas fisik. Berlari peningkatan kebutuhan metabolisme yang Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus melampaui batas istirahat . esting leve. , selanjutnya produksi laktat akan meningkat melewati batas ambang laktat . mMol/L). Laktat merupakan hasil reduksi piruvat, oleh aktifitas enzim laktat Laktat yang tertumpuk selanjutnya akan dapat dioksidasi kembali didalam sitosol menjadi piruvat, keadaan ini berlangsung secara fisiologis. Aktifitas fosfodehydrogenase(PDH) juga akan pulih kembali untuk memacu oksidasi piruvat, yang akhirnya masuk ke dalam mitokondria untuk berpartisipasi dalam siklus Krebs. Laktat juga dapat langsung masuk ke dalam mitokondria seperti yang diterangkan dalam mekanisme intracellular lactate shuttle dan kemudian dioksidasi di dalam matrik Dibuktikan juga bahwa interkonversi yang hampir sama terjadi di dalam eritrosit berkat peran enzim laktat dehidrogenase (LDH) di dalam darah yang dapat mengkonversikan piruvat menjadi laktat atau sebaliknya. Interkonversi ini dapat terjadi dengan cepat dan dengan laju yang sama pada ke dua arah, walaupun dalam keadaan hipoksia berat. Hanya sedikit sekali asam laktat diekskresikan melaui urine dan kulit. Kadar asam laktat dalam darah vena dalam keadaan istirahat adalah 44 mMol/l atau 5. 0 mg/100ml, sedangkan sumber asam laktat yang terbesar pada saat isitrahat berasal dari pemecahan glukosa di dalam sel darah. Secara cepat asam laktat yang terbentuk akan dieliminasi terus-menerus. Apabila terjadi peninggian kadar asam laktat di dalam sirkulasi darah, berarti terdapat peningkatan masuknya asam laktat ke dalam sirkulasi darah melebihi laju eliminasi asam laktat. Pada penelitian ini didapatkan bahwa kadar laktat pada aktivitas fisik aerobik lebih tinggi dibandingkan aktivitas fisik anaerobik . 3,72 vs 7820,59 mMol/L). Sebaliknya penelitian pada hewan coba yang dilakukan oleh Farenia . , menunjukkan kadar laktat serum pada tikus yang melakukan aktivitas aerobik lebih rendah dibandingkan tikus yang melakukan aktivitas anaerobik . ,69 vs 47,74 mMol/L). Hal ini menunjukkan bahwa pada aktivitas fisik anaerobik produksi laktat lebih banyak dihasilkan sebagai produk akhir metablisme anaerob (Farenia, 2. Menurut Zoll . asam laktat selama aktivitas fisik anaerobik akan meningkat cepat dan otot akan segera Laktat yang berada dalam sirkulasi darah akan dikirim ke direkonversikan menjadi glukosa dan menuju jantung untuk dioksidasi. Selain itu laktat juga dapat diambil oleh sel otot Laktat secara pasif akan disimpan oleh sel otot yang dalam keadaan istirahat akan tetapi akan dioksigenasi pada sel otot yang berkontraksi. Batas ambang kadar laktat untuk aerobik 2 mMol/L sedangkan untuk anaerobik adalah 4 mMol/L. Produksi asam laktat sangat tergantung pada intesitas kegiatan fisik. Produksi asam laktat pada orang yang tidak terlatih sama dengan orang yang terlatih, yang berbeda adalah proses eliminasi asam Pada orang yang terlatih proses eliminasi lebih cepat dari pada orang yang tidak terlatih. Selain itu, orang yang terlatih akan mengalami peningkatan ambang Sewaktu aerobik dan anaerobik dengan durasi dan intensitas yang relatif tinggi dapat menyebabkan kelelahan. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan asam laktat didalam otot sehingga pH yang rendah akan mengganggu pembentukan energi yang diperlukan selama kontraksi otot. Selain itu kelelahan tersebut dapat pula disebabkan karena kehabisan cadangan energi ATP dan fosfokreatin otot serta dapat pula disebabkan oleh hal-hal lain (Guyton & Hall, 2. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus . Pengaruh Aktivitas Fisik Aerobik dan Anaerobik terhadap Kadar LDH Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terjadi peningkatan kadar LDH pada aktivitas fisik aerobik dan anaerobik. Kadar LDH sebelum aktivitas fisik aerobik didapatkan nilai rata-rata 131. 59A15. U/L sedangkan sesudah aktivitas fisik rata-rata 06A17. 108 U/L. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar LDH sebelum dan sesudah aktivitas fisik aerobik . =0,. Kadar LDH sebelum aktivitas fisik anaerobik didapatkan nilai rata-rata 41A19. 378 U/L sedangkan sesudah aktivitas fisik anaerobik didapatkan nilai rata-rata 159. 41A20. 782 U/L. Akan tetapi LDH dibandingkan pada kedua kelompok ini terdapat perbedaan yang tidak bermakna . >0,. Hal ini dikarenakan aktivitas fisik tidak murni menggunakan salah satu sistem metabolisme aerob dan anaerob saja, akan tetapi menggunakan gabungan dari kedua sistem tersebut. Energi yang dibentuk dari metabolisme aerob dan anaerob dadalam sel merupakan suatu proses pembentukan energi yang berkesinambungan (Astrand. Peralihan metabolisme dari jenis aerob dan anaerob merupakan respon adaptasi agar energi tetap tersedia walaupun dalam keadaan tidak ada oksigen. Metabolisme anaerob berdampak pada terbentuknya asam laktat. LDH diperlukan untuk mengkonversi asam laktat menjai piruvat (Guyton,2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rodas . , yang menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kadar enzim LDH 45% setelah aktivitas fisik anaerobik lari sprint. Pada aktivitas fisik Anaerobik, sumber energi berasal dari sistem fosfokreatin . Proses pembentukan ATP dari sistem glikolisis laktasid berdampak terhadap terbentuknya asam laktat dan juga peningkatan aktivitan enzim LDH (Foss, 2. Menurut Flora . , kondisi yang lebih hipoksia pada aktivitas fisik anaerobik berdampak terhadap peningkatan penggunan LDH dalam mengkatalisis laktat menjadi piruvat. Menurut Lehninger . , enzim LDH berperan dalam proses glikolisis pada keadaan anaerob yang menghasilkan laktat. Enzim LDH juga berperan dalam glukogenolisis di otot yang selalu berakhir dengan laktat. Bila dalam keadaan aerob hasil akhir dari glikolisis adalah asam piruvat yang akan masuk ke dalam siklus asam sitrat. LDH dapat terdeteksi karena reduksi piruvat dengan adanya NADH ataupun mengkatalisis oksidasi laktat dengan adanya NAD . LDH dapat mendukung terjadinya kerusakan jaringan (Sternberg, 1. Sebaliknya penelitian yang dilakukan Dubouchaud et al . menunjukkan bahwa terjadinya penurunan LDH 5 pada otot vastus lateralis atlet yang di biopsi setelah latihan lari selama 1 minggu. Begitu juga penelitian pada hewan coba yang dilakukan oleh Flora . menunjukkan bahwa pada tikus yang melakukan aktivitas fisik anaerobik selama 10 hari tanpa hari istirahat keseluruhan isozim LDH (LDH1Ae LDH. pada otot jantung mengalami Laktat dehidrogenase (LDH) adalah enzim intraseluler yang terdapat pada hampir semua sel yang bermetabolisme, dengan konsentrasi tertinggi dijumpai di jantung, otot rangka, hati, ginjal, otak, dan Enzim dehidrogenase (LDH) di dalam darah dapat mengkonversikan piruvat menjadi laktat atau sebaliknya. Interkonversi ini dapat terjadi dengan cepat dan dengan laju yang sama pada ke dua arah, walaupun dalam keadaan hipoksia berat (Wilson, 2. Penelitian Rumley&Rafla . 3,cit Flora, 2. , menyebutkan bahwa aktivitas fisik dapat mengakibatkan peningkatan LDH didalam plasma. Peningkatan ini Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Sari Octarina Piko. Rostika Flora. Theodorus permiabilitas membran sel otot akibat penurunan metabolisme energi dan karena kerusakan sel-sel otot akibat aktivitas fisik yang dilakukan dalam waktu yang lama sehingga LDH yang berada di jaringan dikeluarkan ke sirkulasi. Dalam keadaan normal, kadar LDH sangat rendah dalam Peningkatan LDH di dalam plasma merupakan indikasi dari suatu kerusakan Menurut peneliti pada penelitian ini, peningkatan kadar LDH plasma bukan dikarenakan terjadinya kerusakan jaringan. Peningkatan LDH lebih dikarenakan adanya peningkatan sekresi laktat sebagai hasil akhir dari metabolisme anaerob, sehingga LDH diperlukan untuk mengubah laktat menjadi piruvat agar dapat dipergunakan kembali sebagai sumber energi. SARAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar asam laktat sesudah aktivitas fisik. Hal ini menunjukkan aktifitas fisik pada Oleh melakukkan latihan fisik perlu dilakukan mobilisasi dini atau massase yang dapat membantu pemecahan asam laktat. Disarankan mobilisasi dini atau pemulihan kelelahan otot. UCAPAN TERIMA KASIH KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan Terdapat perbedaan yang bermakna kadar asam laktat sebelum dan sesudah aktivitas fisik aerobik . =0,. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar asam laktat sebelum dan sesudah anaerobik . =0,. terdapat perbedaan yang bermakna kadar asam laktat pada kelompok aerobik dibandingkan kelompok anaerobik . =0,. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar LDH sebelum dan sesudah aktivitas fisik aerobik . =0,. Terdapat perbedaan yang bermakna kadar LDH sebelum dan sesudah anaerobik . =0,. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar LDH pada kelompok aerobik dibandingkan anaerobik . =0,. Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Yudi Kurniawan. SH. MM. Enginner . uami tercint. yang telah memberikan dukungan finacial terhadap penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA