Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026: 1-8 http://jurnal. id/tekniksipilunaya ISSN 2407-9200 (Onlin. Available online at w. id/tekniksipil ISSN 2407-9200 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Teknik Sipil Unaya Analisis Tampungan Rawa Paya Lipah Sebagai Retensi Banjir di Kabupaten Bireuen Musfiana1. Richard Mareno1*. Cut Azizah2. Cut Ayu Lizar3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Almuslim. Bireuen, 24252. Indonesia. Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Almuslim. Bireuen, 24252. Indonesia. Program Studi Ilmu Lingkungan. Fakultas Teknik. Universitas Almuslim. Bireuen, 24252. Indonesia *Email korespondensi : richardmareno43@gmail. Diterima Desember 2025. Disetujui 31 Januari 2026. Dipublikasi 31 Januari 2026 Abstract: Rawa Paya Lipah is a naturally occurring wetland that functions as a water balance regulator and as a habitat for several freshwater fish species, with abundant water storage despite the arid surrounding area. This study aims to analyze the water storage capacity of Rawa Paya Lipah, evaluate its effectiveness in reducing flood impacts based on local community perceptions, and identify measures to enhance its function as a water retention area for flood mitigation. The results show that Rawa Paya Lipah, located in Gampong Paya Lipah. Peusangan District. Bireuen Regency, covers an area of approximately A7 hectares with an average depth of A2 meters, enabling it to store up to A140,000 mA of This capacity indicates that Rawa Paya Lipah has significant potential as a natural retention basin to reduce surface runoff and control flooding in surrounding areas. Furthermore, 90% of the community understand the wetlandAos function as a water storage area, all respondents agree that conservation efforts can be carried out through community-based mutual cooperation, and 100% believe that Rawa Paya Lipah has economic value for the surrounding community. Keywords: disaster, hydrometeorology, reservoir, flood, swamp Abstrak: Rawa Paya Lipah merupakan rawa alami yang berfungsi sebagai penyeimbang tata air dan habitat ikan air tawar. Meskipun lingkungan sekitarnya relatif tandus, rawa ini memiliki simpanan air yang Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas tampungan Rawa Paya Lipah di Kabupaten Bireuen, efektivitasnya dalam mereduksi banjir berdasarkan persepsi masyarakat, serta upaya peningkatan fungsinya sebagai penampungan air. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder berupa peta lokasi, topografi, dan iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rawa Paya Lipah seluas A7 ha dengan kedalaman rata-rata A2 m mampu menampung air sekitar A140. 000 mA, sehingga berpotensi sebagai kolam retensi alami pengendali banjir. Sebanyak 90% masyarakat memahami fungsi rawa sebagai penampungan air, seluruh responden mendukung pelestarian melalui gotong royong, dan 100% meyakini rawa memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kata kunci: banjir, bencana, , hidrometeorologi, rawa, waduk Analisis Tampungan Rawa Paya LipahA. (Musfiana. Mareno. Azizah, & Lizar, 2. -1- ISSN 2407-9200 (Onlin. Banjir merupakan bencana alam yang . menyoroti peningkatan pemanfaatan paling sering melanda Indonesia, termasuk Danau Rawa Pening untuk penyimpanan air. Putra Kabupaten Bireuen di Provinsi Aceh. Faktor utama . juga menekankan revitalisasi kolam penyebab banjir antara lain curah hujan tinggi, kerusakan daerah aliran sungai, dan berkurangnya genangan banjir. Hasil-hasil penelitian tersebut lahan resapan akibat alih fungsi lahan menjadi menjadi landasan bahwa pengelolaan rawa seperti permukiman dan perkebunan. Kejadian banjir besar Rawa Paya Lipah dapat dijadikan solusi alami pernah terjadi pada 8 Oktober 2023 di Kecamatan sekaligus berkelanjutan untuk mengurangi dampak Peusangan Siblah Krueng yang mengakibatkan 174 banjir di Kabupaten Bireuen. Tujuan penelitian ini kepala keluarga harus mengungsi. Hal ini adalah untuk menganalisis kapasitas tampungan Rawa Paya Lipah di Kabupaten Bireuen, menilai ekosistem alami seperti rawa yang berfungsi efektivitasnya dalam mengurangi dampak banjir menampung air hujan untuk mengurangi risiko berdasarkan persepsi masyarakat sekitar, serta mengkaji langkah-langkah yang dapat dilakukan Rawa, seperti Rawa Paya Lipah di untuk meningkatkan fungsi rawa tersebut sebagai Gampong Paya Lipah seluas 7 hektar, memiliki area penampungan air dalam upaya mitigasi banjir. peran penting sebagai "spons alam" yang mampu menampung air saat musim hujan dan melepasnya Metode Penelitian secara perlahan di musim kemarau. Dengan Lokasi penelitian ini dilaksanakan di kedalaman rata-rata 2 meter, rawa ini berpotensi Gampong Paya Lipah. Kecamatan Peusangan, besar dalam menahan limpasan air hujan. Penelitian Kabupaten Bireuen. Pemilihan lokasi didasarkan mengenai kapasitas tampungan rawa penting pada fungsi strategis Rawa Paya Lipah sebagai dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perannya daerah retensi banjir alami yang menampung aliran dalam mengurangi genangan dan risiko banjir di air hujan dan limpasan permukaan dari sekitarnya. Selain itu, pemahaman masyarakat sehingga berperan penting dalam mengurangi risiko mengenai fungsi rawa juga menjadi faktor banjir di wilayah hilir. Penelitian menggunakan pendukung dalam menjaga dan meningkatkan metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif, keberlanjutan fungsi ekologisnya. Penelitian-penelitian di mana data kuantitatif digunakan untuk menghitung kapasitas tampungan, volume aliran menunjukkan bahwa upaya mitigasi banjir dapat masuk, serta efisiensi retensi rawa, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan pemanfaatan rawa dan danau alami. Misalnya, observasi guna memahami persepsi masyarakat penelitian Andayani dkk. dan Matsyuri serta kondisi lapangan. menekankan pentingnya kolam retensi Populasi penelitian adalah masyarakat dalam menahan debit banjir, sedangkan Wulandari Analisis Tampungan Rawa Paya LipahA. (Musfiana. Mareno. Azizah, & Lizar, 2. Desa Paya Lipah sebanyak 77 orang yang -2 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 1-8 http://jurnal. id/tekniksipilunaya dilibatkan secara penuh melalui total sampling. Secara ekologis, rawa ini tergolong rawa tetap dengan sampel dipilih menggunakan accidental . ermanent swam. yang tergenang sepanjang sampling berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Selain berfungsi sebagai penampung air Estimasi kapasitas tampungan rawa dihitung alami. Rawa Paya Lipah juga menjadi habitat ikan menggunakan rumus dasar volume air (V = L y . , air tawar, flora khas seperti kantong semar, serta dengan hasil sebesar 140. 000 mA atau 140 juta liter fauna seperti burung cucak rawa (DLHK Aceh, air, yang menunjukkan kemampuan rawa dalam Namun, pengelolaannya masih bersifat menampung air hujan secara signifikan. Analisis alami dan belum optimal untuk konservasi maupun data dilakukan secara deskriptif untuk data pengendalian banjir. Wilayah ini memiliki curah kuantitatif dan secara tematik untuk data kualitatif, hujan tahunan rata-rata 1. 318 mm dengan 6,33 hari hujan per bulan (BMKG, 2. Kondisi tersebut gambaran komprehensif mengenai peran Rawa Paya Lipah dalam mitigasi banjir. sehingga keberadaan Rawa Paya Lipah sangat penting sebagai area resapan alami untuk menampung air berlebih dan mengurangi risiko HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kapasitas Tampungan Rawa Paya Lipah Rawa Paya Lipah berlokasi di Gampong Rawa Paya Lipah memiliki kapasitas tampungan air Paya Lipah. Kecamatan Peusangan. Kabupaten 000 mA atau setara dengan 140 juta liter. Bireuen, pada koordinat 5A13AoAe5A34Ao LU dan menjadikannya elemen alami yang sangat strategis 96A41AoAe97A17Ao BT (BIG, 2. Kawasan ini semi-perkotaan Dengan hidrologis sebagai daerah resapan sekaligus permukiman padat dan lahan pertanian, sehingga penampung air, rawa ini mampu meredam limpasan berperan strategis sebagai retensi banjir alami yang permukaan saat curah hujan tinggi, menjaga melindungi masyarakat dan infrastruktur (BPS keseimbangan aliran, serta mencegah akumulasi air Bireuen, 2. berlebih yang dapat menyebabkan genangan maupun banjir di wilayah sekitarnya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada satu kejadian hujan ekstrem dengan intensitas 121 mm per hari, volume air yang masuk ke rawa hanya 470 mA atau 6,05% dari total kapasitas Hal ini membuktikan bahwa rawa masih memiliki cadangan daya tampung yang Gambar 1 Lokasi Penelitian (Google Earth, 2. sangat besar untuk menahan limpasan air dari wilayah sekitar. Dengan kondisi iklim yang Analisis Tampungan Rawa Paya LipahA. (Musfiana. Mareno. Azizah, & Lizar, 2. -3 - ISSN 2407-9200 (Onlin. semakin tidak menentu dan frekuensi hujan deras kolektif masyarakat cukup tinggi, terbukti 93% yang cenderung meningkat, peran Rawa Paya responden menilai rawa memiliki peranan vital Lipah sebagai penahan banjir alami semakin sebagai retensi alami yang mampu menampung penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat. mengurangi risiko banjir. Selain itu, seluruh menahan debit Persepsi masyarakat Terhadap Fungsi Rawa memberikan nilai ekonomi melalui kegiatan Hasil kuesioner terhadap 77 responden perikanan, pertanian, dan pemanfaatan sumber daya menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak . %) memahami fungsi utama Rawa Paya Lipah hanya memahami fungsi ekologis rawa, tetapi juga melihat manfaat ekonominya, sehingga mereka pemanfaatan tambahan untuk memancing . %) dan menekankan pentingnya menjaga rawa melalui tempat berkumpul . %). Sebanyak 71% responden gotong royong, pencegahan penimbunan, serta menyatakan daerah mereka jarang mengalami pelestarian lingkungan agar fungsi ekologis dan banjir, sedangkan 28% menyebutkan banjir terjadi ekonominya tetap berkelanjutan. Meskipun intensitas banjir relatif rendah, masyarakat menilai keberadaan rawa penting untuk Strategi Peningkatan Fungsi Rawa Paya mengantisipasi potensi bencana. Terkait penyebab Lipah banjir, mayoritas . %) menyebut curah hujan Untuk meningkatkan fungsi Rawa Paya Lipah tinggi sebagai faktor utama, diikuti penyumbatan sebagai retensi banjir, strategi teknis dan non-teknis saluran . %) dan penimbunan rawa . %), yang perlu diterapkan. Upaya teknis meliputi pengerukan menunjukkan kesadaran bahwa faktor alamiah dasar rawa untuk menambah kapasitas tampungan, pembuatan saluran keluar dengan pintu pengatur, sama-sama pemasangan pompa air untuk mengendalikan luapan, serta penanaman vegetasi penahan erosi di tepi rawa. Sedangkan strategi non-teknis meliputi sosialisasi pentingnya rawa, integrasi dalam rencana tata ruang wilayah, serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat agar rawa juga memberikan manfaat ekonomi. Gambar 2 Analisis penyebab banjir Analisis SWOT menunjukkan kekuatan Dalam hal pemahaman peran rawa, 50% utama rawa ini terletak pada pemahaman responden menyatakan mengetahui pentingnya masyarakat terhadap fungsi rawa, dukungan sosial rawa untuk pencegahan banjir, sementara sisanya tinggi, serta nilai ekonominya. Peluang juga terbuka masih kurang memahami. Namun, kesadaran lebar melalui budaya gotong royong, adanya Analisis Tampungan Rawa Paya LipahA. (Musfiana. Mareno. Azizah, & Lizar, 2. -4 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 1-8 http://jurnal. id/tekniksipilunaya peraturan desa, potensi ekonomi, dan fungsi rawa, kampanye digital, serta sinkronisasi program edukatif rawa. Namun, kelemahannya adalah masih dengan kebijakan nasional juga menjadi langkah ada warga yang kurang memahami peran rawa. Dengan kombinasi strategi ini, fungsi minimnya informasi pengelolaan, serta potensi Rawa Paya Lipah sebagai retensi banjir dapat sosial yang belum terfasilitasi. Sementara itu, diperkuat sekaligus memberikan manfaat ekonomi ancaman yang dihadapi berupa curah hujan tinggi, dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat. saluran tersumbat, penimbunan rawa, serta KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat mengabaikan aspek ekologi. disimpulkan sebagai berikut. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis. Rawa Paya Lipah yang berlokasi di Gampong Paya Lipah. Kecamatan Peusangan. Kabupaten Bireuen memiliki luas A7 hektar dengan kedalaman rata-rata A2 meter, sehingga mampu menampung air hingga A140. Kapasitas ini menunjukkan bahwa Rawa Paya Lipah memiliki potensi yang cukup besar sebagai kolam retensi alami dalam mereduksi limpasan air hujan dan mengendalikan banjir di wilayah Gambar 3 Diagram SWOT Rawa Paya Lipah Hasil analisis menunjukkan posisi strategi berada di Kuadran I (SO Ae Agresi. , artinya Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 77 kekuatan harus dimanfaatkan untuk meraih peluang responden, diketahui bahwa mayoritas masyarakat sebesar-besarnya. Strategi utama yang dapat telah memahami peran penting rawa ini. Sebanyak dijalankan adalah pengembangan ekowisata rawa, 90% menyadari fungsinya sebagai penampung air. kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan Sebanyak 50% responden menyatakan bahwa rawa LSM, serta penguatan fungsi hidrologis melalui ini efektif dalam mengurangi risiko banjir, dan 71% revitalisasi rawa. Edukasi lingkungan bagi warga menyatakan daerahnya tidak sering mengalami dan pelajar juga penting dilakukan untuk banjir, sedangkan 28% menyatakan banjir hanya menumbuhkan kesadaran kolektif tentang fungsi terjadi sesekali. Sebagian besar masyarakat . %) ekologis rawa. pengendalian banjir, dan seluruh responden Selain itu, strategi agresif dapat diperluas dengan penetapan rawa sebagai kawasan strategis dalam RTRW, pengembangan data dan riset untuk dilakukan melalui kegiatan gotong royong. Selain itu, 100% responden juga meyakini bahwa Rawa infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan Paya papan informasi. Pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat sekitar. Analisis Tampungan Rawa Paya LipahA. (Musfiana. Mareno. Azizah, & Lizar, 2. -5 - Lipah memiliki nilai ekonomi ISSN 2407-9200 (Onlin. Galian Diversion Tunnel Dengan Metode DAFTAR PUSTAKA