Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Systematic Literature Review DAMPAK CYBERBULLYING TERHADAP NON-SUICIDAL SELF INJURY: SLR THE IMPACT OF CYBERBULLYING ON NON-SUICIDAL SELF INJURY: SLR Safira Salsabilul Jannaha. Paramita Septianawatib. Glorio Immanuelc. Irma Finurina Mustikawatid aMahasiswa Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia bDosen dan Staf Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia cDepartemen Psikiatri. Profesi Medis RSUD Soeselo Kabupaten Tegal. dDosen dan Staf Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 6 November 2024 Perbuatan yang tak jarang ditemukan dan dapat mengancam nyawa di era modern ini adalah cyberbullying. Hal ini dikarenakan tekanan yang didapatkan dari tindakan cyberbullying yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang yang mengalami cyberbullying cenderung tidak percaya diri sehingga mudah sekali untuk terprovokasi oleh hal negatif salah satunya dengan melakukan Nonsuicidal self injury. Metode yang dipilih untuk penelitian ini adalah systematic literature review dengan menggunakan PRISMA sebagai alat untuk panduan penilaian artikel. Jumlah artikel akhir yang sesuai dengan kriteria inklusi sejumlah 8 artikel. Pada hasil tinjauan sistematis yang telah dilakukan bahwa semua penelitian tersebut menyatakan terdapat korelasi positif antara cyberbullying atau cybervictimization dengan NSSI. Hal ini sejalan dengan dampak yang dipaparkan pada beberapa penelitian bahwa faktor penyebab paling sering orang melakukan NSSI adalah disebabkan karena adanya perilaku dan tekanan dari cyberbullying atau cybervictimization. Penelitian lain juga mendukung dan dibuktikan bahwa terdapat korelasi positif antara cyberbullying dengan NSSI pada remaja. Revisi: 22 November 2024 Terbit: 1 Desember 2024 Kata Kunci ABSTRACT Cyberbullying, cyberbullying and nonsuicidal self injury, nonsuicidal self injury A common and life-threatening behavior in this modern era is cyberbullying. This is due to the pressure obtained from cyberbullying actions that make a person feel uncomfortable with himself. A person who experiences cyberbullying tends to lack self-confidence so that it is easy to be provoked by negative things, one of which is by doing NSSI. The method chosen for this study was systematic literature review using PRISMA for article selection. The final number of articles that fit the inclusion criteria was 8 articles. In the results of the systematic review that has been carried out, all of these studies state that there is a positive correlation between cyberbullying or cybervictimization and NSSI. This is in line with the impact described in several studies that the most frequent causative factor for people to do NSSI is due to the behavior and pressure from cyberbullying or Other studies also support and prove that there is a positive correlation between cyberbullying and NSSI in adolescents. Korespondensi Telp: 085607526900 Email: 202@gmail. Safira Salsabilul Jannah Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 PENDAHULUAN hingga masuk dewasa awal terdapat sebanyak Cyberbullying merupakan tindakan seseorang 17,2% jumlah pelaku NSSI. Disampaikan juga untuk melukai individu lain berupa melecehkan, bahwa perempuan pengucilan bahkan hingga pada tahap peniruan memiliki jumlah lebih tinggi untuk melakukan identitas yang bertujuan untuk memberikan kesan NSSI. buruk seseorang. Hal tersebut tentu dilakukan di Nonsuicidal self injury seringkali dikaitkan dunia maya sesuai dengan arti dari cyberbullying dengan bunuh diri. Hal itu memang wajar itu sendiri. mengingat bahwa perbuatan yang dilakukan Masuk pada masa sekarang yang mana terkesan memiliki kesamaan dengan membunuh mudah sekali akses seseorang untuk berselancar di diri sendiri. Tapi tentu NSSI sebenarnya memiliki dunia maya membuat pelaku cyberbullying lebih batasan sehingga dikatakan hanya untuk melukai berani untuk melakukan perbuatan tersebut. Tentu diri tanpa ada tindakan yang menghilangkan banyak sekali platform yang digunakan para Menurut sebuah penelitian menyampaikan Bukan hanya sosial media yang memang bahwa perbedaan yang jelas dari keduanya adalah fungsi utamanya untuk memberikan informasi berdasarkan dengan niat, tingkat keparahan serta atau memiliki forum chat saja akan tetapi platform jenis metode yang dilakukan. sebagaimana mestinya. Tinjauan sistematis ini dilakukan karena peneliti ingin mengetahui seberapa jauh dampak Jumlah cyberbullying di beberapa negara terus mengalami peningkatan. Pada sebuah seringkali menjadi titik awal munculnya sebuah penelitian di Amerika Serikat pada dua tahun pengalaman seseorang untuk melakukan NSSI terakhir dipaparkan bahwa dari 9. 429 peserta yang atau yang disebut dengan Nonsuicidal self injury. menjadi pelaku cyberbullying adalah sebanyak METODE 1,1% dan diantaranya telah menjadi pelaku sejak Metode yang dipilih untuk penelitian ini 12 bulan terakhir. Kemudian dilanjut dengan adalah systematic literature review dengan peserta yang menjadi korban sebanyak 9,6% telah menggunakan PRISMA untuk pemilihan artikel. menjadi korban sejak 12 bulan terakhir. Fungsi dari PRISMA adalah untuk mengetahui Tak jarang ditemukan bahwa cyberbullying bagian artikel yang diperlukan dan dikecualikan. dapat mengancam nyawa seseorang. Hal ini Ada 4 alur dalam PRISMA yang harus ada yaiu tindakan cyberbullying yang membuat seseorang Setelah pemilihan PRISMA langkah merasa tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang selanjutnya adalah mengidentifikasi artikel yang yang mengalami cyberbullying cenderung tidak akan dipilih. Dengan menggunakan kata kunci percaya diri sehingga mudah sekali untuk AucyberbullyingAy atau AuNSSIAy atau Aunonsuicidal terprovokasi oleh hal negatif salah satunya dengan self injuryAy atau Aucyberbullying and NSSIAy atau melakukan NSSI. Kompensasi dari kejadian Aucyberbullying and nonsuicidal self injuryAy pada tersebut adalah merusak tubuh sendiri tanpa website seperti Scopus dan Pubmed. menghilangkan nyawa. Inilah yang dinamakan dengan NSSI. Kriteria pengunaan artikel dengan kurun waktu 10 tahun Kejadian NSSI seringkali ditemukan baik terakhir yaitu 2014-2024, berbahasa Inggris, jenis pada remaja maupun orang dewasa. Pada penelitian meta analisis yang mengambil sampel menyebutkan hubungan cyberbullying dengan masyarakat menyatakan bahwa kejadian NSSI NSSI. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu berbahasa pada usia lebih dari 25 tahun atau dewasa muda selain inggris, merupakan jenis artikel review dan sebesar 5,5%. Sedangkan untuk usia remaja yang memiliki pembahasan hanya fokus pada satu Safira Salsabilul Jannah Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 variabel saja atau mengubungkan pada variabel selain keduanya. Kemudian artikel yang sudah dipilih sesuai dengan kriteria akan dikumpulkan Mediator and Sensation sekolah sebagai Seeking as a Moderator (Yu et al. , 2. pengaruh yang dan dimasukkan ke dalam diagram PRISMA untuk tinggi terhadap remaja yang dilakukan analisis lebih lanjut. melakukan NSSI. Prisma Penelitian ini Diagram prisma akan ditunjukkan melalui gambar 1 dibawah ini. sekolah mampu hambatan untuk NSSI. Gambar 1. PRISMA Flow Diagram HASIL Judul (Peneliti. Studi Tahu. Desain Jurnal The Effect of Cross Frontiers in Penelitian ini Cyberbullying. Abuse, and Screen Time on Non-suicidal berupa pelecehan Self-Injury memiliki korelasi Among positif terhadap Adolescents terjadinya NSSI. During the Hal ini Pandemic: A Perspective dengan adanya From the nilai p value < Mediating Role 0,05. Hasil dari of Stress penelitian ini (Wiguna et al. Hasil Penelitian NSSI pada The Relationship Cross Frontiers in Penelitian ini remaja selama Between masa covid-19 Cybervictimizati dikaitkan dengan on and Non- tingginya angka suicidal Self- n memiliki Injury in hubungan yang Online and Cross Chinese school bullying Adolescents: A roles: are bully- hubungan antara Moderated- terjadinya NSSI. victims more Mediation Model Kemudian vulnerable in (Wang. Chen, nonsuicidal self- sebagai korban and Ni, 2. dengan hubungan injury and in atau pelaku dan pertemanan yang baik akan symptoms than dengan NSSI. bullies and Pada penelitian resiko muncul ini ditemukan emosi negatif (Drubina et al. bahwa siswa yang akan yang mengalami BMC psychiatry Penelitian ini membahas terkait dampak buruk yang berarti yaitu terjadinya korban atau NSSI. Hasil ini sebagai orang yang melakukan dengan adanya . nilai p value yaitu < 0,001. beresiko tinggi Cyberbullying Cross Frontiers in Penelitian ini terlibat NSSI Victimization didapatkan hasil and Non-suicidal bahwa terdapat dengan siswa Self-Injurious korelasi positif yang tidak Behavior Among Chinese Cyberbullying Adolescents: Victimization School dengan NSSI. lebih tinggi Engagement as a kemudian terkait Safira Salsabilul Jannah Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 dengan mereka depresi yang yang tidak tinggi akan terlibat dalam terlibat pada perilaku NSSI. Cyberbullying Cross Cyberpsycholog Penelitian ini Penelitian ini Victimization y, behavior and mencoba menilai juga menilai and Nonsuicidal hubungan antara bahwa remaja Self-Injury in Cyberbullying yang memiliki Early Victimization, keterlibatan sikap Adolescents: A kecemasan sosial terhadap sekolah Moderated serta NSSI pada dengan baik Mediation Model remaja awal. maka akan of Social Anxiety Penelitian ini and Emotion tingkat depresi Reactivity bahwa dari (Wang. Liu and 17,6% responden Zhou, 2. yang terlibat. Cybervictimizati Cross Psychology Penelitian ini setidaknya ada on and Non- research and membahas pada satu perilaku Suicidal Self- NSSI yang Injury Among Cybervictimizatio dilakukan oleh Chinese College Students: an dengan berfokus Penelitian ini Exploration pada peran Through the mediasi fusi adanya korelasi Lens of kognitif dan Experiential emosi negatif. Cyberbullying Avoidance Hasil penelitian Victimization dan Model (Chen. NSSI yang Liang and Jiang, adanya korelasi disamping itu ada positif antara n dan NSSI variabel lain Cybervictimizatio yang dicurigai n dengan memiliki peran melewati mediasi penting sebagai yaitu fusi faktor NSSI kognitif dan akibat dari emosi negatif terhadap NSSI. yaitu kecemasan yang berarti Dari hasil yang ada bahwa remaja Cybervictimizatio yang memiliki n maka akan kecemasan sosial yang tinggi dapat perilaku NSSI hal ini sejalan juga dengan dampak buruk mediasi yang Cybervictimizati Cross Frontiers in Penelitian ini on and non- public health berfokus pada Anxiety Journal of Hasil penelitian suicidal self- hubungan antara ini menemukan injury among Cybervictimizatio mediates the al design adanya hubungan Chinese n, depresi dan influence of adolescents: The NSSI pada effect of remaja yang n on adolescent n dengan NSSI depression and non-suicidal melalui mediasi hubungan dengan self-injury: The muncul gejala cara pandang Pada (Liu et al. , 2. ataupun bersikap effect of self- terhadap sekolah. control (Zhu et penelitian ini Hal ini terbukti al, 2. adanya pengaruh yang kuat antara peningkatan akan Cybervictimizatio n dengan dampak pada peningkatan negatif yang gejala cemas muncul yaitu yang berdampak Remaja pada peningkatan dengan tingkat NSSI di Safira Salsabilul Jannah Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 linkungan remaja sebagai pilihan untuk melampiaskan emosi dengan kontrol diri yang lebih mereka dan cenderung memberikan rasa nyaman dan lega setelah melakukannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah penelitian pada remaja DISKUSI