Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTY (CSR) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SEKITAR PT PANCA USAHA PALOPO PLYWOOD Linda Astuti Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo lindaakt@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Kesejahteraan Masyarakat di PT Panca Usaha Palopo Plywood. Variabel independent dalam penelitian ini adalah Corporate Social Responsibility (CSR) sedangkan variable dependennya yaitu Kesejahteraan Masyarkat. Penelitian di lakukan pada perusahaan plywood yaitu PT Panca Usaha Palopo Plywood. Sampel penelitian ini adalah masyarakat sekitar PT. Panca Usaha Palopo Plywood. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang disebar pada 96 responden dengan menggunakan pengukuran skala Likert. Alat Analisis yang digunakan adalah analisis regresi Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif terhadap Kesejahteraan Masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood. Kata Kunci: Corporate social responsibility, kesejahteraan masyarakat ABSTRACT This study aims to determine the influence of Corporate Social Responsibility (CSR) on Public Welfare in PT Panca Usaha Palopo Plywood. Independent variable in this research is Corporate Social Responsibility (CSR) while the dependent variable is Welfare comunity. The research was conducted on the plywood company. PT Panca Usaha Palopo Plywood. The sample of this research is community around PT. Panca Usaha Palopo Plywood. Data collection method used was questionnaire which was spread on 96 respondents by using Likert scale measurement. Analysis tool used is simple regression analysis. The results showed that Corporate Social Responsibility (CSR) positively affect the Welfare Society around PT Panca Usaha Palopo Plywood. Keywords: Corporate social responsibility, community welfare PENDAHULUAN Menghadapi era globalisasi saat ini, perusahaan-perusahaan dituntut untuk mampu bersaing agar perusahaan lebih unggul dari pada perusahaan lainnya sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang dan dapat memberikan kontribusinya bagi perekonomian Pemikiran CSR . orporate social responsibilit. yang dianggap sangat mendasar dari sebuah etika bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal . rtinya kepada pemegang saham atau shareholde. tapi juga kewajibankewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan . yang jangkauannya melebihi kewajiban-kewajiban di atas. Beberapa hal yang termasuk dalam CSR ini antara lain adalah, kesadaran perusahaan akan lingkungan, kondisi tempat kerja dan standar bagi karyawan, hubungan perusahan masyarakat, dan investasi sosial dari perusahaan . orporate philantroph. Pada lingkungan internal perusahaan. CSR harus di pandang seperti keselamtan kerja Keselamtan kerja tidak hanya di terapkan melalui pengawasan dan penyediaan alat keselamatan Linda Astuti 37 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 kerja belaka. Dengan CSR keselamtan kerja akan lebih efektif dan efisien. Berbagai unit kerja yang terkait dengan keselamatan kerja berpotensi mendapatkan manfaat bagi performancenya dari kegiatan CSR ,baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada lingkungan eksternal. CSR juga dapat dipandang sebagai pengembangan masyarakat. Dengan CSR, pengembangan masyarakat, terutama masyarakat disekitar kegiatan usaha, akan terbantu dan dapat berkembang, seiring dengan perkembangan dunia usaha itu sendiri. Ada dua motivasi utama. pertama, akomodasi, yaitu kebijakan bisnis yang hanya bersifat, superficial, dan parsial. CSR dilakukan untuk memberi citra sebagai korporasi yang tanggap terhadap kepentingan sosial. Singkatnya, realisasi CSR yang bersifat akomodatif tidak melibatkan perubahan mendasar dalam kebijakan bisnis korporasi sesungguhnya, dan kedua, legitimasi, yaitu motivasi yang bertujuan untuk mempengaruhi wacana. Indonesia merupakan bagian dari negaranegara di dunia yang peduli terhadap pembangunan lingkungan hidup. Dalam operasionalnya telah lahir beberapa peraturan yang mengatur tentang hal tersebut antara lain : Peraturan Menteri BUMN tahun 2003 yang menyatakan bahwa setiap BUMN wajib menyisihkan maksimal 3% dari laba bersih untuk UKM, pendidikan dan pelatihan, dan tempat ibadah. Peraturan tersebut merupakan operasionalisasi dari UU lingkungan hidup yaitu UU No 23 tahun 1997. Kemudian PP No 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang isinya mengatakan bahwa AySetiap usaha dan atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Kesejahteraan masyarakat akan mendorong peningkatan daya beli, sehingga memperkuat daya serap pasar terhadap output perusahaan. Sedangkan kelestarian faktor-faktor produksi serta kelancaran proses produksi yang terjaga akan meningkatkan efisiensi proses produksi. Dua faktor tersebut akan meningkatkan potensi peningkatan laba perusahaan, dan dengan sendirinya meningkatkan kemampuan perusahaan mengalokasikan sebagian dari keuntungan untuk membiayai berbagai aktivitas CSR di tahun-tahun berikutnya, demikian juga halnya dengan PT Panca Usaha Palopo plywood. Seiring dengan pengembangan kegiatan yang mereka lakukan, maka perusahaan ini juga telah melaksanakan kegiatan CSR di lingkungan bisnisnya. Komitmen yang tinggi tentang keberhasilan CSR ini, mendorong mereka untuk senantiasa melaksanakan kegiatan ini. Perkembangan lingkungan perusahaan berjalan sedemikian cepat, sehingga membutuhkan berbagai inovasi dan kreasi kegiatan CSR yang mampu dirasakan masyarakat. Salah satu elemen Linda Astuti 38 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 penting dalam kesejahteraan hidup tersebut adalah adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan. Dalam hal ini peran manajemen perusahaan sangat penting dalam upaya untuk memformulasikan berbagai kegiatan CSR perusahaan, sehingga terjadi hubungan simbiosis mutualisme antara perusahaan dan masyarakat luas. Pada akhirnya kegiatan CSR perusahaan diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat implementasi. Program-program CSR dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan periodik. Kegiatan yang dilakukan senantiasa mengedepankan persoalan-persoalan vital yang dihadapi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraannya. Corporate Social Responsibility Goal merupakan tujuan kepedulian sosial perusahaan untuk meningkatkan peran perusahaan dalam komunitas sosial Karena, keberadaan sebuah perusahaan tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan dari masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. Perusahaan harus tanggap mengenai permasalahan yang ada di lingkungan sekitar perusahaan. Keberadaan perusahaan di suatu lingkungan masyarakat akan terasa nyaman dan tenang dalam kegiatan operasionalnya manakala masyarakat sekitar perusahaan bersifat kooperatif dengan perusahaan. Oleh karena itulah peranan CSR perusahaan sangat penting manakala perusahaan masih tetap ingin menjalankan fungsi bisnisnya. Corporate Social Issue akan terus berkembang seiring dengan dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Isu-isu sosial tersebut berkembang sebagai wujud dari adanya perubahan dalam cara pandang hidup masyarakat yang harus direspon oleh Ketidakmampuan perusahaan dalam menangkap issu sosial yang berkembang di masyarakat akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Dampak dari globalisasi yang terjadi dewasa ini, tidak hanya mempunyai dimensi ekonomi saja, akan tetapi juga mempunyai dimensi politik, teknologi, dan budaya. Pemikiran tersebut juga akan mempengaruhi cara berfikir kalangan usahawan dalam memandang strategi usahanya. Corporate tidak lagi dipandang sebagai bagian luar dari masyarakat tetapi perusahaan sudah menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Corporate Relation Program merupakan realisasi dan aktualisasi dari upaya perusahaan untuk terus dekat dengan masyarakat. CSR pada dasarnya merupakan suatu elemen yang penting dalam kerangka sustainability yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan dan sosial budaya yang merupakan proses penting dalam pengelolaan biaya dan keuntungan kegiatan bisnis dengan stakeholders baik secara internal . ekerja,shareholder,dan penanaman moda. , maupun eksternal . elembagaan, pengaturan umum, anggota-anggota masyarakat, kelompok masyarakat sipil dan Linda Astuti 39 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 perusahaan lai. dengan adanya program tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif baik bagi masyarakat maupun perusahaan itu sendiri. Berdasarkan latar belakang di atas dapat di tarik suatu rumusan masalah apakah Corporate Social responsibility berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Corporate Social responsibility terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood. Manfaat dalam penelitian ini terbagi atas dua yaitu teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini dapat dijadikan sebagai saran informasi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kesejahteraan masyarakat di PT. Panca Usaha Palopo Plywood. Secara praktis Penelitian ini diharapkan menjadi bahan refrensi penelitian-penelitian serupa dimasa yang akan datang serta memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi PT. Panca Usaha Palopo Plywood. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Teori stakeholder Teori stakeholder menjelaskan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri namun memberikan manfaat bagi stakeholder (Chariri, 2007:. Di dalam perusahaan adanya pihak yang diutamakan adalah stakeholder. Terdapat sejumlah stakeholder yang ada di masyarakat, dengan adanya pengungkapan CSR merupakan cara untuk mengelola hubungan organisasi dengan kelompok stakeholders yang berbeda. Tujuan utama dari perusahaan adalah menyeimbangkan konflik antara stakeholder (Chariri dan Ghozali, 2. bahwa kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada dukungan dari stakeholder sehingga aktivitas perusahaan adalah mencari dukungan tersebut. Ada alasan yang mendorong perusahaan perlu memperhatikan kepentingan stakeholder, yaitu: Isu lingkungan melibatkan kepentingan berbagai kelompok dalam masyarakat yang dapat mengganggu kualitas hidup mereka. Dalam era globalisasi telah mendorong produk-produk yang diperdagangkan harus bersahabat dengan lingkungan. Linda Astuti 40 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Para investor dapat menanamkan modalnyas cenderung untuk memilih perusahaan yang memiliki dan mengembangkan kebijakan dan program lingkungan. Teori Legitimasi Teori legitimasi menjelaskan perusahaan melakukan kegiatan usaha dengan batasan-batasan yang ditentukan oleh norma-norma, nilai-nilai sosial dan reaksi terhadap batasan tersebut mendorong pentingnya perilaku organisasi dengan memperhatikan lingkungan (Chariri, 2007:. Teori legitimasi memfokuskan pada interaksi antara perusahaan dengan masyarakat. Chariri dan Ghozali . berpendapat bahwa organisasi berusaha menciptakan keselarasan antara nilainilai sosial yang melekat pada kegiatannya dengan norma-norma perilaku yang ada dalam sistem sosial masyarakat dimana organisasi adalah bagian dari sistem tersebut. Selama kedua sistem nilai tersebut selaras, kita dapat melihat hal tersebut sebagai legitimasi perusahaan. Corporate Social Responsibility Corporate Social Responsibilyty (CSR) merupakan sebuah kesepakatan dari The World Bussiness Council for Sustainable Development (WBCSD) di Johannesburg Afrika Selatan pada tahun 2002 yang ditujukan untuk mendorong seluruh perusahaan dunia dalam rangka terciptanya suatu pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. , bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan, komunitas lokal dan komunitas secara keseluruhan dalam peningkatan kualitas hidup. Menurut Susanto . , seiring dengan kesadaran publik. CSR kini menjadi social license to operation . zin sosial untuk beroperas. Menurut Rachmi . CSR adalah Suatu mekanisme proses bisnis perusahaan yang mengintregrasikan aspek ekonomi, aspek social, dan aspek lingkungan dalam aktivitasnya mencari keuntungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan stakeholders, shareholder dan lingkungan sekitar. Menurut Budimanta . CSR pada dasarnya merupakan suatu elemen yang penting dalam kerangka sustainability yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan dan sosial budaya yang merupakan proses penting dalam pengelolaan biaya dan keuntungan kegiatan bisnis dengan stakeholders baik secara internal . ekerja, shareholders dan penanam moda. maupun eksternal . elembagaan, pengaturan umum, anggota-anggota masyarakat, kelompok masyarakat sipil dan perusahaan Corporate Social Responsibility Goal Linda Astuti 41 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 CSR dilakukan sedemikian rupa secara sistematis, terstruktur dan periodik. Tujuan CSR senantiasa mengedepankan persoalan-persoalan vital yang dihadapi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraannya, antara lain bidang agama, ekonomi, pendidikan dan Tujuan tersebut dapat dilaksanakan berdasarkan visi dan misi perusahaan. Berdasarkan tujuan-tujuan CSR tersebut, implementasi CSR perusahaan akan mengikuti arah dari kepentingan perusahaan di tengah-tengah komunitas lingkungan hidup masyarakat. Corporate Social Issue Isu-isu sosial akan terus berkembang seiring dengan dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Isu-isu sosial tersebut berkembang sebagai wujud dari adanya perubahan dalam cara pandang hidup masyarakat yang harus segera direspon oleh Ketidakmampuan perusahaan dalam menangkap isu sosial yang berkembang di masyarakat akan berdampak pada bentrokan yang terjadi di tengah-tengah komunitas kehidupan sosial masyarakat. Apalagi dalam suasana krisis ekonomi dunia yang sedang terjadi, persoalan perburuhan, komunikasi pemerintah dan perusahaan, bahkan hubungan pekerja di dalam perusahaan sendiri akan dapat terganggu dari mencuatnya isu sosial dalam Corporate Relation Program Program CSR merupakan realisasi dan aktualisasi dari upaya perusahaan untuk selalu dekat dengan masyarakat. Menurut Budimanta et al. ikutip oleh Mapisangka, 2. CSR pada dasarnya merupakan suatu elemen yang penting dalam kerangka sustainability yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan dan sosial budaya yang merupakan proses penting dalam pengelolaan biaya dan keuntungan bisnis dengan stakeholder baik secara internal maupun eksternal. Program CSR (Corporate Social Responsibilit. Bidang Kesehatan . Jalan sehat . Membangun Posyandu. Donor Darah. Sunatan massal. Linda Astuti 42 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Bidang Pendidikan . Perbaikan Sekolah . Penyediaan Perpustakaan Sekolah Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat . Pemberian bantuan lomba Hut RI . Pengembangan Masyarakat . Membuka kesempatan kerja dan magang industry . Bantuan kepada kaum duaAofa . Bantuan perbaikan jalan Bidang Seni Budaya dan Keagamaan . Pemeliharaan Budaya Lokal . Kegiatan Forum Beragama . Pembangunan Rumah Ibadah . Bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah/bencana Bidang Pelestarian Alam . Pemeliharaan Hutan . Penanaman Pohon . Pembagian Bibit Pohon . Pengelolaan limbah Kesejahteraan Masyarakat Kesejahteraan Masyarakat adalah salah satu pendekatan yang harus menjadi prinsip utama bagi seluruh unit-unit kepemerintahan maupun pihak korporasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan sosial (Maulana, 2. Kesejahteraan Masyarakat menurut Giarci . dalam Subejo & Supriyanto . adalah suatu hal yang memiliki pusat perhatian dalam membantu masyarakat pada berbagai tingkatan umur untuk tumbuh dan berkembang melalui berbagai fasilitas dan dukungan agar mereka mampu memutuskan. Linda Astuti 43 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 merencanakan dan mengambil tindakan untuk mengelola dan mengembangkan lingkungan fisiknya serta kesejahteraan sosial. Kesejahteraan masyarakat merupakan kondisi dimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang memadai yang dapat menunjang kualitas hidupnya sehingga memiliki status sosial yang mengantarkan pada status sosial yang sama terhadap warga lainnya (Yulianti,2. Kesejahteraan masyarakat haruslah menjadi tujuan akhir dari setiap aktivitas ekonomi yang dilakukan baik oleh sektor pemerintah, maupun sektor swasta. Kemajuan sebuah bisnis akan dipengaruhi oleh kesejahteraan lingkungan sekitarnya. METODE PENELITIAN Berdasarkan jenis datanya, data yang digunakan dalam penelitian ini yakni data kuantitatif yang berupa hasil kuesioner. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni data primer yang berupa jawaban responden terhadap pernyataan dalam kuesioner yang dikumpulkan dari masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood metode pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin (Noor, 2. Adapun, koesioner yang di bagikan sebanyak 96 respondent yang berlokasi di Desa Barowa Kecamatan BUA tersebar di empat dusun yaitu 24 orang dari Dusun Massigie, 24 orang dari Dusun Pabbiricca, 24 orang dari Dusun Dangkang dan 24 orang dari Dusun Muntalaka. Waktu yang di gunakan dalam penelitian ini kurang lebih A 3 . bulan terhitung mulai dari Maret-Mei. Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana adapun alat analisis yang di gunakan yaitu dengan menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Realibiltas Uji Validitas Uji Validitas menyatakan bahwa instrument yang di gunakan untuk mendapatakan data dapat digunakan atau tidak. Menurut Sugiyono . menyatak bahwa valid berarti instrument tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur. Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya pada objek dengan data yang di kumpulkan oleh peneliti. Linda Astuti 44 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Tabel 4. 1 Uji Validitas untuk Corporate Social Responsibility (CSR) Item total statistics Corrected item AeTotal Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Sumber: Data Hasil Olahan SPSS. Dari table 4. 2 di atas dapat lihat pada kolom Corrected item-Total correlation di mana untuk setiap item pernyataan tentang corporate social responsibility memiliki korelasi yang lebih besar dari batasan minimum nilai r yaitu 0,3 maka ke 8 pernyataan dianggap validitas. Tabel 4. 2 Uji Validitas Untuk Kesejahteraan Masyarakat Item total statistic Corrected item AeTotal Pernyataan 1 Pernyataan 2 Linda Astuti 45 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Pernyataan 9 Dari table 4. 2 di atas dapat kita lihat pada kolom Corrected item-Total correlation untuk setiap item pernyataan tentang Kesejahteraan Masyarakat memiliki korelasi yang lebih besar dari batasan minimum nilai r yaitu 0,3 maka ke 9 pernyataan dianggap valid. Uji Realibilitas Uji realibilitas menyatakan bahwa apabila instrument yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan meng hasilkan data yang sama. Menurut Sugiyono . realibilitas adalah derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu. Untuk pengambilan keputusan pada uji realibilitas biasanya menggunakan batasan 0,6. Dalam hal ini, realibilitas kurang dari 0,6 kurang baik, sedangkan 0,7 adalah dapat diterima dan lebih dari 0,8 dianggap Tabel 4. 3 Uji Realibilitas Corporate Social Responsibility (CSR) Reliability Statistics CronbachAos Alpha N of Items Sumber: Data hasi olahan SPSS,2017 Dari tabel 4. 3 Realibility statistics di atas, diperoleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,750 dengan jumlah item sebanyak 8 pernyataan. Hal ini membuktikan bahwa pernyataan tentang corporate social responsibility. adalah baik atau realibel. Linda Astuti 46 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Tabel 4. 4 Uji Realibilitas Kesejahteraan Masyarakat Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Data hasi olahan SPSS,2017 Dari tabel 4. 4 Realibility statistics di atas, diperoleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,753 dengan jumlah item sebanyak 9 pernyataan. Hal ini membuktikan bahwa pernyataan tentang Kesejahteraan Masyarakat adalah baik atau realibel. PENGUJIAN HIPOTESIS Pengujian Regresi Linear Sederhana Uji regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 4. Uji regresi linear sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Std. Error Corporate Social Responsibility Dependent Variable: kesejahteraan masyarakat Sumber: Output SPSS 21. 0, 2017 Dari tabel di atas, dapat diperoleh rumus regresi sebagai berikut: Y =19,221 0,421 X Linda Astuti 47 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Persamaan regresi di atas, konstanta . adalah sebesar 19,221 hal ini mengandung arti bahwa jika Corporate social responsibility nilainya sama dengan 0, maka kesejahteraan masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood sebesar 19,221. Dari hasil uji regresi tersebut dapat dikatakan nilai koefisien Corporate Social Responsibility sebesar 0,421 berpengaruh positif terhadap Kesejahteraan masyarakat. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Corporate social responsibility maka Kesejahteraan masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo sebesar 0,4. Tabel 4. Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error (Constan. Corporate Sig. Beta Dependent Variable: Kesejahteraan masyarakat Sumber: Output SPSS 21. 0, 2017 Hasil pengujian variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial yang dilakukan dengan uji statistik t menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility . berpengaruh terhadap Kesejahteraan masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood . Dari tabel diatas diketahui bahwa variable Corporate Social Responsibility . memiliki probabilitas signifikansi 0,000 dimana nilai tersebut < 0,05 sedangkan th sebesar 4,127 dimana lebih besar dari tb > 0,2006. Dengan demikian H0 diterima hal ini berarti Penerapan Corporate Social responsibility (CSR) berpengaruh positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood. Linda Astuti 48 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Tabel 4. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. , corporate social responsibility Dependent Variable: kesejahteraan masyarakat Sumber: Output SPSS 21. 0, 2017 Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan nilai koefisien korelasi R sebesar 0,392. Hal ini mengandung arti bahwa adanya hubungan antara Corporate social responsibility terhadap Kesejahteraan masyarakat karena memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0,05. Sedangkan R Square yang diperoleh sebesar 0,153 hal ini menunjukan bahwa Kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh variabel Corporate Social Responsibility . 15,3%, sedangkan sisanya 84,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian yang telah di lakukan dapat dijelaskan secara terperinci bahwa Corporate Social Responsibilty berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat disekitar PT Panca Usaha Palopo Plywoo. Hal ini sesuai dalam Teori stakeholder menjelaskan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri namun memberikan manfaat bagi stakeholder. Di dalam perusahaan pihak yang diutamakan adalah Terdapat sejumlah stakeholder yang ada di masyarakat. dengan adanya CSR keberlanjutan perusahaan akan terjamin karena akan memberikan tanggapan positif di mata PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada perusahan PT Panca Usaha Palopo plywood bahwa Corporate Social Responsibilty berpengaruh terhadap kesejahteraan Masyarakat di sekitar PT Panca Usaha Palopo Plywood sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Linda Astuti 49 | 51 Vol. 04 No. 01 Februari ISSN 2339-1502 Corporate Social Responsibilty sangat membentu perusahaan dalam menjga esistensinya sehingga mampu bersaing dengan pangsa pasar global. DAFTAR PUSTAKA