1559 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 EcoVillage Revival: Merevitalisasi Potensi Desa Melalui Ekowisata Berkelanjutan di Desa Tungkop. Kecamatan Sungai Mas Aulia Risky1. Hilda Fitriani Amin2. Faidatul Muhimmah Nasution3 Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar Progam Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar E-mail: a. risky6063@gmail. com1, hildafitrianiamin@gmail. Article History: Received: 01 Agustus 2025 Revised: 27 Agustus 2025 Accepted: 30 Agustus 2025 Keywords: ekowisata. revitalisasi potensi Korespondensi: Aulia Risky. risky6063@gmail. Abstract: Desa Tungkop terletak di Kecamatan Sungai Mas. Desa ini menawarkan beragam daya tarik wisata, termasuk wisata religi makam pahlawan Pocut Baren. Namun, sangat disayangkan potensi makam ini sebagai destinasi ekowisata sejarah belum dimanfaatkan secara maksimal. Minimnya informasi sejarah yang tersedia di lokasi membuat pengunjung, terutama generasi muda, belum mendapatkan gambaran utuh tentang Pocut Baren dan perannya dalam perjuangan kemerdekaan Selain itu, minimnya fasilitas pendukung seperti tempat sampah, peta desa, dan papan petunjuk desa juga menjadi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi potensi desa melalui ekowisata berkelanjutan di Desa Tungkop. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahap awal pelaksanaan diawali dengan identifikasi masalah melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK, pemuda, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata belum dimanfaatkan secara Upaya yang dapat dilakukan melalui kerjasama antara mahasiswa KKN, perangkat desa, pemuda dan masyarakat Desa Tungkop adalah memfasilitasi penyediaan informasi sejarah tentang Pocut Baren, peta Desa Tungkop, tempat sampah di pemakaman Pocut Baren, rambu lalu lintas desa dan pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan sabun cuci piring. PENDAHULUAN Indonesia memiliki sebagian besar penduduk yang beragama islam dan juga Indonesia kaya akan budaya serta sejarah yang beragam salah satunya di bidang ekowisata (Supriadi, 2. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Definisi ekowisata merujuk pada aktivitas pariwisata yang bertanggung jawab, yang terutama berfokus pada kegiatan wisata alam, sekaligus mencakup beberapa aktivitas wisata desa dan budaya (Wood, 2002 dalam (MuAotashim and Indahsari 2. Ekowisata . sebagai pendekatan pariwisata yang menekankan pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks desa, ekowisata bukan hanya memanfaatkan aset alam, tetapi juga dapat dibentuk menjadi bahan edukasi kepada pengunjung. Hal tersebut membuat warisan budaya dan sejarah lokal sebagai daya tarik berkelanjutan serta menumbuhkan jiwa spiritual. Salah satu bentuk ekowisata yang potensial adalah wisata sejarah pada situs makam Penelitian mengenai wisata sejarah di makam pahlawan misalnya Makam Sam Ratulangi (Dommits, 2. menunjukkan bahwa situs semacam ini tidak sekadar menjadi ruang ziarah, tetapi juga sarana pembelajaran sejarah, penguatan identitas, dan penanaman nilai patriotisme, khususnya pada generasi muda. Dampak positif ini meningkat bila pengelolaan disertai promosi dan media interpretasi yang efektif. Namun, banyak wisata-wisata sejarah makam pahlawan yang masih belum di ketahui oleh khalayak ramai terutama generasi zaman Disamping itu, banyak juga makam pahlawan yang belum di akui secara nasional oleh pemerintah Indonesia. Di Aceh, penelitian-penelitian terbaru juga menegaskan bahwa warisan sejarah religius memiliki nilai ekonomi, historis, dan sosial yang kuat bagi masyarakat jika dikelola dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal . eluarga/ahli waris, pemerintah, komunita. Salah satu pengalaman Banda Aceh pada destinasi makam ulama memperlihatkan bahwa tata kelola warisan yang inklusif memberi kemanfaatan . bagi pengunjung dan warga sekitar. Ini membuka peluang model serupa pada situs-situs sejarah di kabupaten lain di Aceh (Mukhtar et al. Selain Banda Aceh. Aceh Barat pun memiliki wisata religi yakni wisata makam pahlawan Pocut Baren yang terletak di desa Tungkop. Kecamatan Sungai Mas. Pocut Baren merupakan tokoh pejuang wanita Aceh yang gigih melawan kolonial Belanda pada masa penjajahan. Keberadaan makam ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi. Sayangnya, potensi makam ini sebagai destinasi ekowisata sejarah belum sepenuhnya dimanfaatkan secara Minimnya informasi sejarah yang tersaji di lokasi membuat pengunjung, khususnya generasi muda, tidak mendapatkan gambaran utuh mengenai sosok Pocut Baren dan peranannya dalam sejarah perjuangan bangsa. Akibatnya, kunjungan ke makam lebih bersifat ritual atau ziarah semata, tanpa diiringi pemahaman mendalam tentang nilai-nilai perjuangan yang terkandung di baliknya. Dalam konteks pembangunan desa berkelanjutan, konsep Ecovillage Revival hadir sebagai pendekatan yang menggabungkan pelestarian lingkungan, penguatan identitas budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui pendekatan ini, ekowisata tidak hanya menjadi sektor ekonomi potensial, tetapi juga wahana edukasi yang mampu membangun kesadaran sejarah, menumbuhkan rasa bangga, dan memotivasi masyarakat untuk menjaga warisan leluhur. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah penyediaan spanduk informasi sejarah Pocut Baren di sekitar area makam. Spanduk ini akan memuat narasi singkat sejarah perjuangan beliau, foto dokumentasi, serta nilai-nilai keteladanan yang relevan dengan kehidupan masa kini. Dengan media visual yang informatif dan menarik, pengunjung dapat memahami latar belakang sejarah sambil menikmati suasana lingkungan yang asri, sehingga tercipta pengalaman wisata yang edukatif sekaligus berkesan. Selain aspek sejarah, lingkungan di sekitar makam juga perlu ditata dengan baik. Masalah kebersihan masih menjadi isu utama di banyak destinasi wisata, termasuk di tingkat desa. Untuk itu, pembuatan tong sampah di area makam menjadi langkah konkret untuk mendukung gerakan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 desa bersih, sekaligus membangun kesadaran pengunjung dalam menjaga lingkungan (Rahmawati et al. Keberadaan spanduk peta Desa Tungkop juga dirasa penting karena menggambarkan letakletak wilayah Desa Tungkop yang menjadi representasi Desa tersebut (Luis, 2. Selanjutnya Peta Desa Tungkop tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai alat promosi potensi desa, seperti jalur menuju makam, fasilitas desa, hingga potensi wisata lain yang dapat Di samping itu, papan palang aparatur desa juga memiliki peranan penting sebagai sarana informasi yang menampilkan struktur organisasi pemerintahan gampong. Kehadiran papan palang ini tidak hanya berfungsi secara administratif, tetapi juga sebagai gambaran transparansi publik dan identitas desa terhadap aparatur desa yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta meningkatkan akuntabilitas pemerintahan. Papan palang berisi nama-nama jabatan aparat desa (Fitri Chairani, 2. Terakhir, sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, dilakukan pula sosialisasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan. Dimana kegiatan ini memberikan keterampilan praktis, wawasan serta meningkatkan kreatifitas ibu-ibu Desa Tungkop yang dapat membuka peluang usaha baik dari sisi ekonomi . saha mikr. maupun lingkungan . engurangi limbah rumah tangg. Tidak hanya itu. Produk sabun yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari (Lase 2. Dengan demikian, program ecovillage revival: merevitalisasi potensi desa Tungkop hadir tidak hanya menghidupkan kembali potensi ekowisata sejarah, memantik minat wisatawan, memperkuat pembelajaran sejarah, dan memfasilitasi tata kelola destinasi yang partisipatif dan berkelanjutan serta pengembangan ekonomi lokal tetapi juga untuk mengintegrasikan aspek kebersihan lingkungan, aksesibilitas informasi, transparansi publik dan identitas desa, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. METODE Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui KKN di Desa Tungkop adalah Participatory Action Research (PAR) atau penelitian tindakan partisipatif. Pemilihan metode ini didasarkan pada kelebihannya dalam mendorong kolaborasi aktif antara tim mahasiswa KKN, masyarakat, dan aparatur desa, sehingga setiap program yang dijalankan benarbenar selaras dengan kebutuhan serta potensi lokal. Tahapan awal pelaksanaan dimulai dengan identifikasi masalah, yang dilakukan melalui observasi langsung dilapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat maupun aparatur desa, serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD) bersama berbagai unsur masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK, pemuda, dan perangkat desa. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat terlibat secara langsung dalam proses perencanaan, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap program yang diimplementasikan. Setelah pengumpulan data awal, tim KKN melaksanakan analisis kebutuhan serta menyusun rencana program melalui pendekatan partisipatif. Seperti merancang desain spanduk sejarah pocut baren, tong sampah, papan palang aparatur desa serta peta desa Tungkop dengan anggota kkn dan perangkat desa. Selanjutnya pelatihan pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu desa tungkop, sekaligus melakukan gotong royong bersama membersihkan area makam pocut baren bersama perangkat desa dan masyarakat desa Tungkop. Pada bagian ini menjelaskan subjek dampingan, lokasi kegiatan, serta peran masyarakat dalam perencanaan dan pengorganisasikan program. Metode yang digunakan untuk mencapai a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 tujuan pengabdian diuraikan bersama tahapan kegiatan secara sistematis. Untuk memperjelas alur perencanaan dan strategi, digunakan tabel atau bagan pendukung. Tabel 1. Letak Geografis Desa : Tungkop Kecamatan : Sungai Mas Kabupaten : Aceh Barat Provinsi : Aceh Pelaksanaan program dilakukan secara bersama-sama antara mahasiswa KKN dan warga Desa Tungkop. Dalam konteks ini, mahasiswa tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pendamping yang mengarahkan masyarakat di setiap langkah pelaksanaan program. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat agar mereka dapat melanjutkan program secara berkelanjutan setelah KKN selesai. Selanjutnya, evaluasi dilakukan secara rutin. Evaluasi dilakukan secara kolaboratif oleh tim KKN untuk menilai perkembangan program, mengenali tantangan yang muncul, serta merumuskan solusi secara partisipatif. Seluruh informasi yang terkumpul, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif, dicatat dan dianalisis untuk menilai tingkat pencapaian serta efek program pada komunitas. Pengumpulan data dilaksanakan melalui dokumentasi gambar dan laporan aktivitas. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi tuntutan akademis, tetapi juga memberikan sumbangan yang signifikan dan berkelanjutan bagi Desa Tungkop. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Tungkop. Kecamatan Sungai Mas. Kabupaten Aceh Barat, mengangkat tema AuEcovillage Revival: Merevitalisasi Potensi Desa Melalui Ekowisata Berkelanjutan di Desa Tungkop. Kecamatan Sungai MasAy. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi sejarah dan ekowisata, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Adapun Pelaksanaan program KKN sebagai berikut: Pembuatan Spanduk Sejarah Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata KKN dalam menghidupkan kembali potensi ekowisata berbasis sejarah dan religi. Spanduk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pengunjung mengenai sosok Pocut Baren, seorang pahlawan perempuan Aceh yang berperan penting dalam perjuangan melawan Dalam konteks ekowisata, penyediaan informasi sejarah melalui spanduk sangat penting untuk memperkuat nilai daya tarik wisata. Wisatawan yang datang ke suatu destinasi tidak hanya mencari pengalaman visual, tetapi juga pengetahuan serta pemahaman budaya dan sejarah yang melekat di dalamnya (Rahman & Suryani, 2. Dengan adanya spanduk sejarah ini, pengunjung Makam Pocut Baren akan lebih mudah memahami latar belakang perjuangan Pocut Baren, nilai-nilai kepahlawanan, serta relevansinya dengan pembangunan karakter bangsa. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Gambar 1. Pemasangan spanduk sejarah di makam Pocut Baren Pembuatan Palang Nama Desa dan Nama Aparatur Desa Program ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan identitas desa, transparansi pemerintahan, serta mempermudah akses informasi bagi masyarakat dan Identitas desa melalui papan nama berfungsi sebagai simbol eksistensi wilayah, sekaligus memberikan informasi dasar yang penting bagi siapa saja yang memasuki kawasan tersebut. Program ini berhasil dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat, terutama aparatur desa dan pemuda desa, dalam proses perancangan dan Keterlibatan tersebut meningkatkan rasa memiliki terhadap sarana publik yang ada. Ke depan, papan nama ini dapat ditindaklanjuti dengan penambahan informasi digital (QR Cod. yang berisi profil desa, sejarah Pocut Baren, maupun informasi layanan Gambar 2. Pemasangan papan palang desa bersama perangkat desa dan pemuda desa Tungkop a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Pembuatan Peta Desa Tungkop Peta desa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung tata kelola wilayah, pelayanan publik, dan pengembangan potensi lokal. Dalam kegiatan KKN di Desa Tungkop. Kecamatan Sungai Mas. Kabupaten Aceh Barat, mahasiswa melaksanakan program kerja berupa pembuatan peta desa. Program ini bertujuan untuk memberikan gambaran visual mengenai batas wilayah, lokasi fasilitas umum, pemukiman, lahan pertanian, serta titik-titik penting yang ada di desa, selain sebagai sarana informasi geografis, peta juga dijadikan sebagai alat perencanaan pembangunan serta dapat digunakan untuk meningkatkan tranparansi informasi publik. Dalam konteks ekowisata, peta desa juga mendukung pengembangan wisata sejarah Pocut Baren dengan menunjukkan lokasi makam pahlawan, jalur akses, serta sarana pendukung wisata lainnya. Hal ini penting agar pengunjung memperoleh kemudahan dalam mengakses informasi, sekaligus memperkuat identitas Desa Tungkop sebagai desa dengan potensi wisata sejarah. Gambar 3. Peta desa Tungkop Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Pring Program ini merupakan salah satu kegiatan KKN di Desa Tungkop yang ditujukan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi rumah tangga sekaligus mengedukasi masyarakat tentang alternatif produk ramah lingkungan. Kegiatan ini dipilih karena kebutuhan masyarakat terhadap produk pembersih rumah tangga relatif tinggi, sementara ketergantungan pada produk pabrikan cenderung membebani biaya pengeluaran rumah Kegiatan sosialisasi ini melibatkan kelompok ibu rumah tangga sebagai peserta utama, karena merekalah pengguna utama produk rumah tangga. Dengan adanya pelatihan, masyarakat memperoleh keterampilan baru yang bersifat aplikatif dan dapat langsung diterapkan. Lebih jauh, kegiatan ini juga mendorong terciptanya semangat kemandirian dan gotong royong, di mana masyarakat bisa memproduksi kebutuhan sehari-hari secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada produk komersial. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Gambar 4. Sosialisasi program sabun cuci piring Pembuatan Tong Sampah di Kawasan Makam Pahlawan Pocut Baren Program ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi KKN dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, khususnya di area yang memiliki nilai sejarah dan potensi ekowisata. Keberadaan tempat sampah yang memadai menjadi hal penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus sebagai langkah preventif terhadap pencemaran yang dapat merusak nilai estetika serta kenyamanan pengunjung. Pembuatan tong sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana kebersihan, tetapi juga sebagai media edukasi lingkungan bagi masyarakat dan Melalui adanya fasilitas ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengelolaan ekowisata berkelanjutan (Nugroho & Wibowo, 2. Dengan demikian, kebersihan makam bukan hanya tanggung jawab pengelola, melainkan juga hasil partisipasi aktif seluruh Gambar 5. Pembuatan dan pengecatan tong sampah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Kegiatan ini sejalan dengan konsep Ecovillage Revival, yang menekankan sinergi antara pelestarian lingkungan, nilai budaya, dan pengembangan wisata. Fasilitas tong sampah yang dibuat oleh tim KKN bersifat sederhana namun fungsional, menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan tahan lama. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif kecil dapat memberikan dampak besar dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat (Handayani & Raharjo. Dengan adanya fasilitas pengelolaan sampah di area Makam Pocut Baren, diharapkan masyarakat dan pengunjung dapat lebih sadar terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Ke depan, program ini dapat ditindaklanjuti dengan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, serta integrasi dengan program bank sampah desa sehingga menciptakan manfaat ekonomi tambahan (Sukmawati & Wulandari, 2. KESIMPULAN Program KKN dengan tema Ecovillage Revival: Merevitalisasi Potensi Desa Melalui Ekowisata Berkelanjutan di Desa Tungkop. Kecamatan Sungai Mas telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Seluruh kegiatan yang dirancang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa, baik dalam aspek sejarah, sosial, lingkungan, maupun ekonomi. Ini dapat dilihat dari adanya spanduk sejarah Pocut Baren yang terletak di balai tempat pemakaman pocut baren, peta desa tungkop yang terletak di kantor desa tungkop, tong sampah yang berada di area makam pocut baren, papan palang aparatur desa yang terletak di rumah-ruumah perangkat desa serta terlaksananya program pelatihan cuci piring oleh ibu-ibu pkk desa tungkop. Secara keseluruhan, kegiatan KKN ini menunjukkan bahwa integrasi antara aspek edukasi sejarah, pelestarian lingkungan, transparansi pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat mendukung terwujudnya konsep ecovillage yang berkelanjutan. Namun, perlu diperhatikan lagi guna mendukung keberlanjutan dari program ini. Sehingga memerlukan peran penting dari perangkat desa dan masyarakat desa tungkop dalam merawat sarana yang telah ada, mempromosikan destinasi wisata makam pocut baren ke media sosial, menjaga kebersihan makam, memanfaatkan fasilitas, serta mengembangkan keterampilan pembuatan sabun sebagai usaha kecil. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Teuku Umar. Dosen Pembimbing Lapangan. Perangkat Desa Dan Masyarakat Desa Tungkop atas terlaksananya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). DAFTAR REFERENSI Dommits. Vindy Novita, . Yosua Swardin LaAoia. Tiara Debora Tombuku, and Eliazafi Yapikir Lahagu. AuWisata Sejarah Makam Sam Ratulangi: Mengenang Pahlawan Nasional Dan Jasanya Bagi Indonesia. Ay Jimps 733Ae41. Fitri Chairani. Iskandar. Muhammad Zaki Mubaraq Marliana. Maudina. Mawardi, and Rina Rahmi Saribanun. Ulya Salwa. AuRANCANG BANGUN PAPAN INFORMASI APARATUR DESA SEBAGAI PETUNJUK LOKASI DI DESA COT MESJID, KECAMATAN SAMATIGA. KABUPATEN ACEH BARAT. Ay BINA INSAN Jurnal Pengabdian Masyarakat 1. :18Ae28. Handayani. , & Raharjo. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 berbasis lingkungan berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 101110. Lase. Asali. AuPelatihan Dan Praktek Pembuatan Sabun Cuci Sunlight Di Desa Onozalukhu. Kecamatan Lahewa. Kabupaten Nias Utara. Ay ZADAMA Jurnal Pengabdian Masyarakat 1. :1Ae6. Luis. Ratantra Rasjid Agitama. Mahir Okky Dharmawan, and Priyono Priyono. AuPenyusunan Peta Desa Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat Hibah Peta Di Kelurahan Jebres. Kecamatan Jebres. Kota Surakarta. Ay Abdi Geomedisains 2. :1Ae8. 23917/abdigeomedisains. MuAotashim. Muhammad Rahmi, and Kurniyati Indahsari. AuPengembangan Ekowisata Di Indonesia. Ay Jurnal Usahid Solo 1. :295Ae308. Mukhtar. Marduati. Mohamed Ali Haniffa. Zulhilmi bin Paidi, and Mawardi M. Thaib. AuInvolvement of Families as Owners of Cultural Heritage Improving Religious Tourism in Banda Aceh: Perspective of Maslahah Theory. Ay Samarah 6. :655Ae77. 22373/sjhk. Nugroho. , & Wibowo. Edukasi lingkungan melalui wisata berbasis masyarakat. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 10. , 45-53. Rahman. , & Suryani. Peran media informasi dalam pengembangan destinasi ekowisata berbasis sejarah. Jurnal Pariwisata, 7. , 112-120. Rahmawati. Siska. Chade Chatena Munthe. Catherine Elisabeth Sinaga. Berliana Afriani Manurung. Fakhrunnisa Rosdianti, and Muhammad Ikhlas. AuEvaluasi Kesiapan Infrastruktur Dasar Sekolah Untuk Mendukung Program Lingkungan Hidup Berbasis Adiwiyata. Ay Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan 2. :233Ae47. Supriadi. Ekowisata dan pengolahan potensi desa: Perspektif pembangunan Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6. , 150-160. Sukmawati. , & Wulandari. Pengelolaan bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi lokal. Jurnal Ekonomi dan Lingkungan, 5. , 77-85. Wulandari. , & Susanto. Branding desa wisata berbasis sejarah dan budaya. Jurnal Pariwisata Nusantara, 3. , 88Ae97. ISSN : 2828-5700 .