Jurnal Surya Beton JURNAL ILMU TEKNIK SIPIL Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN : 0216-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON http://jurnal. id/index. php/suryabeton Implementasi BIM (Building Information Modellin. Take-Off Quantity Dengan Menggunakan Software Tekla Structures Pada Proyek Jalan Tol Jogja Ae Bawen Seksi 1 JC. Sleman Ae SS. Banyurejo Umar Abdul Aziz1. Damar Oemar Ghibran1,*. Larashati BAotari Setyaning1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo 1 Email: damarumargibran@gmail. Abstrak. Building Information Modeling (BIM) adalah metode pendekatan inovatif dalam industri konstruksi yang terbukti meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proyek infrastruktur. Prinsip-prinsip mendasar BIM mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemodelan tiga dimensi . D) berdasarkan Detail Engineering Design (DED), pengembangan jadwal . D), estimasi biaya . D), analisis dampak lingkungan . D), hingga manajemen operasional dan pemeliharaan . D). Dengan menggantikan pendekatan CAD konvensional terutama pada tahap analisis TakeOff Quantity (TOQ) dan dokumentasi. BIM memberikan hasil yang lebih akurat, rinci, dan komprehensif, dengan potensi untuk secara signifikan mendukung pertumbuhan infrastruktur di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih perhitungan volume concrete dan reinforcement bar eksisting . onvensional proye. dengan volume hasil TOQ menggunakan BIM Tekla Structures pada pekerjaan bored pile dan pile cap. Jenis penelitian adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membandingkan antara hasil TOQ (Takeoff Quantit. menggunakan metode BIM dengan TOQ dari RASD (Request Approval Shop Drawin. Objek penelitian ini adalah bored pile dan pile cap titik P16A. P17A. P18A pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja Ae Bawen seksi 1 JC. Sleman Ae SS. Banyurejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan bored pile, terdapat selisih volume reinforcement bar antara metode konvensional dan BIM sebesar 0,56% hingga 1,24%. Sementara pada pekerjaan pile cap, selisih volume reinforcement bar berkisar antara 0,18% hingga 0,90%. Adapun selisih volume concrete pada pekerjaan bored pile yaitu 0,16%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara estimasi volume concrete dan reinforcement bar dari metode eksisting dengan hasil TOQ yang dihasilkan menggunakan BIM Tekla Structures. Meskipun terdapat perbedaan antara estimasi volume, evaluasi menunjukkan bahwa selisih tersebut tidak signifikan. Kata Kunci : Building Information Modelling, take-off quantity, bored pile Abstrack. Building Information Modeling (BIM) is an innovative approach in the construction industry proven to enhance accuracy and efficiency in infrastructure projects. Fundamental principles of BIM encompass various stages, ranging from three-dimensional . D) modeling based on Detail Engineering Design (DED), schedule development . D), cost estimation . D), environmental impact analysis . D), to operational management and maintenance . D). By replacing conventional CAD approaches, particularly in the Take-Off Quantity (TOQ) analysis and documentation phase. BIM provides more precise, detailed, and comprehensive results, with the potential to significantly support infrastructure growth in Indonesia. This research aims to determine the discrepancy in concrete and reinforcement bar volume calculations between the existing . onventional projec. Umar Abdul Aziz dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . method and the TOQ results using Tekla Structures BIM for bored pile and pile cap work. The research type is a case study employing a quantitative approach to compare the TOQ results using the BIM method with TOQ from RASD (Request Approval Shop Drawin. The research objects are bored pile and pile cap at points P16A. P17A. P18A in the Jogja Ae Bawen Toll Road Construction Project Section 1 JC. Sleman Ae SS. Banyurejo. The research results indicate that for bored pile work, there is a discrepancy in the volume of reinforcement bars between the conventional method and BIM ranging from 0. 56% to 1. Meanwhile, for pile cap work, the difference in reinforcement bar volume ranges from 0. 18% to 0. The discrepancy in concrete volume for bored pile work is Therefore, it can be concluded that there is a difference between the estimated concrete and reinforcement bar volumes from the existing method and the TOQ results generated using BIM Tekla Structures. Although there is a difference in volume estimates, the evaluation suggests that these differences are not significant. Keyword : Building Information Modelling, take-off quantity, bored pile Pendahuluan Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Proyek pembangunan jalan tol menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah akses transportasi, dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Namun, dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, masalah utama yang dihadapi adalah biaya. Biaya yang terkait dengan volume material menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan. Estimasi yang tidak akurat dalam perhitungan volume material dapat berdampak pada kesalahan dalam perencanaan anggaran dan pengelolaan sumber daya proyek. Oleh karena itu, penting untuk memiliki perhitungan volume material yang akurat dan konsisten agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengontrol biaya proyek dengan efektif. Penggunaan BIM sebagai alat dalam perhitungan Take-Off Quantity (TOQ) menjadi sangat relevan. Menurut Alshabab and Al-baath dalam Travis. Karina . pekerjaan TOQ yang dikerjakan secara manual sangat menyita waktu oleh karena itu dibutuhkan teknologi yang dapat melakukan pekerjaan TOQ secara akurat dan Tong . menjelaskan bahwa quantity surveying berfungsi untuk dasar estimasi biaya proyek. Seiring berjalannya waktu harga suatu material dapat berubah, namun jumlah material yang dibutuhkan pada proyek tersebut adalah tetap sehingga proses perhitungan kuantitas secara akurat merupakan hal yang krusial dalam menentukan kesuksesan suatu proyek. Ada beberapa software teknik sipil yang bisa dikategorikan ke dalam Software BIM diantaranya Naviswork. Tekla Structures. Tekla Structural Designer. Revit Architecture. Nametscheck Vectorworks. Tekla Structures mendukung penyelesaian proyek dan membuat penyelesaian proyek lebih terintegrasi, mulai dari detail struktur hingga perhitungan volume material dan penjadwalan, serta menghasilkan keluaran rencana implementasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih perhitungan volume concrete dan reinforcement bar eksisting . onvensional proye. dengan volume hasil TOQ menggunakan BIM Tekla Structures pada pekerjaan bored pile dan pile cap. Metode Penelitian Jenis penelitian adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membandingkan antara hasil TOQ (Take-off Quantit. menggunakan metode BIM dengan TOQ dari RASD (Request Approval Shop Drawin. Objek penelitian ini adalah bored pile dan pile cap titik P16A. P17A. P18A pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja Ae Bawen seksi 1 JC. Sleman Ae SS. Banyurejo. Berikut merupakan metode penelitian yang digunakan: Umar Abdul Aziz dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Studi Literatur Studi literatur yang dilakukan adalah dengan cara membaca literatur yang berhubungan dengan penulisan penelitian dan juga buku panduan/manual software Tekla Structures yang akan digunakan untuk mempelajari serta memperdalam kegunaannya. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan berupa dokumen RASD (Request Approval Shop Drawing. item pekerjaan pile cap dan bored pile. Selanjutnya data yang dikumpulkan menjadi bahan perbandingan dengan hasil software Tekla Strucutre 2023 yang dalam penyajian datanya dibantu dengan software pendukung microsoft excel. Input data dengan software Tekla Structures Pada tahap ini dilakukan input data yang telah didapatkan dari proyek, dikarenakan data yang didapatkan dari proyek hanya RASD (Request Approval Shop Drawing. yang terdapat TOQ proyek di dalamnya. Maka dari itu, data yang diperoleh dari proyek dimodelkan dengan baik dan benar kedalam 3D dengan menggunakan tools software Tekla Structures 2023 dengan configuration reinforcement bar detailing dan add in yang digunakan adalah CIP-reinforcement bar detailing structural . D). Setelah selesai memodelkan secara structural template, kemudian melakukan input spesifikasi teknis material struktural pada schedule quantities. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini terletak pada pemetaan potensi titik clash antara gambar 2D dengan modelling 3D guna mendapatkan TOQ material struktural yang dalam penyajian estimasi TOQ didapatkan dari software Tekla Strucutre 2023 dibantu dengan menggunakan software pendukung yaitu Microsoft Excel. Pemodelan dan Analisis Estimasi TOQ Material Struktural Pemodelan menggunakan configuration reinforcement bar detailing dengan add in yang digunakan adalah CIP-reinforcement bar detailing . D). Hasil Penelitian Langkah awal dalam menganalisis TOQ adalah dengan membuat pemodelan 3d. Pada langkah ini terdapat 2 cara yaitu . melakukan pemodelan dari awal menggunakan software Tekla Structures atau . melakukan import file pemodelan dari software lain dalam format IFC (Industry Foundation Classe. Pada kasus ini akan dijelaskan bagaimana pemodelan langsung pada Tekla Structures. Pada penelitian ini yang dimodelakan adalah struktur bawah . ower structure. yang meliputi bored pile dan pile cap. Clash analysis merupakan proses yang dilakukan guna memperoleh deteksi tubrukan yang terjadi sehingga mengakibatkan part yang seharusnya dihitung terpisah oleh sistem menjadi terhitung dua kali karena part tersebut saling bertubrukan atau bertumpuk. Proses organizer dilakukan untuk menampilkan take-off quantity yang nantinya akan dijadikan data output yang kemudian diolah menggunakan software Microsoft excel. Organizer sendiri merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengatur dan mengelola informasi model struktural secara lebih Organizer memungkinkan pengguna untuk mengakses, menyunting, mengelompokkan, dan menganalisis objek-objek dalam model dengan cara yang lebih terstruktur. Perbandingan estimasi Take-Off Quantity (TOQ) material pada pekerjaan bored pile dan pile cap menggunakan metode konvensional dan metode Building Information Modeling (BIM) dengan menggunakan software Tekla Structures 2023. TOQ adalah salah satu parameter kunci dalam perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi, karena membantu dalam perencanaan material, anggaran, dan sumber daya lainnya. Metode BIM telah menjadi populer dalam industri konstruksi karena kemampuannya untuk membuat model 3D yang akurat dan terintegrasi dari proyek, sehingga dapat membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam estimasi TOQ. Namun, untuk memastikan keakuratan dan validitas metode BIM, perbandingan dengan metode konvensional masih diperlukan. Umar Abdul Aziz dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Data TOQ material bored pile dan pile cap diperoleh dari model BIM yang dibuat menggunakan software Tekla Structures 2023. Data tersebut kemudian diekspor dan diolah menggunakan Ms. Excel untuk mendapatkan tabel perbandingan antara TOQ konvensional dan TOQ BIM, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1, 2, dan 3. Estimasi TOQ material pekerjaan bored pile dan pile cap menggunakan software pendukung untuk mengolah data TOQ yang didapatkan dari software Tekla Structures 2023. Dikarenakan pada software Tekla Structures 2023 tidak menampilkan secara detail dari rekapitulasi estimasi TOQ material pekerjaan bored pile dan pile cap, maka dari itu diperlukan software pendukung yaitu Ms. Excel untuk mengolah data Ae data tersebut hingga mendapatkan data perhitungan TOQ. Pemodelan didapatkan volume TOQ menggunakan metode BIM pada pemodelan yang sudah dilakukan Sedangkan untuk perhitungan konvensional perlu diolah terlebih dahulu yang kemudian digunakan sebagai pembanding dengan data hasil perhitungan dengan menggunakan metode BIM. Data konvensional baik reinforcement bar maupun concrete diambil dari RASD yang terdapat pada lampiran untuk setiap titiknya. Bored Pile P16A Data Reinforcement bar pada bored pile dilakukan pengurangan berat total terhadap berat dari overlapping yang terletak pada sambungan pile cap dan bored pile, dikarenakan pada tahap pemodelan diabaikan. Sedangkan untuk concrete bored pile didapatkan dari rasio perbandingan antara berat reinforcement bar dengan volume concrete yang terdepat pada RASD. Untuk reinforcement bar dapat dihitung sebagai berikut: Oc BP = Oc BBP - BO BO = (Oo(A h1 D) h2 ) ycu . ,25yuU ycu ycc2 ) ycu yuU AA. (Persamaan 1. Rumus Panjang Lilitan Spira. Keterangan: Oc BP = Berat total reinforcement bored pile akhir Oc BBP = Berat total reinforcement bored pile awal = Berat overlapping bagian top off bored pile Perhitungan: D) h2 ) x . ,25A x d2 ) x A Oc BP = Oc BBP - (Oo(A Oc BP = 8. 671,17 - ((Oo(A 0,075 1,. 0,9002 ) x . ,25A x 0,0162 ) x 7. 0,900 Perhitungan Overlapping pada tulangan spiral sebagai berikut: Banyaknya Overlapping = (Panjang total besi awal /12mete. Ae 1bh 39,971 = ( 12 ) -1 = 2,331 buah = Banyak overlapping x 48d A SNI-03-2847-2002 = 2,331 x . x 0,. = 1,790 m Oc BP = 8. 671,170 - (. ,971 1,. x 0,000201 x 7. Oc BP = 8. 671,170 - 65,893 Oc BP = 8. 605,277 kg Oc BP11 = 8. 605,277 x 11 Oc BP11 = 94. 658,047 kg Panjang Overlapping Umar Abdul Aziz dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Untuk concrete dapat dihitung sebagai berikut: Oc BBP VC = Rasio a. (Persamaan 2. Rasio Concrete dan Reinforcemen. VC = 382,87 219,17 VC = 435,200 m3 Bored Pile P17A Perhitungan: Oc BP = Oc BBP - (Oo(A h1 D) h2 ) x . ,25A x d2 ) x A Oc BP = 6. 853,020 - ((Oo(A 0,075 1,. 0,9002 ) x . ,25A x 0,0162 ) x 7. 0,900 Oc BP = 6. 853,020 - (. ,971 1,. x 0,000201 x 7. Oc BP = 6. 853,020 - 65,893 Oc BP = 6. 787,127 kg Oc BP11 = 6. 787,127 x 11 Oc BP11 = 74. 658,397 kg Untuk concrete dapat dihitung sebagai berikut: Oc BBP VC = Rasio VC = 383,22 173,21 VC = 435,213 m3 Bored Pile P18A D) h2 ) x . ,25A x d2 ) x A Oc BP = Oc BBP - (Oo(A Oc BP = 6. 505,320 - ((Oo(A 0,075 1,. 0,9002 ) x . ,25A x 0,0162 ) x 7. 0,900 Oc BP = 6. 505,320 - (. ,971 1,. x 0,000201 x 7. Oc BP = 6. 505,320 - 65,893 Oc BP = 6. 439,427 kg Oc BP11 = 6. 439,427 x 16 Oc BP11 = 103. 030,832 kg Untuk concrete dapat dihitung sebagai berikut: VC = VC = Oc BBP Rasio 085,12 149,48 VC = 696,315 m3 Dari hasil perhitungan di atas, didapatkan quantity reinforcement bar akhir sebagai berikut: Bored pile P16A = 94. 658,047 kg Umar Abdul Aziz dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Bored pile P17A = 74. 658,397 kg Bored pile P18A = 103. 030,832 kg Dan juga didapatkan quantity concrete sebagai berikut: Bored pile P16A = 435. 200 kg Bored pile P17A = 435. 213 kg Bored pile P18A = 696. 315 kg Sehingga dari data quantity yang sudah diolah tersebut dapat dilakukan perbandingan dengan data quantity dari perhitungan menggunakan metode BIM. Berikut merupakan tabel perbandingan antara TOQ konvensional dan metode BIM: Part Name Bored Pile Part Name Pile Cap Part Name Bored Pile Tabel 1. Perbandingan TOQ Reinforcement Bar Bored Pile Reinforcement bar Berat . Selisih Name Konvensional BIM Volume . P16A 658,047 132,210 525,837 P17A 658,397 841,800 816,597 P18A 030,832 755,080 275,752 0,56 1,09 1,24 Tabel 2. Perbandingan TOQ Reinforcement Bar Pile Cap Reinforcement bar Berat . Selisih Name Konvensional BIM Konvensional P16A 895,070 781,220 113,850 P17A 895,070 781,220 113,850 P18A 279,990 345,680 934,310 0,18 0,18 0,90 Tabel 3. Perbandingan TOQ Concrete Bored Pile Concrete Volume . A) Selisih Name Konvensional BIM Volume . A) P16A 435,200 434,512 0,688 P17A 435,213 434,512 0,701 P18A 696,315 695,219 1,096 0,16 0,16 0,16 Dari hasil perbandingan yang ditampilkan dalam Tabel 1, 2, dan 3 terlihat bahwa nilai TOQ konvensional (RASD) cenderung lebih besar daripada TOQ BIM. Namun, selisih tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan antara TOQ konvensional dan metode BIM sebagai berikut: Kualitas dan Ketersediaan Data Awal Kualitas dan kelengkapan data awal yang digunakan dalam model BIM akan sangat mempengaruhi akurasi hasil penghitungan TOQ. Jika data awal tidak lengkap, tidak tepat, atau terdapat kesalahan, maka hasil penghitungan yang dihasilkan oleh software Tekla Structure juga akan menjadi kurang akurat. Tingkat Kepresisian Model BIM Semakin presisi dan detail model BIM yang dibuat, semakin akurat juga hasil perhitungan TOQ yang Jika model BIM kurang presisi atau tidak mencerminkan kondisi lapangan secara tepat, maka hasil perhitungan bisa mengalami deviasi yang signifikan. Umar Abdul Aziz dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Kemampuan Operator dalam Mengoperasikan software Tekla Structures Kemampuan operator atau pengguna software Tekla Structures maupun software pendukung BIM lainnya, juga dapat mempengaruhi hasil evaluasi. Jika operator tidak terlatih dengan baik dalam menggunakan software ini, maka bisa terjadi kesalahan dalam proses penghitungan dan interpretasi hasil. Pemilihan Metode Penghitungan Software Tekla Structures menawarkan beberapa metode penghitungan yang dapat digunakan. Pemilihan metode yang sesuai dengan jenis struktur dan proyek tertentu akan berpengaruh pada akurasi hasil evaluasi. Pembulatan dan Format Angka Penggunaan pembulatan atau format angka yang berbeda dalam proses penghitungan dapat menyebabkan perbedaan hasil akhir. Oleh karena itu, perlu memperhatikan konsistensi dan ketelitian dalam pembulatan dan format angka yang digunakan. Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara estimasi volume concrete dan reinforcement bar dari metode eksisting dengan hasil TOQ yang dihasilkan menggunakan BIM Tekla Structures. Perbandingan antara kedua metode dalam bentuk tabel. Dari tabel perbandingan, dapat dilihat bahwa pada pekerjaan bored pile, terdapat selisih volume reinforcement bar antara metode eksisting dan BIM sebesar 0,56% hingga 1,24%. Sementara pada pekerjaan pile cap, selisih volume reinforcement bar berkisar antara 0,18% hingga 0,90%. Adapun selisih volume concrete pada pekerjaan bored pile yaitu 0,16% dan pada pekerjaan pile cap tidak dihitung karena data yang diperlukan untuk megetahui volume konvensional (RASD) tidak tersedia. Meskipun terdapat perbedaan antara estimasi volume, evaluasi menunjukkan bahwa selisih tersebut tidak Dalam beberapa kasus, selisihnya cukup kecil dan tidak akan signifikan mempengaruhi perencanaan dan pengelolaan proyek secara keseluruhan. Namun, tetap diperlukan perhatian terhadap akurasi dan presisi data awal, model BIM, dan penggunaan software Tekla Structures untuk memastikan keberhasilan implementasi BIM dalam proyek konstruksi. 2 Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan, maka saran yang dapat diambil untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Penerapan BIM sebaiknya dapat dilakukan minimal sampai 5D cost estimating, sehingga pengaplikasian BIM dapat diterapkan kedalam dunia proyek yang sesungguhnya. Perlunya peningkatan pemahaman dalam pengoperasian software BIM agar dapat diperoleh hasil yang maksimal dan sesuai dengan kondisi lapangan juga standar perencanaan yang berlaku. Dalam penerapan software berbasis BIM sebaiknya dilakukan riset terlebih dahulu mengenai karakteristik software tersebut supaya didapatkan hasil yang maksimal, karena pada beberapa software memang dikhususkan untuk mengelola jenis proyek konstruksi tertentu sehingga memberikan gambaran yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Daftar Pustaka