Volume . Issue . September / 2024 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo Karmila Abd. Razak 1. Sudirman 2* 1-2 Universitas Negeri Gorontalo Sudirman@ung. ABSTRACT This study aims determine the effect of online learning media on seventh-grade students' learning motivation in integrated social studies subjects at SMP state junior high school in Telaga. Gorontalo Regency. Furthermore, this quantitative correlational research employed a descriptive quantitative approach. Likewise. It employed primary data obtained from distributing questionnaires. The sampling in this study used the Slovin formula, with the number of samples in this study amounting to 26 respondents. The data were further analyzed by simple linear regression with SPSS 21 program. The results show that online learning media have a positive and significant effect on students' learning motivation, which means that the better the use of online learning media will increase students' learning motivation The coefficient of determination shows that as many as 74. 1% of the learning facihries can explain the variability of students' learning Keywords: Online Learning Media. Student Learning Motivation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII Di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorotalo. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran online berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, yang berarti semakin baik penggunaan media pembelajaran online akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 74,1% yang berarti variabilitas motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh media pembelajaran online sebesar 74,1%. Kata Kunci: Media Pembelajaran Online. Motivasi Belajar Siswa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Pendahuluan Hampir semua orang mengetahui apa itu pendidikan. Sebab pendidikan tidak pernah terpisah dengan kehidupan manusia karena pendidikan adalah bentuk perwujudan dari seni dan budaya manusia itu sendiri serta syarat akan perkembangan, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Pendidikan pada dasarnya untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya, sehingga manusia mampu menghadapi setiap perubahan yang akan terjadi. Seiring dengan perkembangan waktu pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan. Adapun perubahan yang sangat nampak terjadi yaitu penggunaan pembelajaran online sebagai media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran online sangat terasa manfaat dan pengaruhnya, salah satunya yakni mempermudah para siswa dan tenaga pengajar dalam melakukan proses belajar mengajar. Adapun pengaruhnya yakni dilihat pada kondisi pandemi Covid19 yang terjadi di tahun 2020 saat ini, hampir semua proses belajar mengajar dilakukan menggunakan media pembelajaran online yang melibatkan guru maupun siswa. Dengan adanya media pembelajaran online, siswa dapat merespon dan memberikan rasa antusias mereka dalam mengerjakan tugas sekolah yang dikerjakan melalui media internet. Maka dalam penggunaan media pembelajaran online atau internet ini perlu adanya motivasi itu sendiri. Menurut puspitasari . motivasi belajar adalah dorongan dari proses belajar dan tujuan dari belajar adalah mendapatkan manfaat dari proses Beberapa siswa mengalami masalah dalam belajar yang berakibat prestasi belajar tidak sesuai dengan yang diterapkan. Uantuk mengatasi yang dialami tersebut perlu ditelusuri faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah motivasi belajar siswa, dimana motivasi belajar merupakan syarat mutlak untuk belajar, serta sangat memberika pengaruh besar dalam memberikan gairah atau semangat dalam belajar. Motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (Suryabrata ,2000:. Dalam hal ini motif bukanlah hal yang dapat diamati, tetapi adalah hal yang dapat disimpulkan karena adanya sesuatu yang dapat disaksikan. Motivasi adalah perubahan energi dalam diri sesorang yang ditandai dengan munculnya AufeelingAy dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Pengertian yang dikemukakan di atas ini mengandung tiga elemen penting. (Mc. Donald dalam buku Sadirman, 2016:. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia yang artinya motivasi ialah yang muncul pada diri manusia itu sendiri. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa AufeelingAy, efeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, efeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi dalam kemunculannya Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 karena terangsang/ terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan . Dengan ketiga elemen di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, dan semua ini didorong karena adanya tujuan kebutuhan atau Penggunaan media pembelajaran online membantu dalam proses belajar mengajar antara guru dan siswa tanpa bertatap muka satu sama lain. Hal itu disebabkan bantuan alat elektronik yang terkoneksi dengan internet sehingga siswa dapat belajar dimanapun dan kapanpun tanpa harus datang ke sekolah Para pakar mendefinisikan e-learning dari berbagai sudut pandang sebagai berikut. E-learning merupakan jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, atau media jaringan komputer lain Media pembelajarn online atau E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung proses belajar-mengajar dengan media internet, jaringan komputer, ataupun komputer standalone Media pembelajaran online atau E-learning adalah semua yang mencangkup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk penggunaan mobile technologies, seperti PDA dan MP3 players. (Thomas Toth, 2003. Athabasca Universitas Wikipedi. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar-mengajar dapat disebut sebagai E-learning. E-learning dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik . , baik secara formal maupun informal. Perkembangan teknologi informasi saat ini . mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru . Dr. Hamzah B. Uno. Pd, 2007:. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal sehingga memberika efektivitas dalam waktu, tempat, bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam rangka mendukung usaha-usaha pelaksanaan proses belajar- mengajar yang menjurus kepada pencapaian tujuan pembelajaran. (Nunuk Suyani dan Leo Agung dalam buku Hamzah, 2012:. Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran IPS dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya . eal Siswa dan guru tidak perlu secara fisik di kelas . lassroom meetin. , karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Siswa juga dapat bekerja sama . satu sama lain. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti, siswa di SMP Negeri 1 Telaga masih belum sempurna dalam mengikuti pembelajaran secara online serta pada perkembangan zaman seperti menggunakan hand phone pribadi yang kemungkinan belum di izinkan oleh orang tua atau memang dari faktor ekonomi. sedangkan hand phone ini merupakan alat penting untuk proses pembelajaran online terutama pada kondisi covid-19 yang sudah memiliki surat edaran dari pemeritah bahwa sanya setiap sekolah diperintahkan untuk melakukan proses belajar mengajar di rumah. Disetiap pembelajaran secara online banyak siswa yang hanya mengikuti pembelajarannya namun tidak berpastisipasi secara keseluruhan dalam proses belajar- memgajar dikarenakan tidak adanya interaksi secara langsung baik antar guru maupun siswa, serta hanya beberapa juga yang mengikuti proses belajar mengajar, faktor diantaranya karena tidak adanya biaya untuk mengakses internet. Melalui fenomena riset penelitian sebelumnya mengenai Pengaruh Teknologi Informasi Komunikasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Vi Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 4 Kota Gorontalo yang dilakukan oleh moh. Yanis . menghasilkan penelitian yaitu dengan adanya penggunaan media pembelajaran online dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam proses belajar- mengajar serta pemanfaatan media pembelajaran online dalam kegiatan pembelajaran akan menjadi peningkatan yang signifikan bagi siswa yang termotivasi dalam pada mata pelajaran IPS. Pengertian Motivasi Belajar Istilah motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau Motif tidak dapat diartikan secara langsung, tetapi dapat diinteraksikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu. Motivasi adalah perubahan energi dalam diri sesorang yang ditandai dengan munculnya AufeelingAy dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Pengertian yang dikemukakan di atas ini mengandung tiga elemen penting. (Mc. Donald dalam buku Sadirman. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu Yang artinya motivasi ialah yang muncul pada diri manusia itu sendiri. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa AufeelingAy, efeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, efeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi dalam kemunculannya karena terangsang/ terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini karena adaya Dengan ketiga elemen di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai sesuatu yang Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, dan semua ini didorong karena adanya tujuan kebutuhan atau keinginan. Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan . einforced practiv. yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Dikatakan AukeseluruhanAy, karena pada umumnya ada beberapa motif yang bersama-sama menggerakkan siswa untuk belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang konduktif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi harus diingat, kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswasiswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku (Hamzah,2012:. , pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam Indikator motivasi belajar dapat diklarifikasi sebagai berikut. Adanya hasrat dan keinginan berhasil, . Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, . Adanya harapan dan cita-cita masa depan, . Adanya penghargaan dalam belajar . Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar . Adanya lingkungan belajar yang konduktif. Sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik. Kebutuhan Dan Teori Tentang Motivasi Memberikan motivasi kepada seseorang siswa, berarti menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Pada tahap awalnya akan menyebabkan si subjek belajar merasa ada kebutuhan dan ingin melakukan sesuatu kegiatan belajar. Menurut Morgan dan ditulis kembali oleh S. Nasution, manusia hidup dengan berbagai kebutuhan diantaranya yakni: Kebutuhan untuk berbuat sesuatu untuk sesuatu aktivitas. Hal ini sangat penting bagi anak, karena perbuatan sendiri itu mengandung suatu kegembiraan baginya. Sesuai dengan konsep ini, bagi orang tua yang memaksa anak Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 untuk diam di rumah saja adalah bertentangan dengan hakikat anak. Activities in it self is a pleasure. Hal ini dapat dihubungkan dengan suatu kegiatan belajar bahwa pekerjaan atau belajar itu akan berhasil kalau disertai dengan rasa gembira. Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain Banyak orang yang dalam kehidupannya memiliki motivasi untuk banyak berbuat sesuatu demi kesenangan orang lain. Harga diri seseorang dapat dinilai dari berhasil tidaknya usaha memberikan kesenangan pada orang lain. Hal ini sudah tentu merupakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri bagi orang yang melakukan kegiatan Konsep ini dapat diterapkan pada berbagai kegiatan, misalnya anak-anak itu rela bekerja, rajin atau rela belajar apabila diberikan motivasi untuk melakukan sesuatu kegiatan belajar untuk orang yang disukainya . isalnya bekerja, belajar demi orang tua, atau orang yang sudah dewasa akan bekerja, belajar demi seseorang calon teman Kebutuhan untuk mencapai hasil Suatu pekerjaan atau kegiatan belajar itu akan berhasil baik, kalau disertai dengan Aspek pujian ini merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dan belajar dengan giat. Apabila hasil pekerjaan atau usaha belajar itu tidak dihiraukan orang lain/guru atau orang tua misalnya, boleh jadi kegiatan anak menjadi berkurang. Dalam kegiatan belajar-mengajar istilahnya perlu dikembangkan unsur reinforcement. Pujian atau reinforcement ini harus selalu dikaitkan dengan prestasi yang baik. Anakanak harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan sesuatu dengan hasil yang optimal, sehingga ada Ausanse of suecesAy. Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan Suatu kesulitan atau hambatan, mungkin cacat, mungkin menimbulkan rasa rendah diri, tetapi hal ini menjadi dorongan untuk mencari kompensasi dengan usaha yang tekun dan luar biasa, sehingga tercapai kelebihan/keunggulan dalam bidang tertentu. Peranan Motivasi Dalam Belajar Dan Pembelajaran Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran antara lain Peran motivasi dalam menentukan peguatan belajar Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Sebagai contoh , seorang anak akan memecahkan materi matematika dengan bantuan tabel logaritma. Tanpa bantuan tabel tersebut, anak itu tidak dapat menyelesaikan tugas matematikanya. Dalam kaitan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 itu, anak berusaha mencari buku tabel matematika. Upaya untuk mencari tabel matematika meruapakan peran motivasi yang dapat menimbulkan penguatan belajar. Peristiwa dia atas dapat dipahami bahwa sesuatu dapat menjadi penguat belajar untuk seseorang/siswa, apabila dia sedang benar-benar mempunyai motivasi untuk belajar sesuatu. Dengan perkataan lain, motivasi dapat menentukan halhal apa di lingkungan anak yang dapat memperkuat perbuatan belajar. Untuk seorang guru perlu memahami suasana itu, agar dia dapat membantu siswanya dalam memilih faktor-faktor atau keadaan yang ada dalam lingkungan siswa sebagai bahan penguat Hal itu tdak cukup memberikan yang lebih penting adalah mengaitkan isi pelajaran dengan perangkat apapun yang berada paling dekat dengan siswa Peran motivasi dalam menjelasakan tujuan belajar Peran motivasi dalam menjelaskan tujuan belajar erat kaitanya dengan pemaknaan siswa akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi siswa. Motivasi menentukan ketentuan belajar Seorang siswa yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan sesorang tekun Sebaliknya, apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dalam Fungsi Motivasi Dalam Belajar Adanya motivasi belajar memicu para siswa dalam melakukan proses belajarmengajar. Hal ini disebabkan jika siswa sudah termotivasi dalam proses pembelajaran maka akan berdampak untuk melakukan yang terbaik sehingga nilai akhir dari siswa akan menglami peningkatan Dengan demikian motivasi mempengaruhi adanya kegiatan belajar (Hamzah,2012:. , yakni. Mendorong siswa untuk berbuat. Pada mulanya siswa tidak memiliki hasrat untuk belajar tetapi ada sesuatu yang dicari muncul minat belajar tersebut. Pada dasarnya sesuatu yang akan dicari itu hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu dari sesuatu yang dipelajari, sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong siswa untuk dari sinilah siswa mendorong hasratnya atau pendiriannya ke arah sejumlah perbutan dalam belajar. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat mememberikan arah dan kegiatan yang harus Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. Disini siswa sudah melakukan aktivitas belajar dengan segenap jiwa dan raga. Menyeleksi perbuatan. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbutan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut. Ciri-ciri Motivasi Belajar Ada beberapa ciri motivasi belajar yang terdapat pada diri seseorang yang dikemukakan oleh (Sadirman, 2001:. , yaitu: Menunjukkan minat untuk belajar Lebih senang menyelesaikan pelajaran dengan mandiri Tidak jenuh terhadap tugas-tugas yang rutin diberikan oleh guru Dapat mempertahankan pendapatnya sendiri Tidak mudah putus asah terhadap hal yang diyakini Sering berlatih dalam memecahkan soal-soal pembelajaran Rajin dan tekun dalam menghadapi banyak tugas Ulet dalam mengatasi kesulitan belajar. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Dalam jenis-jenis motivasi belajar (Hamalik, 2001:. mengemukakan bahwa motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup di dalam situasi belajar dan memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa. Motivasi ini sering juga disebut motivasi murni. Motivasi yang sebenarnya yang timbul dalam diri siswa sendiri, dan pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, dll. Jadi motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor- faktor dari luar situasi belajar seperti ijazah, tingkatan hadiah, dll. Motivasi esktrinsik ini tetap dipeluaskan di sekolah, sebab pengajaran disekolah tidak semuaya menarik minat siswa atau sesuai dengan kebutuhan siswa. karena itu, motivasi terhadap pelajaran itu perlu dibangkitkan oleh guru , serta dalam motivasi siswa kita tidak akan menentukan suatu formula tertentu yang dapat digunakan setiap saat oleh guru. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Dalam faktor yang mempengaruhi motivasi belajar (Dimyati dan Mudjino, 2. mengemukakan bahwa yang mempengaruhi motivasi belajar adalah sebagai berikut. Cita-cita atau aspirasi siswa. Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan dapat menumbuhkan kemaun belajar yang akan menimbulkan cita-cita dalam kehidupan. Cita-cita dapat memperkuat motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Kemauan siswa. Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan untuk mencapainya. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 karena kemauan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas Kondisi siswa. Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi Kondisi lingkungan siswa. Siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar, oleh karena itu kondisi lingkungan harus sehat, kerukunan, dan ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya agar semangat dan motivasi belajar siswa mudah diperkuat. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Media Pembelajaran Online Pengertian Media Media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar (Aristo, 2003 : . AECT (Association Of Educational and Communication Technolog. mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang digunakan orang, untuk menyalurkan pesan (Aristo, 2003 : . Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium yang dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Ibrahim 2012:. Media merupakan sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan . ovee dalam ibrahim, 2007:. Media juga sebagai segala bentuk dan satuan yang digunakan orang untuk mengeluarkan pesan atau informasi yang dikemukakan oleh (Arsyad, 2009:. Sedangkan Gerlach dan Ely ( dalamarsyad, 2009:. mengatakan bahwa media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membngun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang mempunyai peranan penting dalam pembelajaran . rsyad,2011:. Berdasarkan pendapat dari para ahli tersebut ada persamaan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian. Pada hakekatnya, proses belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima (Daryanto, 2011:. Pesan beripa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik secara verbal maupun nonverbal. Berdasarkan hal tersebut media harus mempunyai manfaat sebagai berikut. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis . Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Menimbulkan gairah belajar . Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemapuan visual, auditori, dan kinestetiknya. Memberikan rangsangan yang sama, dan menimbulkan presepsi yang sama. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru . , bahan pembelajaran, media pembelajaran itu sandiri, peserta didik . , dan tujuan pembelajaran: jadi media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan pembelajaran . sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan peserta didik dalam kegiatan belajar uantuk mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran Penggunaan media berbasis pada upayanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga pendidik dan siswa tidak gagap terhadap teknologi. Media pembelajaran menurut Oemar Hamalik . , ialah sebagai alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Istilah media pembelajaran ternyata diartikan dengan berbgai cara. Ada pengrang yang mengartikan secara luas, yaitu setiap orang, maeri atau peristiwa yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dari sikap (Winkel, 2. Dengan demikian guru, buku pelajaran, dan gedung sekolah menjadi suatu medium ppengajaran. Ada pula pengarang yang mengartikan istilah itu secara agak sempit, yaitu alat-alat yang menjadi prantara siswa dan materi pelajaran Menurut konsep Dc Corte sebagaimana dikutip oleh Winkel . , media pembelajaran ialah suatu sarana non personal . ukum manusi. yang digunakan oleh tenaga pengajar, yang memegang perantara penting dalam belajarmengajar, untuk mencapai tujuan instruksional. Dengan menggunakan media, guru dapat memperkarya, memperluas, dan memperdalam proses belajar- mengajar, lebih-lebih bila tersedia media yang merangsang dari satu organ penginderaan. Istlilah media sangat populer dalam bidang komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan peralatan yang dapat digunakan atau tidak digunakan, tergantung dari tujuan instruksional, keadaan awal siswa secara aktual, materi pelajaran, prosedur didaktik dan bentuk pengelompokkan Tersedianya sejumlah media pembelajaran, memberikan alternatif kepada guru untuk memilih alat mana yang paling sesuai, dengan mengingat keuntungan dan kelemahan dari masing-masing media pembelajaran. Menurut hamalik . dalam buku Azhar arsyad . mengemukakan bahwa pada pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan atau minat belajar bagi siswa dan termasud dalam membangkitkan motivasi dalam kegiatan belajar. Penggunaan media pembelajaran pada Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses belajar-mengajar. selain membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, serta memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Menurut levied and lentz dalam buku Azhar Arsyad . , ada 4 fungsi media pembelajaran online yaitu: Fungsi Atensi Funsi atensimedia memiliki inti untuk menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkosentrasi kepada isi pelajaranyang di tampilakan layar media seperti laptop, komputer atau hal lainnya (Azhar Arsyad, 2013:. dengan menggunakan media pembelajaran ini materi pelajaran yang disampaikan pada proses pembelajaran daring atau online ini dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkosentrasi pada isi pembelajaran yang disampaikan oleh guru pengajar. Fungsi Afektif Fungsi afektif pada media dapat terlihat dari tingkat kesenangan siswa ketika mempelajari suatu materi berdasarkan gambar atau lambang yang terdapat dalam suatu materi dan dapat mengubah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut pada masalah sosial dan ras. Fungsi kognitif Fungsi kognitif pada media pembelajaran terlihat dari temuan-temuan penelitian mengungkapkan bahwa suatu gambar dapat memperlancar suatu tujuan untuk mencapai atau memahami dan mengingat informasih atau materi yang disampaikan yang terkandung di dalam gambar. Fungsi kompensatoris Fungsi ini dalam media pembelajaran yaitu dapat mengemukakan bahwa media dapat memberikan konteks untuk memabntu siswa dalam memahami materi pembelajaran yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi yang terdapat dalam teks agar dapat mengingatnya kembali. Berdasarkan dari beberapa penjelasan fungsi media pembelajaran di atas maka dapat membuat siswa menjadi lebih berkosentrasi, dan dapat menimbulakan semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran online. Dalam penggunaan media pembelajaran ini dapat mempermudah guru dalam mengajarkan suatu materi serta membuat guru tersebut dapat menimbulakan rasa percaya diri atau bersemangat pada saat menjelaskan materi pembelajaran tersebut. Pengertian Pembelajaran Berbasis Online Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Pembelajaran berbasis web/online kadang disebut dengan e-learning dapat didefiniskan sebagai aplikasi tektinologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuh proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dilakukan dengan menfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya, maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web/online. Para pakar mendefinisikan e-learning dari berbagai sudut pandang sebagai E-learning merupakan jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa denganmenggunakan media internet, atau media jaringan komputer lain Media pembeljarn online atau E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, ataupun komputer standalone Media pembealajaran online atau E-learning adalah semua yang mencangkup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk penggunaan mobile technologies, seperti PDA dan MP3 players. (Thomas Toth, 2003. Athabasca Universitas Wikipedi. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar-mengajar dapat disebut sebagai E-learning. E-learning dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik . , baik secara formal maupun informal. Media pembelajaran adalah segalah sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam rangka mendukung usaha-usaha pelaksanaan proses belajar- mengajar yang menjurus kepada pencapaian tujuan pembelajaran (Nunuk Suyani dan Leo Agung, 2012:. Pembelajaran dengan menggunakan media online ini yang didapatkannya yaitu kecepatan dan tidak terbatasnya tempat dan waktu untuk mengakses informasi. Kegiatan belajar-mengajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan dimana saja dirasakan aman oleh siswa tersebut. Batas ruang, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah yang rumit untuk dipecahkan. Dalam penggunaan media pembelajaran online berupa video atau video call dapat mrenggambarkan suatu objek bersama-sama dengan suara. Media pembelajaran ini dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap siswa dalam prose pembelajaran. ecep kustandi, 2013:. Siswa juga dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran IPS dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya . eal Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Siswa dan guru tidak perlu secara fisik di kelas . lassroom meeting, zoom, maupun google mee. , karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online. Siswa juga dapat bekerja sama . satu sama lain. Kemudian selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru, siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Penggunaan Model E-Learning Terhadap Proses Pembelajaran Pengembangan e-learning adalah ada tiga kemingkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis online, namun untuk saat ini hanya dua yang digunakan pada proses pembelajaran saat ini, yaitu web course, and web centric course di kemukakan oleh (Haughey dalam buku Rusman, 2. Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana siswa dan guru sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui online. Dengan kata lain, model ini menggunakan sistem jarak jauh. Web centrric course adalah penggunaan internet yang memandukan antara belajar jark jauh dan tatap muka . Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini, guru bisa memberikan petunjuk kepada siswa untuk mempelajari materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, siswa dan guru lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. Pengunaan Internet Dalam Pembelajaran Penggunaan media pembelajaran online ini dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran apalagi pada saat kondisi pandemi saat ini. peserta didik juga dapat termotivasi dalam belajar di rumah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis online ini. tenologi yang dapat dimanfaatkan seperti komputer atau laptop dan juga Hand Phone serta jaringan nirkabel atau internet. Komputer atau laptop dapat digunakan oleh pendidik untuk melakukan proses pembelajaran di rumah serta siswa juga dapat mengoperasikan komputer atau laptop tersebut. Keuntungan dari penggunaan media pembelajaran online ini yaitu mendapatkan akses informasi dari penjuru dunia dengan secara tepat dan actual, seiring dengan 0 dituntut untuk menghasilkan Aupabrik cerdasAy dengan teknologiteknologi yang cerdas dapat membantu para pendidik untuk belajar yang efektif dan efesien tanpa harus membawa media pembelajaran lainnya, maka dengan adanya perkembangan zaman, teknologipun lebih meningkat lebih berguna kegunaannya, terlebih lagi di lingkungan pendidikan. Penggunaan internet pada proses pembelajaran berbasis online berpengaruh Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 terhadap motivasi dan minat belajar siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar (Nugrahini dan Margunani, 2. Guru sebagai fasilator pembelajaran harus mampu menyediakan fasilitas dan media yang memudahkan siswa dalam belajar, khususnya pada media pembelajaran berbasis online maka proses pembelajaran diharapkan lebih berpusat pada siswa . tudent centere. sehingga hasil belajar akan meningkat (Syaiful. Wahid dan Ega:2. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran online dalam proses pembelajaran saat dibutuhkan agar motivasi peserta didik timbul sehingga peserta didik bisa mencapai nilai akhir yang memuaskan karena aktif dalam proses pembelajaran serta agar tetap berjalannya proses pembelajaran meskipun pada kondisi pandamik saat ini. Media Online/Internet Sebagai Sumber Belajar Peranan internet dalam pendidikan sangat menguntungkan karena kemapuannya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar (Dr. Usman. Pd,2014:. Teknologi informasi sudah menjadi jaringan komputer terbesar di dunia, yang dapat berfungsi dengan baik jika didukung oleh perangkat konputer dengan perangkat lunak yang baik dan dengan guru yang terlatih baik. Menggunakan internet dengan segalah fisilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi untuk pendidikan yng secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilannya dalam belajar. Karena internet merupakan sumber informasi utama dan pengetahuan, melalui tegnologi ini kita dapat melakukan beberapa hal, di antranya. Penelusuran dan pencairan bahan pusaka. Membangun program Artificial Intelligence . rcerdasan buata. untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran. Memberikan kemudahan untuk mengkses apa yang disebut dengan Virtual Classroom Atau Virtual University. Kelebihan Media Pembelajaran Online Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan yang dikemukakan oleh (Dr. Usman. Pd,2014:. sebagai berikut. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak meerlukan ruang kelas Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik siswa dan memungkinkan pihak berkepetingan . rang tua siswa maupun gur. dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas- tugas yang dikerjakan siswa secara online. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Kekurangan Penggunaan Media Pembelajaran Online Dampak negatif atau kekurangan yang didapatkan melalui penggunaan media pembelajaran Online pada peserta didik yang dikemukakan oleh Bullen, 2001 dalam buku Dr. Usman. Pd,2014:. diantaranya yakni. Kurangnya interaksi antara guru/pendidik dan peserta didik atau bahkan antar sesama peserta didik. Kurangnya interaksi interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya value dalam proses pembelajaran. Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal Guru serta siswa dintuntut dalam mempelajari media online . , seperti laptop, komputer, dan hand phone bila mana proses pembelajarannya menggunakan media Penggunaan media Online juga sangatlah perpengaruh terhadap peserta didik, dikarenakan berlebihnya/ketergantungan dalam penggunaannya, yang seharusnya tidak digunakan lagi jika sudah selesai proses pembelajaran, namun siswa malah menggunakan untuk bermain game. Maka dalam hal ini mengakibatkan mereka akan menggunakan fasilitas teknologi dengan cara yang tidak tepat Menjadi biaya besar bagi siswa yang kurang mampu dalam membeli media teknologi. Hal ini sering disebut sebagai faktor kesenjangan digital. Metode Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif menurut Sugiyono . 2, hlm. adalah sebagai berikut: Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan kuantitatif merupakan suatu pendekatan di dalam penelitian untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji data statistik yang akurat. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disebutkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tehnik korelasi untuk mengetahui pengaruh yang terdapat pada variabel (X) yaitu motivasi belajar siswa variabel bebas dan variabel (Y) yaitu penggunaan media pembelajaran online sebagai variabel terkait Metode Penelitian Metode penelitian harus ditentukan oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitiannya agar memberikan gambaran serta arahan dan pedoman dalam penelitian. Menurut Cresweel . Aymetode penelitian merupakan suatu cara untuk memeroleh Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 pemecahan terhadap berbagai permasalahan penelitianAy. Sugiyono . 2, hlm. mengungkapkan bahwa Aumetode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentuAy. Metode penelitian dapat dijadikan pedoman bagi penulis dan memudahkan penulis dalam mengarahkan penelitiannya, sehingga tujuan dari penelitian dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan serta meringkaskan berbagai kondisi, situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Peneliti menggunakan metode deskriptif untuk melihat sebab-akibat antara variable Independen . enggunaan media pembelajaran onlin. dan variabel Dependen . otivasi belaja. Metode deskriptif merupakan metode penelitian berupa pengumpulan data untuk mengetes hipotesis yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian sekarang. oleh (West dalam buku Darmawan, 2013, hal. Melaporakan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya. Tujuan metode deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Metode deskriptif dapat dilakukan pada penelitian studi kasus ataupun survei, dan dalam penelitian ini peneliti menggunakan format deskriptif survei. Survei dalam penelitian ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh terdapat Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII Di Sekolah SMP Negeri 1 Telaga. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanasi . xplanatory survey metho. Sugiyono . 1, hlm. menyatakan bahwa Aumetode explanatory survey merupakan metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, sehingga ditemukan deskripsi dan hubungan-hubungan antar variabelAy. Tingkat eksplanasi dalam hal ini adalah tingkat penjelasan. Penelitian eksplanasi yang dimaksud adalah menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel lain (Sugiyono, 2011, hlm. Sesuai dengan hipotesis yang peneliti ajukan, dalam penelitian ini akan digunakan statistika yang tepat untuk tujuan hubungan sebab akibat. Walaupun uraiannya juga mengandung deskripsi, tetapi sebagai penelitian eksplanasi asosiatif, fokus penelitian terletak pada penjelasan hubungan-hubungan antar variabel. Dengan digunakannya metode dan pendekatan yang telah disebutkan di atas peneliti melakukan pengamatan untuk memperoleh gambaran antara dua variabel yaitu variable Independen . enggunaan media pembelajaran onlin. dan variabel Dependen . otivasi belaja. serta menganalisis Apakah terdapat Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII Di Sekolah SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Teknik Pengumpulan Data Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Adapun untuk memperoleh data penelitian, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut. Observasi Observasi adalah mengamati semua ilmu pengetahuan (Sugiyono, 2014:. Dalam hal mengumpulkan data penelitian yang tepat dan akurat maka peneliti terlebih dahulu melakukan observasi atau pengamatan langsung di SMP Negeri 1 Telaga. Melalui observasi ini peneliti dapat mengetahui secara langsung dengan melakuan pengamatan atas proses pembelajaran siswa baik itu yang mengunakan media pembelajaran online ataupun secara manual. Angket (Kuisione. Kuisioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2014:. Dalam kegiatan peneliti ini, kuisioner dipilih sebagai tehnik pengumpualn data yang dianggap paling cocok diterapkan. Teknik ini memberikan tanggung jawab kepada responden untuk membaca dan menjwab pertanyaan. Wawancara Tehnik wawancara dilaksanakan oleh pewawancara untuk memperoleh informasih yang dibutuhkan. Menurut Esterberg . mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu. wawancara terstruktur, wawancara semiterstruktur, serta wawancara tak berstruktur. Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu dan tersaji dalan bentuk tulisan, gambar, aau karya-karya monumental dari sesorang (Sugiyono, 2016:. Dokumentasi membuat hasil dari wawancara atau observasi akan lebih dipercaya atau kredibel. Pembahasan Motivasi adalah perubahan energi dalam diri sesorang yang ditandai dengan munculnya AufeelingAy dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Pengertian yang dikemukakan di atas ini mengandung tiga elemen penting. Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan . einforced practiv. yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Dikatakan AukeseluruhanAy, karena pada umumnya ada beberapa motif yang bersama-sama menggerakkan siswa untuk belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Salah satu yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah media Dimasa pandemik covid 19 yang melanda dunia khususnya Indonesia, maka penggunaan media pembelajaran secara online mau tidak mau harus digunakan. media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian. Pada hakekatnya, proses belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima (Daryanto, 2011:. Pesan beripa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik secara verbal maupun nonverbal. Pembelajaran berbasis web/online aplikasi tektinologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuh proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dilakukan dengan menafaatkan teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya, maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web/online. Berdasarkan hasil penelitian pada subbab sebelumnya ditemukan bahwa Media Pembelajaran Online berpengaruh positif signifikan terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Hasil ini dibuktikan dengan nilai t-hitung 8,289 lebih besar dari t-tabel 2,06390 dan nilai signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya Media Pembelajaran Online pada siswa maka dapat menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan Hamalik . Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Kegiatan belajar yang menarik dapat diciptakan oleh pengajar. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang atraktif sehingga pada akhirnya dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Hal ini diperjelas pada hasil regresi linier sederhananya yang menunjukkan bahwa media pembelajaran online berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, yang berarti semakin baik penggunaan media pembelajaran online akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 74,1% yang berarti variabilitas motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh media pembelajaran online sebesar 74,1%. Hal ini juga sesuai dengan pendapat dari Sudjana dan Rivai . 5 : . yaitu salah satu manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa adalah pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Ay Selain itu. Hamalik . alam Arsyad, 2011 : . juga mengatakan bahwa Pemakaian penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh pengaruh psikologis Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 terhadap siswa. Dengan Media Pembelajaran Online yang dilakukan oleh guru berimplikasi pada Motivasi Belajar Siswa yang meningkat pula. Hal ini terlihat dari hasil analisis statistic deskriptif untuk variable Motivasi Belajar Siswa dimana sudah masuk pada kategori baik. Dari keempat indikator yang diangkat dalam variable ini yaitu atensi, afektif, kognitif, dan kompensatoris berada pada kategori baik menurut siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS Terpadau di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Hal ini berarti Media Pembelajaran Online yang dilakukan oleh guru dapat diterima denganbaik oleh siswa walaupun pada indikator kognitif masih terdapat satu pernyataan yang direspon oleh siswa hanya cukup baik. Guru sebagai fasilator pembelajaran harus mampu menyediakan fasilitas dan media yang memudahkan siswa dalam belajar, khususnya pada media pembelajaran berbasis online maka proses pembelajaran diharapkan lebih berpusat pada siswa . tudent centere. sehingga hasil belajar akan meningkat (Syaiful. Wahid dan Ega:2. Dengan adanya media pembelajaran online akan menumbuhkan motivasi belajar siswa yang terlihat dari deskrirptif hasil penelitian ini dimana untuk variable motivasi belajar siswa direspon dengan baik oleh siswa. Dari keenam indikator yang diangkati, sudah masuk dalam kategori baik menurut siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS Terpadau di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Hal ini berarti Motivasi Belajar Siswa dapat dikatakan baik. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketika media pembelajaran online yang dilakukan oleh guru makadapat meningkatka nmotivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, terlebih dimasa pandemi virus covid 19 yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dari Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Ahmad Sultoni . Yanis Hilimi . , dan Nafiah Damayanti . yang menyatakan bahwa Media Pembelajaran Online berpengaruh positif signifikan terhadap Motivasi Belajar Siswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu Media Pembelajaran Online berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Hasil ini diperjelas pada hasil regresi linier dengan hasil 74. 1% yang menunjukkan bahwa dengan digunakannya Media Pembelajaran Online pada siswa maka dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo. Daftar Pusaka Aristo. Rahadi. Media Pembelajaran. Jakarta. BUMI AKSARA Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Arikunto. Surhasimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rineka Cipta Azhar, asryad. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada Rineka Cipta Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Creswell. Research Desing: Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif. Dan Mixed. Yogjakarta: PT. Pustaka Pelajar Damaryanti. Nafiah, 2020. Pelaksanaan Pembelajaran Daring Terhadap Kegiatan Belajar Mengajar Mata Pelajaran IPS Pada Siswa Kelas V A Di MI ASAS ISLAM KALIBENING Tahun Ajaran 2019/2020. Skripsi: Universitas Airlangga Darmawan. Deni. Metode penelitian kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Daryanto. Gregorius. Penelitia Tindakan Kelas Dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: GAVA MEDIA Dimyati dan Mojiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta Esterberg. Kristin G. Qualitative Methods Ins Social Research. Mc Graw Hill. New York Hamalik. Oemar 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta. : Bineka Cipta . Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara Halimi Yanis. Pengaruh Teknologi Informasi Komunikasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VII-6 Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 4 Kota Gorontalo. Skripsi. Universitas Gorontalo Kusnendi. Cecep. Media Pembelajaran: Manual Dan Digital. Bogor:Ghalia Indonesia Noho,Nurhayani,2017. pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII di SMP Negeri 2 Limboto Kabupaten Gorontalo. Skripsi. Universitas Negeri Gorontalo Prasetyo Bambang. Lina Miftahul Jannah. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Rajawali Pers. Hlm 161 Puspitasari. Dewi. Strategi Pembelajaran Terpadu. Yogyakarta: FAMILIA. Rusman. Model-Model Pembelajaran. Jakarta. Pt Rajagrafindo Persada. Sadirman A. Internet dan Motivasi Belajar-Mengajar. Cet. IX. Jakarta:Raja grafindo Persada . Hlm 73 Seniati. Liche. Psikologi Eksperimen. Indeks Hlm 118 Sudjana. dan Rivai. Media Pengajaran. Bandung :Sinar Baru Algesindo. Sugioyo, prof Dr. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung:Penerbit Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 42 - 62 Alfabeta. Cet 20 Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung:Penerbit Alfabeta Sultoni,Ahmad,2013. Pengaruh Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Sejarah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Ips Sma N 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi:Universtas Muhammadiyah Surakarta Suryabrata, sumadi. Metode Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Hlm 70 Suryani, nunuk dan Leo Agung. Strategi Belajar Mengajar. Yogjakarta:Ombak Syaiful. Wahid dan Ega. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis wibsite pada proses pembelajaran produktif di SMK. Journal of Machanical Engineering Education. Jilit 1 No 137 Uno. Hamzah,2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara. ,2012. Motivasi belajar. Jakarta Winkel, 2010. Psikologi Pengajaran. Jakarta. PT Gramedia Widiasarana Indonesia Internet: Thomas Toth, 2003. Athabasca Universitas Wikipedia