JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 PERAN PRICE EARNING RATIO DALAM MEMODERASI PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM : STUDI PADA PERUSAHAAN FARMASI 2020 Ae 2024 *Wulan Rahma Dewi1 Fakultas Bisnis Universitas Insan Pembangunan Indonesia Email : wulanrachma30@gmail. DOI: https://doi. org/10. 58217/joceip. Abstrak Riset ini bermaksud guna menganalisis peran Price Earning Ratio (PER) dalam memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ae2024. Data penelitian bersumber dari laporan keuangan perusahaan dan dianalisis menggunakan pendekatan moderated regression analysis (MRA). Luaran dari riset ini mengindikasikan bahwa kinerja keuangan yang diukur melalui DER. ROA, dan ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Uji moderasi memperlihatkan bahwa PER hanya mampu memperkuat pengaruh ROE terhadap harga saham, namun tidak memoderasi pengaruh DER dan ROA. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas merupakan faktor yang paling diperhatikan pasar, terutama ketika dipertimbangkan bersama PER, sementara struktur modal dan efisiensi aset kurang sensitif terhadap moderasi pasar. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan bagi investor guna lebih menekankan indikator profitabilitas pada saat pengambilan keputusan investasi, serta mendorong manajemen perusahaan untuk memprioritaskan strategi peningkatan laba sebagai sinyal utama dalam meningkatkan nilai saham. Kata kunci: Price Earning Ratio. Debt Equity Ratio. Return On Asset. Return On Equity. Harga Saham PENDAHULUAN Kontribusi perekonomian nasional tidak dapat dipisahkan Modal tersebut umumnya berasal dari investasi eksternal. Situasi pandemi Covid-19 justru menjadi pemicu meningkatnya perhatian investor untuk berinvestasi pada perusahaan farmasi. Kondisi keuangan perusahaan menjadi indikator utama yang sering digunakan investor sebagai dasar dalam menilai kesehatan perusahaan serta menetapkan harga Akan tetapi, bukti empiris memperlihatkan bahwa keterkaitan antara kinerja finansial dengan harga saham tidak Hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham, khususnya Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE), menunjukkan perbedaan temuan. Hasil studi yang dilakukan oleh Anggie Dwi Septiana bersama Sri Ruwanti dan Fatahurrazak . memperlihatkan bahwa baik debt to equity ratio maupun price earning ratio memiliki pengaruh terhadap harga saham. Lebih jauh lagi, price earning ratio berfungsi sebagai faktor yang mempertegas pengaruh debt to equity ratio tersebut. Sebaliknya, penelitian Ripangga Febrianda. Sri Ruwanti, dan Fatahurrazak . memperlihatkan bahwa return on equity bersama dengan price earning ratio berpengaruh dengan cara parsial terhadap harga saham, namun price earning ratio tidak berfungsi sebagai variabel moderasi di dalam relasi antara return on equity dan harga saham. Ketidakselarasan sejumlah penelitian memberikan isyarat bahwa hubungan kinerja keuangan serta harga saham JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 tidak sepenuhnya linear, melainkan bisa dipengaruhi oleh variabel lain. Salah satu variabel yang dipandang penting sebagai pemoderasi adalah Price Earning Ratio (PER). Rasio ini tidak sekadar mencerminkan pencapaian kinerja perusahaan pada periode tertentu, tetapi juga merefleksikan harapan investor terhadap prospek pertumbuhan laba di masa depan. Dengan kata lain. PER berfungsi sebagai jembatan yang menjelaskan fenomena perbedaan harga saham pada perusahaan dengan kinerja keuangan yang serupa. Hal ini menegaskan bahwa penilaian pasar sering kali tidak hanya bergantung pada data historis, tetapi juga pada proyeksi serta persepsi mengenai keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. Dinamika sektor farmasi pada periode 2020Ae2024 menjadi konteks yang ideal untuk menguji peran PER ini. Secara fundamental, permintaan terhadap produk farmasi meningkat drastis selama pandemi. Namun, data harga saham justru menunjukkan fluktuasi yang tidak selalu sejalan dengan fundamental tersebut. IDX melalui publikasi statistiknya menyajikan data tentang pertumbuhan mean harga saham di bidang farmasi. Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi pasar dan menjadi acuan untuk menilai stabilitas maupun fluktuasi saham pada industri tersebut. Sumber : w. ata diolah, 2. Grafik 1. Rata-Rata Harga Saham Perusahaan Sektor Farmasi Tahun 2020-2025 Pada Tabel 1. Lonjakan harga saham pada 2022 (Rp 5. diikuti oleh koreksi signifikan pada 2023 (Rp 3. dan 2024 (Rp Pola adanya gap antara kinerja perusahaan dan valuasi pasar, yang diduga kuat disebabkan oleh perubahan ekspektasi investor yang terekam dalam PER. Investor bukan hanya bereaksi kepada kinerja disaat ini, tetapi lebih dalam prospek laba jangka panjang perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut, riset ini menganalisis peran Price Earning Ratio (PER) pada memoderasi pengaruh kinerja keuangan Michael Spence pada tahun 1973 memperkenalkan Teori Sinyal (Signaling Theor. sebagai pendekatan awal yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara pihak yang menguasai informasi dan pihak lain yang memerlukan informasi tersebut. Inti dari teori ini adalah adanya usaha untuk kepada harga saham di perusahaan farmasi dengan memanfaatkan variasi kondisi pasar yang unik dalam periode 2020-2024. Periode ini secara khusus ditandai oleh fase akut pandemi COVID-19 . yang memicu volatilitas dan lonjakan permintaan ekstrem, diikuti oleh fase normalisasi dan koreksi pasar . 2-2024 Keberadaan kedua fase ini dimanfaatkan untuk menguji ketahanan sinyal keuangan dan peran ekspektasi pasar dalam merespons shock eksternal dan proses ketidakkonsistensi temuan empiris sebelumnya. mengurangi ketidaksetaraan informasi . simetri informas. yang muncul di antara pihak-pihak berkepentingan (Spence, 2. Scott . alam Chumaidah & Priyadi, 2. mengemukakan bahwa manajemen internal yang memiliki pemahaman mendalam mengenai keadaan perusahaan cenderung menunjukkan sikap JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 keterbukaan kepada calon investor. Bentuk keterbukaan tersebut biasanya diwujudkan penting karena transparansi informasi dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang akuntabel dan dapat dipercaya. Tindakan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk transparansi, tetapi juga dimaksudkan mengakibatkan sinyal positif tentang prospek perusahaan kedepannya. Menurut teori Efficient Market Hypothesis (EMH), suatu pasar dapat disebut efisien bila harga saham dengan cara cepat dan menyeluruh mencerminkan setiap informasi yang tersedia. Ini berarti bahwa perubahan harga saham berjalan dengan cara acak dan sulit diperkirakan, sehingga sering dikaitkan dengan konsep random walk. Oleh karena itu, pada kondisi pasar yang efisien, peluang investor untuk mendapatkan keuntungan melebihi ratarata menjadi sangat kecil, sebab semua pelaku pasar memperoleh informasi yang setara dan harga saham telah mencerminkan informasi tersebut secara cepat. Dalam konteks ini, strategi spekulatif atau analisis teknikal sering kali tidak memberikan hasil yang signifikan, sebab harga pasar telah mencakup seluruh data relevan baik dari aspek fundamental maupun informasi publik lainnya. Nilai saham ditentukan dari harga terakhir yang dicatat pada saat saham diperdagangkan di bursa. Setiap transaksi jual maupun beli saham pada tingkatan harga tertentu wajib menyesuaikan dengan aturan harga yang berlaku, sebab saham memiliki nilai intrinsik dan juga nilai pasar aktual. Harga saham, sebagaimana dijelaskan oleh Tendelilin . , merupakan harga yang berlaku di pasar saham dan menjadi indikator penting dalam menentukan nilai sebuah perusahaan. Kenaikan harga saham mencerminkan tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan serta mengelola sumber daya atau aset yang dimilikinya secara efektif dan optimal. Penilaian terhadap kinerja keuangan dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana melalui penyampaian informasi dalam laporan keuangan maupun laporan tahunan. Hal ini Sebagaimana diungkapkan Fahmi . , ada tiga rasio yang sekiranya paling diminati oleh investor dalam mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan, yaitu likuiditas, leverage (DER), dan profitabilitas (ROA & ROE). Price Earning Ratio (PER) sering dimanfaatkan sebagai salah satu indikator utama untuk menilai seberapa besar harga pasar suatu saham biasa jika dibandingkan dengan laba yang dihasilkan per lembar saham. Perhitungan rasio ini dilakukan dengan cara membagi harga saham yang tercatat di bursa dengan laba bersih per saham. Dengan demikian. PER tidak hanya memberikan gambaran mengenai valuasi saham, tetapi juga menjadi acuan bagi investor dalam menilai apakah suatu saham tergolong murah atau mahal relatif terhadap kinerjanya (Henry, 2000:. Perusahaan yang menunjukkan PER tinggi umumnya dipersepsikan memiliki prospek pertumbuhan yang besar, sedangkan PER rendah mengindikasikan pertumbuhan yang relatif rendah. KERANGKA KONSEPTUAL Gambar 2. Kerangka Konseptual METODE PENELITIAN Penelitian ini dikategorikan sebagai studi eksplanatori yang mengandalkan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan dari perusahaan. Fokus kajian diarahkan pada perusahaan-perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang tahun 2020 hingga 2024. Pemilihan data sekunder dilakukan karena laporan tahunan dan laporan keuangan dianggap sebagai sumber JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 merepresentasikan kondisi kinerja perusahaan secara komprehensif. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai dinamika industri farmasi di Indonesia selama periode Dalam proses penelitian, purposive pengambilan sampel, dan hasilnya diperoleh 9 perusahaan yang memenuhi syarat. Cara ini dipilih karena memberikan fleksibilitas kepada peneliti untuk menentukan unit analisis yang paling relevan dengan permasalahan penelitian. Keterangan : Y = Harga Saham X1 = Debt to Equity Ratio (DER) X2 = Return On Asset (ROA) X3 = Return On Equity (ROE) Z = Price Earning Ratio (PER) Perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI secara aktif periode 2020-2024 Perusahaan keuangan lengkap secara berturut selama periode penelitian Perusahaan memiliki data lengkap untuk variabel penelitian Data yang dilaporkan tidak mengandung outlier ekstrim yang dapat mengganggu analisis statistik. Teknik analisa data menggunakan regresi data panel yang ditentukan Random Effect Model (REM). Model persamaan : 1- 7 X1Z X2Z X3Z = Koefisien Regresi = Interaksi antara DER dengan PER = Interaksi antara ROA dengan PER = Interaksi antara ROE dengan PER = Error Variabel Penelitian Agar penelitian ini memiliki kejelasan konsep, variabel-variabel yang digunakan dirumuskan dalam bentuk definisi operasional yang dapat dilihat secara rinci pada Tabel 1. Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Operasional Variabel Harga Saham (Y) Harga saham didefinisikan sebagai harga penutupan . losing pric. saham perusahaan pada akhir periode pengamatan . ahun finansia. sumber : Putranto & Darmawan . Rasio ini digunakan untuk menunjukkan perbandingan antara jumlah keseluruhan utang dengan total ekuitas yang dimiliki perusahaan. DER (X. Total Utang Total Ekuitas sumber : Kusumawati & Rosady . DER = ROA (X. Ukuran rasio yang mengindikasikan sejauh mana perusahaan bisa mendapatkan laba bersih dengan pemanfaatan keseluruhan aset yang dimilikinya. Laba bersih ROA = Total aset . umber : Fahmi, 2. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ROE (X. ISSN: 1978-6875 Ukuran rasio yang mengindikasikan sejauh mana perusahaan bisa mengumpulkan laba bersih melalui pemanfaatan keseluruhan ekuitas yang dimilikinya. Laba bersih Total Modal . umber : Hery, 2. ROE = PER (Z) Ukuran rasio yang menunjukkan keterkaitan antara nilai pasar saham dengan keuntungan per lembar saham. PER = Harga Saham Earning Per Share . umber : Enduardus, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Simultan (F) Tabel 2. Hasil Uji Statistik F Sumber: Data diolah, 2025 Sesuai dengan Tabel 2, didapatkan nilai Prob (F-statisti. sebesar 0,00078 yang lebih kecil dibandingkan taraf signifikansi 0,05. Ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang diukur menggunakan variabel DER. ROA, dan ROE, dengan PER sebagai variabel moderasi, memiliki pengaruh signifikan dengan cara simultan terhadap harga saham. Hasil Uji t (Parsia. Tabel 3. Hasil Uji Statistik t Sumber : Data diolah, 2025 Dari Tabel 3. di atas membentuk persamaan regresi sebagai berikut : Harga Saham = 8,361 - 1,176DER - 1,453ROA 1,059ROE e JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Hasil Uji MRA (Moderated Regression Analysi. Tabel 4. Hasil Uji Regresi Moderasi Sumber : Data diolah, 2025 Pada Tabel 4 bisa dilihat persamaan regresi yang terbentuk dari hasil analisis panel data. Persamaan ini digunakan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan mengenai pengaruh Harga Saham = 8,361- 1,176DER - 1,453ROA 1,059ROE0,148PER 0,052DER*PER 0,363ROA*PER 0,325ROE*PER e signaling theory. Dalam konteks sektor farmasi pasca-pandemi. ROA tinggi mungkin dipandang sebagai fenomena sementara yang tidak berkelanjutan disebabkan oleh permintaan abnormal meragukan sustainability-nya. Pasar merespons informasi ROA secara cepat dan rasional sesuai dengan prinsip Efficient Market Hypothesis (EMH) , tetapi dengan interpretasi yang kritis. Investor tidak hanya melihat angka ROA, tetapi juga konteks dan sustainability-nya. Hasil ini memperkuat ketidakkonsistenan penelitian terdahulu (Febrianda dkk. , 2. dan mengisyaratkan bahwa investor lebih memperhatikan kualitas laba dan arus kas daripada Bagi manajemen, sustainability kinerja untuk menghindari mispersepsi pasar. Koefisien ROE positif dan signifikan ( = 059, p = 0. mengonfirmasi bahwa laba yang dihasilkan dari modal pemegang saham merupakan sinyal positif bagi ROE tinggi mencerminkan efisiensi pengelolaan ekuitas dan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai pemegang saham (Hery, 2. Hasil ini selaras dengan signalling theory dimana kinerja keuangan yang kuat diinterpretasikan sebagai prospek pertumbuhan yang baik. Pembahasan Koefisien DER negatif dan signifikan ( = 1. 176, p = 0. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan utang justru mengurangi harga saham. Dalam perspektif signalling theory, utang yang tinggi dipersepsikan sebagai sinyal negatif yang mencerminkan risiko finansial dan potensi financial distress (Kusumawati & Rosady, 2. Luaran ini sesuai dengan riset Septiana dkk. yang juga melaporkan pengaruh negatif DER terhadap harga saham. Bagi manajemen, temuan ini menekankan pentingnya menjaga struktur modal yang optimal untuk mempertahankan kepercayaan Sementara bagi investor. DER mempertimbangkan risiko kebangkrutan dan sesuai dengan prinsip Efficient Market Hypothesis (EMH) dimana informasi fundamental direspons cepat oleh pasar. Koefisien ROA negatif dan signifikan ( = 1. 454, p = 0. bertolak belakang dengan JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Investor menggunakan informasi ROE untuk menilai nilai wajar saham dan dianggap sebagai indikator yang lebih relevan dibandingkan ROA karena fokus pada pengembalian untuk pemegang saham. Luaran riset ini bertolak belakang dengan riset Ripangga Febrianda. Sri Ruwanti Fatahurrazak . Berdasarkan hasil analisis statistik, variabel interaksi DER*PER (DER_PER) menampilkan koefisien regresi 052 dengan nilai p-value 0. yang mengindikasikan bahwa variabel ini tidak signifikan dalam memoderasi pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham. Luaran riset ini mengindikasikan bahwa Price Earning Ratio (PER) tidak mampu mengubah persepsi investor terhadap risiko utang (DER). Meskipun PER merefleksikan ekspektasi pertumbuhan, investor tetap memandang tinggi utang sebagai sinyal negatif yang tidak dapat dikompensasi oleh optimisme pasar. Hasil ini memperkuat penerapan signalling theory dimana sinyal fundamental (DER) lebih dominan diprioritaskan investor dibandingkan ekspektasi pasar (PER). Investor bersikap riskaverse terhadap leverage tinggi terlepas dari prospek pertumbuhan perusahaan. Pasar secara konsisten merespons informasi leverage sebagai faktor risiko independen, tanpa terpengaruh oleh ekspektasi jangka pendek yang tercermin dalam PER. Temuan dalam riset ini tidak relevan dengan luaran yang dilaporkan oleh Ripangga Febrianda dan Sri Ruwanti Fatahurrazak . Namun, bertolak belakang dengan penelitian Anggie dkk. yang melaporkan kemampuan moderasi PER pada DER, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan periode atau karakteristik sektor. Berdasarkan hasil analisis statistik, variabel interaksi ROA*PER (ROA_PER) mendapati regresi negatif sebesar 0. 364 dengan nilai p-value 0. Ketidaksignifikanan variabel ROA_PER mengindikasikan bahwa ekspektasi pasar (PER) tidak mampu memperbaiki persepsi investor terhadap profitabilitas yang diukur melalui ROA. Luaran ini mengisyaratkan bahwa investor memandang ROA dan PER sebagai dua konstruk yang independen, dimana sinyal profitabilitas jangka pendek (ROA) tidak diperkuat atau dilemahkan oleh ekspektasi pertumbuhan jangka panjang (PER). Temuan ini mendukung signalling theory dimana menganalisis fundamental profitabilitas (ROA) dan ekspektasi pertumbuhan (PER) secara terpisah tanpa mengintegrasikannya secara linear. Pasar tampak tidak menganggap interaksi antara ROA dan PER sebagai informasi yang relevan untuk penilaian saham. Hasil ini sejalan dengan penelitian Yuliana dan Hastuti . Febrianda dkk. yang melaporkan ketidaksignifikanan moderasi PER pada pengaruh ROA terhadap harga saham di sektor manufaktur. Namun, bertolak belakang dengan penelitian Ripangga dkk. Berdasarkan hasil analisis statistik, variabel interaksi ROE*PER (ROE_PER) mengindikasikan regresi positif sebesar 0. 325 dengan nilai pvalue 0. 0432, yang mengindikasikan bahwa variabel ini signifikan dalam memoderasi pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap harga saham pada tingkat signifikansi = Signifikansi variabel ROE_PER mengindikasikan bahwa ekspektasi pasar (PER) memperkuat pengaruh positif ROE terhadap harga saham. Hal ini sesuai dengan signalling theory, dimana integrasi antara kinerja keuangan yang kuat (ROE tingg. dan ekspektasi pertumbuhan yang optimis (PER tingg. menciptakan sinyal ganda . ouble signallin. yang direspons sangat positif oleh investor. Temuan ini mendukung prinsip Efficient Market Hypothesis dimana pasar tidak hanya merespons kinerja historis, tetapi juga prospek pertumbuhan masa depan dalam penilaian saham. Luaran ini relevan dengan riset Anggie dkk. yang menemukan PER profitabilitas terhadap harga saham. Namun. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 ini berbeda Febrianda dkk. yang melaporkan ketidaksignifikanan moderasi PER pada ROE, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan periode penelitian. structure, earning per share and profitability on stock prices with price earning ratio as moderation variables in Lq45 companies in Indonesia Stock Exchange. International Journal of Public Budgeting. Accounting and Finance, 4. Kesimpulan Studi ini bertujuan menelaah peranan Price Earning Ratio (PER) sebagai variabel moderasi dalam relasi antara kinerja keuangan (DER. ROA, dan ROE) dengan harga saham pada perusahaan sektor farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020Ae2024. Melalui analisis regresi data panel, didapatkan luaran riset yang bisa dirangkum seperti DER secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap Harga Saham ROA secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap Harga Saham ROE secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham PER tidak mampu memoderasi pengaruh DER terhadap Harga Saham. PER tidak memoderasi pengaruh ROA terhadap Harga Saham. PER secara signifikan memperkuat pengaruh ROE terhadap Harga Saham. Brigham. , & Houston. Dasardasar manajemen keuangan (Buku 1. Ed. Salemba Empat. Dewi. Management of risk management on banking financial Jurnal Keuangan dan Perbankan (KEBAN), 1. , 52-64. Efrizon. Pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham perusahaan otomotif periode 2013-2017. Jurnal Akuntansi Aktual, 5. , 250-260. https://doi. org/10. 17977/um004v5i32020 Enduardus. Analisis investasi dan PT Elex Media Komputindo. Fahmi, . Analisis keuangan (Ed. Alfabeta. Fakhruddin. , & Darmadji. Pasar modal di Indonesia. Salemba Empat. Saran-saran penelitian ini adalah bagi investor, kombinasi ROE tinggi dan PER dapat menjadi kriteria seleksi investasi yang efektif dan bagi manajer perusahaan farmasi, fokus pada peningkatan ROE dan pengelolaan ekspektasi pasar yang transparan lebih penting daripada mengejar ROA atau aktif menggunakan Keterbatasan penelitian mencakup periode penelitian yang spesifik . asca-pandem. dan fokus pada satu sektor. Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk menambah variabel moderasi lain seperti good corporate governance atau innovation intensity, serta memperluas periode dan cakupan sektor untuk menguji konsistensi temuan. Febrianda. Ruwanti. , & Fatahurrazak. Pengaruh return on equity dan current ratio terhadap harga saham dengan price earning ratio sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) [Skripsi Universitas Maritim Raja Ali Haj. Repositori Institusi UMRI. Hery. Analisis laporan PT Grasindo. Kusumawati. , & Rosady. Pengaruh struktur modal dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15. , 45-60. DAFTAR PUSTAKA