JPFT - volume 12, nomor 2, pp. Agustus 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 PALU The Effect of Learning Video Media on Physics Learning Outcomes of 10th Grade Students At SMA Negeri 2 Palu Sithi Aisyah At. Thahirah. Sahrul Saehana. I Wayan Darmadi. Wahyuni N. Laratu Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia sithiaisyah29@gmail. Kata Kunci Video Pembelajaran Hasil Belajar Pendidikan Fisika Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media video pembelajaran terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain Aunon equivalent control group designAy. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 2 Palu. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menghasilkan kelas X-H sebagai kelas eksperimen dan kelas X-I sebagai kelas kontrol. Instrumen hasil belajar berupa tes pilihan ganda. Tes hasil belajar yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas eksperimen 74,33 lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 53,00. Analisis data dilakukan Uji-t dengan independent sample t-test diperoleh nilai 5,82 > 2,00 dengan nilai signifikansi = 0,05 dan memperoleh nilai Sig 2 Tailed berada pada kriteria penerimaan sehingga ycya ditolak dan ycyeC diterima. Hasil analisa data dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu. Keywords Learning Videos Learning Results Physics Education Abstract This study aims to investigate the effect of video learning media on the physics learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 2 Palu. The research design utilized is a quasiexperimental method with a non-equivalent control group design. The population for this study consists of all tenth-grade classes at SMA Negeri 2 Palu, with purposive sampling used to select class X-H as the experimental group and class X-I as the control group. The learning outcomes were assessed using a multiple-choice test. The results indicate that the average score of the experimental class is 74. 33, which is higher than the average score of the control class at 53. Data analysis was conducted using the independent sample t-test, resulting in a value of 5. which is greater than 2. 00, with a significance level of 0. Therefore, (HCA) is rejected, and (HC. is accepted. The conclusion is that there is a significant effect of using video learning media on the physics learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 2 Palu. A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 11/05/2024. Revised 24/05/2024. Accepted 19/06/2024. Available Online 31/08/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Vol. No. 2, pp. Agustus Fisika membingungkan, dan tidak menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi dalam metode dan media pembelajaran. Salah satu solusi yang potensial adalah penggunaan media video pembelajaran. Video sebagai media pembelajaran memiliki berbagai keunggulan . Video dapat melengkapi pengalaman dasar siswa, menggambarkan proses secara tepat dan berulang, meningkatkan motivasi, menanamkan sikap, dan mendorong pemikiran kritis. Selain itu, video juga dapat berbahaya untuk diamati secara langsung, serta dapat disesuaikan untuk berbagai kelompok Beberapa menunjukkan efektivitas penggunaan video dalam pembelajaran Fisika. Media pembelajaran fisika berbasis video dapat meningkatkan minat dan pemahaman konsep materi tekanan pada siswa SMAN 2 Sungai Penuh . Sejalan dengan itu. Manein mengkaji pengaruh media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa SMA kelas X . , sementara Yulisa meneliti pengaruh video pembelajaran fisika terhadap pemahaman konsep siswa SMP . Hasil-hasil penelitian ini menguatkan potensi video sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif. Sari lebih lanjut berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa . Temuan ini memperkuat argumen bahwa integrasi teknologi dalam bentuk video pembelajaran dapat menjadi solusi untuk pembelajaran Fisika. Berdasarkan penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh media video pembelajaran terhadap hasil belajar Fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu. Fokus utama penelitian adalah pada materi Usaha dan Energi, yang sering dianggap sulit Melalui pembelajaran, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak dalam materi tersebut, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Penelitian ini pembelajaran Fisika yang lebih efektif dan Hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi para pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi landasan untuk pengembangan media pembelajaran berbasis video yang lebih lanjut, tidak hanya dalam mata Pendidikan merupakan upaya terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik, sesuai dengan UU No. 28 tahun 1990 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuannya adalah pengetahuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk bersosialisasi dan melanjutkan pendidikan . Dalam era Revolusi Industri 4. pendidikan harus beradaptasi dengan perubahan cepat dan kompleksitas kebutuhan manusia. Hal ini sejalan dengan proyeksi Generasi Emas Indonesia 2045, di mana pendidikan menjadi alat utama pembangunan manusia Indonesia. Kurikulum 2013 (K-. menekankan bahwa siswa adalah subjek aktif dalam pembelajaran, bukan hanya penerima pasif pengetahuan dari Siswa didorong untuk mengkonstruksi pengetahuan, memecahkan masalah, dan mewujudkan ide-ide mereka sendiri . Pendekatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Hasil belajar menjadi fokus utama dalam evaluasi keberhasilan Sudjana menyatakan hasil belajar mencakup pola tindakan, nilai, pemahaman, sikap, penghayatan, dan keterampilan yang diperoleh setelah proses pembelajaran. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) digunakan sebagai . Nurilma pentingnya pencapaian hasil belajar sebagai indikator kualitas dan kemampuan siswa, terutama dalam pembelajaran Fisika . Fisika sebagai dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir analitis induktif dan Siswa diharapkan dapat menjelaskan fenomena alam dan memecahkan masalah baik menggunakan konsep dan prinsip fisika . Kemampuan berpikir kritis menjadi kunci dalam memahami konsep fisika secara utuh dan menghindari miskonsepsi . Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya tantangan dalam pembelajaran Fisika, khususnya pada materi Usaha dan Energi di kelas X SMA Negeri 2 Palu. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk metode pembelajaran konvensional yang masih dominan, di mana guru lebih banyak berceramah dan siswa cenderung pasif. Proses pembelajaran kurang mendorong siswa untuk kemampuan berpikir, dan memecahkan masalah secara mandiri. Akibatnya, banyak siswa Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online pelajaran Fisika tetapi juga dalam disiplin ilmu Dalam konteks yang lebih luas, penelitian ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam menghadapi kompleksitas dunia modern dan mencapai visi Generasi Emas Indonesia 2045. Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental untuk mengukur efektivitas video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu, dengan fokus pada materi Usaha dan Energi. Metode pengumpulan data meliputi pre-test dan posttest untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil memberikan bukti empiris tentang efektivitas video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar Fisika. Temuan penelitian dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran, khususnya di tingkat SMA. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang teknologi pendidikan dan metode pembelajaran Dalam era di mana literasi digital menjadi semakin penting, penggunaan video pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk belajar secara Hal ini sejalan dengan konsep pembelajaran sepanjang hayat yang menjadi tuntutan di abad ke-21. Penelitian tantangan potensial dalam implementasi video pembelajaran, seperti ketersediaan infrastruktur teknologi di sekolah dan kesiapan guru dalam Oleh karena itu, rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini tidak hanya pembelajaran, tetapi juga pada strategi implementasi yang realistis dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan pembelajaran Fisika di Indonesia, khususnya di SMA Negeri 2 Palu, serta menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Vol. No. 2, pp. Agustus METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Desain ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi penugasan acak peserta ke kondisi eksperimen, yang seringkali sulit dilakukan dalam setting pendidikan . Desain ini melibatkan dua kelompok: kelas eksperimen yang menerima pembelajaran menggunakan media video, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dengan media cetak. Tabel 1 Desain Penelitian The nonequivalen pretestposttest design Group Pretest Perlakuan Posttest Kelompok Eksperimen (KE) XCA ycC1 Kelompok Kontrol (KK) ycC1 ycC1 Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan kesetaraan jumlah siswa dan kemampuan belajar, khususnya dalam pelajaran fisika. Dua kelas dipilih sebagai sampel: satu sebagai kelas eksperimen (X-H) dan satu sebagai kelas kontrol (X-I), masingmasing terdiri dari 30 siswa. Instrumen utama penelitian adalah tes hasil belajar, yang diberikan sebagai pretest dan Tes ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda yang diadaptasi dari penelitian Nursyamsi. Penggunaan memungkinkan penilaian yang konsisten dan Selain itu, perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan video pembelajaran juga digunakan sebagai instrumen pendukung. Prosedur penelitian meliputi tiga tahap utama. Tahap persiapan mencakup studi literatur, penentuan lokasi dan sampel penelitian, serta penyusunan instrumen. Tahap pelaksanaan melibatkan pemberian pretest, perlakuan . embelajaran dengan media video untuk kelas eksperimen dan metode konvensional untuk kelas kontro. , dan posttest. Tahap akhir terdiri dari tabulasi, pengolahan, dan analisis data. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik dengan bantuan aplikasi SPSS 16. Uji normalitas data menggunakan teknik ShapiroWilk, dengan kriteria data dianggap normal jika Vol. No. 2, pp. Agustus Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Tabel 2 Hasil Analisis Data Posttest Hasil Belajar Siswa. Posttest nilai signifikansi Ou 0,05 . Uji homogenitas dilakukan dengan Test of Homogeneity of Variances, di mana varians dianggap homogen jika nilai signifikansi > 0,05 . Untuk pengujian hipotesis, digunakan uji t independen . ndependent t-tes. berdistribusi normal dan homogen. Kriteria pengambilan keputusan berdasarkan nilai Sig. tailed, di mana Ho ditolak jika nilai < 0,05, menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Selain itu, perbandingan nilai t hitung dengan t tabel juga digunakan sebagai kriteria tambahan . Dalam kasus di mana asumsi normalitas atau homogenitas tidak terpenuhi, uji Mann-Whitney digunakan sebagai alternatif non-parametrik. Penggunaan SPSS memungkinkan analisis data yang lebih efisien dan akurat . Hipotesis penelitian yang diuji adalah: ya0 : Tidak terdapat pengaruh media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu. ya1 : Terdapat pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu. Pendekatan metodologis ini dirancang untuk memberikan analisis yang komprehensif dan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Dengan menggabungkan desain eksperimental dengan analisis statistik yang memberikan bukti empiris yang kuat mengenai pengaruh media pembelajaran berbasis video terhadap hasil belajar siswa dalam konteks pendidikan fisika di tingkat SMA. Pada dasarnya bagian ini menjelaskan bagaimana penelitian itu Materi pokok bagian ini adalah: . jenis penelitian. waktu dan subjek penelitian atau populasi dan sampel . asaran penelitia. teknik pengumpulan data. instrument yang digunakan, bagaimana validasinya. dan teknik analisis data. Untuk penelitian yang menggunakan alat dan bahan, perlu dituliskan spesifikasi alat dan bahannya. Spesifikasi alat menggambarkan macam bahan yang digunakan. Keterangan Eksperimen Kontrol Jumlah Siswa . Standar Deviasi 7,23 7,90 Skor Minimum Skor maksimum Skor Rata-Rata 74,33 Uji Normalitas Uji Normalitas dilakukan menggunakan uji statistic Shapiro-Wilk pada program SPSS versi 0 for window dengan taraf signifikan 0,05. Hasil uji normalitas data posttest pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol apat dilihat pada table 3 berikut. Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Tests of Normality Shapiro-Wilk Keputusan Statistik N Sig. Uji Hasil Eksperimen . 30 0,24 Normal Belajar Kontrol 30 0,13 Normal This is a lower bound of the true Lilliefors Significance Correction Kelas Berdasarkan Tabel 1. 3 dapat dilihat pada uji Shapiro-Wilk diperoleh nilai Sig. pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu 0,24 dan 0,13. Sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Shapiro-Wilk yaitu nilai Sig. yang diperoleh >0,05 maka data dikatakan berdistribusi normal. Hasil Penelitian Kelas Berdasarkan tabel 1. 2 terlihat perbedaan antara skor yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nila posttest tertinggi pada kelas eksperimen dengan skor maksimum sebesar 95,0 skor minimum sebesar 50,0 dengan skor rata-rata 74,33 dan standar deviasi 7,23. Sedangkan maksimumnya sebesar 75,0 skor minimum sebesar 25,0 dengan skor rata-rata sebesar 53,0 dan standar deviasi 7,90. Dari data tersebut terlihat bahwa rata-rata hasil belajar skor posttest siswa kelas eksperimen yang diberikan dibandingkan dengan kelas kontrol HASIL DAN PEMBAHASAN Rerata eksperimen dan kelas kontrol. Kelas Uji Homogenitas Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Uji homogenitas menggunakan uji F dengan taraf signifkansi () = 0,05. data yang dilakukan uji homogenitas menggunakan uji F adalah data hasil posttest pada kelas eksperimen dan kelas Adapun hasil analisis data dengan uji F dapat dilihat pada tabel 1. 4 berikut Penelitian ini dilakukan di SMS Negeri 2 Palu. Penelitian ini menggunakan 2 sampel yaitu kelas X-H sebagai kelas eksperimen dan kelas X-I sebagai kelas kontrol. Analisis data kuantitatif menggunakan SPSS 16 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok eksperimen dan Pada menunjukkan kemampuan awal yang relatif setara, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 44,67 dengan standar deviasi 15,64 dan kelas kontrol 43,83 dengan standar deviasi 15,51. Namun, setelah perlakuan, hasil posttest menunjukkan peningkatan yang lebih besar pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 74,33 13,37 mencapai 53,00 dengan standar deviasi 14,94. Hasil penggunaan media video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa, sejalan dengan temuan Sari yang menunjukkan terhadap hasil belajar siswa . Uji normalitas menggunakan ShapiroWilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest pada kedua kelompok berdistribusi normal . > 0,. Uji homogenitas dengan Test Homogeneity Variances mengkonfirmasi bahwa varians kedua kelompok homogen baik untuk pretest . = 0,. maupun posttest . = 0,. Kondisi ini memungkinkan dilakukannya uji hipotesis menggunakan uji-t independen, sesuai dengan prosedur yang dijelaskan oleh . Hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol . = 5,82, p < 0,. Nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel ,82 memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar fisika siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Liliarti yang menekankan efektivitas media visual dalam pembelajaran sains, khususnya fisika . Keberhasilan penggunaan media video pembelajaran dapat dijelaskan melalui beberapa Pertama, video pembelajaran membantu siswa dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dalam materi usaha dan energi, sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivisme yang menekankan pentingnya pengalaman konkret dalam membangun pemahaman . Kedua, format video memungkinkan penyajian masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran, seperti yang diungkapkan oleh Arsyad tentang keuntungan penggunaan media Tabel 4 Hasil Uji Homogenitas Levene Statistic Sig. Keputusan Uji Vol. No. 2, pp. Agustus Homogen Tabel 1. 4 menunjukkan bahwa varians dalam penelitian ini adalah homogen. Uji Hipotesis Setelah terpenuhinya uji normalitas dan parametrik, maka uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test . ji T dua sampel yang tidak berpasanga. dapat dilakukan. Pengujian hipotesis Independent Sample T-Test dilakukan pada program SPSS versi 27 for Hasil uji hipotesis menggunakan statistik Independent Sample T-Test dapat dilihat pada tabel 5 berikut. Tabel 5 Hasil Uji Independent Sample T-Test Berdasarkan Tabel 1. 5 dapat dilihat bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki nilai thitung 5,82 dan ttabel sebesar 2,00 atau dapat ditulis thitung > ttabel, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Nilai signifikan 2-tailed yang 0,00. Sehingga 0,00 0,05 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pemahaman konsep posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu, khususnya pada materi usaha dan energi. Dengan menggunakan kuasi-eksperimen, membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan media video pembelajaran dan kelompok kontrol yang Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online . Proses pembelajaran di kelas eksperimen yang peningkatan aktivitas dan partisipasi siswa. Siswa terlihat lebih aktif dalam diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan refleksi terhadap materi yang dipelajari. Hal ini sesuai dengan konsep pembelajaran aktif yang ditekankan dalam Kurikulum 2013, di mana pengetahuan mereka sendiri . Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mengaplikasikan konsep-konsep yang telah Proses ini mendukung pengembangan pembelajaran fisika . Peningkatan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen juga dapat dikaitkan dengan kemampuan media Kombinasi elemen visual dan auditori dalam video membantu siswa dengan berbagai gaya belajar untuk memahami materi dengan lebih baik, sesuai dengan pendapat Warsita tentang peran teknologi pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar . Temuan penelitian ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh . yang menunjukkan pengaruh positif media pembelajaran berbasis video terhadap minat, pemahaman konsep, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fisika. Hal ini menegaskan potensi media video sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dalam konteks pendidikan sains di tingkat SMA. Namun, perlu dicatat bahwa keberhasilan penggunaan media video pembelajaran juga bergantung pada kualitas konten video dan integrasi yang tepat dalam proses pembelajaran. Seperti yang diungkapkan oleh Miftah media karakteristik siswa, dan konteks pembelajaran untuk dapat berfungsi secara optimal dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa . Liliarti berpendapat dalam konteks pembelajaran fisika, penggunaan media video konseptual siswa tetapi juga membantu dalam diagramatik dan argumentatif . Hal ini sangat penting dalam pembelajaran fisika, di mana kemampuan untuk memvisualisasikan dan Penelitian Vol. No. 2, pp. Agustus menunjukkan bahwa penggunaan media video pembelajaran sejalan dengan prinsip-prinsip pembelajaran abad ke-21, di mana integrasi teknologi dalam pendidikan menjadi semakin Seperti yang dijelaskan oleh Chen, penggunaan media digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa, terutama dalam konteks pembelajaran sains dan teknologi . Meskipun hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa, perlu diperhatikan bahwa efektivitas penggunaan media ini juga Seperti yang diungkapkan oleh Surya, pembelajaran dengan menggunakan media teknologi sangat penting untuk memaksimalkan . Kesimpulannya, penelitian ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas penggunaan media video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X SMA. Temuan ini pembelajaran fisika di tingkat SMA, terutama implementasi media pembelajaran berbasis Untuk disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang desain optimal video pembelajaran untuk materi fisika yang berbeda, serta investigasi jangka panjang tentang dampak penggunaan media video terhadap retensi pengetahuan dan aplikasi konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Palu pada materi usaha dan energi. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan yang substansial antara skor rata-rata posttest kelas eksperimen . dan kelas kontrol . , serta hasil uji hipotesis yang menunjukkan t-hitung . lebih besar dari t-tabel . dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi pada kelas eksperimen . ,66 poi. ,17 pembelajaran dalam memfasilitasi pemahaman konsep fisika yang lebih baik. Faktor-faktor yang Vol. No. 2, pp. Agustus Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online berkontribusi terhadap keberhasilan ini meliputi memvisualisasikan konsep abstrak, mendorong pembelajaran aktif, mengkontekstualisasikan materi, serta memungkinkan pengulangan dan penguatan konsep. Selain itu, penggunaan media video pembelajaran juga berpotensi meningkatkan motivasi belajar, mengakomodasi mengembangkan keterampilan berpikir kritis Namun, perlu digarisbawahi bahwa efektivitas media video pembelajaran tidak terlepas dari kualitas desain instruksional dan belajar fisika DAFTAR PUSTAKA Saran