SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 024 PAYA RUMBAI Mahyuddin Sekolah Dasar Negeri 024 Paya Rumbai. Rengat Barat Indragiri Hulu. Riau. Indonesia e-mail: mahyuddinspdsd@gmail. Abstrak Pembelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Guru masih mendominasi jalannya pembelajaran dan belum merancang pembelajaran yang memungkikan siswa untuk tumbuh dan berkembang baik secara jasmani dan rohani, siswa kurang dilibatkan dalam pembelajaran sehingga siswa hanya menerima informasi dan membuat siswa kurang bergairah dalam pembelajaran yang berujung pada rendahnya hasil belajar siswa. Melihat kondisi tersebut peneliti berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan metode demonstrasi yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian perbaikan pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama 2 siklus. Masing-masing siklus dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Penggunaan metode demonstrasi berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Dari perbaikan pelaksanaan pembelajaran didapati hasil belajar siswa yang selalu meningkat. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Kata kunci: matematika, metode demonstrasi, hasil belajar Abstract Learning mathematics in grade IV SD 024 Paya Rumbai is still not as expected. Teachers still dominate the course of learning and have not designed learning that enables students to grow and develop both physically and spiritually, students are less involved in learning so students only receive information and make students less enthusiastic in learning which results in low student learning outcomes. Seeing these conditions the researchers tried to improve the quality of learning by applying demonstration methods aimed at improving student learning outcomes. Research to improve the implementation of learning is carried out for 2 cycles. Each cycle is carried out in 2 meetings. The use of demonstration methods has an impact on improving student learning outcomes. From improving the implementation of learning found that student learning outcomes are always increasing. Based on this it can be concluded that the effective demonstration method is used to improve mathematics learning outcomes of grade IV SD 024 Paya Rumbai. West Rengat District. Indragiri Hulu District. Keywords : mathematics, demonstration methods, learning outcomes PENDAHULUAN Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. Khusus untuk di Sekolah Dasar (SD) pendidikan bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar baca-tulis-hitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta mampersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sejalan dengan tujuan tersebut guru harus selalu berusaha mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Sebagai pelaksana pendidikan yang berhubungan Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 langsung dengan siswa guru harus mampu menyajikan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif dan menyenangkan. Dengan hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar yang dicapai siswa yang diajarnya. Dalam kegiatan pembelajaran siswa mempunyai hak dan kebebasan untuk bersuara, berpendapat atau beragumen di dalam kelas yang berkaitan dengan materi pelajaran di kelas. Saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran seharusnya yang aktif bukanlah gurunya saja, dimana siswa hanya dianggap sebagai suatu benda yang pasif, yang hanya mendengarkan dan mematuhi apa yang disampaikan oleh guru. Menurut Sardiman AM . Mengajar diartikan sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan, mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi para Kondisi itu diciptakan sedemikian rupa sehingga membantu perkembangan anak secara optimal baik jasmani maupun rohani, baik fisik maupun mental. Berdasarkan pendapat tersebut guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar mengajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas, yang menunjang kegiatan belajar-mengajar. Kondisi tersebut belum tercermin pada pembelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Dimana pada pembelajaran matematika, guru masih mendominasi jalannya pembelajaran. Guru belum merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk tumbuh dan berkembang baik secara jasmani dan rohani. Siswa kurang dilibatkan dalam pembelajaran sehingga siswa hanya menerima informasi dan membuat siswa kurang bergairah dalam pembelajaran dan berujung pada rendahnya hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada pra siklus pada materi AuBangun Segi banyak beraturanAy masih rendah dari 21 siswa hanya 8 siswa yang berhasil tuntas dengan KKM 75, sedangkan sebanyak 13 siswa belum berhasil tuntas. Berdasarkan hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa presentase ketuntasan siswa masih rendah. Pencapaian prestasi belajar yang kurang maksimal. Hal tersebut yang menimbulkan ketidak puasan peneliti. Sebagai seorang guru peneliti merasa berkewajiban untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Langkah yang ditempuh untuk memperbaiki hasil belajar siswa, yakni dengan mengadakan penelitian tindakan kelas di kelas VI SD Negeri 024 Paya Rumbai khususnya pada mata pelajaran Matematika. Semua itu dimaksudkan untuk memperbaiki hasil belajar siswa yang dinilai belum memuaskan. Guna mengatasi masalah yang terjadi di atas peneliti mengadakan diskusi dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil diskusi diperoleh kelemahankelemahan selama pembelajaran matematika sebagai berikut: Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Kurang interaksi antara guru dan murid. Siswa kurang diberikan tugas pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa kurang diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan pelajaran Kurang motivasi kepada siswa yang lemah dalam belajar. Berdasarkan permasalahan-permasalahan diatas peneliti mencari kelemahankelemahan guru pada saat pembelajaran matematika. Dari hasil pengamatan data penelitian didapat kekurangan guru sebagai berikut: Kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Metode yang digunakan kuarng tepat. Guru tidak mendemonstrasikan cara penyelesaian masalah-masalah pada pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tidak menggunakan media belajar. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi peneliti akan melakukan perbaikan pembelajaran matematika. Dengan perbaikan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran matematika. Langkah prioritas yang akan dimambil untuk memperbaiki pembelajaran matematika yaitu dengan menggunakan metode demonstrasi. Pengambilan metode demonstrasi berdasarkan pendapat Isjoni, mengungkapkan Aumetode demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif, sebab membantu para siswa untuk mencapai jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta yang benar. Ay Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis masalah di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: AuApakah Penerapan Metode Demonstrasi dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu?Ay METODE Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai yang berjumlah 21 siswa terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 siswi perempuan. Penelitian dilakukan pada mata pelajaran matematika. Pelaksanaan penelitian mengikuti model penelitian tindakan kelas yang meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Keempat tahapan tadi dalam dua siklus yang digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Tahapan Perbaikan Pembelajaran Persiklus Kegiatan yang dilakukan sebelum perbaikan pembelajaran adalah mengamati siswa maupun kelas dengan tujuan untuk mengetahui secara jelas kelemahankelemahan yang dilakukan selama proses pembelajaran matematika. Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang cocok. Adapun perbaikan pembelajaran dilaksanakan dengan tahapan berikut: Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Siklus I Penelitian perbaikan pembelajaran siklus I dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Perencanaan Adapun hal-hal yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah sebagai berikut: Menentukan materi pokok pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 sebagai - Pertemuan 1 materi pokok keliling persegi. - Pertemuan 2 materi pokok luas persegi. Mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan saat perbaikan pembelajaran meliputi: - Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk 2 kali pertemuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif kepala bernomor - Menyusun LKS untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran. - Menyiapkan post tes untuk setiap pertemuan. - Menyiapkan Lembar Observasi Siswa - Menyiapkan lembar Observasi Guru - Menyiapkan soal untuk ulangan harian Menetapkan teman sejawat yang akan mengamati perbaikan pembelajaran. Menyiapkan dokumentasi penelitian. Pelaksanaan Setelah rencana perbaikan pelaksanaan pembelajaran dan semua peralatan tersusun peneliti melaksanakan perbaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Perbaikan pembelajaran pertemuan 1 siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 12 April 2018 pada materi keliling persegi. Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh dalam perbaikan pelaksanaan pembelajaran: Kegiatan awal . - Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. - Melakukan apersepsi dengan memberikan kesempatan kepada salah satu siswa untuk menggambar persegi. - Memberikan reward kepada siswa yang berani membuat gambar persegi. - Menyampaikan materi pembelajaran - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok belajar. Kegiatan Inti . - Memberikan penjelasan mengenai keliling persegi. - Masing-masing kelompok diminta membuat gambar persegi dilantai kelas dengan ukuran sisi 1 meter. - Masing-masing kelompok diminta untuk mendemonstrasikan mengelilingi persegi yang telah dibuat. - Masing-masing kelompok diminta menyebutkan keliling persegi yang diberikan guru, dan kelompok yang lain diminta menanggapi. - Memberikan penghargaan pada masing-masing kelompok Kegiatan Penutup . - Siswa dibimbing untuk menyimpulkan tentang cara mengitung keliling dan menentukan rumus keliling persegi. - Mengadakan post tes untuk menguji pemahaman siswa. - Memberikan tindak lanjut dengan memberikan PR Perbaikan pembelajaran pertemuan 2 siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, 17 April 2018 pada materi luas persegi. Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh dalam perbaikan pelaksanaan pembelajaran: Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Kegiatan awal . - Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. - Melakukan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan mengenai keliling persegi. - Memberikan reward kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan. - Menyampaikan materi pembelajaran - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok belajar. Kegiatan Inti . - Memberikan penjelasan mengenai luas persegi. - Guru membagikan gambar persegi kepada masing-masing kelompok. - Masing-masing kelompok diminta membagi gambar persegi yang telah diterima menjadi persegi satuan dengan ukuran sisi 1 cm. - Masing-masing kelompok diminta untuk mendemonstrasikan cara menghitung luas persegi yang telah dibagi menjadi persegi satuan. - Masing-masing kelompok diminta menyebutkan luas persegi yang diberikan guru, dan kelompok yang lain diminta menanggapi. - Memberikan penghargaan pada masing-masing kelompok Kegiatan Penutup . - Siswa dibimbing untuk menyimpulkan tentang cara mengitung luas dan menentukan rumus luas persegi. - Mengadakan post tes untuk menguji pemahaman siswa. - Memberikan tindak lanjut dengan memberikan PR Pengamatan Pengamatan berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Hal yang diamati tiap siklus pembelajaran yakni aktivitas siswa dan guru dalam Aktivitas siswa diamati dan diisikan kedalam lembar observasi siswa, sedangkan aktivitas guru diisikan ke dalam lembar observasi guru. Refleksi Setelah perbaikan pembelajaran siklus I selesai dilaksanakan, peneliti memeriksa hasil latihan masing-masing siswa. Peneliti memberikan nilai dan menuliskan hasilnya ke dalam buku nilai. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan teman sejawat selama proses pembelajaran dan nilai siswa yang telah terkumpul, peneliti bersama teman sejawat melakukan penelaahan dan mencoba menyimpulkan kekuatan dan kelemahan selama pelaksanaan pembelajaran. Hasil pengamatan teman sejawat dan nilai yang dicapai siswa akan dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya. Siklus II Perbaikan siklus II dilakukan sesuai dengan menggunakan metode demonstrasi. Pada siklus ini peneliti melakukan dengan cara mengurangi kelemahan-kelemahan yang terjadi pada perbaikan pembelajaran siklus I. Pada perbaikan pembelajaran siklus II dilakukan pada materi pokok AuKeliling dan Luas Persegi PanjangAy. Teknik Analisis Data Aktifitas Siswa Aktifitas siswa selama perbaikan pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui tingkat keaktifan, ketekunan dan ketelitian siswa setelah menerapkan metode demonstrasi. Adapun persentase ditentukan dengan menggunakan rumus: Persentase x 100% . Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Persentase yang diperoleh akan dikategorikan dalam kategori berikut: Amat baik = 90% - 100% Baik = 70% - 89% Cukup = 60% - 69% Kurang = dibawah 60% Daya Serap Siswa Daya serap siswa akan diukur dengan menggunakan rumus: Keterangan : KKM = 75 Daya serap siswa dikategorikan sebagai berikut: Baik = 75% - 100 % Sedang = 60% - 74% Kurang = < 60% Ketuntasan Ketuntasan siswa secara individu dapat diukur dengan menggunakan rumus Kriteria ketuntasan siswa ditetapkan dengan kategori penilaian sebagai berikut : 75% Ae 100% = tuntas 0% Ae 74% = tidak tuntas. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Prasiklus Pada tahap pengamatan peneliti mengamati terhadap kegiatan siswa selama pembelajaran matematika berlangsung. Kegiatan pengamatan ini juga dibantu oleh teman sejawat. Kemudian peneliti dan teman sejawat mendiskusikan hasil pengamatan selama pembelajaran. Selain hasil pengamatan peneliti dan teman sejawat juga menganalisi hasil belajar matematika sisa pada pra siklus. Berikut hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai pada pra siklus. Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Matematika kelas IV Pra Siklus SD Negeri 024 Paya Rumbai Keterangan Jumlah Siswa Presentase Tuntas 38,09% Tidak Tuntas 61,91% Jumlah Tabel 2. Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika kelas IV Pra Siklus SD Negeri 024 Paya Rumbai Presentase Nilai Jumlah Siswa Tidak Tuntas Tuntas Rata-rata <60 23,8% 60 - 74 38,1% 68,09 75 - 100 38,1% Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tidak Tuntas Tuntas Gambar 2. Hasil Belajar Matematika kelas IV Pra Siklus SD Negeri 024 Paya Rumbai Berdasarkan data kegiatan pra siklus di atas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai masih rendah, dimana dari 21 siswa hanya 8 siswa yang berhasil tuntas sementara sebanyak 13 siswa belum tuntas. Dilihat dari nilai rata-rata hanya 68,09. Pembelajaran Siklus Kesatu Perencanaan Sebelum melaksanakan perbaikan pembelajaran peneliti dibantu teman sejawat mencari solusi untuk memecahkan masalah rendahnya hasil belajar Dalam perencanaan ini peneliti dan teman sejawat yang akan bertindak selaku observer menuyusn perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama penelitian. Pada perbaikan pembelajaran ini peneliti dan teman sejawat sepakat memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan awal . - Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. - Melakukan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan mengenai keliling persegi. - Memberikan reward kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan. - Menyampaikan materi pembelajaran - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok belajar. Kegiatan Inti . Proses KBM pertemuan 3 - Memberikan penjelasan mengenai keliling persegi panjang. - Masing-masing kelompok diminta membuat gambar persegi dilantai kelas dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 m. - Masing-masing kelompok diminta untuk mendemonstrasikan mengelilingi persegi panjang yang telah dibuat. - Masing-masing kelompok diminta menyebutkan keliling persegi panjang yang diberikan guru, dan kelompok yang lain diminta menanggapi. - Memberikan penghargaan pada masing-masing kelompok Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Proses KBM pertemuan 4 - Memberikan penjelasan mengenai luas persegi. - Guru membagikan gambar persegi kepada masing-masing kelompok. - Masing-masing kelompok diminta membagi gambar persegi yang telah diterima menjadi persegi satuan dengan ukuran sisi 1 cm. - Masing-masing kelompok diminta untuk mendemonstrasikan cara menghitung luas persegi yang telah dibagi menjadi persegi satuan. - Masing-masing kelompok diminta menyebutkan luas persegi yang diberikan guru, dan kelompok yang lain diminta menanggapi. - Memberikan penghargaan pada masing-masing kelompok Kegiatan Penutup . - Siswa dibimbing untuk menyimpulkan tentang cara mengitung luas dan menentukan rumus luas persegi. - Mengadakan post tes untuk menguji pemahaman siswa. - Memberikan tindak lanjut dengan memberikan PR Hasil yang diharapkan: - Membangkitkan rasa keingintahuan siswa terhadap materi pembelajaran. - Mengarahkan siswa agar menemukan sendiri cara penyelesaian masalah keliling dan luas persegi. Pengamatan Pada siklus 1 peneliti mengamati berbagai keaktifan, ketekunan dan ketelitian siswa saat proses pembelajaran. Selain mengamati siswa pengamatan juga dilakukan pada aktifitas guru selama perbaikan pembelajaran. Pengamatan aktifitas guru dilakukan teman sejawat. Untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siklus 1 penliti mengumpulkan hasil tes siswa. Berikut hasil tes siswa kelas IV selama siklus I: Tabel 3. Ketuntasan Hasil Belajar Matematika kelas IV Siklus I SD Negeri 024 Paya Rumbai Keterangan Jumlah Siswa Presentase Tuntas 66,6% Tidak Tuntas 33,4% Jumlah Tabel 4. Ketuntasan Hasil Belajar Matematika kelas IV Siklus I SD Negeri 024 Paya Rumbai Presentase Nilai Jumlah Siswa Tidak Tuntas Tuntas Rata-rata <60 9,5% 60 - 74 23,9 % 75 - 100 66,6% Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tuntas. Tidak Tuntas. Tidak Tuntas Tuntas Gambar 3. Hasil Belajar Matematika kelas IV Siklus I SD Negeri 024 Paya Rumbai Berdasarkan data kegiatan siklus I di atas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai mengalami peningkatan, dimana dari 21 siswa hanya 14 siswa yang berhasil tuntas dan sebanyak 7 siswa belum tuntas. Dilihat dari nilai rata-rata juga mengalami peningkatan dimana pada pra siklus 68,09 meningkat menjadi 80. Refleksi Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus I, peneliti menganalisis hasil pengamatan yang dilakukan selama perbaikan pembelajaran siklus I berlangsung. Berikut hasil refleksi selama perbaikan siklus I: Tabel 5. Hasil Reflesi Pembelajaran siklus I Kelemahan Kelebihan Sebagian besar siswa belum Terlihat siswa mulai saat dalam pembelajaran Guru Penggunaan waktu kuran Pembelajaran Siklus Kedua Perencanaan Perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan setelah peneliti menelaah hasil refleksi pada siklus I. Pada tahap perencanaan perbaikan siklus II peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama perbaikan pembelajaran siklus II. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan awal . - Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. - Melakukan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan mengenai keliling persegi panjang. - Memberikan reward kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan. Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 - Menyampaikan materi pembelajaran. - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok belajar. Kegiatan Inti . - Memberikan penjelasan mengenai luas persegi panjang. - Guru membagikan gambar persegi panjang kepada masing-masing - Masing-masing kelompok diminta membagi gambar persegi panjang yang telah diterima menjadi persegi satuan dengan ukuran sisi 1 cm. - Masing-masing kelompok diminta untuk mendemonstrasikan cara menghitung luas persegi panjang yang telah dibagi menjadi persegi satuan. - Masing-masing kelompok diminta menyebutkan luas persegi panjang yang diberikan guru, dan kelompok yang lain diminta menanggapi. - Memberikan penghargaan pada masing-masing kelompok Kegiatan Penutup . - Siswa dibimbing untuk menyimpulkan tentang cara mengitung luas dan menentukan rumus luas persegi panjang. - Mengadakan post tes untuk menguji pemahaman siswa. - Memberikan tindak lanjut dengan memberikan PR Hasil yang diharapkan: - Membangkitkan rasa keingintahuan siswa terhadap materi pembelajaran. - Mengarahkan siswa agar menemukan sendiri cara penyelesaian masalah keliling dan luas persegi panjang. Pengamatan Untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siklus II peneliti mengumpulkan hasil tes siswa. Berikut hasil tes siswa kelas IV selama siklus II: Tabel 6. Ketuntasan Hasil Belajar Matematika kelas IV Siklus I SD Negeri 024 Paya Rumbai Keterangan Jumlah Siswa Presentase Tuntas 95,2% Tidak Tuntas 4,8% Jumlah Tabel 7. Ketuntasan Hasil Belajar Matematika kelas IV Siklus II SD Negeri 024 Paya Rumbai Presentase Nilai Jumlah Siswa Tidak Tuntas Tuntas Rata-rata <60 4,8% 60 - 74 90,95 75 - 100 95,2% Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tuntas. Tidak Tuntas. Tidak Tuntas Tuntas Gambar 4. Hasil Belajar Matematika kelas IV Siklus I SD Negeri 024 Paya Rumbai Berdasarkan data kegiatan siklus II di atas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai terus mengalami peningkatan, dimana pada siklus I terdapat 14 siswa yang tuntas, pada siklus II terdapat 20 siswa. Dilihat dari nilai rata-rata juga mengalami peningkatan dimana pada siklus I 80 meningkat menjadi 90,95. Refleksi Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti menganalisis hasil pengamatan yang dilakukan selama perbaikan pembelajaran siklus II berlangsung. Berikut hasil refleksi selama perbaikan siklus II: Tabel 8. Hasil Reflesi Pembelajaran siklus II Kelemahan Kelebihan Sebagian besar siswa berani tampil saat demonstrasi Guru melakukan bimbingan saat siswa demonstrasi Penggunaan waktu sesuai dengan perencanaan Pembahasan Dari Setiap Siklus Berdasarkan data nilai siswa pada tabel distribusi frekuensi dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa selalu mengalami peningkatan. Dapat dijelaskan bahwa pada pembelajaran pra siklus hanya 8 dari 21 siswa yang berhasil tuntas. Jumlah siswa yang tuntas pada perbaikan siklus I mengalami peningkatan. Pada ulangan harian siklus I jumlah siswa yang tuntas 14 siswa dan pada ulangan harian siklus II ada 20 siswa yang berhasil tuntas. Peningkatan hasil belajar siswa dikarenakan penggunaan metode demonstrasi. Peningkatan hasil belajar siswa dipengaruhi dengan meningkatnya motivasi belajar siswa setelah menggunakan metode demonstrasi. Hal ini senada dengan pendapat Werkanis bahwa kelebihan metode demonstrasi dapat menimbulnya motivasi siswa dalam melakukan aktivitas belajar. Sementara berdasarkan pengamatan 3 siswa yang belum tuntas disebabkan karena tidak berani mendemonstrasikan pelajaran ke depan kelas. Sesuai dengan pendapat Sri Anitah, dkk bahwa metode demonstrasi memiliki kelemahan AuSering terjadi siswa kurang berani dalam mencoba atau melakukan praktekAy. Jurnal Pendidikan Tambusai. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 320-332 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai. SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil perbaikan pembelajaran pada pelajaran matematika dengan menerapkan metode demonstrasi pada siswa kelas IV SDN 024 Paya Rumbai dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Aktivitas siswa selama perbaikan pembelajaran meningkat, dimana pada pembelajaran sebelum perbaikan siswa cendrung pasif setelah perbaikan pembelajaran siswa lebih aktif, tekun, dan teliti dalam pembelajaran. Ketuntasan siswa juga mengalami peningkatan semenjak perbaikan dengan menerapkan metode demonstrasi dimana pada pra siklus hanya 8 siswa yang tuntas meningkat menjadi 14 siswa pada siklus I dan terus meningkat menjadi 20 siswa pada siklus II Penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 024 Paya Rumbai. Saran Berdasarkan hasil yang telah diperoleh peneliti selama penerapan metode demonstrasi maka peneliti menyarankan kepada para guru untuk : Selalu melatih siswa mendemontrasikan penyelesaian pada materi yang bisa didemonstrasikan untuk meningkatkan aktivitas, daya serap dan ketuntasan Memberikan memotivasi dan menanamkan rasa percaya diri kepada siswa untuk melatih mental dan keberanian siswa. Menguasai materi pelajaran dan pelaksanaan yang akan ditampilkan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembelajaran. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran DAFTAR PUSTAKA