Cyber Tech Vol. No. Juni 2020, pp. x P-ISSN : E-ISSN : Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakir Fowlpox (Cacar Ungga. Pada Burung Puyuh Menggunakan Metode Teorema Bayes Tiara Dewi Sri Ariantika *. Mukhlis Ramadhan,SE. ,M. Kom. **. Ismawardi Santoso,S. Pd. ,MS. * Program StudiSistemInformasi. STMIK Triguna Dharma ** Program StudiSistemInformasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article History: Keyword: Sistem Pakar. Teorema Bayes. Penyakit Fowlpox (Cacar Ungga. ABSTRACT Fowlpox (Cacar Ungga. merupankan salah satu jenis penyakit yang biasa menyerang burung puyuh. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang berada dalam famili poxviridea dan genus (Avipoxviru. Fowlpox,FP . acar ungga. disebabkan oleh dua bentuk yaitu, infeksi yang terjadi di kulit . jaringan epital kulit yang tidak tertutupkan oleh bulu, dan berikutnya infeksi difteri yang biasa terjadi pada membran mukosa mulut dan tenggorokan. Metode Teorema Bayes adalah sebuah teorema dengan dua pemikiran berbeda. Dalam Bayes menyatakan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk Metode Bayes merupakan metode yang baik untuk menghasilkan pemikiran tolak ukur dengan mengandalkan informasi dari sumber dan informasi lain yang telah tersedia dalam pembelajaran berdasarkan data Pada penelitian ini dibuat sistem pakar yang dapat mendiagnosa penyakit fowlpox dan solusinya serta mengetahui gejala pada burung puyuh dengan menggunakan metode Teorema Bayes. Sistem pakar telah dibuat menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 2008. Dengan adanya sistem ini diharapkan nantinya lebih mempermuda dalam mengetahui gejala penyakit fowlpoc . acar ungga. Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Corresponding Author Author :: Nama :Sepdo Pasaribu Nama :Tiara Dewi Sri Ariantika Kantor :STMIK Triguna Dharma Kantor :STMIK Triguna Dharma Program Studi:SistemInformasi Program Studi :Sistem Informasi E-Mail :sepdopasaribu123@gmail. E-Mail : tiaradewi447@gmail. PENDAHULUAN Burung puyuh adalah hewan unggas daratan yang memiliki ukuran tubuh kecil dan gemuk, serta berkaki Burung puyuh merupakan salah satu jenis unggas penghasil telur berprotein tinggi serta rendah lemak. Burung puyuh termasuk unggas yang dapat menghasilkan telur lebih dari 300 butir dalam satu tahun produksi Selain telur, daging burung puyuh juga nikmat jika dikonsumsi. Dengan perubahan iklim yang tidak menentu dan wabah penyakit yang dapat menyerang burung puyuh. membuat peternak lebih bijak lagi dalam menentukan tempat yang baik untuk mengatasi penyakit burung puyuh salah satunya ialah Cacar Unggas (Fowlpo. Cacar Unggas adalah salah satu penyakit yang biasa menyerang unggas termasuk burung puyuh. Penyakit cacar pada unggas yang disebabkan oleh Virus Fowlpox yang berada dalam famili poxviridea dan genus (Avipoxviru. Fowlpox,FP . acar ungga. jenis penyakit ini merupakan penyakit yang viral pada ayam yang penyebarannya disebabkan oleh dua bentuk yaitu, infeksi yang terjadi di kulit . jaringan epital kulit yang tidak tertutupkan oleh bulu, dan berikutnya infeksi difteri yang biasa terjadi pada membran mukosa mulut dan Wabah penyakit cacar unggas menjadi salah satu kendala yang dialami oleh peternak, maka dibuatlah suatu sistem yang mampu menentukan permasalahan pakar agar dapat digunakan dalam suatu sistem yang dapat Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: melakukan diagnosa penyakit cacar unggas pada burung puyuh. Dalam ilmu komputer hal ini berkaitan erat dengan isitilah sistem pakar. Sistem Pakar adalah cabang kecerdasan yang membutuhkan penalaran seorang pakar atau ahli pada ruang lingkup pengetahuan tertentu dalam memecahkan suatu permasalahan yang sulit untuk didapatkan. Dan untuk kesempurnaan suatu sistem pakar, maka butuh diterapkannya sebuah metode yang tepat atau sesuai dengan apa yang akan kita temukan permasalahannya. Salah satu metode dalam sistem pakar yaitu Teorema Bayes. Metode Teorema Bayes dipergunakan untuk mengembangkan Sistem yang Cerdas agar dapat mendiagnosa berbagai penyakit,termasuk penyakit pada hewan peternak. Pada penelitian ini metode Teorema Bayes diimplementasikan dalam mendiagnosa penyakit cacar unggas serta menyimpulkan hasil keputusan yang cerdas dalam diagnosa penyakit pada burung puyuh. Didalam mesin pembelajaran berdasarkan data training metode bayeslah yang merupakan metode yang baik, dengan menggunakan probabilitas bersyarat sebagai dasarnya. KAJIAN PUSTAKA 1 Sistem Pakar (Expert Syste. Cara kerja dari sistem pakar . xpert syste. adalah mengadopsi cara kerja manusia ke komputer, tujuannya agar komputer dapat menyelesaikan atau membantu apa yang dilakukan oleh para ahli. Sistem yang dirancang juga dapat mengatasi masalah bukan hanya pada para ahli tetapi orang awampun dapat menggunakannya untuk bisa menyelesaikan maslah yang sulit untuk diselsaikan atau dipecahkan. Sistem pakar merupakan program komputer yang dapat menirukan proses pemikiran pakar dalam menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Implementasi sistem pakar yang banyak digunakan dalam bidang kecerdasan buatan dapat menyimpan pengetahuan pakar dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan penalaran secara cerdas. 2 Metode Teorema Bayes Teorema Bayes adalah sebuah teorema dengan dua pemikiran berbeda. Dalam Bayes menyatakan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru. Metode Bayes merupakan metode yang baik untuk menghasilkan pemikiran tolak ukur dengan mengandalkan informasi dari sumber dan informasi lain yang telah tersedia dalam pembelajaran berdasarkan data training, dengan menggunakan probabilitas bersyarat sebagai dasarnya. Probabilitas Bayesian adalah salah satu cara untuk dapat mengatasi ketidakpastian dengan menggunanakan Formula Bayes. Metode Bayes dapat diartikan sebagai sistem pendekatan secara statik dalam melakukan perhitungan dan menentukan keputusan yang menyangkut suatu himpunan atau desain sebagai perolehan dalam aspek lainnya. 3 Burung Puyuh Burung puyuh merupakan salah satu kelompok unggas yang sudah semakin popular di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya minat masyarakat yang mulai menggemari produk-produk yang dihasilkan burung puyuh baik itu berupa telur maupun daging burung puyuh. Selain diambil telurnya, daging puyuh juga merupakan makanan yang lezat dan bernilai gizi tinggi. Dari segi pakannya burung puyuh lebih memakan biji-bijian selain itu juga burung puyuh pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. 4 Fowlpox (Cacar Ungga. Penyebab terjadinya cacar unggas disebabkan oleh virus yaitu Poxvirus, biasanya puyuh yang terserang penyakit ini ditandai timbulnya papula kecil berwarna kelabu di kulit tidak berbulu, keropeng, dan berdarah, serta bercak kuning pada selaput lendir pada mulut, atau penyumbatan pada hidung. Penyakit ini dapat ditularkan secara langsung melalui kontak dengan luka dikulit atau bisa juga secara tidak langsung yaitu melalui udara, serta makanan yang tercemar virus tersebut. Untuk mencegahnya anda dapat melakukan vaksinasi dipteria serta memisahkan puyuh yang terserang penyakit. Selain itu kebersihan kandang juga harus lebih diperhatikan agar tidak timbul penyakit lain yang bisa menyerang burung puyuh. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian terdapat beberapa cara yaitu sebagai berikut : 1 Data Collecting (Teknik Pengumpulan Dat. Dalam Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti diantaranya yaitu . observasi dan . Observasi penelitian ini dilakukan dengan riset langsung ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. SUMUT. Didilakukannya analisis masalah yang dihadapi terutama dibagian penyakit cacar unggas kemudian diberikan rangkuman masalah apa saja yang terjadi selama ini terkait dalam proses pencegahan atau penanganan penyakit cacar unggas. 2 Studi Of Literature (Studi Kepustakaa. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: Dalam penelitian ini banyak menggunakan jurnal-jurnal baik jurnal nasional maupun buku sebagai sumber Diharapkan dengan menggunakan beberapa refrensi tersebut dapat membantu peneliti dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dibagian peternakkan di kota medan. 2 Metodologi Perancangan Sistem Dalam konsep perancangan sistem yang dilakukan mahasiswa merupakan salah satu dalam membangun sebuah sistem dibagi atas beberapa fase yaitu : Analisis Masalah dan kebutuhan Analisis masalah dan kebutuhan merupakan fase awal dalam perancangan sistem pada tahap ini ditentukan titik masalah sebenarnya dan apa saja yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah tersebut baik software maupun Desain Sistem Tahap ini dibagi menjadi empat elemen yaitu: . pemodelan sistem dengan tahap Unified Modelling Language, . pemodelan menggunakan flowchart system, . Desain input, dan . desain output dari sistem pakar yang akan dirancang dalam pemecahan masalah pada peternak burung puyuh. Pembangunan Sistem Fase ini menjelaskan tentang bagaimana melakukan pengkodingan terhadap desain sistem yang dirancang baik dari sistem input, proses, dan output menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic. Uji Coba Sistem Tahap ini merupakan yang terpenting untuk pembangunan sistem pakar dikarenakan akan dilakukan trial dan error terhadap keseluruhan aspek aplikasi baik Coding. Desain Sistem dan Pemodelan. Implementasi atau Pemeliharaan Tahap akhir ini adalah pemanfaatan aplikasi oleh stakeholder yang akan menggunakan sistem ini. Dalam penelitian ini pengguna atau end usernya adalah Peternak Burung Puyuh. 1 Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan penjelasan tentang langkah penyelesaian masalah dalam perancangan sistem pakar dalam mengatasi penyakit cacar unggas. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktifitas dan keberhasilan peternak burung puyuh atau unggas. Deskripsi Data Dari Penelitian Berikut ini adalah tabel data cacar unggas yang telah dilakukan penelitian pra-riset sebelumnya, data tersebut digunakan untuk mencari nilai gejala sebagai nilai awal untuk mendapatkan nilai kesimpulan pada bayes. Tabel 3. 1 : Penyakit Cacar Unggas Kode Penyakit Penyakit Cacar Unggas P01 Cacar Unggas Ringan P02 Cacar Unggas Besar Berdasarkan data diatas berikut beberapa gejala yang sering terjadi pada penyakit cacar unggas yaitu sebagai berikut Tabel 3. 2 : Data Gejala Penyakit Cacar Unggas Kode Gejala Gejala G01 Fases berdarah G02 Mencret encer kehijauan G03 Napsu makan berkurang G04 Sayap terkulai G05 Bulu kusam G06 Pertumbuhan yang lambat pada unggas G07 Bobot badan turun G08 Penurunan jumlah produksi telur G09 Burung puyuh terlihat lemas Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: Tabel 3. 2 : Data Gejala Penyakit Cacar Unggas Gejala Kode Gejala G10 Pembengkakan yang terjadi disekitaran kepala burung puyuh G11 Bercak di kaki G12 Bintik-bintik sekitaran mata G13 Kesulitan bernafas G14 Mati mendadak dalam jumlah besar G15 Burung puyuh mulai gelisah, selalu agak membungkuk untuk menahan rasa G16 Perut membesar G17 Burung puyuh terlihat gemetar Dibawah ini merupakan tabel nilai data pengelompokan Penyakit Cacar Unggas yaitu sebagai berikut: Tabel 3. 3 : Data pengelempokan penyakit cacar unggas Penyakit Cacar Unggas Kode Gejala P01. P02(Bera. G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 Oo Dibawah ini merupakan tabel nilai densitas/ nilai probabilitas dari setiap Gejala Penyakit yaitu sebagai berikut: Tabel 3. 4 : Nilai Densitas Gejala penyakit cacar unggas Kode Penyakit Kode Gejala Nilai Densitas/ Nilai Probabilitas P01 G02 G06 G08 Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: P01 Kode Penyakit E-ISSN: G09 G10 G15 Tabel 3. 4 : Nilai Densitas Gejala penyakit cacar unggas Kode Gejala Nilai Densitas/ Nilai Probabilitas G16 G17 G01 G03 G04 G05 G07 G11 G12 G13 G14 P02 Tabel 3. 5 : Nilai gejala penyakit cacar unggas Kode Gejala Gejala Nilai Gejala (Nilai Probabilita. G01 G02 G03 Fases berdarah Mencret encer kehijauan Napsu makan berkurang G04 Sayap terkulai G05 Bulu kusam G06 Kurangnya cairan pada burung puyuh G07 Bobot badan turun G08 Penurunan jumlah produksi telur G09 Burung puyuh terlihat lemas G10 Pembengkakan yang terjadi disekitaran kepala burung puyuh G11 Bercak dikaki G12 Bintik-bintik sekitaran mata G13 Kesulitan bernafas G14 Mati mendadak dalam jumlah banyak G15 Burung puyuh mulai gelisah,selalu agak membungkuk untuk menahan rasa sakit G16 Perut membesar G17 Burung puyuh terlihat gemetar Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: Tabel 3. 6 : Solusi Nama Penyakit P01 Cacar Unggas Ringan P02 Cacar Unggas Besar Solusi Minum Paracetamol Berikan Antibiotik Seperti Neo Meditril Atau Collimezyn Dengan Pemberian Melalui Air Minum 2 Penyelesaian Masalah Dengan Menggunakan Metode Berikut ini adalah langkah-langkah penyelesaiannya yaitu sebagai berikut: Menentukan Nilai Probabilitas Nilai probabilitas didapat dari jumlah gejala dibagi total penyakit P(BOA) P(A|B) = P(B) P01 = Cacar unggas sedang P01 = 8_ = 0. P02 = Cacar unggas berat P02 = 9_ = 0. Menjumlahkan Nilai Probabilitas Setelah nilai probabilitas sudah didapat maka selanjutnya akan dijumlahkan nilainya. Berdasarkan data sampel baru yang bersumber dari tabel gejala. Oc k =1= G1 A Gn P01 = Cacar unggas ringan G02 = P (E|H. = 0. G06 = P (E|H. = 0. G08 = P (E|H. = 0. G09 = P (E|H. = 0. G10 = P (E|H. = 0. G15 = P (E|H. = 0. G16 = P (E|H. = 0. G17 = P (E|H. = 0. Oc k =8= 0. 2 = 2. P02 = Cacar unggas berat G01 = P (E|H. = 0. G03 = P (E|H. = 0. G04 = P (E|H. = 0. G05 = P (E|H. = 0. G07 = P (E|H. = 0. G11 = P (E|H. = 0. G12 = P (E|H. = 0. G13 = P (E|H. = 0. G14 = P (E|H. = 0. Oc k =9= 0. 5 = 2. Mencari Nilai Probabilitas Hipotesa H tanpa Memandang evidence Mencari probabilitas hipotesa H tanpa memandang evidence dengan cara membagikan nilai probabilitas evidence awal dengan hasil penjumlahan probabilitas berdasarkan data sampel baru. P (E |Hi ) P (Hi ) = Ocnk =n P01 = Cacar unggas ringan G02 = P (H. = 0. 9 = 0. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: G06 = P (H. = 0. 3 = 0. G08 = P (H. = 0. 3 = 0. G09 = P (H. = 0. 4 = 0. G10 = P (H. = 0. 2 = 0. G15 = P (H. = 0. 3 = 0. G16 = P (H. = 0. 2 = 0. G17 = P (H. = 0. 2 = 0. P02 = Cacar unggas berat G01 = P (H. = 0. 2 = 0. G03 = P (H. = 0. 3 = 0. G04 = P (H. = 0. 3 = 0. G05 = P (H. = 0. 2 = 0. G07 = P (H. = 0. 3 = 0. G11 = P (H. = 0. 16 = 0. G12 = P (H. = 0. 16 = 0. G13 = P (H. = 0. 5 = 0. G14 = P (H. = 0. 5 = 0. Mencari Nilai Probabilitas Hipotesis memandang Evidence Mencari probabilitas hipotesis memandang evidence dengan cara mengalikan nilai probabilitas evidence awal dengan nilai probabilitas hipotesis tanpa memandang evidence dan menjumlahkan hasil perkalian bagi masingmasing. Oc =P (Hi )*P (E|Hi ) A P(Hi )* P (E|Hi ) P01 = Cacar unggas ringan Oc = . 9*0. 3*0. 3*0. 4*0. 2*0. 3*0. 2*0. 2*0. = 0. = 0. P02 = Cacar unggas berat Oc = . 2*0. 3*0. 3*0. 2*0. 3*0. 16*0. 16*0. 5*0. 5*0. = 0. = 0. Mencari Nilai Hipotesa H dengan Benar Jika Diberi Evidence Nilai P (H. atau probabilitas hipotesis H, dengan cara mengalikan hasil nilai probabilitas hipotesa tanpa mengandung evidence dengan nilai probabilitas awal lalu dibagi dengan hasil probabilitas hipotesa dengan memandang evidence. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: P (Hi |Ei ) = E-ISSN: P (Hi )*P (E|Hi ) Ocnk =n P01 = Cacar unggas ringan 9*0. P (H1 |E1 ) = = 0. 3*0. P (H2 |E2 ) = = 0. 3*0. P (H3 |E3 ) = = 0. 4*0. P (H4 |E4 ) = = 0. 2*0. P (H5 |E5 ) = = 0. 3*0. P (H6 |E6 ) = = 0. 2*0. P (H7 |E7 ) = = 0. 2*0. P (H8 |E8 ) = = 0. P02 = Cacar unggas berat 2*0. P (H1 |E1 ) = = 0. 3*0. P (H2 |E2 ) = = 0. 3*0. P (H3 |E3 ) = = 0. 2*0. P (H4 |E4 ) = = 0. 3*0. P (H5 |E5 ) = = 0. 16*0. P (H6 |E6 ) = = 0. 16*0. P (H7 |E7 ) = = 0. 5*0. P (H8 |E8 ) = = 0. 5*0. P (H9 |E9 ) = = 0. Mencari Nilai Kesimpulan Mencari Nilai kesimpulan dari metode Teorema Bayes dengan cara mengalikan nilai probabilitas evidence awal atau P(E|H. dengan nilai hipotesa Hi benar jika diberikan evidence E atau P(H. E) dan menunjukan perkalian. Oc bayes=P(E|H)*P(HI |EI ) A P(E|HI )*P(HI |EI ) P01 = Cacar unggas ringan Oc bayes = . 9*0. 3*0. 3*0. 4*0. 2*0. 3*0. 2*0. 2*0. = 0. = 0. P02 = Cacar unggas besar Oc bayes = . 2*0. 3*0. 3*0. 2*0. 3*0. 16*0. 16*0. 5*0. 5*0. = 0. = 0. Dari proses perhitungan berdasarkan data di atas menggunakan metode Teorema Bayes maka diketahui bahwa yang lebih sering terjadi penyakit cacar unggas masih dalam penilaian penyakit masih dapat diatasi. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: 4 PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI 2 Pengujian Dalam implementasi dan pengujian di dalam sistem pakar ini membutuhkan dua buah perangkat yaitu, perangkat lunak dan perangkat keras. Adapun perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan adalah sebagai Perangkat Lunak (Softwar. Sistem Operasi (OS) Minimum Windows 7 Microsoft Visual Basic Microsoft Access Crystal Report Perangkat Keras (Hardwar. Komputer dengan minimal Processor Dual Core Random Access Memory (RAM) minimal 4 GB Hard Disk Minimal 320 GB Mouse,Keyboard dan Monitor Implementasi Sistem Implementasi sistem menjelaskan dan menampilkan hasil rancangan antarmuka . dari sistem yang telah dibangun. Berikut ini adalah implementasi hasil rancangan antarmuka . dari sistem yang telah dibuat adalah sebagai berikut: Form Login Form Login merupakan halaman untuk menginput username dan password dari aplikasi sistem pakar ini. Berikut ini adalah tampilan dari Form Login yaitu sebagai berikut : Gambar 5. 1 Tampilan Form Login Form Menu Utama Form Menu Utama adalah halaman utama dari sistem pakar ini. Berikut ini adalah tampilan antarmuka dari Form Menu Utama dari aplikasi sistem pakar ini : Gambar 5. 2 Tampilan Form Menu Utama Form Data Gejala Berikut ini adalah tampilan antarmuka dari Form Data Gejala dari aplikasi sistem pakar ini : Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: Gambar 5. 3 Tampilan Form Data Gejala Form Data Penyakit Berikut ini adalah tampilan antarmuka dari Form Data Penyakit dari aplikasi sistem pakar ini : Gambar 5. 4 Tampilan Form Data Penyakit Form Basis Aturan Berikut ini adalah tampilan antarmuka dari Form Basis Aturan dari aplikasi sistem pakar ini : Gambar 5. 5 Tampilan Form Basis Aturan Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: Form Diagnosa Berikut ini adalah tampilan antarmuka dari Form Diagnosa dari aplikasi sistem pakar ini : Gambar 5. 6 Tampilan Form Diagnosa Laporan Berikut ini adalah tampilan antarmuka dari Laporan aplikasi sistem pakar ini : Gambar 5. 7 Tampilan Laporan 4 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Setelah melakukan proses implementasi dan pengujian terhadap sistemnya, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem yang dirancang, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya yaitu sebagai berikut : Kelebihan Sistem Adapun kelebihan dari sistem pakar ini yaitu sebagai berikut : Sistem pakar ini dapat membantu dokter hewan dalam mendiagnosa penyakit FowlPox pada burung Sistem ini dapat memudahkan orang dalam melakukan pendiagnosaan terhadap penyakit FowlPox pada burung puyuh tanpa harus datang ke dokter hewan. Sistem ini memiliki user interface yang yang baik. Kekurangan Sistem Adapun kekurangan dari sistem ini adalah Sistem Pakar yang dirancang terbatas dalam hal penyelesaian masalah terkait mendiagnosa penyakit FowlPox pada burung puyuh. Aplikasi ini belum dilengkapi dengan keamanan data yang baik, aman dan akurat karena tidak menggunakan algoritma pengamanan data. Sistem ini hanya tersedia untuk tampilan dekstop dan tidak bisa diakses dari mana saja. Jurnal SAINTIKOM P-ISSN: E-ISSN: KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah melalui tahap perancangan dan evaluasi Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Fowlpox (Cacar Ungga. Pada Burung Puyuh Menggunakan Metode Teorema Bayes maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Sistem yang di bangun dapat mendiagnosa burung puyuh yang terjangkit penyakit Fowlpox (Cacar Ungga. dan Berdasarkan hasil penelitian maka metode Teorema Bayes dapat diterapkan dalam mendiagnosa penyakit Fowlpox (Cacar Ungga. pada Burung Puyuh. Berdasarkan hasil penelitian, rancangan sistem pakar dapat digunakan dalam proses diagnosa penyakit Fowlpox (Cacar Ungga. pada Burung Puyuh. Dengan menentukan permasalahan dalam mendiagnosa penyakit Fowlpox (Cacar Ungga. pada Burung Puyuh maka dibutuhkan : Gejala. Jenis Penyakit, dan Solusi dengan menggunakan metode Teorema Bayes. Saran Untuk meningkatkan kemampuan dan fungsi program ini ada beberapa saran yang dapat diberikan dalam pengembangan sistem ini yaitu sebagai berikut : Sistem ini kedepannya diharapkan dilengkapi dengan pengamanan data yang lebih baik agar tidak mudah dibobol oleh orang lain. Aplikasi yang telah di rancang ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu diharapkan kepada penulis lain untuk dapat mengembangkan dan memperbaiki sistem ini, serta melakukan pembaruan sistem yang ada pada saat ini agar lebih sempurna sehingga lebih aman dalam menyimpan data dan nyaman ketika digunakan oleh pengguna. Aplikasi ini sebaiknya dapat dibangun dan dikembangkan dengan menggunakan pemrograman Web sehingga penggunanya lebih efisien. UCAPAN TERIMA KASIH Syukur alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini. Dalam kesempatan ini. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian Skripsi ini. Terimakasih yang sebesar-besarnya Bapak Rudi Gunawan. SE. Si, selaku ketua STMIK Triguna Dharma. Bapak Zulfian Azmi. ST. Kom, selaku Wakil Ketua I bidang Akademik. Bapak Marsono. Kom. Kom, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi (SI). Bapak Mukhlis Ramadhan. SE. Kom, selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak membantu dan membimbing dalam menyelesaikan Skripsi ini. Bapak Ismawardi Santoso,S. Pd. MS, selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak membantu dan membimbing dalam tata cara penulisan sehingga Skripsi ini terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Seluruh Bapak/Ibu Dosen yang telah memberikan ilmunya selama perkuliahan, dan Mama tercinta yang selalu memberikan kasih sayang dan doanya sehingga Penulis semangat untuk menyelesaikan Skripsi REFERENSI