JIGE 5 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Kota Tangerang Feronika Berutu1*. Randy Dhanka1 Hospitality dan Pariwisata. Tangerang. Indonesia *Corresponding author email: fberutu@bundamulia. Article Info Article history: Received March 15, 2024 Approved May 09 2024 Keywords: Attractions. Festivals. Culture. Peh Cun. Tangerang ABSTRACT Every year the Peh Cun tradition is carried out to commemorate and pay tribute to the ancestors, this is also done by the Chinese community in Tangerang City. The Peh Cun festival contains a wide range of activities and traditions, but at the moment it is not much to implement. There needs to be an effort to preserve the culture to become a cultural tourist attraction in the city of Tangerang. The method used in this research is qualitative descriptive which means to understand the phenomena of what the subject is experiencing by means of description in word form. Data used in primary and secondary research, with techniques of gathering interviews, observations and documentation studies with data analysis techniques used in the way data is obtained, collected and then described in interactive models with stages of data condensation, presentation and The results in this study are concluding. In order to improve the visits of tourists that can be made for maximum results, it is necessary to collaborate between Chinese and Betawi cultures, to cooperate with BUMN, private and educational institutions as well as collaborate with influencers in marketing, development and full support for the implementation of the Peh Cun Festival in the Cisadane River in the city of Tangerang. Such efforts are expected to enhance the visit with the appeal of beauty, uniqueness and value. ABSTRAK Setiap tahunnya tradisi Peh Cun dilaksanakan untuk memperingati dan memberikan penghormatan kepada leluhur, hal ini juga dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di Kota Tangerang. Festival Peh Cun di isi berbagai rangkaian kegiatan dan tradisi yang dilakukan, tetapi pada saat ini hal tersebut tidak banyak yang menerapkannya. Perlu adanya upaya yang dilakukan dalam melestarikan Budaya agar menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek dengan cara deskripsi dalam bentuk katakata. Data yang digunakan dalam penelitian primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan teknik analisis data yang digunakan dengan cara data diperoleh, dikumpulkan lalu di deskripsikan model interaktif dengan tahapan kondensasi data, penyajian serta kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini - 988 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Upaya meningkatkan kunjungan wisatawan yang bisa dilakukan untuk hasil yang maksimal perlunya kolaborasi antar budaya Tionghoa dan Betawi, bekerja sama dengan dengan Instansi BUMN. Swasta maupun Institusi pendidikan serta berkolaborasi dengan influencer dalam memasarkan, pengembangan dan mendukung penuh untuk pelaksanaan Festivah Peh Cun di Sungai Cisadane Kota tangerang. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan kunjungan dengan daya tarik keindahan, keunikan dan nilai. Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Berutu. , & Dhanka. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Kota Tangerang. Jurnal Ilmiah Global Education, 5. , 988Ae996. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Indonesia with a variety of ethnic groups from each region certainly has different artistic characteristics and different values (Djunaid, 2. , kebudayaan yang beragam sering juga dipertujukkan dalam bentuk Festival. Festival budaya merupakan salah satu cara untuk mengkomunikasikan, melestarikan dan membangun suatu tradisi budaya tertentu (Musthofa. Pemerintah sangat mendukung festival budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat hal ini bisa terlihat dari program Kementrian Pariwisata yang membuat event Wisata budaya diberbagai provinsi, hal ini menjadi salah satu pengembangan potensi pariwisata daerah untuk mendatangkan wisatawan local maupun mancanegara (Sabon, dkk 2. Budaya merupakan salah satu daya tarik suatu destinasi wisata, hal ini juga disampaikan di undang-undang Nomor 10 tahun 2009 Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Daya tarik destinasi beragam seperti destinasi wisata alam, kuliner, hiburan, sejarah dan budaya yang mampu menarik perhatian para pengunjung baik yang berasal dari daerah lokal setempat, nusantara maupun mancanegara (Luturlean, 2. (Eugenia dan Sofiani, 2. Festival budaya yang ada di Indonesia sangat beragam (Apriliyani, dkk 2. Seperti halnya Provinsi Banten tidak hanya dihuni oleh salah satu suku saja. Salah satunya ialah masyarakat Tionghoa yang sudah menetap di daerah Tangerang sejak dahulu. Kehidupan masyarakat Tionghoa Tangerang dikenal dengan kesederhanaanya, untuk kebudayaan sangat memegang erat salah satunya adalah tradisi Peh cun. Tradisi Peh cun berawal dari legenda di negeri Cina tentang seorang mentri yang bernama Qu Yuan dikenal sebagai sosok yang jujur dan bijaksana, dimana pada suatu hari dia mengalami kekecewaan dan bersedih, karena sang raja tidak menghargai kesetiaannya. Para warga mengenal Qu Yuan, dan mereka turut iba dengan Hingga pada suatu ketika. Qu Yuan menceburkan dirinya ke Sungai Miluo. Mereka mencari-cari tubuh Qu Yuan. Dengan menaiki perahu naga karena kepercayaan adat bahwa sang naga bisa membantu. mereka juga melempar bakcang ke sungai agar tubuh Qu Yuan tidak dimakan binatang buas. Berdasarkan Legenda itulah tradisi Peh Cun bermula Setiap tahunnya tradisi Peh Cun dilaksanakan untuk memperingati dan memberikan penghormatan, acara ini di isi berbagai rangkai kegiatan salah satunya lomba perahu naga di sungai Cisadane Sebelum perlombaan dimulai, para pendayung melemparkan kue bacang itu ke dalam sungai, yang maksudnya adalah memberi persembahan. Pada saat festival berlangsung berbagai macam tradisi dilakukan Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang - 989 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . seperti memposisikan telur berdiri dan menggantungkan dedaunan bersama bacang dikusen pintu utama Rosyadi . Masing-masing kegiatan memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan legenda Qu Yuan. Selama pandemic Covid festival ini sempat ditiadakan tiga tahun berturut 2020-2022 hingga kembali di gelar di tahun 2023. Berdasarkan informasi peneliti dari peserta yang ikut, antusiasme masyarakat maupun wisatawan yang hadir dalam acara tersebut sangat baik, tetapi hanya sebagai penonton, untuk menjadi peserta dalam mengikuti lomba perahu naga masih kurang, jalan disekitaran sungai Cisadane terbatas sehingga kurang bisa menampung lebih banyak wisatawan yang hadir pada saat festival serta tradisi menggantung dedaunan di kusen pintu hanya dilakukan oleh sebagian orang Hal ini perlu ada evaluasi agar nilai-nilai budaya bisa dilestarikan. Festival menjadi potensi ataupun daya tarik wisata di Kota Tangerang untuk mendatangkan wisatawan untuk itu diperlukan membentuk citra. Citra positif dari destinasi akan membuat wisatawan lebih puas dan lebih bahagia. Menurut Ismayanti dalam Nuansya . Festival budaya Daya Tarik Wisatanya adalah segala sesuatu yang memiliki: Keunikan, keindahan dan nilai. Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuDaya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota TangerangAy. METODE Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif. Menurut Moleong . menyebutkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Creswell . menjelaskan bahwa penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk memaparkan fenomena yang timbul, serta mendeskripsikan data dalam bentuk kata-kata sesuai fakta. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Menurut Sugiyono . Data primer yaitu data yang diperoleh melalui kegiatan wawancara atau mengisi kuesioner yang artinya sumber data ini langsung memberikan data kepada peneliti. Sedangkan data Sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpulan data. Data sekunder didapatkan dari sumber yang dapat mendukung penelitian antara lain dari dokumentasi dan literatur. Data sekunder dalam penelitian ini adalah Data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari, mengumpulkan dan menganalisis data tersebut seperti data dari kepustakaan di dokumentasi serta laporan-laporan berdasarkan data yang telah diolah sebelumnya, berupa data dalam bentuk jadi yang telah dimiliki Dinas Pariwisata Tangerang kota berkaitan dengan festival Feh Cun. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang - 990 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Teknik pengumpulan data merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara atau strategi yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Berikut ini adalah langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data penelitian : Wawancara Pengumpulan Data dengan Wawancara (Intervie. Menurut Esterberg dalam Sugiyono . , wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstrusikan makna dalam suatu topik tertentu. Dalam penelitian ini peneliti akan mewawancarai Tokoh/pemuka masyarakat Tionghoa yang di cisadane, dinas Pariwisata Tangerang Kota. Masyarakat Sekitar Festival Feh Cun Dilakukan. Observasi Observasi dilakukan secara non partisipatoris, yaitu dalam penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti hanya melihat dan memahami saja seperti wisatawan pada umumnya. Selain observasi di titik destinasi yaitu pelaku Festival Feh Cun, pengamatan juga dilakukan pada lokasi-lokasi lain yang terkait dengan titik destinasi. Observasi dilakukan di sepanjang sungai Cisadane diselenggarakannya Festival Feh Cun. Tangerang Kota. Studi Dokumentasi Studi Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu . (Sugiyono, 2. Dokumen bisa dalam bentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang, studi dokumentasi dari penelitian ini berupa dokumentasi foto ataupun video dari festival Cian Cui yang di dapatkan dari Dinas Pariwisata Kota Tangerang ataupun dokumentasi lain yang dapat memperkaya informasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data dalam penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dari data yang diperoleh dari wawancara, observasi dilapangan maupun semua data yang diperoleh dikumpulkan serta di deskripsikan. Menurut Sugiyono . metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah . dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna. Model analisis data yang digunakan peneliti adalah model interaktif Miles. Huberman, dan Saldana . Dengan komponen data analisis sebagai berikut: Kondensasi data . ata condensatio. Kondensasi data merujuk pada proses pemilihan, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksikan, dan mentransformasikan data yang mendekati keseluruhan bagian dari catatan lapangan secara tertulis, transkrip wawancara, dokumen-dokumen dan materi-materi empiris. Penyajian Data . ata displa. Penyajian data merupakan sebuah pengorganisasian, penyatuan, dan informasi yang disimpulkan. Penyajian data disini juga membantu dalam memahami konteks penelitian karena melakukan analisis yang lebih mendalam. Penarikan Kesimpulan (Conclusions drawin. Penarikan kesimpulan disini dilakukan peneliti dari awal peneliti mengumpulkan data seperti mencari pemahaman yang tidak memiliki pola, mencatat keteraturan penjelasan, dan alur sebab akibat, yang tahap akhirnya disimpulkan keseluruhan data yang diperoleh peneliti. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang - 991 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Gambar 1. Model Analisis data interaktif Sumber : Miles. Huberman, and Saldana . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan undang-undang No 10 Tahun 2009 daya tarik pariwisata merupakan segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan daya Tarik wisata merupakan tempat tujuan wisata merupakan motivasi utama bagi wisatawan untuk melakukan kunjungan wisata seperti daya tarik alam, arsitektur bangunan, budaya (Berutu,2. Potensi daya tarik keragaman yang di miliki oleh Indonesia menjadikan suatu kelebihan yang bisa dimaksimalkan untuk menambah devisa negara dari sektor pariwisata. Potensi yang dimiliki diharapkan bisa dikembangkan dengan baik untuk mendapatkan hasil yang Festival budaya bisa menjadi salah satu yang menjadi daya tarik dari suatu daerah, dimana setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda. Festival budaya merupakan suatu hal yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat tertentu dengan beragam kegiatan didalamnya yang memiliki nilai nilai tertentu yang sudah ada sejak turun- temurun. Festival budaya sebagai suatu indentitas dari sekelompok masyarakat. Pada penelitian ini penulis membahas tentang daya tarik Festival budaya Peh Cun sebagai salah satu budaya Tionghoa yang sudah ada secara turun temurun yang dirayakan di berbagai belahan dunia salah satunya berada di Kota Tangerang. dipaparkan dalam bentuk keunikan seperti Pertunjukan budaya, kuliner, ragam kegiatan. Keindahan lingkungan, budaya dan keharmonisan dalam sosial, dan membahas dari segi nilai seperti makna yang terkandung didalamnya dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan didalam festival ini. Keunikan Keunikan merupakan sesuatu yang yang berbeda dari kebudayaan lain, kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat menjadi daya tarik ataupun hal yang menarik bagi orang lain, kebudayaan ini bisa dikemas dengan kegiatan lain untuk menambah minat wisatawan berkunjung dalam suatu daerah salah satunya adalah dalam bentuk Festival. Kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Tionghoa Kota Tangerang salah satunya Festival Peh cun memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh kebudayaan lain. Festival ini telah dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya serta menjadi agenda pemerintah Kota Tangerang untuk dijadikan salah satu daya tarik hal ini terlihat dari dukungan Pemerintah Kota Tangerang dalam usaha menyukseskan festival ini. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang - 992 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Dari hasil wawancara dengan informan dinas Pariwisata Kota Tangerang berbicara tentang keunikan yang dimiliki oleh festival budaya ini adalah setiap tahun sudah menjadi agenda dari pemerintah Kota Tangerang untuk menampilkan kebudayaan ini di sungai Cisadane Tangerang, hal menarik lainnya festival ini tidak hanya dilakukan oleh kebudayaan Tionghoa saja tetapi masyarakat sekitar juga ikut antusias berpartisipasi dalam mengikuti festival budaya Hal ini juga bisa dilihat dari tingginya minat masyarakat sekitar maupun masyarakat diluar dari kota Tangerang untuk mengikuti festival ini. Dengan beragam kegiatan yang ada seperti lomba dayung perahu, mendirikan telur pada saat siang hari. Keindahan Keindahan merupakan sifat dari suatu obyek yang mampu memberikan pengalaman, kesenangan yang bermakna dan memberikan kepuasan bagi manusia. Tingkatan nilai keindahan yang dimiliki oleh seseorang terkadang berbeda tergantung nilai yang didapat dari suatu obyek Berdasarkan wawancara peneliti dengan Dinas pariwisata Kota Tangerang, dimana hal keindahan yang bisa kita lihat dari semangat masyarakat peyelenggara, masyarakat lokal maupun pengunjung, sama-sama merasakan kebahagiaan dan kesatuan tanpa memandang adanya perbedan serta adanya rasa memiliki kebudayaan ini satu sama lainnya. Dengan adanya festival Peh cun ini bisa memupuk rasa kesatuan antar semua pihak yang mengikuti acara festival ini. Adanya rasa memiliki dan kesatuan dari berbagai masyarakat akan menjadi modal dalam pelaksanaan dan pelestarian secara bertahap. Nilai Nilai merupakan sesuatu hal yang dianggap pedoman dalam kehidupan manusia yang terkadang bisa mempengaruhi seseorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai juga dapat dikatakan sesuatu yang bermanfaat, bermutu yang menunjukkan kualitas manusia. Setiap suku memiliki keunikan nilai- nilai yang yang dianggap bermanfaat dalam kehidupan Hasil wawancara informan salah satu tokoh masyarakat Tionghoa Tangerang Kota sekaligus berperan sebagai panitia dalam penyelengaraan Festivah Feh cun yaitu Bapak Hendra menyampaikan Nilai-nilai yang terdapat dalam penyelenggaraan ini bentuk dari penghargaan kepada leluhur berperan sebagai seorang perdana menteri yang memperjuangkan rakyatnya pada Zaman Dinasti Cho, 3 abad sebelum masehi. Rangkaian kegiatan yang dilakukan memiliki nilainilai tersendiri seperti. Lomba dayung perahu, lepas Bebek, mendirikan telor di diang hari, membuat makanan bakcang, membuat obat-obatan tradisional, serta melakukan sembahyang kepada leluhur. Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan yang memiliki makna menghargai leluhur pemimpin terdahulu karena berjuang untuk rakyat, menghargai budaya yang perlu dilestarikan, melepaskan kesialan ataupun hal yang kurang baik dalam kehidupan pada hari pelaksanaan festival serta mendatangkan kebaikan dimasa yang akan datang. Upaya dalam Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan Festival Peh cun di Kota Tangerang Strategi merupakan suatu cara yang dilakukan ataupun berbagai upaya yang dilakukan dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama, dalam menjalankan strategi tidak hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk sampai pada tujuan yang telah dibuat. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang - 993 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Pada wawancara peneliti dengan Dinas Pariwisata salah satu upaya yang telah dilakukan yaitu menjadikan Festival Pehcun di Sungai Cisadane sebagai salah satu acara yang rutin dilakukan setiap tahunnya serta dukungan dari segi promosi baik secara offline maupun online dengan menggunakan berbagai media sosial, agar Festival Peh Cun tidak hanya dikenal di Kota Tangerang saja tetapi berharap wisatawan dari Luar Kota Tangerang mengikuti Festival ini, karena dilihat dari segi keantusiasan Festival ini Diminati oleh wisatawan dari luar kota Tangerang juga. Destinasi wisata akan tetap eksis dan diminati oleh wisatawan karena adanya suatu upaya yang dilakukan serta perbaikan secara terus menerus agar mendapatkan hasil yang maksimal atas tujuan yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Tokoh masyarakat Tionghoa Di Kota Tangerang Yaitu Bapak Hendra, menyampaikan pada saat ini upaya yang dilakukan pemerintah dalam mendukung acara ini sudah dilakukan dan menjadikan festival Peh Cun Sebagai salah satu Warisan budaya Takbenda yang artinya didaftarkan secara resmi menjadi salah warisan budaya di Kota Tangerang. Sebagai masyarakat Tionghoa berharap bahwa Festival ini bisa lebih di dimaksimalkan lagi dalam pemasarannya seperti bekerja sama dengan influencer, dan mengadakan kerjasama sponsorsip dengan BUMN. Swasta dan institusi pendidikan agar festival ini bisa lebih dikenal dan di promosikan ke berbagai kalangan masyarakat, serta harapan agar budaya masyarakat lokal Yaitu suku Betawi untuk bisa berkolaborasi seni budaya dalam pelaksanaan Festival ini. KESIMPULAN Hasil penelitian yang disimpulkan bahwa keunikan yang dimiliki oleh festival Peh cun Kota Tangerang tidak hanya dilakukan oleh suku Tionghoa saja tetapi juga masyarakat lokal yang berada di sekitar sungai Cisadane serta pengunjung dari luar kota Tangerang Ikut serta berpartisipasi dalam mengikuti dan menyukseskan peyelenggaraan karena festival ini memiliki keunikan tersendiri yang menarik untuk diikuti. Nilai yang disimpulkan bahwa budaya Tionghoa dengan pelaksanaan Festival Peh Cun memiliki nilai-nilai yang terkandung bermanfaat dalam kehidupan masyarakat berbentuk penghargaan dan pelestarian. Festival Peh Cun terdapat juga harapan yang baik untuk kehidupan kedepanya. Hal ini tidak hanya suku Tionghoa tetapi juga Masyarakat yang berada di Kota Tangerang karena adanya saling kolaborasi serta kerukunan antar budaya. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa masyarakat lokal Kota Tangerang yaitu suku Betawi. Suku Tionghoa maupun pengunjung dengan diadakannya Festival Peh Cun ini dapat mempererat hubungan dan saling menghargai antar budaya. Secara tidak langsung pelestarian juga akan Upaya yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Upaya yang bisa dilakukan agar destinasi ini bisa lebih berkembang kedepannya dukungan dari segi promosi baik secara offline maupun online dengan menggunakan berbagai media sosial, agar Festival Peh Cun tidak hanya dikenal di Kota Tangerang saja tetapi berharap wisatawan dari Luar Kota Tangerang mengikuti Festival ini, karena dilihat dari segi keantusiasan Festival ini Diminati oleh wisatawan dari luar kota Tangerang juga. Pemasaran lainnya bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan influencer, sponsorsip dengan BUMN. Swasta dan institusi pendidikan agar festival ini bisa lebih dikenal dan di promosikan ke berbagai kalangan masyarakat, serta harapan agar budaya masyarakat lokal Yaitu suku Betawi untuk bisa berkolaborasi seni budaya dalam pelaksanaan Festival ini. Daya Tarik Wisata Budaya Festival Peh Cun dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang - 994 Berutu et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . SARAN Daya Tarik Wisata dalam Festival ini bisa yang sudah ada saat ini untuk bisa dipertahankan dan dikembangkan lagi untuk keunikannya sendiri agar kesatuan tetap terjaga antar suku kebudayaan suku Tionghoa maupun Betawi yang berada di Kota Tangerang dan diharapkan kedepannya adanya kolaborasi antar kedua budaya ini dalam melaksanakan Festival Peh Cun sebagai salah satu Festival Budaya yang dilaksanakan di Kota Tangerang. Segi Nilai untuk Festival ini Nilai yang terkandung didalamnya bermakna baik yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu dalam menghargai leluhur, harapan dalam mendatangkan kebaikan dan membuang segala hal yang kuang baik dalam kehidupan. Keindahan yang sudah terjalin antar budaya yang ada sudah berjalan dengan baik, hanya saja perlu pemupukan kembali secara terus menerus untuk meningkatkan kesatuan dan rasa memiliki baik antar suku Tionghoa maupun suku lain yang berada di sekitaran Kota Tangerang. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan memaksimalkan pemasaran baik secara online maupun offline dan berkerja sama dengan swasta. BUMN, institusi pendidikan serta influencer. Berkolaborasi dengan dengan menampilkan seni kebudayaan Betawi pada saat pelaksanaan acara Festival Peh Cun perlu dilakukan karena akan menambah potensi dalam meningkatkan kunjungan dengan daya tarik keindahan, keunikan dan nilai agar kedua kebudayaan ini tetap Saling mendukung, adanya rasa memiliki serta Keinginan dalam pelestarian antar kedua budaya. DAFTAR PUSTAKA