Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. 9 No. 2 Hal 202-215 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola PENGEMBANGAN GURU PROFESIONAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1Haerati, 2St. Marwiyah, 3Fauziyah Zainuddin 1Pascasarjana IAIN Palopo,2Institut Agama Islam Negeri Palopo, 3Institut Agama Islam Negeri Palopo E-mail: 1haeratihaerati2211@gmail. Abstract The aim of this study To know development teacher professional in junior high school country 8 city palopo. To understand competence teacher professional in junior high school country 8 city To apply effort development teacher professional in junior high school country 8 city This research is qualitative research Data obtained using instrument techniques in the form of observation, interviews and documentation. data analysis by using data collection technique, data reduction, presentation of data, drawing conclusions, and ferification. Development teacher professional in junior high school country 8 city palopo wen as expected where the teacher has maximized in carrying out his duties the teaching carried out can increase potential einther through understanding, learning methods, media, and always adapt with curriculum progress. This activity is carried out so that the teacher able to provide the best service for students accourding to the progress and development of science proven by certification where the teacher has fulfilled these requirements as part of the professional which has been done. understand competence teacher professional in junior high school country 8 city palopo demonstrate appropriate and effective peformance which the teacher must have pedagogical competence, personality, professional, and social appropriate to their professional field so that teachers have solid personal abilities, stable, mature, wise, beneficial, noble character, and be a role model for students. All of this is done so that teacher competence becomes more advanced and To apply effort development teacher professional in junior high school country 8 city palopo carried out so that teachers have maximum abilities in advancing education. Good at following training, study according to the subject area, always adapt to developments, commitment to his duties, and able to work by showing good and competent performance. Keywords: Teacher. Professional Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo. Memahami kompetensi guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo. dan Menerapkan upaya pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan Pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo berjalan sesuai harapan dimana guru telah maksimal dalam menjalankan tugasnya pengajaran yang dilakukan dapat meningkatkan potensi baik melalui pemahaman, metode pembelajaran, media, serta selalu beradaptasi dengan kemajuan kurikulum. Kegiatan ini dilakukan agar guru mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik sesuai kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dibuktikan dengan adanya sertifikasi dimana syarat tersebut telah dipenuhi guru sebagai bagian dari profesional yang telah dilakukan. Kompetensi guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo menunjukkan kinerja yang tepat dan efektif dimana guru harus memiliki kompetensi pedagogik, keperibadian. Vol 9. No. Oktober 2024 Pengembangan Guru Profesional. profesional, dan sosial yang sesuai dengan bidang profesionalnya sehingga guru memiliki kemampuan personal yang mantap, stabil, dewasa, arif, bermanfaat, berakhlak mulia, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Semua itu dilakukan agar kompetensi guru semakin maju dan berkualitas. Upaya pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo dilakukan agar guru memiliki kemampuan yang maksimal dalam memajukan pendidikan. Baik dalam mengikuti pelatihan, belajar sesuai dengan bidang mata pelajaran, selalu beradaptasi dengan perkembangan, komitmen akan tugasnya, serta mampu bekerja dengan menunjukkan prestasi yang baik dan mumpuni. Kata Kunci: Guru. Profesional PENDAHULUAN Setiap manusia dilahirkan di dunia ini mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan mengingat pendidikan berperan penting untuk menjamin arah perkembangan dan kelangsungan hidup demi mencapai tujuan yang berkualitas. Mengingat pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan sadar dan terencana oleh pendidik untuk mengubah perilaku manusia baik secara individu maupun kelompok demi mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dan pelatihan. Pendidikan merupakan respon terhadap tuntutan proses perkembangan yang dirasakan sampai saat ini tentunya tidak lepas dari kontribusi pendidikan yang mampu membawa peranan positif baik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun sikap yang dimiliki demi mengarahkan kehidupannya pada capaian keberhasilan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan kedua setelah keluarga merupakan pendidikan formal yang berperan penting dalam mengembangkan keperibadian, meningkatkan pengetahuan, sebagai tempat untuk belajar, menjadi penentu masa depan, bekal dalam menghadapi kehidupan, serta adanya harapan yang pasti dan mampu diwujutkan secara bersama. Guru merupakan komponen utama terjadinya proses pendidikan guru mempunyai wewenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina peserta didik. Profesi guru sangatlah mulia jasa yang diberikan mampu merubah setiap perilaku menjadi kebaikan. Melaksanakan tugasnya sebagai guru tentu akan mengarahkan dirinya pada kompetensi profesional memiliki tugas dan peranan penting dalam dunia pendidikan merupakan jabatan profesi yang tidak semua sanggup untuk menjalaninya karena disamping pandai dalam bidang keilmuan guru juga harus memiliki keahlian khusus serta punya kualifikasi sebagai guru 1Sugihartono. Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: UNY Press, 2. , h. 2Fuad Ihsan. Dasar Dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. 3Ali Mudlofir. Pendidik Profesional, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. , 4Chaerul Rochman. Pengembangan Kompetensi Keperibadian Guru menjadi Pendidik yang dicintai dan diteladani Siswa, (Bandung: Nuansa, 2. , h. Vol 9. No. Oktober 2024 204 | Haerati Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo dari sumber data staf tatausaha peneliti melihat guru PNS berjumlah 40 orang, dan guru honorer berjumlah 6 orang. Adapun guru PNS dan Honorer yang sudah bersertifikasi berjumlah 36 orang, dan guru PNS dan Honorer yang belum bersertifikasi berjumlah 10 orang. Dari pengamatan yang dilakukan, peneliti melihat guru profesional tentunya harus memiliki kualifikasi pendidikan profesi, mempunyai kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuni, adanya kemampuan berkomunikasi baik antara sesama guru maupun peserta didik, punya jiwa kreatif dan produktif, semangat dalam bekerja dan punya komitmen tinggi terhadap profesinya, selalu melaksanakan tugas tepat waktu dengan baik. Adapun pengamatan peneliti terhadap guru yang masih dalam tahap pembinaan melihat adanya kompetensi guru yang masih sangat minim, kurangnya kemampuan dalam mengembangkan materi pembelajaran, penguasaan dalam mengelola kelas, wawasan dan pengalaman belajar, membangun komunikasi, dan menilai hasil kegiatan belajar. Peneliti melihat kepala sekolah selalu melakukan koordinasi yang baik dengan para guru terutama dalam mengikutkan guru dalam kegiatan pelatihan, mencari akar penyebab masalah yang dialami guru, mampu dalam mengambil keputusan, menyusun dan merencanakan program unggulan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta membekali guru dengan ilmu pengetahuan, membina kedisiplinan guru, selalu memberikan motivasi dan penghargaan yang tinggi atas seluruh pencapaian dan prestasi kerja. Menjalankan kegiatannya sebagai guru tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah, rekan sejawat guru, dan dukungan dari dalam diri pribadi seorang guru tersebut agar pengembangan guru profesional dapat menjadi profesi yang dipertahankan dan akan terus berlanjut sampai guru mendapatkan penghargaan yang setinggi tingginya sebagai tanda jasanya yang telah di lakukan baik dengan memberikan kenaikan pangkat, gaji, sertifikasi, dan piagam atau penghargaan. Menurut Knandar pengembangan guru merupakan kondisi dimana keahlian dan keterampilan sangat dibutuhkan untuk mengerjakan tugasnya sebagai seorang pendidik yang syaratnya harus dipenuhi dengan kemampuan khusus serta punya pengalaman yang sesuai dengan Menurut Jamil Suprihatiningrum Pengembangan guru merupakan proses untuk meningkatkan kemampan, keterampilan, dan keahlian guru dalam membantu mengerjakan pekerjaan yang dilakukannya saat ini maupun yang akan datang tugas utamanya yaitu mengajar, membimbing dan mengarahkan proses pembelajaran serta mengembangkan wawasan dan pengetahuan melalui pendidikan dan Mulyasa. Implementasi KTSP : Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah, (Jakarta: Bumi Karsa, 2. , h. 6Kunandar. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Guru Profesional. pelatihan diklat sesuai bidang profesinya. 7 Pengembangan guru Menurut Suhendra dan Murdiyah Hayati secara informal adanya keinginan dan usaha sendiri untuk melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari beberapa literatur yang berhubungan dengan pekerjaan atau Adapun formalnya yaitu mendapatkan tugas dari instansi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan baik yang dilakukan oleh instansi tempat bekerja maupun yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan maupun pelatihan. Jenis pengembangan guru Menurut Sudarwan Danim dapat berupa pendidikan dan pelatihan seperti: . In-House Training pelatihan dapat dilakukan secara internal dengan membuat kelompok kerja guru, adanya kegiatan sekolah, atau tempat lain yang ditetapkan untuk menyelenggarakan pelatihan. Program magang pelatihan diaksanakn pada tempat instansi kerja atau yang relevan dalam rangka meningkatnya potensi guru profesional. Kemitraan sekolah pelatihan dilaksanakan antara sekolah dengan sekolah lain. Belajar jarak jauh pelatihan belajar jarak jauh dapat dilakukan tanpa menghadirkan instruktur namun pelatihan dapat menggunakan internet dan sejenisnya. Pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus pelatihan jenis ini dilakukan pada lembaga pelatihan yang diberi wewenang dimana program disusun secara . Pelatihan kursus pelatihan kursus ini dimaksudkan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan guru dalam pengembangan profesi bidang keilmuan. Pembinaan internal sekolah pembinaan dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru yang memiliki kewenangan membina. Pendidikan lanjut pendidikan alternaif bagi peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru9 Guru merupakan seorang figur mulia yang dapat menentukan kualitas pendidikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu peserta didik mencapai kedewasaannya. Guru adalah seorang tenaga pendidik yang mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan, membimbing, melatih memberikan penilaian serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. 10 Guru dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6 menyebutkan bahwa guru atau pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong 7Jamil Suprihatiningrum. Guru Profesional: Pedoman Kinerja. Kualifikasi, & Kompetensi Guru, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , h. 8Suhendra dan Mardiyah Hayati. Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: UIN Press, 2. , h. 9Sudarwan Danim. Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. 10Syamsul Kurniawan. Pendidikan Karakter Konsepsi & Implementasi Secara Terpadu di Lingkungan Keluarga. Sekolah. Perguruan Tinggi, & Masyarakat, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , h. Vol 9. No. Oktober 2024 206 | Haerati belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang menyelenggarakan pendidikan. Guru telah menjadi profesi atau jabatan pekerjaan yang memerlukan keahlian Menurut Moh. Uzer Usman secara umum tugas guru diantaranya: . Tugas guru sebagai profesi tentuya haus mampu mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar adanya kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan melatih yaitu mengembangkan keterampilan pada peserta didik. Tugas guru dalam kemanusiaan salah satunya menjadi orang tua kedua dimana guru harus mampu menarik simpati dan hendaknya dapat memotivasi peserta didiknya dalam belajar. Tugas guru di masyarakat yaitu ikut serta dalam mencerdaskan bangsa dan membantu menciptakan moral pancasila. Adapun tugas guru secara khusus Menurut Hamzah B. Uno sebagai pengajar dan pengelola pembelajaran diantaranya: . Tugas manajerial kemampuan dalam memimpin kelas baik internal dan eksternal yang berhubungan langsung dengan peserta didik, alat kelengkapan kelas, dan kemampuan bertindak secara profesional. Tugas edukasional mampu mendidik dengan sifat dan kebiasaan, selalu memberikan motivasi, menjaga kedisiplinan, memberi sangsi dalam bentuk pelanggaran atau . Tugas instruksional menyangkut tugas mengajar, menyampaikan materi pembelajaran, pemberian tugas peserta didik, mengawasi dan memeriksa tugas, adanya rasa aman dan kepuasan yang Guru dalam mendidik tentunya akan menjadi seorang pemimpin yang mampu menjadi contoh teladan yang baik dengan punya keperibadian yang stabil, memiliki kondisi fisik yang sehat, percaya diri sendiri, punya daya kerja yang besar dan antusiasme, gemar dan cepat dalam mengambil keputusan, bersikap obyektif dan mampu mengendalikan emosi dan bertindak secara adil. Guru sebagai tenaga pendidik tentunya mengemban amanah yang sangat besar ruh pendidikan sesungguhnya teletak dipundak guru bahkan berhasil atau tidaknya suatu pendidikan tentunya ada di tangan guru baik dalam mengukir pencapaian prestasi peserta didik maupun menanamkan ilmu agar menjadi pintar, pandai, cerdas, terampil, bermoral, dan 11Republik Indonesia. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2. , h. 12Moh. Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , h. 13Hamzah B. Uno. Profesi Kependidikan Problema. Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , h. 14Oemar Hamalik. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Guru Profesional. berpengetahuan luas. 15 Profesional berasal dari kata profesi yang diartikan sebagai jenis pekerjaan yang khas dan memerlukan pengetahuan, keahlian dan ilmu pengetahuan yang digunakan baik yang berhubungan dengan orang lain, instasi, atau sebuah lembaga. Profesional adalah seseorang yang memiliki seperangkat pengetahan atau keahlian yang khas dari profesinya, ahli sosial, menggunakan kata profesi untuk menunjuk pada pekerjaan yang memerlukan keahlian yang tinggi, setidaknya pengetahuan dan keahlian itu dicapai melalui kursus. 16 Guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dan kahlian khusus dalam bidang keguruan serta mampu melaksanakan tugas jabatannya secara mumpuni baik dalam menguasai teknik mengajar maupun landasan kependidikan seperti adanya uji kompetensi dan sertifikasi guru. Guru profesional dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini alur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Menurut Suyanto guru profesional merupakan bentuk pengabdian dan tugas yang ditandai dengan adanya keahlian khusus baik dalam menguasai materi maupun metode yang digunakan ditunjang dengan adanya tanggungjawab dalam melaksanakan pengabdiannya. 19 Guru profesional memiliki ciri utama yang menjadi syarat keahlian yaitu: . Punya keperibadian yang matang dan . Adanya keterampilan dalam membangkitkan minat peserta . Mampu dalam menguasai ilmu pengetahuan. Memiliki sikap profesional yang dapat berkembang secara terus menerus dan METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data deskriptif. Penelitian ini dilaksnakan untuk menggambarkan kondisi 15Wina Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2. , h. 16Muktar dan A. Priambodo. Mengukir Prestasi Panduan Menjadi Guru Profesional, (Jakarta: CV. Misaka Galiza, 2. , h. 17Sri Banun Muslim. Supervisi Pendidikan Profesionalisme Guru, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Meningkatkan Kualitas 18Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, (Bandung: Fermana, 2. , h. 19Suyanto. Menjadi Guru Profesional, (Jakarta: Esensi 2. , h. 20Ondi Saondi. Etika Profesi Keguruan, (Bandung: Refika Aditama, 2. , h. Vol 9. No. Oktober 2024 208 | Haerati Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 8 Kota Palopo. Penelitian akan berfokus pada pengembangan guru profesional. Langkah dalam penelitian ini memiliki Tahap Pra-Lapangan. Pekerjaan Lapangan, dan Pasca Lapangan. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan sumber data primer dan sekunder. Objek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan Guru Profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo Menghasilkan pendidikan yang berkualitas tentunya harus didukung dengan keberadaan guru sebagai pendidik profesional. Karena guru merupakan kunci pokok berhasilnya mutu pendidikan. Guru menjadi aspek yang sangat penting bagi sekolah karena peranannya dinilai sangat signifikan utamanya dalam mencapai tujuan sekolah. Menurut Bahrum Satria pengembangan guru profesional merupakan usaha dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan profesional guru dengan menyesuaikan tuntutan pendidikan. Pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo diorientasikan pada kualitas kinerja guru profesional dengan secara objektif dan transparan demi meningkatnya prestasi dan kinerja guru yang nantinya dapat menunjang pengembangan karirnya. Menurut Darwis suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk mengetahui kemampuannya dengan tuntutan pendidikan saat ini dapat dilihat dari keahlian dan keterampilan yang dimiliki pengembangan guru profesional juga memiliki tujuan agar guru mampu memahami dan mengerti suatu pengajaran yang dilakukan sehingga dapat mengembangkan potensi yang diperolehnya melalui wawasan dan Menurut Ahmad pengembangan guru profesional ditujukan untuk melakukan peningkatan pada kinerja guru khususnya dilingkungan sekolah baik secara objektif, transparan, akuntabilitas, serta dapat memotivasi guru untuk mengembangkan prestasinya melalui pemahaman, metode pembelajaran, media sebagai alat peraga, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan kurikulum. Hal ini akan membuat guru memiliki peranan besar utamanya dalam menciptakan kualitas Menurut Yurlin Sariri pada dasarnya pengembangan guru profesional tentunya akan mengarahkan guru untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang pemimpin di dalam kelas, mampu memberikan layanan terbaik bagi peserta didiknya, dapat menyesuaikan arah perkembangan pendidikan sesuai kemajuan ilmu pengetahuan, selalu memperhatikan hak asasi Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Guru Profesional. manusia, nilai keagamaan, dan kultur budaya, serta mampu menjadi teladan yang baik. Menurut Sitti Hadijah salah suatu usaha dalam mengembangkan potensi bagi setiap guru terutama dengan selalu memaksimalkan kompetensinya serta yang menjadi syarat yaitu memiliki kualifikasi akademik dalam bidang sarjana pendidikan dan telah mampu memenuhi kriteria yang diharapkan sebagai guru profesional. Menurut Andi Nasriana guru yang telah memenuhi persyaratan utama yaitu adanya sertifikasi guru dan telah memenuhi standar profesional, sertifikasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan dan uji coba kompetensi sehingga dapat meningkatkan mutu guru sesuai ketentuan pemerintah melalui dinas pendidikan sertifikasi ini selain diikuti oleh PNS juga mengikutkan guru Non PNS agar mampu mendapatkan tunjangan sertifikasi sama dengan gaji pokok guru PNS. Menurut Yerni Sakius menjadi guru profesional tentunya dapat dilihat dari kualitas yang dimiliki seorang guru dengan adanya pendidikan yang telah dilalui tentunya akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan yang mendalam, kehadirannya sangat dibutuhkan bagi setiap peserta didik, serta yang mampu menunjang dirinya untuk memiliki potensi dan peluang penting dalam pendidikan seperti mengikuti pelatihan CGP calon guru penggerak. CPP calon pengajar praktik. Tentunya kegiatan ini akan mampu memberikan peluang dan hasil yang Kompetensi Guru Profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo Guru telah menjadi bagian peting dalam bidang pendidikan kedudukannya dinilai mampu berperan aktif sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman yang semakin hari semakin maju dan berkembang. Mengingat tugas utama seorang guru tentunya harus mampu dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Menurut Bahrm Satria kompetensi guru profesional merupakan seperangkat penguasaan kemampuan yang harus dimiliki bagi setiap guru khususnya yang ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo agar dapat mewujutkan kinerja yang secara tepat dan efektif. Kompetensi tersebut berupa pedagogik, keperibadian, profesional, dan sosial. Bagi seorang guru memiliki kompetensi yang mampu mengajar peserta didiknya dengan baik akan meningkatkan kualitasnya, karena kompetensi itu pada dasarnya mampu mendeskripsikan tentang apa yang dapat dilakukan setiap guru dalam bekerja serta merupakan wujud dari perkembangan perilaku maupun hasil yang mampu ditunjukkan guru dalam proses belajar mengajar. Menurut Eka Paramita kompetensi guru profesional pelaksanaannya baik untuk dilakukan selain guru dihadapkan dengan pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya dalam mengajar, juga menuntut guru mampu dalam meningkatkan keterampilannya di sekolah seperti kemampuan berkomunikasi mampu dalam mengelola kelas, merancang dan Vol 9. No. Oktober 2024 210 | Haerati mengembangkan materi pembelajaran, mengelola waktu, menggunakan media, memberikan umpan balik, dan bekerja sama dengan rekan kerja serta orang tua peserta didik. Selain itu kepala sekolah membenuk tim yang terdiri dari waka kurikulum, waka kesiswaan, waka sarpras, dan perwakilan guru yang ditunjuk untuk melakukan perencanaan pengembangan kompetensi Biasanya kepala sekolah selalu melakukan diskusi tentang kompetensi serta program yang akan dilaksanakan setiap guru mata pelajaran sesuai dengan bidang masing-masing Pelaksanaannya akan didukung dengan pembiayaan yang tertuang dalam rencana strategis dan evaluasi diri sekolah. Kegiatan tersebut akan memfokuskan guru pada visi, misi, dan tujuan sekolah dan hasilnya akan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan. Menurut Anita dengan adanya kompetensi guru akan menjadikan setiap guru profesional baik secara akademis dan ilmiah maupun non akademis dengan prestasinya. Kompetensi guru profesional merupakan hal penting yang harus dimiliki bagi seiap guru, karena guru yang terampil dalam mengajar tentunya harus memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan penyesuaian sosial dalam masyarakat seperti adanya kemampuan untuk bereaksi secara tepat, sehat jasmani dan rohani, mampu memuaskan keinginan belajar peserta didik ditunjang dengan pengalaman yang ada, serta dapat beradaptasi dilingkungannya dengan cara mengubah kebiasaan secara harmonis dan diterima kehadirannya baik dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Menurut Asrika Achmad guru profesional sangatlah penting untuk dilakukan mengingat dalam rangka menyusun dan mengembangkan kurikulum tentunya harus dilihat berdasarkan kompetensi setiap guru dengan tujuan agar program pendidikan dapat relevan dengan tuntutan kompetensinya sehingga mampu dijalankan dengan baik. Adapun hubungannya dengan kegiatan dan hasil belajar peserta didik bagi guru yang telah dinyatakan profesional tentunya harus memiliki komitmen penting dalam memajukan kualitas pembelajaran, telah dapat menguasai bahan ajar dan mampu mengajarkannya, membantu kemampuan belajar peserta didik melalui teknik evaluasi, mampu berfikir sistematis dalam melaksanakan tugas, menjadi bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya. Adanya kompetensi tersebut bagi guru akan selalu berusaha dengan maksimal utamanya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Nurhidaya kompetensi guru profesional harus mampu menerapkan pembelajaran yang bisa memoivasi peserta didik selama proses pembelajaran, materi yang diberikan harus sesuai dengan pembelajaran tema dan topik bahasan. Kegiatan belajar ini akan memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk menghubungkan pengalaman dan pengetahuannya sehingga dapat dengan mudah menyelesaikan masalah serta mampu memenuhi kebutuhannya. Sebelum melaksanakan pembelajaran yang harus dilakukan bagi guru tentunya menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, menguasai materi pelajaran, memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, mengembangkan mata pelajaran secara kreatif, melakukan tindakan reflektif, maupun memanfaatkan media informasi dan komunikasi. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Guru Profesional. Menurut Nurjannah pentingnya kompetensi guru profesional dapat mengarahkan guru dalam mengembangkan aspek penting yang diperlukan untuk membangun penguasaan terhadap materi yang dilakukan. Adanya aspek pengetahuan dapat memberi kesempatan kepada setiap guru dalam meningkatkan kemampuan kognitif dengan teknik mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan. Kemudian dari aspek pemahaman pengetahuan yang dimiliki setiap guru tentunya berasal dari wawasan dan pengalaman setiap guru dalam memahami setiap karakter peserta didik tentunya harus dilakukan dengan mengambil langkah-langkah tepat utamanya dalam mengamati setiap perkembangan dan perilaku peserta didik. Menurut Rosdiana Masri guru profesional akan selalu mempertimbangkan aspek kemahiran guru disini setiap guru dapat mengembangkan kemampuan dan skill yang dimiliki dengan melaksanakan praktik, uji kompetensi dan tugas yang diberikan kepadanya baik dalam menggunakan media dan sumber pembelajaran yang tepat dalam proses mengajar di kelas, maupun dalam melakukan evaluasi terhadap hasil Disamping itu aspek nilai sangat dominan untuk dilakukan mengingat norma dan aturan yang dianggap penting yang bisa merubah perkembangannya akan memudahkan setiap guru dalam melakukan penilaian baik dari segi nilai kejujuran, nilai kesederhanaan, dan nilai Menurut Patimah kompetensi guru profesional bisa dilakukan dengan melihat aspek sikap, guru dapat mengetahui karakter yang dimiliki peserta didik serta apapun yang sering dialaminya dalam bersikap baik senang atau tidak senang, suka atau tidak suka. Sikap ini sangat erat kaitannya dengan nilai bagaimana guru mampu menentukan sesuatu yang diinginkan peserta didik dalam mencapai perkembangan potensi kehidupannya. Adapun aspek minat bagi peserta didik akan selalu cenderung untuk melakukan perubahan besar dalam dirinya maupun dalam melakukan sesuatu yang disukai atau diminatinya, sehingga bagi setiap guru dapat meningkatkan motivasi peserta didik dengan selalu melakukan aktivitas tertentu yang dianggap positif untuk Upaya Pengembangan Guru Profesional di Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo Sekolah Profesional yang dimiliki seorang guru tentunya akan menjadi jabatan khusus yang harus dilakukan mengingat tuntutan tersebut akan membawa pada pengembangan kualitas guru terhadap keberhasilan sekolah dalam membantu perkembangan peserta didik upaya tersebut dilakukan demi mewujutkan tujuan hidupnya secara optimal guna mencapai standar mutu pendidikan. Menurut Bahrum Satria upaya pengembangan guru profesional dilakukan melalui kegiatan penting yang dapat menunjang kemampuan guru di Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 8 Kota Palopo salah satunya dengan mengikuti loka karya. Progam Vol 9. No. Oktober 2024 212 | Haerati ini sangatlah penting untuk dilakukan mengingat guru akan memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan pembinaan yang dilakukan demi mendapakan nilai tambah yang baik. Tujuannya agar guru mampu meningkatkan proses pembelajaran yang berkualitas sesuai kebutuhan. Menurut Imelda Wilsen Taruk guru profesional harus mampu dalam memanfaatkan segala sumber daya pendidikan yang ada agar dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara belajar dan selalu mencari informasi baru yang berkaitan dengan bidang mata pelajarannya di sekolah. Upaya tersebut dilakukan agar mampu meningkatkan keberhasilan bagi peserta didik sehingga dapat mencapai arah perkembangannya untuk itu dibutuhkanlah adanya keterampilan, potensi akademik, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, mampu mengembangkan wawasan pengetahuan, serta melakukan penilaian baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurut Ni Wayan Narsini upaya yang dilakukan guru dalam mendidik peserta didik selalu difokuskan pada pembentukan karakternya dimana karakter menjadi bagian dari keseluruhan tingkah laku maupun kemampuan pengembangan yang dimiliki peserta didik dengan pembawaan yang ada pada dirinya. Upaya tersebut dilakukan guru agar mampu dan profesional dalam mengetahui aspek psikologisnya baik yang dilihat dari motivasi, bakat, minat, gaya belajar, keperibadian, emosional, dan segala bentuk perhatian yang diberikan khusus bagi peserta didik. Dilihat dari pengabdiannya guru tentunya memiliki tanggung jawab moral yang begitu besar sebab baik atau buruknya akhlak dan mental peserta didik semuanya atas didikan orangtua dan guru. Menurut Adilah Junaid guru profesonal harus mampu meningkatkan keberhasilan pendidikan di sekolah mengingat guru memegang peranan yang sangat strategis dan penting dalam mengembangkan semangat belajar peserta didik agar apa yang diharapkan mampu dicapai dengan baik. Upaya guru dalam proses belajar bagi peserta didik dilakukan dengan menentukan tujuan belajar yang baik, selalu brfikir positif, adanya motivasi untuk mau belajar, tentukan target belajar yang spesifik, buatlah jadwal belajar, selalu mengubah kebiasaan yang tidak baik, memilih cara belajar yang sesuai serta manfaatkanlah waktu dan fasilitas belajar yang ada saat ini. Agar guru mampu membangkitkan semangat belajar peserta didik sesuai dengan harapan yang diinginkan. Menurut Rosneni Genda guru memegang peranan dan tanggung jawab yang sangat baik terutama dalam membentuk watak dan karakter peserta didik sejak dahulu hingga sekarang kedudukan guru memiliki tempat yang derajatnya sangat tinggi tidak hanya dunia tetapi di akhirat. Karena menjadi guru profesional harus mampu menjadi panutan dengan selalu memberikan contoh teladan yang baik bagi peserta didiknya adapun kriteria yang harus dipenuhi guru sebagai upaya dalam pengembangannya tentunya harus memiliki sifat tawadhu dengan selalu rendah hati dan tidak sombong, bersahaja terlihat sangat sederhana dan merasa cukup dengan rezeki yang diperolehnya, takut hanya kepada Allah swt. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Guru Profesional. perintahnya dan menjauhi segala larangannya serta memposisikan diri sebagai guru yang bekerja dan mencari rezeki yang halal. Menurut Yulianti keberhasilan guru sebagai tenaga pendidik profesional tentunya telah mendapatkan dukungan dan penghargaan yang layak diberikan sesuai dengan tuntutan dan tugas yang diembannya. Guru dalam memajukan kualitas pendidikan telah berupaya dengan memaksimalkan kemampuannya. Sebagai manusia terbaik guru telah menjadi figur amanah yang harus dilakukan agar mampu mengembangkan potensi peserta didik mengingat keberhasilan pendidikan tidak akan pernah lepas dari peranan guru. Tentunya bagi kepala sekolah sebagai seorang pemimpin selalu memberikan semangat bagi setiap guru dalam menjalankan tugasnya dengan baik dimana dalam mensukseskan pendidikan kepala sekolah harus memiliki keterampilan konseptual demi memahami dan mengoperasikan organisasi sekolahnya serta menunjukkan keterampilannya dalam melakukan kerja sama yang baik antara sesama guru di sekolah, kegiatan yang dilakukan ini menjadi tanda bukti bahwa kepala sekolah sangat andil dan peduli terhadap guru yang mampu berprestasi serta akan diberikan penghargaan yang layak sesuai dengan kinerjanya di sekolah. Menurut Nurmayanti upaya pengembangan guru profesional tentunya didasari atas berbagai pertimbangan dimana guru melakukan tugas dan kewajibannya dalam mendidik peserta didik tentunya agar mampu menunjukkan bahwa dalam meningkatkan dedikasinya sebagai seorang guru harus dapat menyusun dan merencanakan sistem pembelajaran yang baik dan menyenangkan agar secara bertahap guru dapat melibatkan peserta didik sebagai objeknya. Adanya keahlian khusus yang dimiliki guru dapat menjadi prinsip utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan sesuai harapan yang diinginkan. Menurut Vera Ika Kusumastuti upaya guru dalam pengembangan profesionalnya tentu harus didasari dengan hubungan yang erat antara tugas dan profesinya sebagai tenaga pendidik demi meningkatnya kualitas mutu Upaya tersebut harus dilakukan agar guru dapat mengembangkan kualitas dirinya untuk selalu memberi ilmu pengetahuan yang bermanfaat, mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan demi meningkatkan potensi, mampu mengembangkan penguasaan materi secara mandiri, menyusun materi pembelajaran agar lebih efektif, memilih dan menggunakan media pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan. PENUTUP Pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo berjalan sesuai harapan dimana guru telah maksimal dalam menjalankan tugasnya pengajaran yang dilakukan dapat meningkatkan potensi baik melalui pemahaman, metode pembelajaran, media, serta selalu beradaptasi dengan kemajuan kurikulum. Kegiatan ini dilakukan agar guru mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik sesuai kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dibuktikan Vol 9. No. Oktober 2024 214 | Haerati dengan adanya sertifikasi dimana syarat tersebut telah dipenuhi guru sebagai bagian dari profesional yang telah dilakukan. Kompetensi guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo menunjukkan kinerja yang tepat dan efektif dimana guru harus memiliki kompetensi pedagogik, keperibadian, profesional, dan sosial yang sesuai dengan bidang profesionalnya sehingga guru memiliki kemampuan personal yang mantap, stabil, dewasa, arif, bermanfaat, berakhlak mulia, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Semua itu dilakukan agar kompetensi guru semakin maju dan berkualitas. Upaya pengembangan guru profesional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Palopo dilakukan agar guru memiliki kemampuan yang maksimal dalam memajukan pendidikan. Baik dalam mengikuti pelatihan, belajar sesuai dengan bidang mata pelajaran, selalu beradaptasi dengan perkembangan, komitmen akan tugasnya, serta mampu bekerja dengan menunjukkan prestasi yang baik dan mumpuni. DAFTAR PUSTAKA