PENGARUH HYPNOPARENTING TERHADAP PORSI DAN FREKUENSI KONSUMSI SAYURAN PADA BALITA DI KELURAHAN TIMBANGAN OGAN ILIR Ari Kartiwi1. Nuryanto2 Universitas Sriwijaya Palembang Jl. Raya Palembang Prabumulih. KM 32 Inderalaya. Ogan Ilir Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan Jl. Demang Lebar Daun No. 4864 Telp. Email: nuryanto_dcn@yahoo. Diterima : 13/01/2012 Direvisi :26/05/2013 Disetujui : 30/08/2013 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnoparenting terhadap porsi dan frekuensi konsumsi sayuran pada Balita di Kelurahan Timbangan Indralaya Utara. Desain penelitian adalah Pra Eksperimental, dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel 15 responden dengan teknik purposive sampling. Responden laki-laki 5 orang . ,3%) dan perempuan 10 orang . ,7%). Rerata usia responden 28,7 bulan. Rerata porsi konsumsi sayuran sebelum diberikan hypnoparenting 730 gram dan setelah diberikan hypnoparenting 1051,7 gram. Sedangkan rerata frekuensi konsumsi sayuran sebelum diberikan hypnoparenting 11,07 kali, dan setelah diberikan hypnoparenting 12,13 kali. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,002 . < 0,. artinya terdapat perbedaan bermakna porsi konsumsi sayuran sebelum dan sesudah diberikan hypnoparenting. Sedangkan hasil uji Wilcoxon terhadap frekuensi konsumsi sayuran didapatkan p value = 0,163 . > 0,. artinya tidak terdapat perbedaan bermakna frekuensi konsumsi sayuran sebelum dan setelah diberikan hypnoparenting. Kata Kunci: hypnoparenting, konsumsi sayur, balita HYPNOPARENTING EFFECT OF PORTION AND FREQUENCY OF VEGETABLE CONSUMPTION IN CHILDREN IN NORTH WARD WEIGHTS DISTRICT OGAN ILIR ABSTRACT This study aimed to determine the effect hypnoparenting the portion and frequency of consumption of vegetables in the toddler in the Village of North Indralaya Scales. Pre-experimental research design is, the approach of One Group pretest-posttest design. Number of samples 15 respondents with purposive sampling technique. Male ts 5 people . 3%) womwn and 10 . 7%). The mean age of respondents 28. 7 months. Mean servings of vegetables before consumption is given hypnoparenting 730 grams and having given hypnoparenting 1051. 7 grams. While the average frequency of consumption of vegetables before feeding hypnoparenting 11. 07 times and 12. 13 times after being given hypnoparenting. Based on the results obtained Wilcoxon test p value = 0. <0. means that there are sifnificant differences in the consumption of vegetable servings before and after given hypnoparenting. While the Wilcoxon test results for the frequency of consumption of vegetables obtained p value = 0. >0. means that there is no sifnificant difference in the frequency of consumption of vegetables before and after administration hypnoparenting. Keywords: hypnoparenting, the consumption of vegetables, toddler Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 PENDAHULUAN Konsumsi salah satu faktor yang secara langsung makan sayur adalah hal yang wajar dan mengancam kehidupan seseorang, keluarga dan masyarakat. sehingga ibu-ibu merasa cukup untuk Kurang seimbangnya masukan zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi pengganti vitamin maupun suplemen terjadinya penyakit dan lemahnya daya Sayuran Anggraini, adalah salah satu jenis pangan sehat yang dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kemampuan beraktivitas. Hal ini akan mempenga ruhi kualitas sumber daya Indonesia manusia di masa yang akan datang (Hartati, 2. Jumlah tersebut masih kurang dari Berdasarkan Konsumsi kg/kapita/ta yang dianjurkan oleh FAO (Food and . Agricultural Organizatio. yaitu sebesar diperoleh data bahwa kurang lebih 40% 73 kg/kapita/tahun. Prasetyo, 2002. ibu-ibu dikutip Ulfa & Latifah,2. Sedangkan mengetahui tentang gizi untuk balita, kebutuhan sayur anak dalam sehari tetapi belum melakukan prakteknya sebesar 225 gram per hari (Monica, dengan baik, sedangkan 60% lagi ibu- 2. kualitas konsumsi Nurhalinah Desa Indralaya ibu belum mengetahui pentingnya gizi Sering dijumpai bahwa konsumsi untuk pertumbuhan dan perkembangan sayuran sehari-hari pada anak sangat Fakta ditemukan bahwa ibu-ibu adalah seringkali orangtua mengalami lebih memperhatikan kebutuhan zat gizi kesulitan dalam memberikan kepada . Hambatan pengatur . tidak kalah penting terutama usia dini . bulan hingga 2 dalam menunjang pertum buhan dan tahu. , prasekolah atau balita (Karyadi. Banyaknya Beberapa Ari Kartiwi dan Nuryanto : Pengaruh Hypnoparenting Terhadap Porsi dan Frekuensi Konsumsi Sayuran Pada Balita di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir mengatakan bahwa umumnya balita yang melibatkan satu kelompok subyek hanya mengkon sumsi jenis makanan dilaku kan pengukuran terhadap porsi dan frekuensi sayuran balita sebelum kontrol. Kelompok vitamin dan mineral . ayur dan bua. biasanya tidak dikonsumsi karena anak dilakukan pengukuran kembali setelah tidak suka (Nilawati, 1998. Esti, 1988. diberikan hypnoparenting. Pengukuran dikutip Nurul, 2. Salah satu cara yang efektif dan diberikan perlakuan . re-tes. dan satu perlakuan (Post-tes. Variabel yang 2. diobservasi atau diteliti adalah porsi Hypnoparenting menggunakan prinsip dan frekuensi konsumsi sayur balita selama pene litian. Perlakuan yang ota. sering digunakan pada orangtua dilakukan adalah terapi hypnoparenting yang dilakukan oleh orangtua kepada kepribadian anak dan potensi anak. balitanya menjelang tidur, saat tertidur Dengan memanfaat kan pikiran bawah (Anonim, . omunikasi frekuensi konsumsi sayur balita dinilai kesulitan makan sayur pada anak. Pengukuran sebagai pengaruh dari hypnoparenting. Berdasarkan uraian diatas maka Skema Pra Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design sebagai porsi dan frekuensi konsumsi sayuran pada balita di Kelurahan Timbangan Kec. Inderalaya Utara Kab. Ogan Ilir. Keterangan : METODOLOGI Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperimental, dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, : hypnoparenting O1 : Observasi porsi dan frekuensi konsumsi sayuran sebelum Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 O2 : Observasi porsi dan frekuensi sayurannya enak dan manis, berwarnawarni. ama menghabiskan makanan yang mama Cara melaksanakan hypnoparenting Mama sayang sama adekAy. Pada saat anak tertidur : Lakukan berulang-ulang hingga 3-4 kali . Goyangkan kepala ke kanan dan ke kiri, namun jangan sampai terbangun. Hal agar didapatkan hasil yang optimal. Setelah itu, elus kembali dan kecup kening anak. mengubah posisi tidur mereka dari posisi nyenyak ke posisi hypnosis Saat bangun tidur : Sambut anak dengan hati yang senang dan tersenyum . Kembali anda berikan sugesti sama seperti yang eluslah sedikit dahinya dan bisikkan sebelumnya sambil mengelus dahi atau kata-kata sugesti positif yang ingin ibu punggungnya dan beri keyakinan pada ucap kan. Ketika anak mengerjapkan anak bahwa anak menyukai sayuran. Setelah mengerjap-ngerjapkan matanya, maka saat itu gelombang Populasi otak anak naik ke frekuensi gelombang adalah balita yang bertempat tinggal di Namun, jika anda membisikkan Kelurahan Timbangan Kec. Inderalaya Utara Kab. Ogan Ilir berjumlah 224 gelombang otak malah akan semakin naik hingga sampai pada posisi beta berdasarkan rumus didapat 15 balita . Sugesti yang dimasukkan pada yang memenuhi kriteria inklusi. Rumus dibandingkan sugesti yang diberikan Besar (Ariawan, . pada saat anak setengah tertidur. Saat menjelang tidur : Ketika anak mengantuk, bawalah anak ke tempat tidur . Eluslah dahi anak dengan lembut dan bisikkan sugesti yang diinginkan, yaitu Auanak mama yang manis sangat pintar, suka Oy ,96 0,. = besar sampel minimum = 14,84 = 15 anak balita Ari Kartiwi dan Nuryanto : Pengaruh Hypnoparenting Terhadap Porsi dan Frekuensi Konsumsi Sayuran Pada Balita di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir AA1 - AA2 = perbedaan minimal yang ingin dideteksi = 15 Z2. -/. = nilai Z derajat kesalahan 1,96 bila =5% Z1- = kekuatan uji 80% = 0,84 = standar deviasi . ene litian sebelumny. = 213 dengan cara mengisi lembar isian hasil sebelum dan 6 hari sesudah terapi Bagi Ibu balita . Responden . bu dan balit. bisa diajak komunikasi/kooperatif . Ibu renting sesuai SOP. Ibu yang menyiapkan sayuran yang dimasak sendiri dan divariasikan. Ibu mampu selama penelitia . Pendidikan ibu minimal SMA. Bersedia menjadi konsumsi sayuran balita sebelum dan setelah dilakukan hypnopa renting oleh Peneliti melakukan wawancara kepada responden mengenai porsi dan dihabiskan oleh balita selama 6 hari sebelum dan setelah diberikan teknik Kemudian apakah ada selisih porsi dan frekuensi makan sayur sebelum dan setelah Bagi Balita . Balita tidak mengalami retardasi mental atau balita dengan gangguan Balita makanan selama 12 hari, yaitu 6 hari Observasi Kriteria inklusi sebagai berikut: perhatian/hiperaktif Balita makan/ramuan sional selama penelitian. Balita tidak sakit kronis/akut selama pene litian diberikan terapi hypnopa renting. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon . HASIL Hasil tentang karakteristik responden dan terhadap porsi dan frekuensi konsumsi sayuran balita. Terapi hypnoparenting dilaku kan selama 6 . Data tentang Karakteristik Sampel nama sayuran, jenis masakan yang Gambaran dihidangkan serta porsi dan frekuensi penelitian ini meliputi jenis kelamin dan sayuran yang dikonsumsi balita dicatat Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 umur dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 1 Distribusi Balita Berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur Karakteristik Balita Jumlah Persentase Laki-laki Perempuan 33,3 % 66,7 % O 24 bulan Di atas 24 bulan Jenis Kelamin Umur Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan Porsi Konsumsi Sayuran bahwa sampel balita lebih banyak jenis Hasil identifikasi mengenai porsi konsumsi sayuran pada balita sebelum sementara laki-laki 33,3 % dan umur balita berada pada umur O 24 bulan hypnoparenting selama 6 hari adalah sebesar 60% sementara di atas 24 Sebagai berikut bulan ada 40%. Tabel 2 Distribusi Porsi Konsumsi Sayuran Balita Sebelum dan Setelah Diberikan Terapi Hypnoparenting Porsi Konsumsi Sayuran Mean Standar Deviasi Min Ae Max 95% confidence interval Sebelum . 730,00 467,44 471,14-988,86 Sesudah . 1051,56 797,56 609,99-1493,34 P value = 0,002 Berdasarkan Hal ini menunjukkan rata-rata porsi kon menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi hypnoparenting rata-rata porsi sebelum dan setelah diberikan terapi konsumsi sayuran pada balita adalah mengalami peningkatan yaitu sebesar 730,0 gram dan setelah diberikan terapi 321,7 gram. hypnopa renting adalah 1051,7 gram. Ari Kartiwi dan Nuryanto : Pengaruh Hypnoparenting Terhadap Porsi dan Frekuensi Konsumsi Sayuran Pada Balita di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sementara porsi konsumsi sayuran masing-masing adalah 100 gram dan < . artinya terdapat perbedaan pada balita antara sebelum dan setelah diberikan terapi hypnoparenting. 1675 gram, sedangkan porsi konsumsi Frekuensi Konsumsi Sayuran Hasil setelah diberikan terapi hypnoparenting frekuensi konsumsi sayuran pada balita adalah 250 gram dan 2975 gram. Hasil statistik menunjukkan bahwa p . sebelum dan setelah diberikan terapi hypnoparenting selama 6 hari adalah sebagai berikut. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Konsumsi Sayuran Balita Sebelum dan Setelah Diberikan Terapi Hypnoparenting Frekuensi Konsumsi Sayuran Mean Standar Deviasi Min Ae Max 95% confidence interval Sebelum . 11,07 4,86 8,37-13,76 Sesudah . 12,13 3,94 9,95-14,32 P value = 0,16 Berdasarkan menunjukkan bahwa sebelum diberikan rata-rata frekuensi konsumsi sayuran pada balita hypnoparenting adalah 5 kali dan 18 adalah 11,7 kali dan setelah diberikan terapi hypnoparenting adalah 12,13 Hasil Hal ini menunjukkan rata-rata statistik menunjukkan bahwa p . > frekuensi konsumsi sayuran pada balita antara sebelum dan setelah diberikan terapi mengalami peningkatan yaitu konsumsi sayuran pada balita antara sebesar 1,6 kali. sebelum dan setelah diberikan terapi Sementara renting masing-masing adalah 4 kali . PEMBAHASAN Pengaruh hypnoparenting terhadap porsi konsumsi sayuran balita. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Berdasarkan Tabel rata-rata menyukai sayuran. sayuran pada balita sebelum diberikan . Smart terapi hypnoparenting terendah adalah 100 gram dan tertinggi adalah 1675 membuat balita menyukai sayur yang tidak disukainya. Anak yang berusia 5 sayuran dikarenakan tahun mengalami kesulitan makan dan sayuran relatif tidak mempunyai rasa kesulitan belajar. Setelah 2 minggu dan seratnya yang tinggi menimbulkan mengikuti hypnotherapy, anak tersebut sudah mau mencoba 5 . macam Balita (Bardosono, 2011. dikutip Sari, 2. Menurut Silvirf sayur yang sebelumnya makan sayur yaitu berupa diemut, tidak mau. Menurut OAoGrady & Hoffmann . bentuk perilaku balita yang tidak mau Jones, sama sekali, tidak mau duduk, pilih-pilih hubungan yang positif antara anak dan makanan dan lebih suka jajan. , karena sugesti yang Setelah disampaikan oleh orang yang dekat hypnoparenting porsi konsumsi sayuran dengannya dan suaranya tidak asing, terendah menjadi naik yaitu 250 gram maka akan semakin mempermudah pesan sugesti untuk masuk dalam Hal program yang baru. konsumsi sayuran pada balita. Beberapa Hal penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa hypnotherapy menstimulir otak dari Mahidol University di Bangkok untuk melepaskan neurotrans miter, zat kimia yang terdapat di otak, encephalin dan endhorphin yang berfungsi untuk menyukai sayuran sangat efektif dalam meningkatkan mood sehingga dapat meningkatkan konsumsi sayuran pada Selama 8 pekan, ia memutarkan terhadap sakit atau gejala fisik lainnya, serial popeye asupan sayur dan buah pada anak meningkat 2 kali lipat Ari Kartiwi dan Nuryanto : Pengaruh Hypnoparenting Terhadap Porsi dan Frekuensi Konsumsi Sayuran Pada Balita di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir setelah mengikuti program tersebut mempunyai gambaran lain terhadap (Sciencedaily, 2. Serial popeye tersebut dimaksudkan sebagai sarana sayuran yang semula dianggap tidak untuk membuat anak relaksasi dan ada rasa atau ada juga yang rasanya sugesti yang terekam di memori anak pahit tiba-tiba dipandang balita bahwa mengenai sayuran dan masuk pada sayuran itu enak. Suatu keyakinan pikiran bawah sadar. Sama halnya yang telah masuk kealam bawah sadar, dengan konsep hypnoparenting, yang akan diyakini kebenarannya walaupun memasukkan atau menanamkan hal hal itu bisa saja tidak benar menurut baru atau kurang disukai balita dengan orang lain. Karena sesuatu yang telah persepsi/cara terhadap sayuran di pikiran bawah masuk ke alam bawah sadar manusia sadar balita. akan diyakini kebenarannya, dan akan . Menurut Nugroho . , pada Berlandaskan Nugroho mengucapkan kalimat sugesti Au. ama hypnoparenting mampu meningkat kan porsi dan frekuensi konsumsi sayuran enakAy, pada balita karena sugesti atau pesan maka pada saat pikiran bawah sadar bekerja, tertanam dalam memori balita menerus ketika sebelum tidur, saat bahwa ia menyukai sayuran, sesuai tertidur dan setelah bangun tidur akan dengan kata yang telah disuges tikan. mudah diterima dan dibentuk sebagai Selain itu, alam bawah sadar tidak program/cara pandang yang baru dan menetap dalam diri balita tersebut. imajinasi terhadap kondisi nyata, maka Selain itu, sugesti atau pesan yang Kemudian, ketika balita telah sadar menolak sugesti tersebut meskipun sepenuhnya . ondisi Beta dan Alf. bertentangan dengan program yang sudah ada. Jurnal Pembangunan Manusia Vol. 7 No. 2 Agustus 2013 Menurut Frampton Warner- Rogers . , balita lebih mudah Sedangkan terhipnotis dibandingkan orang dewasa, frekuensi konsumsi sayuran tertinggi menanggapi kebutuhan perkembangan diberikan terapi hypnoparenting tidak umum anak-anak dengan kemampuan mengalami perubahan yaitu masing- mereka untuk menangani fantasi dan masing 18 kali. Hypnoterapy Temuan Hasil penelitian ternyata frekuensi konsumsi sayuran pada balita tidak perubahan, hal ini bisa saja terjadi karena beberapa hal diantara nya yaitu hipnoterapi berguna untuk berbagai gangguan dan masalah, dan mungkin sangat berharga dalam pengobatan Anggapan bahwa yang Kesimpulannya. Pola meningkat sehingga jumlah zat gizi ngetahuan hipnosis berguna dalam praktek klinis dan hipnoterapi mungkin kebutuhan balitanya. Kedua hal ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan terapi tambahan pada kognitif-perilaku orangtua tentang gizi. Balita merupakan pengobatan dan terapi keluarga. konsumen yang pasif, menerima apa saja yang diberikan oleh orangtuanya. Pengaruh hypnoparenting terhadap frekuensi konsumsi sayuran balita Frekuensi konsumsi sayuran balita antara sebelum dan setelah diberikan peningkatan secara bermakna, hal ini dibuktikan dari hasil uji statistik dimana p value . > . Frekuensi konsumsi sayuran terendah sebe lum diberikan terapi adalah 4 kali, kemudian tetapi terkadang mereka juga sering penolakan-penolakan . ergantung menolak untuk makan sayur. Perilaku Ibu memberikan makanan jajanan yang belum tentu baik dan sehat untuk Ari Kartiwi dan Nuryanto : Pengaruh Hypnoparenting Terhadap Porsi dan Frekuensi Konsumsi Sayuran Pada Balita di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dikonsumsi balita. Menurut Winarno, 1993 dikutip Tullah . , kebiasaan jajan dapat mengurangi nafsu makan karena seringkali balita menjadi terlalu Anggraini. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Bergizi Dengan Status Gizi Balita Usia 1-3 Tahun di Desa Lencoh Wilayah Kerja Puskesmas Selo Boyolali. Selo Boyolsli. makan nasi/sayur, balita akan menolak. Suprajitno. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai Ada balita di Kelurahan Timbangan Kec. Inderalaya Utara Kab. Ogan Ilir. Tidak hypnoparenting terhadap frekuensi konsumsi sayuran pada Kelurahan Timba balita di Kec. Monica. Panduan Pemberian Buah dan Sayuran pada Anak. erial onlin. Didapat dari: URL: http://w. /archive/web/forum/forum asp?catid=&id=1&topicid=6571. Diakses tanggal 1 Juni 2011. Anonim. Hipnotis Untuk Anak yang Susah Makan. erial onlin. Didapat URL: http://ads. com/detail/605696/ Hipnotis-untuk-anak-yang-susahmakan Diakses tanggal 20 Juli Nursalam. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Inderalaya Utara Kab. Ogan Ilir. DAFTAR PUSTAKA