SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan di Era Smart 0 kepada Siswa MAN Kabupaten Karimun Catur Fatchu Ukhriyawati1. Sri Mulyati2. Paras Faturohim3. Lukmanul Hakim4. Ramon Zamora5. Ravika Permata Hati6. Celina Cicilia Margaritha7. Albert Efendi Pohan8* 1,2,3,7Program Studi Bisnis Digital. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Kepulauan 4Program Studi Magister Manajemen. Program Pascasarjana. Universitas Riau Kepulauan 5Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Kepulauan 6Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Kepulauan 8Program Studi Magister Manajemen Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Riau Kepulauan Email: catur@fekon. id1, sri@fekon. id2, parasrohim@gmail. lukmann14@gmail. com4, ravika@fekon. id6, celinacicilia9@gmail. efendipohan@gmail. Informasi Artikel Article History: Received : 18 September 2024 Revised : 16 April 2025 Accepted : 11 Juni 2025 Published : 27 Oktober 2025 *Korespondensi: efendipohan@gmail. Keywords: Financial Literacy. Karimun Regency. Smart 5. 0 Era. Students Hak Cipta A2025 pada Penulis. Dipublikasikan oleh Universitas Dinamika Artikel ini open access di bawah lisensi CC BY-SA. 37802/society. Society : Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 2745-4525 (Onlin. 2745-4568 (Prin. https://ejournals. id/index. php/society Abstract The Smart 5. 0 era, characterized as the pinnacle of technological transformation, necessitates continuous improvement in individuals' comprehension and literacy competency, particularly in financial literacy. Financial literacy encompasses an individual's abilities, knowledge, attitudes, and behaviors related to managing personal monetary assets. However, empirical evidence suggests that students, especially in disadvantaged areas, demonstrate a limited understanding of financial literacy. This Community Service was conducted with the objective of enhancing financial literacy comprehension among MAN students in the Karimun Regency. The activity took place in MAN Karimun Hall on August 26-27, 2024, with 220 students in attendance. The PKM method is carried out through face-to-face training activities by implementing the management functions of planning, organizing, implementing, controlling, and The evaluation of this community service program the following outcomes: . The financial literacy strengthening program was implemented effectively in accordance with established plans. Students demonstrated comprehension of the financial literacy material presented by the speakers. Students also exhibited an understanding of the significance of developing financial literacy competencies . ersonal financ. from an early age in the Smart 5. 0 era, enabling them to manage and plan their finances optimally in the future. This PKM still focuses on improving the understanding of financial management at the MAN student level, and further PKM needs to be carried out starting with elementary and junior high school students so that MAN students are not late in understanding financial literacy competencies. PENDAHULUAN Era smart 5. 0 diketahui sebagai puncak gelombang transformasi teknologi dan informasi yang memaksa setiap orang untuk terus meningkatkan kompetensinya. Selain itu, era smart 5. 0 ini mengakibatkan perubahan yang sangat cepat dan bahkan dapat dikatakan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. kecepatannya tidak terkendali. Perubahan-perubahan tersebut telah mencapai puncaknya pada lingkungan yang tidak dengan volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (Barni , 2. Perubahan tersebut terjadi karena kecanggihan teknologi informasi (TI) dan produk ilmu pengetahuan berbasis digital di era smart 5. 0 ini (Muslimin & Fatimah, 2. Untuk menghadapi kondisi ini setiap orang harus mampu beradaptasi dengan cepat dengan hal-hal baru yang terjadi di dalam Salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan di era smart 5. 0 adalah kompetensi literasi. Hal ini telah ditekankan oleh UNESCO . tentang penting setiap orang memiliki kecerdesan literasi dalam kehidupannya. Lebih lanjut Kemdikbud . menekankan untuk terus meningkatakan kompetensi literasi keaksaraan seperti kecakapan membaca, menulis, dan berhitung. Selain itu. Margaretha & Pambudhi . juga menekankan salah satu literasi yang harus dikuasai adalah literasi keuangan karena dengan kemampuan ini seseorang dapat melalui masa-masa sulit yang terjadi dalam kehidupannya. Hal ini ditekankan karena kompetensi literasi keuangan sangat berperan dalam memanajemen keunagn secara pribadi (Hidayat, 2020. Dwitri & Pradikto, 2. Vitt et al. , . menjelaskan literasi keuangan dipahami sebagai kemampuan membaca, menganalisis, mengelola dan berkomunikasi tentang kondisi keuangan probadi yang akan mempengaruhi kesejahteraan material. Lebih lanjut, literasi keuangan juga dapat dipahami sebagai perpaduan kemampuan seseorang, pengetahuan, sikap, dan prilaku yang berkaitan dengan cara mengelola aset pribadinya berupa uang (Wijayanti & Retnawati. Handayani & Zulkarnain, 2. Secara konseptual. Remund . menjelaskan terdiri dari lima domain literasi keuangan, yaitu: . pengetahuan tentang keuangan, . kemampuan berkomunikasi tentang konsep keuangan, . kemampuan mengelola uang pribadi, . kemampuan membuat keputusan yang berkaitan dengan keuangan, dan . keyakinan untuk membuat keputusan dan perencanaan keuangan masa depan yang stabil. Untuk itu, pengetahuan literasi keuangan ini perlu diajarkan kepada siswa-siswi sejak di bangku sekolah agar memiliki pengetahuan dasar bagaimana mengelola uang dengan efektif dan efisien sebagai bentuk persiapan pengelolaan keuangan di masa depan. Mengingat pentingnya pemahaman literasi keuangan, maka hal ini sangat penting dijadikan program oleh setiap sekolah untuk meningkatkan literasi keuangan siswa karena hal ini berkorelasi dengan prilaku keuangan yang positif seperti menabung sebelum uang habis digunakan, tidak mudah meminjam uang kepada pihak-pihak tertentu, memiliki prioritas penggunaan uang, membayar utang/tagihan dengan tepat waktu, dan tidak boros (Nidar & Bestari, 2012. Kurss et al. , 2015. Hadi et al. , 2018. Zunaidi et al. , 2. Namun fakta di lapangan bahwa siswa masih memiliki pemahaman yang rendah terhadap literasi keuangan, khususnya di daerah terluar dalam hal ini di Kabupaten Karimun. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada 26 Agustus 2024 Pukul 11 Wib dengan siswa MAN Karimun dan Guru yang mengajar di MAN Karimun mengungkapkan bahwa siswa tidak memiliki pemahaman terkait dengan literasi keuangan karena mereka tidak pernah mengikuti seminar atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan pemahaman literasi keuangan mereka. Siswa tidak memiliki rencana pengelolaan keuangan pribadi seperti kegiatan menabung, sosialisasi pengelolaan keuangan. Sehingga siswa tidak memiliki perencanaan keuangan masa depan yang dilandasi dengan pemahaman yang baik. Untuk itu, solusi yang diterapkan Dosen dan Mahasiswa Universitas Riau Kepulauan adalah memberikan sosialisasi pentingnya literasi keuangan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan di kalangan siswa MAN di Kabupaten Karimun. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi Universitas Riau Kepulauan dalam memecahkan persoalan yang terjadi di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan di MAN Karimun Kabupaten Karimun. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berbentuk sosialisasi (Penyuluha. secara tatap muka . dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi MAN Karimun tentang literasi keuangan. Sosialisasi dan pelatihan penting dilakukan untuk meningkatkan kompetensi tertentu (Ilahiyah et al. , 2. Perserta dalam kegiatan PKM ini adalah siswa-siswi MAN Karimun sebanyak 220 siswa. Lokasi pelatihan ini berlangsung di Aula MAN Karimun. Untuk mencapai tujuan, maka kegiatan ini dilakukan melalui tahapan perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , pengendalian . , dan evaluasi . Perencanaan (Plannin. Tahapan perencanaan ini dilakukan melalui rapat internal yang melibatkan jajaran rektorat. Dosen, dan mahasiswa Universitas Riau Kepulauan yang terlibat dalam kegiatan PKM ini. Hasil perencanaan adalah ditetapkan jumlah pertemuan pelatihan yang akan dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Selanjutnya penetapan hari dan tanggal pertemuan sosialisasi, tempat sosialisasi, dan jadwal sosialisasi. Pada tahapan ini juga sudah tetapkan target yang harus dicapai oleh peserta sosialisasi yaitu, memahami pentingnya pengetahuan literasi keuangan. Pengorganisasian (Organizin. Tahapan pengorganisasian ini adalah penetapan atau pembagian tugas, kewajiban, dan wewenang yang ditetapkan di dalam meningkatkan pemahaman siswa-siswi MAN Karimun tentang literasi keuangan. Tabel 1. Pembagian Tugas dan Wewenang Sosialisasi Literasi Keuangan Komponen Kepala MAN Karimun Narasumber Peserta Sosialisasi (Sisw. Tata Usaha MAN Karimun Tugas Menerima surat permohonan dari Universitas Riau Kepulauan untuk pengadaan sosialisasi peningkatan pemahaman siswa tentang literasi keuangan Memberikan surat edaran untuk mengikuti sosialisasi peningkatan pemahaman literasi keuangan Menerima laporan hasil kegiatan sosialisasi peningkatan pemahaman literasi keuangan dari petugas di lapangan. Menyusun materi pelatihan dan bentuk power poin, dan video keratif untuk sosialisasi peningkatan pemahaman siswa-siswi MAN Karimun tentang literasi keuangan Memberikan sosialisasi peningkatan pemahaman siswa-siswi MAN Karimun tentang literasi keuangan. Melakukan evaluasi terkait efektivitas pelaksanaan sosialisasi peningkatan pemahaman literasi keuangan. Mengikuti sosialisasi peningkatan pemahaman tentang literasi keuangan secara tatap muka . Memberikan evaluasi terkait efektivitas pelaksanaan sosialisasi peningkatan pemahaman literasi keuangan Menyediakan konsumsi yang dibutuhkan untuk kegiatan sosialisasi peningkatan pemahaman literasi keuangan Menyediakan dokumen evaluasi terkait efektivitas pelaksanaan sosialisasi peningkatan pemahaman siswa-siswi MAN Karimun tentang literasi keuangan. Pelaksanaan (Implementin. Pelaksanaan sosialisasi peningkatan pemahaman siswa-siswi MAN Karimun tentang literasi keuangan dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Kegiatan sosialisasi ini terdiri DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. dari pra-sosialisasi dan kegiatan sosialisasi secara langsung di Aula MAN Karimun Kabupaten Karimun. Berikut di bawah ini jadwal dan deskripsi pelaksanaan sosialiasi peningkatan pemahaman literasi keuangan siswa MAN Karimun. Tabel. Jadwal Pelaksanaan Sosialisasi Literasi Keuangan Tanggal Senin. Agustus Selasa, 27 Agustus Kegiatan Rapat membicarakan teknis pelatihan Penetapan pelaksanaan sosialiasi Menyiapkan peningkatan literasi keuangan siswa Melakukan pemahaman literasi keuangan siswa Sesi tanya jawab dan melakukan refleksi terhadap kegiatan pelatihan. Pelaksana Universitas Riau Kepulauan dan MAN Karimun Kab. Karimun Universitas Riau Kepulauan dan peserta Berdasarkan jadwal dan deskripsi kegiatan PKM yang dilakukan di MAN Karimun Kabupaten Karimun, maka skema pelaksanaan kegiatan ini dapat digambarkan melalui tahapan analisis permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu siswa MAN karimun, solusi yang disusun oleh tim PKM adalah kegiatan sosialiasi peningkatan pemahaman literasi keuangan siswa MAN Karimun. Maka prosedur pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dapat diillustrasikan gambar berikut di bawah ini. Gambar 1. Alur Pelaksanaan PKM di MAN Karimun Kab. Karimun DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Evaluasi (Evaluatin. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan sosialiasi peningkatan pemahaman literasi keuangan siswa MAN Karimun melalui survei secara online. Evaluasi ini melibatkan 220 siswa yang dibantu oleh guru dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan untuk mengisinya secara online. Instrumen yang digunakan adalah survei yang terdiri dari 16 butir pertanyaan dengan menggunakan skala likert . : Sangat Setuju (ST)], . : Setuju (S)], . : Kurang Setuju (KS)], dan . :Tidak Setuju (TS)]. Hasil evaluasi ini digunakan untuk perbaikan kegiatan sosialiasi peningkatan pemahaman literasi keuangan siswa MAN Karimun yang akan dilakukan di masa-masa yang akan datang, baik di MAN Karimun atau di sekolah lainnya. Tabel 3. Instrumen Pengukuran Efektivitas Sosialisai Literasi Keauangan Butir Insturmen Evaluasi Pelatihan Informasi sosialisasi disampaikan oleh panitia dengan jelas Panitia memberikan undangan sosialisasi kepada peserta . ndangan berbentuk elektronik atau nonelektroni. Panitia sosialisasi menyediakan fasilitas pendukung untuk kegiatan pelatihan Panitia sosialisasi memberikan pelayanan yang baik kepada peserta selama sosialisasi kegiatan berlangsung Pembicara sosialisasi memiliki kemampuan menjelaskan materi dengan subtantif Pembicara sosialisasi menjelaskan materi dengan jelas dan dapat dingerkan Pembicara dalam sosialisasi menyajikan materi PPT dengan runut, terstruktur, dan tampilan yang visualitatif Pembicara menyajikan PPT dengan warna yang sesuai dan huruf yang jelas Peserta sosialisasi memahami materi yang disampaikan pembicara dengan baik Peserta sosialisasi mendapatkan jawaban yang jelas dan sesuai dengan pertanyaan Pembicara sosialisasi memberikan respon yang baik kepada seluruh penanya Peserta sosialisasi dapat mengikuti pelatihan dengan nyaman di ruangan kegiatan Materi sosialisasi tersedia dan dapat diakses sebelum dan sesudah acara Waktu pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan efektif dan tepat waktu Secara umum pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan efektif dan peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan dengan antusias Secara umum materi sosialisasi dapat dipahami dan digunakan oleh peserta HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan PKM yang sudah dilaksanakan dari periode 26-27 Agustus 2024 di MAN Karimun Kabupaten Karimun melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan pada Siswa MAN Karimun, maka hasilnya disajikan secara kualitaif dan kuantitaif berikut di bawah ini. Deskripsi Kegiatan Sosialisasi Penguatan Lietrasi Keuangan di MAN Karimun Peningkatan pemahaman siswa tentang keuangan dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan pada Siswa MAN Karimun dilakukan sesuai dengan fungsi manajemen melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan pengukuran. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dampak yang baik siswa, yaitu meningkatnya pemahaman tentang literasi keuangan. Sehingga siswa dapat menguasai dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari tentang lima domain literasi keuangan, yaitu: . pengetahuan tentang keuangan, . kemampuan berkomunikasi tentang konsep keuangan, . kemampuan mengelola uang pribadi, . kemampuan membuat keputusan yang berkaitan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. dengan keuangan, dan . keyakinan untuk membuat keputusan dan perencanaan keuangan masa depan yang stabil. Prosedur sosialisasi ini dilakukan secara manajerial selama 2 kali pertemuan di mana peserta berasal dari siswa kelas yang berbeda-beda di di MAN Karimun Kabupaten Karimun. Berikut di bawah foto kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan pada Siswa MAN Karimun. Gambar 2. Foto Kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Lietarasi Keuangan Deskripsi Kuantitatif Efektivitas Sosialisasi Program sosialisasi atau program penyuluhan dapat dikatakan berjalan dengan efektif jika proses pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan diorganisir dapat dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan di awal dan hasilnya dapat diukur secara objektif. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2022, kata efektif bisa dibilang sebagai suatu akibat yang mengarah positif dan berhasil. Menurut Drucker . efektif adalah mengerjakan pekerjaan yang benar . oing the right thing. , sedangkan efisien menurutnya adalah mengerjakan pekerjaan dengan benar . oing things Selanjutnya efektif dapat diartikan tercapainya berbagai sasaran yang ditentukan tepat pada waktunya dengan menggunakan sumber-sumber tertentu yang sudah dialokasikan untuk melakukan kegiatan tertentu (Usman, 2016. Siagian, 2018. Drake dan Dezhbankhan et al. Untuk mengukur efektivitas kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan pada Siswa MAN Karimun, maka tim PKM melakukan survei secara online terhadap 220 siswa MAN Karimun dengan menggunakan 16 butir kessioner dengan menggunakan skala likert . : Sangat Setuju (SS)], . : Setuju (S)], . : Kurang Setuju (KS)], dan . :Tidak Setuju (TS)]. Selain itu, narasumber melakukan wawancara tertutup dengan memberikan pertanyaan kepada peserta melalui goole form yang bertujuan untuk menggali kekurangan pelaksanaan sosialisasi, kelebihan dan saran-saran perbaikan untuk sosialisasi DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Berikut hasil survei secara online yang menggambarkan tingkat efektivitas kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan pada Siswa MAN Karimun. Tabel. Hasil Pengukuran Efektivitas Sosialisasi Indikator Informasi sosialisasi disampaikan oleh panitia dengan jelas Panitia memberikan undangan sosialisasi kepada peserta . lektronik atau nonelektroni. Panitia sosialisasi menyediakan fasilitas pendukung untuk kegiatan sosialisasi Panitia sosialisasi memberikan pelayanan kepada peserta selama kegiatan berlangsung Pembicara sosialisasi memiliki kemampuan menjelaskan materi dengan subtantif Pembicara sosialisasi menjelaskan materi dengan jelas dan dapat didengarkan Pembicara sosialisasi menyajikan materi PPT dengan runut, terstruktur, dan visualitatif Pembicara menyajikan PPT dengan warna yang sesuai dan pemilihan huruf yang jelas Peserta sosialisasi dapat memahami materi yang disampaikan pembicara dengan baik Peserta sosialisasi mendapatkan jawaban yang jelas dan sesuai dengan pertanyaan Pembicara sosialisasi memberikan respon yang baik kepada seluruh penanya Peserta sosialisasi dapat mengikuti pelatihan dengan nyaman di ruangan kegiatan Materi sosialisasi tersedia dan dapat diakses oleh peserta sebelum dan sesudah acara Waktu pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan efektif dan tepat waktu Secara umum sosialisasi berjalan dengan efektif dan peserta mengikuti dengan antusias Secara umum materi sosialisasi dapat dipahami dan digunakan oleh peserta Rata-Rata Persentasi Persentasi (%) 59,38 37,81 3,12 Tabel di atas menunjukkan bahwa sosialisasi peningkatan pemahaman siswa tentang literasi keuangan yang dilakukan selama 2 kali pertemuan berjalan dengan efektif. Hal ini dapat dilihat dari persentasi respon yang diberikan kepada 220 peserta di mana respon dengan kategori Sangat Setuju (SS) kegiatan sosialisasi ini berjalan efektif adalah sebesar 59,36%. Kemudian respon pada kategori Setuju (S) bahwa kegiatan sosialisasi ini berjalan efektif adalah sebesar 37,81%. Sedangkan kategori Kurang Setuju (KS) kegiatan sosialisasi ini berjalan efektif hanya sebesar 3,12%, dan kategori Tidak Setuju (TS) hanya sebesar 0%. Kegiatan sosialisasi ini dirasakan seluruh peserta berjalan dengan efektif dipengaruhi oleh kemampuan narasumber menjelaskan materi sosialisasi dimana hal ini dapat dilihat dari respon dari seluruh peserta yang menununjukkan 70% menyatakan Sangat Setuju (SS) dan 30% menyatakan Setuju (S) pembicara memiliki kemampuan yang bagus untuk menjelaskan materi tentang literasi keuangan. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini dikatakan efektif karena 65% peserta sosialisasi menyatakan Sangat Setuju (SS) dan 30% menyatakan Setuju (S) bahwa mereka mendapatkan jawaban yang jelas dan sesuai dengan pertanyaan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. yang diajukan kepada pembicara terkait dengan pengelolaan keuangan sejak dini. Peserta kegiatan sosialisasi juga mendapatkan kepuasan terhadapa kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan karena 65% menyatakan Sangat Setuju (SS) pembicara sosialisasi memberikan respon yang baik kepada seluruh penanya ketika sosialisasi sedang Aspek lain yang dapat menunjang efektivitas sosialisasi ini adalah pembicara sosialisasi menyajikan materi PPT dengan runut, terstruktur, dan visualitatif sehingga peserta sosialisasi dapat dengan mudah untuk memahami materi sosialisasi. Data kuantitatif di atas sejalan dengan hasil wawancara tertutup yang dilakukan setelah sosialisasi selesai dilakukan yang menyatakan bahwa sosialisasi ini berjalan dengan efektif karena narasumber memiliki kemampuan dalam menjelaskan materi, penguasaan materi dan penyajian materi. Ringkasan hasil wawancara tertutup menunjukkan: . Sosialisasi berlangsung secara singkat, tepat namun materi sangat padat. Seluruh pembicara sangat berpengalaman dan berilmu sesuai dengan bidang literasi keuangan yang menyangkut tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam mengelola . Bahasa pembicara sangat jelas dan mudah dipahami serta mereka berusaha menggunakan istilah yang mudah dipahami oleh peserta yang masih duduk bangku MAN. Materi yang disampaikan bermanfaat dan lebih mudah dipahami, dengan berdasarkan pengalaman nyata dari pemateri yang sangat bagus. Meskipun demikian, kegiatan sosialisasi ini juga masih terdapat kekurangan dalam efektivitas penyelenggaraan di lapangan, dalam hal ini di MAN Karimun Kabupaten Karimun. Salah satu kekurang dari sosialisasi ini manajemen waktu yang belum efektif di mana pelatihan mengalami keterlambatan dari waktu yang direncanakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil respon yang diberikan peserta dimana 25% peserta menyatakan Tidak Setuju (TS) terkait dengan ketepatan waktu dimulai acara sosialisasi ini. Selain itu, terjadi gangguan di lapangan ketika sosialisasi sedang berlangsung, yaitu suara sound sistem dari sebuah acara yang dilakukan di luar ruangan pelatihan. Kebisingan ini sangat mengganggu peserta sehingaa peserta sulit menangkap suara pembicara, khususnya peserta yang berada di posisi paling belakang. Beberapa peserta merespon Tidak Setuju (TS) pelatihan ini dapat diikuti dengan nyaman ketika sosialisasi sedang berlangsung. Meskipun demikian, peserta dapat mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber atas penjelasan dan informasi yang tidak dapat disimak ketika ada gangguan sound sistem dari luar ruangan sosialisasi. Melihat kondisi ini, peserta menyarankan agar sosialisasi dapat dilakukan selanjutnya di tempat yang berbeda dan dilakukan dengan tepat waktu agar waktu untuk penyajian materi dan sesi tanya jawab lebih banyak. Lebih lanjut, kompetensi literasi ini bermanfaat untuk kompetensi berwirausaha sesuai dengan tujuan MAN Karimun untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang wirausa (Anindyarini et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemahaman Literasi Keuangan pada Siswa MAN Karimun yang sudah dilakukan ini dapat meningkatakan pemahaman siswa terkait literasi keuangan. Selain itu, sosialisasi ini dapat meningkatkan penguasaan literasi keuangan siswa MAN Karimun karena pelaksanaannya berjalan secara efektif sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Hasil Sosialisasi peningkatan pemahaman literasi keuangan berjalan dengan efektif di mana siswa yang menyatakan kategori Sangat Setuju sebesar 59,36%. Kemudian respon pada kategori Setuju bahwa kegiatan sosialisasi ini berjalan efektif adalah sebesar 37,81%. Sedangkan kategori Kurang Setuju kegiatan sosialisasi ini berjalan efektif hanya sebesar 3,12%, dan kategori Tidak Setuju hanya sebesar 0%. Kemudian, siswa juga memahami pentingnya pengembangan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. kompetensi literasi keuangan . ersonal financ. sejak dini di era Cerdas 5. 0 agar mereka dapat mengelola dan merencanakan keuangannya secara optimal di masa depan. DAFTAR PUSTAKA