Tamasya: Jurnal Pariwisata Indonesia Volume 2. Nomor 2. Juni 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at: https://ejournal. id/index. php/Tamasya Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pariwisata Stiepar Yapari Avrilia Rosdina Ristandi1. Lutfiah Damayanti2 Prodi Pariwisata. STIEPAR Yapari Bandung Email: avriliaarsdn@gmail. com 1, lutfiahdamayanti79@gmail. Korespondensi penulis: avriliaarsdn@gmail. Abstract This study aims to analyze the use of Indonesian by students of the Tourism Study Program at STIEPAR Yapari in an academic context. Indonesian as a national language plays an important role in effective communication in higher education environments. The research method used is a qualitative descriptive approach, with data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The results of the study indicate that students still tend to use informal language and mix foreign terms in academic communication, which results in grammatical errors and hinders understanding of the material. Several factors that influence this language use pattern include daily habits, the influence of social media, and the dominance of foreign languages. This study is expected to contribute to improving the quality of Indonesian language use among students, as well as providing recommendations for lecturers and institutions in more effective language learning. Keywords: language use, students, tourism, academic communication. Indonesian Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Bahasa Indonesia oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata STIEPAR Yapari dalam konteks akademik. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berperan penting dalam komunikasi efektif di lingkungan pendidikan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih cenderung menggunakan bahasa informal serta mencampurkan istilah asing dalam komunikasi akademik, yang mengakibatkan kesalahan tata bahasa dan menghambat pemahaman materi. Beberapa faktor yang mempengaruhi pola penggunaan bahasa ini antara lain kebiasaan sehari-hari, pengaruh media sosial, dan dominasi bahasa asing. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa, serta memberikan rekomendasi bagi dosen dan institusi dalam pembelajaran bahasa yang lebih efektif. Kata kunci: penggunaan bahasa, mahasiswa, pariwisata, komunikasi akademik. Bahasa Indonesia. LATAR BELAKANG Bahasa Indonesia berperan sebagai bahasa nasional dan akademik di Indonesia. Sebagai bahasa resmi. Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi. Penggunaan bahasa yang baik dan benar di lingkungan akademik sangat diperlukan untuk menciptakan komunikasi yang efektif serta meningkatkan pemahaman dalam proses pembelajaran. Jika seseorang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik akan membantu siswa dalam menyusun laporan akademik, berdiskusi, serta menyampaikan ide secara sistematis dan jelas (Pratama et al. , 2. Letak fokus penelitian ini ialah berada di bidang pariwisata dalam kemampuan komunikasi yang baik menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh pelajar. Pariwisata merupakan sektor yang mengandalkan interaksi antar manusia, baik dalam bentuk Received: April 16,2025. Revised: April 30,2025. Accepted: Mei 20, 2025. Online Available : Mei 30, 2025. E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. komunikasi lisan maupun tulisan. Mahasiswa program studi pariwisata diharapkan mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam berbagai situasi, baik dalam akademik maupun profesional. Karena mereka akan menjadi bagian dari industri pariwisata yang berhubungan langsung dengan wisatawan domestik maupun internasional. Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah tidak hanya mencerminkan profesionalisme, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Indonesia (Sagala, 2. Namun, masih banyak mahasiswa program studi pariwisata dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang kurang sesuai. Berdasarkan hasil analisis peneliti, bahwa terdapat beberapa siswa cenderung menggunakan bahasa informal atau mencampuradukkan Bahasa Indonesia dengan istilah asing dalam komunikasi akademik maupun profesional. Dalam berbagai kesempatan seperti presentasi, penyusunan laporan, serta interaksi di kelas, masih ditemukan kesalahan dalam penggunaan tata bahasa, diksi, dan struktur kalimat. Hal ini dapat menghambat efektivitas komunikasi serta menurunkan kualitas pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa ini di antaranya adalah kebiasaan sehari-hari dalam berkomunikasi, pengaruh media sosial, dan dominasi penggunaan bahasa asing di dunia pariwisata. Siswa cenderung lebih terbiasa menggunakan bahasa yang santai dan tidak memperhatikan kaidah kebahasaan ketika berbicara ataupun menulis. Paparan teks terhadap bahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga turut mempengaruhi cara siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia, baik dalam percakapan maupun dalam penyusunan Maka dari itu, penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mahasiswa Program Studi Pariwisata STIEPAR Yapari menggunakan Bahasa Indonesia dalam lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penggunaan bahasa, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas komunikasi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi mahasiswa, dosen, serta institusi dalam upaya meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan akademik dan profesional. Sumarsono . dalam (Eriyanti et al. , 2. menjelaskan bahwa sosiolinguistik adalah kajian tentang bahasa yang dikaitkan dengan kondisi Hal ini merupakan realisasi dari bukti bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi antar sesama masyarakat. Kajian sosiolinguistik merupakan kajian bahasa yang dalam pemakaiannya memiliki tujuan untuk menunjukkan sebuah kesepakatan atau kaidah penggunaan bahasa yang disepakati oleh masyarakat yang dikaitkan dengan aspek-aspek kebudayaan yang ada dalam lingkungan masyarakat. Dalam sosiolinguistik terdapat beberapa Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pariwisata Stiepar Yapari fokus yang sering dibahas yaitu bahasa dan ragam bahasa, bahasa dan kelas sosial. Bahasa dan jenis kelamin, serta bahasa dan dunia. Semua fokus tersebut berhubungan dengan masyarakat secara umum. Sebab setiap kelompok memiliki ciri-ciri dan gejala yang berbeda, tidak ada yang benar-benar sama. Lahirnya istilah sosiolinguistik diawali dengan munculnya anggapan bahwa bahasa tidak bisa dipisahkan dari masyarakat sebab masyarakat adalah pengguna bahasa dan eksistensi bahasa yang dipengaruhi oleh masyarakat penggunanya. Selain itu, bahasa merupakan salah satu bentuk interaksi sosial budaya masyarakat. Dalam interaksi tersebut, keberadaan bahasa dapat dipahami dari dua aspek yaitu aspek bentuk dan makna. Dimensi kajian sosiolinguistik memberikan berbagai manfaat terutama pemahaman tentang cara penggunaan bahasa. Bahasa tidak dapat digunakan serta merta, terlebih dahulu harus dipilah dan dikontruksi agar mampu menyampaikan maksud. Dengan memahami cara menggunakan bahasa. Maka dapat menentukan bahasa yang akan digunakan sesuai dengan lawan bicara, konteks pembicaraan, urgensi pembicaraan, dan situasi pembicaraan, dan strategi yang tepat digunakan untuk menyampaikan bahasa tersebut. Dengan memahami sosiolinguistik memberikan kemudahan penutur dalam membangun komunikasi dan interaksi . sosiolinguistik menyajikan pedoman pemilihan ragam bahasa dan gaya berbahasa seperti apa yang akan digunakan saat bicara dengan orang lain (Mustadi et al. , 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyaningrum . menyatakan bahwa majunya teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global, tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan media berperan dalam perubahan gaya hidup seseorang baik media elektronik, cetak, maupun online. Salah satu dampak dari kemajuan teknologi adalah berpengaruhnya media sosial terhadap penulisan bahasa Indonesia. Adanya perubahan bahasa sudah lama tumbuh dan umumnya tidak disadari, ada banyak jenis dan model bahasa nonformal yang berkembang. Perkembangan teknologi dan media sosial memiliki dampak yang besar terhadap bahasa Indonesia. Salah satu pengaruh yang paling umum adalah munculnya bahasa asing terutama bahasa inggris dalam penggunaan komunikasi sehari-hari. Kebiasaan menggunakan bahasa singkatan dan slang digital yang semakin marak di kalangan masyarakat. Istilah yang sering digunakan seperti AuwkwkAy AubtwAy AuidkAy dan AucmiwAy yang biasanya digunakan dalam komunikasi di media sosial maupun pesan singkat. Kebiasaan ini tanpa disadar terbawa dalam konteks akademik yang mengakibatkan penurunan kesadaran terhadap penggunaan bahasa baku. Masyarakat yang terbiasa menggunakan bahasa santai di media sosial akan mengalami kesulitan dalam menulis bahasa yang formal dan sesuai dengan TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. kaidah bahasa Indonesia. Teknologi yang memberikan manfaat dalam pembelajaran bahasa, berbagai aplikasi pengecekan tata bahasa dan kamus daring dalam membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan bahasa Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, masyarakat dapat menjaga keseimbangan antara penggunaan bahasa yang santai dalam percakapan sehari-hari dan penggunaan bahasa yang sesuai dan benar (Safira, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis penggunaan Bahasa Indonesia oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata STIEPAR Yapari. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk memahami fenomena penggunaan bahasa secara mendalam berdasarkan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pariwisata STIEPAR Yapari yang dipilih secara purposive sampling, dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam kegiatan akademik seperti presentasi, diskusi, dan penyusunan laporan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi terhadap penggunaan bahasa dalam akademik, wawancara dengan mahasiswa untuk mendapatkan perspektif mengenai kebiasaan berbahasa, dan analisis terhadap dokumen tertulis seperti laporan akademik dan tugas mahasiswa. Observasi dilakukan secara langsung di dalam kelas atau dalam kegiatan akademik lainnya untuk melihat bagaimana siswa menggunakan Bahasa Indonesia dalam situasi formal maupun informal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif sebagai berikut ini. Tahapan Reduksi Data Penyajian Data Penarikan Kesimpulan Sumber : Fatah . Keterangan Menyeleksi dan Merangkum data yang relevan Mengorganisir hasil wawancara dan dokumentasi secara Menganalisis temuan utama dan menghubungkannya dengan teori dan konteks sosial Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pariwisata Stiepar Yapari HASIL PENELITIAN Hasil Reduksi Data Narasumber 1 (Elin. Pertanyaan Bagaimana dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik di kampus? Seperti presentasi atau mengerjakan tugas Apakah kamu lebih sering menggunakan bahasa Indonesia baku, tidak baku Apa saja tantangan yang kamu hadapi saat Indonesia dengan baik dan benar selama perkuliahan? Menurut Jawaban Narasumber Menurut saya ya, kemampuan bahasa saya itu lumayan lah, walaupun emang gak sempurna. Biasanya kalau lagi ngerjain tugas kuliah, saya berusaha banget untuk buat pakai bahasa atau penulisan yang benar kayak penggunaan titik, koma gitu begitu lah. Tapi ya kadang masih suka ada salah-salah dikit, karena saya mungkin kurang teliti kayak ejaan atau susunan kalimat yang kurang Kalau selama persentasi di kelas saya biasanya prepared dulu malamnya dan berusaha untuk bisa menjelaskan secara lebih terstruktur gak asal ceplas ceplos begitu, kadang saya ngerasa gugup. Tapi saya selalu berusaha untuk menjelaskan dan menyampaikan dengan jelas dan sopan. Dalam perkuliahan saya sebenarnya lebih sering campur sih antara bahasa baku dan tidak Kalau lagi ngobrol santai sama teman-teman ya pasti kebawa ngomongnya gak baku. Tapi kalau sudah dalam situasi ramai resmi kayak persentasi atau diskusi di kelas saya usahain banget ngomongnya pakai bahasa Indonesia yang baik dan baku, karena menurut saya penggunaan bahasa baku itu penting untuk nunjukkin kalau kita serius dan menghargai sesama yang ada di ruangan. Tantangan terbesar menurut saya itu pas nyusun kalimat yang panjang dan formal. Kadang saya ngerasa binggung bagaimana nyusun ide dan kalimat tetap seusai dengan kaidah bahasa. Saya kadang tulis satu pargaraf itu saya baca ulang kok rasanya kayak mutar-mutar begitu ya, kadang saya juga gak paham sama yang saya tulis, jadi gak to the point gitu, jadi saya butuh waktu yang banyak buat baca ulang dan ngerevisi tulisan saya supaya lebih rapi dan enak di baca. Menurut saya, penggunaan bahasa Indonesia yang baik di dunia pariwisata itu penting banget ya, soalnya kan kita sering ketemu orang dari berbagai daerah maupun turis asing yang pengen belajar TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Indonesia yang baik dalam budaya atau bahasa kita. Kalau kita ngomongnya bidang pariwisata? atau kasih tahu merekanya secara amburadul, bisabisa mereka salah paham atau malah mikir kalau pelayanan kita itu kurang profesonal. Makanya dengan adanya bahasa yang baik itu kita bukan cuman ngajarin budaya lewat tempat wisata aja, tapi juga lewat komunikasi yang sopan dan ramah. Apa upaya yang Kalau saya, cara yang biasanya saya lakuin sudah kamu lakukan untuk itu banyak baca artikel sama berita yang lagi meningkatkan kemampuan trending. Saya kadnag suka tulis cerita pendek berbahasa Indonesia yang begitu di ponsel saya buat ngisi waktu luang sambil baik secara lisan maupun ngelatih susunan kalimat juga sih. Kalau ada tulisan sebagai mahasiswa kesempatan persentasi di kelas atau kayak tugas STIPAR Yapari? kelompok begitu, saya berusaha buat latihan ngomong dulu di rumah sampai saya bener-bener fasih supaya pas di depan orang lain saya sudah lebih lancar, gak gugup dan gak banyak salahnya. Sumber : Data di olah oleh peneliti, 2025. Narasumber 2 (Elvita Putri Anggoma. Pertanyaan Bagaimana dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik di kampus? Seperti presentasi atau mengerjakan tugas Apakah kamu lebih sering menggunakan bahasa Indonesia baku, tidak baku Apa saja tantangan yang kamu hadapi saat Indonesia dengan baik dan benar selama perkuliahan? Jawaban Narasumber Saya sebenarnya masih merasa kalau kemampuan bahasa Indonesia itu masih belum maksimal di kegiatan akademik kampus. Kadangkadang pas tulis laporan saya suka bingung sendiri, gimana nyusun kalimat yang baik dan benar. Terus kalau lagi persentasi saya kadang kelepasan pakai bahasa sehari-hari. Tapi ya saya sadar itu harus di perbaiki, saya bakal intropeksi diri kok soal ini. Kalau saya tergantung situasinya juga, kalau ngobrol sama teman yang dekat saya biasanya pakai bahasa yang santai. Tapi kalau lagi tulis tugas atau persentasi di depan kelas itu saya usahain buat pakai bahasa Indonesia yang baku. Dosen juga bakal marah kan kali kita di kelas pakai bahasa yang santai, kayak gak sopan saja begitu dan gak enak di dengar. Tantangan terbesarnya itu soal penggunaan tanda baca dan pilihan kata. Kadang saya mau tulis sesuatu tapi bingung harus pakai kata apa biar lebih tepat dan tetap sopan. Terus tanpa baca kayak koma atau titik dua itu sering banget saya salah pasang. Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pariwisata Stiepar Yapari Menurut Indonesia yang baik dalam bidang pariwisata? Hal ini itu bikin laporan saya kelihatan jadi kurang rapi, jadi memang harus lebih hati-hati sebenarnya. Buat saya penting ya, soalnya kan di dunia pariwisata itu kan jadi wajahnya Indonesia di mata orang lain kan. Kalau bahasa kita berantakan, kesannya kayak gak siap atau kurang serius. Bahasa yang baik dan rapi itu bisa bikin tamu merasa dihargai dan merasa nyaman. Jadi selain tempat wisatanya bagus, pelayanan lewat komunikasi harus diperhatikan juga. Saya lebih sering latihan tulis di laptop saja sih, kadang saya suka coba-coba nyatat isi tugas saya ulang di laptop pakai bahasa yang formal begitu, jadi ini sudah ngebantu saya dalam memperbaiki kosa kata dan stuktur kalimat saya. Apa upaya yang sudah kamu lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik secara lisan maupun tulisan sebagai mahasiswa STIPAR Yapari? Sumber : Data di olah oleh peneliti, 2025. Narasumber 3 (Alya Indah Ramadhan. Pertanyaan Bagaimana dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik di kampus? Seperti presentasi atau mengerjakan tugas Apakah kamu lebih sering menggunakan bahasa Indonesia baku, tidak baku Apa saja tantangan yang kamu hadapi saat Jawaban Narasumber Saya sih cukup percaya diri sama kemampuan bahasa Indonesia saya, apalagi dalam hal akademik. Dari dulu saya sudah biasa tulis makalah sama laporan proposal kegiatan, jadi sudah lumayan terbiasa lah buat pilih kata yang Saya juga usahain pakai bahasa yang rapi dan dan teratur, biar audiens gampang ngerti sama apa yang lagi saya bahas. Memang kadang saya merasa gugup kalau lagi berdiri di depan orang banyak, tapi menurut saya masih bisa mengatasi itu dengan latihan dengan baik. Saya lebih sering pakai bahasa campuran sih, pas diskusi ringan atau tanya jawab, kadang keluar juga bahasa sehari-hari. Menurut saya fleksibel itu penting, tapi kita harus tahu kapan waktu yang tepat buat pakai bahasa yang baku, supaya tetap kelihatan sopan dan profesional. Kalo saya tantangannya itu lebih ke pemilihan kosa kata. Kadang ada istilah sehari-hari yang ingin saya pakai, tapi harus mikirin bahasa yang lebih formal. Nah, cari kata yang pas itu TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Indonesia dengan baik dan kadang saya suka searching di google dan lama benar selama perkuliahan? buat mastiin ini benar gak ya? Apalagi kalo tulis laporan ilmiah yang butuh bahasa yang bener-bener baku, jadi harus cari referensi biar gak salah pilih Menurut Saya pribadi sih mikirnya penggunaan penting bahasa yang itu penting, apalagi kalau kerja di bahasa bidang ini ya. Karena di situ kita bawa nama daerah Indonesia yang baik dalam atau bahkan negara kita. Kalau komunikasinya bidang pariwisata? baik, wisatawan pasti lebih menghormati dan percaya sama pelayanan yang diberikan sama kita. Apa upaya yang Biasanya saya sering ikut seminar workshop sudah kamu lakukan untuk atau sekalian latihan public speaking dan aku ambil meningkatkan kemampuan kelas juga. berbahasa Indonesia yang baik secara lisan maupun tulisan sebagai mahasiswa STIPAR Yapari? Sumber : Data di olah oleh peneliti, 2025. Analisis dan Pembahasan Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh (Mulyaningsih, 2. menyimpulkan bahwa mahasiswa memiliki sikap bahasa yang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan pemahaman akan kaidah bahasa Indonesia yang sudah baik. Demikian juga dengan pada aspek afektifnya. Meskipun mempelajari bahasa asing, mahasiswa tetap bangga dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-harinya, adapun faktor yang menyebabkan kecenderungan sikap bahasa tersebut yaitu mahasiswa menyadari peran penting bahasa dalam pendidikan, mahasiswa lebih percaya diri jika berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan mahasiswa yakin bahwa bahasa Indonesia akan tetap eksis karena banyaknya jumlah penggunanya. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Purnamasari et al. , 2. menyimpulkan bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai pedoman untuk mempersiapkan dan menggunakan susunan bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi akademik, apalagi belajar bahasa Indonesia di perguruan tinggi bagi mahasiswa sama dengan belajar bahasa Indonesia di sekolah menengah tetapi percakapan di universitas lebih detail atau mendalam. Akibat pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang benar menyebabkan pembelajaran ini akan terus ada sampai jenjang pendidikan terakhir. Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pariwisata Stiepar Yapari Berbahasa yang baik ialah berbahasa sesuai dengan lingkungan atau tempat bahasa itu Dalam hal ini terdapat beberapa faktor yang menjadi penentunya yaitu orang yang berbicara, orang yang sedang diajak berbicara, situasi tersebut formala tahu nonformal, masalah dan topik pembicaraan. Sedangkan bahasa yang dikatakan baik dan dan benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidahnya, aturannya, dan bentuk Penelitian yang dilakukan oleh (Hakim et al. , 2. menyimpulkan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk identitas nasional dan mempersatukan berbagai etnis dan budaya di lingkungan kampus. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di kampus dapat memperkuat rasa rasionalisme, persatuan, dan kebangsaan dan membantu mempertahankan dan memperkaya warisan budaya Indonesia. Namun, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan kampus, seperti keterbatasan penguasaan bahasa Indonesia yang didominasi penggunaan bahasa daerah dan bahasa asing. Penelitian yang dilakukan oleh (Desmirasari et al. , 2. menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai generasi yang akan mengharumkan bangsa dikemudian hari hendaknya memakai bahasa Indonesia yang sesuai dengan tempatnya. Jika berada di lingkungan keluarga gunakanlah bahasa dengan tutur kata yang santai. Tempatkanlah sekolah dan berkomunikasi dengan teman sebaya gunakanlah bahasa yang santai. Tempatkanlah penggunaan bahasa sesuai dengan dimana bahasa itu dituturkan dengan ini diharapkan rasa cinta akan bahasa Indonesia semakin meningkat karena menerapkan bahasa dengan baik maka kita telah mempersatukan bangsa tanpa ada kesenjangan dalam komunikasi. Bahasa Indonesia adalah identitas dan ciri khas bangsa yang harus dilestarikan dan dibawa hingga ke generasi selanjutnya. Hasil Analisis Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dengan tiga narasumber, terlihat bahwa penggunaan Bahasa Indonesia oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata STIEPAR Yapari memang cukup beragam dan masih banyak mengalami tantangan di berbagai aspek. Dari jawaban narasumber, dapat diketahui bahwa secara umum mereka menyadari pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam situasi akademik seperti presentasi di kelas ataupun penyusunan laporan tugas. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Kesadaran ini selaras dengan pendapat Pratama et al. yang menyebutkan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia yang baik mampu membantu mahasiswa dalam menyusun laporan akademik, berdiskusi, dan menyampaikan ide secara sistematis. Dalam penggunaan bahasa Indonesia mahasiswa masih sering mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat formal, memilih kata yang tepat, hingga penggunaan tanda Salah satu narasumber mengungkapkan bahwa dalam menulis paragraf panjang, sering merasa mutar-mutar dan tidak langsung ke inti pembahasan. Ini menunjukkan bahwa penguasaan tata bahasa yang baik memang masih perlu ditingkatkan. Sejalan dengan temuan Purnamasari et al. , penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia akademik bukan hanya sekadar berbicara atau menulis, tapi juga harus memperhatikan struktur bahasa, ketepatan kosakata, dan situasi penggunaannya. Dalam lingkungan perkuliahan, mahasiswa mengaku lebih banyak menggunakan campuran antara Bahasa Indonesia baku dan tidak baku. Saat berbicara dengan teman sebaya dalam suasana santai, bahasa sehari-hari lebih sering dipakai, namun saat presentasi atau tugas formal, mahasiswa berusaha keras menggunakan bahasa yang lebih baku. Hal tersebut pun sesuai dengan kajian sosiolinguistik yang disampaikan Sumarsono dalam Eriyanti et al. bahwa pilihan ragam bahasa sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, siapa lawan bicara, dan situasi pembicaraan. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa sudah memiliki pemahaman tentang kapan harus menggunakan bahasa formal dan kapan bahasa nonformal, walaupun penerapannya masih belum sepenuhnya konsisten. Berdasarkan analisis peneliti juga merasa terdapat pengaruh media sosial dan kebiasaan menggunakan istilah asing atau singkatan-singkatan seperti "wkwk", "btw", atau "idk" yang terbawa dalam gaya berkomunikasi sehari-hari. Kebiasaan ini secara tidak langsung berdampak pada kemampuan mereka menggunakan Bahasa Indonesia Jal ini pun memperkuat hasil penelitian Prasetyaningrum . dan Safira . yang menemukan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial telah berpengaruh besar terhadap gaya bahasa masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa, sehingga kesadaran menggunakan bahasa baku menjadi menurun. Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Pariwisata Stiepar Yapari KESIMPULAN Maka dari itu, dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut Mahasiswa program studi pariwisata STIEPAR Yapari sadar akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam situasi akademik dan profesional. Dalam praktiknya, mahasiswa masih sering mencampuradukkan bahasa dengan bahasa sehari-hari terutama dalam komunikasi informal. Tantangan yang dihadapi mahasiswa yaitu adanya kesulitan dalam menyusun kalimat formal, pemilihan kosakata yang tepat, dan penggunaan tanda baca yang benar. Pengaruh media sosial dan kebiasaan menggunakan istilah asing turut mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Indonesia secara formal. Mahasiswa berupakan meningkatkan keterampilan berbahasa melalui membaca, menulis, latihan berbicara, dan mengikuti seminar atau pelatihan kebahasaan. DAFTAR PUSTAKA