e-ISSN: 2722-4295______________. Website:https://jurnal. id/index. php/kais Email : redaksikais@umj. KAIS Kajian Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta ANALISIS SOCIAL MAPPING TERHADAP MASYARAKAT DUSUN PAMUBUTAN. DESA CIPETIR. KABUPATEN SUKABUMI Azriel Septi Gustian. Lulu Andini Putri Utami. Mahatir Fatahillah. Nyai Rohmah Nurhayati. Rani Fatmawati. Salsabila Fatimatuzzahra. Shabrina Fitri. 1,2,3,4,5,. Program Studi Kesejahteraan Sosial. Fakultas Dakhwah dan Ilmu Komunikasi. Universitas Negeri Islam Syarif Hidayatullah Jakarta Rani. fatmawati19@mhs. Abstrak Pengembangan masyarakat masih dibutuhkan dalam rangka mengembangkan masyarakat secara berkelanjutan. Namun, dalam pelaksanaannya tidaklah mudah karena ada beberapa langkah yang harus dilakukan dan harus melibatkan banyak pihak. Agar suatu program pemberdayaan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka perlunya dilakukan investigasi terlebih dahulu sebelum merencanakan program. Salah satu investigasi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik social mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi dan permasalahan sosial yang ada di Dusun Pamubutan. Dalam penelitian ini akan membahas mulai dari profil Dusun Pamubutan, analisis peran kelompok desa, identifikasi masalah sosial, masalah sosial potensial, hingga identifikasi potensi sosial yang ada di Dusun Pamubutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi guna mendapatkan hasil penelitian yang mendalam serta menyeluruh. Berbagai masalah sosial yang terjadi di Dusun Pamubutan diantaranya yaitu konflik air, konflik nilai dengan pengepul, dan masalah struktural kelembagaan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka teridentifikasilah potensi modal sosial dengan melihat unsur trust, networking, norma, nilai dan hubungan timbal balik . Kata Kunci: Masalah Sosial. Pengembangan Masyarakat. Potensi. Program Abstract Community development is still needed in order to develop society in a sustainable However, the implementation is not easy because there are several steps that must be taken and must involve many parties. In order for an empowerment program to run effectively and in accordance with the needs of the community, it is necessary to investigate first before planning the program. One of the investigations that can be done is to use social mapping techniques. This study aims to identify various potentials and social problems that exist in Pamubutan Hamlet. This study will discuss starting from the profile of Pamubutan Hamlet, analysis of the role of village groups, identification of social problems, potential social problems, to identification of social potential in Pamubutan Hamlet. The method used in this study is qualitative method by conducting observations, interviews, and documentation studies to obtain in-depth and comprehensive research results. Various social problems that occur in Pamubutan Hamlet include water conflicts, value conflicts with collectors, and institutional Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 structural problems. Based on these problems, the potential of social capital is identified by looking at elements of trust, networking, norms, values and reciprocal relationship. Keywords: Community Development. Potential. Program. Social issues PENDAHULUAN Pengembangan masyarakat masih dibutuhkan dalam rangka mengembangkan masyarakat secara berkelanjutan. Fokus utama dari pengembangan masyarakat ialah masyarakat lapisah bawah karena secara umum biasanya mereka tampak lemah atau miskin disebabkan tidak adanya sumber daya yang bisa manfaatkan atau tidak adanya kemampuan dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Untuk melakukan program pengembangan masyarakat bukanlah hal yang mudah mengingat ada beberapa langkah yang harus dilakukan dan harus melibatkan banyak pihak. Secara garis besar, pemberdayaan masyarakat terdiri dari perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi (Zubaedi, 2. Namun, sebelum mulai merencanakan program pemberdayaan, maka perlu dilakukan investigasi agar program tersebut bisa berjalan efektif serta tepat saran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu investigasi yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan potensi yang dimiliki masyarakat adalah menggunakan social mapping. Perlu dicatat bahwa tidak ada aturan dan bahkan metode tunggal yang secara sistematik dianggap paling unggul dalam melakukan pemetaan sosial. Prinsip utama bagi para praktisi pekerjaan sosial dalam melakukan pemetaan sosial adalah bahwa ia dapat mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dalam suatu wilayah tertentu secara spesifik yang dapat digunakan sebagai bahan membuat suatu keputusan terbaik dalam proses pertolongannya. Mengacu pada Netting. Kettner dan McMurtry . ada tiga alasan utama mengapa para praktisi pekerjaan sosial memerlukan sebuah pendekatan sistematik dalam melakukan pemetaan sosial: 1. Pandangan mengenai Aumanusia dalam lingkungannyaAy . he person-inenvironmen. merupakan faktor penting dalam praktek pekerjaan sosial, khususnya dalam praktek tingkat makro atau praktek pengembangan masyarakat. Masyarakat dimana seseorang tinggal sangat penting dalam menggambarkan siapa gerangan dia, masalah apa yang dihadapinya, serta sumber-sumber apa yang tersedia untuk menangani masalah tersebut. Pengembangan masyarakat tidak akan berjalan baik tanpa pemahaman mengenai pengaruhpengaruh masyarakat tersebut. Pengembangan masyarakat memerlukan pemahaman mengenai sejarah dan perkembangan suatu masyarakat serta analisis mengenai status masyarakat saat ini. Tanpa pengetahuan ini, para praktisi akan mengalami hambatan dalam menerapkan nilai-nilai, sikap-sikap dan tradisi-tradisi pekerjaan sosial maupun dalam memelihara kemapanan dan mengupayakan perubahan. Masyarakat secara konstan berubah. Individu-individu dan kelompok-kelompok begerak ke dalam perubahan kekuasaan, struktur ekonomi, sumber pendanaan dan peranan penduduk. Pemetaan sosial dapat membantu dalam memahami dan menginterpretasikan perubahan-perubahan tersebut (Edi Suharto dalam makalah Metode dan Teknik Pemetaan Sosia. Pemetaan sosial dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui keadaan masyarakat sekitar daerah operasional pertambangan, dan kemudian Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 perusahaan melakukan need assessment, atau mencari tahu kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang bisa diberikan agar tidak menjadi gangguan dimasa depan. Selain itu, dengan social mapping tersebut, diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi perusahaan agar bisa mengambil sikap dan menghadapinya dengan cara yang tepat sasaran. (Wiratma, 2. Menurut (LingkarLSM, n. ) pemetaan Sosial Digunakan Untuk: Menampilkan data tata letak komunitas, infrastruktur, kependudukan, etno-kelompok bahasa, pola kesehatan, kekayaan, dan sebagainya . Mengidentifikasi kelompok sosial yang berbeda menggunakan kriteria yang ditetapkan secara lokal dan menilai distribusi aset di seluruh kelompok sosial . Mendalami pengetahuan dan persepsi komunitas . Mengidentifikasi pengaruh dan kekuasaan yang bermain . Belajar tentang lembaga sosial dan pandangan komunitas yang berbeda terhadap lembaga-lembaga sosial tersebut. Hal yang akan dibahas pada jurnal ini yaitu profil dusun, analisis peran kelompok, identifikasi masalah sosial, masalah sosial potensial dan identifikasi potensi sosial. Dalam identifikasi masalah sosial digunakan teori-teori berikut: Teori konflik Dijelaskan bahwa, teori ini membedakan golongan yang terlibat menjadi dua tipe yaitu kelompok semu dan kelompok kepentingan. Kelompok semu sebetulnya mempunyai kepentingan yang sama. Sedangkan kelompok kepentingan terbentuk dari kelompok semu yang pada umumnya mempunyai struktur, organisasi, program, tujuanujuan serta keanggotaan yang jelas. Teori konflik ini menjelaskan bahwa masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang ditandai oleh pertentangan yang terus menerus terjadi diantara unsur-unsurnya. (Soetomo, 2. Teori konflik nilai Menurut perspektif teori ini, merupakan suatu konsep sick-ness atau social expectation yaitu konsep yang subjektif, sehingga sulit untuk dijadikan referensi dalam memahami masalah sosial. Dari pandangan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa penyimpangan terhadap peraturan tidak selalu sama dengan kegagalan dari peraturan tersebut dalam mengendalikan kehidupan masyarakat. (Soetomo, 2. Teori fungsional struktur Teori ini menekankan kepada keberaturan dan mengabaikan konflik serta perubahan Ae perubahan dalam masyarakat. Pandangan dasar dari teori ini adalah setiap struktur dalam sistem sosial, fungsional terhadap yang lain, sebaliknya kalau tidak fungsional maka struktur ini tidak akan nada atau hilang dengan sendirinya. Dalam teori fungsional struktur melihat anggota masyarakat terikat secara informal oleh norma-norma, nilai-nilai dan moralitas umum. (Soetomo, 2. Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 METODE Penelitian ini merupakan penilitian dengan metode kualitatif. Penilitian kualitatif adalah penelitian yang bisa menghasilkan penemuan tidak akan bisa dicapai menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan kuantitatif (Ghony & Almanshur, 2. Penelitian kualitatif ini merupakan penilitian yang menekankan pada kualitas atau suatu hal yang penting yaitu barang atau jasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Wawancara yaitu cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi secara lisan dari informan,melalui interaksi verbal secara langsung dengan tatap muka atau menggunakan data yang dapat menjawab permasalahan penelitian. Dalam observasi diperlukan format atau blangko pengamatan sebagai instrument, pada pelaksanaan observasi peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penelitian ke dalam suatu skala bertingkat. Studi dokumentasi yaitu Teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumen atau bahan-bahan tertulis, cetak, rekaman peristiwa yang berhubungan dengan yang akan diteliti. (Rustanto. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Social Mapping Profil Dusun Dusun ini merupakan dusun paling atas yang langsung berdekatan dengan gunung gede Dusun pamubutan terdiri dari 3 RW dan 9 RT. Desa Cipetir terutama di dusun Pamubutan memiliki sumber mata pencaharian di sektor pertanian. Adapun sumbernya bergantung pada sumber daya alam yang ada di sekitar wilayah dusun pamubutan yang sangat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Seperti pertanian dan perkebunan. PMKS berjumlah 3 orang dengan kualifikasi penyandang disabilitas. Dan usia lanjut sebanyak 23 orang. Untuk mengairi sawah atau kebun, masyarakat memanfaatkan mata air Cigalunggung, saluran irigasi juga sudah dibangun secara permanen menggunakan semen melalui bantuan dinas pertanian. Warga masyarakat dusun Pamubutan mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh tani. Selain itu juga, memiliki pekerjaan sebagai buruh pabrik, perdagangan, maupun transportasi. Jumlah penduduk yang bekerja sebagai petani sangat dominan, karena masyarakat bergantung pada lahan pertanian yang ada di dusun. Sementara lapangan industri maupun perdagangan masih sedikit dan memiliki jarang yang jauh dari dusun. Untuk menggerakkan perekonomian dusun para kelompok tani bekerja sama dengan Badan Pelatihan Pertanian (BPP) dalam pelatihan pembuatn pupuk, pembuatan irigasi dan pengajuan bantuan untuk petani. Analisis Peran Kelompok Desa Kelompok Tani Kelompok tani berperan sebagai wadah para petani maupun buruh tani dalam penyampaian aspirasi mengenai kesulitan atau hambatan yang dihadapi oleh petani. Mereka bekerja sama dengan intansi terkait seperti BPP maupun dinas pertanian. Secara umum jumlah kelompok tani yang ada di dusun Pamubutan berjumlah 3. Dan Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 diantaranya bernama Nurul Bayan. Dalam jual beli hasil pertanian mereka bekerja sama dengan pengepul yang akan didistribusikan ke pasar. Kelompok Posyandu Kelompok posyandu memiliki peran untuk menjalankan program-program dalam rangka menjaga kesehatan balita. Setiap RW memiliki 1 posyandu. Kegiatan rutin yang dilakukan posyandu di antaranya pemberian vitamin, imunisasi, dan penimbangan berat badan. Kegiatan rutin tersebut dilakukan setiap hari jumat di minggu kedua. Selain posyandu bagi lansia disediakan program posbindu untuk memeriksakan kesehatan para lansia. Namun tidak setiap RW memiliki program Kelompok Kader Posyandu Kelompok kader posyandu balita maupun lansia berjumlah 5 orang. Kegiatannya adalah mengadakan kegiatan rutin maupun pelatihan baik di kecamatan maupun di desa. Kelompok Majlis Taklim Kelompok ini memiliki peran dibidang keagamaan maupun sosial. Setiap minggunya ketua majlis taklim mengadakan pengajian dengan masyarakat yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu untuk laki-laki dan perempuan. selain pengajian mereka juga mengumpulkan infaq dari masyarakat yang tujuanya untuk perawatan masjid, bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah, dan untuk perayaan hari besar Kelompok Karang Taruna Kelompok ini kurang berperan aktif dalam kemasyarakatan. Dikarenakan benyaknya pemuda dari dusun Pamubutan yang merantau. Identifikasi Masalah Sosial Masalah sosial dapat muncul dan tidak dapat dihindari sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat. Masalah sosial adalah suatu peristiwa yang terjadi pada masyarakat (Taftazani, 2. Menurut Parrilo . ada empat unsur yang dianggap sebagai masalah sosial, yaitu: Masalah sosial mengakibatkan kerugian baik fisik maupun mental serta individu maupun masyarakat. Masalah sosial adalah pelanggaran terhadap satu maupun beberapa nilai yang dimiliki oleh sebagaian besar masyarakat dan memiliki kekuatan pengaruh di masyarakat. Masalah sosial merupakan peristiwa yang terjadi secara terus menerus. Memunculkan kebutuhan untuk dipecahkan berdasarkan evaluasi dari berbagai kelompok di masyarkat. (Taftazani, 2. Berikut adalah masalah sosial yang ada di dusun Pamubutan : Konflik air Terjadinya konflik air berasal dari pemekaran desa Cipetir, karena dulunya desa Cipetir ini merupakan induk dari Desa Sukamaju dan Desa Undrus Binangun, desa ini dipecah karena terlalu luas dan sangat banyak penduduknya. Akhrinya sumber air ini menjadi terletak di desa Sukamaju. Pemasangan pipa Ae pipa air dibuat sesuai perjanjian Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 lisan antara dua desa tersebut, dengan ukuran masing-masing desa 1 pipa 3 inch. Mesin untuk mengalirkan air ini berasal dari Desa Cipetir. Awalnya tidak terjadi apa-apa berjalan dengan lancar, akan tetapi seiring berjalannya waktu desa Sukamaju ini menambah jumlah paralon yaitu 11 paralon. Hal ini mengakibatkan pembagian air yang tidak merata ke desa Cipetir khususnya di dusun Pamubutan di RW 8. Air yang mengalir ke Rw 8 tersebut sangat Yang awalnya dusun Pamubutan banyak sawahnya karena masalah air jadi beralih ke perkebunan. Sangat disayangkan sebagian masyarakat enggan mempermasalahkan hal tersebut, dikarenakan masih ada hubungan saudara dengan Desa Sukamaju. Hal ini sejalan dengan teori konflk dimana teori ini menjelaskan kelompok yang mendominasi adalah ikatan persaudaraan perangkat desa Cipetir dan sukamaju, hal ini menekan kelompok semua yaitu dusun pamubutan RW 8. Hal ini menyebabkan pertentangan yang terus menerus terjadi tidak ada titik tengahnya, sehingga masyarakat mengalami perubahan pemikiran dimana mengabaikan kebutuhan air untuk kebutuhan sehari-hari lalu mengutamakan pengairan kesawah dan kebun. Konflik nilai pengepul Menurut (Julian, 1986, :. didalam buku (Soetomo 2. Dalam masyarakat yang berkembang semakin kompleks, dapat saja terjadinya penyimpangan peraturan tersebut karena si pelaku terbiasa hidup dalam kelompok lain yang nilainya berbeda bahkan saling bertentangan. Masalah sosial terjadi apabila dua kelompok atau lebih dengan nilai yang berbeda saling bertemu lalu berkompetensi . Permasalahan ini terjadi karena pengepul ingin membeli hasil perkebunan dengan harga murah, akan tetapi petani ingin menjual dengan harga yang lebih tinggi, untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya. Akan tetapi petani memiliki ketergantungan dengan pengepul, sehingga tidak lepas, dengan terpaksa petani menjual hasil perkebunan dengan harga rendah yang sudah dtentukan oleh tengkulak. Hal ini bisa menjadi potensi konflik dimasa mendatang. Sejalan dengan teori konflik nilai bahwa kelompok tengkulak dan kelompok petani memiliki kepentingan yang saling bertolak belakang yang bisa menjadi konflik dimasa mendatang. Structural kelembagaan Di dusun Pamubutan terdapat berbagai kelompok-kelompok yang saling berkaitan, hal ini mempengaruhi norma-norma yang ada dimasyarakat dan mengabaikan konflik. Hal ini sejalan dengan teori fungsional struktur dimana memfokuskan pada kestabilan dan mengabaikan konflik serta perubahan yang terjadi pada masyarakat. Masalah Sosial Potensial Dari hasil identifikasi masalah sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan air disebabkan karena ketidakberdayaan masyarakat dalam memahami permasalahan yang ada, sehingga masyarakat memilih untuk tetap diam. Demikian juga dengan permasalahan antara Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 petani dan pengepul, baik antara petani dan pengepul sudah memiliki ketergantungan seperti petani meminjam modal kepada pengepul sehingga pengepul dapat memperoleh hasil kebun/tani yang tinggi. Hal tersebut juga dikarenakan para petani tidak memiliki keberdayaan untuk menentukan harga dan salah satu sebabnya adalah karena keduanya memiliki hubungan yang simbiosis mutualisme. Identifikasi Masalah Sosial Potensial Untuk mengidentifikasi potensi modal sosial maka disimpulkan adanya unsur trust, networking, norma, nilai dan hubungan timbal balik . Trust Dalam Qianhong Fu . trust terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu tingkatan individu, tingkatan hubungan sosial dan tingkatan sistem sosial. Pada tingkatan pertama, trust individu berasal dari nilai keagamaan yang dianut, contohnya pada dusun Pamubutan mayoritas penduduk muhammadiyah sehingga menjadikan nilai dalam kelompok tersebut menjadi norma masyarakat. Pada tingkatan kedua trust, yaitu tingkatan hubungan sosial bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan yang ada pada kelompok. Dan memiliki tujuan tertentu sehingga membentuk relasi sosial di antara masyarakat. Pada tingkatan ketiga trust, yaitu tingkatan sistem sosial merupakan nilai yang terbentuk dari sistem sosial. Kepercayaan di dalam kelompok muhammadiyah tersebut kemudian berkembang dan difasilitasi oleh sistem sosial yang ada. Networking Jaringan sosial . adalah unsur penting pada modal sosial. Jaringan sosial modern terbentuk karena adanya kesamaan orientasi dan tujuan. Contohnya kelompok tani di dusun Pamubutan yang terbentuk karena adanya kesamaan tujuan dalam hal kesejahteraan petani. Norma sosial Norma sosial adalah aturan yang dijadikan pedoman dalam berperilaku atau bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat di dusun Pamubutan memiliki nilai religius yang lebih tinggi, hal ini ditunjukkan melalui kegiatan Selain bertani mereka juga rutin mengadakan pengajian di masjid sehingga norma sosial yang digunakan lebih didominasi oleh nilai-nilai agama. Nilai dan hubungan timbal balik . Reciprocity atau hubungan timbal balik adalah unsur yang bertujuan pada hubungan timbal balik individu dalam kelompok. Contoh yang dikategorikan sebagai unsur reciprocity dalam modal sosial pada masyarakat dusun Pamubutan terutama pada kelompok majlis taklim, uang infaq yang telah dikumpulkan dipergunakan untuk menolong masyarakat yang terkena musibah tanpa melihat latar belakang masyarakat. Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dipaparkan, maka menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Pamumbutan masih belum menyadari akan potensi masalah yang akan terjadi dimulai dari sengketa air dan perbedaan kepentingan antara pengepul dan petani. Vol. 4 No. 1 Bulan Mei Tahun 2023 Dalam permasalahan terkait sengketa air, bila hal tersebut tidak dilakukan penyelesaian hingga ditemukan solusi, maka akan muncu konflik berkelanjutan antar kedua desa. Kesulitan air di musim kemarau pun akan menghambat masyarakat karena pembagian sumber mata air yang berbeda. Perbedaan kepentingan antara pengepul dan petani pun memiliki potensi masalah bila dibiarkan terus berkelanjutan. Bagi petani, kelak akan terjadi penurunan kesejahteraan di mana harga pupuk yang melambung tetapi harga beli pengepul tidak mengalami kenaikkan. Hal ini bisa menghambat petani dalam berproduksi. Bagi pengepul pun akan mengalami kerugian karena kualitas produk menurun atau adanya penurunan jumah produksi dari petani. Maka dari itu, potensi masalah ini bisa diatasi bila adanya kesepakatan nilai jual dan beli di anrara kedua pihak yang berkepentingan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis social mapping yang dilakukan terhadap masyarakat Dusun Pamubutan. Desa Cipetir. Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan sosial yang terjadi yaitu konflik air, konflik nilai dengan pengepul, dan masalah struktural kelembagaan. Berangkat dari hal tersebut kemudian teridentifikasi potensi modal sosial dengan melihat unsur trust, networking, norma, nilai dan hubungan timbal balik . Unsur trust menunjukkan 3 . tingkatan yaitu pertama, trust individu berasal dari nilai keagamaan yang dianut yang ditunjukkan dengan pemahaman Muhammadiyah yang dianut mayoritas menjadi nilai dan norma di masyarakat. Kedua, yaitu tingkatan hubungan Ketiga, yaitu tingkatan sistem sosial yang berasal dari perkembangan kepercayaan kelompok Muhammadiyah yang difasilitasi sistem sosial. Unsur networking yang ditunjukan dengan adanya kesamaan orientasi dan tujuan kelompok tani di Dusun Pamubutan yaitu untuk kesejahteraan petani. Unsur Norma Sosial yang ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Pamubutan berkisar pada nilai-nilai agama dengan kegiatan keagamaan yang rutin Unsur Reciprocity atau timbal balik masyarakat Dusun Pamubutan berupa kegiatan kelompok majlis taklim yang menolong masyarakat dengan menggunakan uang infaq yang terkumpul. Saran dari penulis untuk memanfaatkan modal sosial yang ada di Dusun Pamubutan sebaik mungkin sehingga kehidupan sosial bermasyarakat bisa meningkat. Kuatnya unsur agama bukan berarti tanpa celah kelemahan, kerukunan dan saling menghormati antar warga penganut paham Muhammadiyah dan lainnya harus terus dijaga agar tidak merusak keharmonisan yang sudah dibangun. DAFTAR PUSTAKA