Open Community Service Journal 5 . : 102-110 2026 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Kebun Pangan Keluarga di Perumahan Villa Pamulang. Kota Depok Agus Yulianto1. Aini Novita Murwani1. Angga Maulana1. Arif Wicaksono1. Bagas Aghni Tama1. Ridho Nurfaiq1. Nana Suryana1. Romlih Romlih1. Galuh Budi Setiyanto1. Dirgahani Putri1*. Ade Sumiahadi1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tangerang Selatan. Indonesia *Correspondence: E-mail: dirgahani. putri@umj. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Disubmit 25 Februari 2026 Diperbaiki 29 Mei 2026 Diterima 1 Juni 2026 Diterbitkan 7 Juni 2026 Latar belakang: Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga sangat penting dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara mandiri serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Masyarakat di lingkungan RT. 009/012 Perumahan Villa Pamulang . tertarik memanfaatkan pekarangan untuk budidaya tanaman, namun memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sehingga pengelolaannya belum optimal. Tujuan: Berdasarkan kondisi tersebut, digagas kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mitra agar dapat memanfaatkan dan mengelola lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga secara optimal. Metode: Kegiatan dilakukan di perumahan Vila Pamulang RT. 009/012 Kelurahan Pondok Petir. Kecamatan Bojongsari. Kota Depok pada 2 Agustus hingga 7 September 2024. Peserta kegiatan merupakan masyarakat Vila Pamulang RT. 009/012. Pelaksanaan kegiatan mencakup tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan mitra, mencakup pembersihan lahan pekarangan, perbaikan mesin air, pengolahan lahan pekarangan, penanaman tanaman, pemeliharaan, serta penyerahan bibit tanaman buah. Hasil: Kegiatan terlaksana dengan lancar tanpa kendala. Keberhasilan program ditunjukkan oleh tingkat kepuasan mitra sebesar 95% . angat Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang baik dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke depannya sehingga dapat memberikan manfaat yang Kata Kunci: Kebun gizi. Ketahanan pangan. Pemberdayaan masyarakat. Pertanian perkotaan. Untuk mengutip artikel ini: Yulianto. Murwani. Maulana. Wicaksono. Tama. Nurfaiq. Suryana. Romlih. Setiyanto. Putri. Sumiahadi. Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Kebun Pangan Keluarga di Perumahan Villa Pamulang. Kota Depok. Open Community Service Journal, 5. , 102Ae 110. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2026 by author/s Pendahuluan Pemanfaatan lahan pekarangan untuk berbagai aktivitas pertanian memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja, pemanfaatannya untuk budidaya tanaman penghasil pangan hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal (Ashari et al. , 2012. Kastanja et , 2. Pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan kemandirian pangan keluarga. Melalui kegiatan ini, masyarakat dilatih untuk mengoptimalkan potensi yang ada meskipun hanya pada lahan yang sempit. Dengan demikian, kebutuhan pangan dan gizi keluarga dapat terpenuhi dengan lebih baik, sekaligus memberikan peluang tambahan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga (Sartika, 2019. Yasmin & Khatimah, 2. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman bahan pangan biasa disebut dengan istilah kebun pangan, kebun gizi, kebun rumahan, atau kebun dapur. Konsepnya serupa, yaitu pemanfaatan dan pengelolaan lahan pekarangan sebagai kebun budidaya pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga atau rumah tangga (Sholihati et al. , 2021. Saputra & Bakhtiar, 2025. Sumiahadi et , 2025. Siregar et al, 2. Namun, pengelolaan pekarangan untuk budidaya tanaman memerlukan kesadaran dan keseriusan agar hasilnya lebih optimal. Konsep ini sejalan dengan konsep Rumah Pangan Lestari (RPL) yang digagas oleh Kementerian Pertanian. RPL merupakan rumah tangga dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sasaran RPL ini adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera (Kementerian Pertanian, 2011. Rangga et al. , 2022. Widyastuti et al. , 2022. Kasymir et al. , 2. Masyarakat di lingkungan RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang memiliki ketertarikan untuk menanam beberapa jenis tanaman di pekarangan rumah, terutama tanaman hias. Umumnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperindah lingkungan rumah masing-masing agar terlihat lebih hijau dan Lingkungan RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang juga memiliki kebun komunitas yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk bertanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hingga tanaman obat-obatan. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masyarakat menyebabkan pengelolaan tanaman di pekarangan belum optimal (Al Fajri et al. , 2. Hal tersebut menjadi dasar permasalahan yang perlu diatasi sehingga pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang dapat lebih optimal dan tidak hanya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hias, tetapi juga untuk budidaya tanaman penghasil pangan. Masyarakat RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang, sebagai mitra, meminta adanya kegiatan yang dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Berdasarkan permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mitra agar dapat memanfaatkan dan mengelola lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga secara optimal. Metode Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan selama 1 bulan, dari tanggal 2 Agustus 2024 sampai 7 September 2024. Lokasi kegiatan berada di Perumahan Villa Pamulang Blok DM RT. 09/RW. 012 Kelurahan Pondok Petir. Kecamatan Bojongsari. Kota Depok. Peserta kegiatan merupakan masyarakat di lingkungan Villa Pamulang Blok DM RT. 09/RW. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. 1 Tahapan Perencanaan Analisis kebutuhan dan permasalahan mitra Program ini berawal dari diskusi antara tim dosen Fakultas Pertanian UMJ pada kegiatan Abdimas Internal UMJ dengan ketua RT 009/012 di Perumahan Villa Pamulang, yang membutuhkan penyuluhan dan pendampingan dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai kebun pangan keluarga. Identifikasi dilakukan melalui metode observasi langsung dan wawancara dengan ketua RT untuk memperoleh informasi mengenai permasalahan yang ada di lokasi. Diskusi perencanaan konsep kegiatan Diskusi melibatkan seluruh anggota tim pelaksana untuk membahas program kegiatan yang akan dilaksanakan serta saling menyampaikan pendapat, kritik, dan saran agar program dapat terlaksana dengan baik. Pada diskusi tersebut juga disepakati lokasi dan waktu pelaksanaan program. Diskusi dilakukan secara luring maupun daring melalui grup WhatsApp. 2 Tahap Pelaksanaan Sosialisasi program Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan tim dan memberikan informasi awal terkait: . pelaksana program, i. tujuan program, . nilai manfaat produk dan keberlanjutan, serta i. bentuk kolaborasi antara tim pelaksana dan RT 009/012 di Perumahan Villa Pamulang sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sosialisasi ini merupakan tahapan penting agar kedua belah pihak memahami peran masing-masing dalam pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan program Kegiatan pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan tim dan masyarakat mitra. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lahan pekarangan, perbaikan mesin air, pengolahan lahan pekarangan, penanaman tanaman, pemeliharaan, serta penyerahan bibit tanaman buah. 3 Evaluasi Evaluasi program dilakukan secara sumatif pada akhir pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kepuasan mitra dan mengumpulkan informasi terkait kekurangan pada kegiatan yang dilakukan, yang berfungsi sebagai alat pengambilan keputusan mengenai keberlanjutan program. Hasil dan Pembahasan 1 Tahap Perencanaan Kegiatan observasi lapangan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2024. Observasi lapangan untuk analisis kebutuhan dan permasalahan mitra dilakukan beberapa minggu sebelum pelaksanaan program. Kegiatan observasi didampingi oleh ketua RT, yang juga memberikan beberapa informasi penting terkait kondisi dan permasalahan mitra. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, analisis kebutuhan mitra, serta permasalahan yang dihadapi mitra terkait pemanfaatan lahan pekarangan untuk kebun pangan Masyarakat di perumahan tersebut memiliki ketertarikan terhadap bidang pertanian, namun pihak di lingkungan RT setempat belum mampu memfasilitasi, baik dari segi sumber daya manusia maupun alat dan bahan. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat masalah berupa kebun pekarangan yang belum dikelola dengan baik bahkan terbengkalai, terbatasnya jenis tanaman yang dibudidayakan, dan kurang memadainya pasokan air. Tim melakukan diskusi mengenai hasil observasi tersebut dan memutuskan beberapa program yang akan dilaksanakan, yaitu pembersihan lahan kebun pekarangan, perbaikan mesin air, pengolahan lahan kebun, penanaman tanaman sayuran dan rempah, pemeliharaan dan pemberian tanda nama tanaman, serta penyerahan bibit tanaman buah. 2 Tahapan Pelaksanaan Sosialisasi program kepada mitra dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2024 di kediaman ketua RT. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah ketua RT dan 5 orang perwakilan warga lingkungan RT 009/012 (Gambar . Mitra bersedia berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan keberlanjutan program. Mitra berpartisipasi dalam . menyiapkan peserta . dan mengatur waktu agar masyarakat dapat mengikuti program, . menyediakan lokasi dan fasilitas penunjang untuk pelaksanaan program, . berkolaborasi dalam menjalankan kegiatan promosi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta kepada masyarakat di lingkungan RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang. Gambar 1. Sosialisasi Program kepada Mitra Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan masyarakat RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu: Pembersihan lahan pekarangan Pelaksanaan kegiatan pertama yaitu pembersihan lahan perkarangan yang dilakukan dengan membersihkan batu atau puing-puing yang tertanam di tanah atau yang ada di sekitar perkarangan, serta membuang rumput liar atau gulma. Kegiatan lainnya yang dilakukan adalah mengolah tanah serta menata tanaman yang sudah ada di lahan perkarangan agar terlihat lebih rapi dan tertata (Gambar . Gambar 2. Pembersihan Lahan Perkarangan Perbaikan mesin air dan pengolahan lahan Pelaksanaan kegiatan kedua yaitu merapikan dan merombak mesin air agar dapat berfungsi dengan baik dan digunakan oleh warga sekitar (Gambar . Pengolahan lahan pekarangan dilakukan dengan menggemburkan tanah serta memberikan pupuk kandang dan sekam agar tanah subur, memiliki unsur hara yang cukup, serta memiliki struktur tanah yang baik untuk budidaya tanaman (Gambar . Pemberian pupuk sangat penting sebagai upaya untuk menambahkan unsur hara bagi tanaman sesuai kebutuhan, yang bertujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara di dalam tanah (Fathin et al. Tanah yang sudah dilolah dan dipupuk selanjutnya disiram dengan air. Gambar 3. Perbaikan Mesin Air Gambar 4. Pengolahan Tanah dan Pemupukan Penamaman berbagai tanaman Kegiatan ketiga yaitu penanaman berbagai jenis bibit tanaman seperti terong ungu, cabai, kacang tanah, kencur, jahe, dan kunyit (Gambar . Bibit tanaman terong ungu dan cabai yang ditanam merupakan bibit yang sebelumnya telah disemai dan siap dipindah tanam ke lahan, sedangkan tanaman kacang tanah ditanam menggunakan biji dan tanaman jahe, kencur, dan kunyit ditanam menggunakan Pemindahan bibit dari media semai ke lahan dilakukan secara hati-hati agar perakaran tanaman tidak rusak (Maulana & Agustin, 2. Gambar 5. Penanaman Kacang Tanah dan Terung Ungu d. Pemeliharaan dan pemberian penamaan pada tanaman Kegiatan keempat yang dilakukan di kebun pangan keluarga adalah menamai berbagai tanaman yang telah ditanam dengan cara menancapkan name tag untuk memberikan informasi nama setiap tanaman (Gambar . Selain itu, dilakukan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan, pengamatan hama dan penyakit, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara berkala, yaitu seminggu dua kali selama pelaksanaan program. Gambar 6. Penamaan Tanaman yang Ditanam Penyerahan bibit tanaman buah Kegiatan terakhir dari program pengabdian ini adalah penyerahan bibit tanaman buah kepada masyarakat mitra untuk ditanam di kebun pangan keluarga atau di sekitar lokasi mitra. Bibit tanaman buah diberikan untuk memperkaya keragaman tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan lingkungan sekaligus meningkatkan keragaman tanaman yang dapat dikonsumsi di kebun pekarangan Adapun yang diserahkan berupa bibit tanaman alpukat yang diserahkan secara simbolik oleh tim kepada ketua RT (Gambar . Gambar 7. Penyerahan Bibit Tanaman Alpukat 3 Tahapan Evaluasi Evaluasi kegiatan dilakukan secara sumatif melalui survei kepuasan mitra. Hasil survei menunjukkan bahwa kepuasan mitra yang diisi oleh ketua RT 009/012 Perumahan Villa Pamulang Blok DM sebesar 95% atau Aosangat puasAo. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala yang menghambat jalannya kegiatan. Mitra juga menyampaikan harapan agar program lain terkait pengelolaan lahan dan lingkungan yang sudah terbentuk dapat dilanjutkan agar lebih optimal. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar tanpa kendala. Kegiatan pengabdian telah berhasil dilakukan dengan baik, ditunjukkan oleh hasil survei sebesar 95%, yang artinya mitra merasa sangat puas dengan kegiatan yang dilaksanakan. Warga Villa Pamulang RT 009/012 sebagai peserta kegiatan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke depannya untuk manfaat yang berkelanjutan. Daftar Pustaka