JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 4. April 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 TRANSFORMASI DIGITAL SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL BERBASIS APLIKASI BSC-SM UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS PADA MGMP EKONOMI JAWA TENGAH Digital Transformation of the Internal Quality Assurance System Based on the Bsc-Sm Application to Achieve Quality Education in the Economics Mgmp of Central Jawa Ahmad Sehabuddin1*. Indri Murniawaty1. Faris Al-Hakim2. Lusiana Ira Agustian1. Nur Intan Sapitri1. Risma Aprilia1. Condy Eka Putri1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang,2 Teknik Informatika Universitas Negeri Semarang Jln. Taman Siswa. Sekarang Gunungpati. Kec. Gunungpati. Kota Semarang Jawa Tengah Alamat Korespondensi: acmadin@mail. (Tanggal Submission: 14 Desember 2025. Tanggal Accepted : 28 April 2. Kata Kunci : Abstrak : Penjaminan Mutu Internal. BSC-SM. MGMP Ekonomi. Transformasi Digital. Pendidikan Berkualitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Jawa Tengah berperan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat SMA. Namun, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada sekolah-sekolah yang tergabung masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena pelaksanaannya belum terintegrasi dengan teknologi digital sehingga kurang efektif dan efisien. Kondisi ini berdampak pada rendahnya akurasi pemetaan mutu, keterlambatan perencanaan strategis, serta ketergantungan pada proses Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah dalam mengimplementasikan SPMI berbasis digital melalui pemanfaatan aplikasi Balanced ScorecardAeSchool Management (BSC-SM). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi secara periodik terhadap 40 guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam menggunakan aplikasi BSC-SM, menganalisis hasil SPMI, serta menyusun rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang berbasis data. Hal ini dasarkan dari hasil rata-rata perhitungan tingkat capaian responden sebelum pelatihan yakni 39,04% dan setelah pelatihan mengalami peningkatan 94,28%. Implementasi aplikasi BSC-SM terbukti mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi pelaksanaan SPMI di sekolah. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam mendukung transformasi digital penjaminan mutu pendidikan serta mewujudkan pendidikan berkualitas di lingkungan MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 391 Key word : Abstract : Internal Quality Assurance System. BSC-SM. Digital Transformation. Economics MGMP. Quality Education The Economics Subject TeachersAo Forum (MGMP) of Central Java plays a strategic role in improving the quality of education at the senior high school However, the implementation of the Internal Quality Assurance System in the participating schools still faces various challenges, particularly due to the lack of integration with digital technology, which has resulted in ineffective and inefficient practices. This condition has led to low accuracy in quality mapping, delays in strategic planning, and a strong reliance on manual processes. This community service activity aims to enhance the capacity of Economics MGMP teachers in Central Java to implement a digital-based IQAS through the utilization of the Balanced Scorecard-School Management (BSC-SM) The activity employed several methods, including socialization, training, technology implementation, mentoring, and periodic evaluation involving 40 Economics MGMP teachers in Central Java. The results demonstrate a significant improvement in participantsAo ability to use the BSCSM application, analyze IQAS outcomes, and develop data-driven short-term and long-term strategic plans. This improvement is evidenced by the average total achievement rate, which increased from 39. 04% before the training to 28% after the training. The implementation of the BSC-SM application has proven effective in enhancing the effectiveness, efficiency, and accuracy of IQAS implementation in schools. Therefore, this community service activity contributes to supporting the digital transformation of educational quality assurance and the realization of quality education within the Economics MGMP of Central Java. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Sehabuddin. Murniawaty. Al-Hakim. Agustian. Sapitri. Aprilia. , & Putri. Transformasi Digital Sistem Penjaminan Mutu Internal Berbasis Aplikasi BSC-SM untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Pada MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Jurnal Abdi Insani, 13. , 391-402. https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Jawa Tengah merupakan komunitas guru Ekonomi tingkat SMA di Provinsi Jawa Tengah yang berfungsi sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru melalui kegiatan berbagi praktik baik, khususnya dalam peningkatan mutu Upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menegaskan bahwa satuan pendidikan, baik jalur formal maupun nonformal, wajib melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program yang memiliki target serta kerangka waktu yang jelas (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2. Sejalan dengan kebijakan tersebut, dikembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai upaya sistematis dan berkelanjutan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memastikan bahwa proses dan hasil pendidikan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Implementasi SPMI dipandang sebagai bagian strategis dalam peningkatan mutu pendidikan dan efektivitas pengelolaan institusi pendidikan (Guan, 2021. Novitanti & Situmorang. Sarmono et al. , 2020. Shahzad & Lodhi, 2. Para guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi Jawa Tengah memiliki tanggung jawab kolektif untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Dalam konteks ini. MGMP berperan sebagai ruang kolaboratif bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik profesional dalam menjaga serta meningkatkan mutu sekolah. Keberhasilan implementasi penjaminan mutu di sekolah sangat dipengaruhi oleh kerja sama antar guru dan antar Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 392 lembaga pendidikan (Wahira et al. , 2022. Sehabuddin & Jaenudin, 2019. Deisy et al. , 2. MGMP Ekonomi Jawa Tengah berjumlah 93 sekolah baik status negeri maupun swasta. Peringkat akreditasi SMA yang bergabung pada MGMP Ekonomi Jawa Tengah dapat dilihat pada Gambar 1 berikut: Gambar 1. Tingkat Akreditasi SMA yang Bergabung di MGMP Ekonomi Jawa Tengah Berdasarkan gambar 1, sekolah yang tergabung dalam komunitas MGMP Ekonomi Jawa Tengah terdapat 54 sekolah terakreditasi A, 32 sekolah terakreditasi B, dan 7 sekolah terakreditasi C. Dalam konteks ini, guru yang bergabung di MGMP Ekonomi Jawa Tengah sangat perlu pendampingan terkait proses SPMI. Keputusan Mendiknas nomor 087/U/2002 (Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2. menjelaskan akreditasi sekolah sebagai gambaran kinerja sekolah untuk pembinaan, pengembangan, dan peningkatan mutu internal serta menentukan tingkat kelayakan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Berkaitan dengan pelaksanaan SPMI masing-masing SMA yang bergabung di MGMP Ekonomi Jawa Tengah dengan melibatkan 91 guru dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SPMI tidak efektif dan Kondisi pelaksanaan SPMI dapat dilihat pada Gambar 2 berikut. Gambar 2. Kondisi Pelaksanaan SPMI SMA yang Bergabung pada MGMP Ekonomi. Provinsi Jawa Tengah Berdasarkan gambar 2, permasalahan yang dihadapi oleh SMA pada MGMP Ekonomi Jawa Tengah diawali oleh problem inti yakni pelaksanaan SPMI yang belum terintegrasi dengan teknologi. Artinya kegiatan SPMI dilaksanakan secara manual pada SMA MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Hal ini berdampak terhadap tidak efektif dan tidak efisien dari sisi waktu dan tenaga para tim pelaksana SPMI di sekolah. Kondisi ini dipertegas oleh Ketua MGMP Ekonomi Jawa Tengah yakni Drs. Gusfian. mengatakan bahwa pelaksanaan SPMI SMA mengalami berbagai macam kendala yakni . Saat ini belum tersedia platform digital yang mendukung implementasi SPMI. Pelaksanaan SPMI di sekolah masih belum konsisten dan teratur. Persiapan SPMI sering dilakukan secara mendadak, terutama menjelang proses akreditasi. Sekolah kesulitan mengetahui posisi mutu mereka secara akurat Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 393 karena proses masih dilakukan secara manual, sehingga hasil SPMI kurang tepat dan kurang akurat. Sekolah belum mampu memetakan kelemahan dan kekuatan secara akurat, sehingga rencana strategis sekolah kurang tepat sasaran. Dipertegas oleh Heru Febrianto. Pd, guru di SMA N 9 Semarang, mengatakan bahwa mekanisme pelaksanaan SPMI mayoritas dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Disamping itu, hasil SPMI dengan cara manual lebih mengarahkan peringkat pencapaian dan belum menggambarkan secara holistik aspek kekuatan, kelemahan dan pemetaan strategi yang akan dilakukan pihak sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah dalam menerapkan aplikasi BSC-SM (Balance Scored Card-Sekolah Madrasa. pada pelaksanaan SPMI. Penggunaan aplikasi BSC-SM ini didasarkan pada hasil penelitian yang merekomendasikan penggunaan teknologi dalam kegiatan penjaminan mutu sekolah mulai dari tahap persiapan sampai tahan akhir. Pelaksanaan penjaminan mutu di sekolah memerlukan dukungan teknologi informasi untuk memperlancar proses monitoring dan evaluasi (Cohen, 2018. Kurniawan. Pratiwi & Priyanto, 2024. Oktarina et al. , 2. Dalam penelitian lainnya juga dijelaskan pelaksanaan SPMI di sekolah meliputi pemetaan mutu, perencanaan pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, dan evaluasi mutu. Setiap tahap ini hendaknya didukung oleh teknologi untuk memastikan kelancaran proses dan keakuratan hasil (Asih et al. , 2025. Shamsuddin et al. , 2020. Novianti & Bakhtiar, 2. Penggunaan aplikasi BSC-SM dalam kegiatan SPMI diharapkan guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah dapat menggunakan aplikasi BSC-SM pada sekolah masing-masing dalam kegiatan SPMI dan persiapan akreditasi sekolah. Implementasi aplikasi BSC-SM relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGAo. , yakni tujuan SDGAos ke-4 yakni pendidikan berkualitas dan tujuan SDGAos ke-9 yakni inovasi dan infrastruktur. Penerapan aplikasi BSC-SM pada kegiatan SPMI merupakan strategi dan solusi inovatif dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. METODE KEGIATAN Kegiatan Pengabdian dilaksanakan dari bulan September-Desember 2025. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNNES dan di SMA Negeri 3 Semarang. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 40 guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Metode pengabdian dilaksanakan seperti Gambar 3 berikut. Gambar 3. Metode Pelaksanaan Pengabdian Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 394 Sosialisasi Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan penyampaian materi pada para guru yang bergabung di MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Pada kegiatan sosialisasi membahas terkait dengan beberapa hal yakni . pengenalan aplikasi BSC-SM. mekanisme dan prosedur penggunaan aplikasi BSC-SM. Pada kegiatan sosialisasi dilanjutkan berdiskusi antara tim pengabdian dengan mitra terkait dengan materi yang telah disampaikan. Pelatihan Kegiatan pelatihan dilakukan dengan cara tim pengabdian mendemonstrasikan secara langsung beberapa hal yakni . teknik mengoperasikan aplikasi BSC-SM. cara pendokumentasian dokumen secara digital menggunakan aplikasi BSC-SM. cara menganalisis hasil SPMI melalui aplikasi BSC-SM. cara mendesain renstra berdasarkan hasil atau output sistem BSC-SM. Pada tahap ini, tim mitra memperhatikan tim pengabdian yang sedang melakukan demonstrasi dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Penerapan teknologi Tahap penerapan teknologi dilakukan dengan cara mitra mempraktikkan secara langsung penggunaan aplikasi BSC-SM. Dalam hal ini, beberapa hal yang akan dipraktikkan oleh mitra yakni . mempraktikkan penggunaan aplikasi BSC-SM. mempraktikkan cara pendokumentasian dokumen secara digital. mempraktikkan cara menganalisis hasil SPMI melalui aplikasi BSC-SM. mempraktikkan cara mendesain renstra berdasarkan hasil atau output sistem BSC-SM. Pada tahap ini, tim pengabdian mengamati, mengarahkan dan berdiskusi dengan mitra saat mempraktikkan aplikasi BSC-SM. Pendampingan Pada tahap ini, tim pengabdian akan mendampingi mitra pada beberapa kegiatan yakni . mendampingi mitra dalam menggunakan aplikasi BSC-SM. mitra menginput dokumen SPMI atau dokumen akreditasi pada aplikasi BSC-SM. mitra menganalisis hasil dari aplikasi BSCSM. mitra menyusun rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang. Pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian dilaksanakan secara periodik selama kegiatan Evaluasi Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara tim pengabdian mengevaluasi keberhasilan mitra dan untuk mengukur beberapa aspek yakni . progres dan keberhasilan mitra dalam penggunaan aplikasi BSC-SM. keberhasilan menganalisis hasil dari aplikasi BSC-SM. keberhasilan mitra dalam merancang rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tahap sosialisasi menunjukkan terjalinnya interaksi yang baik dan partisipatif antara tim pengabdian dan mitra, yaitu para guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh tim pengabdian yang berfokus pada pengenalan aplikasi BSC-SM sebagai inovasi pendukung dalam pengelolaan dan evaluasi kinerja pendidikan. Pada tahap ini, tim pengabdian menjelaskan secara komprehensif latar belakang pengembangan aplikasi, tujuan implementasi BSC-SM, serta manfaat strategisnya dalam meningkatkan efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Para guru menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dengan menyimak paparan materi, mencatat informasi penting, serta mengaitkan fitur-fitur aplikasi dengan kegiatan SPMI yang telah mereka terapkan di sekolah masing-masing. Oktarina et al. , menjelaskan bahwa komponen 8 standar sebagai tolak ukur dalam kegiatan SPMI pendidikan sangat perlu untuk dipahami oleh guru dan supervisor dalam mengembangkan budaya mutu di sekolah. Berdasarkan hal tersebut sangat perlu untuk dilakukan sosialisasi kepada pihak sekolah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mekanisme dan prosedur penggunaan aplikasi BSC-SM secara lebih teknis dan aplikatif. Tim pengabdian menjelaskan tahapan penggunaan aplikasi mulai dari proses akses awal, pengenalan menu dan fitur utama, hingga prosedur penginputan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 395 data serta pemanfaatan output yang dihasilkan sistem. Dalam sesi ini, tim pengabdian berperan sebagai fasilitator dengan memberikan contoh penggunaan aplikasi dan menjelaskan potensi BSC-SM dalam mendukung pengambilan keputusan pembelajaran berbasis data. Mitra terlibat secara aktif melalui diskusi dan tanya jawab terkait kendala teknis, kesiapan sarana pendukung, serta peluang integrasi aplikasi dengan sistem pembelajaran yang telah digunakan. Gambar 4. Kegiatan Sosialisasi Aplikasi BSC-SM Pada sesi diskusi, terjadi dialog dua arah yang intens antara tim pengabdian dan para guru. Mitra menyampaikan masukan, tanggapan, serta pengalaman empiris terkait kebutuhan supervisi di sekolah masing-masing. Tim pengabdian menanggapi dengan memberikan klarifikasi, solusi, serta alternatif penyesuaian penggunaan aplikasi sesuai konteks sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi meningkatkan pemahaman guru terhadap aplikasi BSC-SM, serta membuka peluang penerapannya secara berkelanjutan dalam SPMI sekolah. Kegiatan Pelatihan Pada tahap pelatihan menunjukkan adanya proses kolaboratif yang aktif antara tim pengabdian dan tim mitra. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatan demonstratif, di mana tim pengabdian berperan sebagai fasilitator dan pendamping teknis, sementara tim mitra terlibat langsung sebagai peserta aktif. Pada sesi awal, tim pengabdian mendemonstrasikan teknik mengoperasikan aplikasi BSC-SM secara sistematis, fungsi fitur aplikasi, hingga alur kerja sistem. Aktivitas ini memungkinkan tim mitra memahami struktur aplikasi dan keterkaitannya dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang selama ini dijalankan secara manual. Arifudin . , menegaskan, salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan SPMI adalah pelatihan dari instruktur secara Selanjutnya, tim pengabdian memperagakan cara pendokumentasian dokumen SPMI secara digital menggunakan aplikasi BSC-SM, termasuk proses unggah, pengelompokan, dan pengarsipan dokumen mutu. Pada tahap ini, tim mitra mengamati secara cermat. Pada tahap ini juga terjadi interaksi dua arah ketika mitra mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis dan penyesuaian dokumen dengan standar mutu lembaga. Dalam hal ini juga, tim pengabdian menjelaskan dan mendemonstrasikan cara menganalisis hasil SPMI melalui fitur analitik dalam aplikasi BSC-SM. Analisis ini mencakup pemetaan capaian indikator mutu, identifikasi gap kinerja, serta interpretasi output sistem sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 396 Gambar 5. Kegiatan Mendemonstrasikan Penggunaan Aplikasi BSC-SM Kegiatan penerapan teknologi Tahap penerapan teknologi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan hasil yang signifikan, ditandai dengan keterlibatan aktif mitra dalam mempraktikkan secara langsung penggunaan aplikasi Balanced ScorecardAeStrategic Management (BSC-SM) sebagai instrumen pendukung Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pada tahap ini, mitra tidak hanya berperan sebagai pengguna pasif, melainkan sebagai aktor utama yang mengoperasikan aplikasi mulai dari tahap input hingga analisis output. Abbas . , menjelaskan bahwa keberhasilan pengukuran kualitas pendidikan dibutuhkan adopsi teknologi bagi pemangku kebijakan di sekolah. Aktivitas mitra diawali dengan praktik penggunaan fitur-fitur utama aplikasi BSC-SM, yang mencakup pengisian indikator kinerja, pemetaan perspektif BSC, serta pengelolaan data mutu secara terstruktur. Selanjutnya, mitra mempraktikkan pendokumentasian dokumen SPMI secara digital, sehingga proses penyimpanan, penelusuran, dan pembaruan dokumen menjadi lebih sistematis, efisien, dan terintegrasi dalam satu platform. Pada aspek analisis, mitra dilatih dan mempraktikkan secara langsung cara membaca serta menginterpretasikan hasil pengolahan data SPMI yang dihasilkan oleh sistem BSC-SM. Aktivitas ini memungkinkan mitra memahami keterkaitan antara capaian indikator mutu, kinerja organisasi, dan tujuan strategis lembaga. Hasil analisis tersebut kemudian dimanfaatkan oleh mitra untuk mempraktikkan penyusunan dan desain rencana strategis . berbasis data . vidence-based plannin. , sehingga perencanaan tidak lagi bersifat intuitif, melainkan didasarkan pada output sistem yang objektif dan terukur. Gambar 6. Kegiatan Praktik Menggunakan Aplikasi BSC-SM Selama proses penerapan teknologi, tim pengabdian berperan aktif sebagai fasilitator dan pendamping dengan melakukan observasi, memberikan arahan teknis, serta membuka ruang diskusi kritis bersama mitra. Interaksi ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis mitra terhadap aplikasi BSC-SM, tetapi juga mendorong terjadinya refleksi kelembagaan terhadap praktik mutu yang telah Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 397 Dengan demikian, tahap penerapan teknologi tidak sekadar menghasilkan kemampuan operasional, tetapi juga membangun kapasitas analitis dan strategis mitra dalam pengelolaan mutu berbasis teknologi digital. Kegiatan pendampingan Tahap pendampingan merupakan fase kunci dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memastikan keberlanjutan pemanfaatan aplikasi Balanced Scorecard Strategic Management (BSC-SM) oleh mitra secara mandiri dan terstruktur. Pendampingan dilaksanakan secara periodik dan sistematis untuk menjamin bahwa setiap tahapan penggunaan aplikasi dapat dipahami dan diimplementasikan secara optimal oleh mitra. Sofyan et al. , . menjelaskan bahwa pendampingan dalam SPMI seyogyanya dilakukan pendampingan intensif, dengan tujuan keberlanjutan budaya mutu di sekolah. Aktivitas pendampingan diawali dengan asistensi intensif kepada mitra dalam menggunakan aplikasi BSC-SM. Tim pengabdian berperan sebagai fasilitator dan coach dengan memberikan bimbingan teknis terkait fitur, alur kerja, serta prinsip dasar pengukuran kinerja berbasis balanced Mitra secara aktif berpartisipasi dengan melakukan simulasi penggunaan aplikasi, mengidentifikasi kendala teknis maupun konseptual, serta mengajukan klarifikasi atas proses yang belum dipahami. Interaksi ini mendorong terjadinya transfer pengetahuan dan peningkatan literasi digital manajerial pada mitra. Gambar 7. Kegiatan Pendampingan dalam Penggunaan Aplikasi BSC-SM dan Perancangan Renstra Sekolah Selanjutnya, tim pengabdian mendampingi mitra dalam proses penginputan dokumen SPMI maupun dokumen akreditasi ke dalam aplikasi BSC-SM. Pada tahap ini, mitra berperan aktif dalam menyiapkan, mengunggah, dan memetakan dokumen sesuai dengan indikator kinerja yang relevan, sementara tim pengabdian memastikan kesesuaian dokumen dengan standar mutu dan kerangka strategis aplikasi. Pendampingan berlanjut pada tahap analisis hasil keluaran aplikasi, di mana tim pengabdian membimbing mitra dalam menafsirkan capaian kinerja, mengidentifikasi kesenjangan mutu, serta menentukan prioritas perbaikan. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar bagi mitra, dengan fasilitasi tim pengabdian, untuk menyusun rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang yang lebih terarah, terukur, dan berbasis data. Tahap evaluasi Evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui mekanisme monitoring dan penilaian terstruktur yang bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan mitra dalam mengadopsi, memahami, dan mengimplementasikan aplikasi Balanced ScorecardAeStrategic Management (BSC-SM) secara berkelanjutan. Proses evaluasi dilakukan secara periodik oleh tim pengabdian melalui observasi langsung, pendampingan teknis, serta telaah terhadap dokumen dan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 398 luaran yang dihasilkan oleh mitra. Tim pengabdian mengevaluasi keberhasilan mitra pada beberapa aspek yakni . progres dan keberhasilan mitra dalam penggunaan aplikasi BSC-SM. keberhasilan menganalisis hasil dari aplikasi BSC-SM. keberhasilan mitra dalam merancang rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang. Dalam mengevaluasi kegiatan pengabdian ini menggunakan teknik pre-test dan post test. dalam hal ini menggunakan perhitungan TCR dilakukan dengan rumus sebagai ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycNyaycI = ycu 100 ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco Kriteria nilai TCR dapat dikelompokkan yang sesuai kelompoknya, sebagaimana kriteria pada Tabel Tabel 1. Kriteria Kelas Tingkat Capaian Responden Tingkat Capaian Responden Kriteria 0 Ae 19% Tidak baik 20 Ae 39% Kurang baik 40 Ae 59% Cukup baik 60 Ae 79% Baik 80 Ae 100% Bak sekali Berdasarkan data kuesioner dari 40 guru MGMP Ekonomi, hasil TCR menunjukkan sebagai berikut: Aspek yang Diukur Progres dan mitra dalam aplikasi BSC-SM Keberhasilan hasil dari aplikasi BSC-SM Keberhasilan mitra dalam strategis jangka pendek dan jangka panjang. Tabel 2. Hasil Penilaian Tingkat Capaian Responden Skor yang TCR TCR Skor yang Skor Diperoleh PrePostDiperoleh Maksimal (Posttest (Pre-tes. (%) (%) Kategori Pre-test Kategori Posttest Kurang Baik Baik Sekali Cukup Baik Baik Sekali Cukup Baik Baik Sekali Rata-rata Hasil evaluasi pelatihan Balanced ScorecardAeSchool Management (BSC-SM) bagi guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek kompetensi utama: . progres dan keberhasilan mitra dalam penggunaan aplikasi BSC-SM. keberhasilan menganalisis hasil dari aplikasi BSC-SM. keberhasilan mitra dalam merancang rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang. Peningkatan ini tercermin dari perbandingan skor pra-pelatihan . re-tes. dan pascaOpen access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 399 ost-tes. , serta perubahan kategori kemampuan sesuai standar TCR (Tingkat Capaian Responde. Progres dan keberhasilan mitra dalam penggunaan aplikasi BSC-SM Aspek keberhasilan mitra dalam penggunaan aplikasi BSC-SM mengalami peningkatan yakni dari kategori AuKurang Baik . ,28%)Ay menjadi AuBaik Sekali . ,28%)Ay. Pada tahap pre-test, sebagian besar guru belum memiliki pemahaman terkait penggunaan aplikasi BSC-SM sebagai alat penguatan manajemen mutu sekolah. Setelah mengikuti pelatihan, guru mampu menunjukkan penguasaan yang tinggi, dibuktikan dari skor yang mencapai 94,28%, mendekati skor maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa mitra mampu menggunakan aplikasi BSC-SM. Dalam hal ini. Jannah et al . menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi elektronik dalam pelaksanaan SPMI sangat mudah untuk diimplementasikan, sehingga pelaksanaan SPMI berjalan lancar. Keberhasilan menganalisis hasil dari aplikasi BSC-SM Peningkatan skor pada aspek menganalisis hasil dari aplikasi BSC-SM mengalami peningkatan dari 40% menjadi 97,14%. Pada awal pelatihan, guru hanya berada pada level AuCukup BaikAy, yang menunjukkan bahwa guru hanya bisa membaca hasil SPMI dari aplikasi BSC-SM namun belum bisa menginterpretasikan secara mendalam. Setelah pelatihan BSC-SM, skor mitra meningkat artinya bahwa mitra mampu menganalisis hasil SPMI dari aplikasi BSC-SM. Keberhasilan mitra dalam merancang rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang Keberhasilan mitra dalam merancang rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang meningkat dari kategori AuCukup BaikAy menjadi AuBaik SekaliAy, dengan kenaikan skor dari 42,85% menjadi 91,42%. Pada pre-test, guru umumnya baru mengenal peta strategi dan indikator kinerja. Kenaikan signifikan ini menunjukkan bahwa output BSC-SM dijadikan sebagai pedoman penyusunan renstra jangka pendek dan jangka panjang, masing-masing sekolah. Pramuniati et al. mengungkapkan bahwa output SPMI berbasis digital lebih akurat dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam merancang renstra sekolah. Namun dalam pengabdian ini terdapat kendala yakni jaringan internet lemah dikarenakan proses perbaikan jaringan internet di lokasi pengabdian. Dalam mengatasi kendala ini, mitra dan tim pengabdian menggunakan koneksi internet pribadi ketika mengakses aplikasi BSC-SM. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan aplikasi BSC-SM dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi guru MGMP Ekonomi Jawa Tengah, dapat disimpulkan sebagai berikut: Implementasi aplikasi BSC-SM terbukti mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan SPMI di sekolah-sekolah yang tergabung dalam MGMP Ekonomi Jawa Tengah, yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan aplikasi BSC-SM, menganalisis hasil pemetaan mutu, serta memanfaatkan output sistem sebagai dasar penyusunan rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang berbasis data. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tiga aspek utama, yaitu kemampuan penggunaan aplikasi BSC-SM, kemampuan analisis hasil SPMI, dan kemampuan perancangan rencana strategis sekolah, yang seluruhnya berada pada kategori AuBaik SekaliAy berdasarkan nilai Tingkat Capaian Responden (TCR). Saran Berdasarkan hasil dan temuan dalam kegiatan pengabdian ini, beberapa saran yang dapat diajukan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian selanjutnya adalah sebagai berikut: Perlu dilakukan pendampingan lanjutan secara berkelanjutan agar implementasi aplikasi BSCSM dapat diterapkan secara konsisten di masing-masing sekolah dan menjadi bagian dari budaya mutu sekolah. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Sehabuddin et al. , 400 Model pelatihan dan pendampingan berbasis BSC-SM ini direkomendasikan untuk direplikasi pada MGMP mata pelajaran lain atau jenjang pendidikan yang berbeda sebagai upaya perluasan dampak pengabdian dalam peningkatan mutu pendidikan. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdian ucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi yang telah memberikan pendanaan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2025, sehingga pengabdian ini berjalan lancar. DAFTAR PUSTAKA