Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 Pengaruh Metode Pembelajaran Hybrid Terhadap Self-Efficacy Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Ulfa Annisa Lubis1. Dian Fatma Diva2 Pendidikan Matematika. Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan. Universitas Al Washliyah Medan. Jl. Sisingamangaraja Ae Medan. Indonesia nlubis336@gmail. com, 2dianfatmadiva06@gmail. Corresponding author : nlubis336@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh metode pembelajaran hybrid terhadap self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Metode pembelajaran hybrid menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online, yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan guru dan teman sebaya serta belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Partisipan penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti metode pembelajaran hybrid dan kelompok kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran hybrid memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap selfefficacy siswa dalam matematika. Rata-rata skor self-efficacy siswa pada kelompok eksperimen meningkat dari 3. 2 menjadi 0, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 3. 1 menjadi 3. Analisis paired samples test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok . < 0. Selain itu, prestasi matematika siswa pada kelompok eksperimen juga meningkat lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung penerapan metode pembelajaran hybrid sebagai strategi efektif untuk meningkatkan self-efficacy dan prestasi siswa dalam Kata kunci: Metode Pembelajaran Hybrid. Self-Efficacy. Pembelajaran Matematika. Pendidikan. Indonesia Abstract This study aims to investigate the impact of hybrid learning methods on students' self-efficacy in mathematics education in Indonesia. The hybrid learning method combines face-to-face instruction with online learning, allowing students to interact directly with teachers and peers while also learning independently at their own pace. This study employs a quasiexperimental design with a pretest-posttest control group. The research participants were divided into two groups: an experimental group that followed the hybrid learning method and a control group that followed the conventional learning The results indicate that the hybrid learning method has a significant positive effect on students' self-efficacy in The average self-efficacy score for students in the experimental group increased from 3. 2 to 4. 0, while in the control group it only increased from 3. 1 to 3. Paired samples test analysis showed a significant difference between the two groups . < 0. Additionally, the mathematics achievement of students in the experimental group also increased more significantly compared to the control group. These findings support the implementation of the hybrid learning method as an effective strategy to enhance students' self-efficacy and achievement in mathematics. Keywords: Hybrid Learning Method. Self-Efficacy. Mathematics Education. Secondary Education. Indonesia PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu subjek kunci dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Pemahaman yang baik dalam matematika adalah dasar bagi banyak disiplin ilmu lain seperti sains, teknologi, dan rekayasa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika, yang berdampak pada kepercayaan diri mereka (Bandura, 1. Kepercayaan diri ini mencerminkan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu (Bandura, 1. Rendahnya kepercayaan diri dalam matematika dapat berdampak negatif pada motivasi belajar, partisipasi di kelas, dan prestasi akademik siswa (Bandura, 1. Oleh karena itu, penting untuk menemukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam matematika. Salah satu strategi pembelajaran yang menarik untuk dipelajari adalah metode pembelajaran hybrid. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 Metode ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online (Cheng & Wang, 2. Pembelajaran tatap muka memungkinkan interaksi langsung antara siswa, guru, dan teman sebaya, sementara pembelajaran online memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan mereka (Cheng & Wang, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran hybrid dapat meningkatkan hasil belajar siswa di berbagai mata pelajaran, termasuk matematika (Cheng & Wang, 2015. Morris et al. , 2015. Xue et al. Studi lain juga menunjukkan bahwa metode ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbagai mata pelajaran, termasuk matematika (AlShebli & Ali, 2015. Johnson et al. , 2013. Li & Chu. Metode menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online, telah menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri siswa dalam matematika. Berdasarkan pemahaman ini, perlu dipertimbangkan beberapa hal dalam menerapkan strategi pembelajaran ini. Pertama-tama, memungkinkan interaksi langsung antara siswa, guru, dan teman sebaya. Interaksi ini penting untuk memperkuat pemahaman konsep-konsep matematis yang mungkin sulit dipahami hanya dengan pembelajaran Selain itu, keberadaan guru memungkinkan siswa untuk langsung mengajukan pertanyaan dan mendapatkan bimbingan secara langsung, yang dapat meningkatkan kejelasan dan pemahaman materi. Di sisi lain, pembelajaran online dalam metode hybrid memberikan fleksibilitas kepada siswa untuk belajar sesuai dengan ritme dan gaya belajar masingmasing. Ini membantu siswa yang mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami konsep-konsep matematis tertentu atau yang lebih nyaman belajar secara Kelebihan dari pendekatan ini telah terbukti dalam beberapa penelitian, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam prestasi akademik siswa di mata pelajaran matematika. Selain itu, ada bukti yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan mereka dalam memahami dan menyelesaikan masalah matematika yang rumit. Dalam konteks ini, metode pembelajaran hybrid dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam belajar matematika. Dengan memanfaatkan kekuatan interaksi langsung dari pembelajaran tatap muka dan fleksibilitas dari pembelajaran online, siswa dapat mengembangkan tidak hanya pemahaman yang lebih baik terhadap matematika, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi materi yang sulit. Namun demikian, implementasi yang efektif dari metode ini memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, pelatihan yang memadai bagi guru, dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, metode pembelajaran hybrid memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil belajar dan kepercayaan diri siswa dalam matematika. Metode menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari matematika. Dengan pembelajaran online, siswa memiliki kesempatan untuk belajar mandiri sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, yang dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi materi yang sulit. Di sisi lain, pembelajaran tatap muka memungkinkan interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya, mendukung pemahaman konsep yang lebih mendalam melalui diskusi dan penjelasan Dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan umpan balik yang lebih cepat dan pembelajaran yang lebih interaktif dengan multimedia, metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap matematika tetapi juga membangun keyakinan mereka dalam kemampuan akademik mereka. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group Dalam desain ini, terdapat dua kelompok siswa, yaitu kelompok eksperimen yang akan mengikuti metode pembelajaran hybrid dan kelompok kontrol yang akan mengikuti metode pembelajaran konvensional. Kedua kelompok akan diberikan tes awal . untuk mengukur self-efficacy mereka sebelum intervensi, serta Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 tes akhir . untuk mengukur perubahan selfefficacy setelah intervensi. Paritisipan Penelitian Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria siswa yang memiliki akses ke perangkat dan internet untuk pembelajaran online. Sebanyak 60 siswa akan dibagi secara acak menjadi dua kelompok: 30 siswa dalam kelompok eksperimen dan 30 siswa dalam kelompok kontrol. Posttest: Memberikan tes akhir kepada kedua kelompok untuk mengukur perubahan selfefficacy dan prestasi matematika. Analisis Data: Data yang diperoleh dari pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji statistik self-efficacy Teknik Analisis Data Instrumen Penelitian Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini A Skala Self-Efficacy Matematika: Skala ini dikembangkan berdasarkan teori Bandura . dan telah diadaptasi serta divalidasi untuk konteks siswa SMA. Skala ini terdiri dari 20 item dengan format Likert 5 poin, mulai dari "Sangat Tidak Setuju" hingga "Sangat Setuju". teknik analisis kuantitatif. Paired samples test akan digunakan untuk membandingkan rata-rata self-efficacy antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum dan setelah intervensi. Selain itu, analisis kovarian (ANCOVA) akan digunakan untuk mengontrol variabel kemampuan awal matematika dan mengevaluasi efek intervensi secara lebih akurat. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap Hasil sebagai berikut: Persiapan: Melakukan validasi instrumen dan pelatihan bagi guru yang akan mengajar menggunakan metode pembelajaran hybrid. Pretest: Memberikan tes awal kepada kedua kelompok untuk mengukur self-efficacy dan kemampuan awal matematika. Intervensi: Kelompok Eksperimen: Siswa menggabungkan sesi tatap muka dan online selama 8 minggu. Sesi tatap muka dilakukan dua kali seminggu, sementara pembelajaran online dilakukan melalui platform e-learning dengan materi dan latihan yang terstruktur. Kelompok HASIL DAN PEMBAHASAN Kontrol: Siswa Analisis Pretest dan Posttest Self-Efficacy Sebelum intervensi, rata-rata skor self-efficacy matematika pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sebagai berikut: Kelompok Eksperimen: 3. kala 1-. Kelompok Kontrol: 3. kala 1-. Setelah intervensi, rata-rata skor self-efficacy matematika berubah menjadi: Kelompok Eksperimen: 4. kala 1-. Kelompok Kontrol: 3. kala 1-. Analisis uji t-independen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan self-efficacy antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol . < 0. Analisis Prestasi Matematika pembelajaran konvensional di kelas dengan metode ceramah dan latihan soal selama 8 Rata-rata nilai tes kemampuan matematika pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sebagai berikut: Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting Kelompok Eksperimen: Pretest: 65. Posttest: 80 Kelompok Kontrol: Pretest: 64. Posttest: Analisis uji t-independen menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam prestasi matematika dibandingkan dengan kelompok kontrol . < 0. bagi praktik pendidikan. Guru dan pembuat kebijakan pendidikan dapat mempertimbangkan penerapan metode meningkatkan self-efficacy dan prestasi siswa dalam Selain itu, pelatihan bagi guru dalam mengelola kelas hybrid dan pemanfaatan teknologi pembelajaran menjadi aspek penting untuk keberhasilan Pembahasan Pengaruh Metode Pembelajaran Hybrid Terhadap implementasi metode ini. Self-Efficacy Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran hybrid memiliki pengaruh positif yang self-efficacy Peningkatan self-efficacy langsung dengan guru dan teman sebaya dalam sesi tatap ditawarkan oleh pembelajaran online. Hal ini mendukung temuan sebelumnya oleh Cheng & Wang . bahwa metode pembelajaran hybrid dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peran Orang Tua dan Masyarakat Peran orang tua dan masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi metode pembelajaran hybrid. Dukungan dan keterlibatan orang tua dalam mengawasi kemajuan belajar anak mereka secara online, serta memotivasi mereka untuk aktif dalam diskusi matematika di rumah, dapat memperkuat efek positif dari metode ini. Selain itu, masyarakat juga berperan dalam memfasilitasi akses siswa terhadap teknologi yang diperlukan untuk pembelajaran online, khususnya di lingkungan yang memiliki tantangan Pengaruh Metode Pembelajaran Hybrid Terhadap Prestasi Matematika Tantangan dan Peluang di Konteks Indonesia Selain self-efficacy, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode pembelajaran hybrid berpengaruh positif terhadap prestasi matematika siswa. Peningkatan prestasi ini mungkin disebabkan oleh adanya berbagai sumber belajar yang dapat diakses siswa secara online, serta kesempatan untuk mengulang materi sesuai kebutuhan mereka. Metode ini memberikan lingkungan belajar yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individu siswa. Indonesia, menerapkan metode pembelajaran hybrid termasuk kesenjangan akses terhadap teknologi di berbagai daerah serta kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Namun, dengan pertumbuhan penetrasi teknologi dan semakin baiknya infrastruktur mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan Implikasi Temuan Penelitian Keberlanjutan dan Skalabilitas Implementasi Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 Untuk memastikan keberlanjutan implementasi mengidentifikasi dan mengatasi hambatan-hambatan seperti kebutuhan akan infrastruktur teknologi yang memadai dan akses yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pengembangan kurikulum yang kebutuhan pasar kerja merupakan langkah strategis untuk memastikan relevansi metode pembelajaran hybrid dalam jangka panjang. Penelitian Lanjutan Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi metode pembelajaran hybrid, termasuk motivasi siswa, interaksi antara siswa dan guru secara online, serta peran teknologi dalam memfasilitasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Studi ini dapat memberikan wawasan tambahan untuk mengoptimalkan meningkatkan pembelajaran matematika dan selfefficacy siswa di Indonesia. dengan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran Peningkatan self-efficacy ini dapat dijelaskan oleh kombinasi keuntungan dari interaksi langsung dalam pembelajaran tatap muka dan fleksibilitas belajar mandiri dalam pembelajaran online. Siswa dapat memanfaatkan interaksi langsung dengan guru untuk memperjelas pemahaman mereka tentang konsep-konsep matematika yang kompleks, sementara pembelajaran mandiri memungkinkan mereka untuk mengatasi materi pada kecepatan yang sesuai dengan kemampuan masingmasing. Dalam konteks ini, implementasi yang efektif dari pembelajaran hybrid memerlukan dukungan yang kuat dari sekolah dan pendidik. Pelatihan yang memadai bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi dan merancang pengalaman pembelajaran yang bermakna menjadi kunci untuk kesuksesan metode ini. Selain itu, pendekatan ini juga menunjukkan pentingnya infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung pembelajaran online yang efektif. Dengan demikian, metode pembelajaran hybrid tidak hanya memberikan pendekatan inovatif dalam pengajaran matematika, tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan persiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan mengembangkan kepercayaan diri yang kuat dalam kemampuan mereka untuk menguasai subjek ini secara lebih mendalam. Saran