ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN BAWANG-DIENG PADAPERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Sarah Maulina1,Rosida Dwi Ayuningtyas2 Program Studi Ekonomi Islam. Universitas Wahid Hasyim Semarang ABSTRAK Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, sarahmaulina542@gmail. 2 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, rosida@unwahas. Pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari kondisi suatu fisik daerah tentang fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Implementasi pembangunan infrastruktur jalan merupakan sarana yang paling mendasar yang bertujuan untuk mendukung kelancaran, distribusi barang, maupun jaringan transportasi manusia. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bawang. Kabupaten Batang dengan objek penelitian pembangunan infrastruktur jalan Bawang-Dieng. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder, kemudian dianalisismenggunakan teknik analisis SWOT untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan Bawang-Dieng dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena kedua hal tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Infrastruktur jalan Bawang-Dieng yang memadai akan membantu pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan daya saing potensi diberbagai sektor secara maksimal. Dalam orientasi pilar pembangunan islam dampak yang diterima masyarakat dari pembangunan ini salah satunya yaitu, meningkatnya perekonomian dengan adanya pembangunan dan perbaikan jalan Bawang-Dieng yang membuat jarak dan waktu tempuh yang cepat, mempermudah aktivitas maupun akses pertanian, begitu halnya bagi para wisatawan cenderung semakin tertarik mengunjungi tempat-wisata yang ada di desa tersebut. Kata kunci : Pembangunan Infrastruktur. Infrastruktur Jalan. Pertumbuhan Ekonomi PENDAHULUAN Pembangunan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur merupakan sarana publik primer dalam menjalankan perekonomian negara. Infrastruktur menjadi salah satu elemen dalam peningkatan perekonomian untuk suatu daerah, dimana keberadaan infrastruktur yang baik akan berpengaruh poitif dan mendukung segala aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu bentuk infrastruktur dalam menunjang pembangunan ekonomi yaitu infrastruktur jalan. Infrastruktur jalan sebagai pemicu utama lapangan pekerjaan baru dan berdampak pada sumber penerimaan masyarakat yang bervariasi, semakin tinggi akses infrastruktur jalan memberi kelancaran terhadap mobilitas masyarakat dan arus barang yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Adanya infrastruktur jalan dapat mengurangi biayatransaksi, memperluas akses pasar dan dapat memperbaiki tingkat pendapatan penduduk dari sektor ekonomi, perdagangan, perindustrian dan pertanian. Keterkaitan infrastruktur dalam perkembangan wilayah dari laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jika suatu daerah memiliki kelengkapan sistem infrastruktur yang lebih baik maka akan memiliki tingkat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat juga akan lebih baik dan sebaliknya. Hal ini dapat diartikan bahwa infrastruktur sangatlah penting dalam suatu negara karena infrastruktur merupakan salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi (Kwik Kian Gie dalam (Chaerunnisa, 2. Tersedianya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Selain itu, infrastruktur memiliki posisi yang sangat penting dalam keberadaan perekonomian suatu negara sebagai pendorong produktivitas output dan melakukan kegiatan ekonomi. (Yanuar Purnomo, 2. Perhatian terhadap masalah pembangunan ekonomi dan infrastruktur jalan makin berkembang dan makin bertambah luas, karena semakin banyak segi-segi yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi suatu proses pembangunan ekonomi dan infrastruktur jalan. cukup dan melihat perkembangan tingkat pendapatan per kapita masyarakat, tapi cenderung untuk melihat adanya pembagian hasil akibat perkembangan ekonomi dan infrastruktur jalan baik secara sektor maupun secara Peran pemerintah sebagai mobilitas. Pembangunan sangat strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraanmasyarakat serta pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk melihat hasil pembangunan yang telah dilakukan dan juga menentukan arah pembangunan di masa yang akan datang. Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan adanya peningkatan perekonomian sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang negatif menunjukkan adanya penurunan. Semakinlancarnya transportasi akan menimbulkan dampak pergerakan orang maupun Dengan demikian akan memicu peningkatan jumlah penduduk (Iriyena et al. Kondisi ruas jalan yang buruk akan berimbas pada kelancaran perekonomian yang mengakibatkan mobilitas antara daerah dan distribusi barang menjadi sulit. Pembangunan infrastruktur jalan Bawang-Dieng dengan panjang sekitar 8,9 km dan lebar 5 meter ini menjadi alternatif jalan penghubung antara kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara. Pembangunan ini dimulai pada tahun 2017 hingga 2019. Bupati Batang Wihaji menyebutkan bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng ini difokuskan untuk sektorpertanian dan pariwisata agar perputaran uang dapat berjalan maksimal khususnya di Kecamatan Bawang. KAJIAN LITERATUR Pembangunan Ekonomi Dalam Islam (Muhammad, 2. menyatakan pembangunan islam ialah pembangunan yang berlandaskan kepada orientasi nilai dengan perhatian untuk meningkatkan kebijakan umat islam dari semua aspek . oral, kebendaan, dan kerohania. untuk mencapai kemaslahatan dan kedamaian hidup di dunia dan diakhirat. Definisi pembangunan, mewujudkan kehidupan yang tentram dan sejahtera kepada manusia, yaitu kehidupan yang memenuhi keperluan rohani dan jasmani manusia. Pembangunan dalam islam dijelaskan dalam kandungan QS. Al-Baqarah ayat Pembangunan bersifat menyeluruh, tidak diukur menggunakan alat kekayaan atau peningkatan pendapatan, melainkan kekayaan dan pendapatan yang didapatkan itu digunakan untuk mengantarkan pemiliknya kepada tingkat kesejahteraan dunia dan Orientasi pembangunan dalam islam meliputi 3 tujuan, yaitu : People-Oriented Pembangunan yang berorientasi pada kepentingan manusia, pembangunan dilakukan oleh manusia dan ditujukan untuk kebaikan manusia. Maslahah-Oriented Pembangunan yang berorientasi maslahat . esejahteraan unu. tidak menimbulkan mudharat . bagi sebagain lain. Fallah-Oriented Orientasi Pembangunan ini harus mempertimbangan kaidah syariat islam, kaidah pembangunan tidak mengenai unsur duniawi melainkan unsur ukhrawi. Konsep pembangunan dalam islam harus merujuk pada empat aspek, yaitu pembangunan adalah sebahagian dari pada islam itu sendiri, pembangunan dalam Islam keseluruhan, pembangunan haruslah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pembangunan Infrastruktur Menurut (Listyaningsih, 2. pembangunan didefinisikan sebagai rangkaian usaha mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh oleh suatu Negara menuju arah yang lebih baik. Menurut (Afifudin, 2. hakikat pembangunanadalah membangun masyarakat atau bangsa secara menyeluruh demi mencapai kesejahteraan rakyat. Sedangkan menurut Rostow dalam (Arief Budiman, 2. pembangunan merupakan proses yang bergerak dalam sebuah garis lurus, yakni dari masyarakat yang terbelakang ke masyarakat yang maju. (Lek, 2. menyatakan bahwa infrastruktur decara umum meliputi fasilitasfasilitas yang disiapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sebagai pelayanan publik sebagai akibat mekanisme pasar tidak bekerja untuk mendorong dan menunjang aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat. Menurut (N. Gregory Mankiw, 2. dalam ilmu ekonomi, pembangunan infrastruktur adalah wujud modal publik . ublic capita. yangterdiri dari jalan umum, jembatan, sistem saluran pembuangan, dan lainnya, sebagai investasi yang dilakukan oleh pemerintah. Mengacu pada manfaat infrastruktur bagi masyarakat, beberapa komponen yang disebutkan di atas dapat dikelompokkan dalam tigakarakteristik, yaitu: Komponen yang menghasilkan masukan/input bagi masyarakat. Beberapa yang masukdalam kategori ini misalnya pasokan listrik, sarana air bersih. Komponen yang mengambil keluaran/output dari masyarakat. Beberapa yang termasukdalam kategori ini misalnya saluran drainase, tempat pembuangan sampah, sanitasi. Komponen yang dapat memberikan input dan mengambil output dari Beberapa yang termasuk dalam kategori ini misalnya jaringan komunikasi, jalan raya. Infrastruktur Jalan Menurut UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, jalan merupakan prasana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk pembangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu-lintas, yang berada di permukaan tanahdan atau air serta di atas Permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Apabila prasarana jalan rusak dan buruk alokasi sumber daya menjadi terhambat, pendistribusian faktor produksi, pembangunan industri, jasa dan barang pada akhirnya berpengaruh pada tingkat pendapatan (Wahyuni, 2. Infrastruktur jalan merupakan lokomotif untuk menggerakkan pembangunan ekonomi bukan hanya di perkotaan namun juga di pedesaan melalui proyek, infrastruktur dapat menciptakan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja di indonesia. Selain itu, infrastruktur jalan juga menjadi pilar menentukan kelancaran arus barang, jasa, manusia, uang dan informasi dari satu zona pasar ke zona pasar lainnya (Lek, 2. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi merupakan proses peruabahan kondisi perekonomian suatunegara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu(Wikipedia, 2. Pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan negatif (Robert Slow, 2. Dalam AuIlmu EkonomiAy tahun 1871 mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kemampuan jangka panjang untuk menyediakan barang ekonomi yang meningkat kepada masyarakat. Dalam definisi tersebut mempunyai tiga komponen penting yaitu. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus menerus persediaan barang, b. Teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan dalam menyediakan aneka macam barang kepada penduduk, c. Penggunaan teknologi secara luasdan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehinggainovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan secara tepat (Keusuma,2. KERANGKA KONSEPTUAL Keterkaitan infrastruktur dengan pertumbuhan ekonomi ditunjukkan dengan peningkatan output. Jika infrastruktur daerah dapat berkembang dengan baik maka akan merangsang pertumbuhan sektor-sektor yang ada di daerah tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Peningkatan ini diakibatkan karena mudahnya mobilitas faktor produksi yang terjadi antar daerah (Adisasmita, et. Dalam penelitian ini difokuskan pada infrastruktur ekonomi pembangunaan jalan Bawang-Dieng Kabupaten Batang. Peningkatan infrastruktur jalan Bawang-Dieng akan memberikan pengaruh kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini akan meningkatkan aktivitas produksi dari berbagai sektor. Gambar. Kerangka Pemikiran Sumber : Dari berbagai sumber dikembangkan, 2023 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Peneliti berusaha menggali, mengidentifikasi, menjelaskan dan meringkas berbagai kondisi yang berhubungan dengan dampak pembangunan infrastruktur jalan Bawang-Dieng terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bawang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui berbagai bentuk. Observasi Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan terhadap pola perilaku manusia dalam situasi tertentu. Arr Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan dialog langsung dengan sumber data. Dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara tidak berstruktur, dimana pedoman wawancara berdasarkan garis besar dengan pertimbangan informan mendapatkan kebebasan pikiran, pandangan secara natural. Dokumentasi Metode dokumentasi merupakan mencari data mengenai variabel atau hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, maupun laporan. Dalam penentuan dokumen maka dilakukan dari hasil wawancara melalui catatan pribadi penulis. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif yang dikorelasikan dengan analisis SWOT, alasan digunakannya metode deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan dan menafsirkan peristiwa atau situasi yang terjadi untuk keperluan sekarang (Freddy, 1. Adapun alasan digunakannya analis SWOT adalah didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Pembangunan Infrastruktur Jalan Bawang-Dieng Berdasarkan hasil observasi dan wawancara beberapa desa diruas jalan BawangDieng kecamatan Bawang adalah sebagai berikut : Informan pernah mendengar pembangunan infrastruktur jalan. Informan mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan BawangDieng adalah program pemerintah. Informan pmengatakan bahwa sebelum pembangunan pernah ada sosialisasi dan pemberitahuan pembangunan jalan kepada masyarakat. Informan mengatakan bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat di Dusun Sigemplong. Informan mengatakan bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap pertumbuhan desa di Kecamatan Bawang. Informan mengatakan bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Bawang. Informan Bawang-Dieng memperlancar aktivitas keseharian masyarakat di Kecamatan Bawang, khususnya di Dusun Sigemplong. Informan Bawang-Dieng meningkatkankunjungan wisata di Kecamatan Bawang. Informan mengatakan bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng dapat mempermudah arus pertanian masyarakat. Informan mengatakan bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng jika tidak ada pemeliharaan secara periodik akan menyebabkan kerusakan yang cepat terhadap jalan. Informan mengatakan bahwa retribusi pemakaian jalan Bawang-Dieng tidak dipergunakan dengan baik karena belum diterapkan aturan transportasi yang dapat melintas. Informan mengatakan bahwa desain rute jalan Bawang-Dieng terlalu curam dan berkelok kelok sehingga rawan kecelakaan. Implementasi Analisis SWOT Jalan Bawang-Dieng Berdasarkan hasil wawancara untuk mengetahui implementasi analisis SWOT dikorelasikan dengan bentuk tabel IFE Matrik (Internal Factor Evaluatio. dan EFE (External Factor Evaluatio. , dengan instrumen penentuan dan perhitungan faktor eksternal dan internal sebagai berikut : Bobot Nilai Rating Nilai Skor Nilai C 00 = Sangat Penting C 5 = Sangat Penting SN = BN. 75 = Penting C 4 = Penting SN : Skor Nilai BN : 50 = Standar 3 = Netral Bobot Nilai RN : Rating C 25 = Tidak Penting C 2 = Tidak Penting Nilai C 10 = Sangat TidakPenting C 1 = Sangat TidakPenting Sumber : (Rangkuti, 2. Tabel. Matrix Internal Factor Evaluation (IFE Matri. Faktor Internal Bobot Rating Skor Nilai Nilai Nilai Kekuatan (Strengt. Lahan jalan curam Terjadi kemacetan dan genangan air ketika hujan Pembangunan tidak sesuai waktu yang ditentukan Trotoar beralih fungsi untuk berjualan Belum tersedia rambu-rambu jalan Total Dukungan masyarakat terhadap pemerintah Distribusi dukungan finansial Pemicu pemerataan pembangunan daerah Lokasi strategis dengan daerah wisata Tersedia transportasi umum Kelemahan (Weaknes. Sumber : Penulis. Data Diolah (Juli 2. Tabel skor berjumlah 21,8 artinya bahwa pembangunan jalan Bawang-Dieng di atasrata-rata dalam keseluruhan kekuatan faktor internalnya. Tabel. Matrix External Factor Evaluation (EFE Matri. Faktor Eksternal Bobot Rating Skor Nilai Nilai Nilai Mempermudah arus pertanian Meningkatkan kunjungan wisata Menyingkat jarak tempuh antar kota Munculnya tren kawasan wisata baru Kesempatan bisnis masyarakat Banyak pesaing model wisata baru Belum ada pemeliharaan jalan secara periodik Rawan bencana longsor Peluang (Opportunit. Ancaman (Threat. Pemilihan rute jalan lain Penggunaan retribusi yang kurang baik Total Sumber : Penulis. Data Diolah (Juli 2. Total rata-rata tabel skor adalah 25,3 artinya bahwa pembangunan jalan Bawang- Dieng di atas rata-rata dalam upayanya untuk menjalankan strategi yang memanfaatkan peluang eksternal dan menghindari ancamannya. Tabel. Matriks SWOT Pembangunan Jalan Bawang-Dieng Strength (S) Dukungan EFAS IFAS Weakness (W) Lahan jalan curam Terjadi kemacetan dan terhadap pemerintah Distribusi dukungangenangan air ketika hujan Pembangunan tidaksesuai Pemicu pemerataanwaktu yang ditentukan pembangunan daerah Trotoar Lokasi strategis denganuntuk berjualan daerah wisata Belum tersedia rambu- Tersedia transportasi rambu jalan Opportunities (O) Strategi SO Strategi WO Mempermudah Pemerintah Penyediaan selalu umum 24jam Meningkatkan Membuat pos jaga jalandi kunjungan wisata mengembangkan potensi Menyingkat tempuh antar kota Munculnya kawasan wisata baru Kesempatan bisnis daerah curam yang rawan jarak b. Inovasi kawasan wisatakecelakaan ikon/ciri Menciptakan tren kearifan lokal arah jalan dari jalan rayakota Menciptakan permintaan penginapan sesuai standar Threats (T) Strategi ST Strategi WT Banyak pesaing modela. Mengembangkan wisata baru saing diluar Belum Meningkatkan Menyeleksi angkutan/transportasi umum yang digunakan pemeliharaan jalan secarapemeliharaan lingkungan ruteb. Perhatian Rawan bencana longsor lingkungan dan masyarakat Penyediaan tempat yangyang melintas Pemilihan rute jalan lain layak untuk berdagang c. diMemasangkan pinggir jalan dengan tidak alat/alarm menganggu pengguna jalan Penggunaan retribusidan memanfaatkan retribusiyang ada bagi yang yang kurang baik menggunakan jalan Sumber : Penulis. Data Diolah (Juli 2. Berdasarkan matriks SWOT tersebut, dapat dihasilkan alternatif strategis yang dapat diambil dari dampak pembangunan jalan Bawang-Dieng pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sebagai berikut : Strategi Strength-Opportunities Hal ini menjadi harapan dari sebuah pembangunan dengan cara menciptakan strategi dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkaan peluang yang ada. Adapun beberapa strategi dari pembangunan jalan Bawang-Dieng dalam memanfaatkaan kesempatan, yaitu : Pemerintah dan masyarakat selalu bekerjasama dalam mengembangkan Jalinan mengembangkan potensi yang ada dilingkungan tersebut, sehingga dapat memenuhi kebutuhanpasar. Pemerintah turut andil dalam hal juga agar mengetahui tingkat kenaikan pertumbuhan ekonomi masyarakat setelah adanya jalan Bawang-Dieng. Inovasi kawasan wisata dengan ikon/ciri khas kearifan lokal Pelaku bisnis diharapkan untuk membuat inovasi wisata yang berbeda dari daerah wisata lain serta menciptakan daerah wisata dengan memanfaatkan kondisi kearifan lokal daerah yang ada, dengan tujuan kunjungan wisata tetap stabil. Menciptakan permintaan penginapan sesuai standar Penyediaan jasa akomodasi penginapan yang sesuai standar dengan Jasa penginapan juga harus bekersama dengan online travel again agar dapat diakses dari jarak jauh. Strategi Weakness-Opportunities Strategi memanfaatkan peluang yang ada. Adapun strateginya yaitu : Penyediaan transportasi umum 24jam Transportasi umum ini memungkinkan untuk masyarakat setempat maupun wisata agar dapat lebih mudah mengakses jalan, karena tidak semua orang yang melintas dapat melewati jalan yang terjal dan curam. Sehingga adanya transportasi ini dapat meminimalisir adanya kecelakaan pengendara motor. Membuat pos jaga jalan di daerah curam yang rawan kecelakaan Adanya pos-pos ini untuk memberitahu atau aba-aba bagi pengendara yang akan melintas, karena jalur jalan Bawang-Dieng ini juga dilintasi oleh truk-truk angkutan besar. Menciptakan petunjuk arah jalan dari jalan raya kota Jalan Bawang-Dieng terletak di sebelah utara dari pusat jalan raya Bawang sehingga adanya petunjuk arah dari pusat keramaian ditujukan agar memudahkan pengendara untuk mencari jalan tembusan Dieng Banjarnegara tersebut. Strategi Strength-Threats Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang ada, antara lain yaitu : Mengembangkan daya saing diluar Menciptakan ataupun menyediakan jasa yang beranekaragam sesuai dengan desain serta ukuran potensi yang dimiliki, sehingga didapatkan kepuasan dan kenyamanan tersendiri atau sesuai keinganan pasar. Meningkatkan pemeliharaan lingkungan rute jalan Masyarakat dan pemerintah harus saling bekerjasama dalam penjagan pemeliharaan lingkungan jalan. Pihak pemerintah harus mengadakan pengecekan dan perawatan secara terperiodik agar jalan tetap terjaga, semisal ada jalan yang rusakpun cepat untuk teratasi dan diperbaiki. Penyediaan tempat berdagang dan pemanfaatan retribusi Peran pemerintah dalam hal ini harus memperhatikan aspek ekonomi masyarakat kecil dengan cara menyediakan tempat yang layak untuk berdagang di pinggir jalan tetapi hal tersebut tidak menganggu pengguna jalan yang melintas serta dapat memanfaatkan retribusi yang ada bagi yang menggunakan jalan tersebut. Strategi Weakness-Threats Strategi ini berusaha meminimalisir kelemahan yang ada, serta menghindari Adapun strategi tersebut adalah sebagai berikut : Menyeleksi jasa angkutan/transportasi umum yang digunakan Transportasi umum atau ojek sebaiknya dilakukan pengecekan tingkat keamanan dan kelayakannya terlebih dahulu, karena jalan Bawang-Dieng cukup curam dan berkelok-kelok sehingga memungkinkan kecelakaan terjadi juga karena model transportasi yang kurang memadai. Perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat yang melintas Lebih memperhatikan transportasi pribadi maupun umum, pejalan kaki serta petani-petani yang melintas pada jalanan Bawang-Dieng tersebut. Analisis SWOT Data Penelitian Jalan Bawang-Dieng Berdasarkan implementasi SWOT yang dilakukan dengan metode matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. dan EFE (External Factor Evaluatio. dapat disimpulkan bahwa, implementasi analisis SWOT pembangunan jalan Bawang-Dieng pada faktor internal yaitu posisi kekuatan . lebih besar apabila dibandingkan dengan keelemahan . serta posisi faktor eksternal peluang . yang lebih besar apabila dibandingkan dengan posisi ancaman . Dalam faktor internal bobot nilai Strength pada pembangunan jalan Bawang-Dieng sebesar 3,75 dan bobot nilai Weakness sebesar 3,55. Sedangkan pada faktor eksternal pembanguna jalan Bawang-Dieng memiliki bobot nilai Opportunities sebesar 4,25 dan posisi Threats memiliki nilai bobot sebesar 3,45. Berdasarkan bobot nilai tersebut, faktor internal dan eksternal menyatakan bahwa sebuah pemangunan yang baik adalah jika Peluang . lebih besar dibandingkan ancaman . dan apabila kekuatan . lebih besar dibandingkan kelemahan . begitu pula sebaliknya. Jadi, berdasarkan bobot nilai analisis SWOTtersebut di atas pembangunan jalan Bawang-Dieng termasuk sebuah pembangunan infrastruktur yang baik, karena faktor internal perusahaannya posisi Strengths memiliki bobot nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan Weaknesses dan pada faktor eksternal bobot nilai Opportunities juga lebih besar jika dibandingkan dengan bobot nilai Threats, sehingga dalam hal ini pembangunan infrastruktur jalan Bawang-Dieng SWOT, mengoptimalkan kembali implementasi analisis SWOT agar pembangunan jalan Bawang-Dieng lebih efektif efisien dan terjaga pemeliharaannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena kedua hal tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama Infrastruktur yang memadai akan membantu pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan daya saing potensi diberbagai sektor secara maksimal. Dilihat dari keluhan masyarakat sebelum adanya pembangunan yang ada yaitu masyarakat desa masih sangat sulit untuk menjual hasil pertanian dikarenakan jalan rusak, sempit dan tidak bisa dilalui transportasi dimana dulunya masyarakat membutuhkanjarak dan waktu tempuh yang tidak singkat serta kurangnya transportasi yang ada. Selain itu, wisatawan dan masyarakat luar yang ingin ke tempat daerah wisata tidak berminat untuk datang. Oleh karena itu, guna menunjang sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat, sejumlah perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan Bawang-Dieng mutlak diperlukan. Dari hasil analisis SWOT terdapat beberapa dampak positif dan negatif serta tercipta pula adanya strategi alternatif untuk meminimalisir kelemahan dan ancamannya. Dampak yang diterima masyarakat adalah meningkatnya perekonomian dengan adanya pembangunan dan perbaikan jalan yang membuat jarak danwaktu tempuh yang cepat, begitu halnya bagi para wisatawan cenderung semakin tertarik mengunjungi tempat-wisata yang ada di desa tersebut. Dalam nilai perspektif ekonomi islam pembangunan infrastruktur jalan Bawang- Dieng sesuai dengan hasil wawancara sudah menerapkan tiga orientasi pembangunan yaitu people oriented, masalahah oriented dan fallah oriented. Pembangunan dari program perencanaan pemerintah daerah kepada masyarakat ini diberikan pemerintah agar terciptanya ruang kota yang lebih nyaman, akses masyarakat yang melintas menjadi mudahsehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi yang stabil. Peran pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Batang sangat diharapkan. Beberapa di antaranya yaitu pemerintah perlu mengkaji ulang dasar kebijakan infrastruktur, selama ini yang lebih banyak dilaksanakan dengan indikator jumlah penduduk pada satu daerah serta nilai ekonomis dari proyek investasi tersebut. Dampak dari adanya pembangunan yang dinilai negatif dapat diminimalisir dengan cara memperhatikan aspek ekonomi masyarakat kecil. Selain itu perlu adanya dukungan dengan ketersediaan produk-produk sektoral, termasuk hadirnya view-view yang unik atau spesifik. Apalagi jalan Bawang-Dieng merupakan jalan dimana dikelilingi perbukitan dan banyak destinasi wisata favorit di Kecamatan Bawang. Artinya dengan infrastruktur yang semakin baik, semakin baik pula tingkat pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor. Dan perlu jugadilakukan pembangunan yang berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca atau bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian serupa atau dengan menggunakan variabel baru yang mendukung penelitian ini, sehingga penelitian ini dapat berkesinambungan. REFERENSI