Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Melalui Pelibatan Media Alam Dalam Pengembangan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini Ni Komang Theda Febrina Subagia1. Ni Made Ayu Suryaningsih2. Elizabeth Prima3 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan, dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya. Dalung. Kuta Utara. Bali. Indonesia 1,2,3 * thedafebrina@undhirabali. ABSTRAK Penulisan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan terkait pendekatan pembelajaran kontekstual melalui media alam dalam pengembangan kecerdasan naturalis anak usia dini. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan . ibrary researc. melalui pengumpulan data dengan cara memahami dan mengkaji teori-teori dari berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pembahasan terkait. Berdasarkan studi pustaka melalui berbagai literatur dan penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji perihal serupa dapat dinyatakan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual melalui pelibatan media alam dapat mengembangkan kecerdasan naturalis anak usia Pembelajaran kontekstual dengan melibatkan media alam dalam pembelajaran naturalis akan melibatkan anak secara aktif dalam proses pembelajaran, anak memperoleh pengetahuan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang melibatkan interaksi dengan lingkungan alam sekitarnya melalui proses eksplorasi dan observasi alam beserta dengan berbagai elemennya. Melalui upaya pengembangan kecerdasan naturalis pada anak usia dini dengan pendekatan pembelajaran kontekstual melalui media alam akan menghasilkan generasi penerus yang mencintai alam dan memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian alam dengan semua elemen yang ada. Kata Kunci: Anak_Usia_Dini Pembelajaran_Kontekstual. Media_Alam. Kecerdasan_Naturalis. Pendahuluan Hakikat dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah untuk membangun dasar kecerdasan dan keterampilan anak. Pendidikan Anak Usia Dini mencakup segala upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua didalam proses perawatan, pengasuhan, dan pendidikan anak. Hal ini terkait dengan menciptakan lingkungan dimana anak dapat bereksplorasi kembali dengan lingkungannya dan memanfaatkan seluruh potensi dan kecerdasan mereka (Sujiono et al. , 2. Salah satu kecerdasan yang perlu untuk dikembangkan adalah kecerdasan naturalis. Kecerdasan naturalis merupakan salah satu dari kecerdasan majemuk yang diidentifikasi oleh Howard Gardner dalam teorinya mengenai Multiple Intelligences. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Kecerdasan naturalis merupakan bagian dari kecerdasan jamak yang berkaitan dengan kepekaan dalam mengapresiasi alam dan lingkungan sekitarnya (Elyana & Linawati, 2. Kecerdasan naturalis terkait dengan kemampuan untuk memiliki hubungan dan menyesuaikan diri serta mencintai alam semesta, memiliki kepekaan terhadap fenomena alam, menunjukkan minat pada flora dan fauna, upaya menjaga dan merawat lingkungan sekitar serta peduli mengenai pencemaran lingkungan (Rahmatunnisa & Halimah, 2018 dalam Rohmah & Aulina, 2. Sehingga pengembangan kecerdasan naturalis pada anak usia dini berkaitan dengan kemampuan untuk mengamati, memahami, dan menghargai lingkungan alam yang berujung pada pembentukan sikap dan praktik baik untuk ikut serta menjaga dan melestarikan Memupuk sikap menghargai dan mencintai lingkungan pada anak usia dini menjadi hal penting yang perlu untuk senantiasa diasah. Semakin dini menanamkan sikap positif kepada anak terhadap upaya pelestarian lingkungan, maka akan semakin baik. Berdasarkan fenomena yang terjadi, saat ini tidak sedikit anak usia dini yang kurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya ialah pengaruh dari gaya hidup anak usia dini dalam era teknologi yang semakin canggih cenderung menghabiskan waktunya di depan layar gadget dibandingkan bermain di lingkungan alam. Minimnya interaksi terhadap lingkungan alam dapat menghambat perkembangan kecerdasan naturalis mereka, yang seharusnya berkembang secara optimal pada usia dini melalui aktivitas eksplorasi dan interaksi langsung dengan alam. Kesibukan serta minimnya kesadaran orang tua tentang pentingya bermain dengan alam menjadikan orangtua memilih memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan gadget dengan pengawasan waktu yang minim sehingga mengurangi kesempatan anak untuk bermain diluar ruangan dan mengeksplorasi alam sekitar. Terbatasnya waktu mengeksplorasi alam dalam pelaksanaan pembelajaran disekolah turut menjadi faktor penghambat kecerdasan naturalis pada anak usia dini. Dalam hal ini banyaknya program PAUD yang lebih berfokus pada aspek akademik dan kognitif saja, dan kurang menyeimbangkan pembelajaran dengan pengalaman langsung dengan alam. Padahal, mempelajari dengan cara melihat langsung melalui observasi, menganalisis, dan menghargai keanekaragaman hayati sangat penting untuk membentuk generasi yang peduli dan sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan ini dan membantu anakanak membangun hubungan emosional dan intelektual dengan lingkungan mereka, pembelajaran kontekstual yang melibatkan aktivitas yang menyenangkan dan aktif serta berintegrasi dengan alam sebagai media pembelajaran dapat diterapkan untuk mengembangkan kecerdasan naturalis anak usia dini. Pembelajaran menghubungkan pembelajaran dengan situasi, lingkungan, dan pengalaman yang nyata. Pembelajaran kontekstual adalah sistem pembelajaran yang Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 menghasilkan makna dengan mengaitkan muatan pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari (Nur Siami & Ridwan, 2. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual anak memperoleh pengetahuan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang melibatkan interaksi dengan lingkungan alam sekitar mereka. Pendekatan ini sesuai untuk dilaksanakan pada pembelajaran PAUD karena memungkinkan anak untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna, yang membantu mereka memahami apa yang mereka pelajari dan bagaimana proses mereka Pada konteks pengembangan kecerdasan naturalis anak usia dini, pembelajaran kontekstual membantu anak untuk mengeksplorasi dan berinteraksi langsung dengan alam. Pengalaman ini didapatkan melalui kegiatan pembelajaran di luar ruangan dengan mengobservasi hewan, tumbuhan, dan fenomena alam lainnya yang ditemukan di lingkungan alam Dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media belajar, siswa dapat berpartisipasi dalam aktivitas belajar yang lebih aktif dan interaktif, berpikir secara konkret, berkembang, menjadi lebih termotivasi, dan belajar dengan lebih efektif (Suyani et al. , 2. Oleh karena itu, penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual di lembaga PAUD sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasan naturalis anak usia dini. Pembelajaran ini dapat memperkaya pengalaman mereka dalam memahami dan mengembangkan kecerdasan alami serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dengan semua elemen yang ada. Metode Metode yang digunakan pada tulisan ini adalah studi kepustakaan . ibrary researc. Studi kepustakaan merupakan metode melalui aktivitas pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai sumber literatur yang berhubungan erat dengan penelitian tersebut (Adlini et al. , 2. Pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merekonstruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Metode analisis menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif. Bahan pustaka yang didapat dari berbagai referensi dianalisis secara kritis dan mendalam agar dapat mendukung proposisi dan gagasan. Hasil dan Pembahasan Anak usia dini adalah insan yang berada dalam tahap perkembangan yang kritis dan unik, dimana anak mengalami proses belajar yang cepat dalam berbagai aspek. Tahapan belajar pada anak usia dini mencakup proses perkembangan yang terjadi melalui eksplorasi, interaksi sosial, serta pengalaman langsung dengan kegiatan yang menyenangkan yang mereka Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 dapatkan dari lingkungan sekitar. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka pembelajaran di lembaga PAUD menekankan pada pengalaman bermain yang bermakna sebagai sarana belajar. Hal ini sejalan dengan karakteristik belajar pada anak usia dini dimana anak belajar dengan lebih mudah dari sesuatu yang bersifat nyata dan konkrit dan memiliki kaitan langsung dengan diri dan lingkungannya, dengan ini akan menimbulkan motivasi anak dalam proses pembelajaran sehingga mereka mampu untuk belajar berpikir logis, berpikir kritis, memecahkan masalah yang ditemukan dan menyampaikan alasan dan ide atas masalah tersebut, serta menemukan hubungan sebab-akibat dan menujukkan minat maupun kemampuan bereksplorasi dan mengobservasi (Utami, 2. Salah satu pendekatan yang sesuai untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran anak usia dini adalah pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual memberikan penekanan pada upaya bagaimana siswa terlibat untuk menemukan materi yang dipelajari dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata sehari-hari (Sanjaya, 2. Pendekatan pembelajaran kontekstual di PAUD adalah pendekatan pengajaran yang berfokus pada mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata Pendekatan ini diintegrasikan dengan ragam kegiatan bermain, eksplorasi, dan aktivitas langsung, yang dapat menimbulkan kesenangan serta keaktifan anak dalam proses pembelajaran. Pendekatan kontekstual pada PAUD dirancang untuk memungkinkan anak-anak untuk belajar dengan relevan dan bermakna melalui interaksi langsung dengan lingkungan mereka. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah anak akan belajar dengan lebih antusias dan efektif ketika materi pembelajaran yang diajarkan memiliki kaitan langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Proses belajar melalui pendekatan kontekstual pada anak tidak hanya menerima materi pelajaran dari penyampaian guru saja namun adanya proses mencari dan menemukan sendiri sehingga proses belajar menjadi bermakna (Nursarofah, 2. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual anak akan menjadi aktif dalam menggali kemampuan diri sebab anak antusias mempelajari konsep dengan sekaligus mengaitkannya dengan dunia nyata (Rusman, 2. Penerapan pembelajaran kontekstual di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikaitkan dengan upaya pengembangan kecerdasan naturalis pada anak menunjukkan relevansi yang signifikan. Pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk mengaitkan materi pembelajaran naturalis dengan kehidupan sehari-hari akan memberikan kesempatan pada anak untuk belajar berinteraksi langsung melalui kegiatan eksplorasi lingkungan alam sekitar Upaya ini dapat menjadi sarana untuk mengasah kepekaan anak terhadap lingkungan alam beserta segala elemennya, dan terlebih menumbuhkembangkan kepedulian dan sikap anak dalam upaya pelestarian Relevansi ini didukung oleh beberapa penelitian yang mengkaji tentang efektivitas pembelajaran kontekstual secara implisit, yang ditransformasikan melalui berbagai kegiatan nyata yang berbasis lingkungan dan media alam untuk mengembangkan kecerdasan naturalis anak. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh (Maryanti et ,2. dimana peningkatan kecerdasan naturalis dapat dilakukan melalui kegiatan kontekstual berbasis media alam yakni melalui kegiatan outing class. Pada metode ini, kegiatan yang dilakukan adalah eksplorasi dan observasi tumbuhan, hewan maupun lingkungan sekitar. Hasil yang didapat pada peneltian terhadap 15 orang anak adalah adanya peningkatan kecerdasan naturalis, dari Siklus I kecerdasan naturalis anak sebesar 70% dan disiklus II menjadi 82%. Dari hasil tersebut dinyatakan bahwa kegiatan berbasis media alam melalui outing class dapat meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia dini. Penelitian berikutnya yang merupakan penelitain dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan oleh (Kamil et al. , 2. pada penelitiannya terhadap 12 orang anak usia 5-6 tahun yakni melakukan upaya pengembangan kecerdasan naturalis melalui kegiatan Edu Farm. Anak diajak untuk berkunjung dan berkegiatan di kandang ternak sekitar rumah warga. Hasil dari penelitian ini ialah kegiatan Edu Farm dapat meningkatkan kecerdasan anak dan membangun pengetahuan anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan aktifitas interaktif. Penelitian dengan cakupan serupa yakni dilakukan pula oleh (Sari and KholisussaAodi, 2. pada penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap 25 orang anak TK B usia 5-6 tahun yang diajak melakukan pembelajaran naturalis berbasis media alam dinyatakan signifikan. Dimana hasil penelitiannya menunjukkan hasil uji t-test hitung menunjukkan nilai sebesar 2,064 maka berdasarkan taraf signifikan 5% ternyata besar angka batas penolakan hipotesis nol (H. yang dinyatakan dalam t-tabel distribusi 2,064 kenyataan ini menunjukkan bahwa t-test lebih besar dati t-tabel . ,388>2,. Penelitian lapangan dengan pendekatan kulitatif oleh (Dewi et al. , 2. yang melibatkan 16 orang anak TK B sebagai subjek penelitian menyatakan bahwa hubungan pembelajaran berbasis alam terhadap kecerdasan naturalis dinilai sangat kompeten dan baik. Hasil baik dari penelitian ini dikarenakan upaya sekolah yang senantiasa memfasilitasi dan membimbing kecerdasan naturalis anak melalui perencanaan pembelajaran yang diintegrasikan dengan media alam. Metode pembelajaran berbasis alam menjadikan anak lebih peka dan memahami hakikat menjaga kelestarian alam. Berdasarkan hasil dari kajian literatur dan didukung dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumya untuk mengukur efektifitas pembelajaran kontekstual yang secara spesifik dituangkan melalui pembelajaran berbasis media alam melalui berbagai kegiatan untuk mengembangkan kecerdasan naturalis anak maka dapat dinyakatan efektif. Melalui kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan motivasi bagi para pendidik dilembaga PAUD khususnya, untuk lebih kreatif dan inovatif lagi dalam memanfaatkan media alam sebagai sumber belajar bagi anak sebagai peserta didik khususnya dalam pembelajaran naturalis, karena segala sesuatu yang ada di alam dapat digunakan sebagai sumber belajar. Melakukan aktivitas belajar melalui alam lingkungan sekitar melalui kegiatan pengamatan maupun bermain mampu mengasah berbagai keterampilan dan kepekaan siswa, serta Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 mewujudkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dengan nuansa yang alamiah (Rifiyanti et al. , 2. Konsep pendidikan melalui lingkungan menjadi sarana yang cocok untuk mengembangkan kecerdasan naturalis karena dengan model ini anak belajar langsung pada lingkungan sekitarnya sehingga dapat mengenal dan memhami lingungannya secara mendalam (Wijaya & Dewi. Apabila pendidik di Lembaga PAUD telah mampu untuk aktif melibatkan media alam sebagai sumber belajar naturalis, maka tujuan untuk mengembangkan kecerdasan naturalis pada anak usia dini akan lebih mudah untuk dicapai. Anak dengan kecerdasan naturalis yang baik akan mempu menjaga dan memelihara lingkungan (Ulfah & Khoerunnisa, 2. Selain itu, kecerdasan naturalis membantu anak memahami kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan rasa empati terhadap makhluk hidup. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis memiliki perasaan peduli dan peka terhadap lingkungan sekitarnya, hal inilah yang menjadikan kecerdasan naturalis memiliki peran dan posisi yang penting dalam mengembangkan bakat dan minat anak sebagai individu yang berkarakteristik unik (Kamil et al. , 2. Pengembangan kecerdasan naturalis pada anak usia dini bukan hanya sekedar aktivitas tambahan, namun merupakan bagian penting dari pendidikan secara keseluruhan . , yang memiliki potensi untuk membentuk generasi yang lebih kreatif, bertanggung jawab, dan peka terhadap lingkungan. Anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang lebih sadar akan peran mereka dalam menjaga keseimbangan alam dan memiliki keterampilan penting untuk menghadapi tantangan masa depan melalui pengalaman belajar yang menyatu dengan alam. Simpulan Pendekatan pembelajaran kontekstual dengan melibatkan media alam menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam pembelajaran PAUD khususnya dalam pembelajaran naturalis untuk mengembangkan kecerdasan naturalis anak usia dini. Pendekatan pembelajaran kontekstual dengan melibatkan lingkungan alam memberikan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Dalam hal ini anak dilibatkan secara aktif untuk memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar. Pembelajaran kontekstual memberikan penekanan pada upaya bagaimana siswa dilibatkan aktif untuk menemukan materi yang dipelajari dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata sehari-hari. Dengan upaya ini tidak hanya meningkatkan kecerdasan anak terhadap alam tetapi juga membentuk kepribadian anak yang peduli terhadap alam. Anak-anak dapat belajar secara langsung tentang keanekaragaman hayati, memahami pola-pola alam, dan menumbukembangkan rasa tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan melalui aktivitas yang melibatkan alam dan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Daftar Rujukan Adlini. Dinda. Yulinda. Chotimah. , & Merliyana. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6. , 974Ae980. https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Dewi. Rachmi. , & Suandari. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Alam dalam Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Kelompok B KB Al Sabilillah Neglasari. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 13. , 101Ae122. https://doi. org/10. 31000/ceria. Elyana. , & Linawati. Peningkatan Kecerdasan Naturalis melalui Kegiatan Hijau Kebunku pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Annida Ya Fatimah Tayu Pati. Senta Cendikia, 5. , 42Ae47. Kamil. Narjis. Zahrah. , & Harahap. Outdoor Learning : Edu Farm Activity In Improving The Naturalistic Intelligence Of Early Children. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9. , 28Ae Maryanti. Kurniah. , & Yulidesni. Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Melalui Metode Pembelajaran Outing Class Pada Kelompok B TK Asyiyah X Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Potensia, 4. , 22Ae31. Nur Siami. , & Ridwan. Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual (Pada Anak RA Salafiyah Kalimas Kabupaten Pemalan. Al-Athfal, 2. , 18Ae35. https://doi. org/10. 58410/al-athfal. Nursarofah. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Merdeka Belajar. Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2. , 38Ae51. Rifiyanti. Dewi. Hidayat. , & Kristantini. Memotivasi Pembelajaran tentang Lingkungan Alam Sekitar bagi Anak Usia Dini di Wilayah Cibungbulang. Bogor. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 2. , 76Ae82. https://doi. org/10. 37640/japd. Rohmah. , & Aulina. Implementasi Pembelajaran Berwawasan Kemaritiman Terhadap Kecerdasan Naturalistik Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 7. , 1Ae https://doi. org/10. 36722/jaudhi. Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Guru. Rajawali Pers. Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi . st ed. Prenada Media. Sari. , & KholisussaAodi. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Alam Dalam Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Kelompok B di TK Daruttaqwa Srigangga Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya Tahun Pelajaran Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 9. , 29Ae35. https://doi. org/10. 33394/jtni. Sujiono. Nurani. , & Sujiono. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Indeks 76. Suyani. Astawan. , & Renda. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Discovery learning Berbasis Lingkungan Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 3. , 512Ae519. https://doi. org/10. 23887/jippg. Ulfah. , & Khoerunnisa. Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Inquiry Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini di Kabupaten Majalengka. Al-Athfal : Jurnal Pendidikan Anak, 4. , 31Ae https://doi. org/10. 14421/al-athfal. Utami. Pengaruh metode Pembelajaran Outing Class Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , 551Ae558. Wijaya. , & Dewi. Pengembangan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini melalui Model Pendidikan Lingkungan Unesco. Ideas: Jurnal Pendidikan. Sosial. Dan Budaya, 7. , 97Ae100. https://doi. org/10. 32884/ideas.