Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. Tantangan dan Strategi Tata kelola Limbah Sekunder di Rumah Sakit : Sebuah Kajian Literatur Challenges and Strategies of Secondary Waste Management Systems in Hospitals : A Literature Review Purwati1. Surahma Asti Mulasari1. Tri Wahyuni Sukesi1 Magister Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. Indonesia Email: 2407053005@webmail. ABSTRACT Although classified as non-hazardous, domestic solid waste in hospitals can become a source of environmental contamination and disease transmission if mismanaged. This review aims to evaluate the management systems of hospital domestic waste using a literature review approach. The method involved a systematic search through Publish or Perish software across databases such as Google Scholar. Scopus, and Semantic Scholar, covering studies from 2016 to 2024. Out of 285 articles retrieved, 10 met the inclusion Results showed that most hospitals practice basic waste segregation. recycling and reuse efforts remain suboptimal. Key determinants of effective waste management include staff training, institutional policies, and managerial support. conclusion, managing hospital domestic waste requires a context-sensitive approach involving institutional commitment, internal regulations, and external collaboration to promote environmental sustainability and quality healthcare services. Keywords : Hospital waste management, non-medical . solid waste, hospital, environmental sustainability, waste segregation. Literature review ABSTRAK Limbah padat non medis . rumah sakit, meskipun tidak tergolong berbahaya, dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan dan penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola limbah padat non medis . di rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan melibatkan pencarian artikel menggunakan software Publish or Perish dari database Google Scholar. Scopus, dan Semantic Scholar, dengan rentang tahun 2016Ae Dari 285 artikel yang ditemukan, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit telah menerapkan pemilahan limbah, namun praktik daur ulang dan pemanfaatan kembali masih belum optimal. Faktor-faktor kunci keberhasilan pengelolaan meliputi pelatihan SDM, kebijakan internal, dan dukungan Tata kelola limbah padat non medis . rumah sakit memerlukan pendekatan kontekstual, penguatan kebijakan, serta kolaborasi eksternal demi tercapainya keberlanjutan lingkungan dan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Tata kelola limbah rumah sakit, limbah padat non medis . , rumah sakit, keberlanjutan lingkungan, pemilahan limbah, tinjauan literatur Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. PENDAHULUAN Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan karena menghasilkan limbah. Limbah rumah sakit adalah segala limbah dari hasil kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang yang ada di rumah sakit. Berdasarkan Permenkes No. 7 tahun 2019 limbah rumah sakit terbagi dalam 3 jenis yakni limbah padat, limbah cair, dan limbah Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah padat medis dan non-medis . Limbah non medis . di rumah sakit sering disebut sebagai limbah sekunder karena limbah ini bukan bagian dari limbah medis . melainkan limbah pendukung yang volumnya cukup besar yaitu sekitar 70Ae 90 %. Menurut McDermott-Levy et al . sekitar 85% limbah padat sekunder yang berasal dari fasilitas kesehatan merupakan limbah umum yang menyerupai limbah rumah tangga dan tidak mengandung risiko/tidak berbahaya seperti makanan, kardus, dan Sekitar 10 Ae 25 % sisanya menimbulkan berbagai jenis dampak kesehatan karena dipandang berbahaya (Rant et al. , 2. Limbah padat B3 ataupun limbah padat medis adalah segala limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan medis, umumnya limbah padat B3 ini terdiri dari masker bekas, handscoon bekas, perban bekas, alat pelindung diri bekas, sisa makanan yang dikonsumsi pasien infeksius dan limbah yang dihasilkan kegiatan medis (Hasan et al. , 2. Limbah padat non medis . merupakan sampah padat yang dihasilkan bukan dari kegiatan medis melainkan dari kegiatan seperti kantor atau administrasi, unit perlengkapan, ruang tunggu, ruang inap, dan kegiatan non medis lainnya, adapun sampah/limbah yang dihasilkan umumnya berupa kaleng, kertas karton, kaleng, botol, sisa makanan dan lain-lain. (Malonda et al. , 2. Jenis limbah non medis . yang dihasilkan RS sebagian besar merupakan limbah yang dapat didaur ulang sehingga sebenarnya masih ada potensi untuk menekan limbah residu dengan sistem pemilahan yang tepat dan maksimal. (Bambang Ismuyanto. Limbah padat non medis . rumah sakit merupakan jenis limbah yang berasal dari aktivitas non klinis sehingga Limbah padat non medis . jika tidak dikelola dengan benar dapat menyebabkan sumber pencemaran lingkungan karena jumlahnya yang besar, selain itu apabila tidak dipilah limbah padat non medis . dapat bercampur dengan limbah padat medis infeksius kontaminasi silang dan menjadi sumber penularan penyakit . Limbah padat non medis . yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menurunkan kualitas layanan kesehatan, gangguan terhadap kesehatan manusia, gangguan genetic dan reproduksi, serta dapat sebagai tempat hidup vektor penyakit seperti lalat dan tikus. (Putri, 2. Sebaliknya apabila limbah non medis . dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat lebih karena hampir semua limbah non medis . rumah sakit dapat dimanfaatkan/didaur ulang dan mempunyai nilai ekonomis. Pemilahan awal menjadi kunci utama untuk proses selanjutnya. Jika limbah dipilah sejak dari sumber/penghasil, maka yang dihasilkan bukan lagi berupa limbah lagi tetapi berupa barang-barang yang bernilai ekonomi. (Iswanto, 2. Timbulan limbah padat non medis . yang cukup besar dengan jenis limbah yang sebagian besar dapat didaur ulang apabila dikelola dengan tepat tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan tetapi dapat memberi manfaat bagi rumah Penerapan manajemen pengolahan limbah ini dapat dimulai dari sumbernya dengan pemilahan/pemisahan hingga hasil akhir limbah setelah diolah. Manajemen diterapkan mulai dari sumber daya yang tersedia, proses pengelolaan limbah hingga evaluasi terhadap kegiatan pengolahan. (Adisasmito, 2. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. METODE Penulisan artikel ini dengan metode literature review, dimana penelusuran literatur menggunakan Publish or Perish software dalam database seperti. Google scholar. Scopus dan Semantic. Penelusuran dilakukan pada bulan Mei 2025, kata kunci utama yang dimasukkan kombinasi dari : AoIimbah padatAo OR Aosolid wasteAo AND Aorumah sakitAo OR hospitalAo. Artikel yang digunakan dalam bentuk full text secara gratis dan membahas tata kelola limbah padat di rumah sakit. Pencarian artikel dilakukan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan cakupan literatur yang lebih luas dan relevan. Artikel berbahasa Inggris mencakup penelitian global yang memiliki pendekatan, strategi, dan temuan yang beragam dari berbagai negara, sementara artikel berbahasa Indonesia mencerminkan konteks lokal yang lebih sesuai dengan kondisi sosial dan budaya di Indonesia. Kombinasi pemahaman yang lebih komprehensif Kriteria Population/Problem Intervention Comparation Outcome Study design Tahun terbit Bahasa terhadap tata kelola limbah padat non medis . di rumah sakit. Artikel dilakukan proses seleksi untuk memenuhi syarat kriteria inklusi yaitu artikel yang membahas tentang tata kelola limbah limbah padat non medis . di rumah sakit dengan desain studi penelitian kualitatif, diterbitkan antara tahun 2016 sampai 2024 dalam jurnal international dan nasional berbahasa inggris dan Indonesia. Kriteria eksklusi adalah judul tidak relevan, membahas topik tata kelola limbah non medis . tidak di rumah sakit, teks lengkap tidak tersedia dalam basis data elektronik dan duplikasi dari data artikel Protokol dan evaluasi dari Literature review menggunakan PRISMA checklist untuk menentukan penyeleksian studi yang telah ditemukan dan disesuaikan dengan tujuan dari Literature review ini (Page et al. Kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan PICOS framework, sebagai Tabel 1. Inklusi Dan Eksklusi Inklusi Eksklusi Artikel Internasional dan Artikel Internasional dan nasional dengan topik tata nasional tidak dengan topik kelola limbah non medis tata kelola limbah non medis . di rumah sakit . di rumah sakit Tidak menggunakan intervensi Tidak menggunakan intervensi Tidak ada Tidak ada Mengetahui tata kelola limbah Tidak mengetahui tata kelola non medis . di limbah non medis . di rumah sakit rumah sakit Penelitan kualitatif : open Tidak ada access research Sebelum 2016 atau sesudah Inggris dan Indonesia Selain Bahasa inggris dan Indonesia Total sebanyak 285 artikel dengan rincian dari Google scholar 200 artikel, dari Scopus 50 artikel dan dari Semantic scholar 35 artikel selanjutnya dilakukan penyaringan judul dan abstrak sehingga didapatkan sebanyak 45 artikel. Setelah penyaringan teks lengkap dan evaluasi lengkap didapatkan 35 artikel kemudian setelah proses seleksi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 10 artikel yang sepenuhnya memenuhi kriteria Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. Gambar 1. Alur Tahapan Seleksi Literatur HASIL Berdasarkan evaluasi kualitas artikel menggunakan pendekatan critical appraisal berbasis JBI Critical Appraisal Checklist (Joanna Briggs Institut. setiap artikel dinilai berdasarkan beberapa kriteria utama yaitu kejelasan tujuan dan pertanyaan penelitian, kesesuaian desain studi dengan tujuan penelitian, kualitas metodologi pengumpulan dan analisis data, kejelasan dalam pelaporan hasil, keandalan dan validitas kesimpulan, dan relevansi konteks lokasi studi dengan praktik pengelolaan Penilaian dilakukan menggunakan skala skor kualitatif yaitu : A Skor 8Ae10 = Kualitas Tinggi A Skor 6Ae7 = Kualitas Sedang A Skor O5 = Kualitas Rendah . idak dimasukkan dalam revie. Selain kualitas relevansi artikel terhadap fokus literature review juga dilakukan penilaian kriteria yaitu fokus utama membahas pengelolaan limbah padat non medis . di rumah sakit, studi dilakukan dalam setting rumah sakit bukan puskesmas atau fasilitas kesehatan lain, teks lengkap dapat diakses . pen acces. tersedia dalam bahasa Indonesia atau Inggris, tahun publikasi dalam rentang antara 2016Ae2024, dan relevansi temuan terhadap strategi pemilahan, daur ulang, pemanfaatan, dan kebijakan pengelolaan Berikut hasil evaluasi kualitas dan relevansi terhadap topik literatur review : Tabel 2. Hasil Evaluasi Kualitas Dan Relevansi Artikel Penulis (Tahu. Maulana . Skor Kualitas Kategori Tinggi Linardita . Tinggi Aziza . Oktrina . Wihelmina . Kausar . Suciyati . Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Purnami . Hangkiho . Astuty . Sedang Tinggi Tinggi Relevansi Topik Tinggi . embahas pemilahan & kendala daur ulan. Tinggi . emilahan dan isu pencampuran Tinggi . dministrasi & prosedu. Tinggi . ndikator regulas. Tinggi . erbandingan multirumah saki. Tinggi . esesuaian dengan Kepmenke. Tinggi . trategi SDM, sarpras, daur Tinggi . engumpulan & penyimpana. Tinggi . eduksi & reus. Tinggi . emilahan, transportasi, pembuangan akhi. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa 10 artikel yang dianalisis memiliki landasan metodologis yang cukup kuat dan sangat relevan dengan tema pengelolaan limbah padat non medis . rumah sakit. Mayoritas artikel berkontribusi dalam limbah padat non medis . baik dari aspek pemilahan awal hingga strategi lanjutan seperti daur ulang dan kebijakan rumah sakit. Namun demikian, masih terdapat kekurangan pada sebagian artikel, terutama dalam aspek data kuantitatif, analisis ekonomi limbah, serta pengukuran dampak lingkungan. Tabel 3. Evaluasi Tata Kelola Limbah Padat Non Medis (Domesti. di Rumah Sakit Penulis Utama & Judul (Maulana et al. Manajemen limbah padat RS Jogja (Linardita et al. Evaluation of Solid Waste Management System AoXAo Hospital. Cilegon Cit. Banten (Aziza 2. Evaluation of hospital waste among tertiarycare Menoufia Governorate. Egypt (Oktrina, 2. Evaluasi Sistem Pengelolaan Limbah Padat (Medis Dan Non Medis ) Rumah Sakit Teungku Pelukan Kabupaten Aceh Barat Day. (Wilhemina et al. Solid waste management in Negara Metodologi Temuan Utama Keterbatasan Rekomendasi Indonesia Deskriptif Belum dalam proses daur ulang Perlu pelibatan mitra daur ulang Indonesia Deskriptif Sudah pemilahan limbah padat non medis . proses daur ulang manfaat ekonomi Terdapat pemilahan limbah padat medis, non . , dan Limbah masih antar kategori Penegakan SOP pemilahan dan pelatihan Mesir Deskrptif Pengelolaan sudah mencakup dan pemilahan Sistem masih Monitoring Indonseia Deskrptif Kesesuaian 57,6% Banyak belum fokus pada limbah Evaluasi Ghana Crosectional Komposisi limbah relatif seragam. volume bervariasi Pengetahuan ada regulasi Edukasi Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. Obuasi Municipality Ghana (Kausar, (Evaluasi Pengelolaan limbah medis dan RSUD SIM Kabupaten Nagan Raya (Suciyati, 2. Analisis Strategi Pengelolaan Limbah Domestik di Rumah Sakit (Purnami, 2. Evaluasi Pengelolaan Sampah Padat Medis dan Non Medis Hasanudin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan (Hangkiho et al. Implementasi sampah domestik non medis RSUD Toto Kabila (Astuty et al. Analisis limbah di rumah sakit jiwa Prof Dr. Muhammad Idrem Medan Indonesia Deskriptif Kesesuaian 48,1%. Kepmenkes Tidak Sosialisasi manajemen RS Indonesia Deskriptif Indonesia Deskriptif Pemilahan dilakukan dengan ada strategi penguatan SDM dan sarpras Pemilahan, dan penyimpanan cukup sesuai Belum Masih Evaluasi bank sampah rumah sakit Perlu Indonesia Kualitatif Telah dilakukan Tidak tersedia data timbulan karena tidak Dokumentasi dan pencatatan volume limbah Indonesia Deskriptif Pemilahan limbah standar dengan Tidak ekonomis dan Tambahkan kajian dampak ke sistem mutu Dari sepuluh artikel tentang evaluasi tata kelola limbah padat non medis . di rumah sakit, semuanya sudah melakukan upaya pengelolaan limbah padat yang paling krusial di rumah sakit yaitu pemilahan antara limbah padat medis . dan non medis . Empat artikel yaitu Oktrina, wihelmina et al, kausar dan purnami masih fokus pada pemisahan limbah padat medis . dan limbah padat non medis . dan belum membahas mengenai pengelolaan . , sedangkan enam artikel yang lain sudah secara lebih detail melakukan upaya pengelolaan limbah padat lanjutan yaitu memisahkan limbah non medis . menjadi beberapa jenis untuk di daur ulang atau pemanfaatan kembali yaitu penelitian yang dilakukan oleh Muchsin et al. Linardita et al. Aziza et al. Suciyati. Hangkiho et al, dan Astuty et al. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. PEMBAHASAN Kajian menunjukkan variasi implementasi tata kelola limbah non medis . rumah sakit yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, kebijakan internal, dan kapasitas Perbandingan antara rumah sakit di Mesir. Ghana, dan Indonesia memberikan wawasan penting mengenai faktor-faktor efektivitas pengelolaan limbah. Mesir (Aziza et al. , 2. Rumah Mesir menunjukkan tata kelola limbah padat non medis . yang relatif baik, penyimpanan, dan dokumentasi yang sudah berjalan. Hal ini didukung oleh perangkat administrasi yang tertata dan adanya pengawasan regulatif yang cukup ketat. Meskipun sistemnya masih pentingnya aspek kelembagaan dalam mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan (Aziza et al. , 2020. Dang et al. , 2. Implikasi praktis: keberhasilan ini menunjukkan pentingnya dukungan regulasi yang kuat dan struktur manajerial rumah sakit yang tertib sebagai pondasi sistem pengelolaan limbah yang efektif (Dang et al. , 2. Ghana (Wilhemina et al. , 2. Studi Ghana kelemahan dalam tata kelola limbah padat non medis . di beberapa rumah sakit. Salah satu hambatan utama adalah minimnya pelatihan petugas kesehatan, tidak adanya kebijakan internal pengelolaan limbah, dan keterbatasan fasilitas Kondisi ini mengarah pada sistem yang tidak konsisten dan membahayakan kualitas lingkungan dan kesehatan (Wilhemina et al. , 2. Implikasi praktis: rumah sakit di Ghana sumber daya manusia (SDM) dan penerapan regulasi internal agar tercipta sistem yang lebih terstruktur. Sejalan dengan temuan Wafula et al . pelatihan memiliki pengaruh pengetahuan dan praktik manajemen limbah di fasilitas kesehatan. Indonesia (Berbagai Stud. Kualitas tata kelola limbah sangat bervariasi antar rumah sakit di Indonesia, rumah sakit seperti RS Jogja (Maulana et al. , 2. RSUD Dr. Soetomo (Suciyati, 2. RSUD Toto Kabila ((Hangkiho et al. , 2. dan RS Jiwa Prof. Dr. Idrem (Astuty et al. telah berhasil menerapkan sistem pemilahan, pewadahan, dan strategi daur ulang, yang didukung oleh SDM, manajemen, serta optimalisasi bank Namun untuk rumah sakit lain seperti RSUD SIM (Kausar, 2. dan RSTP Aceh Barat Daya (Oktrina, 2. menghadapi keterbatasan dalam hal anggaran, infrastruktur, serta tingkat kepatuhan terhadap regulasi seperti Kepmenkes No. 1204 Tahun 2004. Implikasi sebagian rumah sakit di Indonesia didukung oleh dukungan kebijakan lingkungan internal. Temuan ini sesuai dengan Eleyan et al . yang berkembang sangat bergantung pada struktur pendanaan dan kemampuan Perbedaan keberhasilan tata kelola limbah padat non medis . di negara-negara disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, termasuk infrastruktur, pelatihan SDM, kebijakan internal, dan anggaran. Penguatan keempat aspek ini secara menciptakan tata kelola limbah rumah sakit yang efektif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, jurnal-jurnal yang direview telah memberi gambaran awal mengenai bagaimana rumah sakit mulai mengelola limbah padat non medis . secara lebih sistematis. Namun masih diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, kuantitatif, serta intervensi berbasis kebijakan dan pendidikan untuk memastikan tata kelola limbah tidak hanya patuh regulasi, tetapi juga berdampak nyata terhadap lingkungan dan efisiensi rumah sakit. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. Berbagai tantangan yang dihadapi rumah sakit dalam tata kelola limbah padat non medis . , seperti kurangnya pengetahuan staf, infrastruktur yang tidak memadai, lemahnya pengawasan, dan pendekatan solusi yang kontekstual dan Beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh rumah sakit dengan keterbatasan tersebut antara lain: Peningkatan Pengetahuan Kompetensi Staf Solusi yang paling mendasar dan berdampak langsung adalah pelatihan staf secara rutin. Program pelatihan singkat berbasis modul standar WHO atau Kementerian Kesehatan dapat diberikan setiap enam bulan karena pelatihan secara signifikan dapat praktik staf dalam pengelolaan limbah padat medis dan non medis . (Wafula et al. , 2. Sebagai contoh RSUD Dr. Soetomo di Surabaya manajemen limbah berbasis SOP internal yang sederhana dan terbukti meningkatkan kepatuhan staf terhadap prosedur pemilahan limbah Optimalisasi Infrastruktur Sederhana Rumah sakit yang tidak memiliki tempat pemilahan limbah skala besar dapat menggunakan pendekatan lowcost dengan warna berbeda dan tempat penimbunan limbah sementara Eleyan et al . menyarankan penggunaan metode low-cost infrastructure, seperti pengumpulan lokal, sebagai langkah awal pengelolaan limbah di negara Sebagai contoh RS Jiwa Prof. Dr. Idrem di Medan mengandalkan kontainer berlabel warna untuk membedakan jenis limbah dan bekerja sama dengan DLH setempat untuk pengangkutan. Penguatan Kebijakan Internal dan SOP Rumah kebijakan internal sederhana terkait tata kelola limbah yang disesuaikan dengan kapasitas fasilitas masingmasing. SOP ini mencakup alur pemilahan, waktu pengangkutan, serta pelaporan timbulan limbah. Kebijakan ini akan menjadi pedoman tertulis yang mengikat seluruh unit kerja. Standar prosedur operasional yang disesuaikan meningkatkan konsistensi pelaksanaan (Dang et al. , 2. Kolaborasi dengan Pihak Ketiga Dalam situasi anggaran terbatas, rumah sakit dapat bekerja sama dengan sektor swasta atau LSM lokal untuk mendukung kegiatan daur ulang. Menurut Saad . bahwa integrasi komunitas dan kemitraan swasta dapat manajemen limbah di rumah sakit. Sebagai contoh yang berhasil adalah RS Hasanuddin Damrah Manna di Bengkulu Selatan yang menggandeng bank sampah komunitas dalam pengelolaan limbah non medis yang dapat didaur Pemanfaatan Teknologi Sederhana Pemanfaatan teknologi murah seperti aplikasi berbasis Excel atau Google Sheets untuk pencatatan dan pelaporan timbulan limbah dapat meningkatkan Hal diterapkan oleh beberapa rumah sakit di wilayah Jawa Tengah sebagai bagian dari audit lingkungan internal. Sistem mendukung pengawasan internal serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan (Sholihah et al. SIMPULAN Tata kelola limbah non medis . di rumah sakit merupakan aspek lingkungan dan efisiensi institusi pelayanan Berdasarkan hasil tinjauan terhadap 10 artikel, terdapat perbedaan signifikan dalam penerapan tata kelola limbah antar negara dan antar rumah sakit, yang dipengaruhi oleh faktor seperti infrastruktur, kapasitas SDM, kebijakan internal, dan alokasi anggaran. Rumah sakit di Mesir menunjukkan pencapaian lebih baik dalam aspek sistematisasi pengelolaan karena dukungan administratif dan regulasi yang kuat. Sebaliknya. Ghana menghadapi kendala serius terutama pada aspek pelatihan staf dan lemahnya Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 550-558 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Tantangan dan Strategi Tata Kelola LimbahA (Purwati. Surahma Asti Mulasari. Tri Wahyuni Sukes. kebijakan internal. Di Indonesia, capaian sangat bervariasi tergantung pada kesiapan manajemen rumah sakit, ketersediaan Tantangan infrastruktur, lemahnya pengawasan, dan rendahnya alokasi dana dapat diatasi melalui strategi-solusi kontekstual yang telah dibuktikan berhasil di beberapa rumah Solusi tersebut mencakup: pelatihan staf rutin berbasis SOP sederhana, low-cost, kolaborasi dengan pihak eksternal seperti pemanfaatan teknologi sederhana untuk pencatatan timbulan limbah. SARAN Dengan pendekatan yang terstruktur dan adaptif diharapkan rumah sakit dengan keterbatasan dapat mengelola limbah padat non medis . nya secara efektif. Keberhasilan komitmen manajerial yang kuat, kebijakan internal yang mendukung, serta kesadaran kolektif seluruh unsur organisasi rumah Pendekatan ini sejalan dengan prinsip berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan yang aman dan ramah lingkungan. Penelitian lebih lanjut dengan pendekatan kuantitatif diperlukan untuk mengukur efektivitas intervensi pengelolaan limbah non medis . di rumah sakit secara lebih lebih objektif. DAFTAR PUSTAKA