Karya Kesehatan Journal of Community Engagement https://jurnal. id/K2JCE Volume 05 | Nomor 02 | Desember | 2024 E-ISSN: 2964-8998 Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT Asshodiqiyah Semarang Sandy Christiono1. Rizki Amalina2. Seno Pradopo1. Savira Nurazky Yuniar4 Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Islam Sultan Agung Departemen Biologi Oral. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Islam Sultan Agung Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Islam Sultan Agung Korespodensi Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak. Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Jawa Tengah. Indonesia. Email: sandy@unissula. Kata Kunci: Evaluasi. Dokter Gigi Kecil. Kesehatan Gigi dan Mulut Keywords: Evaluation, little dentists, oral health Abstrak. Karies masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan kaderisasi dokter gigi kecil yang telah dilaksanakan setahun sebelumnya di SD IT Asshodiqiyah Semarang. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan gigi dan mulut melalui kuis interaktif, serta pemeriksaan kondisi gigi dan mulut siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta didik terhadap kesehatan gigi dan mulut cukup baik, dengan nilai rata-rata tinggi pada kuis teka-teki silang. Meskipun demikian, pemeriksaan intraoral masih menemukan masalah kesehatan gigi, seperti karies dan gigi yang perlu dicabut, yang menunjukkan perlunya penanganan lebih lanjut. Kader dokter gigi kecil yang terlibat dalam program ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi edukasi kepada teman sebaya, dengan metode peer teaching sebagai pendekatan Kerjasama antara sekolah, puskesmas, dan kader dokter gigi kecil menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Abstract. Tooth decay in children remains a significant health issue in Indonesia. This community service aimed to evaluate the success of little dentist training by measuring students' knowledge of oral health through an interactive quiz, as well as conducting an intraoral examination. The results showed that students had a good understanding of oral health, with high average scores in the crossword puzzle However, the intraoral examination revealed dental issues such as caries and teeth that needed extraction, indicating the need for further treatment. The little dentist involved in the program demonstrated good ability in delivering educational material to their peers, using peer teaching as the main approach. Collaboration between the school, public health center . , and small dental doctors is crucial for the success and sustainability of the School Dental Health Program (UKGS). K2JCE | VOLUME 05 | NOMOR 02 | DESEMBER . Sandy Christiono. Rizki Amalina. Seno Pradopo. Savira Nurazky Yuniar. Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT AsShodiqiyah Semarang Pendahuluan Rongga mulut berperan sebagai pintu utama bagi masuknya nutrisi ke dalam tubuh. Gangguan kesehatan pada rongga mulut, pertumbuhan, dapat memengaruhi nafsu makan dan menimbulkan dampak lain, seperti rasa nyeri yang menghambat aktivitas seharihari. (Gondivkar et al. , 2. Karies gigi tetap menjadi salah satu dari sepuluh besar penyakit yang paling umum di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi gangguan kesehatan rongga mulut di Indonesia mencapai 57,6%. Karies gigi pada anak menunjukkan prevalensi tertinggi, terutama pada kelompok usia sekolah dasar, dengan angka 67,3% pada anak usia 5-9 tahun dan 55,6% pada anak usia 10-14 (Kementerian Kesehatan RI, 2. Tingginya prevalensi karies ini memerlukan perhatian khusus sebagai bagian dari upaya meningkatkan status kesehatan dan gizi pada masa pertumbuhan. Kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan dan kebiasaan orang tua, lingkungan sekitar, serta akses terhadap layanan (Arti et al. , 2. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan menyikat gigi pada anak. Masa sekolah dasar dianggap sebagai periode yang tepat untuk mengembangkan keterampilan motorik anak, termasuk keterampilan menyikat Upaya kesehatan gigi dan mulut mencakup serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi, dan berkesinambungan masyarakat di bidang ini. lah satu inisiatif untuk mendukung peningkatan kesehatan gigi dan mulut anak adalah melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bagi seluruh siswa di sekolah binaan (Nordianiwati & Meysarah. Kementrian Kesehatan telah merancang program promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah melalui Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). (Kementerian Kesehatan RI, 2. Program ini dianggap paling efektif ketika ditargetkan kepada siswa sekolah dasar, karena perawatan kesehatan gigi perlu dimulai sejak K2JCE | VOLUME 05 | NOMOR 02 | DESEMBER . 4 dini dan dilakukan secara berkesinambungan agar dapat menjadi kebiasaan yang baik. UKGS merupakan salah satu program utama Puskesmas dalam lingkup Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan dalam program UKGS meliputi pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk siswa sekolah dasar, termasuk edukasi kesehatan gigi . ental health educatio. dan pemeriksaan gigi secara rutin. (Mardelita, 2. Tujuan UKGS adalah mencapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi siswa, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan layanan medis gigi bagi siswa yang Berdasarkan latar belakang tersebut, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan pengkaderan dokter gigi kecil di SD IT Asshodiqiyah Semarang yang telah berlangsung setahun sebelumnya. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari program pengkaderan dokter gigi kecil yang telah dilakukan sebelumnya. Pelaksanaan program ini mendapat izin resmi dari Universitas Islam Sultan Agung dan Yayasan AsShodiqiyah Semarang. Kegiatan berlangsung pada tanggal 19 Oktober 2024, melibatkan 25 peserta didik dari dua kelas, yaitu kelas 4 dan kelas 5 SD IT Asshodiqiyah. Media edukasi yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi buku saku berukuran A6 yang berisi materi kesehatan gigi dan mulut, permainan interaktif, serta habit tracker untuk memantau kebiasaan harian. Proses edukasi dilakukan secara interaktif melalui pengisian teka-teki silang. Buku saku yang dilengkapi dengan ilustrasi edukatif dibagikan kepada para siswa, dan mereka bersama kader dokter gigi kecil diminta untuk menjawab teka-teki berdasarkan isi buku. Setelah pengisian selesai, kader dokter gigi kecil diberikan kesempatan untuk menjelaskan ulang materi yang ada dalam buku saku dan membantu memeriksa jawaban tekateki silang dengan bimbingan dari tim pengabdian masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gigi peserta didik secara individual, yang disertai dengan edukasi personal terkait kesehatan gigi dan mulut. Sandy Christiono. Rizki Amalina. Seno Pradopo. Savira Nurazky Yuniar. Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT AsShodiqiyah Semarang Timeline Kegiatan: Tahap Persiapan . Ae15 Oktober 2. Perizinan kepada Universitas Islam Sultan Agung dan Yayasan AsShodiqiyah Semarang. Penyusunan buku saku, materi edukasi, serta permainan interaktif. Koordinasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. Tahap Pelaksanaan . Oktober 2. Pembukaan kegiatan oleh perwakilan sekolah dan tim pengabdian masyarakat. Pembagian buku saku dan pengarahan terkait pengisian teka-teki silang. Pelaksanaan pengisian teka-teki silang secara bersama-sama. Penjelasan ulang materi oleh kader dokter gigi kecil dan pengecekan jawaban. Pemeriksaan kesehatan gigi peserta didik secara individual, disertai edukasi personal terkait kesehatan gigi dan mulut. Pengumpulan data hasil pelaksanaan dan respons dari peserta didik. Tahap Evaluasi . Ae25 Oktober 2. Penyusunan laporan kegiatan untuk disampaikan kepada Universitas Islam Sultan Agung dan Yayasan AsShodiqiyah Semarang. Evaluasi akhir untuk perbaikan kegiatan di masa mendatang. Kelas Hasil Dan Pembahasan Evaluasi keberhasilan pelatihan dokter gigi kecil dilakukan melalui penilaian skor dari kuis interaktif berupa teka-teki silang dan observasi pada dokter gigi kecil. Materi dasar yang disampaikan dalam booklet mencakup berbagai pengetahuan mendasar mengenai kesehatan gigi, antara lain anatomi gigi dan mulut, faktor penyebab kerusakan gigi, cara pencegahan kerusakan gigi, langkah-langkah menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Metode penyuluhan dalam pelatihan ini dilakukan secara langsung kepada peserta dengan penjelasan lisan, penyampaian visual, serta demonstrasi praktik. Teknik komunikasi yang digunakan adalah teknik persuasi, yang dirancang untuk mendorong peserta memahami dan menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Jumlah total siswa yang terlibat sebanyak 25 peserta didik yang terdiri dari 11 . %) siswa laki laki dan 14 . %) siswi perempuan. Rentang usia responden adalah 10-12 tahun dengan mayoritas berusia 10 tahun . %). Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin Laki-laki Perempuan 12 . %) 13 . %) Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan usia Usia Jumlah <10 tahun 0 . %) 10 tahun 17 . %) 11 tahun 7 . %) 12 tahun 1 . %) 25 . %) Tabel 3. Hasil rata-rata skor pengisian teka-teki silang Kelas Rata-rata 95,00 98,67 Hasil skor pengisian teka-teki silang yang tercantum dalam Tabel 3, kedua kelas menunjukkan nilai rata-rata yang cukup tinggi, yaitu 95,00 untuk siswa kelas IV dan 98,67 K2JCE | VOLUME 05 | NOMOR 02 | DESEMBER . 4 untuk siswa kelas V. Hasil observasi tim pengabdian masyarakat juga menunjukkan bahwa kader dokter gigi kecil dapat menjelaskan materi yang telah diajarkan dengan Sandy Christiono. Rizki Amalina. Seno Pradopo. Savira Nurazky Yuniar. Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT AsShodiqiyah Semarang baik dan sesuai dengan isi buku. Namun, dalam pemeriksaan intraoral, masih ditemukan sejumlah karies, gigi sulung yang persisten, serta sisa akar gigi yang memerlukan Oleh karena itu, diperlukan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi kondisi tersebut pada siswa. Gambar 1. Pengisian teka-teki silang Gambar 2. Penjelasan oleh dokter gigi kecil Gambar 3. Pemeriksaan rongga mulut Berdasarkan pengabdian masyarakat, diketahui bahwa tingkat pengetahuan peserta didik di SD IT Asshodiqiyah Semarang mengenai kesehatan gigi dan mulut sudah memadai. Sumber daya manusia, dalam hal ini kader dokter gigi kecil, pihak sekolah, dan puskesmas, memainkan K2JCE | VOLUME 05 | NOMOR 02 | DESEMBER . 4 peran yang sangat penting dalam memastikan keberlanjutan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), sebagaimana yang dijelaskan dalam penelitian Tunggadewi . Dokter gigi kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria tertentu dan telah dilatih untuk melaksanakan sebagian upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan, baik untuk dirinya sendiri, teman, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Program dokter kecil merupakan bagian dari Usaha Kesehatan Sekolah dan Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan di sekolah. Tujuan dari program ini adalah agar siswa dapat menolong diri sendiri dan orang lain untuk hidup sehat, berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan gigi, serta mendukung guru, keluarga, dan masyarakat sekolah dalam menjalankan program kesehatan gigi sekolah. (Kementerian Kesehatan RI, 2. Kaderisasi dan monitorig terhadap kader dokter gigi kecil yang disertai pelatihan kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu upaya penting agar program UKGS di SD IT Asshodiqiyah dapat terus berjalan. Dalam pelaksanaannya, edukasi kesehatan gigi dan mulut lebih banyak menggunakan metode student-centered, yaitu tutorial teman sebaya . eer teachin. Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa dengan kriteria tertentu untuk berbagi pengetahuan dan (Febianti, 2. Keunggulan dari metode ini adalah menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman bagi siswa, baik karena hubungan yang lebih dekat antara sesama siswa maupun penggunaan bahasa yang lebih akrab. Selain itu, metode ini juga menuntut partisipasi aktif dari siswa dalam proses belajar. Penelitian Alwi . menunjukkan bahwa metode tutor teman sebaya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada pengabdian masyarakat sebelumnya, terdapat perubahan signifikan antara skor pre-test dan skor post-test sebelum dan setelah dilakukan edukasi oleh teman sebaya. Hal ini ditunjang dengana adanya media edukasi berupa booklet yang dibagikan. Booklet merupakan media edukasi yang dinilai efektif, mudah dibawa, (Hutasoit et al. , 2. Bagaray . juga menyebutkan media edukasi booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa. (Bagaray et al. , 2. Sandy Christiono. Rizki Amalina. Seno Pradopo. Savira Nurazky Yuniar. Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT AsShodiqiyah Semarang Menurut Notoatmodjo, belajar adalah yang telah didapatkan dapat dilaksanakan dan usaha untuk memperoleh hal-hal baru dalam menjadi kebiasaan baik, sehingga meningkatkan perilaku, mencakup pengetahuan, kecakapan, taraf kesehatan gigi dan mulut anak. keterampilan, dan nilai-nilai, yang semuanya Dengan Daftar Rujukan demikian, proses pembelajaran adalah suatu proses perubahan, di mana yang sebelumnya Gondivkar SM. Gadbail AR. Gondivkar tidak tahu menjadi tahu, dan yang awalnya RS. Sarode SC. Sarode GS. Patil S, et al. belum paham menjadi paham. (Notoatmodjo. Nutrition and oral health. Disease-a-Month 2. Pemberdayaan dokter gigi kecil sangat [Interne. :147Ae54. Available penting sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan penyakit gigi dan mulut, https://w. com/science/arti terutama pada anak. (Triani et al. , 2. Hal ini cle/pii/S0011502918301287 sejalan dengan penelitian Dadhinastitie et al. yang menyatakan bahwa pemberdayaan Kementerian Kesehatan RI. Laporan kader dokter kecil dalam kegiatan UKGS efektif Nasional Riskesdas 2018. meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan Arti DWK. Rahmah L. Sari IA. Annur AM, mulut pada anak usia sekolah dasar. (Kerent Lathifa OL. Edukasi Kesehatan Gigi-Mulut Thania Dadhinastitie et al. , 2. Penelitian Melalui Kegiatan UKGS dan UKGM di Farhan . juga menunjukkan hubungan Wilayah Kerja Puskemas Purwoyoso signifikan antara peran dokter kecil dalam Semarang. J Inov dan Pengabdi Masy program UKGS dan status kebersihan gigi dan Indones. :10Ae3. mulut murid. (Farhan & Liana, 2. Mengingat pentingnya program UKGS. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomer 89 Tahun 2015. keberlangsungan kegiatan tersebut agar taraf kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah Nordianiwati. Meysarah F. Analisis dasar, khususnya di SD IT Asshodiqiyah, dapat pelaksanaan program usaha kesehatan gigi Oleh karena itu, diperlukan sekolah ( UKGS ) di sekolah dasar negeri kerjasama yang baik antara pihak sekolah, puskesmas, dan kader dokter gigi kecil, serta 8. :1Ae13. tenaga medis dari UKS. Kementerian Kesehatan RI. Usaha Kesehatan Gigi Sekolah. Perpustakaan Simpulan Dan Saran Kementerian Kesehatan RI. 2 p. Berdasarkan pengabdian masyarakat di SD IT Asshodiqiyah Semarang, tingkat pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan gigi dan mulut sudah baik, yang tercermin dari skor tinggi pada kuis interaktif berupa teka-teki silang. Program dokter kecil terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Metode peer teaching yang diterapkan dalam pelatihan juga memberikan dampak positif, baik dari segi pemahaman materi maupun motivasi belajar siswa. Meskipun demikian, masih ditemukan masalah dalam pemeriksaan gigi, seperti adanya karies, persistensi, maupun keluhan sakit gigi yang menunjukkan perlunya penanganan lebih lanjut. Selain itu, perlu adanya peningkatan kerjasama antara puskesmas, sekolah, dan orang tua siswa agar pengetahuan K2JCE | VOLUME 05 | NOMOR 02 | DESEMBER . 4 Mardelita S. Pengaruh Pelatihan Dokter Kecil Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Murid di SD Negeri 24 Kota Banda Aceh. J Mutiara Kesehat Masy. :1Ae6. Febianti YN. Peer Teaching (Tutor Sebay. Sebagai Metode Pembelajaran Untuk Melatih Siswa Mengajar. Edunomic. Vol. 2(No. :hal. Hutasoit M. Trisetiyaningsih Y. Utami KD. Booklet Sebagai Media Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Booklet as Educational Media to Increase Teenage Girls Knowledge of Anemia. :137Ae41. Bagaray FEK. Wowor VNS. Mintjelungan CN. Perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart Sandy Christiono. Rizki Amalina. Seno Pradopo. Savira Nurazky Yuniar. Evaluasi Program Dokter Gigi Kecil dalam Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SD IT AsShodiqiyah Semarang kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado. J e-GiGi. :76Ae82. Kebersihan Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah. Media Publ Promosi Kesehat Indones. :2256Ae62. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. PT. Rineka Cipta. Farhan M. Liana WI. Relationship between the Role of Minor Doctors in the UKGS Program and the Status of Dental and Oral Hygiene in Students. Nasuwakes Sci Heal J [Interne. :148Ae54. Available from: http://ejournal. Triani M. Handayani FT. Kurniawan AA. Andini RF. Revitalisasi usaha kesehatan gigi sekolah . melalui pemberdayaan dokter gigi kecil di sd n 1 linggasari kecamatan kembaran. Pros Semin Nas. 472Ae80. Kerent Thania Dadhinastitie. Siti Asiyah. Wandi. Pemberdayaan AuDokter KecilAy pada Kegiatan UKGS terhadap Pengetahuan K2JCE | VOLUME 05 | NOMOR 02 | DESEMBER .