MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA PADA SISWA SMA DI KOTA KENDARI Factors Related To Adolescent Premarital Sex Behavior In High School Students In Kendari Andi Mauliyana Program Studi Kesehatan Masyarakat. STIKES Mandala Waluya Kendari . kesmas@gmail. com / 085288839. ABSTRAK Perilaku seks pranikah umumnya disebabkan oleh media informasi sehingga pernah menonton video porno, siswa tidak dapat mengontrol diri ketika sedang berpacaran berduaan, dan adanya pengaruh dari teman-teman sebaya yang sering berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja pada siswa SMA di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Kartika XX-2 Kendari. SMAN 1 Kendari dan SMAN 9 Kendari yang berjumlah 212 sehingga totalnya menjadi 610 siswa dengan jumlah sampel 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ada hubungan sedang antara media informasi dengan perilaku seks pranikah remaja (X 2 hitung = 13,418 > 3,. , ada hubungan sedang kontol diri dengan perilaku seks pranikah remaja (X 2hitung = 13,182 > 3,. , dan ada hubugan sedang pengaruh teman sebaya dengan perilaku seks pranikah remaja (X 2 hitung = 12,882 > 3,. Diharapkan kepada pihak SMA di Kota Kendari agar siswa diajarkan tentang mata pelajaran keagamaan dan kegiatan - kegiatan keagamaan, karena didalam kegiatannya terdapat banyak ilmu - ilmu yang bersifat positif sehingga siswa dapat mengerti dan paham tentang pentingnya perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja. Kata Kunci : Perilaku seks pranikah, media informasi, kontrol diri dan pengaruh teman sebaya ABSTRACT Premarital sexsual behavior is generally influenced by information media susch as porn videos, the inability to control them selves when dating somebody, and the influence of their peers who are often This research aimed to determine factors related to adolescent premarital sexsual behavior in high school in Kendari. This research was quantitative with a cross sectional study approarch, the population was 610 high school students consisting of 193 students of class XI of SMA Kartika XX-2 Kendari, 2015 students of class XI of SMAN 1 Kendari, and 212 students of class XI of SMAN 9 Kendari where 86 of them were taken as samples. The sampling technique used was proportional random sampling. The analyticaul method used was the Chi Square test and the Phi test. The results showed that there was a moderate correlation between information media and adolescent premarital sex behavior . cU 2 count = 13,418 > 3,. , there was a moderate correlation between self control and adolescent premarital sex behavior . cU 2 count = 13,182 > 3,. , and there was a moderate between the influence of peers and adolescent premarital sexsual behavior . cU 2 count = 12,882 > 3,. It is expected that the high schools in Kendari teach religious subjects and activities which contain many positive things and activities so that studens can understand the importance of premarital sex prevention behavior in adolescents. Keywords : Premarital sex behavior, information media, self control, the influence of peers MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 PENDAHULUAN Masa remaja adalah masa peralihan Indonesia, frekuensi abortus spontan di Indonesia adalah antara tahap anak dan dewasa. Masa remaja 10-15% ditandai dengan kematangan fisik, sosial, dan tahunnya atau 600. 000, sedangkan psikologis yang berhubungan langsung dengan abortus buatan sekitar 750. 000-1,5 juta setiap kepribadian, seksual, dan peran sosial remaja. tahunnya, 2500 orang diantaranya berakhir Remaja merupakan kelompok yang paling dengan kematian. 3 Menurut CDC (Center for rentan secara fisik terhadap infeksi. Meskipun Disease remaja sudah matang secara organ seksual, dilakukan pada beberapa orang pelajar SMA di tetapi emosi dan kepribadiannya masih labil US tahun 2015, sekitar 47,4% pelajar pernah karena masih mencari jati dirinya, sehingga Sekitar Contro. , 33,7% . exual lingkungan pergaulannya. Remaja cenderung hubungan seksual dalam 3 bulan terakhir, ingin tahu dan mencoba-coba apa yang 39,8% diantaranya tidak menggunakan kondom dilakukan oleh orang dewasa. saat melakukan hubungan seksual dan 76,7% Seksualitas juga berkembang dari anak - tidak menggunakan pil KB untuk mencegah Seksualitas kehamilan dimasa yang akan datang dan 15,3% diekspresikan dalam bentuk perilaku seksual. telah melakukan hubungan seksual dengan Dorongan seksual dapat dipengaruhi dengan empat orang atau lebih selama hidupnya. NAPZA, Survei yang dilakukan oleh SKRRI seksual, menonton film porno, melihat gambar (Survei Kesehatan Reproduksi Remaja porno, mendengar cerita porno, berduaan di Indonesi. tempat sepi. Kematangan fungsi seksual dapat prosentase wanita dan pria usia 15-24 tahun menimbulkan dorongan dan keinginan untuk yang belum kawin dan pernah melakukan pemuasan seksualnya dengan lawan jenis dalam bentuk pacaran atau percintaan. Dengan adanya wanitausia 15-19 tahun sebanyak 0. 9%, wanita usia 20-24 tahun 2,6%, sedangkan pada laki- bertemuuntuk bercumbu kadang remaja tersebut laki usia 15-19 tahun sebanyak 3,6% dan usia 20-24 tahun sebanyak 14,0%. Data dari BKKBN (Badan Kependudukan hubungan seksual. Di dunia terjadi 20 juta kasus abortus dan Keluarga Berencana Nasiona. Sulawesi setiap tahun dan 70. 000 wanita meninggal Tenggara, remaja di Kota Kendari baik pria karena abortus tiap tahunnya. Angka kejadian maupun wanita, masing-masing 71% dan 70% abortus di Asia Tenggara mengaku pernah mempunyai pacar. Umur MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 pertama kali mulai pacaran rata-rata di usia 15 pengetahuan, sikap, kepercayaan, religiusitas. Dari remaja yang pernah mempunyai kontrol diri dan persepsi, dan faktor pemungkin pacar, 74% pria dan 75% wanita saat ini antara lain media informasi baik cetak maupun mengaku masih mempunyai pacar. Data SDKI elektronik dan usia pertama pacaran serta faktor (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesi. penguat antara lain peranan keluarga, peran tahun 2016 di Kota Kendari mencatat 13,3% sekolah dan pengaruh teman sebaya. remaja usia 15-19 tahun yang di survei Hasil survey awal peneliti terdapat 5 mengaku melakukan hubungan seks pertama orang siswa SMA Kartika XX-2 Kendari, 5 kali pada usia 15 tahun. Pada tahun 2015, orang siswa SMAN 1 Kendari dan 5 orang BkkbN Sulawesi Tenggara mencatat 60% siswa SMAN 9 Kendari diperoleh hasil bahwa responden remaja yang di survei dan belum semua siswa pernah memiliki pengalaman menikah mengaku pernah melakukan aborsi, berpacaran dan semua siswa mengatakan baik disengaja maupun spontan . pernah melakukan perbuatan-perbutan perilaku seks pranikah seperti berpegangan tangan, diinginkan (KTD). mencium pipi, berpelukan, mencium bibir. Data yang diperoleh dari Polres Kota memegang buah dada di atas baju atau dibalik Kendari bahwa kasus aborsi pada tahun 2016 Wawancara juga menunjukkan bahwa sebanyak 8 kasus, kemudian pada tahun 2017 perilaku seks pranikah umumnya disebabkan meningkat menjadi 14 kasus dan tahun 2018 kembali meningkat menjadi 16 kasus aborsi menonton video porno baik sendiri maupun yang pernah ditangani oleh polisi. 8 Pada rentang bersama teman, siswa tidak dapat mengontrol waktu satu tahun, dampak yang muncul akibat diri ketika sedang berpacaran berduaan, dan dari seks pranikah semakin menunjukkan trend adanya pengaruh dari teman-teman sebaya yang yang memprihatinkan dari tahun ke tahun. Jumlah diagnosis Infeksi Menular Seksual pada menyebabkan siswa pernah melakukan seks usia remaja antara 15-24 tahun di Kota Kendari Hal tahun 2015 cukup tinggi yaitu sebanyak 223 Diketahui BAHAN DAN METODE pranikah pada remaja di Kota Kendari berada pada kondisi yang berisiko yaitu sebanyak 54,5%. Perilaku Penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional disebabkan oleh berbagai faktor yaitu faktor Study predisposisi, faktor pemungkin dan faktor dinamika korelasi antara faktor hubungan penguat dan faktor predisposisi antara lain dengan efek, menggunakan cara pendekatan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 observasi atau pengumpulan data sekaligus perilaku seks pranikah kemudian dari 44 Penelitian dilaksanakan pada bulan Agsutus 2019 di SMA terdapat 33 . %) responden Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini perilaku seks pranikah. Hasil uji statistik adalah seluruh siswa kelas XI SMA Kartika dengan menggunakan analisis Chi Square XX-2 Kendari. SMAN 1 Kendari dan SMAN 9 diperoleh nilai X2 hitung = 13,418 > nilai X2 Kendari yang berjumlah 610 siswa. Sampel tabel = 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 dalam penelitian ini berjumlah 86 responden. ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan Penarikan sampel yang di gunakan antara media informasi dengan perilaku seks teknik Proportional yang berisiko pranikah remaja pada siswa SMA di Kota Instrumen atau alat pengumpulan data dalam Kendari. Kemudian nilai Phi (I) = 0,418. Hal penelitian ini adalah kuesioner yang berisi ini menunjukkan adanya hubungan sedang. daftar pertanyaan tentang variabel independent Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Umur (Th. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Sumber : Data Primer, 2019 yang ada dalam penelitian serta dokumentasi dengan menggunakan kamera. Adapun uji statistik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square dan di lanjutkan dengan uji koefisien korelasi Phi. HASIL Hasil penelitian hubungan kontrol diri Tabel dengan perilaku seks pranikah dapat dilihat responden menurut jenis kelamin dan umur. pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 40 Untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 42 responden yang kontrol diri cukup terdapat 13 responden . ,5%) yang berisiko terhadap perempuan sebanyak 44 responden . ,2%). perilaku seks pranikah kemudian dari 46 Sedangkan untuk tingkat umur, responden yang kontrol diri kurang terdapat 34 terbanyak adalah umur 17 tahun yaitu sebanyak responden . ,9%) yang berisiko perilaku seks 75 responden . ,2%) dan yang terkecil adalah umur 16 tahun yaitu sebanyak 11 responden menggunakan analisis Chi Square diperoleh . ,8%). Hasil penelitian hubungan media nilai X2 hitung = 13,182 > nilai X2 tabel = informasi dengan perilaku seks pranikah dapat 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara 42 responden yang media informasi cukup kontrol diri dengan perilaku seks pranikah terdapat 14 responden . ,3%) yang berisiko remaja pada siswa SMA di Kota Kendari. ,8%), Hasil MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Kemudian nilai Phi (I) = 0,415. Hal ini perilaku seks pranikah. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan sedang. dengan menngunakan analisis Chi Square Hasil penelitian hubungan pengaruh diperoleh nilai X2 hitung = 12,882 > nilai X2 teman sebaya dengan perilaku seks pranikah tabel = 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 dapat dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan dari 36 responden pengaruh positif teman antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku sebaya terdapat 11 responden . ,6%) yang seks pranikah remaja pada siswa SMA di Kota berisiko perilaku seks pranikah kemudian dari Kendari. Kemudian nilai Phi (I) = 0,411. Hal 50 responden pengaruh negatif teman sebaya ini menunjukkan adanya hubungan sedang. terdapat 36 responden . %) yang berisiko Tabel 2. Hubungan Media Informasi. Kontrol Diri dan Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja Pada Siswa SMA Di Kota Kendari Variabel Perilaku Seks Pranikah Total X2 Tabel X2 Hitung Berisiko Tidak Phi (I) Berisiko Media Informasi 3,841 Cukup 13,418 Kurang I = 0,418 Kontrol Diri 3,841 Cukup 13,182 Kurang I = 0,415 Pengaruh Teman sebaya 3,841 Positif 12,882 Negatif I = 0,411 Sumber : Data Primer, 2019 mengumpulkan dan menyusun kembali sebuah PEMBAHASAN Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Sedangkan bermanfaat bagi penerima informasi. Dari 86 responden yang di teliti terdapat 42 responden . ,8%) dengan media informasi informasi adalah data yang sudah diolah menjadi cukup dan terdapat 44 responden . ,2%) suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan Responden yang memiliki media informasi bagi penerima dalam pengambilan keputusan, kurang disebabkan oleh responden pernah baik masa sekarang atau yang akan datang. mendapatkan informasi perilaku seksual melalui Media Poster, pernah mendapatkan informasi perilaku MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 seksual melalui Televisi, pernah mendapatkan informasi perilaku seksual melalui Handphone 11Adanya penyebaran media informasi dan dan pernah menontonVideo Porno. Dari 42 rangsangan seksual melalui media massa yaitu responden dengan media informasi cukup dengan adanya teknologi yang canggih seperti, terdapat 14 responden . ,3%) yang berisiko terhadap perilaku seks pranikah. Hal ini terjadi cenderung ingin tahu dan ingin mencoba-coba disebabkan oleh pengawasan yang lemah/kurang serta ingin meniru apa yang dilihat dan dari orang tua siswa tentang pergaulannya didengarnya, khususnya karena remaja pada sehingga siswa tersebut bebas bergaul dengan umumnya belum mengetahui masalah seksual teman-teman secara lengkap dari orang tuanya. Media cetak terpengaruh terhadap lingkungan pergaulannya. dan media elektronik merupakan media yang Akibatnya banyak siswa yang sudah pernah paling banyak dipakai sebagai penyebarluasan Selanjutnya terdapat 44 responden dengan media informasi kurang terdapat 11 remaja dipacu oleh paparan media massa yang Perkembangan Remaja Hal keinginan untuk bereksperimen dalam aktivitas disebabkan oleh responden tersebut lebih banyak Yang menentukan pengaruh tersebut mengembangkan bakat dan minatnya kearah hal- bukan frekuensinya tapi isu media massa itu hal yang bersifat positif daripada menggunakan . %) waktu luangnya untuk hal-hal yang sifatnya Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square negatif, sehingga ia tetap memiliki tindakan X2 hitung = 13,418 > nilai X2 tabel = 3,841. Hal pencegahan seks pranikah yang cukup walaupun ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha sering mendapat infomasi tentang perilaku diterima, artinya ada hubungan antara media seksual melalui media informasi. informasi dengan perilaku seks pranikah remaja Media sosial sebagai sarana untuk mencari pada siswa SMA di Kota Kendari. Kemudian nilai Phi (I) = 0,418. Hal ini menunjukkan dengan teman untuk membicarakan berbagai adanya hubungan sedang. Menurut peneliti bahwa media informasi merupakan salah faktor pendidikan formal maupun non formal dapat yang menyebabkan terjadinya perilaku sekskual pranikah pada remaja siswa SMA. Hal ini . mmediate impac. sehingga menghasilkan dibuktikan dalam penelitian ini dimana ada Informasi Majunya teknologi akan tersedia bermacam- perilaku seks pranikah remaja. Dengan demikian macam media massa yang dapat mempengaruhi semakin banyak remaja yang sering mendapat MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 infomasi seksual melalui media informasi maka, cukup terdapat 13 responden . ,5%) yang akan semakin meningkatkan risiko terjadinya berisiko terhadap perilaku seks pranikah. Hal ini perilaku seksual pranikah pada remaja. Hasil terjadi disebabkan oleh akibat lingkungan pergaulan responden yang kurang baik, dimana Wahyuningtias . responden sering bergaul dengan teman-teman Spearman rank menunjukkan nilai p value = remaja yang lebih tua darinya yang mempunyai 0,000,sehingga nilai p value 0,000 < = 0,05 pergaulan bebas sehingga memberi dampak bermakna ada hubungan penggunaan media yang kurang baik terhadap perilaku pencegahan dengan pengetahuan seks pranikah pada siswa. Selanjutnya dari 46 di SMA PGRI Talun responden yang memiliki kontrol diri kurang Hasil Blitar. terdapat 12 responden . ,1%) tidak berisiko Kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu Kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku meluangkan waktu kosongnya untuk kegiatan keagamaan seperti beribadah dan kegiatan- konsekuensi positif. Aspek-aspek dalam kontrol kegiatan keagamaan lainnya sehingga responden diri yaitu kemampuan mengontrol perilaku memiliki perilaku pencegahan seks pranikah impulsive, kemampuan mengontrol stimulus, yang kurang. terhadap perilaku seks pranikah. Hal ini terjadi kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau Remaja dan seks memang merupakan masalah yang paling kompleks dan memerlukan banyak pemikiran terutama bagaimana supaya Dari 86 responden yang di teliti terdapat remaja dapat mengontrol dorongan seks yang 40 responden . ,5%) yang memiliki kontrol ada bahkan dapat memahami dirinya sendiri diri cukup dan terdapat 46 responden . ,5%) sesuai dengan konsep diri mereka. Remaja yang yang memiliki kontrol diri kurang. Responden memiliki konsep diri positif akan menghasilkan yang memiliki kontrol diri kurang dikarenakan menurut responden boleh melakukan hubungan melakukan kontrol terhadap perilakunya sendiri. seks sebelum menikah asal suka sama suka. Sebaliknya, remaja yang memiliki konsep diri menonton film porno dapat menimbulkan rasa negatif cenderung menunjukkan perilaku yang penasaran dan mau melakukan hubungan seks, negatif pula. Ia cenderung sulit melakukan dan mengendalikan diri ketika terangsang dengan lawan jenis tidak perlu untuk dilakukan menghadapi suatu situasi tertentu. Dari 40 responden yang memiliki kontrol diri MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Hubungan antara kontrol diri dengan hubungan antara kontrol diri dengan perilaku perilaku seksual pada siswa ini disebabkan seks pranikah remaja. Dengan demikian semakin karena besarnya peranan penguasaan diri pada banyak remaja yang tidak dapat mengontrol diri siswa untuk mengendalikan diri dari pengaruh hal-hal perilaku seksual berhubungan dengan perilaku seks. Keterkaitan Hasil penelitian ini sejalan dengan antara kontrol diri dengan perilaku seks pada penelitian Dara . bahwa Hasil Spearman rank menunjukkan nilai p value = mengendalikan diri siswa berperan penting 0,000,sehingga nilai p value 0,000 < = 0,05 dalam menekan perilaku seksualnya. Perilaku bermakna ada hubungan kontrol diri dengan seks pada siswa dapat ditekan apabila terdapat kontrol diri yang baik. Siswa yang memiliki remaja di SMK N 1 Denpasar. kontrol diri baik mampu menahan atau mengen Teman sebaya . adalah anak-anak dalikan dorongan-dorongan seksual yang timbul atau remaja yang memiliki usia atau tingkat dari dalam dirinya. Rasa ingin tahu remaja yang kematangan yang kurang lebih sama. Teman sebaya merupakan individu atau kelompok pemahaman yang memadai tentang seksual satuan fungsi yang berpengaruh pada remaja. dapat mem perlemah kontrol dirinya. Hal ini Kelompok remaja memiliki kekhasan orientasi disebabkan siswa hanya ingin memuaskan rasa nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara ingin tahunya tanpa mempertimbangkan atau khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi remaja mempunyai peranan yang Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square X2 hitung = 13,182 > nilai X2 tabel = 3,841. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha memungkinkan remaja untuk mengembangkan diterima, artinya ada hubungan antara kontrol identitas dirinya. diri dengan perilaku seks pranikah remaja pada Dari 86 responden yang di teliti terdapat siswa SMA di Kota Kendari. Kemudian nilai Phi 36 responden . ,9%) yang memiliki pengaruh (I) = 0,415. Hal ini menunjukkan adanya teman sebaya positif dan terdapat 50 responden hubungan sedang. Menurut peneliti bahwa . ,1%) memiliki pengaruh teman sebaya kontrol diri merupakan salah faktor yang Responden yang dikategorikan memiliki pengaruh teman sebaya negatif dikarenakan pranikah pada remaja siswa SMA. Hal ini responden pernah saling bercerita tentang dibuktikan dalam penelitian ini dimana ada pengalaman menstruasi/mimpi basah dengan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 teman, teman responden pernah menceritakan membuat remaja harus melaksanakannya agar hal-hal yang mengandung unsur pornografi diakui sebagai anggota dalam kelompok. kepada responden, dan teman pernah mengajak Peranan kelompok teman sebaya bagi responden melihat gambar/video porno. Dari 36 remaja adalah memberikan kesempatan untuk responden yang memiliki pengaruh teman belajar tentang, bagaimana berinteraksi dengan sebaya positif terdapat 11 responden . ,6%) orang lain, mengontrol tingkah laku sosial, yang berisiko terhadap perilaku seks pranikah. mengembangkan keterampilan dan minat yang Hal ini terjadi disebabkan karena responden relevan dengan usianya, dan saling bertukar tidak menggunakan waktu luangnya dengan perasaan dan masalah. Kelompok teman sebaya baik, melainkan siswa menggunakanya ke hal- yang suasana hangat, menarik, dan tidak hal yang kurang positif, seperti memilih bermain eksploitatif dapat membantu remaja untuk game dan berkumpul bersama teman-temanya. memperoleh pemahaman tentang konsep diri. Selanjutnya dari 50 responden yang memiliki masalah, tujuan yang lebih jelas, perasaan pengaruh teman sebaya negatif terdapat 14 berharga, dan perasaan optimis tentang masa responden . %) yang tidak berisiko terhadap Peran lainnya adalah membantu remaja perilaku seks pranikah. Hal ini menunjukkan untuk memahami identitas diri . ati dir. sebagai bahwa walaupun responden sering berkumpul- suatu hal yang sangat penting, sebab tidak ada kumpul dengan teman sepergaulannya tertapi ia fase perkembangan lainnya yang kesadaran tidak terjerumus dalam perilaku seks pranikah identitas dirinya itu mudah berubah . idak pada remaja. Alasannya karena ia sering stabi. , kecuali masa remaja ini. beribadah kepada Tuhan dan meyakini bahwa Hasil uji statistik diperoleh nilai chi square tindakan seks pranikah adalah hal yang tidak X2 hitung = 12,882 > nilai X2 tabel = 3,841. Hal baik dan bertentangan dengan ajaran agama ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha yang dianutnya. diterima, artinya ada hubungan antara pengaruh Teman sebaya sangat berpengaruh pada teman sebaya dengan perilaku seks pranikah pergaulan remaja. Pengaruh dari teman sebaya remaja pada siswa SMA di Kota Kendari. bisa bersifat positif dan bisa bersifat negatif. Kemudian nilai Phi (I) = 0,411. Hal ini Pengaruh positif misalnya adanya dorongan Menurut peneliti bahwa pengaruh teman sebaya bergaul dengan orang-orang yang cerdas dan merupakan salah faktor yang menyebabkan Pengaruh negatif misalnya tuntutan terjadinya perilaku sekskual pranikah pada untuk berkencan dan berciuman, tuntutan untuk remaja siswa SMA. Hal ini dibuktikan dalam update dalam lain-lain. penelitian ini dimana ada hubungan antara Tuntutan dan tekanan dari teman sebaya pengaruh teman sebaya dengan perilaku seks MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Dengan responden sering mendapat perngaruh negatif e- ISSN: 2622-7762 selama penelitian, dan seluruh pihak atas motivasi dan dukungannya selama penelitian. meningkatkan risiko terjadinya perilaku seksual DAFTAR PUSTAKA