Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 27-32 EDUKASI PIJAT BAYI DAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI SAMARINDA Eka Frenty Hadiningsih1. Risnawati2 Sarjana Kebidanan. ITKES Wiyata Husada Samarinda e-mail: 1ekafrenty@itkeswhs. id, 2risnawati@itkeswhs. Abstrak Sistem layanan terhadap kesehatan anak di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Pemerintah memberikan edaran terkait pelaksanaan posyandu yang harus ditunda sebagai upaya mencegah penyebaran virus sehingga menyebabkan penurunan pengawasan terhadap tumbuh kembang serta rendahnya stimulasi yang tepat pada bayi balita yaitu usia 0-59 bulan. Untuk menurunkan kejadian gangguan/kelainan tumbuh kembang maka perlu dilakukan upaya stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang secara komprehensif dan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan. Sasaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan di Wilayah kota Samarinda dengan target jumlah peserta adalah 30 orang ibu dan 30 orang anak pada periode bulan November-Desember. Metode kegiatan yang digunakan dalam memberikan edukasi pijat bayi adalah dengan media video tutorial serta memperagakan langsung dan untuk kegiatan pemantauan tumbuh kembang dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap Berat Badan (BB). Panjang Badan (PB). Lingkar Lengan Atas (LILA), dan Lingkar Kepala (LIKA). Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan pematauan perkembangan dinilai dengan menggunakan formular KPSP . uesioner Pra Skrining Perkembanga. yang menilai kemampuan motoric kasar dan halus. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa pertumbuhan seluruh responden telah sesuai dengan usia, namun untuk perkembangan anak didapatkan 2 anak yang memiliki perkembangan meragukan. Kata kunci:Edukasi Pijat Bayi. Pertumbuhan. Perkembangan Abstract During the Covid-19 pandemic, the service system for children's health in Indonesia deteriorated. The government issued a circular regarding the implementation of the posyandu which had to be postponed as an effort to prevent the spread of the virus, causing a decrease in supervision of growth and development and the lack of proper stimulation for infants aged 0-59 months. reduce the prevalence of growth and development disorders, health workers must provide comprehensive and long-term stimulation and monitoring of growth and development. The target of this Community Service activity is mothers who have children aged 6-24 months in the Samarinda city area with the target number of participants being 30 mothers and 30 children in the November-December period. Baby massage education is provided through video tutorials as well as direct demonstrations, and activities for monitoring growth and development are carried out by measuring body weight, body length, upper arm circumference, and head circumference. Meanwhile, the implementation of developmental monitoring activities was assessed using the KPSP formula (Pre-Development Screening Questionnair. which assessed gross and fine motor The results of this activity revealed that all respondents' growth was age-appropriate, but two children's development was questionable. Keywords: Baby Massage Education. Growth. Development Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. PENDAHULUAN Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Sedangkan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan Bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Pelaksanaan perkembangan serta tata laksana gangguan Tumbuh Kembang Anak merupakan tanggung jawab dari pemerintah dan merupakan acuan bagi tenaga kesehatan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar/primer, kelompok profesi, tenaga pendidik, petugas lapangan Keluarga Berencana, petugas sosial yang terkait dengan pembinaan tumbuh kembang anak, organisasi profesi dan (Permenkes RI, 2. Pandemic Covid-19 yang mulai dienyebar sejak awal tahun 2020 diseluruh wilayah Indonesia termasuk di Samarinda telah memberikan dampak terhadap layanan kesehatan anak. Sebagai upaya Pemerintah memberikan edaran terkait pelaksanaan posyandu yang harus ditunda berdasarkan Surat Kementrian Dalam Negeri RI nomor: 094/1737/BPD tanggat 27 April 2020 tentang Operasional Posyandu dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19. Hal ini menyebabkan penurunan pengawasan terhadap tumbuh kembang sehingga jika anak tidak mendapatkan pengawasan serta stimulasi yang tepat terutama pada usia bayi balita yaitu usia 059 bulan dapat menimbulkan masalah terkait tumbuh kembang. Kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga dari bayi dan balita tentang bagaimana memberikan stimulasi terhadap pertumbuhan dan Halaman 27-32 terlambat mendapatkan penanganan jika ada gangguan atau kelainan selama masa pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pemantauan tumbuh kembang dengan cara deteksi dini tumbang dan memberikan edukasi salah satu cara untuk stimulasi tumbuh kembang anak yaitu dengan pijat bayi yang memilki banyak manfaat bagi anak usia 0-2 tahun. Pemberian edukasi tentang pijat bayi dapat memberikan manfaat terhadap tumbuh kembang dan meningkatkan imunitas tubuh sehingga anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan mengurangi risiko terhadap tertularnya suatu penyakit. Masyarakat banyak yang beranggapan bahwa penyebab utama gangguan pertumbuhan . adalah factor keturunan, akan tetapi actor keturunan hanya menyumbang sebesar 5% dari penyebab stunting sisanya adalah factor asupan gizi, pola asuh dan kondisi sanitasi lingkungan (Soedjatmiko, 2. Pemberian pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi dilakukan secara continue tidak hanya pada anak yang sehat tetapi juga dapat diterapkan pada anak yang Pijat mempengaruhi meknisme pertumbuhan karena pengaruh Beta endorphin, aktivitas nervus vagus yang mempengaruhi mekanisme penyerapan makanan, produksi serotonin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan pemijatan dapat mengubah gelombang pada otak anak sehingga memicu stimulasi terhdap kemampuan baik kogniti maupun motoric pada anak (Roesli. Berdasarkan urgensi permasalahan tumbuh kembang, pemberian edukasi merupakan upaya yang bisa diberikan untuk membantu mengatasi keresahan masyarakat yang mengalami kecemasan terhadap pemantauan tumbuh kembang dan pemberian stimulasi terhadap anak. Sehingga tujuan dari pelakasanaan Pengabdian Kepada Masayarakat ini adalah untuk melakukan pemantauan Tumbuh Kembang dan melakukan edukasi tentang Pijat Bayi pada bayi usia 6-24 bulan di Samarinda. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 27-32 METODE Kegiatan PkM akan dilaksanakan di wilayah kota Samarinda pada periode bulan November s/d Desember 2020. Sasaran kegiatan PkM ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan di wilayah kota Samarinda dengan jumlah target peserta adalah 30 orang ibu dan 30 orang anak. Metode kegiatan untuk pemberian edukasi adalah dengan media vidio tutorial serta memperagakan langsung. Alat dan bahan yang digunakan dalam edukasi pijat bayi adalah boneka, minyak telon/baby oil dan Sedangkan untuk pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang dilakukan dengan metode pengukuran langsung pertumbuhan dengan menilai Berat Badan (BB). Panjang Badan (PB). Lingkar Lengan Atas (LILA). Lingkar Kepala (LIKA) dengan panduan penilaian menggunakan Z-Score dan KMS anak. Penilaian kuesioner KPSP (Kuesioner Pra Skrinning Perkembanga. untuk usia anak 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 15 bulan, 18 bulan dan 24 Kegiatan pemantauan tumbuh kembang dilakukan sebanyak 1 kali dalam sebulan dan dilakukan selama 2 bulan. HASIL Kegiatan PkM yang dilaksanakan adalah memberikan edukasi pijat bayi dan pertumbuhan dan perkembangan anak. kegiatan ini berhasil dilaksanakan kepada 30 peserta ibu dan anak . sia 6 -23 bula. yang tersebar dibeberapa wilayah kota Samarinda sebagai berikut Tabel 1 Sebaran Lokasi dan Waktu Pelaksanaan PkM Tempat Waktu Jumlah Peserta Jl. Sentosa Jl. Wiraguna Dalam Jl. Cendana Jl. MT Haryono Kel. Air hitam . ilayah kerja PMB Nurhaida. Palaran Sempaja Suryanata 10 November 2020 10 November 2020 11 November 2020 12 November 2020 14 & 18 November 16 November 2020 14 November 2020 20 November 2020 3 orang ibu, 3 orang anak 2 orang ibu, 2 orang anak 4 orang ibu, 4 orang anak 4 orang ibu, 4 orang anak 11 orang ibu, 11 orang anak 4 orang ibu, 4 orang anak 1 orang ibu, 1 orang anak 1 orang ibu, 1 orang anak Sumber : Data Primer PkM . Pelaksanaan edukasi pijat bayi dilakukan dengan metode peragaan langsung dan juga menampilkan video tutorial dari sumber yang telah tersertifikasi. tekhnik pijat bayi yang diajarkan terdiri dari tekhnik pijatan pada kaki, dada, perut, tangan, wajah dan punggung. pelaksanaan peragaan pijat bayi adalah 30 sebelumnya peserta diberikan materi penyuluhan dengan ceramah tentang manfaat pijat bayi, tujuan dan waktu pelaksaan pijat bayi yang benar dilakukan pijatan pada bayi. Setelah kegiatan penyuluhan selesai dibagikan link youtube untuk video yang bisa dipelajari lagi selama dirumah untuk lebih meningkatkan kemampuan ibu dalam memperegakan pijat bayi langsung pada anaknya. Setelah mempraktikkan sertiap langkap pijat bayi yang diingat dengan media boneka dan atau pada anak secara langsung. pelaksanaan edukasi pijat bayi peserta . tampak antusias dalam memperhatikan detail prosedurnya serta memperagakan dengan cukup baik walaupun belum menghafal keseluruhan tekhniknya. Pemberian edukasi tentang pijat bayi dapat memberikan manfaat terhadap tumbuh kembang dan meningkatkan imunitas tubuh sehingga anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan mengurangi risiko terhadap tertularnya suatu penyakit. Masyarakat banyak yang beranggapan Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 27-32 pertumbuhan . adalah factor keturunan, akan tetapi actor keturunan hanya menyumbang sebesar 5% dari penyebab stunting sisanya adalah factor asupan gizi, pola asuh dan kndisi sanitasi lingkungan (Soedjatmiko, 2. Pemberian pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi dilakukan secara continue tidak hanya pada anak yang sehat tetapi juga dapat diterapkan pada anak yang sedang sakit. Pijat bayi dapat mempengaruhi meknisme pertumbuhan karena pengaruh Beta endorphin, aktivitas mekanisme penyerapan makanan, produksi serotonin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan pemijatan dapat mengubah gelombang pada otak anak sehingga memicu stimulasi terhdap kemampuan baik kogniti maupun motoric pada anak (Roesli, 2. Untuk kegiatan pemantauan tumbuh kembang dilakukan dengan cara melakukan pengukuran terhadap indicator petumbuhan yaitu (BB. PB. LIKA dan LILA) sedangkan untuk perkembangan anak dinilai dengan menggunakan formular KPSP. Berdasarkan hasil pemantauan KPSP didapatkan 2 anak masuk dalam kategori perkembangan Hal ini bermakna anak memiliki perkebangan tidak sesuai dengan umurnya. Namun berkelanjutan untuk menegakkan diagnosis gangguan perkembangan. Sebagai upaya untuk menstimulasi bisa dilakukan dengan melakukan pijat bayi yang rutin diberikan oleh orang tua karena pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi aktif yang bisa dilakukan sewaktu-waktu dan memberikan ikatan anatara ibu dan anak sehingga ibu menjadi lebih peduli dan terikat dengan Berikut adalah tabel hasil dari perkembangan anak usia 6-24 bulan : Tabel 3. Hasil Pengukuran Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Indikator Penilaian Minimum Maksimum Mean Jumlah N BB . TB (CM) LILA (CM) LIKA (CM) Status Perkembangan Sesuai (S) Meragukan (M) Penyimpangan (P) Sumber : Data Primer PkM . DOKUMENTASI KEGIATAN Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan (A) pemberian edukasi pijat bayi, (B) pengukuran TB dan BB bayi, (C) evaluasi pelaksanaan pijat bayi Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. RENCANA TINDAK LANJUT Pelaksanaan PkM dilaksanakan selama satu bulan dan dilakukan pemantauan berulang pada bulan berikutnya untuk menilai kembali status tumbuh kembang anak dan mengevaluasi kemampuan ibu dalam memberikan pijat bayi. Untuk tetap dapat membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan pada Anak kegiatan PkM berupa Pemantauan tumbuh kembang dan stimulasi tumbuh kembang dapat di laksanakan rutin setiap bulan sekali dengan target pelaksanaan pada daerah binaan ITKES WHS dengan melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaannya. SIMPULAN Edukasi Pijat Bayi dan Pemantauan Tumbuh Kembang dapat dilaksanakan dengan baik, berjalan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta . dapat memperagakan secara detail setiap Langkah atau prosedur pijat bayi yang dilakukan. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik terbukti dengan antusias dari peserta untuk memperhatikan peragaan pijat bayi dan pemantauan tumbuh kembang. Untuk pengembangan bisa memperluas target sasaran dan luas wilayah serta dilakukan secara periodik berkelanjutan setiap bulan sekali dengan kerjasama dengan Halaman 27-32 tenaga kesehatan di wilayah target sasaran. DAFTAR PUSTAKA