ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN KOTA BATAM Ibrahim1. Dino Gagah2. Nugreka Satya Azarine3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, ibrahim@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dinogagah@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, nugrekasatyaa@gmail. ABSTRACT Background: Placenta previa is a condition where the placenta implants in an abnormal place, where implants at the bottom of the uterus, blocking part or all of the birth canal. Cases of placenta previa are one of the causes of antepartum bleeding in pregnant women and not just a few cases of placenta previa causes maternal death. There are factors that causes the incidence of placenta previa, specifically age, and parity. The risk is increased in mothers aged >35 years and parity is more than 3 times. The purpose of this study was to determine the relationship between age and parity with the incidence of placenta previa at the Budi Kemuliaan Hospital in Batam City for the 2019-2020 period. Method: observasional analytic researcer with aproaching cross sectional that is done in obgyn polyclinic RSBK in Batam in 2019 Ae 2020 period. The technique of taking sample is purpossive samply with the number of samples are 86. The result of resorser analysed with frequency distribution, then examined with chi-square. Result: The results of the chi-square analysis for the relationship between age and placenta previa obtained p = 0. 001 where p is smaller than the significance level () = 5% . And for parity relationship with placenta previa, p = 0. <0. Conclussion: there is The Relationship Between Age And Parity With The Incidence Of Placenta Previa At Budi Kemuliaan Hospital In Batam City For 2019 Ae 2020 Period Keywords: Pregnancy. Parity. Placenta Previa ABSTRAK Latar Belakang: Plasenta Previa merupakan keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat yang abnormal yaitu pada bagian bawah Rahim sehingga menghalangi Sebagian atau seluruh jalan Kasus plasenta previa merupahan salah satu penyebab perdarahan antepartum pada ibu hamil dan tidak sedikit dari kasus plasenta previa meyebabkan kematian ibu. Ada faktor-faktor yang diduga berperan dalam kasus kejadian plasenta previa, yaitu faktor usia, dan paritas. Risikonya meningkat pada ibu yang berusia >35 tahun dan paritas yang lebih dari 3 kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Plasenta Previa Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam Periode Tahun 2019 Ae 2020. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Poli Kandungan RSBK Batam pada periode tahun 2019 Ae 2020. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, kemudian diuji dengan chisquare. Hasil: Hasil analisis chi-square untuk hubungan usia dengan plasenta previa didapatkan p= 0,001 dimana p lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi ()= 5% . Dan untuk hubungan paritas dengan plasenta previa didapatkan p= 0,002 . <0,. Simpulan: Terdapat Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Plasenta Previa Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam Periode Tahun 2019 Ae 2020. Kata Kunci: Kehamilan. Paritas. Plasenta Previa PENDAHULUAN Seorang wanita kelak akan mengalami kehamilan, kehamilan ialah serangkaian proses yang dialami wanita dimulai dari bertemunya antara sel telur dan sel sperma di ovarium Masa kehamilan dimulai pada masa Universitas Batam konsepsi sampai lahirnya janin. kehamilan pada umumnya ialah 280 hari ataupun 40 minggu atau 9 bulan 10 hari (Mose JC, 2. Kehamilan merupakan suatu peristiwa alamiah dan merupakan hal sangat diinginkan Page 24 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 setiap wanita, karena seorang wanita merasakan dirinya menjadi wanita yang sempurna ketika dirinya hamil hingga dirinya melahirkan seorang anak. Namun, setiap kehamilan butuh perhatian lebih karena memiliki beberapa resiko terhadap ibu dan janin yang dalam kandungan (Kurniawati & Triyawati, 2. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab kematian maternal, keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada bagian bawah rahim sehingga menghalangi sebagian atau seluruh jalan lahir. Kasus Plasenta previa merupakan salah satu dari tiga penyebab perdarahan antepartum pada ibu hamil. 80% pada kasus plasenta previa terjadi pada wanita yang multiparitas dan resikonya meningkat pada kehamilan pada ibu hamil yang berumur >35 tahun (Kim et al. Ibu dengan usia muda atau <20 tahun dan usia tua atau >35 tahun memiliki resiko lebih besar untuk mengalami kejadian plasenta previa (Kim et al. , 2. Menurut WHO kemungkinan terjadinya plasenta previa cukup Prevalensi plasenta previa di dunia pada tahun 2008, sekitar 458 dari 100. prevalensi plasenta previa pada tahun 2009, sekitar 320 dari 100. 000 kelahiran (Cresswell et al. , 2. Prevalensi plasenta previa tertinggi yaitu terdapat Pada wilayah Asia sebesar 0,64% (Cunningham et al. , 2. Indonesia pada tahun 2009 dilaporkan oleh beberapa peneliti berkisar antara 2,4-3,56% dari seluruh kehamilan sekitar 2 dari 250 kelahiran setiap tahun. Persentase frekuensi dari kasus plasenta previa totalis diperkirakan sekitar 37% dari keseluruhan jenis-jenis plasenta previa, frekuensi ini mencapai nilai tertinggi dari semua jenis plasenta previa, diantaranya tipe I plasenta previa 7%, tipe II plasenta previa 29%, tipe i plasenta previa 6 Penyebab kematian ibu di Indonesia adalah 25% perdarahan, 20% penyebab tidak langsung, 15% infeksi, 13% aborsi yang tidak aman, 12% eklampsi, 8% penyulit persalinan, dan 7% penyebab lainnya Plasenta previa merupakan salah satu penyebab perdarahan yang memberi konstribusi sekitar 3,5% dari seluruh kejadian perdarahan pada kehamilan trimester ketiga (Nasreen, 2. Penyebab Universitas Batam terjadinya plasenta previa belum diketahui dengan pasti. Namun, paritas ibu memiliki pengaruh yang besar terhadap tingginya angka kejadian plasenta previa (Trianingsih et al. Etiologi Frekuensi meningkat pada grande multipara, primigravida, bekas sectiosesarea, bekas aborsi, kelainan janin, dan leiomiomauteri (Trianingsih et al. , 2. Ibu yang mempunyai riwayat kuretase mempunyai peluang 3,407 kali mengalami plasenta previa dibandingkan ibu yang tidak memiliki riwayat kuretase (Astuti et al. , 2. Ibu yang memiliki resiko tinggi berisiko karena organ reproduksi ibu yang mengalami kelelahan terutama pada otot rahim yang sering Oleh karena itu, terjadinya atonia uteri pada saat persalinan berikutnya sangat besar karena otot rahim tidak mampu berkontraksi sehingga akan membahayakan nyawa ibu. Dan juga dengan terjadinya abortus yang lebih dari 3 kali atau lebih, maka kemungkinan besar akan terjadinya abortus berulang pada kehamilan berikutnya jika tidak diketahui penyebab terjadinya abortus, penyebab lainnya yaitu 2 kali partus prematurus atau lebih, dan penyebab dari kematian janin dalam kandungan atau disebut dengan kematian perinatal (Kurniawan & Maulina, 2. Dari Beberapa menunjukkan adanya hubungan antara usia, paritas dengan risiko terjadinya plasenta Risiko relative plasenta previa pada wanita multipara dibandingkan primigravida (Hartono, 2. Hasil penelitian tersebut juga Prawirohardjo (Prawirohardjo, 2. yang mengatakan bahwa wanita paritas tinggi mempunyai risiko yang tinggi mengalami plasenta previa, sedangkan wanita primipara mempunyai risiko lebih rendah. Plasenta previa lebih sering ditemukan pada wanita multipara, hal ini berkaitan juga dengan adanya proses endometrium (Prawirohardjo, 2. Menurut Penelitian Rambey pada tahun 2008 di RSUP Dr M. Djamil Padang, persentase pada tahun 2005-2006 ditemukan 2,53% kasus kejadian plasenta previa dari seluruh persalinan (Lestari & Misbah, 2. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Page 25 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 mengenai hubungan usia dan paritas dengan kejadian Plasenta Previa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam periode tahun 2019 Ae METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis studi analitik observasional dengan desain cross Populasi adalah keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi objek penelitian (Notoatmodjo. Populasi penelitian ini adalah Ibu hamil yang berusia <20 tahun dan >35 tahun di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam periode tahun 20192020. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan pada tahun 2019-2020 jumlah ibu bersalin yang berusia <20 dan >35 yaitu 110 Teknik sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik menggunakan rekam medis pasien, alat ukur yaitu status pasien yang tercatat di rekam Analisis menggunakan uji Chi-Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Usia Ibu Tabel 1 Distribusi Frekuensi berdasarkan kelompok usia Usia Ibu . Frekuensi . Presentase (%) <20 >35 Total Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil penilitian dari 86 sampel kasus sebesar 26,4% . yang berusia <20 tahun sedangkan untuk kategori >35 tahun terdapat 73,6% . Yang mana lebih banyak ibu yang melahirkan dalam kategori usia >35 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Paritas Ibu Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan kelompok paritas Paritas Frekuensi . Presentase (%) O3 Total Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 86 sampel kasus sebesar 34,5% . ibu ) yang memiliki paritas O3 dimana jumlahnya lebih sedikit untuk kategori ibu dengan paritas >3 terdapat 65,5 % . Analisis Bivariat Hubungan Usia Dengan Kejadian PlasentabPrevia Tabel 4 Hubungan Usia Dengan Kejadian Plasenta Previa Usia Ibu Plasenta Previa Total Plasenta Tidak Plasenta Previa Previa <20 >35 Total Universitas Batam p Value 0,001 Page 26 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Berdasarkan tabel 4 jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 87 Ibu yang berusia <20 tahun terdapat 23 ibu dimana 12 . ,2%) ibu yang mengalami kejadian plasenta previa dan 11 lainnya . ,8%) tidak mengalami plasenta previa. Sementara ibu yang berusia >35 tahun terdapat 64 ibu diantaranya 55 . ,9%) ibu mengalami kejadian plasenta previa dan 9 . ,1%) ibu tidak mengalami kejadian plasenta Dari uji chi square pada variabel independen usia menggunakan program komputer, dinyatakan hubungan yang bermakna dimana nilai p . = 0,001 angka tersebut menyatakan angka yang signifikan karena nilai p< = 5% . Ibu yang hamil dengan usia <20 dan >35 tahun sangat berisiko bagi kondisi kehamilan dan kesehatan ibu. Hal ini dikarenakan korpus luteum bereaksi lambat, dimana kondisi endometrium yang belum sempurna yang berada di fundus uteri belum siap untuk menerima implantasi dari plasenta sehingga pada saat kehamilan plasenta permukaannya yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan atau nutrisi untuk 2 Dan dengan semakin tua usia ibu kejadian ini disebabkan oleh adanya perubahan-perubahan pada pembuluh darag dimana terjadi sclerosis pembuluh darah arteri kecil dan arteriol miometrium maupun endometrium sehingga menjadikan vaskularisasi kehamilan kurang baik dan tidak adekuat ke plasenta sehingga plasenta permukaannya untuk mencukupi nutrisi 14 Hubungan semakin tinggi usia ibu hamil juga menjadikan kondisi endometrium yang menipis dikarenakan adanya penurunan fungsi fisiologi dan penurunan fungsi reproduksi, sehingga diperlukan perluasan plasenta untuk memberikan nutrisi pada janin. Dibawah atau lebih dari umur 20-35 tersebut akan berisiko besar untuk mengalami gangguan pada kehamilan, sehingga tempat plasenta berimplantasi abnormal yang dapat menyebabkan kejadian plasenta previa. Hubungan semakin tinggi usia ibu endometrium yang menipis dikarenakan adanya penurunan fungsi fisiologi dan penurunan fungsi reproduksi, sehingga diperlukan perluasan plasenta. Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta previa Tabel 5 Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa Plasenta Previa Total Paritas Plasenta Previa Tidak Plasenta Previa Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat dilihat dari tabel 5 dari 87 sampel kasus terdapat 17 . ,7%) ibu dengan paritas O3, sedangkan untuk paritas >3 terdapat 50 . ,7%) ibu yang mengalami plasenta previa. Menurut teori Summapraja . yang mengatakan bahwa plasenta previa 3 kali lebih sering terjadi pada wanita multipara daripada Paritas lebih dari satu mempertinggi Universitas Batam p Value 0,001 risiko terjadinya plasenta previa karena dalam kehamilan plasenta mencari tempat yang paling subur untuk berimplantasi. Pada kehamilan pertama fundus merupakan tempat yang subur dan tempat yang baik untuk bertambahnya frekuensi kehamilan kesuburan pada fundus akan semakin berkurang (Kurniawan & Maulina, 2. Page 27 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 JANUARI 2022 Ibu dengan paritas yang lebih dari 3 kali berperan dalam atrofi endometrium atau pelebaran pembuluh darah pada endometrium, atau dimana pada kejadian ini kondisi endometrium kurang baik yaitu semakin tinggi frekuensi kehamilan maka kesuburan pada fundus uteri akan semakin berkurang (Kurniawan & Maulina, 2. dikarenakan kehamilan yang berulang dapat menyebabkan vaskularisasi atau peredaran darah yang KESIMPULAN Didapatkan 26,4% melahirkan dengan usia <20 tahun, dan 73,6% ibu melahirkan dengan usia >35 Didapatkan 34,5% melahirkan dengan paritas O3, dan 65,5% ibu melahirkan dengan paritas >3. Sebagian besar ibu melahirkan dengan plasenta previa yaitu 77,0% , dan 23,0% ibu melahirkan tidak mengalami plasenta Ibu yang berusia >35 tahun yang berada di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam 2019 Ae 2020 mengalami plasenta previa lebih banyak yaitu 85,9%. Sebagian besar ibu melahirkan yang mengalami plasenta previa adalah ibu dengan paritas >3 yaitu 87,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam 2019 Ae 2020 yang menghasilkan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam 2019 Ae 2020 yang menghasilkan nilai p = 0,001. SARAN Disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kandungan secara berkala ke dokter obgyn dan konsultasi di masa sebelum kehamilan untuk menghindari kejadian plasenta previa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terimakasih kepada dr. Zulkarnain Edward. MS,Ph. D dan Nopri Esmiralda. Kes yang telah memberikan banyak bimbingan, dorongan motivasi dan masukan pada penelitian ini. Universitas Batam terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut inilah yang menyebabkan tidak adekuatnya peredaran darah ke plasenta sehingga plasenta menjadi lebih tipis dan mencangkup daerah uterus yang lebih luas dan berisiko menutupi OUI (Ostium Uteri Internu. yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin melalui tali plasenta (Kurniawan & Maulina. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada dr. Acholder TP Sirait. Sp. OG. Kes dan dr. Kasih Purwati. Kes yang telah memberikan masukan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA