Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Efektivitas Jaringan Komunikasi Kelompok Ibu Ae Ibu PKK Dalam Meningkatkan Partisipasi Pada Program Kelestarian Lingkungan di Kabupaten Lamongan Arinda Septarina Efendi. Rio Kurniawan Universitas Trunojoyo Madura (Ilmu Komunikasi. Jawa Timur. Indonesi. *Korespondensi : 220531100054@student. Abstrak Kelompok Ibu Ae Ibu PKK memiliki peran penting dalam menjalankan program kelestarian Namun keberhasilan program tersebut sangat bergantung terhadap jaringan komunikasi yang terjalin pada setiap anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis bentuk jaringan komunikasi yang terbentuk dalam kelompok ibu Ae ibu PKK pada program kelestarian lingkungan dan menganalisis aktor yang menempati posisi sentral dalam jaringan komunikasi yang difokuskan pada beberapa elemen yaitu Deggre Centrality. Betweennes Centrality. Clossness Centrality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif deskriptif dengan melibatkan 15 Responden yang merupakan anggota dari kelompok ibu Ae ibu PKK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan mengenai efektivitas jaringan komunikasi pada anggota ibu Ae ibu PKK dalam menjalankan program kelestarian lingkungan. Selain itu, penulis juga mengumpulkan data melalui observasi untuk mengamati pola komunikasi yang terjalin dalam anggota dan pengurus agar mendapatkan informasi terkait dinamika yang terjalin dalam kelompok Teknik analisis yang digunakan adalah Social Network Analysis (SNA) dengan bantuan aplikasi UCINET. Kata kunci: Jaringan Komunikasi. Kelestarian lingkungan. Kelompok ibu Ae ibu PKK Abstract The PKK women's group plays a crucial role in implementing environmental sustainability However, the success of these programs heavily relies on the communication network established among its members. This study aims to analyze the form of communication network formed within the PKK women's group in environmental sustainability programs and to identify the actors occupying central positions in the communication network, focusing on elements such as Degree Centrality. Betweenness Centrality, and Closeness Centrality. This study employs a descriptive quantitative approach involving 15 respondents who are members of the PKK women's Data collection techniques include questionnaires containing questions about the effectiveness of communication networks among PKK women's group members in implementing environmental sustainability programs. Additionally, the researcher collects data through observation to examine the communication patterns among members and administrators, providing insights into the dynamics within the group. The analysis technique used is Social Network Analysis (SNA) with the assistance of UCINET software. Keywords: Communication Network. Environmental Sustainability. PKK women's group Submit: Maretl 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 plastik, melakukan daur ulang, dan menghemat penggunaan sumber daya Partisipasi masyarakat dalam melestarikan lingkungan merupakan sebuah elemen penting untuk dapat mengurangi pencemearan lingkungan dan akan menciptakan keadaan yang bersih (Agusti & Wibawani, 2. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanapa bantuan dan kerja sama dengan individu lain. Kebutuhan manusia dapat dibedakan diantaranya adalah kebutuhan primer, kebutuhan skunder, kebutuhan tersier, selain hal itu kebutuhan manusia juga mencakup kebutuhan jasmani dan rohani (Hediyansah dkk. , 2. oleh sebab itu berinteraksi dengan sesama manusia lain mulai dari in-group, out-group dan lain Hal tersebut juga selaras dengan upaya manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih dan tidak tercemar. Melalui sebuah interaksi sosial, manusia akan saling mengingatkan satu sama lain, bekerja sama, dan berbagi tugas melalui kegiatan Di era moderen saat ini banyak sekali tantangan dalam melestarikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun ekstrenal. Faktor internal dapat mencakup tingkat pengetahuan, kesadaran individu dan budaya yang dianut oleh masyarakat Sedangkan faktor eksternal dapat keterbatasan dalam mengakses informasi dan keterbastasan lembaga atau menyebarkan informasi lingkungan untuk menjalankan program kelestarian keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat merasa memiliki rasa tanggung jawab kepada lingkungan dan dapat merasakan manfaatnya secara langsung dari keterlibatan mereka dalam proses tersebut (Fadli & Sazali, 2. Kerusakan lingkungan saat ini banyak terjadi akibat kelalaian manusia dalam menjaga dan melestarikan kerusakan lingkungan akan ekosistem yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan Melalui interaksi sosial, manusia akan memiliki kesadaran yang kolektif mengenai pentingnya menjaga alam sekitar. Dengan melakukan kolaborasi terhadap satu sama lain maka seorang individu akan mendukung dalam mengambil langkah langkah positif seperti mengurangi sampah Kelompok yang memiliki potensi Kelestarian Lingkungan Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga (PKK). Kelompok PKK memiliki tujuan dalam meningkatkan beberapa aspek, salah satunya adalah Kelestarian Lingkungan hidup. Selain hal tersebut PKK juga menjadi sebuah wadah yang efektif dalam menyampaikan program Kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan seperti penyuluhan yang terkoordinasi, khususnya di wilayah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pedesaan (Deccasari dkk. , 2. Dengan memanfaatkan struktur yang ada, anggota PKK mampu menggerakan masyarakat untuk ikut turut serta dalam menjaga lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat desa. Vol. 9 No. Mei 2025 baik adalah pondasi utama dalam menciptakan kelompok yang memiliki rasa solidaritas yang tinggi dan akan khususnya dalam menjaga Kelestarian lingkungan di tingkat desa. Dukungan dari partisipasi setiap anggota dan kesadaran secara kolektif dari seluruh anggota kelompok akan memberikan hasil yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis bentuk jaringan komunikasi yang terjalin dalam kelompok ibu Ae ibu PKK dalam meningkatkan partisipasi anggota pada program Kelestarian lingkungan dan menganalisis aktor yang menempati posisi sentral dalam jaringan komunikasi Degree ,Betweeness Centrality dan Closeness Centrality. Di kabupaten Lamongan, khususnya di Desa Dradah Blumbang, program Kelestarian Lingkungan yang dilakukan oleh ibu Ae ibu PKK sudah berjalan dan dilaksanakan dalam berbagai aspek tentang pentingnya menjaga lingkungan dan lain sebagainya. Anggota ibu Ae ibu PKK telah menjalankan komitmen yang sangat tinggi dalam melakukan program Program Kelestarian lingkungan yang dijalankan oleh ibu ibu PKK Desa radah blumbang telah menunjukkan sebuah komitmen yang kuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Hal tersebut juga tidak terlepas dari adanya jaringan komunikasi yang terbentuk pada setiap Keberhasilan melaksanakan program Kelestarian lingkungan sangatlah dipengaruhi oleh pembagian jadwal dengan terstruktur hingga melakukan evaluasi yang bisa diterima oleh seluruh anggota PKK. METODE PELAKSANAAN Penelitan Pendekatan penelitian yang mengkaji, menjelaskan dan menggambarkan suatu fenomena dengan data atau angka dengan apa adanya (Sulistyawati & Wahyudi. Pendekatan tersebut digunakan peneliti agar dapat mengukur efktivitas jaringan komunikasi dalam kelompok ibu Ae ibu PKK di Desa dradah blumbang Lamongan Terbentuknya jaringan komunikasi yang efektif akan memperkuat hubungan antar setiap aktor atau anggota dan akan memiliki rasa tanggungjawab bersama dalam menjalankan sebuah program ketika seorang anggota merasa bahwa pendapatnya di hargai dan dengar oleh anggota lain maka akan membuat tingkat partisipasi dan komitmen terhadap keberhasilan program yang semakin meningkat, hal tersebut akan menunjukan bahwa komunikasi yang pendekatan tersebut akan membantu komunikasi yang terjalin dalam anggota ibu Ae ibu PKK yang memiliki peran dalam keberhasilan program kelestarian lingkungan dan dapat mengetahui bagaimana jaringan komunikasi dapat keberhasilan program yang telah Populasi dalam penelitian ini Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) merupakan anggota ibu Ae ibu PKK yang ada di wilayah tersebut yang terdiri dari 15 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai efektivitas jaringan komunikasi dalam program kelestarian lingkungan. Selain itu, penulis juga mengumpulkan data melalui observasi untuk mengamati pola komunikasi yang terjalin dalam anggota dan pengurus agar mendapatkan informasi terkait dinamika yang terjalin dalam kelompok tersebut. Vol. 9 No. Mei 2025 mengetahui peran masing Ae masing aktor dan relasi dalam sebuah jaringan kelompok ibu Ae ibu PKK. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam sebuah kelompok. Analisis Jaringan komunikasi merupakan salah satu kunci untuk memahami pola hubungan antar aktor. Analisis jaringan komunikasi bertujuan untuk dapat memahami interaksi antar aktor dalam sebuah jaringan melalui gambaran (Dewantari. Visualisasi jaringan komunikasi yang terdapat pada penelitian ini merupakan gambaran secara menyeluruh mengenai relasi antar 15 aktor yang terlibat pada program kelestarian lingkungan serta memperlihatkan perbedaan mengenai tingkat keterlibatan masing Ae masing Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis jaringan sosial (SNA). Data yang didapat dari pengisian kuesioner akan dianalisis menggunakan aplikasi UCINET agar mengetahui struktur jaringan yang terdapat dalam anggota ibu Ae ibu PKK. Hasil analisis menggunakan aplikasi UCINET akan divisualkan dalam bentuk sosiogram untuk melihat pola interaksi yang terdapat dalam jaringan. Beberapa elemen yang akan dianalisis adalah sebagai berikut : Degree Centrality : Mengetahui anggota yang memiliki posisi atau peran sentral dalam sebuah Betweenness Centrality Menganlisis penghubung antar anggota lain di dalam jaringan komunikasi Closeness Centrality : Mengukur anggota PKK Gambar 1. Sosiogram Jaringan komunikasi ibu - ibu PKK aktor dalam sebuah jaringan. Analisis jaringan komunikasi yang terdapat pada gambar diatas merupakan pola relasi antar 15 aktor yang merupakan anggota ibu Ae ibu PKK dan terlibat pada program kelestarian lingkungan di Desa Dradah Blumbang. Simpul dalam jaringan tersebut disebut aktor atau individu, sedangkan garis penghubung antara simpul menunjukan adanya pola hubungan komunikasi di antara aktor atau individu. Berdasarkan hasil sosiogram diatas, jaringan komunikasi terpusat terhadap beberapa aktor yang memiliki konektivitas tinggi. Aktor 1 merupakan aktor yang menjadi pusat utama dalam struktur jaringan. Hal Diharapkan dari beberapa metode penelitian yang telah dipergunakan, keterlibatan anggota pada program Kelestarian lingkunagn dan dapat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) tersebut dapat dilihat dari jumlah dibandingkan dengan aktor yang lain. Vol. 9 No. Mei 2025 gambar sosiogram tersebut sebagian besar adalah bentuk jaringan yang terpusat dengan ketua kelompok yang memiliki peran utama dan sekretaris Dengan demikian, struktur jaringan komunikasi dalam anggota kelompok ibu Ae ibu PKK dalam program Kelestarian lingkungan di Desa Drdadah Blumbang cukup efektif dalam menjangkau sebagian besar anggota terutama peran ketua kelompok yang menjadi pusat informasi dan kordinasi. Aktor 1 memiliki relasi atau keterhubungan dengan seluruh aktor yang terdapat dalam jaringan. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktor 1 menyebarkan informasi dan membentuk koordinasi diantara anggota kelompok. Berdasarkan data lapangan, aktor 1 merupakan ketua kelompok ibu Ae ibu PKK, sehingga memiliki posisi yang sentral dan relevan dengan perananya dalam memimpin dan mengambil Selain aktor 1, aktor 2 juga memiliki tingkat konektivitas yang Berdasarkan lapangan, aktor 2 menjabat sebagai sekretaris kelompok ibu Ae ibu PKK. Peran aktor 2 dapat menjadi pendukung aliran komunikasi dan memperkuat relasi antar anggota karena dapat mengurangi ketergantungan pada satu aktor serta menciptakan alternatif jalur komunikasi yang lebih fleksibel. Namun menunjukan jaringan komunikasi yang cukup efektif diantaranya adalah aktor 3, aktor 4, aktor 5, aktor 6, aktor 7, aktor 8, aktor 9, aktor 10, aktor 11 dan aktor 12. Data lapangan menunjukkan bahwa aktor 3 menjabat sebagai bendahara kelompok PKK dan yang lainya adalah anggota PKK. Analisis Sentralitas (Degree Centralit. Tingkatan Untuk melihat dan memahami peran antar aktor dalam sebuah jaringan komunikasi, peneliti menggunakan analisis Degree Centrality. Analisis degree centrality bertujuan untuk dapat mengidentifikasi sejauh mana aktor dapat terhubung secara langsung dengan aktor yang lain dalam sebuah jaringan. hasil perhitungan degrre centrality pada masing Ae masing aktor dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Hasil Perhitungan Degree Centrality Namun sebaliknya, beberapa aktor lain seperti aktor 13, aktor 14, aktor 15 hanya terdapat koneksi yang terbatas dan sebagian besar hanya terhubung dengan Aktor tersebut merupakan anggota PKK yang posisinya dapat mengidentifikasi peran dan keterlibatan mereka yang cenderung pasif dalam proses komunikasi kelompok mengenai Kelestarian struktur jaringan komunikasi pada Nama Aktor Degree Ndegree Aktor 1 Ae 2 14,000 1,000 Aktor 3 Ae 12 11,000 0,786 Aktor 13 Ae 15 2,000 0,143 Mean 9,600 0,686 Network Centralization Index = 36, 26 % Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa Aktor 1 dan Aktor 2 memiliki nilai degree centrality tertinggi yaitu sebesar 14,000 dengan nilai normalized degree sebesar 1,000. Hal tersebut dapat mengindikasi bahwa aktor 1 dan aktor 2 memiliki peran sebagai pusat informasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 2. Hasil Perhatingan Closeness Centrality dalam menjalin hubungan langsung dengan hampir seluruh anggota yang terdapat dalam jaringan. Aktor 3 hingga Aktor 12 memiliki nilai degrre centrality sebesar 0,786. Meskipun aktor 3 hingga aktor 12 tidak menempati posisi sentral, mereka memiliki tingkat keterhubungan yang lumayan tinggi. Hal tersebut mengindikasi bahwa mereka masih cukup aktif terlibat dalam sebuah jaringan komunikasi. Nama Aktor Closeness Ncloseness Aktor 1 Ae 2 1,000 100,000 Aktor 3 Ae 12 0,842 82,353 Aktor 13 Ae 15 0,538 53,846 Mean 0,790 79,000 Network Centralization Index = 48,64 % Berdasarkan penjelesan tabel diatas. Aktor 1 dan Aktor 2 menunjukkan nilai Closeness Sebesar 1,000 dan Ncloseness sebesar 100,000. Hasil tabel menunjukkan bahwa kedua aktor tersebut berada dalam posisi yang komunikasi karena memiliki jarak paling pendek rata rata dengan seluruh aktor. Posisi tersebut akan membuat kedua aktor dapat dengan cepat menyebarkan informasi dengan efisien terhadap keseluruhan anggota. Namun sebaliknya. Aktor 13. Aktor 14. Aktor 15 memiliki nilai degree centrality yang tergolong rendah dibandingkan dengan aktor lain. Hal ini dapat dilihat dari nilai mereka yaitu sebesar 0,143. Hal ini dapat di identifikasi bahwa ketiga aktor tersebut berada dalam posisi yang kurang sentral pada jaringan dan hanya memiliki tingkat keterlibatan yang terbatas dalam pertukaran informasi maupun interaksi Network Centralization index sebesar 36,26% menunjukan bahwa struktur jaringan komunikasi dalam anggota ibu Ae ibu PKK cukup terpusat namun tidak terlalu Jadi dapat disimpulkan bahwa meskipun aktor 1 dan Aktor 2 memiliki peran sentral dalam jaringan, namun jaringan masih menunjukkan terdapat kontribusi yang relatif merata dari aktor lain untuk menjaga koordinasi. Analisis Sentralitas (Closeness Centralit. Vol. 9 No. Mei 2025 Terdapat beberapa aktor lain yang memiliki nilai Closeness yang relatif baik, diantaranya adalah aktor 3 hingga aktor 12. Aktor Ae aktor tersebut menunjukkan nilai yang cukup baik dan relatif sama yaitu sebesar 0,834. Hal tersebut berarti bahwa mereka juga berada dalam posisi yang cuukup strategis dan dekat dengan aktor lain dalam jaringan walaupun tidak secara dominan seperti aktor 1 dan aktor 2. Kedekatan Sementara itu, terdapat tiga aktor yang memiliki nilai closeness sebesar 0,538 yaitu aktor 13, aktor 14 dan aktor Hal tersebut menunjukkan bahwa ketiga aktor tersebut memerlukan banyak koreksi untuk dapat menjangkau dan dijangkau oleh aktor lain dalam jaringan agar lebih aktif dalam melakukan kontribusi. Selain itu, hasil Network Centralization Index sebesar 48,64% menunjukkan kedekatan yang Dalam penelitian ini. Analisis (Closeness Centralit. menganalisis tingkat kedekatan setiap aktor dalam sebuah jaringan komunikasi. Hasil anlisis sentralitas kedekatan 15 anggota ibu Ae ibu PKK dalam program Kelestarian lingkungan dapat dilihat pada tabel berikut : Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) relatif baik dan memiliki tingkat sentralitas sedang. Meskipun terdapat dua aktor yang cukup sentral, jaringan tidak sepenuhnya bergantung pada satu titik pusat, melainkan masih memiliki distribusi peran komunikas yang cukup koordinasi sangat bergantung terhadap kedua aktor tersebut. Hasil Network Centralization Index sebesar 16,84% dapat mengidentifikasi bahwa struktur jaringan tidak sepenuhnya terspusat terhadap satu aktor saja, namun terdapat sebuah kecendurungan bahwa sebagian besar komunikasi masih memiliki fokus pada aktor Ae aktor tertentu. Oleh karena itu, aktor 1 dan aktor 2 harus secara aktif dalam membentuk koordinasi dan menggerakkan semua anggota untuk dapat berpartisipasi aktif dalam program yang dijalankan. Analisis Sentralitas Keperantaraan (Betweenness Centralit. Analisis Sentralitas Keperantaraan (Betweeness Centralit. bertujuan untuk dapat mengetahui aktor Ae aktor yang berperan sebagai perantara dalam jaringan komunikasi. Hasil analisis Betweeness Centrality disajikan dalam tabel berikut. Betweenne Nbetweenn Aktor 1 16,500 18,132 Aktor 2 16,500 18,123 Mean 2,200 2,418 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis jaringan komunikasi yang terbentuk dalam anggota ibu Ae ibu PKK pada pogram Kelestarian lingkungan di Desa Dradah Blumbang Kabupaten lamongan, dapat disimpulkan bahwa jaringan komunikasi karakteristik yang relatif terpusat. Hal tersebut ditandai dengan adanya peran dua aktor yang memiliki peran sentral dalam melakukan penyebaran informasi, menghubungkan antar anggota dan membentuk koordinasi. Kedua aktor tersebut adalah aktor 1 . etua PKK) dan aktor 2 . ekretaris PKK). Hal tersebut dapat dilihat dari nilai Degree Centrality. Closeness Centrality dan Betweenness Centrality yang cukup efektif yang dimiliki oleh kedua aktor Tabel 3. Hasil Perhatingan Betweenness Centrality Nama Aktor Vol. 9 No. Mei 2025 Network Centralization Index = 16,84% Berdasarkan Betweenness Centrality menunjukkan bahwa terdapat dua aktor yaitu aktor 1 dan aktor 2 yang memiliki nilai Betweenness Centrality tertinggi. Masing Ae masing memiliki nilai Betweenness sebesar 16,500 dan Nbetweeness sebesar 18,123. Dengan adanya dua aktor yang memiliki nilai Betweenness Centrality yang tinggi, menunjukkan bahwa kedua aktor tersebut menempati posisi yang sangat strategis dalam jaringan komunikasi yang terbentuk. Kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Keterlibatan aktor sentral sebagai pendorong atas tersebntuknya interaksi menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dan merata. melalui pemahaman struktur jaringan komunikasi tersebut, partisipasi anggota dalam program Peran yang sangat dominan dimiliki oleh aktor 1 dan aktor 2 dapat menjadi sebuah kekuatan dalam hal efisiensi aliran komunikasi. penyebaran informasi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 ditingkatkan secara berkelanjutan Pengembangan Desa Wisata dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Malang. J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. , 11. , 68Ae71. REFERENSI