Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3928 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Analisis Pengaruh Pengungkapan CSR Terhadap Kepuasan Investor pada Perusahaan Sektor Tambang yang Terdaftar di BEI Ditta Happyani1. Sobrotul Imtikhanah2 12 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) hap@gmail. com, emmaferdiz. umpp@gmail. ABSTRACT CSR disclosure is measured using an index score based on the Global Reporting Initiative (GRI) guidelines, while investor satisfaction is represented by stock returns. The research method employed is a quantitative approach using simple linear regression analysis. The t-test results show that CSR disclosure has a positive and significant effect on investor satisfaction, with a significance value of < 0. Furthermore, the coefficient of determination (RA) of 0. indicates that 92. 8% of the variation in investor satisfaction can be explained by CSR disclosure. These findings reinforce the evidence that good CSR practices can enhance investor trust and satisfaction, especially in industries with high environmental risk. Keywords: CSR, investor satisfaction, mining sector. IDX. GRI index. ABSTRAK Pengungkapan CSR diukur menggunakan skor indeks berdasarkan pedoman Global Reporting Initiative (GRI), sedangkan kepuasan investor direpresentasikan oleh return saham. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil uji t menunjukkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan investor dengan nilai signifikansi < 0,001. Selain itu, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,928 mengindikasikan bahwa 92,8% variasi kepuasan investor dapat dijelaskan oleh pengungkapan CSR. Temuan ini memperkuat bukti bahwa praktik CSR yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan investor, terutama di sektor industri yang memiliki risiko tinggi terhadap isu lingkungan. Kata kunci: CSR, kepuasan investor, sektor tambang. BEI, indeks GRI. PENDAHULUAN Perusahaan modern tidak hanya dituntut untuk mencapai keuntungan maksimal, tetapi juga untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya. Hal ini terutama penting bagi perusahaan di sektor tambang, yang kerap dikaitkan dengan isu pencemaran lingkungan dan konflik sosial dengan masyarakat sekitar. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dan nilai-nilai etis dalam menjalankan Dalam undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pada pasal 74 mengatakan bahwasanya Perusahaan besar yang kegiatan bisnisnya berhubungan atau ada keterkaitan dengan penggunaan SDA, perusahaan tersebut wajib melakukan bentuk pertanggungjawaban sosial serta lingkungan. Berkaitan 3918 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3929 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. dengan Corporate Social Responsibility (CS) juga diperinci lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perseroan Terbatas. Dalam teori sinyal . ignal theor. , pengungkapan CSR dianggap sebagai sinyal positif bagi para pemangku kepentingan, khususnya investor. Investor yang merasa yakin terhadap komitmen perusahaan dalam aspek sosial dan lingkungan cenderung memberikan respons positif berupa keputusan investasi jangka panjang, peningkatan transaksi saham, serta loyalitas terhadap perusahaan. Penelitian oleh Wibowo dan Sari . menunjukkan bahwa pengungkapan CSR dapat menjadi sarana strategis bagi perusahaan untuk membangun persepsi positif di mata investor, terutama dalam menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu non-finansial. Namun demikian, efektivitas pengungkapan CSR dalam memengaruhi kepuasan investor masih menjadi perdebatan, khususnya pada sektor pertambangan yang memiliki risiko sosial dan lingkungan yang tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia, beberapa perusahaan tambang mengalami fluktuasi pada indikator return saham dan volume penjualan saham selama periode 2021 hingga 2024. Misalnya, terdapat kecenderungan penurunan return saham pada beberapa emiten di tahun 2022, disertai dengan penurunan volume penjualan saham secara signifikan pada tahun Fenomena ini menunjukkan adanya potensi ketidaksesuaian antara pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan dengan ekspektasi investor. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan penting apakah pengungkapan CSR benar-benar berpengaruh terhadap kepuasan investor dalam konteks perusahaan Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan CSR terhadap kepuasan investor, yang diukur melalui return saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2024. TINJAUAN LITERATUR Teori Legitimasi Dalam era keterbukaan informasi dan meningkatnya kesadaran publik terhadap tanggung jawab sosial perusahaan, organisasi bisnis dituntut tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan Teori legitimasi menyatakan bahwa entitas bisnis beroperasi tidak hanya untuk meraih keuntungan ekonomi, tetapi juga harus mematuhi norma dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Legitimasi merupakan kontrak sosial tidak tertulis antara perusahaan dan masyarakat yang dapat berubah sesuai dengan dinamika ekspektasi publik (Deegan. Dalam konteks perusahaan tambang, yang sering kali mendapat sorotan karena potensi kerusakan lingkungan, pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi strategi penting untuk memperoleh dukungan masyarakat dan menghindari konflik sosial. 3919 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3928 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengungkapan CSR dapat membantu perusahaan mempertahankan legitimasi sosial, khususnya jika dilakukan secara transparan dan sesuai dengan isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan. Hariani dan Prasetyo . menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan CSR, semakin besar peluang perusahaan untuk diterima dan didukung oleh masyarakat. Teori Sinyal ( Signal Theor. Spence . memperkenalkan sebuah teori yang disebut Teori Sinyal, yaitu apabila terdapat kondisi ketidakseimbangan informasi, dimana perusahaan sebagai pemilih informasi lebih perlu menyampaikan sinyal yang kredibel kepada pihak yang kurang informasi . untuk mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan Salah satu bentuk sinyal tersebut adalah pengungkapan informasi nonkeuangan, seperti tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Lebih lanjut. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa sinyal yang valid hanya dapat diberikan oleh perusahaan yang memiliki kinerja nyata dan sehat secara finansial, karena pengiriman sinyal yang kuat juga memiliki biaya . ostly signalin. Pengungkapan CSR dinilai sebagai sinyal positif mengenai keberlanjutan, etika, dan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Hal ini didukung oleh penelitian Wibowo dan Sari . serta Nuraini et al. yang menunjukkan bahwa pengungkapan CSR yang informatif dapat membentuk persepsi positif investor terhadap perusahaan. Dalam konteks pasar modal, sinyal berupa CSR yang dikomunikasikan secara konsisten dapat meningkatkan kepercayaan investor, mengurangi persepsi risiko, dan mendorong perilaku investasi yang lebih positif. Penelitian terdahulu juga mendukung relevansi sinyal CSR terhadap respons Misalnya, studi oleh Fitriani dan Kusuma . menemukan bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR secara konsisten mengalami peningkatan persepsi positif dari investor, yang tercermin dalam peningkatan harga saham. Sementara Hidayat dan Wulandari . menyatakan bahwa transparansi CSR memberikan gambaran positif atas tata kelola perusahaan, sehingga meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan, yang diwujudkan melalui program sosial, pelestarian lingkungan, dan praktik bisnis yang etis. Pengungkapan CSR biasanya disampaikan dalam laporan tahunan atau laporan keberlanjutan yang mengacu pada pedoman seperti Global Reporting Initiative (GRI). Menurut Hidayat dan Wulandari . menemukan bahwa reaksi pasar terhadap pengungkapan CSR bersifat positif namun bervariasi antar industri. Sementara itu menurut Hariani dan Prasetyo . mengungkapkan bahwa CSR yang diungkapkan secara konsisten meningkatkan investor institusional pada sektor Dalam penelitian ini. CSR diposisikan sebagai variabel independen yang diasumsikan memengaruhi kepuasan investor. Semakin baik dan transparan pengungkapan CSR oleh perusahaan, maka semakin besar pula kemungkinan 3920 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3929 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. perusahaan mendapatkan respons positif dari investor. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi dan Santosa . yang mengungkapkan bahwa CSR yang dikomunikasikan dengan baik berkontribusi pada peningkatan citra perusahaan dan menarik minat investor jangka panjang. Kepuasan Investor (Return Saham sebagai Indikato. Kepuasan investor merujuk pada tingkat pemenuhan harapan investor terhadap hasil dari aktivitas investasi yang dilakukan. Menurut Kotler & Keller . , keputusan dapat diartikan sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang akibat membandingkan persepsi atau ekspektasi terhadap suatu produk atau Dalam konteks investasi, kepuasan investor terjadi ketika hasil investasi sesuai atau melebihi harapan investor. Kepuasan investor dalam penelitian ini direpresentasikan oleh return saham, yaitu tingkat keuntungan atau kerugian yang diperoleh investor atas kepemilikan saham dalam suatu periode. Return saham merupakan salah satu indikator utama yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja Apabila pengungkapan CSR dipandang kredibel dan mencerminkan tata kelola perusahaan yang baik, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar, mendorong minat investasi, dan berujung pada peningkatan return saham. Penelitian yang dilakukan oleh Andini dan Wirakusuma . menunjukkan bahwa kualitas pengungkapan CSR memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham, sebagai cerminan kepuasan investor atas kinerja dan komitmen perusahaan terhadap Dengan demikian, return saham dalam konteks ini diperlakukan sebagai cerminan dari kepuasan investor terhadap kinerja dan komitmen Hipotesis Penelitian: Sejumlah penelitian terdahulu mendukung dugaan adanya hubungan positif antara pengungkapan CSR dan kepuasan investor. CSR yang diungkapkan secara konsisten mampu meningkatkan persepsi positif investor, yang tercermin dalam peningkatan nilai saham, hal ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Fitriani dan Kusuma . Hidayat dan Wulandari . juga menyatakan bahwa pengungkapan CSR memengaruhi reaksi pasar secara positif, meskipun efeknya bisa bervariasi antar sektor. Selain itu, studi oleh Hariani dan Prasetyo . menemukan bahwa CSR berkontribusi terhadap peningkatan minat investor institusional, khususnya di sektor energi. Temuan-temuan ini mengindikasikan bahwa praktik CSR yang baik dapat memberikan sinyal positif bagi pasar dan berdampak pada kepuasan investor. Berdasarkan landasan teori dan temuan dari berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya hubungan positif antara pengungkapan CSR dan respons investor, maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap kepuasan investor. 3921 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3928 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengungkapan CSR Kepuasan Investor Gambar 1. Pengembangan Hipotesis METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan objek yang diteliti adalah seluruh perusahaan di sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 hingga 2024. Untuk memilih sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling. Perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel penelitian telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga diperoleh sebanyak 13 Dengan periode penelitian selama 4 tahun yaitu dari tahun 2021-2024, jumlah total observasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 52 data laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan pada sektor tambang. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa regresi linier sederhana yang melalui proses uji pendukung seperti uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji t dan uji koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan metode yang sudah dijabarkan di atas, hasil uji yang diperoleh adalah sebagai berikut : Uji Statistik Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran awal terkait data yang diteliti. Dalam uji ini terhadap dua variabel utama, yaitu Pengungkapan CSR yang diukur dengan skor indeks GRI dan Kepuasan Investor yang diukur dengan return saham. Statistik deskriptif ini mencakup jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata . , dan simpangan baku . tandard deviatio. untuk masing-masing variabel. Hasil analisis deskriptif disajikan dalam tabel berikut: Tabel 1. Statistik Deskriptif Sumber: Olah data SPSS 29, 2025 3922 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3929 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa skor pengungkapan CSR . erdasarkan indeks GRI) memiliki nilai minimum sebesar 0,24 dan maksimum sebesar 0,95 dengan rata-rata 0,6101 serta simpangan baku sebesar 0,18430. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, perusahaan dalam sampel penelitian memiliki tingkat pengungkapan CSR yang cukup baik, meskipun terdapat variasi yang cukup tinggi antar perusahaan. Sementara itu, return saham sebagai indikator kepuasan investor memiliki nilai minimum sebesar 0,01 dan maksimum sebesar 0,67 dengan rata-rata sebesar 0,2992 dan simpangan baku 0,17503. Nilai rata-rata ini mengindikasikan bahwa secara umum investor memperoleh return positif, meskipun terdapat perbedaan return yang cukup besar antar perusahaan yang diamati. Uji Normalitas Data Untuk mengetahui distribusi normal dari masing-masing variabel maka perlu dilakukan uji normalitas. Pada analisis regresi linier salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah adanya distribusi normal, khususnya agar hasil estimasi parameter menjadi valid dan dapat diinterpretasikan secara statistik. Dalam uji normalitas ini peneliti menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29. Tingkat signifikansi () yang digunakan adalah 0,05. Tabel 2. Uji Normalitas Sumber: Olah data SPSS 29, 2025 Berdasarkan output uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov terhadap nilai residual tak terstandarisasi, diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. sebesar 0,200, dan nilai Monte Carlo Sig. sebesar 0,155 dengan interval kepercayaan 99%. Kedua nilai signifikansi tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas dalam model regresi ini telah terpenuhi, sehingga model regresi yang 3923 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3928 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. digunakan layak untuk dianalisis lebih lanjut karena memenuhi syarat distribusi residual normal. Uji Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana digunakan untuk mengukur hubungan antara satu variabel independen terhadap satu variabel dependen. Model ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung variabel X terhadap variabel Y. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Global Reporting Initiative (GRI). Sedangkan untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan investor. Rumus umum model regresi linier sederhana: Y = CSR A Keterangan: = Variabel dependen . epuasan investo. CSR = Variabel independen . engungkapan CSR) = Konstanta = Koefisien regresi = Error term . Setelah dilakukan analisis deskriptif, tahap selanjutnya adalah melakukan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh Pengungkapan CSR terhadap Kepuasan Investor (Return Saha. Uji ini bertujuan untuk melihat seberapa besar kontribusi variabel independen (CSR) dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen . eturn saha. Hasil pengujian regresi linier disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3. Uji Normalita Sumber: Olah data SPSS 29, 2025 Berdasarkan hasil regresi pada Tabel 3, diketahui bahwa variabel Pengungkapan CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Investor. Koefisien regresi sebesar 0,915 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan skor indeks GRI akan meningkatkan return saham sebesar 0,915 satuan. Nilai signifikansi sebesar < 0,001 mengindikasikan bahwa pengaruh ini sangat signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 99%. Nilai t hitung sebesar 25,417 yang jauh di atas t tabel juga memperkuat bahwa variabel CSR memiliki kontribusi yang sangat kuat terhadap kepuasan investor. Selain itu, nilai Beta sebesar 0,963 menunjukkan bahwa pengaruh CSR terhadap return saham sangat besar dalam model Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat 3924 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3929 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. pengungkapan CSR oleh perusahaan, maka semakin tinggi pula return saham yang diterima oleh investor. Uji t Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, variabel independen adalah Pengungkapan CSR (Skor Indeks GRI), sementara variabel dependen adalah Kepuasan Investor yang diproksikan melalui Return Saham. Hasil analisis menggunakan SPSS 29 disajikan pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Uji t Variabel Independen t Hitung Sig. Keterangan (Konstant. < 0. Tidak dibahas Pengungkapan CSR (Skor Indeks GRI) < 0. Signifikan berpengaruh Sumber: Olah data SPSS 29, 2025 Berdasarkan uji t di atas, dapat dijelaskan bahwa variabel Pengungkapan CSR memiliki nilai t hitung sebesar 25. 417 dengan nilai signifikansi < 0. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0. 05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengungkapan CSR berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Investor (Return Saha. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan CSR oleh perusahaan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan investor yang tercermin dari return saham yang diterima. Uji Koefisien Determinasi Pada penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen maka peneliti menggunakan uji koefisien determinasi. Pada uji ini variabel independen yang diuji adalah Pengungkapan CSR (Skor Indeks GRI), sementara variabel dependennya adalah Kepuasan Investor yang diukur dengan Return Saham. Nilai koefisien determinasi (R Squar. dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan hubungan model regresi yang dibangun. Tabel 5. Uji Koefisien Determinasi Sumber: Olah data SPSS 29, 2025 3925 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3928 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada Tabel 5, diperoleh nilai R Square sebesar 0,928 yang menunjukkan bahwa 92,8% variasi dalam Kepuasan Investor (Return Saha. dapat dijelaskan oleh Pengungkapan CSR (Skor Indeks GRI). Sisanya sebesar 7,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Nilai Adjusted R Square yang sangat mendekati nilai R Square . juga menunjukkan bahwa model ini stabil dan tidak mengalami overfitting. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengungkapan CSR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Investor (Return Saha. , sebagaimana dibuktikan oleh koefisien regresi sebesar 0,915 dengan nilai signifikansi < 0,001 dan nilai t hitung sebesar 25,417. Nilai koefisien beta standar . juga menandakan bahwa pengaruh CSR terhadap return saham sangat kuat dalam model Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan CSR oleh perusahaan, maka semakin tinggi pula return saham yang diperoleh investor, yang mencerminkan meningkatnya kepuasan investor terhadap kinerja perusahaan. Secara statistik, nilai rata-rata pengungkapan CSR dalam penelitian ini adalah 0,6101, mengindikasikan bahwa secara umum perusahaan dalam sampel telah melakukan pengungkapan yang cukup baik berdasarkan indeks GRI. Sementara itu, nilai rata-rata return saham adalah 0,2992, menunjukkan bahwa investor memperoleh imbal hasil yang positif, yang turut mencerminkan persepsi pasar yang baik terhadap perusahaan yang aktif dalam CSR. Konsistensi dan keterbukaan dalam pengungkapan CSR dianggap sebagai indikator tata kelola dan keberlanjutan perusahaan, yang menjadi perhatian utama bagi investor institusi. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa skor pengungkapan CSR dalam penelitian ini cukup tinggi dan stabil . ean = 0,6101, standar deviasi = 0,18. , yang mendukung persepsi positif investor. Dengan demikian, temuan dalam penelitian ini memperkuat literatur yang ada mengenai pentingnya pengungkapan CSR dalam memengaruhi persepsi investor dan return saham. CSR bukan hanya sebagai kegiatan filantropi atau pemenuhan regulasi, tetapi menjadi alat komunikasi strategis yang dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kepuasan investor. Oleh karena itu, pengelolaan CSR yang terstruktur, transparan, dan sesuai standar seperti GRI, menjadi hal krusial bagi perusahaan yang ingin meningkatkan daya tariknya di mata pasar modal. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pengungkapan CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Investor, yang diukur melalui return saham. Koefisien regresi sebesar 0,915, nilai t hitung sebesar 25,417, dan signifikansi < 0,001 mengindikasikan bahwa hubungan ini sangat kuat dan signifikan secara statistik. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan CSR perusahaan terutama yang mencakup aspek 3926 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3918 Ae 3929 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. ekonomi, lingkungan, dan sosial semakin tinggi pula return saham yang diterima Dengan demikian. CSR bukan sekadar kewajiban pelaporan, melainkan strategi penting dalam membangun keunggulan kompetitif, memperkuat hubungan dengan investor, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan. Peneliti juga merekomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel kontrol seperti ukuran, probabilitas dan jenis industri untuk mendapatkan hasil yang lebih DAFTAR PUSTAKA