INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 E-ISSN : 2745 -5629 TRANSFORMASI PELAYANAN REKAM MEDIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PETUGAS DI RUMAH SAKIT PELABUHAN JAKARTA 1Forentina Asia Putri, 2Daniel Happy Putra, 3Laela Indawati, 4Muniroh 1,2,3,4 1 Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul forentinaasiaputri@gmail.com, 2daniel.putra@esaunggul.ac.id, 3laela.indawati@esaunggul.ac.id, 4 muniroh@esaunggul.ac.id ABSTRAK Kinerja Petugas di unit rekam medis dalam menerapkan rekam medis elektronik dan konvensional menjadi hal yang penting dilakukan bagi setiap instansi pelayanan kesehatan. Dalam pelakasanaan penelitian ini penulis memanfaatkan metode kuantitatif yaitu penelitian dengan analisis berfokus dengan data angka sehingga dapat diolah menggunakan perhitungan statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petugas, seperti umur, jenis kelamin, jabatan, lama kerja, latar belakang Pendidikan dan jenis pekerjaan yang digunakan. serta gambaran kinerja petugas di unit rekam medis dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik dan konvensional di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Penelitian deskriptif dilakukan dalam penelitian ini di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta dengan sampel 28 orang petugas yang mengisi kuesioner ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa karakteristik umur, jenis kelamin, jabatan, lama kerja, latar belakang pendidikan dan jenis pekerjaan yang digunakan. Proses pengumpulan dan pengolahan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis penyajian data menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Program For Social Science) 25. Kinerja orang yang berada di unit rekam medis dengan menggunakan rekam medis elektronik dan konvensional diperoleh nilai minimum sebesar 63 dan nilai maximum sebesar 92. Hasil uji statistik dalam penelitian ini menunjukan bahwa nilai t sebesar 0.196 atau t >0.05 sehingga di dapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan kinerja petugas dalam menerapkan rekam medis elektronik dan rekam medis konvensional di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Kata Kunci: transformasi, karakteristik, kinerja, rekam medis, elektronik ABSTRACT The performance of officers in the medical records unit in implementing electronic and conventional medical records is an important thing for every health service agency. In carrying out this research, the author utilized quantitative methods, namely research with analysis focused on numerical data so that it can be processed using statistical calculations. This study aims to determine the characteristics of officers ,such as age, gender, job title , education background and type of work used. as well as a description of the performance of officers in the medical records unit in maintaining electronic and conventional medical records at the Jakarta Harbor Hospital. Descriptive research was conducted in this study at the Jakarta Harbor Hospital with a sample of 28 officers who filled out this questionnaire. The research results show that there are several characteristics of age, gender, position, length of work, educational background and type of work used. The data collection and processing process was carried out through questionnaires and analysis of data presentation using the SPSS (Statistical Program For Social Science) application 25. The performance of people in the medical records unit using electronic and conventional medical records obtained a minimum value of 63 and a maximum value of 92. The results of statistical tests in this study show that the t value is 0.196 or t>0.05 so that the results show that there is no difference in the performance of officers in implementing electronic medical records and conventional medical records at the Jakarta Harbor Hospital. Keywords: transformation, characteristics, performance, medical records, electronic PENDAHULUAN Rumah sakit merupakan sarana kesehatan perseorangan yang menyediakan pelayanan medis secara lengkap seperti pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Terdapat berbagai jenis instalasi di rumah sakit, salah satunya adalah instalasi rekam medis. Instalasi rekam medis menjadi salah satu unit yang berperan penting dalam pengelolaan data pasien, sehingga riwayat pasien dapat terintegrasi kesetiap unit yang ada di rumah sakit dan tercatat disatu dokumen penting yang disebut dengan rekam medis (Kemenkes RI, 2009). Rekam medis merupakan dokumen yang berisi informasi dan INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 58 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 E-ISSN : 2745 -5629 data seorang pasien seperti identitas pasien, pemeriksaan dan pengobatan, serta tindakan dan pelayanan kesehatan lain yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan kepada pasien. Isi rekam medis meliputi identitas pasien, diagnosis dan rencana pengobatan serta hasil pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilengkapi dengan nama dan tanda tanggan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Dalam penggunaan rekam medis konvensional. Terdapat beberapa keuntungan salah satunya berkas akan aman di dalam satu ruangan dan hanya petugas yang dapat mengakses berkas tersbut, akan tetapi penggunaan rekam medis konvensional ini juga sering terjadi kerusakan pada berkas, sehingga data tidak terbaca dengan jelas. Sehubungan dengan hal ini, gambaran kinerja petugas yang menerapkan rekam medis elektronik dan konvensional dapat berhubungan dengan adanya perbedaan kinerja petugas yang akan berdampak pada motivasi kerja bagi para petugas. Sehubungan dengan hal ini, gambaran kinerja petugas yang menerapkan rekam medis elektronik dan konvensional dapat berhubungan dengan adanya perbedaan kinerja petugas yang akan berdampak pada motivasi kerja bagi para petugas. Penelitian ini dilakukan di Unit Rekam Medis Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit yang masih menerapkan dua sistem yaitu elektronik dan konvensional. Sehingga peneliti tertarik dengan kinerja yang akan di hasilkan oleh petugas dengan menggunakan dua sistem penyelenggaraan yang berbeda dengan metode Human Resources Scorecard (HRSC), sehingga akan diketahui karakteristik keberhasilan serta kinerja sebuah pelayanan untuk dapat di evaluasi sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang sehingga dapat menentukan langkah yang lebih tepat untuk memperbaiki kinerja petugas di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. rekam medis yang menggunakan rekam medis elektronik dan konvensional. Penelitian deskriptif yang dilakukan pada banyak objek yang biasa di gunakan untuk melihat gambar sebuah sampel atau populasi. yaitu dilakukan terhadap beberapa objek yang biasanya di gunakan untuk melihat gambaran sebuah sampel atau populasi agar di peroleh gambaran kinerja petugas di unit pelayanan rawat jalan yang menggunakan rekam medis elektronik dan di unit pelayanan rawat inap yang menggunakan rekam medis konvensional sehingga di dapatkan hasil yang dapat diketahui apakah ada perbandingan kinerja Peneliti menggunakan uji statistik t independen di penelitian ini guna mengetahui apakah ada perbedaan kinerja petugas di unit rawat jalan dan unit rawat inap dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik dan konvensional. Uji t tindependent digunakan untuk menghubungkan antara 2 variabel, yakni variabel pertama adalah variabel independent berupa Kinerja Petugas dalam menerapkan Rekam Medis Elektronik dan Rekam Medis Konvensional, dan variabel kedua variabel dependent adalah perbedaan kinerja petugas di lihat dari akumulasi nilai pada setiap indikator di tiap unit pelayanan. Data dari kuesioner diolah menggunakan program SPSS 26 (Statistical Program For Sosial Since). Penelitian ini menggunakan kerangka kerja dengan metode HRSCM atau biasa disebut dengan Human Resource Scorecard Model dimana pada model ini mencoba menjelaskan fungsi dasar nilai kinerja secara detail untuk diukur peranannya terhadap pencapaian visi, misi, dan strategi perusahaan (Moeheriono, 2016) Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa petugas yang di wawancarai adalah kepala rekam medis dan observasi dengan memberikan kuesioner. Isi kuesioner meliputi 5 indikator yaitu kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, konservasi, kehadiran dan juga pelatihan atau supervisi. METODE Metode Penlitian Pada penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif yaitu penelitian yang analisisnya melibatkan data-data berupa angka sehingga dapat diolah menggunakan metode statistika. Cara pengambilan sampel menggunakan sempel jenuh atau seluruh sampel digunakan. Peneliti menggunakan teknik wawancara secara langsung pada penelitian ini. Wawancara dilakukan secara dua arah dengan petugas dengan memberikan beberapa pernyataan dan pertanyaan sehingga di dapatkan data yang dibutuhkan untuk peneliti. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada petugas di unit HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petugas di Unit Rekam Medis dalam Menerapkan Rekam Medis Elektronik dan Konvensional Karakteristik Petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Umur Tabel 1. Karakteristik Jumlah Petugas di Unit Rekam Medis Berdasarkan Umur Petugas Kisaran Umur n Persentase (%) 22-28 Tahun 6 21,4 % 28-33 Tahun INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 3 10,7% 59 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 33-40 Tahun 7 25,0 % 40-45 Tahun 9 32.1% 45-50 Tahun 2 7,2% 50-55 Tahun 1 3,6% 55-60 Tahun 0 0% 60-65 Tahun 0 0% Total 28 100% Pada penelitian yang dilakukan terhadap 28 orang petugas unit rekam medis di dapatkan hasil bahwa mayoritas petugas yang bekerja di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta berada pada kisaran usia 40-45 tahun dengan persentase (32,1%). Hal ini membuktikan bahwa di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta rata -rata usia masih masuk kedalam kategori usia produktif yaitu kisaran usia 15-64 tahun. Karakteritik Petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Jenis Kelamin Penanggung Jawab Komunikasi RMK Total E-ISSN : 2745 -5629 4 14,3% 28 100% Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 28 responden dalam penelitian ini, diketahui karakteristik petugas berdasarkan jabatan saat ini dengan nilai tertinggi adalah pada bagian koding sebanyak 8 orang petugas dengan persentase 28,6%. Hal ini memiliki arti bahwa kebutuhan tenaga koding jika dihubungkan dengan beban kerja yang harus di kerjakan di Rumah Sakit Pelabuhan sudah Cukup baik. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Laela Indawati menjelaskan bahwa peran petugas koding adalah menjadi perekam medis yang mampu melakukan klasifikasi dan kodefikasi penyakit yang termasuk kedalam salah satu kompetensi perekam medis, baik dalam mengelola isi hingga penentuan pembayaran pelayanan kesehatan (Indawati, 2016). Tabel 2. Karakteristik Jumlah petugas di Unit Rekam Medis Berdasarkan Jenis Kelamin Responden. Karakteristik Jumlah Petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Lama Kerja Jenis n Persentase (%) Kelamin Laki -Laki 8 28,6 % Perempuan 20 71,4 % Total 28 100 % Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terdadpat 28 orang petugas yang dijadikan responden pada penelitian ini. Diantaranya yaitu pada kategori distribusi tertinggi oleh 20 orang petugas jenis kelamin perempuan dengan presentase (71,4), sedangkan 8 orang petugas dengan jenis kelamin laki -laki dengan persentase (28,6%). Tabel 4 Karakteristik Jumlah petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Lama Kerja Lama Kerja n Persentase (%) 0-1 Tahun 0 0% 1-2 Tahun 3 10,7 % 3-4 Tahun 1 3,6% >4 Tahun 24 85.7% Total 28 100 % Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terdadpat 28 petugas yang menjadi responden dalam penelitian ini. Diantaranya yaitu 3 orang petugas dengan kisaran lama kerja 1-2 tahun, 1 orang petugas dengan kisaran lama kerja 3-4 tahun, dan 24 orang petugas dengan kisaran lama kerja >4 tahun. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jayanti dan Dewi kinerja seorang petugas sangat ditentukan oleh masa kerja, artinya semakin lama orang bekerja akan membuat seseorang petugas lebih nyaman dengan pekerjaanya (Jayanti & Dewi, 2021). Selain itu penelitian lain yang juga dilakukan oleh Karima menemukan bahwa faktor senioritas atau masa kerja berdampak positif terhadap produktivitas tenaga kerja (Karima et al., 2018). Dalam penelitian lain Farhansyah juga mengungkapkan bahwa lama kerja berpengaruh terhadap kinerja petugas di sebuah unit pelayanan. (Farhansyah, 2022). Karakteristik Jumlah petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Jabatan Responden Tabel 3. Karakteristik Jumlah petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Jabatan Petugas Jabatan Petugas n Persentase % Pendaftaran BPJS dan 4 14,3% Asuransi Penanggung Jawab 1 3,6% Komunikasi RME Medical Check Up 4 14,3% Pendaftaran Non Tunai 1 3,6% atau Tunai Pendaftaran dan data 3 10,7% Pelaporan Pengolahan Data 2 7,1% Pelaporan 1 3,6% Koding 8 28,6% Karakteristik Jumlah Petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Latar Belakang Pendidikan INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 60 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 Latar Belakang n Persentase Pendidikan (%) SMA/SMK 9 32,1 % sederajat D3 14 50,0 % D4/S1 5 17,9% Total 28 100 % Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 28 orang petugas yang menjadi responden dalam penelitian ini, didapatkan hasil bahwa kategori latar belakang pendidikan yang paling banyak adalah pada jenjang pendidikan Diploma 3 Rekam Medis (D3 ) sebanyak 14 orang dengan persentase 50,0%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa petugas dengan latar belakang pendidikan tersebut lebih banyak di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Penelitian ini juga menghasilkan data bahwa masih terdapat petugas dengan jenjang pendidikan SMA/SMK Sederajat yang tidak sesuai dengan peraturan mengenai pendidikan bagi tenaga perekam medis. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 55 di pasar 1 ayat 1 tentang Pelaksanaan Pekerjaan Perekam Medis menjelaskan bahwa, Petugas Rekam Medis yaitu seseorang yang telah lulus pembinaan ilmu rekam medis dan informasi kesehatan berdasar dengan ketentuan yang berlaku. (Kemenkes RI, 2022). Karakteristik Jumlah petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Jenis Pekerjaan Tabel 6. Karakteristik Jumlah petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan n Persentase (%) 46,4% Rekam Medis 13 Elektronik Rekam Medis 15 53,6% Konvensional Total 28 100 % Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat 28 orang petugas yang menjadi responden dalam penelitian ini, terdapat 13 orang petugas dengan jenis pekerjaan yang menggunakan rekam medis elektronik dengan persentase 46,4% dan 15 orang dengan jenis pekerjaan yang menggunakan rekam medis konvensional dengan persentase 53,6%. Dalam hal ini, didapatkan data bahwa jumlah pegawai yang menggunakan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta masih belum dilakukan secara keseluruhan. Disesuaikan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 pada Tahun 2022 menjelaskan bahwa setiap fasilitas pelayanan wajib melakukan penyelenggaraan rekam medis elektronik (Kemenkes RI, 2022). Hal ini juga berkaitan dan sesuai penelitian yang dijalankan oleh Dini Prasetyawati mengungkapkan mengenai salah satu tantangan dalam bidang pelayanan kesehatan adalah adanya transisi atau masa peralihan dari penggunaan rekam medis konvensional ke rekam medis elektronik guna menunjang pendokumentasian perawatan pasien (Prasetyawati, 2022). Menurut PERMENKES No 24 Tahun 2022 menjelaskan bahwa setiap fasilitas pelayanan wajib melakukan penyelenggaraan rekam medis elektronik (Kemenkes RI, 2022). Hal ini juga dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dini Prasetyawati menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam bidang pelayanan kesehatan adalah adanya transisi atau masa peralihan dari penggunaan rekam medis konvensional ke rekam medis elektronik guna menunjang pendokumentasian perawatan pasien (Prasetyawati, 2022). Kinerja Petugas di Unit Rekam Medis dalam menerapkan Rekam Medis Elektronik dan Konvensional di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Kinerja Petugas di Unit Rekam Medis Jumlah Responden Tabel 5. Karakteristik Jumlah Petugas di Unit Rekam Medis berdasarkan Latar Belakang Pendidikan E-ISSN : 2745 -5629 30 25 20 15 10 5 0 26 19 1414 1414 1414 9 2 Indikator Penilaian Kinerja Baik Tidak Baik Gambar 1. Hasil Penelitian Hasil penilaian kinerja petugas dalam menggunakan rekam medis elektronik dan konfensional mendapatkan hasil distribusi jawaban responden terkait kinerja petugas berdasarkan 5 indikator pengukuran kinerja. Pada indikator pertama yaitu kuantitas terdapat 14 orang dengan indikator kuantitas baik dan 14 orang dengan indikator kuantitas tidak baik. Pada INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 61 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 indikator kedua yaitu kualitas terdapat 14 orang dengan indikator kualitas baik dan 14 orang dengan indikator kualitas tidak baik. Pada indikator ketiga yaitu supervisi terdapat 19 orang dengan indikator supervisi baik dan 9 orang dengan indikator supervisi tidak baik. Pada indikator keempat yaitu konservasi terdapat 14 orang dengan indikator konservasi baik dan 14 orang dengan indikator kuantitas tidak baik. Dan pada indikator kelima yaitu kehadiran terdapat 26 orang dengan indikator kehadiran baik dan 2 orang dengan indikator tidak baik. Jumlah Responden 10 8 Jenis Pekerjaan Petugas 7 8 6 7 6 4 2 0 Rekam Medis Elektronik Baik Rekam Medis Konvensional Tidak Baik Indikator Penilaian Kinerja Gambar 2. Kinerja Petugas Hasil penilaian kinerja petugas yang menggunakan rekam medis elektronik terdapat 13 orang petugas diperoleh data bahwa terdapat 7 petugas dengan kategori baik dan 6 orang petugas dikategorikan tidak baik. Sedangkan pada penilaian kinerja petugas yang menggunakan rekam medis konvensional terdapat 15 orang petugas diperoleh data bahwa terdapat 8 orang petugas dengan kategori baik dan 7 orang orang dengan kategori tidak baik. Seperti yang dijelaskan pada gambar berikut : Perbandingan Kinerja Petugas di Unit Rekam Medis dan Konvensional di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Tabel 7. Perbandingan Kinerja Petugas Variabel n Median Nilai t Jenis 1. Rekam Medis 86,00 0,196 Pelayanan Elektronik 2. Rekam Medis 76,00 Konvensional Berdasarkan hasil uji t independent yang dilakukan peneliti didapatkan hasil bahawa nilai t sebesar 0.196 atau nilai t >0.05 maka Ho di terima sehingga menurut survei terhadap 28 petugas di ruang rekam medis Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta di dapatkan hasil bahwa pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan kinerja antara petugas yang menggunakan rekam medis elektronik dan petugas yang menggunakan rekam E-ISSN : 2745 -5629 medis konvensional. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Tantri Priswati mengungkapkan bahwa ada perbedaan petugas yang menggunakan rekam medis elektronik dan konvensional (Priswati Tantri, 2021). KESIMPULAN Karakteristik petugas di unit rekam medis memiliki 6 karakteristik yaitu umur, jenis kelamin, jabatan, lama kerja, latar belakang pendidikan dan jenis pekerjaan yang digunakan. Penilaian kinerja petugas melalui 5 sub penilai yaitu kuantitas, kualitas, supervisi, konservasi dan kehadiran. Dalam penelitian inii tidak terdapat perbedaan kinerja antara petugas yang menggunakan rekam medis elektronik dan petugas yang menggunakan rekam medis konvensional. Disarankan kepada kepala di unit kerja terkait untuk lebih memperhatikan karakteristik latar belakang pendidikan petugas guna memenuhi standar peraturan perundang-undangan yang berlaku, Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 pada pasar 1 ayat 1 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis Mengemukakan bahwa, Perekam Medis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Kemenkes RI, 2022). Disarankan kepada fasilitas terkait untuk dapat memaksimalkan penyelenggaraan rekam medis dan dimohon untuk mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan pengetahuan bagi para petugas. UCAPAN TERIMA KASIH Puji Syukur Peneliti haturkan kepada-Nya dan seluruh pihak karena telah mendukung serta memberi kelancaran dan kemudahan dalam proses penyusunan telitian ini, serta dukungan keluarga, pihak universitas dan rekan -rekan seperjuangan karena berkat motivasinya penulis sehingga penelitian ini terselesaikan. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat untuk semua orang. DAFTAR PUSTAKA Damayanti, F. T. (2008). Nilai Guna Rekam Medis. 2, 12–29. Farhansyah. (2022). Pengaruh Masa Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Pelatihan Kerja Pada Pt. Nusantara Berlian Motor Pekanbaru. Skripsi. Fauziah, S. M., Rumana, N. A., Dewi, D. R., & Indawati, L. (2020). Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Bhakti Mulia Tahun 2019. Indonesian of Health Information Management Journal, 8(2), 53–58. https://inohim.esaunggul.ac.id/index.php/IN O/article/view/205 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 62 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 Gazali, I. (2012). Pelayanan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Kota Semarang. Pemanfaatan Rawat Inap Puskesmas, 6–17. Hamida. (2020). Kinerja Petugas Terhadap Kehadiran.File:///C:/Users/VERA/Download s/ASKEP_AGREGAT_ANAK_and_REMAJA _PRINT.Docx, 21(1), 1–9. Haniyah, F. (2016). Pengembangan Sistem Literatur manfaat rekam medis. Pengembangan Sistem Literatur Manfaat Rekam Medis, 6–38. Indawati, L. (2016). Klaim Verifikasi Bpjs Pasien Rawat Inap ( Studi Kasus Pada Penyakit Sistem Sirkulasi Di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Ismail, I. (2016). Pengaruh Kelengkapan Alat Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis, 3(1), 90–101. Jayanti, K. N., & Dewi, K. T. S. (2021). Dampak Masa Kerja, Pengalaman Kerja, Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. JEMBA : Jurnal Ekonomi Pembangunan, Manajemen Dan Bisnis, Akuntansi, 1(2), 75–84. https://doi.org/10.52300/jemba.v1i2.2986 Karima, A. N. A., Idayanti, & Umar, A. (2018). The Effect of The Work, Training and Motivation to Employee Productivity at PT. Bank Sulselbar Major Branch of Makassar. Hjabe, 1(4), 83–95. Kemenkes RI. (2009). UU no. 44 Tahun 2009 Tentang RS. Undang-Undang Republik Indonesia, 1, 41. https://peraturan.go.id/common/dokumen/ln/ 2009/uu0442009.pdf Kemenkes RI. (2020). Standar Profesi Perekam Medis. 1–9. Kemenkes RI. (2022). PERMENKES 24 2002. 1– 20. Lavinshon, D., Zimmermann, M., A, Nair, S. S., Engineering, C. C. C., Products, W., Dantas, C., Neto, D., Kim, S. J. S. G. S. M. S. S. H., Sholar, G. A., Review, L., Lumpur, K., Lecturer, S., Fonseca, D. J., Moynihan, G. P., Paso, E., Wikipedia, F., Ortiz, O., Castells, F., … Fellowship, W. (2021). Teori Karakteristik Usia Karyawan. Frontiers in Neuroscience, 14(1), 1–13. Mangkunegara. (2017). Pengertian Kinerja Menurut para ahli. Edison, 5(3), 248–253. Moeheriono. (2016). Analisis Balanced Scoredcard Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan Pada PT. Taspen (Persero) Kcu Bandung. 8–33. Mulyono. (2012). Jurnal Manajemen dan Akuntansi Volume 1, Nomor 1, April 2012. Karakteristik Personal Auditor Sebagai Anteseden Perilaku Disfungsional Auditor Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Hasil Audit, 1(April), 1–12. E-ISSN : 2745 -5629 Mustika. (2013). Pengaruh Budaya Organisasi, Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Variabel Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Koperasi Simpan Pinjam Gradiska Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Tahun 2013). Among Makarti, 6(12), 87–111. https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/art icle/viewFile/91/74 Damayanti, F. T. (2008). Nilai Guna Rekam Medis. 2, 12–29. Farhansyah. (2022). Pengaruh Masa Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Pelatihan Kerja Pada Pt. Nusantara Berlian Motor Pekanbaru. Skripsi. Fauziah, S. M., Rumana, N. A., Dewi, D. R., & Indawati, L. (2020). Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Bhakti Mulia Tahun 2019. Indonesian of Health Information Management Journal, 8(2), 53–58. https://inohim.esaunggul.ac.id/index.php/IN O/article/view/205 Gazali, I. (2012). Pelayanan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Kota Semarang. Pemanfaatan Rawat Inap Puskesmas, 6–17. Hamida. (2020). Kinerja Petugas Terhadap Kehadiran. File:///C:/Users/VERA/Downloads/ASKEP_ AGREGAT_ANAK_and_REMAJA_PRINT.D ocx, 21(1), 1–9. Haniyah, F. (2016). Pengembangan Sistem Literatur manfaat rekam medis. Pengembangan Sistem Literatur Manfaat Rekam Medis, 6–38. Indawati, L. (2016). Klaim Verifikasi Bpjs Pasien Rawat Inap ( Studi Kasus Pada Penyakit Sistem Sirkulasi Di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Ismail, I. (2016). Pengaruh Kelengkapan Alat Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis, 3(1), 90–101. Jayanti, K. N., & Dewi, K. T. S. (2021). Dampak Masa Kerja, Pengalaman Kerja, Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. JEMBA : Jurnal Ekonomi Pembangunan, Manajemen Dan Bisnis, Akuntansi, 1(2), 75–84. https://doi.org/10.52300/jemba.v1i2.2986 Susanti Tentrem. (2013). Studi tentang kinerja petugas rekam medis di rumah sakit persatuan djamaah haji indonesia yogyakarta artikel publikasi ilmiah. Studi Tentang Kinerja Petugas Rekam Medis Di Rumah Sakit Persatuan Djamaah Haji Indonesia Yogyakarta. Triyono, D. A., & Indawati, F. (2018). Analisis Kinerja Petugas Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas Ngesrep Dengan Metode Balance Scorecard. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94. INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 63 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 14 No 1 Tahun 2024 halaman : 58-64 E-ISSN : 2745 -5629 Zahroh, N., & Muflihatin, I. (2020). Analisis Kinerja Petugas Dalam Melakukan Pelayanan Rawat Jalan di Puskesmas Kalisat. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 1(4), 456–464. https://doi.org/10.25047/j-remi.v1i4.1995 INFOKES : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 64