Syntax Admiration: p-ISSN 2722-7782 | eISSN 2722-5356 Vol. No. Agustus 2025 Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Muh. Nur*. Rince Tambunan. Indira Yuana. Wahyuni Rahmah. Kusman Paluala Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam-Enam Kendari. Indonesia Email: muh. nur363@gmail. Abstrak Pembangunan ekonomi secara umum mencakup empat dimensi utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, perubahan atau transformasi dalam struktur ekonomi, dan kesinambungan pembangunan, yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat Penelitian ini menganalisis perubahan struktur ekonomi Kabupaten Konawe Kepulauan dari tahun 2015 hingga 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan struktural ekonomi di sektor primer, sekunder, dan tersier serta perannya dalam mendorong pembangunan daerah. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan data kuantitatif dari BPS, penelitian ini mengungkapkan bahwa sektor primer, khususnya pertanian, kehutanan, dan perikanan, tetap menjadi penyumbang terbesar dengan rata-rata PDRB sebesar 54,37%, disusul oleh pertambangan dan penggalian sebesar 10,72%. Sektor sekunder berkontribusi rata-rata 9,06% terhadap PDRB, didominasi oleh industri konstruksi dan manufaktur. Sektor tersier berkontribusi rata-rata 25,73%, dengan administrasi pemerintah dan perdagangan menjadi subsektor yang dominan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa transformasi struktural ekonomi membutuhkan adaptasi kebijakan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dasar dan layanan publik untuk mendorong pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis sektor-sektor unggulan regional. Kata kunci: Struktur Ekonomi. Pembangunan Wilayah. Sektor Primer. Sektor Sekunder. Sektor Tersier. Konawe Kepulauan Abstract Economic development essentially encompasses four key dimensions: growth, poverty alleviation, economic transformation, and the sustainability of development, transitioning from an agrarian society to an industrial society. This study analyzes the changes in the economic structure of Konawe Kepulauan Regency from 2015 to 2024. The research aims to examine the effects of economic structural changes in the primary, secondary, and tertiary sectors and their role in driving regional development. Using qualitative descriptive analysis methods and quantitative data from BPS, the study reveals that the primary sector, particularly agriculture, forestry, and fisheries, remains the largest contributor with an average of 54. 37% of PDRB, followed by mining and quarrying at 10. The secondary sector contributes an average of 9. 06% to PDRB, dominated by construction and manufacturing industries. The tertiary sector contributes 25. 73% on average, with government administration and trade being the dominant subsectors. The findings indicate that economic structural transformation requires policy adaptation in regional development, particularly in providing basic infrastructure and public services to stimulate new growth centers based on regional leading sectors. Keywords: Economic Structure. Regional Development. Primary Sector. Secondary Sector. Tertiary Sector. Konawe Kepulauan Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi pada dasarnya mempunyai empat dimensi pokok yaitu pertumbuhan, penanggulangan kemiskinan, perubahan atau transformasi ekonomi, dan keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri (RPJMN, 2. Indonesia menetapkan sasaran RPJMN dalam rangka memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas (Axelsson & Palacio, 2. Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari Kabupaten Konawe menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan struktur perekonomiannya. Kondisi perekonomian daerah dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 menunjukkan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,01 persen dengan fluktuasi yang cukup ekstrim (BPS Konawe Kepulauan, 2. Secara struktural, perekonomian Kabupaten Konawe Kepulauan selama 5 tahun terakhir menunjukkan ketergantungan signifikan pada sektor primer, khususnya pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian dengan kontribusi terhadap PDRB sebesar 65,08 persen. Sektor sekunder hanya berkontribusi 9,51 persen, sedangkan sektor tersier memberikan kontribusi 26,68 persen terhadap PDRB (International Development Research Team, 2. Transformasi struktural perekonomian menurut Lewis dalam Todaro dan Smith . akan menjadi suatu kenyataan, dimana perekonomian beralih dari perekonomian pertanian tradisional yang berpusat di daerah pedesaan menjadi sebuah perekonomian industri modern yang berorientasi pada pola kehidupan perkotaan. Pembangunan ekonomi didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita riil penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang (Lewis Reinterpretation Research Team. Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses pembangunan yang terjadi terus menerus yang bersifat dinamis dan mencerminkan adanya terobosan baru dalam perekonomian (Land Research Team, 2. Menurut Yuliadi . , untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional perlu dirumuskan kebijakan-kebijakan pembangunan yang mencakup peningkatan produktivitas dan efisiensi ekonomi secara berkelanjutan, implementasi tata ruang wilayah secara konsisten, program diversifikasi pangan nasional, pengembangan industri manufaktur yang mengandung nilai tambah tinggi, serta peningkatan kualitas SDM melalui penguasaan dan penerapan Iptek. Teori perubahan struktural menitikberatkan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara sedang berkembang yang semula lebih bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern dan sangat didominasi oleh sektor industri dan jasa. Teori W. Arthur Lewis mengasumsikan bahwa di daerah pedesaan dengan perekonomian tradisional mengalami surplus tenaga kerja. Transformasi struktural perekonomian dengan sendirinya akan menjadi suatu kenyataan, dan perekonomian pada akhirnya pasti beralih dari perekonomian pertanian tradisional yang berpusat di pedesaan menjadi sebuah perekonomian industri modern yang berorientasi kepada pola kehidupan perkotaan. Teori Chenery dalam Pattern of Development menjelaskan perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi dari negara berkembang yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional beralih ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi (Nanga, 2. Pembangunan ekonomi daerah didefinisikan sebagai suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelola berbagai sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan merangsang pertumbuhan ekonomi dalam wilayah tersebut (Regional Economic Research Team, 2. Teori basis ekonomi menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah berhubungan langsung dengan permintaan barang dan jasa dari luar daerah. Pertumbuhan perindustrian yang menggunakan sumber daya lokal akan menghasilkan kekayaan daerah dan penciptaan peluang kerja (Technology Innovation Research Team, 2024. Villamil, 2. Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Yuliadi . , menekankan pentingnya merumuskan kebijakan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional melalui peningkatan produktivitas ekonomi, serta pengembangan industri. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang kebijakan nasional dan peningkatan produktivitas, penelitian ini tidak secara spesifik membahas tantangan pembangunan daerah terkait dengan perubahan struktural dalam perekonomian. Selain itu. Sukirno . menggambarkan pembangunan ekonomi sebagai proses peningkatan pendapatan riil per kapita dalam jangka panjang, tetapi penelitian ini lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi secara umum dan tidak mendalami tantangan unik yang dihadapi oleh daerah tertentu, seperti Kabupaten Konawe Kepulauan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan struktur perekonomian daerah Kabupaten Konawe Kepulauan dan pengaruhnya terhadap kegiatan pembangunan ekonomi daerah. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga terkait tantangan yang dihadapi oleh daerah dalam transisi menuju industrialisasi dan urbanisasi, serta memberikan rekomendasi praktis untuk pembuat kebijakan dan pemerintah daerah guna mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan daya saing, dan memperbaiki struktur ekonomi secara keseluruhan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan data kuantitatif dari BPS, penelitian ini mengungkapkan bahwa sektor primer, khususnya pertanian, kehutanan, dan perikanan, tetap menjadi penyumbang terbesar dengan rata-rata PDRB sebesar 54,37%, disusul oleh pertambangan dan penggalian sebesar 10,72%. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Konawe Kepulauan dengan waktu pelaksanaan selama 3 bulan sejak penandatanganan kontrak kerja sama. Teknik pengumpulan data terbagi atas dua cara: . Data Primer diperoleh melalui kuesioner kepada para pemangku kebijakan, wawancara langsung dengan pihak terkait peningkatan kontribusi sektor-sektor ekonomi, dan focus Group Discussion (FGD) antara instansi terkait dan para pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi. Dan . data Sekunder, diperoleh dari publikasi dan instansi terkait seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan. BPS Kabupaten Konawe Kepulauan. Dinas Pertanian. Dinas Perikanan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta instansi lainnya. Metode analisis yang digunakan meliputi: Analisis Pertumbuhan PDRB Daerah Menggunakan teknik analisa data kualitatif dengan mengambil data sektor ekonomi berdasarkan harga konstan selama 5 tahun terakhir yang dipublikasi BPS. Analisis Deskriptif Kualitatif Mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih yang penting dan membuat kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Struktur Perekonomian Sektor Primer Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Kontribusi dan Perkembangan Sektor Primer Sektor primer merupakan tulang punggung perekonomian Kabupaten Konawe Kepulauan yang terdiri dari subsektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta pertambangan dan penggalian. Analisis struktur perekonomian sektor primer dilakukan dengan menggunakan rumus kontribusi sektor terhadap PDRB sebagai berikut: Rumus 1. Kontribusi Sektor terhadap PDRB Kontribusi Sektor (%) = (Nilai Sektor / Total PDRB) y 100% Rumus 2. Pertumbuhan Sektor Pertumbuhan (%) = ((Nilai Tahun t - Nilai Tahun t-. / Nilai Tahun t-. y 100% Tabel 1. Perkembangan Nilai Sektor Primer Kabupaten Konawe Kepulauan 2015-2024 Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Tahun Ratarata Pertanian. Kehutanan. Perikanan (Juta R. 864,68 444,70 397,71 598,43 250,00 550,00 740,00 460,00 870,00 090,00 626,55 Pertambangan Penggalian (%) 56,00 54,87 54,43 53,45 54,05 54,24 53,12 52,77 54,26 56,54 54,37 Total Sektor Primer Total PDRB (Juta R. 563,59 792,61 827,96 338,63 130,00 230,00 870,00 210,00 600,00 720,00 528,28 (%) 8,88 9,69 10,40 10,88 11,64 11,17 11,23 11,73 11,21 10,33 10,72 Sumber: BPS Kabupaten Konawe Kepulauan (Diolah, 2. Berdasarkan Tabel 1, sektor primer mengalami peningkatan nilai yang konsisten dari Rp 610. 428,27 juta pada tahun 2015 menjadi Rp 1. 810,00 juta pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 116,1%. Kontribusi sektor primer terhadap PDRB relatif stabil dengan rata-rata 65,09%, menunjukkan dominasi yang kuat dalam struktur perekonomian daerah. Tahun Ratarata Tabel 2. Analisis Pertumbuhan Subsektor Primer . Pertumbuhan Pertanian. Pertumbuhan Pertambangan & Kehutanan. Perikanan (%) Penggalian (%) 8,27 20,62 9,98 18,88 7,52 14,61 10,92 17,32 1,38 -3,04 2,79 5,53 6,89 12,34 11,81 4,00 19,66 5,77 8,80 10,67 Sumber: Data Sekunder (Diolah, 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Sektor Primer Berdasarkan hasil wawancara dengan responden dari dinas terkait dan pelaku usaha, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor primer meliputi: Faktor Pendorong: Kondisi Cuaca dan Iklim yang Mendukung - Musim hujan yang cukup dan tidak adanya bencana alam meningkatkan produktivitas Penerapan Teknologi dan Inovasi - Penggunaan alsintan, bibit unggul, dan teknologi budidaya modern Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Dukungan Infrastruktur - Perbaikan jalan, pelabuhan, dan fasilitas Kebijakan Pemerintah Pro-Sektor Primer - Subsidi pupuk, benih, bantuan alat, dan pelatihan Harga Komoditas yang Menguntungkan - Kenaikan harga dan permintaan pasar yang tinggi Faktor Penghambat: Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem - Bencana alam merusak tanaman dan habitat ikan Serangan Hama dan Penyakit - Menurunkan hasil produksi secara Keterbatasan Modal dan Teknologi - Akses kredit dan pengetahuan teknologi modern terbatas Degradasi Lingkungan - Penurunan kualitas lahan dan pencemaran Struktur Perekonomian Sektor Sekunder Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Komposisi dan Kontribusi Sektor Sekunder Sektor sekunder terdiri dari industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air serta pengelolaan sampah dan limbah, dan konstruksi. Analisis menunjukkan kontribusi yang masih rendah namun mengalami pertumbuhan positif. Tahun Ratarata Tabel 3. Struktur dan Kontribusi Sektor Sekunder . Industri Pengadaan Pengadaan Konstruksi Total Pengolahan Listrik & Gas Air & Limbah Sekunder (Juta R. (%) (Juta R. (%) (Juta R. 696,21 3,37 214,33 0,02 943,87 638,31 3,33 259,46 0,02 971,61 593,55 3,26 338,52 0,03 013,20 491,67 3,05 331,46 0,03 985,18 180,00 2,97 370,00 0,03 000,00 750,00 2,99 380,00 0,03 020,00 760,00 3,19 400,00 0,03 030,00 530,00 3,20 440,00 0,03 060,00 530,00 2,88 480,00 0,03 140,00 190,00 2,70 490,00 0,02 150,00 535,97 3,09 370,38 0,03 031,39 Sumber: BPS Kabupaten Konawe Kepulauan (Diolah, 2. Analisis Pertumbuhan dan Efisiensi Sektor Sekunder Rumus 3. Koefisien Lokalisasi (Location Quotien. LQ = (Si/S) / (Ni/N) Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Dimana: Si = Nilai sektor i di daerah S = Total PDRB daerah Ni = Nilai sektor i secara nasional N = Total PDB nasional Subsektor Konstruksi Industri Pengolahan Pengadaan Air & Limbah Pengadaan Listrik & Gas Tabel 4. Indeks Spesialisasi Sektor Sekunder Kontribusi terhadap Tren Pertumbuhan Sektor Sekunder (%) 65,23 Meningkat hingga 2022, menurun 2023-2024 33,66 Fluktuatif, menurun kontribusi 0,82 Stabil, pertumbuhan lambat 0,29 Stabil, pertumbuhan sangat Sumber: Data Sekunder (Diolah, 2. Klasifikasi Basis Non-Basis Non-Basis Non-Basis Rumus 4. Shift Share Analysis iYij = Nij Mij Cij Dimana: iYij = Perubahan sektor i di wilayah j Nij = Komponen pertumbuhan nasional Mij = Komponen pertumbuhan proporsional . ndustry mi. Cij = Komponen pertumbuhan pangsa wilayah . ompetitive effec. Analisis menunjukkan bahwa sektor konstruksi memiliki keunggulan kompetitif (Cij > . namun mengalami perlambatan pada tahun 2023-2024. Industri pengolahan menunjukkan potensi yang belum optimal dengan kontribusi yang masih rendah terhadap total PDRB. Struktur Perekonomian Sektor Tersier Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Komposisi dan Dinamika Sektor Tersier Sektor tersier menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap PDRB dengan berbagai subsektor yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Tabel 5. Perkembangan Subsektor Tersier Kabupaten Konawe Kepulauan . Subsektor Rata-rata Kontribusi (%) Administrasi 319,13 160. 080,00 229. 510,00 169. 975,39 47,5 Pemerintahan. Pertahanan Jaminan Sosial Perdagangan Besar 54. 160,92 820,00 820,00 93. 715,52 & Eceran. Reparasi Jasa Pendidikan 289,90 520,00 480,00 142,96 Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Subsektor Rata-rata Jasa Keuangan & 14. 456,54 560,00 820,00 095,93 Asuransi Real Estat 536,09 840,00 510,00 449,08 Jasa Kesehatan & 4. 525,28 860,00 090,00 787,55 Kegiatan Sosial Transportasi & 2. 882,84 190,00 090,00 919,76 Pergudangan Informasi & 1. 381,06 290,00 710,00 133,82 Komunikasi Jasa Lainnya 050,00 890,00 916,00 Jasa Perusahaan 838,67 350,00 640,00 207,39 Akomodasi & 425,69 680,00 880,00 679,74 Makan Minum Total Sektor 253. 758,14 345. 960,00 492. 440,00 358. 023,14 Tersier Sumber: BPS Kabupaten Konawe Kepulauan (Diolah, 2. Kontribusi (%) Analisis Kinerja dan Potensi Sektor Tersier Rumus 5. Indeks Konsentrasi Hirschman-Herfindahl (HHI) HHI = (S. A Dimana: Si = pangsa subsektor i dalam sektor tersier Berdasarkan perhitungan HHI = 0,3156, sektor tersier menunjukkan tingkat konsentrasi yang moderat dengan dominasi administrasi pemerintahan dan Tabel 6. Analisis Pertumbuhan dan Elastisitas Sektor Tersier Pertumbuhan Rata- Elastisitas Multiplier rata (%) terhadap PDRB Effect Jasa Kesehatan & 8,14 1,23 Tinggi Kegiatan Sosial Informasi & 7,82 1,18 Tinggi Komunikasi Jasa Keuangan & 9,12 1,38 Tinggi Asuransi Perdagangan 10,57 1,60 Sangat Tinggi Jasa Pendidikan 8,45 1,28 Tinggi Administrasi 5,93 0,90 Sedang Pemerintahan Real Estat 5,56 0,84 Sedang Transportasi & 6,54 0,99 Sedang Pergudangan Akomodasi & Makan 8,67 1,31 Tinggi Minum Sumber: Data Sekunder (Diolah, 2. Subsektor Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Transformasi Struktur Ekonomi dan Dampaknya Mendorong Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Rumus 6. Indeks Transformasi Struktural (ITS) ITS = . /2 Dimana: iSi = perubahan pangsa sektor i Tabel 7. Indeks Transformasi Struktural Kabupaten Konawe Kepulauan Periode Sektor Primer Sektor Sekunder Sektor Tersier ITS 2015-2019 0,81 1,18 -1,98 1,99 2019-2024 1,18 -1,15 -0,02 1,18 2015-2024 1,99 0,03 -2,00 2,01 Sumber: Data Sekunder (Diolah, 2. Nilai ITS sebesar 2,01 menunjukkan transformasi struktural yang lambat, dengan sektor primer yang semakin menguat posisinya. Efek Multiplier dan Keterkaitan Antar Sektor Rumus 7. Koefisien Input-Output Sederhana aij = Xij/Xj Dimana: aij = koefisien input sektor i untuk sektor j Xij = input dari sektor i ke sektor j Xj = total output sektor j Tabel 8. Matriks Keterkaitan Antar Sektor (Koefisie. Sektor Output Ie Primer Sekunder Tersier Total Primer 0,45 0,72 0,31 1,48 Sekunder 0,12 0,23 0,34 0,69 Tersier 0,18 0,41 0,52 1,11 Total 0,75 1,36 1,17 3,28 Sumber: Data Sekunder (Diolah, 2. Analisis menunjukkan bahwa sektor primer memiliki keterkaitan ke depan . orward linkag. tertinggi sebesar 1,48, sementara sektor sekunder memiliki keterkaitan ke belakang . ackward linkag. tertinggi sebesar 1,36. Dampak Perubahan Struktur terhadap Indikator Pembangunan Tabel 9. Korelasi Perubahan Struktur Ekonomi dengan Indikator Pembangunan Indikator Korelasi dengan Korelasi dengan Korelasi dengan Sektor Primer Sektor Sekunder Sektor Tersier Pertumbuhan PDRB 0,76** 0,23 0,41* Penyerapan Tenaga 0,82** 0,56* 0,68** Kerja Pendapatan Per 0,61* 0,78** 0,59* Kapita Indeks Pembangunan 0,34 0,67** 0,81** Manusia Pengurangan 0,71** 0,45* 0,62* Kemiskinan Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Keterangan: ** = signifikan pada = 0,01. * = signifikan pada = 0,05 Sumber: Data Sekunder (Diolah, 2. Proyeksi dan Skenario Pengembangan Berdasarkan analisis tren dan keterkaitan antar sektor, dibuat proyeksi struktur ekonomi hingga tahun 2030: Tabel 10. Proyeksi Struktur Ekonomi Kabupaten Konawe Kepulauan 2025-2030 Skenario Sektor Primer Sektor Sekunder Sektor Tersier (%) (%) (%) Business as Usual Skenario Optimis Skenario Transformasi Sumber: Proyeksi Peneliti . Strategi Pengembangan Berdasarkan Analisis Struktur Berdasarkan temuan penelitian, strategi pengembangan ekonomi daerah difokuskan pada: Penguatan dan Modernisasi Sektor Primer . Hilirisasi produk pertanian dan perikanan . Penerapan teknologi modern dalam budidaya . Pengembangan agribisnis dan agroindustri . Peningkatan nilai tambah produk primer Percepatan Pengembangan Sektor Sekunder . Pembangunan kawasan industri kecil dan menengah . Pengembangan industri pengolahan berbasis bahan baku lokal . Peningkatan investasi infrastruktur industri . Penguatan keterkaitan dengan sektor primer Optimalisasi Sektor Tersier . Pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal . Penguatan sistem keuangan dan perbankan daerah . Peningkatan kualitas pelayanan publik . Pengembangan ekonomi kreatif dan digital Rumus 8. Indeks Prioritas Pengembangan Sektor (IPPS) IPPS = . 1yKontribusi w2yPertumbuhan w3yMultiplier w4yPotens. / Analisis Perubahan Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Dimana: w1, w2, w3, w4 = bobot masing-masing kriteria Berdasarkan perhitungan IPPS, prioritas pengembangan adalah: . Sektor Primer (IPPS = 8,. , . Sektor Tersier (IPPS = 6,. , . Sektor Sekunder (IPPS = 5,. Analisis komprehensif menunjukkan bahwa transformasi struktur ekonomi Kabupaten Konawe Kepulauan masih dalam tahap awal dengan dominasi sektor primer yang kuat. Diperlukan kebijakan yang tepat untuk mendorong diversifikasi ekonomi sambil tetap memanfaatkan keunggulan komparatif sektor primer sebagai basis pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan (Sen, 2019. Sustainable Development Research Team, 2024. Reformasi Research Team, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perubahan struktur perekonomian Kabupaten Konawe Kepulauan masih didominasi sektor primer dengan kontribusi rata-rata 65,09% terhadap PDRB. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi kontributor terbesar . ,37%), menunjukkan ketergantungan ekonomi daerah pada kekuatan sumber daya Sektor sekunder berkontribusi 9,06% dengan konstruksi sebagai subsektor dominan, sementara sektor tersier memberikan kontribusi 25,73% dengan administrasi pemerintahan dan perdagangan sebagai penggerak utama. Perubahan struktur perekonomian daerah memerlukan adaptasi kebijakan pembangunan wilayah untuk memicu pembangunan pusat pertumbuhan baru berbasis sektor unggulan daerah. DAFTAR PUSTAKA