P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PENGENALAN LITERASI MATEMATIKA PISA MELALUI KOMPETISI LITERASI MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA PULAUPULAU KECIL PERBATASAN Sigit Sugiarto*. John N. Lekitoo. Andy S. Dahoklory. Karolina Rupilele. Edeleta Koupun Program Studi Pendidikan Matematika. PSDKU. Universitas Pattimura Jl. Kampung Babar. Kaiwatu. Moa Lakor. Kabupaten Maluku Barat Daya. Indonesia sugiarto@gmail. com*, john. lekitoo@lecturer. id, andydahoklory09@gmail. rupilele@lecturer. id, edeleta22@gmail. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract The low mathematical literacy skills of junior high school students in Indonesia, especially those living in the Small Border Islands, require serious attention from various stakeholders. Improving studentsAo mathematical literacy is a shared responsibility that can begin with introducing the form of PISA mathematical literacy questions to junior high school students. One effort to achieve this is through an ethnomathematics-based mathematical literacy competition. This competition aims to provide knowledge and understanding of PISA mathematical literacy to students in the Small Border Islands, particularly on Moa Island. The activity was carried out as a form of community service by lecturers and students, consisting of four stages: initial observation, socialization, implementation, and evaluation. The participants of this competition were students from seven junior high schools on Moa Island, with a total of 57 participants. The increase in participantsAo knowledge regarding PISA mathematical literacy question forms was measured using a The results showed an improvement in participantsAo understanding before and after participating in the competition. However, test data also indicated that the mathematical literacy skills of students on Moa Island remain relatively low. Therefore, sustainable programs are needed to improve the mathematical literacy skills of students in the Small Border Islands, including Moa Island. Keywords: competition. mathematical literacy. Moa Island. small border islands. Abstrak Rendahnya kemampuan literasi matematika siswa SMP di Indonesia, terutama di wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan, memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Peningkatan kemampuan literasi matematika merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dengan pengenalan bentuk soal literasi matematika PISA kepada siswa SMP. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kompetisi literasi matematika berbasis etnomatematika. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang literasi matematika PISA kepada siswa SMP di wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan, khususnya di Pulau Moa. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa, dengan tahapan pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan kompetisi, dan evaluasi. Peserta dalam kompetisi ini berasal dari tujuh SMP di Pulau Moa dengan jumlah total 57 peserta. Peningkatan pengetahuan peserta mengenai bentuk soal literasi matematika PISA diukur menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti kompetisi. Namun demikian, data tes juga menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Pulau Moa masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan program berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa di wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan, termasuk di Pulau Moa. Kata kunci: kompetisi. literasi matematika. Pulau Moa. pulau-pulau kecil perbatasan. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PENDAHULUAN Kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA)masih tergolong rendah . Hasil PISA 2018 yang Desember menunjukkan skor literasi matematika Indonesia sebesar 379, nilai ini berada di bawah nilai ratarata OECD yaitu 450-500 dan Indonesia menempati urutan ke-74 dari 79 negara peserta PISA . Selanjutnya. Hasil PISA 2022 yang diumumkan pada awal Desember 2023 menunjukkan Indonesia berada pada urutan ke-69 dari 80 negara peserta PISA . Hal ini menunjukkan bahwa perlu perhatian lebih bagi para pendidik maupun peneliti untuk berinovasi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan matematika PISA atau literasi matematika siswa di Indonesia. Perhatian khusus tentunya diperlukan bagi siswasiswa yang berada di pulau-pulau kecil perbatasan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Permasalahan literasi matematika siswa Indonesia telah menjadi sorotan dalam berbagai laporan internasional, termasuk hasil PISA 2018 dan 2022. Tantangan ini semakin besar di wilayah 3T (Tertinggal. Terdepan, dan Terlua. , seperti di Pulau Moa. Kabupaten Maluku Barat Daya. Siswa di wilayah ini tidak hanya menghadapi keterbatasan akses teknologi dan sumber belajar, tetapi juga kurang terekspos pada model soal literasi matematika kontekstual seperti yang digunakan dalam PISA. Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Maluku. Kabupaten MBD merupakan wilayah kepulauan dengan 48 pulau yang tersebar dari Kecamatan Wetar Barat sampai Kecamatan Dawelor Dawera . dan berbatasan langsung dengan Timur Leste. Sehingga Kabupaten MBD termasuk dalam gugus Pulau-Pulau Kecil Perbatasan. Keadaan geografis Kabupaten MBD menyebabkan sulitnya akses transportasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Hal ini juga menyebabkan sulitnya akses dan sarana pendidikan di Kabupaten MBD. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Kabupaten MBD masih sangat rendah termasuk di Pulau Moa yang merupakan Ibu Kota Kabupaten. Bahkan sebagian besar siswa masih belum mengenal atau mendengan tentang literasi matematika PISA. Peningkatan matematika siswa pulau-pulau kecil perbatasan seperti di Kabupaten MBD tentunya tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan langkah awal berupa pengenalan bentuk soal literasi matematika PISA untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait literasi matematika yang berdampak pada peningkatan kemampuan literasi matematika Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait literasi matematika Kompetisi literasi matematika tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan siswa, namun juga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Instrumen soal literasi matematika dapat diintegrasikan dengan kebudayaan lokal yang dikenal dengan etnomatematika. Etnomatematika adalah pendekatan yang memperluas pandangan menempatkannya dalam konteks sosial-budaya, membantu siswa menghubungkan konsep-konsep matematika dengan pengalaman budaya dan sejarah mereka . Etnomatematika bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai cara di mana matematika diwujudkan dalam berbagai budaya, serta bagaimana konteks sosial dan budaya tersebut membentuk konsep-konsep matematika. Etnomatematika mengintegrasikan pengetahuan dan praktik budaya lokal ke dalam pengajaran matematika agar lebih relevan dan bermakna bagi siswa, khususnya di komunitas-komunitas tradisional . Pengintegrasian etnomatematika dalam literasi matematika dapat menjadikan konteks soal yang lebih relevan bagi siswa . Selain itu, dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada siswa mengenai kebudayaan dan konsep-konsep matematika yang terdapat dalam kebudayaan . di Kabupaten MBD. Sebagai wilayah kepulauan. Kabupaten MBD memiliki kekayaan budaya yang berlimpah yang memiliki keunikan pada setiap gugus pulaunya. Kebudayaan yang terdapat di Kabupaten MBD diantaranya seperti Lutur Batu . Kain Tenun Kisar . Anyaman Daun koli. Piramida Kisar. Nahuwook, dan sebagainya yang seiring perkembangan zaman mulai terkikis dan Pengintegrasian dalam literasi matematika dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya . yang berdampak pada kelesatarian budaya itu sendiri. Uraian di atas mendorong penulis untuk penyelenggaraan AuKompetisi Literasi Matematika Siswa (LIMAS) 2024 Berbasis Etnomatematika Pulau-Pulau Kecil Perbatasan Tingkat SMP SePulau MoaAy. Sebagai langkah awal, kompetisi hanya dilakukan di wilayah Pulau Moa. Hal ini mengingat sulitnya akses transportasi dari pulau lain ke Pulau Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Moa. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai literasi matematika PISA kepada siswa SMP di Pulau Moa. Kompetisi ini dapat memberikan manfaat kepada siswa dan guru, dintaranya: siswa dapat mengenal lebih jauh mengenai literasi matematika PISA yang berdampak pada peningkatan kemampuan literasi matematika siswa, guru dapat mengetahui pentingnya kemampuan literasi matematika bagi siswa SMP, dan siswa dapat lebih mengenal budaya dan konsep-konsep matematika yang terdapat dalam kebudayaan tersebut serta lebih mencintai budaya lokal dalam hal ini kebudayaan di Kabupaten MBD. Kegiatan ini menjadi sangat mendesak menjembatani ketimpangan akses pengetahuan matematika kontekstual antara wilayah terpencil Dengan pengetahuan siswa terhadap bentuk dan level soal literasi matematika, kegiatan ini juga mendorong kesiapan mereka menghadapi asesmen nasional dan internasional di masa depan. Kegiatan Kompetisi LIMAS 2024 memiliki beberapa aspek kebaruan yang signifikan, yaitu integrasi etnomatematika dalam bentuk soal literasi matematika berbasis PISA merupakan pendekatan inovatif yang belum banyak diterapkan dalam konteks pengabdian masyarakat di daerah Kegiatan kompetisi akademik dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal, yang bertujuan tidak hanya meningkatkan kecakapan kognitif, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Kompetisi ini juga dirancang dengan struktur level soal PISA dari Level 1 hingga Level 6, yang jarang diujicobakan secara langsung kepada siswa SMP di wilayah terpencil. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Kegiatan pengabdian ini berupa kompetisi literasi matematika dengan nama AuKompetisi Literasi Matematika Siswa (LIMAS) 2024 Berbasis Etnomatematika Pulau-Pulau Kecil Perbatasan Tingkat SMP Se-Pulau MoaAy. Tahapan kegiatan ini Observasi awal Sebelum dilaksanakan kegiatan kompetisi, terlebih dahulu dilakukan observasi awal untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa SMP di Pulau Moa. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Pulau Moa masih tergolong rendah. Selain itu, dalam pembelajaran matematika guru masih Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. kemampuan literasi matematika siswa. Sehingga tim PkM berinisiatif mengadakan kegiatan pengabdian melalui kompetisi literasi matematika siswa untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya kemampuan literasi matematika kepada guru dan siswa. Sosialisasi kegiatan Selanjutnya, tim PkM membuat perencanaan kegiatan kompetisi berupa jadwal kegiatan, penyusunan soal, validasi soal, dan revisi soal akhir, serta hal-hal teknis dalam kompetisi. Selanjutnya, tim PkM melakukan sosialisai kegiatan di SMP se-Pulau Moa. Sosialisai ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pihak sekolah mengenai pentingnya literasi matematika siswa dan memberikan pemahaman mengenai teknis pelaksanaan kompetisi literasi matematika yang akan diadakan. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 November 2024 di Aula Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura (UNPATTI) Kabupaten MBD. Dalam kegiatan ini siswa diperkenalkan mengenai soal-soal adaptasi literasi matematika PISA yang diintegrasikan dengan budaya lokal. Soal literasi matematika yang digunakan terdiri atas 6 level sesuai dengan level literasi matematika PISA. Kompetisi dilaksanakan dalam tiga babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengetahui Pengetahuan siswa mengenai literasi matematika siswa diiukur menggunakan angket atau kuesioner untuk melihat pengetahuan siswa mengenai literasi matematika PISA sebelum dan sesudah mengikuti kompetisi. Tingkat ketercapaian menggunakan angket atau kuesioner dengan skala Likert untuk mengetahui respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan dan kepuasan peserta terhadap pelayanan selama kegiatan. Kegiatan pengabdian dianggap berhasil jika 80% peserta memberikan respon minimal baik terhadap penyelenggaraan kegiatan dan tingkat kepuasan 80% peserta minimal pada tingkat puas . P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Kompetisi LIMAS 2024 diikuti oleh seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pulau Moa, yaitu sebanyak 7 sekolah yang terdiri atas 3 SMP negeri dan 4 SMP swasta. Total peserta yang mengikuti kegiatan kompetisi LIMAS 2024 adalah 57 peserta. Rangkaian kegiatan kompetisi dijabarkan dalam Tabel 1, sedangkan rincian jumlah peserta dari masing-masing sekolah ditampilkan pada Tabel 2. Seluruh sekolah memberikan respon positif terhadap kegiatan kompetisi LIMAS 2024 dengan mengirimkan perwakilan siswa terbaiknya. mendukung proses peningkatan kemampuan literasi matematika siswa SMP di Kabupaten MBD. Dalam sambutannya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD menyampaikan pentingnya kemampuan literasi matematika dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi siswa. Selain itu, juga disampaikan pentingnya mengenal dan melesatarikan budaya lokal. Tabel 1. Susunan Acara Kompetisi LIMAS 2024 Waktu (WIT) 30 - 08. 00 - 08. 10 - 08. 20 - 08. Kegiatan Registrasi Pesreta Pembukaan Laporan Ketua Panitia Sambutan 40 - 08. Doa 45 - 09. 00 - 10. 00 - 10. 30 - 10. 45 - 11. Penyampaian Aturan Kompetisi Babak Penyisihan Pemeriksaan Hasil Pengumuman Hasil Babak Semifinal Istirahat. Makan Siang, dan Pemeriksaan Hasil Pengumuman Hasil Babak Final Pemeriksaan Hasil Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Penghargaan Penutup 30 - 12. 30 - 12. 45 - 13. 30 - 14. 15 - 14. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Tim Pengabdian Bersama Kepala Dinas dan Guru Pendamping Kegiatan kompetisi diawali dengan babak penyisihan yang diikuti oleh seluruh peserta yang berjumlah 57 peserta. Proses pelaksanaan kompetisi seperti tampak pada Gambar 2. Sumber:(Dokumentasi Penulis, 2. Tabel 2. Rincian Peserta Kompetisi LIMAS 2024 Nama Sekolah SMP Negeri Tiakur SMP Negeri 2 Tiakur SMP Negeri Weet SMP PGRI Klis SMP Kristen Tounwawan SMP TK Patti SMP PGRI Kaiwatu Jumlah Banyak Perwakilan Sumber:(Dokumentasi Penulis, 2. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh dosen dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika PSDKU UNPATTI Kabupaten MBD. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD dan guru pendamping dari setiap sekolah seperti dapat dilihat pada Gambar 1. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD. Hal ini menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Proses Kompetisi Pada babak penyisihan, peserta diberikan 5 soal literasi matematika berbasis etnomatematika pulau-pulau kecil perbatasan dengan level soal mulai dari level 1 hingga level 3. Pada bagian ini peserta diperkenalkan dengan model soal literasi matematika PISA dan level soal pada level 1 hingga Selanjutnya, 21 peserta dengan nilai tertinggi berhak masuk pada babak semifinal. Pada babak semifinal, peserta diberikan 4 soal dengan level 3 hingga level 5. Pada babak ini peserta diperkenalkan dengan model soal literasi matematika PISA dan level soal pada level 3 hingga Selanjutnya 5 peserta dengan nilai tertinggi berhak masuk pada babak final. Pada babak ini siswa diberikan 3 soal dengan tingkatan level 5 dan Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan secara berkelanjutan sejak tahap persiapan hingga Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. pelaksanaan kegiatan kompetisi. Selama kegiatan pengamatan langsung terhadap jalannya kompetisi guna memastikan kelancaran setiap sesi, mulai dari babak penyisihan hingga babak final. Tim juga mencatat kendala teknis maupun respons peserta di lapangan sebagai bagian dari evaluasi formatif. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket/kuesioner yang disebarkan kepada peserta setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai. Kuesioner ini terdiri atas tiga aspek utama, yaitu: pengetahuan siswa mengenai literasi matematika PISA, tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan, dan tingkat kepuasan peserta terhadap layanan selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik berdasarkan respons mayoritas peserta yang menyatakan "baik" hingga "sangat baik" pada dua aspek terakhir. Data ini digunakan oleh tim sebagai bahan refleksi untuk peningkatan mutu pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Evaluasi juga dilakukan secara internal oleh tim pelaksana melalui rapat refleksi setelah kegiatan berakhir, yang menghasilkan sejumlah rekomendasi seperti perpanjangan waktu pengerjaan soal dan perluasan jangkauan sekolah peserta di tahun berikutnya. Diakhir kegiatan siswa diminta mengisi pengetahuan siswa mengenai literasi matematika PISA sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Selain itu, kuesioner bertujuan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan dan untuk mengetahui kepuasan peserta terhadap Pengetahuan siswa terkait literasi matematika PISA sebelum dan sesudah kegiatan dapat dilihat pada Gambar 3. Sebelum Kegiatan Mengetahui Sesudah Kegiatan Tidak Mengetahui Sumber:(Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Pengetahuan Siswa Sebelum dan Sesudah Kegiatan Gambar 3 menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, dari total 57 peserta yang ada, hanya 22 peserta yang pernah mendengar Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. atau mengetahui tentang bentuk soal literasi matematika PISA. Sedangkan setelah mengikuti kegiatan kompetisi LIMAS 2024, seluruh peserta memiliki pengetahuan tentang bentuk soal literasi matematika PISA. Dengan demikian, kegiatan ini dapat mencapai tujuan berupa meningkatkan pengetahuan siswa SMP di Pulau Moa terkait literasi matematika PISA. Siswa bisa mengenal bentuk-bentuk soal dan level soal literasi matematika PISA. Selanjutnya, respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan dan kepuasan peserta terhadap pelayanan selama kegiatan berlangsung dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Sumber:(Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Respon Peserta Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Gambar 4 menunjukkan bahwa dari total 57 peserta, 30 peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian, 26 peserta memberikan penilaian baik, dan 1 orang memberikan penilaian cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kompetisi LIMAS 2024 terlaksana dengan baik dan sukses. Sangat Puas Puas Cukup Tidak Puas Sangat Puas Tidak Puas Sumber:(Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Tingkat Kepuasan Peserta Gambar 5 menunjukkan bahwa dari total 57 peserta, 24 peserta merasa sangat puas terhadap P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. pelayanan selama kegiatan pengabdian, 29 peserta merasa puas, dan 4 orang merasa cukup puas. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kompetisi LIMAS 2024 terlaksana dengan baik dan sukses. Selanjutnya, dari hasil kompetisi LIMAS kemampuan literasi matematika siswa pulau-pulau kecil perbataan terkhusus di Pulau Moa. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa peserta kompetisi yang merupakan siswa terbaik dari masing-masing sekolah mampu menjawab soal dengan benar dan lengkap hingga pada soal level 2. Pada soal level 3 dan level 4 hanya beberapa siswa yang dapat menjawab soal dengan benar dan lengkap. Sedangkan pada level 5 dan 6, siswa tidak dapat memberikan jawaban yang sesuai. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah . Selanjutnya, hasil penelitian terdahulu juga mengungkapkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia berada pada tingkat level 2 dan hanya beberapa siswa yang dapat mencapai level 4 . Rendahnya kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia terutama di pulau-pulau kecil perbatasan memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak. Upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa sangat diperlukan seperti pelaksanaan kompetisi literasi matematika, penerapan model blended learning . , penerapan teknologi pembelajaran . , pengembangan bahan ajar yang menekankan pada kemampuan literasi matematika, bimbingan belajar, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan literasi matematika siswa merupakan tugas bersama, baik guru, kepala sekolah, dinas pendidikan dan kebudayaan, pemerintah daerah, maupun perguruan tinggi. Diharapkan kompetisi LIMAS 2024 dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan yang dilaksanakan setiap tahun dan pada tahun-tahun mendatang tidak hanya dilaksanakan untuk SMP di Pulau Moa, tapi diseluruh SMP di Kabupaten MBD. KESIMPULAN Terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai bentuk soal literasi matematika PISA sebelum dan sesudah mengikuti kompetisi berdasarkan data kuesioner. Kegiatan kompetisi limas terlaksana dengan sukses berdasarkan respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan dengan kategori sangat baik dan tingkat kepuasan peserta secara umum berada pada tingkat sangat puas dan puas. Selain itu, data tes menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Pulau Moa masih tergolong rendah. Oleh karena program-program meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa di Pulau-Pulau Kecil Perbatasan termasuk di Pulau Moa. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya atas pembiayaan kegiatan pengabdian ini. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Barat Daya serta partisipasi dari pihak SMP se-Pulau Moa dalam kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA