Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 2, Februari 2024 ISSN: 27342488 META ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SOSIAL Gabriela Dorkas1, Maximiliana Ni Made Pinko Sri Handayani2, Frendi Seprianto Herliandi3 Email: gabrieladorkas2002@gmail.com1, maximilianaa16@gmail.com2, frendiherliandi@gmail.com3 Universitas Kristen Satya Wacana ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana skema Problem Based Learning (PBL) meningkatkan kapasitas siswa dalam mengatasi permasalahan sosial dengan menggunakan metode peninjauan sistematis literatur. Mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, proses SLR melibatkan perumusan pertanyaan penelitian, melakukan pencarian literatur di Google Scholar pada rentang waktu 2021-2024, penyaringan dan analisis data, dan sebagainya. Evaluasi menyimpulkan bahwa PBL secara positif memengaruhi kemampuan siswa dengan mendorong aplikasi pengetahuan dalam konteks nyata. PBL tidak hanya memfokuskan pada pemahaman konsep, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran aktif, kolaborasi, dan pengembangan keterampilan berpikir mandiri. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan literatur sejenis, menunjukkan efektivitas PBL dalam meningkatkan kompetensi sosial dan keterampilan berpikir kritis siswa. Kesimpulan penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang potensi PBL dalam pembelajaran masalah sosial, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan perbaikan praktik pembelajaran di tingkat formal. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi praktisi pendidikan, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan siswa di masa depan. Kata Kunci: Sosial ; Permasalahan ; Pelajar. ABSTRACT This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method to explore the impact of Problem-Based Learning (PBL) on enhancing students' abilities to solve social problems. The SLR process, conducted according to established protocols, involves formulating research questions, searching literature on Google Scholar within the timeframe of 20212024, as well as data screening and analysis. The evaluation concludes that PBL positively influences students' abilities by encouraging the application of knowledge in real-world contexts. PBL goes beyond focusing solely on conceptual understanding; it facilitates active learning, collaboration, and the development of independent critical thinking skills. The research findings align with similar literature, demonstrating the effectiveness of PBL in enhancing students' social competencies and critical thinking skills. The study's conclusion contributes to a profound understanding of PBL's potential in social problem-solving education, providing a foundation for educational policy development and improvements in formal learning practices. Thus, this research offers crucial insights for educators, researchers, and policymakers to enhance the quality of education and student development in the future. Keywords: Social ; Problem ; Student 51 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam membentuk manusia sebagai anggota masyarakat yang berkualitas. Kemampuan memecahkan masalah sosial menjadi aspek penting dalam proses pembelajaran, mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dewasa ini. Peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah dalam hal kemampuan memecahkan permasalahan sosial. Permasalahan sosial merujuk pada berbagai isu yang timbul dalam masyarakat dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Ini mencakup sejumlah masalah seperti ketidaksetaraan, diskriminasi, kesejahteraan mental, serta berbagai perilaku tidak sehat. Dalam konteks ini, permasalahan sosial dapat muncul dari interaksi antarindividu, lingkungan sekitar, atau faktor-faktor eksternal yang memengaruhi kehidupan seorang individu (Salma et al., 2024). Penelitian oleh (‘Adiilah & Haryanti, 2023) mengatakan yakni fakta di lapangan, sebagian besar pendidik di sekolah mengajarkan mata pelajaran dengan cara memberikan ceramah, yang dapat menghambat kemampuan siswa untuk menggunakan imajinasi kritikal saat menghadapi masalah. Untuk meningkatkan hasil pembelajaran, beberapa model pengajaran telah diajukan dan diterapkan. Konsep yang dikenal sebagai Problem-Based Learning (PBL) telah mendapatkan banyak perhatian. PBL mengasumsikan bahwa siswa memiliki kemampuan untuk belajar secara mandiri tanpa perlu panduan terus-menerus dari guru. Pemfokusan pada pembelajaran mandiri ini memerlukan tingkat disiplin yang tinggi dari siswa (Juandi, 2021). Pernyataan kebaruan ilmiah artikel ini terletak pada pendekatan meta analisis untuk mengeksplorasi pengaruh PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah sosial. Dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari sejumlah penelitian terdahulu, artikel ini bertujuan untuk menyajikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dampak PBL dalam konteks pembelajaran masalah sosial. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menyajikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah sosial, serta memberikan kontribusi pada literatur yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan perbaikan praktik pembelajaran. Diharapkan bahwa artikel ini tidak hanya memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi pendidikan, peneliti, dan pembuat kebijakan, tetapi juga menjadi pijakan untuk perubahan positif dalam pendidikan formal di Indonesia. Fokus pada pengembangan keterampilan memecahkan masalah sosial diharapkan dapat membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu peserta didik menjadi individu yang lebih mandiri, kritis, dan berkontribusi positif pada masyarakat. Dengan demikian, artikel ini mendorong penelitian lebih lanjut dan perbaikan berkelanjutan dalam praktik pembelajaran, menciptakan pondasi yang kuat untuk pengembangan potensi peserta didik di masa depan. METODE Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), yaitu peninjauan secara ilmiah untuk menyelidiki literatur yang sesuai dengan kriteria atau sejenis dengan penelitian ini. Proses ini diatur melalui prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya (Mohamed Shaffril et al., 2021). Merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan terfokus untuk mengarahkan pencarian literatur merupakan langkah - langkah dalam proses Systematic Literature Review (SLR). Pencarian dilakukan di berbagai basis data dengan menggunakan kata kunci yang relevan untuk menemukan literatur atau artikel yang terkait dengan topik penelitian. Setelah mengumpulkan berbagai sumber, setiap artikel dinilai dari segi kualitas dan relevansinya sebagai bagian dari proses penyaringan. Setelah itu, data yang relevan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi pola, kesimpulan utama, dan tren dalam literatur yang telah ditinjau. Hasil analisis ini kemudian disajikan secara sistematis untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang subjek penelitian. Dengan demikian, Systematic Literature Review (SLR) merupakan metodologi ilmiah yang terstruktur yang 52 terdiri dari serangkaian tahap metodologis untuk mendapatkan wawasan mendalam dari literatur terkini tentang suatu isu penelitian tertentu. (Priharsari, 2022). Riset literatur menggunakan database google scholar. Setelah mengumpulkan artikel, tahap penilaian dan menganalisa data dilakukan dengan mengklasifikasikan dan menganalisis berdasarkan topik penelitian, jenjang pendidikan, dan metodologi yang digunakan. Adapun literatur yang digunakan yaitu literatur dalam periode 2021 sampai 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari riset dan klasifikasi artikel literatur yaitu terdapat di Tabel 1. Tabel 1. Studi Primer Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Sosial Penulis Metode Penelitian Nella Dwi Apriani & Heffi Alberida (Apriani & Alberida, 2023) Studi Literatur Fitria Zahara , Ruslaini & Elly Riski Diandita (Zahara et al., 2023) Pra - Analisis N.K. Mardani , N.B. Atmadja & I.N. Suastika (Mardani et al., 2021) Eksperimen Semu Sayyidah Intan Nurul Izzah & Wati Sukmawati (Izzah & Sukmawati, 2022) Reni Setyaningsih & Zulfan Hanif Rahman (Setyaningsih & Rahman, 2022) Isabela , Miftahus Surur & Yesi Puspitasari (Isabela et al., 2021) Hilda Sovia Marwah, Yudhie Suchyadia & Tri Mahajani (Marwah et al., 2021) Eksperimen Semu Eksperimen Semu Skema Spiral Eksperimen Semu Judul PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN ARGUMENTASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI: LITERATURE REVIEW PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JENIS USAHA EKONOMI YANG DIKELOLA SENDIRI KELAS V SD NEGERI PINEUNG PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPS PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Percaya Diri Siswa PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SUBTEMA MANUSIA DAN BENDA DI LINGKUNGANNYA 53 PEMBAHASAN Literatur review diatas membuktikan bahwa penggunaan paradigma PBL berdampak pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sosial berdasarkan temuan penelitian dari beberapa studi, sebagaimana tercantum dalam tabel di atas. Analisis berbagai studi yang tercatat dalam tabel menunjukkan bahwa PBL memiliki dampak positif terhadap pengembangan kemampuan argumentasi persuasif siswa. Literatur yang diperiksa menunjukkan bahwa PBL meningkatkan kapasitas siswa dalam berargumentasi persuasif (Apriani & Alberida, 2023). Kemampuan argumentasi merupakan langkah utama bagi siswa untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan sosial, karena kekmampuan argumentasi merupakan suatu kemampuan dalam menyampaikan pendapat dengan penyampaian yang mudah dipahami. Studi ini menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi siswa, yang merupakan langkah kunci dalam menyelesaikan masalah sosial, dapat ditingkatkan secara signifikan melalui penerapan PBL. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan penelitian lain yang juga mencatat peningkatan kapasitas argumentasi siswa sebagai hasil dari penggunaan PBL. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Setyaningsih & Rahman, 2022) , penelitian ini menghasilkan level signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 yang menyebabkan hipotesis akhir diterima, yaitu menyimpulkan bahwa dengan adanya PBL ini mampu menaikkan kualitas siswa menjadi siswa yang solutif terhadap penyelesaian suatu problema. Temuan ini menyiratkan bahwa PBL mampu meningkatkan kualitas siswa menjadi siswa yang solutif terhadap penyelesaian masalah. Dengan adanya penerapan PBL, siswa didorong untuk berpikir kreatif, mencari solusi yang inovatif, dan merumuskan argumentasi yang kuat untuk mendukung pemecahan masalah sosial. Penelitian oleh (Isabela et al., 2021) juga menyimpulkan bahwa dengan PBL, siswa dapat menaikkan optimisme dan kualitas belajar dalam sosiologi, yang mencakup konflik sosial, perubahan sosial, dan gejala sosial. PBL juga membantu siswa mengatasi kesulitan memahami teori-teori sosial yang terkait. Hasil positif ini mencakup pemahaman yang lebih baik terkait konflik sosial, perubahan sosial, dan gejala sosial. Dari hasil yang diperoleh diatas, ada sebanyak 7 artikel yang memenuhi aspek – aspek yang sudah dijelaskan di bagian metode diatas, ditemukan hanya 1 artikel yang mengatakan bahwa PBL tidak berpengaruh dalam penyelesaian masalah sosial , yaitu pada penelitian yang dilakukan oleh (Izzah & Sukmawati, 2022). Penelitian ini menyatakan bahwa thitung < ttabel , dimana 0,661 < 1,672. Dengan penerimaan H0 dan penolakan H1, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat dampak dari penggunaan model PBL terhadap keinginan belajar siswa di SDN Susukan 07 Pagi. Hal ini berlaku baik untuk siswa yang menerapkan PBL maupun untuk mereka yang tidak menggunakan pendekatan tersebut. Meskipun hasil ini menunjukkan variasi dalam dampak PBL, perbedaan ini mungkin disebabkan oleh faktorfaktor kontekstual seperti lingkungan pembelajaran, kualifikasi guru, atau karakteristik siswa. Artinya hanya terdapat 14,28% dari total sampel artikel yang digunakan berasumsi bahwasanya PBL tidak berpengaruh bagi siswa dalam menyelesaikan permasalahan social. KESIMPULAN Belakangan ini, kegiatan penelitian telah menempatkan penyelesaian tantangan sosial sebagai fokus utamanya. Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan, telah diajukan dan diimplementasikan berbagai model pembelajaran. Salah satu model yang sedang mendapatkan perhatian luas adalah Problem-Based Learning (PBL). Berdasarkan tinjauan literatur dalam bidang ini dan pembahasan beberapa studi terkait, PBL terbukti secara signifikan meningkatkan kapasitas siswa dalam menghadapi isu-isu sosial. PBL terkenal karena mengambil pendekatan yang berbeda dari metode pengajaran konvensional berbasis ceramah. Model ini menawarkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan 54 mereka dalam situasi praktis. Sebagai hasilnya, pembelajaran menjadi lebih mendalam, di mana siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkan ide-ide tersebut dalam skenario dunia nyata. Fokus utama kegiatan penelitian akhir-akhir ini telah beralih untuk menangani masalah-masalah sosial. Sejumlah model pembelajaran berbeda telah diajukan dan diimplementasikan dalam upaya meningkatkan efektivitas pendidikan. Salah satu pendekatan yang mendapatkan perhatian besar adalah Problem-Based Learning (PBL). Tinjauan literatur dalam bidang ini dan pembahasan berbagai penelitian terkait telah menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi masalah-masalah sosial. PBL terkenal karena mengadopsi pendekatan yang berbeda dari metode pengajaran berbasis ceramah konvensional. Model ini menawarkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks dunia nyata. Sebagai hasilnya, pembelajaran menjadi lebih mendalam, di mana siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkan ide-ide tersebut dalam situasi dunia nyata. Siswa dihadapkan pada tantangan untuk membangun argumen yang kuat, menimbang beberapa alternatif, dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang rasional ketika menghadapi isu-isu sosial. Ini menjadi titik awal yang penting untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis yang signifikan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam karier masa depan. Secara keseluruhan, PBL adalah pendekatan pembelajaran yang dapat sangat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sosial. Dengan menyediakan konteks pembelajaran yang mendalam, mendorong pembelajaran aktif, dan menekankan kerjasama, PBL menciptakan dasar yang kuat untuk pengembangan keterampilan sosial dan berpikir kritis. Sebagai hasilnya, implementasi PBL dapat menjadi strategi yang bermanfaat untuk meningkatkan standar pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi situasi yang kompleks dalam masyarakat yang selalu berubah. DAFTAR PUSTAKA ‘Adiilah, I. I., & Haryanti, Y. D. (2023). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Pembelajaran IPA. Papanda Journal of Mathematics and Sciences Research (PJMSR), 2(1). Apriani, N. D., & Alberida, H. (2023). PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN ARGUMENTASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI: LITERATURE REVIEW. Journal of Science Education, 3(1), 40–48. Isabela, Surur, M., & Puspitasari, Y. (2021). Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Percaya Diri Siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 2729–2739. Izzah, S. I. N., & Sukmawati, W. (2022). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan , Sosial Dan Budaya, 8(3), 765–772. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.852 Juandi, D. (2021). Heterogeneity of problem-based learning outcomes for improving mathematical competence: A systematic literature review. Journal of Physics: Conference Series, 1722(1). Mardani, N. K., Atmadja, N. B., & Suastika, I. N. (2021). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS. Jurnal Pendidikan IPS Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.23887/pips.v5i1.272 Marwah, H. S., Suchyadia, Y., & Mahajani, T. (2021). PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SUBTEMA MANUSIA DAN BENDA DI LINGKUNGANNYA. JOURNAL OF SOCIAL STUDIES, ARTS AND HUMANITIES (JSSAH), 1(1), 42–45. Mohamed Shaffril, H. A., Samsuddin, S. F., & Abu Samah, A. (2021). The ABC of systematic literature review: the basic methodological guidance for beginners. Quality & Quantity, 55, 1319–1346. Priharsari, D. (2022). Systematic literature review di bidang sistem informasi dan ilmu komputer. 55 Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 9(2), 263–268. Salma, K., Sarmini, Segara, N. B., & Setyawan, K. G. (2024). Analisis Pelaksanaan Pembelajaran IPS dalam Penanaman Elemen Profil Pelajar Pancasila Materi: Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya di SMP Negeri 30 Surabaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1). Setyaningsih, R., & Rahman, Z. H. (2022). PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA. Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(2), 1606–1619. https://doi.org/https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i2.5098 Zahara, F., Ruslaini, & Diandita, E. R. (2023). PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JENIS USAHA EKONOMI YANG DIKELOLA SENDIRI KELAS V SD NEGERI PINEUNG. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(2). https://ejournal.unida-aceh.ac.id/index.php/guree 56