AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 AuPengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sasirangan: Kolaborasi Antar Mahasiswa/i UIN Antasari Banjarmasin IPB University dan STIPER Amuntai di Desa Hukai Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Kalimantan SelatanAy Aulia AoAzizah1. Hilya Tuttoyyibah2. Junaidi3. Laila Salsabila4. Muhammad Saman5. Rosiana6. Noor Alfulaila7 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Islam Negeri Antasari. Banjarmasin. Kalimantan Selatan *auliaazizahh0112@gmail. com1, aminahtita140482@gmail. com2, junaidii1315@gmail. lailasalsabila1102@gmail. com4, samananjir341@gmail. com5, rosianasyamsul78@gmail. nooralfulaila@uin-antasari. Article History: Received: Revised: Accepted: Abstract: Sasirangan fabric is a typical icon of South Kalimantan which is widely known for itAos motifs and Community empowerment through Sasirangan is to improve community welfare and empowerment through the use of traditional Sasirangan art. Hukai Village is also one of the places where we can find skilled Sasirangan craftsmen and learn about their dyeing techniques. The method that we used in this project is descriptive qualitative and the data includes the technique and process of dyeing Sasirangan fabric. Data was taken through observation and interviews. This collaboration adds insight and knowledge to participants, especially on how to dye Sasirangan fabric. This collaboration also helps in marketing the Sasirangan fabric models in Hukai Village to the outside community. This also shows the potential of Sasirangan as a means of promoting local culture, developing skills and Keywords: Hukai, empowering communities. Collaboration. Sasirangan Abstrak Kain sasirangan menjadi ikon khas Kalimantan Selatan yang sudah dikenal luas karena motif dan keunikannya. Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui sasirangan adalah meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat melalui penggunaan seni sasirangan tradisional. Desa Hukai juga merupakan salah satu tempat yang mana kita dapat menemui pengrajin sasirangan yang terampil dan belajar tentang teknik pewarnaanya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data yang diambil meliputi teknik dan proses pewarnaan kain sasirangan. Data diambil melalui observasi dan wawancara. Kolaborasi ini menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta khususnya dalam cara pewarnaan kain Kolaborasi ini juga membantu dalam memasarkan model kain sasirangan di Desa Hukai kepada masyarakat luar. Hal ini juga menunjukkan potensi sasirangan sebagai sarana mempromosikan budaya lokal, mengembangkan keterampilan dan memberdayakan Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Kata Kunci: Hukai. Kolaborasi. Sasirangan PENDAHULUAN Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin sebelum beralih status pada tahun 2017, dikenal oleh masyarakat dengan Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin yang didirikan pada tanggal 20 November 1964. Sejak 1964, terdapat 8 pemimpin/rektor yang memimpin IAIN Antasari Banjarmasin. Rektor pertama IAIN Antasari Banjarmasin adalah Zafri Zamzam. Saat awal kepemimpinannya, terdapat 4 fakultas yang berdiri yaitu Fakultas Syariah di Banjarmasin. Fakultas Syariah di Kandangan. Fakultas Tarbiyah di Barabai, dan Fakultas Ushuluddin di Amuntai. Selanjutnya berdiri Fakultas Tarbiyah di Banjarmasin diikuti Fakultas Tarbiyah cabang Martapura, cabang Rantau, dan cabang Kandangan. Fakultas baru yang didirikan kemudian pada tahun 1970 adalah Fakultas Dakwah di Banjarmasin. Pada akhirnya. IAIN Antasari memiliki 9 fakultas di akhir kepemimpinan Zafri Zamzam. Pada tahun 1973, di bawah kepemimpinan Rektor kedua. Mastur Jahri. MA. diputuskan bahwa semua Fakultas Tarbiyah disatukan menjadi Fakultas Tarbiyah di Banjarmasin. Beliau juga melanjutkan penyatuan fakultas lainnya menjadi satu fakultas seperti Fakultas Syariah Kandangan menjadi Fakultas Syariah bertempat di Banjarmasin dan Fakultas Ushuluddin Amuntai juga dipindah ke Banjarmasin tahun 1978. Hal ini menjadikan IAIN Antasari memiliki 4 fakultas di Banjarmasin yakni Fakultas Syariah. Fakultas Tarbiyah. Fakultas Dakwah, dan Fakultas Ushuluddin. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2017 Tentang Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin tanggal 3 April 2017. IAIN Antasari Banjarmasin beralih status menjadi UIN Antasari Banjarmasin dengan rektor pertama yakni Prof. Dr. Akh. Fauzi Aseri. Seiring dengan perubahan alih status ini, didirikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Hal tersebut menjadikan UIN Antasari Banjarmasin memiliki 5 Fakultas yakni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Fakultas Syariah. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Program Pascasarjana (UIN Antasari Banjarmasin, 2. IPB didirikan pada tanggal 1 September 1963 sebagai wujud pemikiran yang visioner dari pemimpin bangsa dan mereka yang peduli dengan pendidikan tinggi pertanian agar bangsa besar ini mempunyai perguruan tinggi kelas dunia yang memiliki kompetensi dalam bidang pertanian, biosains, dan berbagai bidang yang terkait. Hal ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, bioenergi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan menjaga lingkungan hidup. Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 91/1963 yang kemudian disahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965. Institut Pertanian Bogor adalah perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi-inovasi yang kualitasnya diakui secara nasional maupun internasional. Selama sepuluh tahun berturut-turut . ahun 2008-2. Inovasi IPB adalah yang terbanyak di antara perguruan tinggi lain di Indonesia berdasarkan hasil penilaian Business Innovation Center Ae Kementerian Riset. Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dalam Inovasi Indonesia Paling Prospektif . ebanyak 39,71 perse. (Sejarah IPB University, 1. Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia, melalui visi dan misinya berkomitmen untuk memberikan kontribusinya kepada bangsa, negara dan masyarakat dengan menghasilkan lulusan yang profesional yang berjiwa entrepreneur serta mampu menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan pertanian. Sistem Penjaminan Mutu merupakan salah satu aspek organisasi yang dibangun oleh Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai sejak berdiri sampai saat ini, agar tercapai standar mutu yang diharapkan. Standar Nasional Pendidikan Tinggi terkait sistem penjaminan mutu internal sampai dengan secara tertulis belum seluruhnya dituangkan dalam suatu manual mutu SPMI. Menyadari arti pentingnya suatu sistem dalam organisasi perlu dituangkan secara komprehensif dalam satu buku agar dapat menjadi pedoman bagi pengelola untuk melaksanakan tugas maupun sebagai dasar penyempurnaan sistem yang ada (Saihani, 2. Pengembangan dalam kamus Bahasa indonesia adalah perluasan (Ilmiawan & Arif. Menurut Putra . Pengembangan merupakan penggunaan ilmu-ilmu pengetahuan teknis dalam rangka memproduksi bahan baru atau peralatan. Produksi dan jasa ditingkatkan secara substansial untuk proses atau sistem baru, sebelum dimulainya sistem produksi komersial meningkatkan secara substansial apa yang sudah di produksi. Pengertian mengenai pengembangan dapat peneliti simpulkan bahwa pengembangan merupakan pembelajaran sehingga menghasilkan suatu produk. Secara terminologi pengembangan masyarakat dalam perjalanannya merujuk pada: sebuah pekerjaan profesional, sebuah metode atau pendekatan dalam pengembangan sosial dan ekonomi, sebuah komponen dalam kerja pelayanan kemanusiaan, sebuah pemikiran dan pendekatan intelektual terhadap dunia dan sebuah aktivitas politik (Zubaedi, 2. Pengembangan masyarakat dapat didefinisikan sebagai metode yang memungkinkan individu-individu dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya. Semua kegiatan pengembangan masyarakat diarahkan untuk membentuk sebuah struktur masyarakat yang mencerminkan tumbuhnya semangat swadaya dan partisipasi. Pengembangan masyarakat meliputi usaha memperkokoh interaksi sosial dalam masyarakat, menciptakan semangat kebersamaan, soliditas di antara anggota masyarakat dan membantu mereka untuk berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara berdialog secara alamiah atau tanpa intervensi, didasari penuh pemahaman dan ditindaklanjuti dengan aksi sosial nyata (Zubaedi, 2. Konsep AupemberdayaanAy berasal dari kata dasar AudayaAy yang mengandung arti AukekuatanAy, dan merupakan terjemahan dari bahasa inggris yaitu AuempowermentAy. Dalam hal ini konsep pemberdayaan mengandung arti memberikan daya atau kekuatan kepada kelompok yang lemah yang belum mempunyai daya/kekuatan untuk hidup mandiri, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok/kebutuhan dasar hidupnya sehari-hari, seperti makan, pakaian/sandang, rumah/papan, pendidikan, dan kesehatan (Hamid, 2. Secara konseptual pemberdayaan masyarakat dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan sosial dari penduduk sebuah komunitas yang mengorganisasikan diri dalam membuat perencanaan dan tindakan kolektif, untuk memecahkan masalah sosial atau memenuhi kebutuhan sosial sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki (Gunawan, 2. Dalam pendapat lain, pemberdayaan masyarakat didefinisikan sebagai sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nila-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 paradigma baru pembangunan, yakni bersifat people centered . erpusat pada manusi. Participatory . , empowering . , dan sustainable . Kain sasirangan merupakan hasil karya cipta masyarakat Banjar yang banyak diminati oleh Masyarakat lokal, domestik maupun mancanegara. Kain sasirangan menjadi ikon khas Kalimantan Selatan yang sudah dikenal luas karena motif dan keunikannya. Kain sasirangan merupakan kain yang diberi corak dan warna tertentu kemudian dipolakan secara tradisional disesuaikan dengan cita rasa budaya etnis Banjar. Sebenarnya, arti dari sasirangan itu sendiri adalah dibuat menjadi satu jelujur (Hartiningsih, 2. Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui sasirangan adalah konsep yang terkait dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat melalui penggunaan seni sasirangan tradisional. Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sasirangan mengacu pada upaya untuk memajukan dan memberikan kemampuan kepada komunitas yang terlibat dalam produksi dan penggunaan sasirangan, yang merupakan seni tradisional khas Indonesia. Pemberdayaan masyarakat sasirangan adalah tentang memberikan mereka alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, sambil mempromosikan dan melestarikan warisan budaya yang berharga. Selain itu sasirangan juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan pengembangan ekonomi, pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, pendidikan, dan pengembangan komunitas (Yulandari, 2. Hukai adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Indonesia. Desa Hukai memiliki sejarah seni terutama dalam hal seni sasirangan. Desa Hukai juga merupakan salah satu tempat yang mana kita dapat menemui pengrajin sasirangan yang terampil dan belajar tentang teknik pewarnaanya. Para pengrajin sasirangan Desa Hukai mendapat dukungan dari berbagai organisasi untuk membantu mereka dalam meningkatkan kerajinan dan meningkatkan pendapatan. Contohnya perusahaan Balangan Coal yang memberikan pendampingan kepada kelompok mahasiswa IPB University yang memberikan bimbingan pengelolaan usaha dan pemasaran. METODE PELAKSANAAN Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang telah terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang teliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya (Sugiyono, 2. Menurut Moleong . dengan menggunakan metode deskriptif berarti peneliti menganalisis data yang dikumpulkan dapat berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Data yang diambil meliputi teknik dan proses pewarnaan kain sasirangan. Data diambil melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diambil dari dokumen dan referensi yang relevan dengan topik penelitian. HASIL DAN PELAKSANAAN Kegiatan ini dilaksanakan di hari Minggu, 22 Oktober 2023 pada pukul 14. 00 Ae selesai yang bertempat di Desa Hukai. Kecamatan Juai. Kabupaten Balangan. Provinsi Kalimantan Selatan. Acara ini diikuti kurang lebih 20 orang yang terdiri dari Pembakal Desa Hukai. Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Warga. Mahasiswa/i KKN di Desa Hukai, dan siswi MTS Hukai. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan kain sasirangan 36 IND Green FF Kain Katun Satin . 37 IND Green B Kain Sutra . 38 Mesin Cuci Benang Jeans 39 Patung Manekin Sarung Tangan Karet 40 Gunting Kain Jemuran Alumunium 41 Gayung Jarum 42 ASBS (Kadar I) Mata Nini 43 Merah R Pendedel (Besa. 44 GR Merah B Pendedel (Keci. 45 GR Biru B 10 Gunting (Besa. 46 GR Merah R 11 Kertas Karton Tebal 47 IND BLUE RSN . 12 Karet Gelang 48 IND YELLOW GCN . 13 Baskom Kotak (Besa. IND YELLOW GOLD 14 Packaging Kantong Kresek 50 IND OLIVE GREEN 15 Packaging Kertas (Paperba. 51 IND OLIVE T 16 Packaging Kotak 52 R. TURKIS BLUE 17 Spidol Warna 53 R ORANGE 2 R 18 Gas LPG 54 R ORANGE 3 R 19 Etalase 55 R RED 5 B 20 Timbangan digital 56 REED 8 B 21 Box Prep 57 R BLUE KNR 22 Gelas Ukur . 58 GR GG 23 Masker 59 ASD 24 Kaos polos (M) 60 AS 25 Kaos polos (L) 61 ASLB 26 Kaos polos (XL) 62 ASG (Kadar I) 27 TRO 63 Violet 4 R 28 Soda ASH 64 IND Brown . %) 29 Soda Api 65 IND Grey M GRANUL 30 ASOL (Kadar I) 66 IND Grey M PEKAT 31 ASBO (Kadar I) Merah B Hidro Biru B IND Green XBN Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Proses dalam pembuatan kain sasirangan Adapun proses membuat kain sasirangan ada beberapa tahap yang perlu dilakukan yaitu: Motif. Pada tahap ini melakukan pemotifan pada kain, dimana motif yang digunakan dapat berupa jiplak atau melukis langsung di kain. Jelujur. Pada tahap ini diperlukan ketelitian yang jelas, sebab tahap menjelujur ini adalah tahap menjahit. Dalam hal ini masing-masing peserta diperlukan skill untuk menjahit yang rapi. Sisit. Pada tahap ini ujung benang pada jahitan di tarik hingga kain terlipat, kemudian ujung benang diikat agar saat proses pewarnaan menghasilkan warna yang baik. Warna. Pada tahap ini setelah kain sudah disisit selanjutnya kain diberikan warna. Perlu diingat sebelum memberikan warna, pastikan kita mengetahui perbedaan pewarna dingin dan panas agar warna yang dihasilkan tidak pudar. Lepas Benang. Pada tahap ini setelah kain diberikan warna selanjutnya melepas benang jahitan dengan menggunakan pendedel . lat melepas benan. Setelah benang sudah dilepas selanjutnya kain dibilas menggunakan air biasa hingga tidak ada benang lagi yang menempel pada kain. Berikut adalah beberapa dokumentasi terkait rangkaian kegiatan kolaborasi ini. Gambar 1. Menjelujur kain Vol. I No 2 Agustus 2023 Gambar 2. Menyisit kain AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar 3. Memilih bahan pewarna Gambar 4. Mencampurkan bahan Gambar 5 dan 6. Mencelupkan kain ke dalam larutan pewarna Gambar 9. Mencuci kain yang telah diwarnai dengan dicelupkan ke air biasa Vol. I No 2 Agustus 2023 Gambar 10. Melepas benang jahitan AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar 7 dan 8. Memberikan warna kedua Gambar 9 dan 10. Melepaskan ikatan pola kain Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar 11. Kain dijemur dan siap dijadikan baju dan sebagainya Pada hari Selasa, 24 Oktober 2023 mahasiswa/i dari ketiga perguruan tinggi melanjutkan kolaborasi untuk membahas struktur organisasi kepengurusan sasirangan di Desa Hukai Kecamatan Juai Kabupaten Balangan yang diikuti oleh kepala desa. Ibu Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Perwakilan dari Perusahaan PT. Adaro, serta Masyarakat Desa Hukai. Dari musyawarah ini menghasilkan struktur organisasi sebagai berikut. Gambar 12. Struktur Organisasi Pengurus Kain Sasirangan Desa Hukai Kemudian pada hari Rabu, 1 November 2023 mahasiswa/i dari ketiga perguruan tinggi ikut serta dalam pertemuan yang membahas mengenai AuPentingnya Social Media dan BrandingAy. Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pertemuan ini dimulai dengan membahas pengertian media social dan jenis-jenisnya, lalu dilanjutkan dengan pemilihan logo dan packaging. Gambar 13 dan 14. Pertemuan AuPentingnya Social Media dan BrandingAy Kolaborasi antara UIN Antasari Banjarmasin. IPB University, dan STIPER Amuntai menggabungkan keahlian yang beragam untuk mendukung upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui sasirangan. Kolaborasi ini menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta khususnya mahasiswa/i dari ketiga perguruan tinggi, khususnya dalam cara pewarnaan kain sasirangan. Kolaborasi ini dapat membantu dalam memasarkan model kain sasirangan di Desa Hukai kepada masyarakat luar. Hal ini juga menunjukkan potensi sasirangan sebagai sarana mempromosikan budaya lokal, mengembangkan keterampilan dan memberdayakan KESIMPULAN Pemberdayaan masyarakat sasirangan adalah tentang memberikan mereka alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, sambil mempromosikan dan melestarikan warisan budaya yang berharga. Desa Hukai juga merupakan salah satu tempat yang mana kita dapat menemui pengrajin sasirangan yang terampil dan belajar tentang teknik Kolaborasi antara UIN Antasari Banjarmasin. IPB University, dan STIPER Amuntai akan menggabungkan keahlian yang beragam untuk mendukung upaya pengembangan dan pemberdayaan melalui sasirangan. Kolaborasi ini menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta khususnya mahasiswa/i dari ketiga perguruan tinggi, khususnya dalam cara pewarnaan kain Kolaborasi ini juga dapat membantu dalam memasarkan model kain sasirangan di Desa Hukai kepada masyarakat luar. Hal ini juga menunjukkan potensi sasirangan sebagai sarana mempromosikan budaya lokal, mengembangkan keterampilan dan memberdayakan masyarakat. ACKNOWLEDGEMENTS Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung penuh dalam terlaksananya kegiatan yakni pihak dari pengurus kain sasirangan Desa Hukai yang telah mengizinkan kami untuk melaksanakan kegiatan ini. Partisipasi peserta kegiatan kolaborasi dari Vol. I No 2 Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2 Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 ketiga Universitas yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh antusias selama kegiatan Tidak lupa kepada dosen pembimbing lapangan kuliah kerja nyata (KKN) kami yang telah memfasilitasi serta memberi semangat, motivasi, dukungan dengan penuh keikhlasan sehingga memberikan energi positif bagi kami untuk melaksanakan kegiatan ini. Semoga kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua. DAFTAR REFERENSI Adhitya Haryanto. FaktorAiFaktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Melalui Situs Belanja Online di Indonesia. Institute Management Telkom. Gunawan. Pemberdayaan Masyarakat. PT. Gramedia Pustaka Utama. Hartiningsih. Keberadaan dan Upaya Pelestarian Kain Sasirangan Pewarna Alam di Kota Banjarmasin. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 15. , 231Ae241. Ilmiawan & Arif. Pengembangan Buku Ajar Sejarah Berbasis Situs Sejarah Bima (Studi Kasus pada Siswa Kelas X MAN 2 Kota Bim. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya. Saihani. Manual: Sistem Penjaminan Mutu Internal 2016-2020. Yayasan Bakti Muslimin Amuntai. Sejarah IPB University. IPB University Bogor Indonesia. https://w. id/page/sejarah-ipb/ Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Yulandari. Perancangan Buku Ilustrasi Sasirangan Banjarmasin sebagai Upaya Pelestarian Budaya. Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Zubaedi. Pengembangan Masyarakat: Wacana dan Praktik . st ed. KENCANA: Prenada Media Group. Vol. I No 2 Agustus 2023