Raqib: Jurnal Studi Islam Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 ISSN: x-x | E-ISSN: x-x PENGUATAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN (GURU-WALIMURID-SISWA) DI ERA DISRUPSI (Strengthening Educational Communication AuTeacher-Parents-StudentAy In The Era Of Disruptio. Lalu Muhammad Samiuddin Universitas PTIQ Jakarta email: lalusamiuddin@ptiq. Abstract One of the important things that influences student learning success is the establishment of effective communication between teachers and parents, teachers and students and parents and The purpose of this research is to determine the important role of communication from these three elements. The results of this research show that communication between these three elements has a significant role in student learning success. Teachers are able to establish communication with students as evidenced by effective classroom management. Teachers provide appropriate and accurate information to parents regarding student information. This is because teachers and parents have the same desire, namely to realize student success. Apart from that, maintaining communication ethics is a guideline mentioned in the Al-Qur'an, the AlQur'an even states it clearly with the sentences Qoulan sadida, qoulan layyinan. Qaulan baliigha. The terms mentioned in the Qur'an are a signal and guidance for humans, especially believers, that paying attention to ethics when communicating is very important. Maintaining communication ethics motivates students to improve their achievements and learning outcomes. Students who receive attention from teachers in the form of good treatment make them learn well. Likewise, attention from their parents in the form of trust and provision of learning needs is a factor that strengthens their enthusiasm for learning. Keywords: Teacher. Communication. Education. Role. Learning. Abstrak Salah satu hal penting yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah terjalinnya komunikasi yang efektif antara guru dengan orangtua, guru dengan siswa dan orangtua dengan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penting komunikasi dari tiga elemen Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi ketiga elemen tersebut mempunyai peran yang signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Guru mampu menjalin komunikasi dengan siswa yang dibuktikan dengan pengelolaan kelas yang efektif. Guru memberikan informasi yang tepat dan akurat kepada orangtua mengenai informasi siswa. Hal ini disebabkan karena guru dan orangtua memiliki keinginan yang sama yakni mewujudkan keberhasilan siswa. Selain itu menjaga etika komunikasi adalah tuntunan yang disebutkan di dalam Al-QurAoan, bahkan Al-QurAoan menyebutkan secara jelas dengan kalimat Qoulan sadida, qoulan layyinan. Qaulan baliigha. Term-term yang disebutkan Al-QurAoan tersebut sebagai isyarat sekaligus petunjuk bagi manusia khususnya orang-orang yang beriman, bahwa memperhatikan etika selama berkomunikasi sangat penting. Keterjagaan etika komunikasi ini menjadi motivasi siswa dalam meningkatkan prestasi dan hasil belajar mereka. Siswa yang mendapatkan perhatian dari guru berupa perlakuan yang baik membuat mereka belajar dengan baik. Begitu juga perhatian dari orangtua mereka berupa kepercayaan dan penyediaan keperluan belajar, menjadi faktor yang menguatkan semangat mereka untuk belajar. Kata kunci: Guru. Komunikasi. Pendidikan. Peran. Belajar. LATAR BELAKANG MASALAH Perubahan merupakan sebuah keniscayaan. Keniscayaan tersebut sebagai bentuk wujud peran yang diambil oleh manusia sebagai pelaku sekaligus sebagai penerima dari perubahan tersebut. Perubahan disebabkan karena keinginan dan motivasi manusia, sebagi wujud keinginannya untuk memanfaatkan apa yang ia hasratkan, dan sebagai bentuk pertanggung jawab mereka sebagai khalifah . Tuhan di bumi ini (Qs. Al-Baqarah/2:. Sebagai khalifah . , manusia diberikan akal sebagai tools . untuk melengkapi tugas mereka dalam rangka mengelola bumi dan segenap isinya. Bumi yang ada merupakan wadah manusia untuk membuktikan kedahsyatan akal yang ia miliki sekaligus sebagai wasilah untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk dengan tingkat kebutuhan paling kompleks jika memakai istilah yang digaungkan Maslow. Menurut perspektif Maslow, tingkat pemenuhan kebutuhan manusia diibaratkan dengan piramida. Setiap manusia memenuhi kebutuhanya berdasarkan tingkat kepentingan mereka, yakni pemenuhan kebutuhan tersebut dimulai dari paling rendah sampai kepada tingkat yang paling tinggi berupa aktualisasi diri. Salah satu upaya yang disarankan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan adalah pendidikan, yakni hasil dari pendidikan tersebut diharapkan membantu manusia dalam pemenuhan kebutuhannya. Menurut Ana Maritsa, dkk. , pendidikan yang didalamnya terdapat tekonologi meringkan beban manusia dalam bentuk inovasi sehingga pekerjaan yang dilakukannya menghemat tenaga. 2 Kehadiran tekonologi menjadi sebab kemudahan bagi manusia, termasuk dalam Pendidikan diyakini sebagai wadah yang mampu memberikan hal baru bagi Hal baru yang dimaksud berupa kemudahan, kenikmatan, kebahagiaan atau berupa kesenggsaraan, ketertekanan, dan ketakutan. Perubahan dari hasil pendidikan dalam bentuk kebahagiaan atau kondisi sejenisnya merupakan konsekuensi dari individu-individu yang memahami dan memanfaatkan pendidikan dengan benar. Begitu juga sebaliknya, hal baru berupa kesenggsaraan dan kondisi sejenisnya dirasakan bagi mereka yang keliru memahami arti penting dari pendidikan. Dengan demikian, pendidikan diibarakan sebagai tools atau sarana yang harus dilalui bukan sebagai tujuan yang hendak dicapai. Kesalahan memahami hakikat pendidikan seringkali menimbulkan dampak yang Orangtua yang memahami pendidikan sebagai tujuan, tidak sungkan mengeluarkan biaya berapapun untuk membiayai pendidikan anaknya, sehingga tidak sedikit orangtua yang bertindak di luar batas dan tidak memperhatikan hal-hal yang dilarang agama demi mendapatkan uang untuk biaya anaknya. Berbagai cara orangtua lakukan, tidak lagi mempedulikan larangan agama demi uang untuk membiayai pendidikan anaknya. Tengok saja saat ini, para pejabat dengan ambisiusnya menyimpan uang negara di beberapa rekening karena keinginan membahayakan keluarganya, termasuk di dalamnya untuk membiayai pendidikan U Sumarwan. Perilaku Konsumen: Teori Dan Penerapannya Dalam Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia, 2011. Ana Maritsa, dkk. AyPengaruh Teknologi Dalam Dunia Pendidikan. Ay Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan 18, no. 2 (Desember 2. : 91-100. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 63 anaknya. Satu dari sekian banyaknya kejadian yang terjadi di masyarakat menjadi contoh, misalnya berita tindakan pelanggaran seorang ayah demi anaknya, yakni seorang kades . epala des. di Tulungangung melakukan korupsi untuk membiayai hutang anaknya yang gagal menjadi anggota legislatif. 3 Berita lain yang tidak hebohnya adalah rentetan para pembantu presiden yang terganjal kasus korupsi. 4 Dua berita ini cukup menjadi pengantar bahwa tindakan para pelaku korupsi tidak dapat dipisahkan dari keinginan orangtua untuk membahagiakan anak-anaknya. Bagi orangtua yang memahami pendidikan sebagai sebuah proses untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan, maka yang dilakukan adalah mencari atau bekerja sesuai dengan ajaran agama. Cara pandang mereka mendapatkan uang untuk membiayai anaknya disandarkan kepada aturan Ilahi, sehingga langkah mereka dimudahkan sekaligus diberkahi, dan pada akhirnya anak yang mereka biayai mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Adapun bukti sederhana dari ilmu yang bermanfaat adalah kemudahan dalam menjalani kehidupan. Di sisi lain, di tengah era disupsi seperti sekarang ini, peran dan kehadiran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dinantikan. Sosok guru PAI harus menyadari bahwa kehadiran mereka dalam rangka memberikan AosuntikanAo motivasi baik kepada wali murid maupun siswanya dirindukan, sebab guru PAI diibaratkan sebagai sosok AosuciAo yang memilki peran penyambung tugas suci para nabi. Untuk menunjang tugas tersebut, maka guru harus membekali dirinya dengan kemampuan komunikasi. Tulisan ini berupaya menjelaskan jalinan komunikasi dalam pendidikan yakni komunikasi guru dengan wali murid, guru dengan siswa dan wali murid dengan siswa. Pola komunikasi yang terbentuk diharapkan membentuk sebuah simpul tali yang kuat dan saling mengokohkan, sehingga kualitas output . asil belaja. pendidikan di era disrupsi dapat dipertahankan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan . ibrary researc. Studi kepustakaan diartikan sebagai usaha mengindentifikasi permasalahan dengan melacak berbagai sumber literatur baik dari buku, majalah surat kabar maupun berita-berita yang disajikan dari media online yang Data kualitatif didapat melalui suatu proses menggunakan teknik analisis 5 Obyek penelitian adalah sesuatu yang akan diselidiki dalam penelitian yang berupa keseluruhan gejala yang ada di sekitar kehidupan manusia. 6 Pendapat lain menjelaskan objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau pusat perhatian penelitian. Sifat keadaan yang dimaksud bisa kuantitasnya atau kualitasnya yang berupa perilaku, kegiatan, pendapat, sikap prokontra, atau sikap simpati-antipati, dan bisa juga berupa proses. 7 Selain itu, untuk memperkuat argumentasi penulis, maka disertakan beberapa ayat Al-QurAoan yang memiliki keterhubungan dengan tema yang dibicarakan, atau dikenal dengan istilah mauduAoi. Sementara itu data-data dalam penelitian ini diambil dari buku, jurnal dan hasil penelitian lainnya. Kompas. com, https://surabaya. com/read/2024/05/07/180054778/kades-di-tulungagungkorupsi-untuk-lunasi-utang-anak-yang-gagal-nyaleg. Diakses 17 Mei 2024. Muhamad Ibrahim, https://infobanknews. com/kaleidoskop-2023-jerat-korupsi-anak-buahjokowi/. Diakses 17 Mei 2024. Wiratna Sujarweni. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustakabarupress, 2014. Andi Prastowo. Metode Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011. Saifuddin Azwar. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 64 HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi Pendidikan Komunikasi pendidikan merupakan jalinan komunikasi dua arah yang melibatkan tiga elemen penting di dalam pendidikan, yakni guru, wali murid dan siswa. Ketiga elemen tesebut memiliki keterhubungan yang kuat sehingga dampak yang ditimbulkan besar, terutama berkaitan dengan output pembelajaran, yakni siswa yang sudah menjalani proses belajarnya. Perkembangan ilmu komunikasi pada awalnya tidak banyak mendapat perhatian dari para tokoh, termasuk para filsuf sendiri. Tidak mendapat perhatian bukan berarti diabaikan, hanya saja tidak ada di dalam khazanah ilmu pengetahuan sebelumnya. Akan tetapi seiring perubahan waktu dan perkembangan zaman, ilmu komunikasi menurut Dedi Mulayana, mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dalam ranah ilmu Kata cum dan unus disinyalir sebagai asal kata yang membentuk kata Cum sendiri diartikan Aodengan, bersama denganAo dan unus dipahami artinya Perpaduaan dua suku kata ini . um dan unu. diartikan persekutuan, gabungan. Di dalam usaha untuk melakukan hubungan atau persekutuan dibutuhkan sebuah usaha, sehingga menjadi kata communicare yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, memberikan sebagian kepada seseorang, tukar mnenukar, membicarakan sesuatu dengan seseorang, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, berteman. Kelak dari kata communicare ditetapkan menjadi kata kerja di dalam Bahasa Inggris, yakni communication, dan di Indonesia dierap menjadi Secara harfiyah, komunikasi berarti pemberitahuan, pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran, atau hubungan. Pendapat lain menjelaskan bahwa komunikasi diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua atau lebih manusia dengan menggunakan bahasa atau penyampaian/pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua pihak . atau lebih sehingga pesan tersebut dapat dipahami. 10 Sementara itu. Liliweri seperti dikutip Yusuf, melengkapi pengertian komunikasi dengan menyertakan penggunaan simbol-simbol dalam menjelaskan makna tertentu kepada orang lain, sehingga penjelasan tersebut secara tidak langsung mempengaruhi orang lain untuk berubah. Berdasarkan pengertian komunikasi yang disebutkan sebelumnya, maka penulis berpendapat bahwa komunikasi tidak hanya bermakna bertukar informasi atau menyampaikan informasi, melainkan komunikasi bertujuan untuk mempengaruhi orang lain, sehingga orang yang dipengaruhi tersebut memiliki keinginan untuk mengikuti kehendak dari penyampai berita. Adapun komunikasi pendidikan merupakan proses tukar informasi atau dialog antara tiga elemen penting yang berperan di dalam kesuksesan belajar siswa, yakni komunikasi guru dengan orangtua, guru dengan siswa, dan komunikasi orangtua dengan siswa. Ketiga elemen penting ini harus bersipogang untuk saling menguatkan, sehingga terwujud hasil belajar yang memuaskan, dan tentunya menlahirkan kenyamanan bagi guru dan orangtua. Komunikasi Guru vs Siswa Deddy Mulyana. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007. Agus M Hardjana. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius, 2007. Windy Novia. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kashiko Press, 2007. Pawit M. Yusuf. Komunikasi Pendidikan dan Komunikasi Intruksional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 65 Sejarah Islam mencatat bahwa kemampuan menyampaikan pesan dengan baik berdampak terhadap mudah diterimanya pesan yang disampaikan. Para nabi yang diutus untuk mengemban tugas suci berupa menyampaikan pesan Ilahi, memiliki kualifikasi yang luar bisa di dalam menyampaikan pesan tersebut. Dengan demikian kemampuan menyampaikan pesan berdampak besar terhadap dapat diterimanya pesan Salah satu hal penting yang diperhatikan ketika hendak menyampaikan pesan adalah memperhatikan keadaan atau kondisi lawan bicara. Memperhatikan kondisi dipahami dengan keadaan lawan bicara. Menurut KBBI, keadaan diartikan dengan sifat. uatu bend. : suasana. situasi yang sedang berlaku. 12 Hal ini bertujuan agar pesan yang hendak disampaikan dapat dipahami, dan tentunya pesan tersebut dapat Al-QurAoan sebagai kitab petunjuk, memberikan arahan supaya pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Ayat di bawah ini merupakan salah satu etika di dalam menyampaikan pesan kepada orang lain. a a a a ca e a e e a a a a ca e a a Aa a a a a e a a ac NA a AaO aIe e a eE aI I eI ac a eOE acE EA AON aOA AI C eO aI nN aEO aOI ENIAO aE cEE II O OON aO II OA a aa a s aAE aeO a EaE eOIA Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka. Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki . arena kecenderungannya untuk sesa. , dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki . erdasarkan kesiapannya untuk menerima petunju. Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ibrahim/14: . Pemahaman seseorang terhadap bahasa lawan bicara merupakan syarat penting agar komunikasi berlangsung dengan baik. Pilihan Allah Swt yakni rasul yang diutusNya disesuaikan dengan tingkat kemampuan kaum di mana rasul tersebut 13 Hal ini juga sebagai bentuk kemurahan Allah Swt agar manusia dapat memahami apa yang disampaikan para rasl yang diutusNya, sehingga orang-orang yang yang mengingkari utusan tersebut akan disesatkan, dan bagi yang mengikuti utusan tersebut akan dimuliakan. Terapan ayat ini di dalam pendidikan, seorang guru hendaknya memperhatikan tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi yang sedang disampaikan. Guru disarankan mengetahui kesiapan siswa sebelum proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga materi pelajaran yang disampaikan dapat dimengerti oleh siswa. Oleh karena itu, bagian yang tidak boleh dilupakan oleh guru adalah penelolaan kelas yang efektif. Pengelolaan kelas menurut Djamarah dan Zain dipahami sebagai sebuah skil yang harus dikuasai oleh guru dalam rangkan membuat kelas menjadi nyaman selam proses kegiatan belajar mengajar dan mampu mengendalikannya ketika ada gangguan yang terjadi. 14 Pendapat lain menyebutkan bahwa pengelolaan kelas bertujuan untuk https://kbbi. id/ada, diakses 19 Mei 2024. https://tafsirweb. com/4050-surat-ibrahim-ayat-4. Diakses 19 Mei 2024. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 66 melibatkan siswa dala proses belajar. Wragg mencatat bahwa keterlibatan siswa secara aktif selama proses belajar mengajar merupakan wujud pengelolaan kelas yang efektif. Selain kemampuan pengelolaan kelas, seorang guru harus memperhatikan etika lain agar setiap perkataannya didengar oleh siswa. Etika ini menjadi syarat penting bagi guru supaya siswa yang mendengarnya tidak menafikan apa yang disampaikan guru Etika yang dimaksud adalah guru tersebut harus berupaya menjadi figur teladan bagi siswanya. Berdasarkan hasil penelitiaan Deni Sutisna dkk. , bahwa keberhasilan pendidikan karakter disekolah bergantung dari sejauh mana guru tersebut bisa menjadi teladan siswa-siswinya sehingga untuk mewujudkan siswa yang berkarakter diperlukan guru yang berkarakter pula. Metode keteladanan merupakan metode yang tidak berhenti pada lisan . saja, melainkan dibuktikan dalam wujud perbuatan. Perbuatan atau tindakan tersebut dilakukan sebagai pembuktian terhadap apa yang diyakini kebenarannya, sehingga menjadi motivasi orang lain untuk mengikuti. Potret teladan di dalam Al-QurAoan disebutkan, a a a e aa a ANA a a e a Ua a a Ua ea ANA e AI E aE eI A eO a aA a AcEE aOE aO eO aI eE a aO aE aA a AI aO e aO NA AcEE E a eO UA AEA AIA AIA AEA AIA AOA AcEEA AEA AOA AEC EA Sungguh, pada . Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah. (Qs. Al-Ahzab/33: . Kata uswah diproyeksikan dengan pemaknaan keteladan yang diikuti dengan sifat hasanah, dan diartikan baik, sehingga uswatun hasanah dipahami sebagai teladan yang baik. Abudin Nata menambahkan bahwa kata uswatun hasanah dicerminkan oleh dua sosok nabi agung di dalam Al-QurAoan, yakni Nabi Muhammad Saw. Nabi Ibrahim as, dan beberapa orang yang beriman dengan teguh kepada Allah Swt. Rasulullah adalah teladan bagi manusia dalam segala hal, termasuk di medan Sungguh, telah ada pada diri rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu dalam semua ucapan dan perilakunya, baik pada masa damai maupun perang. Namun, keteladan itu hanya berlaku bagi orang yang hanya mengharap rahmat Allah, tidak berharap dunia, dan berharap hari kiamat sebagai hari pembalasan. dan berlaku pula bagi orang yang banyak mengingat Allah karena dengan begitu seseorang bisa kuat meneladani beliau. Bagi seorang guru, menjadi teladan untuk siswa-siswanya adalah keharusan. Setiap perkataan dan perbuatan yang dilakukan seorang guru akan menjadi perbincangan, dan disoroti oleh muridnya. Ketika guru tersebut melakukan kesalahan atau memberikan contoh yang tidak baik, maka secara tidak langsung guru tersebut mengajarkan kejahatan, sehingga kelak lahir generasi rusak dan membuat kerusakan. Ketika guru berbicara dengan gaya bicara yang tidak sopan, menghardik dan sejenisnya, maka secara tidak langsung guru tersebut mengajarkan kebencian kepada muridnya. Perilaku murid seperti ini sebagai bentuk hasil meniru dari apa yang dicontohkan oleh Richard Dunne, & Ted Wragg. Pembelajaran Efektif terj. Anwar Jasin dari judul asli Effective Teaching. Jakarta: PT Gramedia, 1996. Deni Sutisna dkk. AyKeteladanan Guru sebagai Sarana Penerapan Pendidikan Karakter Siswa. Ay Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia 4, no. 2 (September 2. : 29 Ae 33 Abudin Nata. Filsafat Pendidkan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. https://tafsirweb. com/7633-surat-al-ahzab-ayat-21. Diakses 19 Mei 2024. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 67 gurunya. Menurut Ramayulis, sifat meniru merupakan metode yang positif dalam pendidikan keagamaan pada anak. Di tengah derasnya diserupsi di dalam dunia pendidikan seperti saat ini, sosok guru teladan dinantikan. Ia diyakini dapat membentuk karakter siswa, bahkan guru tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Menjadi teladan yang baik secara tidak langsung memberikan gairah belajar bagi siswa. Gairah belajar menjadi sebab seorang siswa mampu mendapatkan prestasi atau hasil belajar yang Dalam hal ini gairah belajar dapat dikatakan sebagai motivasi belajar. Jadi guru harus bersedia menerima tugas dan tanggung jawab sebagai teladan bagi siswanya, sebab menurut Abdullah Munir, kerelaan siswa dalam belajar salah satunya disebabkan karena teladan guru yang mereka saksikan selama berada di sekolah. 20 Dengan demikian proses komunikasi antara guru dan siswa tebentuk melalui teladan yang ditampilkan oleh gurunya. Bagi siswa, guru yang menampilkan teladan yang baik, mendorong mereka untuk berbicara, mengeluarkan pendapat dan terkadang menceritakan keluhan yang mereka rasakan. Bagi siswa, guru tersebut diharapkan mampu mencarikan jalan keluar dari kesulitannya, sehingga siswa tidak merasa terbebani untuk bercerita. Samiuddin dengan mengutip pendapat Mulyasa menyebutkan bahwa salah satu tugas istimewa yang dipikul seorang guru adalah bersedia menjadi teman, sehingga guru harus menyiapkan telinganya untuk mendengar setiap keluhan 21 Dengan demikian kemampuan dan keinginan guru untuk mendengar keluhan siswa dapat menjadi jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi siswa. Faktor lain yang perlu diperhatikan oleh guru intonasi suara selama menjelaskan materi di dalam kelas. Intonasi suara berkaitan dengan sampai atau tidaknya materi pelajaran kepada siswa, terutama bagi siswa yang duduk di bangku belakang. Bagi siswa yang duduk di belakang, seringkali terkendala dengan siswa yang ada di depannya, dan biasanya intonasi suara dari gurunya. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan dengan baik kualitas intonasi suaranya. Intonasi merupakan tinggi rendahnya suara, irama suara atau alunan nada. Ketika melakukan public speaking dihadapan komunikan pastikan nada bicara yang dipakai, merupakan nada biasa sehari-hari ketika melakukan percakapan agar komunikan merasa seperti diajak berkomunikasi dengan intens. Selama proses menjelaskan materi pelajaran, guru hendaknya memperhatikan volume suaranya. Volume suara berkatan erat dengan karakter tema dari materi yang Artinya, ketika guru hendak menjelaskan tentang motivasi maka disarankan untuk memperbesar volume suaranya. Sedangkan ketika menjelaskan hukuman aatau sejenisnya, maka guru perlu menurunkan volume suaranya. Kedua hal ini berhubungan dengan ekpresi guru, sehingga siswa yang mendengarnya menyimpulkan bahwa guru tersebut memiliki totalitas dalam menjelaskan materi Seorang guru dapat belajar ekpresi kepada seorang penyanyi, yakni bagaimana seorang penyanyi memperdengarkan suaranya ketika melantunkan nada. Lantunan nada tersebut sebagai bentuk ekpresi seorang penyanyi dalam menyampaikan pesan kepada pendengar, sehingga pendengar merasakan pesan yang Ramayulis. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2010. Abdullah Munir. Spritual Teaching. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2006. Lalu M. Samiuddin. Menjadi Selebriti Langit di Sekolah. Bogor: STAINI Press, 2021. Nourmalyta Kho, https://publicspeaking. id/2019/12/04/pentingnya-intonasi-volumedan-speed-and-pause/. Diakses 20 Mei 2024. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 68 ingin disampaikan dalam lagu tersebut. Ekspresi sangat penting bagi para penyanyi untuk bisa menyampaikan pesan lagu yang dinyanyikan. Komunikasi guru vs Orangtua murid Guru dan orangtua merupakan dua orang penting yang harus terlibat selama proses belajar siswa. Guru sebagai orangtua kedua siswa di sekolah, memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam memantau siswa selama belajar di sekolah. Peran besar guru terutama berkaitan dengan proses belajar mengajar di dalam kelas. Menurut Samiudin, dalam proses mengajar, sebaiknya guru melibatkan Allah Swt. Artinya setiap proses mengajar harus memperhatikan aturan-aturan yang ada di dalam Islam, sehingga lahirnya proses mengajar dengan hati. Sementara itu, orangtua adalah orang yang paling berkepentingan terhadap keberhasilan belajar siswa. Berbagai upaya dilakukan orangtua untuk membantu proses belajar anaknya, dengan harapan sang anak meraih keberhasilan belajar dan hal ini menjadi hadiah terindah bagi orangtua. Keberhasilan belajar anak dapat mengobati luka, menyeka lelah dan tentunya menjadi motivasi orangtua dalam memberikan yang terbaik kepada anaknya. Proses keberhasilan ini tidak lepas dari jalinan komunikasi yang dirajut oleh orangtua di dalam keluarganya. Menurut Sarnoto, keberhasilan komunikasi orangtua dapat memicu dan memotivasi anak dalam banyak hal, termasuk belajar Sementara itu, wujud komunikasi guru dan orangtua murid tampak pada tingkat kepercayaan mereka kepada siswa. Guru merasa tidak terbebani dikarenakan usaha mereka selama mendidik siswa di sekolah dihargai orangtua, sehingga apapun yang terjadi kepada anaknya, orangtua tidak mudah menyalahkan sang guru. Hal ini menurut Samiuddin, dilandasi oleh sikap keterbukaan antara sekolah dan orangtua, sehingga sikap keterbukaan sekolah dapat meningkatkan kualitas sekolah tersebut. Terjalinnya komunikasi guru dan orangtua sebagai pondasi awal untuk menguatkan motivasi siswa baik di sekolah maupun di rumah. Siswa yang ada akan mendapatkan perhatian selama mereka belajar di sekolah, karena orangtua menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Setiap aktivitas yang dilakukan siswa dibawah pengawasan gurunya, dan tidak menutup kemungkinan akan dilaporkan kepada Begitu juga dengan berbagai aktivitas yang dilakukan siswa selama di rumah tidak lepas dari pantauan gurunya. Segenap informasi tekait dengan kegiatan siswa selama di rumah akan dilaporkan kepada guru oleh orangtuanya sendiri, sehingga dari laporan tersebut, guru dapat menentukan kebijakan . ukuman atau penghargaa. dan strategi yang akan diterapkan kepada siswa yang bersangkutan. Berdasarkan penjelasan yang disebutkan sebelumnya, ada beberapa hal yang pelu diperhatikan oleh guru dan orangtua, agar komunikasi yang mereka rajut dapat bertahan lama. Para ahli menyebutnya dengan istilah etika dalam berkomuniasi. Diantaranya adalah sebagai berikut: Jubelando O. Tambunan. AyTeknik Vokal Dalam Menyanyikan Buku Ende Bagi Song Leader di Gereja HKBP Sukadame Pematangsianta. Ay Gondang: Jurnal Seni dan Budaya 5, no. 2 (Desember 2. Lalu M. Samiuddin. Menjadi Selebriti Langit di Sekolah. Ahmad Zain Sarnoto. AyMetode Komunikasi Yang Ideal Dalam Pendidikan Keluarga Menurut Al-Quran. Ay Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan 9, no. 1 (Juni 2. : 105-115. Lalu M. Samiuddin. Karena Anak Anda Begitu Berharga. Bogor: STAINI Press, 2023. Lalu M. Samiuddin. Menjadi Selebriti Langit di Sekolah. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 69 Komunikasi sebagai bentuk interaksi, yakni proses yang melibatkan orang lain dengan tujuan menciptakan ketenangan dalam kebersamaan selama proses bertukar informasi atau gagasan dengan orang tersebut. 28 Selama proses interaksi, seorang guru dan orangtua harus berupaya menjaga lisan agar tidak menyinggung perasaan satu sama lain. Memperhatikan tujuan komunikasi, yakni tidak terbatas pada sampai atau tidaknya pesan melainkan timbulnya keharmonisan dan kenyaman. 29 Begitu juga dengan guru dan orangtua, tujuan mereka berkomunikasi untuk saling menguatkan sehingga setiap permasalahan yang berhubungan dengan siswa dapat dicarikan jalan keluar. Selama proses komunikasi hendaknya memperhatikan tuntunan Ilahi. Tuntunan yang dimaksud adalah bagaimana Al-QurAoan memberikan arahan selama berkomunikasi. Adapun tuntunan tersebut adalah sebagai berikut: Metode Qaulan Sadyda (Perkataan yang Tegas dan bena. Prinsip ini menekankan pada dua hal, yakni mengandung kebenaran dan tidak berbohong. Hal ini dapat diketahui pada ayat di bawah ini, a ca a a a e ca a ca a e Ue a Ue a e ae a a a ANA oAOON E aOI IIO CO cEE OCOEO COE aOA Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (Qs. Al-Ahzab/33: . Pesan moral di dalam ayat di atas ditegaskan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah Swt bahwa setiap perkataan yang disampaikan harus mengandung kebenaran, dan menghindari kebohongan. Ayat ini seolaholah memberi penjelasan bahwa karakter seorang mukmin tidak dapat dilepaskan dari apa yang keluar dari lisannya. Menurut Sarnoto dengan mengutip dari tafsir kemenag, menyebutkan bahwa seorang mukmin harus mendasarkan apa yang disampaikan sesuai dengan Al-QurAoan dan alhadits. Begitu juga dengan komunikasi guru dan orangtua dilaksanakan dengan proses yang menjunjung keterbukaan dan sesuai dengan fakta yang ada. Guru atau orangtua tidak menyembunyikan kondisi real anak, sehingga guru dan orangtua tidak mudah saling melemparkan tanggung jawab Metode Qaulan Balygha (Perkataan yang membekas pada jiw. Prinsip yang dikehendaki pada poin ini adalah setiap perkataan membekas pada jiwa yang mendengarkan. Artinya pesan tersebut sampai dan dapat dipahami oleh pendengar, sehingga materi yang disampaikan menjadi perhatian mereka. Hal ini menurut Rakhmat, perkataan yang dimaksud adalah perkataan yang efektif, langsung mengena pada 31 Bagi guru dan orangtua, prinsip perkataan yang efektif adalah perkataan yang tidak mengandung basa-basi sehingga tidak melupakan inti Rahmawati & M. Gazali. AyPola Komunikasi Dalam Keluarga. Ay Al-Munzir 5, no. 1 (November 2. : 488Ae497. Ghani. Islam Komunikasi dan Teknologi Maklumat. Kuala Lumpur: Dasar Cetak Sdn Bhd, 2001. Ahmad Zain Sarnoto. AyMetode Komunikasi Yang Ideal Dalam Pendidikan Keluarga Menurut Al-Quran. Ay 107. Jalaludin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 70 pembicaraan. Karena tidak sedikit pembicaraan yang melupakan inti pembahasan disebabkan oleh basa-basi atau pengantar yang berlebihan. Mazhahiri menambahkan bahwa perkataan yang efektif berkaitan erat dengan prinsip-prinsip di dalam agama dan hukumnya, bahkan berkaitan dengan adat kebiasaan yang berlaku dan prinsip dalam pergaulan seharhari. 32 Perkataan yang efektif bersifat apa adanya, walaupun terkadang isinya menyingung perasaan lawan bicara, karena bertujuan untuk mengembalikan kesadaran mereka. Di dalam Al-QurAoan disebutkan sebagai ca e e a a e e a a e a a Aa ai a ac e a a e a a NA eA a eI aN eI aO e aN eI aO aC eE E aN eI A eO eI aANIA AOEOE E aOI OEI cEE I aAO CEO a aNI A aA a a e a U e a Ue a ACOE aEOA Mereka itulah orang-orang yang Allah ketahui apa yang ada di dalam Oleh karena itu, berpalinglah dari mereka, nasihatilah mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya. (Qs. An-NisaAo/4: 63. Metode Qaulan Layyina Rusmalita seperti dikutip oleh Sarnoto menjelaskan pengertian layyina secara bahasa adanya lemah lembut, sehingga qaulan layyina artinya perkataan yang lemah lembut. 33 Term qaulan layyina dimaknai sebagai perkataan atau ujaran yang menyentuh hati karena lemah lembut, dan menunjukan akhlak yang baik. 34 Adapun terapannya di dalam pendidikan bahwa guru yang mendapatkan siswa dengan kategori nakal atau yang berbuat kesalahan, maka metode lemah lembut digunakan sebagai alternatif untuk memberikan arahan kepada mereka dengan harapan siswa tersebut menyadari kesalahannya. Di dalam Al-QurAoan disebutkan, e a e a a ca a a a ca a ca U ca U e a a a e a a AACOE EN COE E aOI EEN OE O OOA Berbicaralah kamu berdua kepadanya (FirAoau. dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (Qs. Thaha/20: . Petunjuk dari ayat di atas adalah sebesar apapun kesalahan yang dilakukan seseorang, masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelajaran, yakni menyampaikan kebenaran secara lemah lembut. KESIMPULAN Komunikasi di dalam pendidikan harus diupayakan semaksimal mungkin dipahami oleh guru, orangtua murid, dan tentunya siswa. Ketiga elemen penting ini sebagai garda terdepan dalam rangka menghasilkan keberhasilan belajar siswa dan tentunya secara tidak langsung meningkatkan kualitas dari sebuah lembaga pendidikan. Husien Mazhahiri. Pintar Mendidik Anak: Panduan Lengkap Bagi Orang Tua. Guru dan Masyarakat Berdassarkan Ajaran Islam. Jakarta: lentera. Ahmad Zain Sarnoto. AyMetode Komunikasi Yang Ideal Dalam Pendidikan Keluarga Menurut Al-Quran. Ay 107. Murtiningsih. AyTeologi Perkataan: Perkataan-perkataan Yang Dicintai dan Dibenci Oleh Allah Menurut Pandangan HAMKA. Ay Jurnal Raden Fatah (JSA) 2, no. 2 (Desember 2. : 98Ae119. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 71 Adapun kaidah-kaidah dan tuntunan dalam Islam selama proses berkomunikasi harus menjadi landasan bagi guru, orangtua murid, dan siswa, dengan harapan setiap permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan mudah. DAFTAR PUSTAKA