Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat: Kajian Hermeneutika terhadap Penafsiran Oemar Bakry Tri Faizah Anggraini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia trijewan@gmail. Abstrak Penelitian ini mengkaji penafsiran Oemar Bakry yang tampak tekstualis dan intoleran terhadap keragaman. Penafsiran Bakry yang menjadi bagian dari dinamika interpretasi Al-QurAoan di Nusantara justru paradoks dengan identitas Nusantara yang dikenal sebagai Negara multikultural dan plural. Atas kecenderungan tersebut, melalui pendekatan hermeneutika peneliti mencoba menemukan bentuk penafsiran Bakry yang bertendensi puritan, mengeksplorasi faktor yang melatarbelakangi Bakry menghadirkan tafsir dengan nalar ideologis dan mendudukkan relevansi penafsirannya dengan realitas terkini. Untuk memperoleh hasil tersebut, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan sumber primer dari Tafsir Rahmat karya Oemar Bakry, khususnya penafsirannya tentang tema waslah, syafAAoat dan ziarah kubur. Sementara sumber sekunder ditemukan melalui penelusuran terhadap literatur lain yang menunjang penelitian. Dengan berpijak pada metode penelitian tersebut, penelitian ini menghasilkan kesimpulan, bahwa bentuk penafsiran Oemar Bakry yang bertendensi puritan tersentral secara konsisten pada tema tentang waslah, syafAAoat dan ziarah kubur. Sementara kecenderungan ideologisasi di dalam Tafsir Rahmat ditengarai terpengaruh dari beberapa faktor, di antaranya pra-pemahaman Bakry atas ideologi kaum pembaharu, pra-pemahaman terhadap konsep syafAAoat, ka r, syirik serta penggunaan pendekatan tekstualis dalam menafsirkan Al-QurAoan. Sementara relevansi penafsiran Bakry dengan realitas terkini menunjukkan bahwa penafsiran Bakry intoleran terhadap keragaman keberagamaan di Indonesia. This study examines the Tafsir of Oemar Bakry which appears textualist and intolerant of diversity. Bakry's Tafsir, which is part of the dynamics of Qur'an Tafsir in the archipelago, is paradoxical to the identity of the archipelago, which is known as a multicultural and plural country. Based on this tendency, through a hermeneutical approach, the researcher tries to nd the form of Bakry's tafsir that has a puritanical tendency, explore the factors behind Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara DOI: 10. 32495/nun. Vol. 11 No. ISSN . : 2581-2254 ISSN . : 2502-3896 https://jurnalnun. AIAT se-Indonesia Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara Bakry's ideological reasoning, and place the relevance of his interpretation with the current reality. To obtain these results, this research uses qualitative research with primary sources from Oemar Bakry's Tafsir Rahmat, especially his tafsir of the themes of waslah, syafA'at, and grave pilgrimage. While secondary sources are found through a search for other literature that supports the research. Based on this research method, this study concludes that Oemar Bakry's puritanical tendency is consistently centered on the theme of waslah, syafA'at and grave pilgrimage. While the tendency of ideologization in Tafsir Rahmat is suspected to be in uenced by several factors, including Bakry's pre-understanding of the ideology of the reformers, pre-understanding of the concepts of syafA'at, ka r, shirk and the use of a textualist approach in interpreting the Qur'an. Meanwhile, the relevance of Bakry's tafsir to the current reality shows that Bakry's tafsir is intolerant of religious diversity in Indonesia. Kata Kunci: Tafsir Rahmat, ideologi, puritan Pendahuluan Tafsir Rahmat, karya Oemar Bakry, merupakan representasi corak penafsiran Al-QurAoan yang cenderung tekstualis dan kurang akomodatif terhadap keragaman. Tafsir ini menjadi bagian dari dinamika interpretasi keislaman di Nusantara yang secara sosial-budaya dikenal sebagai ruang multikultural dan plural. Dalam konteks masyarakat yang majemuk tersebut, idealnya penafsiran Al-QurAoan berkembang secara dialogis dan sensitif terhadap realitas lokal. 1 Namun, kehadiran Tafsir Rahmat justru menunjukkan kecenderungan yang relatif eksklusif, sehingga menghadirkan ketegangan antara karakter inklusif masyarakat Nusantara dan orientasi tafsir yang diusungnya. Alih-alih mere eksikan pendekatan yang ramah terhadap keragaman, tafsir ini menampilkan semangat pembaruan yang berorientasi pada penguatan ideologi puritan melalui mekanisme penafsiran, sehingga berfungsi bukan hanya sebagai produk interpretasi teks, tetapi juga sebagai medium reproduksi dan legitimasi orientasi ideologis tertentu dalam lanskap keagamaan Indonesia. Salah satu bentuk kecenderungan ideologi puritan ini dapat dijumpai dalam salah satu penafsirannya tepatnya pada QS. al-MAidah . : 35 a AOaeaOca aN caE aO aI a aIIaO e ca aCO e NEEca aO a a eO e ua aEO aN E aOA A aOEa aNA a AO aE a aO a aN aO e aAOA AaE a caE aE I aAEa aO aIA Muhammad Zulkarnain Mubhar and Imam Zarkasyi Mubhar. AuPengaruh Sosial-Budaya Dalam Penafsiran Al-QurAoan Kontemporer,Ay Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-QurAoan Dan Tafsir 10, no. : 19Ae27, https://doi. org/10. 47435/al-mubarak. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah waslah . alan untuk mendekatkan dir. kepada-Nya, dan berjihadlah . di jalan-Nya agar kamu beruntung. Terhadap ayat ini. Bakry melakukan kritik atas praktik keagamaan yang umumnya diakrabi oleh masyarakat Islam tradisional. Praktik yang dituju adalah perihal AowaslahAo. Bakry menginterpretasikan, bahwa secara general S Al-MAidah . : 35 mengindikasikan perintah untuk melakukan waslah. Namun waslah yang dimaksud tidak diperkenankan melalui perantara orang-orang yang dianggap sakral, seperti Wali. Guru, tempat-tempat keramat dan sesuatu yang dianggap sakral lainnya. Bagi seseorang yang melakukan waslah dengan cara-cara tersebut, menurut pandangan Bakry ia layak divonis sebagai yang telah keluar dari ajaran Islam, syirik, dan layak dihukum ka r. 2 Sehingga terhadap waslah kepada sesuatu selain Allah, dalam penafsiran Bakry merupakan perbuatan menyimpang dan perlu dilakukan pemurnian pemahaman. Sejauh penelusuran yang telah dilakukan, penelitian dengan menjadikan Oemar Bakry dan Tafsir Rahmat sebagai objek kajian telah banyak yang Namun kajian terdahulu cenderung bersifat parsial dan umum. Setidaknya terdapat tiga tipologi kajian terdahulu. Pertama. Pembacaan tematik terhadap penafsiran Oemar Bakry seperti politik pergerakan,3 konsep ilmu pengetahuan & teknologi,4 poligami5 dan dakwah virtual. Kedua, kajian yang membahas pada aspek-aspek yang melekat di dalam Tafsir Rahmat. Potret kajian ini membahas tentang representasi modernitas yang tampak dalam Tafsir Rahmat7 dan lokalitas penafsiran Oemar Bakry dalam Tafsir Rahmat. 8 Ketiga, kajian yang menekankan pada bentuk 2 Oemar Bakry. Tafsir Rahmat (Jakarta: Mutiara, 1. , 213. Khoirul Anwar and Fakhry Fakhrurrozy Hasanudin. AuAnalisis Pemikiran Oemar Bakry Tentang Politik Pergerakan Dalam Tafsir Rahmat,Ay MAQOSID (Jurnal Studi Keislaman Dan Hukum Ekonomi Syaria. 10, no. : 12Ae20, https://doi. org/10. 4 Anisa Nilam Cahya. AuModel Representasi Kontemporer: Studi Pemikiran Oemar Bakry Terhadap Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi,Ay Jurnal Moderasi 3, no. : 35Ae48, https:// org/10. 14421/jm. 5 Fitri Rahayu and Ela Sartika. AuKonsep Poligami Menurut Oemar Bakry: (Studi Kajian Penafsiran Tafsir Rahma. ,Ay Al Muha dz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 4, no. 84Ae101, https://doi. org/10. 57163/almuha dz. 6 M. Riyan Hidayat et al. AuOtoritas Dakwah Virtual Dalam Tafsir Rahmat H. Oemar Bakry: Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva,Ay An-NidaAo 47, no. : 98Ae114, https://doi. 24014/an-nida. 7 Mahbub Ghozali. AuDialektika Sains. Tradisi Dan al-QurAoan: Representasi Modernitas Dalam Tafsir Rahmat Karya Oemar Bakry,Ay AL QUDS : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis 5, no. : 843Ae58, https://doi. org/10. 29240/alquds. 8 Ahmad Daiyan. AuLokalitas Tafsir Rahmat Karya H. Oemar Bakry,Ay At-Tah dz: Jurnal Ilmu AlQurAoan Dan Tafsir 3, no. : 70Ae87, https://doi. org/10. 53649/at-tah dz. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara penafsiran Bakry dalam Tafsir Rahmat, seperti epistemologi9 dan karakteristik Tafsir Rahmat. Dengan mengemukakan tipologi kajian terdahulu tersebut, penelitian ini berusaha mengisi kekosongan . yang tidak dihadirkan oleh penelitian Penelitian ini hendak mengungkap unsur ideologi di balik penafsiran Bakry yang telah dimarginalkan oleh peneliti lain. Padahal jika ditelisik lebih lanjut, penelitian terhadap aspek ideologi tafsir juga penting dilakukan apabila ditemukan bias ideologi yang mendominasi suatu Sehingga kemudian perlu dilakukan kritik ideologi untuk menghindari hegemoni yang dilancarkan melalui sistem penafsiran. Secara spesi k, penelitian ini hendak menjawab tiga rumusan masalah. Pertama. Bagaimana penafsiran Oemar Bakry yang mengandung unsur ideologi puritan? Kedua. Mengapa Oemar Bakry menafsirkan Al-QurAoan dengan menyematkan ideologi puritan? dan Ketiga. Bagaimana relevansi penafsiran Oemar Bakry dengan realitas terkini? Berangkat dari pertanyaan tersebut, penelitian ini berargumen bahwa wacana ideologisasi tafsir yang dibangun Bakry tersebut tentu tidaklah berangkat dari ruang hampa dan hasil dari ilham yang terisolasi. Akan tetapi pergumulan Bakry dengan realitas konteks kehidupannya yang berpotensi memengaruhi gerak wacana penafsiran Bakry. Hal ini tidaklah mengejutkan, sebab jauh sebelum bertemu dengan teks, seorang mufassir sejatinya memang telah bergumul dengan realitas kehidupan dan ideologi yang telah diyakini 11 Hasil dialektika produktif dan kreatif nalar manusia dengan Al-QurAoan dan konteks yang menyertai inilah yang menghasilkan produk Sehingga unsur ideologi dalam suatu tafsir sangat memungkinkan Untuk membuktikan argumen tersebut, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pustaka, yakni dengan mengeksplorasi data yang berasal dari dua sumber. Sumber pertama adalah sumber primer yang diperoleh dari Tafsir Rahmat karya Oemar Bakry khususnya penafsiran Bakry terkait tema waslah, syafAAoat dan ziarah kubur. Sementara sumber sekunder dihasilkan melalui penelusuran terhadap buku, jurnal, artikel, kitab tafsir dan literatur terkait yang relevan dengan kebutuhan penelitian. Kemudian dalam menganalisa data, peneliti menggunakan perspektif hermeneutika Hans Georg Gadamer yang dikenal sebagai hermeneutika loso s. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika loso s HansGeorg Gadamer sebagai kerangka metodologis untuk menganalisis data, dengan asumsi bahwa setiap penafsiran teksAitermasuk Al-QurAoanAitidak Muhammad Wildan RifaAoi. AuEpistemologi Penafsiran Oemar Bakry Dalam Kitab Tafsir RahmatAy (Thesis. IAIN Kudus, 2. 10 Lathoiful Isyaroh. AuKarakteristik Tafsir Rahmat Oemar BakryAy (Skripsi. IAIN Salatiga, 2. 11 Abdul Mustaqim. Epistemologi Tafsir Kontemporer (Yogyakarta: LKiS, 2. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat pernah bebas nilai, melainkan senantiasa dipengaruhi oleh historisitas dan horizon pemahaman penafsir. Pendekatan ini dipilih karena memiliki kapasitas untuk menyingkap dimensi loso s serta kecenderungan ideologis yang bekerja di balik konstruksi makna. Melalui penelusuran terhadap latar historis kehidupan mufassir dan pra-pemahaman yang dibawanya sebelum berhadapan dengan teks, penelitian ini berupaya mengidenti kasi potensi bias subjektivitas dalam proses penafsiran. Secara operasional, analisis dilakukan dengan berpijak pada empat konsep kunci hermeneutika Gadamer, yakni kesadaran keterpengaruhan sejarah . irkungsgeschichtliches Bewusstsei. , pra-pemahaman (Vorverstyndni. , lingkaran hermeneutik, dan aplikasi (Anwendun. Dengan mengintegrasikan kerangka tersebut pada pembacaan terhadap latar belakang intelektual dan sosial Oemar Bakry, penelitian ini berupaya menunjukkan bagaimana historisitas kehidupan dan horizon pemikirannya berkontribusi terhadap arah serta kecenderungan ideologis dalam Oemar Bakry: Biogra dan Perjalanan Hidup Oemar Bakry memiliki nama lengkap H. Oemar Bakry Datuk Tan Besar. Sebagai mufassir Nusantara. Bakry lahir di desa Kacang di pinggir Danau Singkarak kabupaten Solok Sumatera Barat pada tanggal 26 Juni 1916. Waktu kelahiran Oemar Bakry bersamaan dengan tanggal 26 SyaAobAn 13 Sejauh penelusuran yang telah dilakukan, identitas keluarga Bakry yang dapat divalidasi keotentikannya yakni ibunya bernama Borong, sementara adiknya bernama Usman Bakry dan Upik. 14 Bakry selanjutnya menikah dengan istri pertama bernama Nurjannah dan istri kedua bernama Maiyar. Dari istri keduanya ia memperoleh lima orang anak, masing-masing bernama Faizah. Fauzi. Fadhilah. Fitri dan Fatimah. 15 Dengan bersandar pada geneologi pengetahuan yang diperoleh Bakry, menunjukkan bahwa Bakry lahir dari keluarga yang melek agama dan modernis. Dalam usia yang ke-69 tepat pada tahun 1985. Bakry menghembuskan nafas terakhirnya di Bandung. Meskipun Bakry hidup di masa intervensi Belanda, sehingga umumnya akses untuk melanjutkan pendidikan terbatas, namun kendati demikian tidak menyurutkan semangat Bakry untuk terus belajar. Dalam catatan 12 Islah Gusmian. Khazanah Tafsir Indonesia (Dari Hermeneutika Hingga Ideolog. , 1st ed. (Yogyakarta: LKIS Yogyakarta, 2. , 13. 13 Jannatul Husna. Oemar Bakry AuUraian 50 HadisAy (Telaah Biogra s dan Anotasi Tek. (Jakarta: Hati, 2. , 1. 14 Oemar Bakry. Oemar Bakry Dari Thawalib Ke Dunia Modern (Jakarta dan Bandung: Penerbit Mutiara dan Penerbit Angkasa, 1. , 5. 15 Bakry, 6. 16 Jannatul Husna bin Ali Nuar. AuMinangkabau Clergies and the Writing of Hadith,Ay Jurnal Ushuluddin 24, no. : 1, http://dx. org/10. 24014/jush. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara sejarah. Bakry kecil memulai pendidikannya di Pendidikan Dasar di desanya pada sekolah Sambungan Singkarak. Pemilihan sekolah Singkarak ini didasari oleh jarak yang lebih dekat dari rumah Bakry. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Diniyyah Putera Padang Panjang sehingga lulus pada tahun 1931. Bakry lalu melanjutkan pendidikannya di Sumatera Thawalib dan lulus pada tahun 1932. Lebih lanjut, tak puas hanya dengan mengenyam pendidikan di tingkat itu saja, pada akhirnya Bakry menjatuhkan pilihan untuk mengenyam pendidikan lanjutan ke Kulliyyatul MuAoallimn Al-IslAmiyyah Padang dan lulus pada tahun 1936. Meskipun telah sampai pada usia yang terbilang tidak begitu muda, pada tahun 1954 Bakry melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Sastra Arab di Fakultas Sastra. Meskipun Bakry tidak menyelesaikan studinya di bangku kuliah, akan tetapi ia telah memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam melahirkan karya sastra pada bidang Politik. Tafsir. Akhlak dan buku penunjang pelajaran di Sekolah. TheDalam perjalanan karirnya, beberapa kali Bakry tercatat telah menduduki posisi strategis dalam bidangnya. Pada tahun 1933. Bakry teridenti kasi pernah menjadi tenaga pendidik (Gur. di Madrasah Thawalib hingga tahun 1936. Ia juga pernah menjadi Direktur di sekolah guru Muhammadiyyah Padang Sidempuan . dan direktur di The Public Typerwriting School yang berdiri pada 21 Januari 1938 berlokasi di Padang Panjang. Bakry juga aktif di panggung dakwah dan juga terkenal dengan karir gemilangnya di bidang percetakan. Selain aktivitas karir akademik yang cukup padat. Bakry juga terlibat dalam aktivitas politik yang cenderung bervariatif. Ia pernah menjadi anggota pada beberapa partai dan lembaga di Indonesia. Partai Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) menjadi wadah Bakry mengekspresikan gairah ke-politikannya pada era 30-an. Ia juga pernah menjadi anggota pimpinan Masyumi yang berpusat di Sumatera Tengah . ang saat ini cakupannya meliputi provinsi Sumatera Barat. Jambi dan Ria. Selain itu. Bakry juga pernah dimandati sebagai ketua dalam beberapa kesempatan tertentu, di antaranya menjadi Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jakarta Raya untuk beberapa periode, ketua Yayasan Al-Falah, ketua Yayasan Pemeliharaan Al-QurAoan Karim dan ketua Yayasan Thawalib di Jakarta. 17 Rini Rahman. AuModernisasi Pendidikan Islam Awal Abad 20 (Studi Kasus Di Sumatera Bara. ,Ay Humanus 15, no. XIV . : 174Ae83, https://doi. org/10. 24036/JH. V14I2. 18 Ihza Farhan Nur. Muhammad Ihsan Hamidis, and Wardani Wardani. Dinamika Kajian Tafsir Al-Quran Di Indonesia: Tafsir Generasi Awal Dan Pemikiran Metodologi Kontemporer (Yogyakarta: Zahir Publishing, 2. , 63. 19 Masrul Anam. AuSejarah Tafsir Indonesia Dalam Perspektif History of Idea,Ay Al-IAojaz: Jurnal Studi Al-QurAoan. Falsafah Dan Keislaman 2, no. : 50, https://doi. org/10. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat Sebagai Ulama sekaligus mufassir yang produktif dalam berkarya. Bakry telah melahirkan karya yang cukup bervariatif. Dimulai dari karya yang menggunakan bahasa Indonesia hingga karya yang menggunakan bahasa Arab. Bakat menulis Oemar Bakry ini telah kentara semenjak ia konsisten menuangkan gagasan produktifnya di portal media cetak. Adapun di antara karya Bakry yang dapat dinikmati hingga saat ini, yakni: Tafsir Rahmat. Tafsir Rahmat bahasa Sunda. Tafsir Al-Madrasi. Al-QurAoan Mukjizat Terbesar. Kekal, dan Abadi. Keharusan Memahami Isi Al-QurAoan. Apakah Ada Nasikh dan Mansukh dalam Al-QurAoan?. Uraian 50 Hadits, dll. Tafsir Rahmat: Deskripsi dan Identi kasi Spesi k GAMBAR I. SAMPUL TAFSIR RAHMAT KARYA OEMAR BAKRY Tafsir Rahmat dikenal sebagai tafsir yang lahir di era kontemporer abad 20 Penyusunan tafsir ini berlangsung pada rentang waktu yang cukup singkat yakni berkisar pada tahun 1981-1983. 21 Kehadiran tafsir ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembaca yang menginginkan karya yang lebih baik dalam pengkajian Al-QurAoan. Selain itu, dalam muqaddimah Tafsir Rahmat juga disebutkan bahwa pemahaman masyarakat Indonesia terhadap bahasa Arab sangat minim sehingga upaya memahami Al-QurAoan dirasa sangat sulit. Selain itu, keberadaan tafsir/ terjemah yang telah ada 20 Rifa Roifa. Rosihon Anwar, and Dadang Darmawan. AuPerkembangan Tafsir Di Indonesia (Pra Kemerdekaan 1900-1. ,Ay Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 2, no. : 22, https://doi. org/10. 15575/al-bayan. 21 Siti Fahimah. AuAl-QurAoan Dalam Sejarah Penafsiran Indonesia: Analisis-Deskriptif Beberapa Tafsir Di Indonesia,Ay El-Furqania: Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman 4, 2 . : 177, https://doi. org/10. 54625/elfurqania. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara belum menghadirkan ejaan yang lebih up to date, sehingga cenderung terpaku pada aspek leterlejk saja. Hal ini berimplikasi pada spirit dalam pemilihan diksi bahasa Indonesia versi terbaru sesuai dengan perkembangan zaman dan realitas modern pada Tafsir Rahmat. Tafsir Rahmat menjadi salah satu literatur tafsir yang lengkap menyajikan penafsiran utuh 30 Juz. 23 Tafsir Rahmat yang lahir di abad ke-20-an dapat diakses hingga kini dengan penyusunan satu jilid yang memuat 1314 halaman. Dilihat dari tampilan siknya. Tafsir Rahmat memiliki sampul halaman depan berwarna biru dengan identi kasi nama tafsir yang tersentral di dalam sebuah lingkaran. Cover depan Tafsir Rahmat juga memiliki simbolisasi kalimat Tauhid dengan representasi pada kalimat LA ilA ha illallAh. Simbol tersebut terletak di bagian paling atas dibanding tulisan nama tafsir itu sendiri. Pada halaman selanjutnya berisi beberapa lampiran surat, di antaranya surat tanda tashih yang disahkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf AlQurAoan Departemen Agama, lampiran sambutan Menteri H. Alamsjah Ratu Perwiranegara, lampiran sambutan K. Syukri Ghozali sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia, lampiran sambutan Duta Mesir Muhammad Rusydi, lampiran sambutan ketua L. L Prof. TM. Soelaima dan sepenggal kata pengantar Oemar Bakry sebagai penulis tafsir yang disertai dengan kata pengantar untuk cetakan pertama dan kedua. Terakhir terdapat uraian berkenaan beberapa aturan atau petunjuk dalam membaca Tafsir Rahmat. Pada bagian kata pengantar Tafsir Rahmat, dalam menafsirkan AlQurAoan terlebih dahulu Bakry memberikan gambaran umum surat yang Sementara dalam terjemahnya, ia menggunakan terjemah har yyah dan terjemah maknawiyyah. 25 Penggunaan terjemah har yyah atau terjemah letterlyk Bakry gunakan apabila suatu ayat sudah dapat dipahami maknanya. Sementara terjemah maknawiyyah digunakan apabila melalui terjemah har yyah menjadikan pengertian ayat sulit dipahami dan tidak jelas maknanya. Keduanya dilakukan oleh Bakry dengan tujuan agar dalam terjemahan dapat diambil pengertian sehingga dapat dijadikan pedoman hidup dan petunjuk bagi setiap muslim. Sementara spesi kasi di bagian halaman terakhir pada Tafsir Rahmat melingkupi cantuman sumber dakwah yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan diskusi, simposium, dan lainnya yang dikelompokkan menjadi 10 kategori, yakni Al-QurAoan. Keimanan. Ibadah. Perkawinan, 22 Howard M. Federspiel. Kajian Al-Quran Di Indonesia: Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish Shihab (Bandung: Mizan, 1. , 152Ae57. 23 Gusmian. Khazanah Tafsir Indonesia (Dari Hermeneutika Hingga Ideolog. , 68. 24 Oemar Bakry. Tafsir Rahmat ,iv-xx 25 Bakry, xi. 26 Bakry, xiiAexi. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat Sains & Teknologi. Kesehatan. Ekonomi. Kemasyarakatan & Kenegaraan. Budi Pekerti Luhur serta Sejarah. Masing-masing kategori tersebut terdiri dari sub-bab yang lebih spesi k dengan disertai ayat-ayat yang terkait. Misalnya kategori AoKeimananAo, terbagi menjadi beberapa sub-bab yang salah satunya berbicara mengenai iman kepada Malaikat terdapat pada QS. Al-Baqarah . : 285 dan QS. Al-NisAAo . : 136. Sementara di halaman paling akhir dilengkapi dengan indeks ayat-ayat yang menguraikan tentang doAoa dan ayat-ayat yang berkaitan dengan perintah dan larangan. Ideologi Puritan: Sebuaah Telaah Awal Istilah puritanisme bersumber dari kata purity atau pure yang artinya kemurnian dan purify yang berarti memurnikan. Istilah ini kerap digunakan oleh para peneliti untuk menyapa kelompok atau individu di tengah masyarakat yang lebih mengedepankan aspek kemurnian dalam 28 Konsep pemurnian ini sejatinya tidak hanya muncul di dalam agama Islam saja, namun agama Hindu. Buddha. Kristen. Taoisme dan agama lain juga memiliki perhatian yang sama. Khaled Abou El-Fadl salah seorang yang telah melakukan eksplorasi terhadap fenomena ke-Islaman dengan menghadirkan sebuah karya monumental berjudul The Great The : Wrestling Islam from Ekstremist. Dalam edisi bahasa Indonesia, karya ini berjudul Selamatkan Islam dari Muslim Puritan. Secara general, karya ini menjelaskan dengan rinci mengenai istilah, historisitas kemunculan pemahaman, peran yang bersumber dari dua kubu yakni puritan dan moderat yang disertai dengan dampak, relevansi dan rekomendasi bagi realitas kehidupan saat ini. Salah satu kubu yang disoroti oleh Khaled adalah kubu yang menganut ideologi puritan. Dalam identi kasi Khaled, ideologi puritan dikenal sebagai ideologi yang mengultuskan absolutisme dan tidak mengenal kompromi. Ditelisik lebih lanjut, historisitas ideologi puritan dapat ditelusuri melalui ajaran yang diperkenalkan oleh kaum Wahabi dan Sala . Kelompok Wahabi dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab sejak abad ke-18. Dengan menggagas pandangan bahwa umat Islam telah melakukan kesalahan dan penyimpangan terhadap ajaran Islam, secara tegas kelompok ini mengusung pemahaman agar umat Islam kembali kepada ajaran Islam yang murni. Absolutisme paham ini berimplikasi pada pembebasan diri dari 27 Bakry, 1273Ae314 28 David Zaret. AuIdeology and Organisation in Puritanism,Ay European Journal of Sociology/ Archives Europyennes de Sociologie 21, no. : 82Ae115, https://doi. org/doi:10. S0003975600003532. 29 Michael Walzer. AuPuritanism as a Revolutionary Ideology,Ay History and Theory 3, no. : 59Ae90, https://doi. org/10. 2307/2504304. 30 Khaled Abou el-Fadl. Selamatkan Muslim Dari Islam Puritan (Jakarta dan Bandung, 2. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara hal-hal yang berpotensi mengancam keimanan seperti melakukan praktik tawassul, tasawwuf, mistisisme, sektarianisme dan lain-lain. Dalam konteks penelitian ini, setelah melakukan penelusuran terhadap Tafsir Rahmat, diperoleh penafsiran yang menjadi sentralitas dan perhatian Bakry. Penafsiran yang secara general konsisten menjadi sasaran kritik utama Bakry, di antaranya penafsiran pada tema tentang waslah, syafAAoat dan ziarah kubur. Tema-tema tersebut tersebar pada beberapa tempat di ayat dan surah yang berbeda. Akan tetapi penulis hanya mengambil sample sebagai representasi spesi k yang mewakili, sebagai berikut: Waslah pada QS. Al-MAidah . : 35 a AOe aE a aO aA a AaOca aN caE aOe aI aIIaO ca aCO NEEca aOe a a eOe a aEOe aN eE aOA A aOeEaN aE a caE aE eIA a eAN a eO aAOA aeEa a eO aIA Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan usahakanlah jalan-jalan yang mendekatimu kepada-Nya. Dan berjihadlah . pada jalan Allah agar kamu menang . unia akhira. Ay (QS. AlMAidah . : . Terhadap ayat ini. Bakry menafsirkan bahwa secara general ayat tersebut membahas perihal waslah. Akan tetapi dalam pandangan Bakry, yang difahami dengan waslah adalah mengikuti Al-QurAoan dan sunnah Nabi saja tanpa ada perantara sesuatu yang lain. Aksentuasi ini mengarah pada larangan dan himbauan untuk melakukan waslah kepada Wali. Guru, tempat keramat dan hal-hal sakral lainnya. Sebab bagi seseorang yang melakukan waslah dengan cara-cara tersebut, maka bagi Bakry ia layak divonis sebagai ka r dan telah keluar dari ajaran Islam. Hal ini sebagaimana terrepresentasi cuplikan penafsiran Bakry dalam Tafsir Rahmat: Ayat 35 menyuruh mengusahakan waslah. Waslah tidak ada pengertian lain selain dari mengikuti Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Meminta waslah kepada apa yang dinamakan Wali-wali, tempat sakti, guru-guru, apa saja yang dianggap keramat itu, sudah keluar dari ajaran agama Islam. SyafAAoat pada QS. Al-Baqarah . : 48 s eA a eI Ica a AA a AOeAiU caO aE Oa eCa aE aII e aNA a a a U caO aE Oa eA a U eAaOca aC eO Oa eO UI caE a e a eO Ia AA a eO aIA a e AaII e aN a e UE caO aE aN eI aOIA 31 Abou el-Fadl, 61Ae64. 32 Bakry. Tafsir Rahmat, 213. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat Artinya: AuDan takutlah kamu akan hari akhirat, di mana tidak ada seorang pun yang dapat membela orang lain walaupun sedikit. Dan tidak pula diterima SyafaAoAt dan tebusan dari padanya. Dan mereka tidak mendapat Ay (QS. Al-Baqarah . : . Melalui Q. S Al-Baqarah ayat 48 ini. Bakry menyampaikan pesan bahwa kelak di akhirat tidak ada konsep syafaAoAt. SyafaAoAt yang dipahaminya ialah pembelaan ampunan bagi orang yang berdosa. Sebab bagi Bakry, setiap orang menanggung amal perbuatannya sendiri sehingga tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sandaran sebagai penolongnya di akhirat. Termasuk dalam hal ini Bakry mengistilahkan bahwa Wali yang selama ini dianggap sakral. Guru yang dihormati dan segala hal yang memiliki kedudukan di bumi tidak dapat dijadikan sebagai penolong di hari akhirat nanti. Hal ini sebagaimana penafsirannya dalam Tafsir Rahmat: SyafaAoAt ialah pembelaan agar orang yang berdosa diringankan atau diampuni dosanya seperti pembelaan dalam persidangan. Di hari akhir tidak ada pembelaan sama sekali. Setiap diri menanggung sendiri amalnya baik atau buruk. Banyak sekali ayat yang menerangkan demikian. Takutilah di hari akhirat di mana tidak seorang pun dapat membela orang lain. Tidak guru, tidak wali, tidak siapapun, entah apa nama dan pangkatnya di bumi. Ziarah Kubur pada QS. An-NisAAo . : 116 e acA a aO aI eI OA e acAa caI NEEca aE Oa e aA a a eI OA a acA a aE a nN aOOa e aA a aI a eO aI Ea aE aIE a eI OA A a eEA a A caEA a AaNEEca Aa aC eA A E UE a a eO UA Artinya: AuSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik . empersekutukan Allah dengan yang lai. Dan dia akan mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Siapa yang mempersekutukan Allah, sesungguhnya ia telah jauh sekali tersesat. Ay (QS. An-NisAAo . : . Melalui penggalan ayat pada Q. S An-NisAAo, ditemukan kritik Bakry yang didasari oleh pengetahuannya tentang syirik. Syirik dalam perspektif Bakry diartikan sebagai perbuatan yang menjerumuskan pada dosa besar yang tidak akan diampuni Allah. Termasuk dalam hal ini adalah meyakini bahwa ada sesuatu lain yang dapat menyelamatkan dan mengabulkan harapan, seperti sesuatu yang dianggap sakral (Wali, batu, keris, pohon dl. Sebab perilaku meyakini hal tersebut dalam pandangan Bakry justru mencederai ketauhidan kepada Allah Yang Maha Esa. Sebagaimana interpretasi Bakry secara spesi k: 33 Bakry, 17. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara Syirik dosa besar yang tidak akan diampuni Allah. Dasar agama Islam yang utama dan pertama ialah tauhid. Membenarkan dan mengakui bahwa Allah hanya satu, tidak ada yang menyekutui-Nya. Kalau tauhid ini sudah goyah, runtuhlah rasa agama dan tidak ada lagi minat untuk mengikuti ajarannya. Orang Musyrik menyimpang jauh sekali dari ajaran agama. Syirik dapat menyelinap ke dalam dada dan alam pikiran seorang mukmin. Syirik kadang kala tidak disadari sudah masuk ke dalam rongga hati seorang Mukmin. Ayam putih, batu, pohon, keris, dukun, makam. Wali-wali dan lain-lain benda makhluk Allah dijadikan tempat menyampaikan harapan dan minta pertolongan selain Allah. Berhati-hatilah! Syirik dengan tidak disadari bisa masuk ke dalam rongga hati Anda. Analisis Hermeneutis terhadap Penafsiran Oemar Bakry Setelah melakukan eksplorasi terhadap konteks historis yang mengitari Oemar Bakry dan representasi penafsiran Bakry yang bertendensi ideologi puritan, selanjutnya pada bagian ini dijelaskan tentang analisis mendalam terhadap data yang dihadirkan tersebut dengan menggunakan sebuah pendekatan hermeneutis. Pendekatan hermeneutis dalam ranah kajian tafsir Al-QurAoan, menempati posisi strategis guna memperoleh pemahaman yang bersumber dari aspek internal teks sekaligus aspek eksternal yang mengitari teks. 35 Aspek-aspek di luar teks yang melekat pada Author teks juga berpotensi dikaji dengan melakukan eksplorasi terhadap aspek sosiologis, psikologis, historis dan lain sebagainya. 36 Dengan demikian, penggunaan pendekatan hermeneutis memungkinkan diperoleh pemahamahan komprehensif dan proporsional terhadap penafsiran Oemar Bakry sebagaimana berikut ini. Pra-Pemahaman Oemar Bakry terhadap Ideologi Kaum Pembaharu Abad ke-20 disinyalir menjadi gelombang pembaharuan yang bersifat pemurnian terhadap ajaran dan reformasi sikap menghadapi tantangan 37 Gelombang ini lebih sering dikaitkan dengan gerakan modernisme dalam Islam. Implikasi gelombang modernisme mencirikan sentralitas terhadap konsep ibadah yang hanya diamalkan apabila terdapat contoh yang bersumber secara langsung dari Nabi saja. Sementara yang tidak ada sumbernya sangat ditentang secara keras. Dalam konteks ini, abad ke-20 merupakan momentum di mana Tafsir Rahmat dilahirkan. Konteks masa menunjukkan bahwa eksistensi publikasi 34 Bakry. Tafsir Rahmat, 181. Kusmana Kusmana. Hermeneutika Al-QurAoan: Sebuah Pendekatan Praktis Aplikasi Hermeneutika Modern Dalam Penafsiran al-QurAoan (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2. , 70. 36 Fahruddin Faiz. Hermeneutika Al-QurAoan (Yogyakarta: eLSAQ Press, 2. , 9. 37 Burhanuddin Daya. Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam (Kasus Sumatera Thawali. (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1. , xix. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat teks dalam format media cetak termasuk tafsir,38 menjadi media propagandis ideologi yang tengah marak terjadi pada abad ke-20. Kehadiran ideologi pembaharu yang tengah terjadi pada abad tersebut turut mengitari proses terbentuknya Tafsir Rahmat. Historisitas ini secara langsung menyuplai unsur gagasan pembaharuan di dalam tafsir karangan Bakry. Ditelisik dari masa kelahiran. Bakry lahir bertepatan dengan upaya perluasan pembaharuan Islam oleh Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh yang tengah menyeruak di tanah kelahirannya. Sumatera Barat. Bahkan secara general, wilayah ini diklaim sebagai pusat penyebaran dakwah gerakan pembaharu. Minangkabau dikenal sebagai wilayah yang berperan penting dalam memperjuangkan cita-cita pembaharuan ke daerah yang lain. Historisitas Bakry yang sejak kecil lahir dan tumbuh di tanah Minangkabau, meniscayakan ia terpapar dengan ideologi yang tengah gencar pada masa itu. 40 Abad ke-20 menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki tradisi yang diklaim oleh Ahmad Khatib AlMinangkabau sebagai masyarakat yang masih mengadopsi sistem adat 41 Lebih lanjut, sebagaimana telah dikutip oleh HAMKA. Minangkabau sebagai bagian dari wilayah Islam telah mengalami Hal ini menurutnya disebabkan oleh unsur animismedinamisme, agama dan bidAoah-syirik tercampur aduk dan sisa-sisa kepercayaan Hindu-Budha yang masih mengakar pada kehidupan masyarakat Minangkabau. Selain itu, praktik sihir masih kentara, kuburan dikeramatkan, azimat masih dilanggengkan. Guru-guru agama menjual azimat dan kuburan para Ulama diagungkan sekaligus dijadikan tempat bernadzar dan memohon. Fenomena yang terjadi pada realitas masyarakat di mana Bakry hidup inilah yang mendorongnya untuk melakukan upaya puri kasi. Upaya yang Bakry lakukan tidak terlepas pada konteks masa gerakan pembaharuan 38 Kegairahan segenap lapisan masyarakat Sumatera Barat akan surat kabar dan majalah semakin menemukan eksistensinya. Hal ini dibuktikan dengan semangat untuk membaca di antara lebih dari 80 macam surat kabar dan majalah, baik yang bercorak kebangsaan maupun keagamaan. Di antara sebagian majalah dan surat kabar tersebut lahir dari lingkungan Sumatera Thawalib. lembaga pendidikan yang membawa spirit paham pembaharuan yang dinamis. 39 Deliar Noer. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942 (Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia, 1. , 37. 40 Minangkabau merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikenal cepat dalam melancarkan perubahan. Ditelisik dari konteks sosial, masyarakat Minang termasuk masyarakat yang dinamis dalam merespons segala hal baru yang masuk ke wilayahnya. Daya. Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam (Kasus Sumatera Thawali. , xviAexix. 41 Daya, 59. 42 Hamka Hamka. Ayahku: Riwayat Hidup Dr. Abdul Karim Amrullah Dan Perjuangan Kaum Agama Di Sumatera (Jakarta: Umminda, 1. , 70. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara yang tengah menemukan momentumnya di wilayah Minangkabau. Sebagai pemuda atau kaum Mudo. Bakry merepresentasikan pemuda yang gigih memperjuangkan eksistensi modernitas dan upaya pembaharuan untuk kemajuan wilayah Sumatera Barat. Serangkai ideologi yang dibawa oleh Bakry inilah yang kemudian dicari validasi dan legitimasinya melalui wacana penafsiran. Perjalanan Intelektual Oemar Bakry Dari geneologi pendidikan. Bakry menempuh pendidikan di sekolah Hal ini dapat dipahami dari jejak sekolah Bakry yang dimulai dari Sekolah Diniyyah Putera Padang Panjang dan sekolah Thawalib. Dalam catatan historis. Sekolah Thawalib merupakan sekolah pertama yang didirikan di Sumatera Barat. Didirikannya sekolah ini sebagai media memperluas jangkauan gerakan pembaharu. 43 Selain itu, sekolah Thawalib juga memiliki korelasi dengan peta penyebaran ide pembaharuan Islam, pembentukan Ulama pembaharu dan pengaruhnya terhadap Muslim di Minangkabau. 44 Sebelum terwujud dalam lembaga berupa madrasah, sekolah ini pada mulanya adalah surau yang menjadi tempat bernaung dan menimba ilmu bagi para pemuda di Sumatera. Dalam sebuah tataran lembaga pendidikan, tentu terdapat literatur yang menjadi rujukan. Demikian yang juga berlaku di sebuah Madrasah. Meskipun pelajaran umum masih disertakan, seperti pelajaran sejarah dan ilmu bumi, akan tetapi mata pelajaran agama yang paling diutamakan. Adapun bahan-bahan pelajaran bagi sekolah yang menjadi tempat Bakry memperoleh pengetahuan tersebut ialah kitab-kitab yang umumnya bersumber dari Mesir. Sementara bagi pelajar tingkat tinggi, kitab karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha yang berjudul Tafsir Al-Manar sangat Selain itu mereka juga membaca kitab karya Taqi al-Din Ahmad Ibn Tamiyyah yang dikenal sebagai tokoh yang sangat kritis dalam mengecam bidAoah, pemujaan wali-wali dan ziarah ke makam-makam Kitab karya muridnya yang bernama Ibn Al-Qayyim juga turut menjadi rujukan. Selain eksplorasi atas geneologi pendidikan, ditelisik lebih jauh lagi. Bakry juga tampak eksis di ruang politik. Ia tercatat pernah aktif menjadi anggota organisasi PERMI. Keterlibatan Bakry dalam ruang politik ini menjadikan ia turut memperjuangkan program dan misi yang diusung oleh organisasi tersebut. PERMI jamak-mafhum dikenal sebagai satu-satunya gerakan yang tetap eksis pada masa peperangan di wilayah Sumatera. PERMI merupakan kelanjutan dari Sumatera Thawalib yang bermula madrasah pendidikan kemudian menjelma menjadi partai politik Islam. 43 Daya. Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam (Kasus Sumatera Thawali. , 96. 44 Daya, 17. 45 Noer. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942, 99. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat Spirit program yang diwacanakan oleh PERMI ialah mempropagandakan asas pemurnian ajaran Islam dengan memberantas ajaran sesat, adat jahiliyyah, kaum tarekat dan kolonialisme. Sementara dalam ruang sosial. Bakry teridenti kasi aktif melakukan transfer knowledge melalui lembaga madrasah. Keaktifannya ini dibuktikan dengan pengabdiannya di lembaga-lembaga Sumatera Barat, seperti Sekolah Thawalib Padang pada 1933-1936. Direktur Sekolah Muhammadiyyah Padang Sidempuan tahun 1937 dan menjadi Guru di Sekolah Thawalib Padang Panjang tahun 1938. 46 Secara umum upaya ini merupakan profesi yang digeluti oleh para Ulama sejak sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan keaktifan tokoh-tokoh pembaharu yang secara masif bergerak dalam bidang pendidikan, sehingga peran menjadi guru dan mengajar merupakan keharusan yang sangat diagungkan. Dalam konteks ini. Bakry terlibat dalam mengajar di Madrasah Thawalib, yakni salah satu madrasah yang menjadi agen perluasan dan propagandis ide pembaharuan bagi para pelajar. Serangkai perjalanan inteletektual, kecenderungan penggunaan kitab, buku dan majalah dari tokoh pembaharu sebagai literatur utama dalam proses pembelajaran telah mengonstruk geneologi pengetahuan Bakry dalam pemahaman keagamaan. Tradisi literasi yang cukup kuat secara tidak langsung menggiring opini Bakry dalam memahami syariat dengan keharusan kembali kepada sumber utama, yakni Al-QurAoan dan Hadis. Oleh sebab itu, tidak heran apabila dalam penafsirannya. Bakry menyisipkan pendapat atau pemikiran dari para tokoh pembaharu. Pra-Pemahaman Bakry tentang SyafAAoat dan Syirik-Ka r Dalam mende nisikan syafaAoat. Bakry menyatakan bahwa pengertian syafaAoat ialah pembelaan terhadap orang yang berdosa agar diringankan Istilah ini disetarakan layaknya seperti pembelaan dalam sebuah Dalam tafsirnya, secara tegas Bakry mengklaim bahwa syafaAoat itu tidak ada sama sekali,47 bahkan sekalipun syafaAoat itu bersumber dari Rasulullah. Sebab menurut Bakry, syafaAoat hanyalah hak prerogatif Allah yang tidak dimiliki oleh selain-Nya. Sehingga setiap orang mempertanggungjawabkan amal perbuatan masing-masing tanpa bergantung kepada makhluk yang lain. Sementara dalam mende nisikan syirik. Bakry menjelaskan bahwa syirik merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah Swt. Lebih lanjut, syirik berpotensi mencederai ketauhidan. Padahal dalam pandangan Bakry, tauhid merupakan pondasi utama yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Bagi seseorang yang ketauhidan-nya telah goyah, maka semangat 46 Ghozali. AuDialektika Sains. Tradisi Dan al-QurAoan: Representasi Modernitas Dalam Tafsir Rahmat Karya Oemar Bakry,Ay 847. 47 Penafsiran Oemar Bakry tentang syafaAoat pada Q. S Az-Zumar. : 43. Bakry. Tafsir Rahmat. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara untuk mengikuti ajaran agama Islam akan semakin berkurang. 48 Dengan demikian. Bakry mengklaim bahwa orang yang berbuat syirik disebut Musyrik sehingga telah menyimpang dari ajaran agama Islam. sebuah Dalam konteks ini. Oemar Bakry mende nisikan Ka r melalui penafsirannya yang teridenti kasi, salah satunya pada QS. Al-AAorAf . : 198. Melalui penafsirannya, ia menyatakan bahwa ka r merupakan sapaan yang dialamatkan kepada mereka yang mempersekutukan Allah Swt. Secara general, de nisi ini selaras dengan istilah syirik. Akan tetapi aksentuasi syirik cenderung dialamatkan kepada konteks perbuatan, sementara ka r diidentikkan kepada ranah hukum. Dari analisis tersebut, benang merah yang sejalan dengan teori yang digagas oleh Hans-Georg Gadamer adalah bahwa pemahaman yang dimiliki oleh mufassir tidak terlepas dari pengaruh pengetahuan yang dimiliki sebelumnya . ra-pemahama. Pengaruh inilah yang kemudian berperan dalam mewarnai corak atas interpretasi seorang mufassir. Sebagaimana interpretasi Oemar Bakry terhadap ayat-ayat tentang waslah, syafaAoat dan ziarah kubur menunjukkan bahwa corak ideologi puritan dalam penafsirannya dipengaruhi oleh pra-pemahaman Bakry tentang de nisi syafaAoat, syirik dan ka r. Oleh sebab itu, sebagai reader, penting untuk mendudukkan secara proporsional terhadap pra-pemahaman author dalam menghadirkan teks supaya memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Penafsiran Ideologis sebagai Kritik Terhadap Islam Tradisional Dalam Fenomena praktik waslah, syafAAoat dan ziarah kubur ini tampaknya menjadi perhatian utama Bakry. Hal ini diperlihatkan dengan upayanya dalam melancarkan kritik terhadap praktik yang dilakukan oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Apabila ditelisik melalui pandangan Ahmad Khatib,50 pada rentang abad ke-18 hingga abad ke-20, adat Minangkabau adalah adat yang masih menyisakan unsur jahiliyyah. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa hukum adat Minangkabau yang bertentangan dengan hukum Islam. Perilaku masyarakat Minangkabau pada abad ke-20 juga masih bersinggungan dengan perilaku keagamaan yang mengarah pada bidAoah, taklid, khurafat, syirik dan tahayyul. Sehingga abad ke-20 menjadi abad 48 Bakry, 181. 49 Penafsiran Oemar Bakry tentang representasi hukuman ka r bagi yang melakukan praktik keagamaan sebagaimana diidenti kasi oleh Bakry di atas Bakry. Tafsir Rahmat. 50 Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabaui dilahirkan dari keluarga yang sangat keras terhadap beragama dan beradat. Identitas keluarganya terindikasi menjadi bagian dari hakim pada perang Padri. Sebagai seorang pelopor gerakan pembaharuan di Minangkabau, ia menyebarkan ide pemikirannya dari Mekkah. Terkait problem yang menyeruak di Minangkaba, ia sangat keras dala menola dua hal yang melekat pada masyarakat di sana, seperti Thariqat Naqsyabandiyah dan peraturan adat yang membahas hal waris. Noer. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942, 38Ae40. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat yang merepresentasikan spirit pembaharuan yang dalam tipologi general tergolong pada fase bagian ke-3, sebab masa sebelumnya juga telah hadir secara massif upaya pembaharuan dalam format fase yang berbeda. Fase pertama dengan cara propaganda yang dipimpin oleh Kaum Mudo dan Kaum Tuo dan fase kedua dengan jalur peperangan yang diintervensi oleh Belanda melalui jalur perang Paderi. Selain itu, abad ke-20 menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau kerap memadukan praktik keagamaan dengan hal-hal yang bersifat 52 Ajaran ini umumnya dikenal sebagai ajaran tarekat, yakni dengan melakukan ibadah disertai dengan ritual tertentu dan dengan menjadikan guru sebagai tumpuan dan validasi dalam memperoleh kesuksesan atas sebuah ritual. Guru dikultuskan sedemikian rupa, sehingga Guru dianggap dapat memberikan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan demikian, upaya pembaharuan yang dilancarkan Bakry melalui penafsiran merupakan usahanya dalam menuangkan kritik atas praktik keagamaan yang masih melekat di tengah masyarakat. Minangkabau yang dikenal sebagai wilayah yang masih memegang kuat adat dan tradisi sinkretis menjadikan ia terpantik untuk mereformasi aspek syariAoat yang Bakry anggap berpotensi mencederai kemurnian ajaran Islam. Upaya ini ia lancarkan melalui interpretasi pada ayat-ayat yang merepresentasikan konteks waslah, syafaAoat dan ziarah kubur. Relevansi Penafsiran Oemar Bakry dengan Realitas Terkini Dalam konteks penelitian ini, penafsiran Oemar Bakry yang bertendensi puritan dengan menghadirkan klaim ka r-syirik meniscayakan ketundukan terhadap satu ideologis yang tersemat pada sistem penafsiran. Padahal jika ditelisik lebih lanjut, vonis Ka r sejatinya tidak serta merta dilontarkan dari individu ke individu yang lain, melainkan harus disandarkan kepada pihak yang berwenang. Dalam konteks Indonesia misalnya, diserahkan sepenuhnya kepada MUI sebagai pihak yang memegang otoritas Lebih lanjut, vonis ka r pun dihadirkan setelah dilakukan pertimbangan mendalam pada beberapa kriteria yang menghantarkan seseorang layak untuk divonis ka r, di antaranya seseorang telah keluar dari agama Islam, menolak dan mengingkari kebenaran Allah, dan beberapa kriteria lainnya. Faras Puji Azizah et al. AuPembaharuan Islam Di Minangkabau Pada Awal Abad XX,Ay RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam 3, no. : 214, https://doi. org/10. 52 Yelda Syafrina. AuFase Dalam Gerakan Pembaharuan Islam Di Minangkabau: Dari Reformis Ke Modernis,Ay Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam 9, no. : 826, http://dx. org/10. 24235/tamaddun. 53 Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah. AuKriteria Pengka ran,Ay 2018, https://muijateng. id/wp-content/uploads/2018/03/Kriteria-Pengka ran. Nun: Jurnal Studi Al-QurAoan dan Tafsir di Nusantara tIdeologi puri katif yang tersemat pada Tafsir Rahmat cenderung menggunakan ekspresi tunggal dan mengultuskan kebenaran sejati dalam Padahal jika dikaji lebih lanjut, sebagai negara yang multikultural. Indonesia sangat dilematis jika memarginalkan konsekuensi atas keragaman tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Hal ini agaknya bertentangan dengan spirit ideologi puritan yang tidak memberikan celah apresiasi terhadap keragaman tradisi dan lokalitas Wacana yang kerap dibangun oleh kelompok ini menginginkan untuk mengembalikan ajaran Islam yang murni. 54 Padahal jika dikaji lebih dalam, sejatinya tidak ada Islam yang benar-benar murni, melainkan ajaran yang tetap bernafaskan nilai Islami yang kemudian berjumpa dengan kreativitas manusia. Dengan demikian, nalar penafsiran puri katif agaknya tidak sejalan dengan spirit yang dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia yang beragama secara ramah terhadap akulturasi tradisi yang lekat dengan budaya lokal. Dari re eksi yang disarikan melalui penafsiran Oemar Bakry tersebut, memperlihatkan sebuah bukti bahwa dihadirkannya tafsir sejatinya tidak hanya sekedar menyingkap makna-makna yang bersumber dari teks saja, melainkan juga menjadi fasilitator untuk mengkritik praktik keagamaan yang ada di tengah masyarakat. Melalui penafsiran Bakry, memperlihatkan bahwa Bakry tidak hanya menghadirkan terjemah sekaligus tafsir untuk menghasilkan pemahaman berarti bagi masyarakat, namun ia juga menjadikan karya tafsirnya sebagai agen propagandis terhadap spirit ideologi yang hadir merespons tradisi dan praktik keagamaan masyarakat Minangkabau. Kesimpulan Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran Oemar Bakry dalam Tafsir Rahmat mengandung kecenderungan ideologi puritan yang terdistribusi pada sejumlah tema sentral, terutama terkait konsep waslah, syafAAoat, dan ziarah kubur. Kecenderungan tersebut tidak muncul secara sporadis, melainkan dibentuk oleh konstruksi pemahaman tertentu yang dapat ditelusuri melalui pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Pertama, pra-pemahaman Bakry yang dipengaruhi oleh ideologi kaum pembaharu membentuk horizon berpikir yang bercorak puri katif. Kedua, pra-pemahaman terhadap konsep syafAAoat, ka r, dan syirik turut menentukan batasan normatif dalam mengidenti kasi praktik keagamaan, sehingga sejumlah tradisi seperti tawassul kepada wali atau praktik ziarah tertentu dikategorikan berpotensi mengarah pada kesyirikan. Ketiga, penggunaan pendekatan tekstualis memperkuat orientasi tersebut, karena 54 Sutiyono. Benturan Budaya Islam: Puritan Dan Sinkretis (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2. , 66. Ideologi Puritan dalam Tafsir Rahmat penekanan pada aspek literal teks membatasi eksplorasi terhadap dimensi universal dan kontekstual pesan Al-QurAoan. Signi kansi penelitian ini terletak pada upayanya menyingkap relasi antara historisitas mufassir dan konstruksi ideologis dalam penafsiran AlQurAoan di Nusantara. Dengan memanfaatkan kerangka hermeneutika Gadamer, penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir tidak pernah berdiri di ruang hampa, melainkan senantiasa dipengaruhi oleh latar sosial, intelektual, dan ideologis penafsirnya. Temuan ini penting dalam membaca kembali relevansi Tafsir Rahmat dalam konteks kekinian: meskipun pada masanya penafsiran Bakry dapat dipahami sebagai respons kritis terhadap praktik keagamaan yang dianggap menyimpang, dalam realitas Indonesia kontemporer yang semakin plural, corak penafsiran tersebut berpotensi menghadirkan ketegangan karena cenderung kurang akomodatif terhadap keragaman ekspresi keberagamaan. Adapun untuk penelitian selanjutnya, diperlukan eksplorasi yang lebih luas terhadap dimensi-dimensi lain dalam Tafsir Rahmat yang belum terjangkau dalam kajian ini, baik dari aspek metodologi, epistemologi, maupun kontribusinya terhadap wacana tafsir Nusantara secara lebih Kajian komparatif dengan tafsir lain yang lahir dalam konteks sosial serupa juga dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika ideologi dalam penafsiran Al-QurAoan. Dengan demikian, sebagai karya tafsir yang lahir di Indonesia. Tafsir Rahmat tetap memiliki urgensi untuk terus diperbincangkan secara kritis dan produktif dalam ruang akademik yang lebih luas. Daftar Pustaka