Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 https://jurnal. id/index. php/UrwatulWutsqo Teori Belajar Humanistik Dan Implikasinya Pada MaharAh IstimAAo Naning MaAorifatul Faiqoh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia naningfaiqoh@gmail. Umi Baroroh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia rumibaroroh32@gmail. Abstract: Recently, many educational theories grow up based on the assumptions in some This article explores humanistic learning theory and its implications for learning Arabic at maharah istima ', using library research, since the data and information were collected in the form of a continuous library with discussion, then the researcher analyzed the data using content analysis method. The results shows that the application of maharah istima ' learning Arabic includes learning objectives, learning models, using media, culture and studentsAo background. Carl Rogers' humanistic theory emphasizes deep humanity, does not contain selfish, individualistic elements or authoritarian, they do not have to follow our opinion, so this theory focuses on the student center, that focused on the cognitive, affective and psychomotor aspects by giving students their rights, being humanized, recognized and accepted, from which students will be optimistic in voicing contents of their Keywords: humanistic learning theory. Arabic language education, maharah istima Pendahuluan Masuknya bahasa Arab di Nusantara senada dengan masuknya Islam, banyak kosakata Arab yang diserap kedalam bahasa Indonesia, tujuan awal masyarakat mempelajari bahasa Arab agar bisa membaca al-Quran, dan tujuan mempelajari bahasa Arab semakin bervariasi ketika ingin memahami kajian keislaman, aqidah, fiqih padaliteratur berbahasa Arab. Di era sekarang banyak non Arab berbondong-bondong mempelajari bahasa Arab karena berbagai macam tujuan, seperti tujuan bermuamalah dengan orang Arab dll. Syamsuddin Asyrofi, menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab dari pertamakali pada abad ke-17, ketika bahasa Arab mulai diajarkan di Universitas Cambridge Inggris1. 1 Syamsuddin Asyrofi. Model. Strategi dan Permainan Edukatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. ogyakarta: Aura Pustaka. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. https://jurnal. id/index. php/UrwatulWutsqo Copyright A 2020. LP3M STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA Sulit dipungkiri bahwa di Indonesia masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam memahami bahasa Arab, . rariset, 2 Mei 2. khususnya bagi peserta didik yang basiknya belajar di Madrasah/ Pondok Pesantren masih kesulitan bahkan takut untuk mempelajari bahasa Arab karena banyak Menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien adalah tugas guru, katika di dalam kelas posisi guru amatlah urgent dalam menjalankan proses pembelajaran. Siregar & Nara menjelaskan Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi . ahkan dalam kandunga. hingga liang lahat2. Salah satu hal yang menjadikan manusia belajar yaitu rasa keingin tahuan terhadap sesuatu yang sehingga membuat manusia untuk berfikir, dinamis dan menghasilkan output berupa karya atau karsa. Belajarpun membawa manusia menuju pada pembaharuan sehingga mempunyai dampak yang lebih baik dari sebelumnya. Fathurrohman & Sulistyorini menjelaskan Belajar adalah suatu aktivitas yang biasa dilakukan oleh manusia walaupun manusia itu seringkali tidak menyadari bahwa sebenarnya ia telah melakukan aktivitas belajar3. Menurut Rompebajung dalam buku Mohammad Thobroni Pembelajaran merupakan pemerolehan suatu mata pelajaran atau pemerolehan suatu ketrampilan melalui pelajaran, pengalaman, atau pengajaran. Gintings menjelaskan tujuan pembelajaran harus ditetapkan sebelum proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar guru pengemudi dan siswa sebagai penumpang memahami apa perubahan tingkah laku yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya4. Fathurrohman & Sulistyorini, tujuan belajar dan pembelajaran tidak dapat tercapai dengan mudah begitu saja, tanda adanyausaha yang serius dari semua orang yang terlibat dalam proses tersebut, baik dari orang yang belajar maupun orang yang mengajar5. Baharuddin & Wahyudi ada beberapa ciri-ciri belajar, yaitu: . Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku . hange behavio. , . perubahan perilaku relatif permanent, . Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial, . Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan dan pengalaman, . pengalaman dan latihan itu dapat memberi penguat, sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau Siregar. , & Nara. Teori Belajar dan Pembelajaran. (Bogor: Ghalia Indonesia. Fathurrohman. , & Sulistyorini. Belajar dan Pembelajaran : Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional. ogyakarta: Teras. 4 Gintings. Esensi Praktid: Belajar dan Pembelajaran. (Bandung: Humaniora. 5 Fathurrohman. , & Sulistyorini. Belajar dan Pembelajaran : Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional. ogyakarta: Teras. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA dorongan untuk mengubah tingkah laku6. Dalam hal ini jika seseorang menginginkan perubahan, maka tidak cukup hanyabermimpi saja, karena usaha dan doAoa yang sungguh-sungguh akan membantu mimpi itu tercapai. Djamara yang menjadi petunjuk bahwa proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: . Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok, . Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaan/instruksional khusus (TIK) tercapai oleh siswa, baik secara individual maupun berkelompok7. Syarifuddin Tujuan belajar adalah: . belajar bertujuan mengadakan perubahan dalam diri antara lain perubahan tingkah laku. belajar bertujuan mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. belajar bertujuan mengubah sikap dari negatif menjadi positif, tidak hormat menjadi hormat, benci menjadi sayang dan sebagainya. dengan belajar dapat memiliki keterampilan. belajar bertujuan menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu8. Hamid & Baharuddin menjelaskan tujuan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia adalah: . Pembelajar menghargai dan membanggakan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa dunia yang penting untuk dipelajari, . Pembelajar memahami bahasa Arab dari segi bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan, . pembelajar memiliki kemampuan menggunakan bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosiaonal dan kematangan sosial, . pembelajar memiliki disiplin dalam berfikir dan berbahasa . erbicara dan menuli. , . Pembelajar mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengebangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan,serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, . Pembelajar menghargai dan membanggakan sastra Arab sebagai khazanah budaya dan intelektual9. Mulyanto Sumardi dkk dalam Abdul Halim Hanafi dalam Rosyid & Baroroh mengungkapkan dua tujuan belajar bahasa Arab, yaitu . tujuan pengajaran bahasa Arab sebagai alat bantu dan . tujuan pengajaran bahasa Arab untuk menjadi tenaga ahli10. 6 Baharuddin, & Wahyudi. Teori Belajar dan Pembelajaran. ogyakarta: Ar-Ruzz Media. 7 Djamara. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta. Syarifuddin. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. (TaAodib. 9 Hamid. , & Baharuddin. Pembelajaran bahasa Arab, pendekatan, metode, strategi, materi dan media. (Malang: Malang Press. 10 Rosyid. , & Baroroh. Teori Belajar Kognitif dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Arab. (Al-Lisan, 5. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA Schneider. Pierson, & Bugental mengungkapkan The humanistie movement in psychology has emphasized the kearch for a philoj sophical and scientific understanding of human existence that does justice to the highest reaches of human achievement and porential. From the, beginning, hamang'istic psychologists have cared deeply about what it means to be fully' human and have sought pathways and technologies that assist humans in teaching full humanness11. Teori Humanistik menitiktekankan pada kemanusiaan yang dalam, tidak terdapat unsur keegoisan serta individualis bahkan otoriter, tidak memaksakan orang lain mengikuti pendapat kita. Maimunah . menjelaskan bahwa pendidikan humanistik adalah pendidikan yang memandang manusia sebagai manusia, yakni makhluk hidup ciptaan tuhan dengan fitrah-fitrah heterogen untuk dikembangkan secara maksimal dan optimal terkait dengan pendidikan, tidak serta merta membahas pendidik dan peserta didik saja, namun untuk menunjang pembelajaran, pendidik harus paham dengan teori-teori psikologi yang berhubungan erat dalam pembelajaran, teori belajar humanistik dapat memicu peningkatan kualitas pada individu manusia yang didalamnya memberikan penghargaanpenghargaan disetiap potensi-potensi positif. Seiring berkembangnya zaman. Psikologi Humanistik memberikan sumbangsih besar pada dunia pendidikan diantaranya dengan adanya pendekatan humanistik, dimana proses pembelajaran menitikberatkan pada ranah kognitif, afektif, psikomotor. Peserta didik diberi hak dalam pengalaman belajar, dimanusiakan, diakui, dan diterima, hal itu memicu keberanian peserta didik menjadi optimis untuk menjadi lebih baik. Hamid & Baharuddin dalam bukunya menjelaskan pembelajaran bahasa Arab dilembaga-lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi idealnya memungkinkan siswamenguasai empat ketrampilan bahasa Arab yaitu: ketrampilan mendengar . aharah al-istimaA. ketrampilan berbicara bahasa Arab . aharah al-kala. ketrampila membaca bahasa Arab . aharah al-qiraAoa. dan ketrampilan menulis bahasa Arab . aharah al-kitaba. Permasalahan inti yang akan dibedah pada artikel ini adalah bagaimana memformulasikan titik temu antara teori humanistik pada pembelajaran bahasa Arab pada maharah istimaAo, sehingga nantinya dapat diformulasikan implikasi teori humanistik pada pembelajaran bahasa Arab pada maharah 11 Schneider. Pierson. , & Bugental. The Handbook Of Humanistic Psychology. Theory. Research adn Practice (K. Schneider. Pierson, & J. Bugental, eds. (Los Angeles: SAGE. 12 Hamid. , & Baharuddin. Pembelajaran bahasa Arab, pendekatan, metode, strategi, materi dan media. (Malang: Malang Press. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA istimaAo. Selanjutnya dari uraian-uraian di atas, melahirkan asumsi-asumsi sebagai berikut: . menyelidiki dimana teori secara akurat mengemukakan epistimologi teorinya terkait hubungan antara bahasa dan proses humanistik. terkait pada titik kematangan teori dalam mengupas humanistik. Penulis tertarik membedah penelitian ini karena pembelajaran bahasa Arab yang masih menjadi momok bagi peserta didik sangat membutuhkan cara agar peserta dapat belajar tanpa merasa takut, rasa takut akan membuat peserta didik tertekan dan akhirnya tujuan pembelajarn kurang maksimal. Literatur Review yang dilakukan peneliti menunjukkan belum ada yang mengkaji implikasi teori humanistik dalam pembelajran bahasa Arab pada maharah istimaAo. Dibuktikan dengan beberapa artikel berikut. Pertama. Teori Belajar Humanistik dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam ditulis oleh Solichin. Artikel ini membahas perkembangan teori humanistik dengan tiga pelopor humanistik yaitu Arthur Combs. Abraham Maslow, dan Carl Ransom Rogers. Pada penelitiannya lebih difokuskan pada pendidikan agama Islam13. Kedua, proceeding oleh Ageng Satria pamungkas dan luthfi Riyadh Rahman. dengan judul Teori Belajar Humanisme danPenerapannya Dalam Model Pembelajaran, pada proceedingini membahas penerapan teori humanistik dalam model pembelajaran perspektif David A. Kolb dengan belajar empat tahap pengalaman belajar. Bloom dan Krathwohldengan taksonomi bloom. Carl Rogers dengan teori pertumbuhan personal sehingga menghasilkan penemuan berikut: pertama David A. Kolb: belajar pengalaman merupakan proses belajar dimana pengetahuan hasil dari kombinasi yang berbeda dari menangkap dan mentransformasikan pengalaman. Kedua Bloom dan Krathwohl merangkum ujuan belajar menjadi tiga kawasan yang dikenal dengan taksonomi bloom yaitu Kognitif. Afektif dan Psikomotor. Ketiga Carl Rogers membedakan dua ciri belajar, yaitu . belajar yang bermakna, yaitu belajar yang melibatkan aspek pikiran dan perasaan peserta didik, . belajar yang tidak bermakna, yaitu belajar yang melibatkan aspek pikiran akan tetapi tidak melibatkan aspek perasaan peserta didik. Ketiga, penelitian oleh Qodir berjudul Teori Belajar Humanistik Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa14. Menurut Qodir pendidikan sekarang cenderung bersifat pragmatism yang mana siswa dianggap seperti sebuah gelas yang kosong yang hanya bisa diisi tanpa peduli terhadap potensi yang 13 Solichin. Teori Belejar Humanistik dan Implikasinya dalam Pendidikan Agama Islam. (Islamuna, 5, 12. 14 Qodir. Teori Belajar Humanistik Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Pedagogik, 4. 4Ae7. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA dimilikinya, hal ini bisa memasung potensi yang tertanam pada diri siswa, pembelajaran humanistik memandang siswa sebagi suatu sabjek yang bebas menentukan arah hidupnya sendiri dan juga atas hidup orang lain, dalam pembelajaran humanistik guru tidak hanya memberikan asupan materi yang dibutuhkan siswa secara keseluruhan, namun guru sebagai fasilitator dan partner dialog. Berdasarkan hasil literatur Revew, belum ada yang mengkaji implikasi teori humanistik dalam pembelajaran maharah istimaAo. Untuk itu artikel ini peneliti memposisikan penelitiannya pada teori belajar humanistik dan implikasinya dalam pembelajara bahasa arab pada maharah istimaAo dengan pengkrucutan tokoh Carl Ransom Roger. Teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam artiel ini yaitu Library Research dengan mengumpulkan datadata serta informasi dalam bentuk pustaka yang berkesinambungan dengan pembahasan, selanjutnya akan dianalisis dengan metode content analysis/ Analisis Isi. Hasil pembahasan pada artikel ini yaitu pembelajaran bahasa Arab yang berspektif humanistik. Hasil Dan Pembahasan Teori Belajar Humanistik Carl Rogers Jumanta Hamdayana berpendapat. Carl Rogers lahir 8 januari 1902, di Oak Park. Illinois Chicago, sebagai anak keempat dari enam bersaudara, semula Rogers menekuni bidang agama, tetapi akhirnya pindah kebidang psikologi klinis di Universitas Columbia dan mendapat gelar Ph. D tahun Arthur S. Reber dan Emily S. Reber menjelaskan homo dari kata latin yang artinya sifat kesamaan, kekerabatan16. Menurut mangun hadjana dalam penelitian maimunah . semula humanisme merupakan sebuah gerakan yang mempromosikan harkat, martabat, serta nilai-nilai kemanusiaan, sebagai aliran pemikir kritis yang berasal dari gerakan yang menjunjung tinggi manusia. Jika ditarik dalam ranah pendidikan, humanistik menitik berratkan suatu proses kemanusiaan. Qodir . dalam penelitiannya, menjelaskan pada dasarnya kata AuhumanistikAy merupakan suatu istilah yang mempunyai banyak makna sesuai dengan konteksnya, misalnya humanistik dalam wacanakeagamaan berarti tidak percaya adanya unsur supranatural atau nilai transendental 15 Jumanta Hamdayana. Metodologi Pengajaran. (Jakarta: Bumi Aksar. 16 Arthur S. Reber dan Emily S. Reber. Kamus Psikologi The Penguin Dictionary Of Psychology. ogyakarta: Pustaka Pelajar. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA serta keyakinan manusia tentang kemajuan melalui ilmu dan penalaran17. Mulkhan . menjelaskan dalam istilah/nama humanistik, kata AuhumanisikAy pada hakikatnya adalah kata sifat yang merupakan sebuah pendekatan dalam pendidikan. Sri Esti Wuryani Jiwandono . menjelasakan prinsip-prinsip penting teori belajar humanistik18 : Keinginan untuk belajar (The Desire to Lear. Rogers percaya bahwa manusia secara wajar mempunyai keinginan untuk belajar, keinginan ini dapat mudah dilihat dengan memperhatikan keingintahuan yang sangat dari seorang anak ketika dia menjelajahi . lingkungannya, keingin tahuan anak sudah melekat atau sudah menjadi sifatnya untuk belajar adalah asumsi dasar yang penting untuk pendidikan humanistik. Belajar secara signifikan (Significant Leaernin. Dalam prinsip belajar humanistik yang kedua. Rogers telah mengidentifikasikan bahwa belajar secara signifikan terjadi ketika belajar dirasakan relevan terhadap kebutuhan siswa . Belajar tanpa ancaman (Learning without threa. Prinsip lain yang diidentiifikasikan oleh Rogers ialah bahwa belajar yang paling baik adalah memperoleh dan menguasai suatu lingkungan yang bebas dari ancaman, proses belajar dipertinggi ketika siswa dapat menguji kemampuan mereka, mencoba pengalaman baru, bahkan membuat kesalahan tanpa mengalami sakit hati karena kritik dan celaan. Belajar atas inisiatif sendiri (Self-initiated Learnin. Untuk teori humanstik, belajar akan paling signifikan dan meresap ketika belajar itu atas inisiatifnya sendiri, dan ketika belajar melibatkan perasaan dan pikiran si pelajar sendiri. Belajar dan berubah (Learning and Chang. Prinsip akhir bahwa Rogers telah mengidentifikasi bahwa belajar yang paling bermanfaat adalah belajar tentang proses belajar. Ahmadi Siswa akan maju menurut iramanya sendiri dengan suatu perangkat materi yang sudah ditentukan Qodir. Teori Belajar Humanistik Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Pedagogik, 4. 4Ae7. 18 Sri Esti Wuryani Jiwandono. Psikologi Pendidikan. (Jakarta: Grasindo. 19 Ahmadi. dan W. Psikologi Belajar . rd ed. (Jakarta: Rineka Cipta. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA . Pendidikan aliran humanistik mempunyai perhatian yang murni dalam pengembangan anak-anak perbedaan-perbedaan individual. Ada perhatian yang kuat terhadap pertumbuhan pribadi dan perkembangan siswa secara individual. Haryanto Al-fandi . menemukan beberapa model/metode pembelajaran yang diyakini sejalan dengan format pendidikan humanistik20 . Active Learning Method . Cooperative Learning . Independent Learning . Contectual Teaching Learning . Pembelajaran Quantu Teori belajar humanistik menekankan pada bagaimana memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya bukan dari sisi pengamatannya yang bertujuan agar para pendidik membantu peserta didik untuk mengembangkan dirinya sehingga masing-masing peserta didik mengenal pribadinya sebagai manusia yang unik dan mengembangkan potensi-potensi yang ia miliki. Menurut Atrisna teori humanistik Carl Rogers dalam pembelajaran guru lebih mengarahkan siswa untuk berfikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam Siregar & Nara berpendapat Rogers mengemukakan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa, melainkan dibiarkan belajar bebas, siswa diharapkan dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambilnya sendiri21. Menurut Abdul dalam Anis Fitriah dkk menurut Rogers, peran guru dalam kegiatan belajar peserta didik menurut pandangan humanistik adalah sebagai fasilitator yang berperan aktif dalam membantu menciptakan iklim kelas yang kondusif agar peserta didik bersikap positif terhadap belajar, membantu peserta didik untuk memperjelas tujuan belajarnya dan memberikan kebebasan padapeserta didik untuk belajar, membantu peserta didik untuk memanfaatkan dorongan dan cita-cita mereka sebagai kekuatan pendorong belajar, menyediakan berbagai sumber belajar kepada peserta didik dan menerima pertanyaan dan pendapat serta perasaan dari berbagai peserta didik sebagaimana adanya. 20 Haryanto al Fandi. Etika Bermuamalah Berdasarkan Al Qur'an Dan Sunnah. (Jakarta: Amzah. 21 Siregar. , & Nara. Teori Belajar dan Pembelajaran. (Bogor: Ghalia Indonesia. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA Wartawarga . teori Rogers dalam bidang pendidikan adalah membutuhkan tiga sikap dalam fasilitator yaitu pertama, realitas dalam fasilitator belajar merupakan sikap dasar yang penting, seorang fasilitator menjadi dirinya sendiri dan tidak menyangkal dirinya sendiri, sehingga ia dapat masuk ke dalam hubungan dengan pelajar tanpa ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Kedua, penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan menghargai pendapat, perasaan, dan sebagainya membuat timbulnya penerimaan akan satu dengan lainnya. Dengan adanya penerimaan tersebut, maka akan muncul kepercayaan akan satu dengan yang lainnya. Ketiga, pengertian yang empati, untuk mempertahankan iklim belajar atas dasar inisiatif sendiri, maka guru harus memiliki pengertian yang empati akan reaksi murid dari dalam, guru harus memiliki kesadaran yang sensitif bagi jalannya proses pendidikan, pengertian akan materi pendidikan dipandang dari sudut murid dan bukan Mudlofir & Rusydiyah . dalam buku karangan Rogers freedom To Learn, menunjukkan prisip-prinsip humanistik sebagai berikut: . Manusia itu memiliki kemampuan belajar secara alami. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid memiliki relevansi dengan maksudmaksud sendiri. Belajar yang menyangkut perubahan didalam persepsi mengenal dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk . tugas-tugas bellajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-ancaman dari luar semakin . apabila ancaman terhadap peserta didik rendah, pengalaman dapat diperoleh dari berbagia cara berbeda-beda dan terjadilah proses belajar. Belajar yang bermakna diperoleh peserta didik dengan melakukannya. Belajar diperlancar bilamanapeserta didik melibatkan dalam proses belajar dan ikut tanggung jawab terhadap proses belajar itu. belajar atas rasa inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi peserta didik seutuhnya baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang memberikan hasil yang mendalam dan . kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika peserta didik dibiasakan untuk mawas diri dan mengkritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern adalah belajar mengenai proses belajar, suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya terhadap diri sendiri dan mengenai proses perubahan itu. belajar dengan guru yang fasilitatif yang mempunyai ciri-ciri antar lain merespon perasaan peserta didik, menggunkan ide-ide peserta didik untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang, berdialog dan berdiskusi dengan peserta didik, menghargai peserta didik. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA kesesuaian antara perilaku dan perbuatan, menyesuaikan isi kerangka berfikir peserta didik . enjelasan untuk memantabkan kebutuhan peserta didi. , dan tersenyum pada peserta didik22. Thobroni & Mustofa menjelaskan, salah satu model pendidikan terbuka mencakup konsep mengajar guru yang fasilitatif yang dikembangkan oleh Rogers, diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975, mengenai kemampuan para guru untuk menciptakan kondisi yang mendukung, yaitu empati, penghargaan, dan umpan balik positif, ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah sebagai berikut: . Memproses perasaan siswa, . Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang, . berdialog dan berdiskusi dengan siswa, . Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan, . Menyesuaikan kerangka berfikir siswa . enjelasan untuk memantapkan kebutuhan segera dari sisw. , . Tersenyum pada siswa23. Dalam Muhammad Thobroni Rogers juga menjelaskan bagaimana kepribadian berubah dan berkembang, ada tiga konstruksi yang menjadi dasar penting dalam teorinya yaitu organisme, medan fenomena dan diri24. Syamsuddin Asyrofi telah menyusun teori-teori strategi belajar bahasa Arab yang disesuaikan dengan empat ketrampilan berbahasa, pendidik/ calon pendidik sangat dianjurkan mengetahui sehingga pengejaran disesuaikan dengan teori strategi pembelajaran, pertama strategi pembelajaran al-istimaAo, kedua strategi pembelajaran kalam, ketiga startegi pembelajaran qiraAoah, dan strategi pembelajaran kitabah25. Maharah IstimaAo Pengertian Menyimak (IstimaA. Syamsuddin Asyrofi . menjelaskan, para linguistik membedakan antara mendengar . , menyimak . , dan mendengar dengan serius . Acep Hermawan menjelaskan kemampuan ini sebenarnya dapat dicapai dengan latihan yang terus menerus untuk mendengarkan perbedaanperbedaan bunyi unsur-unsur kata . dengan unsur-unsur lainnya menurut makhraj huruf yang betul baik langsung dari penutur aslinya . nnatiq al-ashl. maupun melalui rekaman27. Abdul Majid Sayyid Mansur dalam 22 Mudlofir. , & Rusydiyah. Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke Praktik. (Jakarta: Rajawali Perss. 23 Thobroni. , & Mustofa. Belajar dan Pembelajaran pengembangan wacana dan praktik pembelajaran dalam pembangunan nasioal (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 24 Ibid, 305. 25 Syamsuddin Asyrofi. Model. Strategi dan Permainan Edukatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. ogyakarta: Aura Pustaka. 26 Ibid, 97. 27 Acep Hermawan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Bandung: Rosda Karya. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA Syamsuddin Asyrofi ada empat unsur dalam menyimak yang harus saling mengisi dan tak boleh dipisah-pisahkan, yaitu28 : Memahami makna secara umum . Menafsiri pembicaraan dan berinteraksi . Mengevaluasi dan mengkritik pembicaraan . Menggabungkan isi yang diterima dengan mengalaman individu yang telah Menurut Hamid & Baharuddin ketrampilan mendengar mencakup beberapa aspek antara lain adalah mengidentifikasi bunyi, memahami unsurunsur bunyi tertentu, serta menemukan informasi tersurat ataupun tersirat dari si penutur29. Tujuan Pebelajaran Keterampilan Menyimak Ahmad Fuad Ulyan dalam Syamsuddin Asyrofi diantara tujuan pembelajaran IstimaAo adalah sebagai berikut30 : Mampu menyimak, perhatian, dan terfokus pada materi yang didengar . Mampu mengikuti apa yang didengar dan menguasainya sesuai dengan tujuan menyimak . Mampu memahami apa yang didengar dari ucapan penutur dengan cepat dan tepat . Menanamkan kebiasaan mendengar sesuai dengan nilai-nilai sosial dan pendidikan yang sangat penting . Menanamkan bagi keindahan pada saat menyimak . Mampu memahami kosakata sesuai dengan bentuk perkataan yang . Mampu menetapkan kebijaksanaan aats perkataan yang didengar dan menetapkan keputusan yang sesuai Prinsip-Prinsip Dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak Masih menurut Nasir Abdullah dalam Syamsuddin Asyrofi agar seorang pembelajar dapat mendengarkan dengan baik maka ia seyogyanya harus menguasai beberapa kemahiran berikut31: Mangenal bunyi-bunyi bahasa Arab dan makhrajnya 28 Syamsuddin Asyrofi. Model. Strategi dan Permainan Edukatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. ogyakarta: Aura Pustaka. 29 Hamid. , & Baharuddin. Mengukur Kemampuan bahasa Arab. (Malang: UIN Malang Press. 30 Syamsuddin Asyrofi. Model. Strategi dan Permainan Edukatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. ogyakarta: Aura Pustaka. 31 Ibid, 94 Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA . Membedakan antara huruf-huruf yang berbeda . Memiliki kemampuan mengetahui perbedaan antara hubungan huruf-huruf yang berbeda . Mampu dalam tata bahasa Arab menganalisa lambang-lambang suara atau . Sebaiknya mengetahui arti kosakata bahasa Arab . Mampu memberikan perhatian sepanjang waktu . Adanya dorongan untuk terus menyimak . Berada dalam kondisi jiwa yang penuh toleransi untuk menyimak sehingga ucapan penutur tidak membosankan . Mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi dalam maknasebagai akibat dari perubahan bunyi dan tekanan bunyi. Tahapan Dalam Pembelajaran IstimaAo Syamsuddin Asyrofi adapun tahapan-tahapan latihan tersebut adalah sebagai berikut32: Latihan pengenalan (Identifikas. Latihan mendengarkan dan menirukan . Latihan mendengar dan memahami Hamid & Baharuddin adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan guru dalam proses pembelajaran istimaAo adalah sebagai berikut33: Membuka pelajaran istimaAo, dalam pembukaan ini guru menyapaikan pentingnya istimaAo dan menjelaskan karakter materi yang akan disampaikan kepada siswa, serta membatasi tujuan yang hendak dicapai. Menyampaikan materi pelajaran memakai metode yang sesuai dengan . Memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami materi pelajaran yang telah didegar, jika ada kata-kata yang sulit atau istilah-istilah yang belum jelas maka guru menjelaskannya . Siswa mwndiskusikan materi yang telah dibacakan dan diakhiri dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan yang . Menyuruh siswa untuk membuat ringkasan apa yang telah dikatakan dan memberikan peguatan secara lisan kepada teman-teman siswa 32 Ibid, 95 33 Hamid. , & Baharuddin. Pembelajaran bahasa Arab, pendekatan, metode, strategi, materi dan (Malang: Malang Press. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA A(O EIN EEOO) IA ANI IEIOA AOEI O uOE EIAA. A) E II EE uEC EEA AOI u O uA. AO C EIA C OA. A) EOEA AOE EOA. A ONNI uOE A EEA. A) I EE EEIAA AE IINI C IA ANI IEIO IEOO AOA. A OE IO EOA. A) I EE EEIAA AOAO uNI IANIA. AEEA Implikasi Teori Humanistik dalam Pembelajaran Bahasa Arab Pembelajaran yang baik dan benar sangat memiliki peranan yang sangat menentukan perkembangan dan perwujudan pada setiap peserta didik yang menyandang predikat tunas bangsa dan negara, kemajuan dalam pembelajaran tercermin pada bagaimana pendidik dan peserta didik mengenali, menghargai, dan mengoptimalkan sumber daya. Teori belajar humanistik Carl Rogers menitik tekankan pada client center, yaitu student center dan pendidik bertindak sebagai fasilitator dengan memberikan motivasi, kesadaran terhadap makna belajar dalam sebuah kehidupan dan fasilitator mendampingi peserta didik untuk tercapainya tujuan pelajaran Belajar pada gagasan Rogers, bahwa dalam pembelajaran seorang guru sangat perlu memahamkan kepada siswa/clien merupakan manusia yang butuh diarahkan untuk memahami dirinya. Menurut Siregar & Nara Rogers mengemukakan lima hal penting dalam proses belajar humanistik, yaitu: . Hasrat untuk belajar: disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus tentang dunia sekelilingnya, dalam proses mencari jawabannya, seseorang mengalami aktivitas belajar. Belajar bermakna: seseorang yang beraktivitas akan menimbang-nimbang apakah aktivitas itu memiliki makna bagi dirinya, jika tidak, tentu tidak akan dilakukannya. Belajar tanpa hukuman: belajar yang terbebas dari ancaman hukuman mengakibatkan anak bebas melakukan apa saja, mengadakan eksperimentasi hingga menemukan sendiri sesuatu yang baru. Belajar dengan inisiatif sendiri: menyiratkan tingginya motivasi internal yang dimiliki. Siswa yang banyak berinisiatif, mampu mengarahkan dirinya sendiri, menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang sendiri hal yang baik bagi dirinya. Belajar dan perubahan: dunia terus berubah, karena itu siswa harus selalu belajar, untuk menghadapi kondisi dan situasi yang terus berubah34. 34 Siregar. , & Nara. Teori Belajar dan Pembelajaran. (Bogor: Ghalia Indonesia. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA Adapun metode yang dapat dikembangin dalam pembelajaran humanistik pada maharah istimaAo diantaranya adalah metode kooperatif learning. Siregar & Nara metode belajar kooperatifmenganut lima prinsip yaitu: . Saling ketergantungan positif: arti ketergantungan dalam hal ini adalah keberhasilan kelompok merupakan hasil kerja keras seluruh anggotanya, setiap anggota berperan aktif dan mempunyai andil yang sama terhadap keberhasilan . Tanggung jawab perorangan: tanggung jawab perorangan muncul ketika seorang anggota kelompok bertugas untuk menyajikan yang terbaik dihadapan guru dan teman kelas lainnya. Interaksi tatap muka: bertatap muka merupakan satu kesempatan yang baik bagi anggota kelompok untuk berinteraksi memecahkan masalah bersama, disamping membahas materi pelajaran. komunikasi antar anggota: model belajar kooperatif juga menghendaki agar para anggota dibekali dengan berbagai keterampilan . Evaluasi proses secara berkelompok: perlu dijadwalkan wakatu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerjasama mereka agar selanjutnya bisa bekerjasama dengan labih efektif35. Belajar menurut humanistik itu bagaimana menjadikan manusia selayaknya manusia yang memiliki multiketerampilan, memiliki bayak potensi dan banyak aspek, seperti aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotor. Teori humanitik memandang belajar menurut sudut pandnag peserta didik dengan menuntun peserta didik berfikir secara induktif dimana lebih mengutamakan praktik dan partisipasi peserta didik sehingga peserta didik dapat menyuarakan ide Teori belajar Humanistik Carl Rogers menitik tekankan pada client center/ student center dengan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik sehingga nantinya dapat mengatasi prablem dalam hidupnya, menurut Rogers yang terpenting ialah emotional approach/ suasana dalam pembelajaran dari pada hasilnya jadi Rogers sangat memperhatikan keadaan, kondisi, dan situasi si pembelajar. Belajar teori humanistik menganggap manusia adalah subyek yang merdeka dalam menentukan langkah hidupnya serta bertanggung jawab penuh dengan segala keputusannya, belajar teori humanitik dikatakan berhasil jika peserta didik mampu memahai dirinya sendiri dan lingkunganya. Implikasi teori belajar Humanistik Carl Rogers pada pembelajaran bahasa Arab maharah istimao ini lebih merujuk pada internal peserta didik, dimana ruh dan spirit sangat dilibatkan dalam peroses pembelajaran bahasa Arab maharah IstimaAo, tentunya metode-metodepun turut menjadi penunjang 35 Ibid, 87 Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Selanjutnya selain fasilitator pendidik memposisikan sebagai motivator, stimulator. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, dapat digaris bawahi bahwa pembelajaran bahasa Arab tergolong pada pembelajaran humanistik sebab berkaitan erat dengan pelaku pembelajarnya. Hal ini dapat dilihat pada uraian-uraian diatas, bahwa teori humanistik berhubungan langsung pada pembelajaran bahasa Arab pada maharah IstimaAo dilihat dari sudut pandang Carl R Rogers. Teori humanistik Rogers lebih merujuk pada ruh atau spirit dalam proses pembelajaran dan belajar merupakan memanusiakan manusia dengan memahami lingkungan serta dirinya sendiri. Setelah itu timbul kegelisahan dari peneliti apakah di lembaga-lembaga pendidikan telah menerapkan prinsipprinsip humanistik dengan baik, yang sehingga akan terjawab pada kajian mendalam diselanjutnya. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. September 2020 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 Naning MaAorifatul Faiqoh. Umi Baroroh Teori Belajar Humanistik dan ImplikasinyaA Daftar Pustaka