Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan P-ISSN: 1978-631-X. E-ISSN: 2655-6723 Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 http://ejournal. id/index. php/jn Tryout Uji Kompetensi. Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma i Keperawatan di Banda Aceh Competency Test Tryout. Cross-sectional Study at Diploma i Students of Nursing in Banda Aceh HalimatussakdiahA Abstrak: Uji kompetensi telah ditetapkan pada institusi Pendidikan Diploma i Keperawatan oleh organisasi profesi dan pemerintah. Namun uji kompetensi pada Diploma i keperawatan masih menimbulkan pro dan kontra pada mahasiswa, dosen, pengelola dan pimpinan intitusi. Progam Uji Kompetensi sampai saat ini masih menemukan kendala dan tantangan karena masih ditemukannya institusi yang hanya dapat meluluskan mahasiswanya <10 %. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor faktor yang berkorelasi dengan peluang kelulusan Uji Kompetensi. Desain penelitian berdasarkan pendekatan crossectional dan berbentu restrospective study, yaitu melakukan pengumpulan data pada mahasiswa yang telah mengikuti Uji Kompetensi. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada 5 institusi D i Keperawatan di Banda Aceh pada tanggal 31 Agustus -18 September 2016. Sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan dengan consecutive sampling. Analisa data memnggunakan regresi lineir sederhana dengan bantuan program komputer. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan IPK dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan sedang . =0. p value 0. , hubungan prestasi akademik dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah . =-0. p-value 0. , pengaruh motivasi terhadap peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah . =-0. 202, p value 0. dan pengaruh partisipasi terhadap peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan lemah . =-0. p value 0. Rekomendasi kepada institusi pendidikan keperawatan agar melakukan proses bimbingan yang teroganisir kepda mahasiswa tingkat i dengan mempersiapkan Uji Kompetensi menggunakan pendekatan coaching yang baik. Kata Kunci: tryout. uji kompetensi. Abstract: The competency test has been established at the Diploma i Nursing Education institution by professional organizations and the government. However, the competency test at Diploma i still raises pros and cons to students, lecturers, managers, and institutional leaders. Until now, the Competency Test Program still encounters obstacles and challenges because there are still institutions that can only pass <10% of students. The purpose of this study is to see the factors that correlate with the chances of passing the Competency Test. The research design is based on a crosectional approach and a retrospective study in the form of collecting data on students who have taken the Competency Test. The time and place of the research were carried out at 5 D i Nursing institutions in Banda Aceh on August 31 18 September 2016. The sample was 50 respondents who were determined by consecutive sampling. Data analysis using simple linear regression with the help of computer programs. The results showed that there was a relationship between GPA and the probability of passing the competency test, showing a moderate relationship . = 0. p-value . , the relationship between academic achievement and the probability of passing the competency test showed a weak relationship . = -0. p-value 0. , the influence of motivation on the probability of passing the competency test showed a weak relationship . =-0. 202, p-value 0. and the effect of participation on the probability of passing the competency test showed a weak relationship . =-0. p-value 0. Recommendations to educational institutions to improve to carry out an organized mentoring process to level i students by preparing Competency Tests using a good coaching approach Keywords: trial. competence test. pemerintah, dimana setiap lulusan Diploma PENDAHULUAN Uji untuk institusi Pendidikan Diploma i Keperawatan oleh organisasi profesi dan i Perawat sebelum bekerja harus lulus uji 1 Pemerintah dan organisasi profesi berharap kebijakan ini dapat A Corresponding Author: Email atus_halimah@yahoo. Departemen Keperawatan Maternitas Jurusan Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Aceh. Jl. Sukarno Hatta Lampeunerut. Kampus Terpadu Poltekkes Aceh. Aceh Besar 23352 Copyright A 2021 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Halimatussakdiah Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . penilaian terhadap mutu lulusan suatu pelayanan kesehatan dan pengembangan institusi pendidikan keperawatan diyakini profesi keperawatan. Hal ini merupakan sangat relevan untuk menilai kualitas pendidikan pada suatu institusi. Walaupun kompetensi bagi lulusan Di Perawat hal ini masih kurang relevan dengan Pencapaian kompetensi pada persepsi sebagian institusi pendidikan Keperawatan di Indonesia. D-i Perawat pengelolaan dan proses latihan yang baik Sistem pendidikan keperawatan belum menjamin Pelaksanaan uji kompetensi di Amerika pelaksanaan penjaminan mutu akreditasi ini Serikat telah menggunakan standar dari masih banyak mengalami kendala tehnis profesi perawat Amerika (National Council Licensure Examination-Registered Nurse/ kontinyu, pelaksanaan pendidikan belum Nclex-R. Hasil studi disana menyebutkan maksimal, keterbatasan dana. Demikian bahwa untuk mencapai kelulusan Nclex-Rn juga demografis sumber daya manusia mereka mengidentifikasi faktor-faktor yang pengelola masih bervariasi dan letak berpengaruh pada kesuksesan dan kelulusan geografis intitusi penddikan yang tersebar di ujian pada lulusan. Adapun faktor-faktor seluruh Indonesia merupakan aspek lain tersebut antara lain: kurikulum, mata kuliah yang ikut berkontribusi. Fenomena ini berdampak pada kualitas lulusan intitusi 3 Idealnya latihan atau Tryout Uji pendidikan tersebut yang tidak sesuai Kompetensi Salah satunya adalah tidak lulus uji keterpaksaan bagi isntitusi atau calon kompetensi pada pada tahap first taker. peserta uji, namun hal ini masih ada yang Kelulusan uji kompetensi tergantung persiapan bimbingan pada peserta oleh Metode bimbingan persiapan uji kompetensi saat ini dilakukan secara bervariasi oleh intitusi. Hal ini merupakan masalah lain yang belum teratasi. Penggunaan metode, media dan langkahlangkah pembelajaran dilakukan sesuai dengan istilah Tryout Uji Kompetensipun Tyrout dilakukan dengan PBT (Paper Based Tes. CBT (Computer Based Tes. atau kombinasi keduanya. Sebagian belum sepenuhnya menyiapkan Tryout dengan baik. Saat ini, uji kompetensi pada Diploma i keperawatan masih menimbulkan pro kontra pada mahasiswa, pengelola dan pimpinan institusi. Hal ini dapat ditemukannya institusi yang belum mampu lulusannya mencapai 50 % lulus uji kompetensi. 1 Uji kompetensi sebagai Tryout Uji Kompetensi. Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma i Keperawatan A. juga memodifikasi diskusi dan telaah kasus diantara PBT atau CBT. Namun pada setiap peningkatan pengetahuan dan keterampilan calon peserta Tryout Ukom, namu semua metode tersebut belum memberikan hasil yang standar. Pendidikan diploma i keperawatan merupakan bagian terbesar . ,74%) dari total pendidikan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh institusi pendidikan Di Keperawatan di Indonesia berjumlah 489 institusi. Namun semua institusi tersebut mempunyai angka kelulusan 20-100%. Tentunya masalah ini perlu mendapat perhatian dari pengelola pendidikan keperawatan di Indonesia 1 Berdasarkan uraian diatas peneliti ingin melakukan pemaparan tentang hasil penelitian yang berjudul tentang Tryout Uji Kompetensi. Sebuah Study Crossectional pada mahasiswa tingkat i pada Diploma i Keperawatan di Banda Aceh. METODE PENELITIAN Penelitian ini berbentuk kuantitatif. Penelitian mengetahui hubungan bimbingan Tryout Uji Kompetensi dengan peluang Kelulusan Uji Kompetensi. Pengumpulan data dilakukan pada mahasiswa i yang telah mengikuti Tryout Uji Kompetensi dan Kompetensi. Uji Metode penentuan sample yaitu dengan Consecutive sampling, yaitu setiap alumni dimasukkan dalam penelitian dalam kurun waktu tertentu . elama 20 har. , sehingga Besar sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan membagikan kuesioner tanggal 31 Agustus - 18 September 2016. Kuesioner yang digunakan telah diuji validitas dan reabilitasnya. uji statistik yang digunakan adalah Regresi Lineir. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Demografi Responden . ihat Tabel . Dari tabel 1 didapatkan peserta yang terbanyak adalah dari Prodi D3 Keperawatan B. Aceh sebanyak 15 orang . %), berusia 20-25 tahun 46 orang . %). Status alumni dominan tidak menikah sebanyak 46 orang . %) dan berjenis kelamin perempuan 34 orang . %). Pada katagori tempat tinggal dominan tinggal dengan orang tua, yaitu 27 orang . %) dan mempunyai prestasi aka demik hanya 9 orang . %). IPK terbanyak adalah IPK 50 yaitu 27 orang . %) Korelasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan peluang lulus uji kompetensi . ihat Tabel . Pengaruh IPK dengan peluang lulus uji kompetensi menunjukkan hubungan sedang . =0. dan berpola positif yang artinya semakin tinggi IPK semakin tinggi peluang Halimatussakdiah Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . lulus uji kompetensi. Nilai koofisien Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara IPK dan peluang lulus uji kompetensi . -value 0. Hasil penelitian ini memiliki potensi untuk meningkatkan kekuatan profesi keperawatan bersama pimpinan institusi untuk membantu mengurangi kegagalan perawat pemula. Kegagalan pada awal memasuki dunia kerja dapat mengganggu Beberapa perbedaan yang signifikan antara IPK dan kemampuan individu untuk lulus NCLEXRN. 8 Sementara ahli lain menemukan IPK menjadi prediktor signifikan dari melewati NCLEX-RN. IPK signifikan dalam membedakan antara lulus dan gagal mengikuti NCLEX-RN. Secara umum peneliti menemukan korelasi yang signifikan antara pintu masuk IPK dan keberhasilan NCLEX . = 146. p <0,. Selain itu mereka menemukan bahwa IPK NCLEX. Menariknya, studi ini tersebar hampir dua puluh tahun dan termasuk kemampuan memperoleh gelar lulusan sarjana ahli Madya keperawatan. NCLEX-RN menguji seluruh evolusinya kemapuan lulusan dengan format ujian telah berubah, namun pengetahuan dasar praktik keperawatan masih tetap sama. Tryout Uji Kompetensi. Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma i Keperawatan A. Hasil penelitian ini pada sub variabel yang dicarinya dapat ditemukan. 11 Ahli IPK berhubungan sedang, dengan nilai tersebut berpendapat bahwa universitas peluang kelulusan . karena sebaran peserta yang mengikuti bimbingan ini lebih membutuhkan kebiasaan mental untuk setengahnya mempunyai IPK Ou 3. mengingat, dan ia menegaskan bahwa sebanyak 27 orang . %). Selain IPK pikiran itu bereaksi terhadap rangsangan. karakteristik mahasiswa rata-rata peserta yang mengikuti pelatihan ini alumni yang terpilih dan mempunyai keinginan kuat untuk lulus uji kompetensi, sehingga rata- prinsip-prinsip Seorang mahasiswa keperawatan yang dirangsang untuk belajar memungkinkan budidaya pengetahuan melalui aktivitas mental, bukan pola kebiasaan. dalam mengikuti program coaching. Hal ini Korelasi Prestasi Akademik Terhadap Peluang Lulus Uji Kompetensi . ihat Tabel . kemungkinan juga mempengaruhi hasil Hubungan prestasi akademik dengan rata peserta mempunyai visi yang sama peluang lulus uji kompetensi menunjukkan penelitian ini. Hubungan IPK dengan metode coaching Keterampilan Keperawatan Perawat melakukan pekerjaan dan keahlian untuk memenuhi kebutuhan pasien, perlu adanya kompetensi yang mendukung Kepercayaan perawat pemula akan membangun pengetahuan yang yang baik dan IPK. Bimbingan mrnghadapi ujian kompetensi sebagai landasan praktik dan berbasis pengetahuan sangat diperlukan untuk melakukan tugas secara profesional dan naluriah. Seorang filosuf ilmu pengetahuan, menegaskan bahwa individu akan dengan mudah mengambil terus menerus informasi dari memori, jika kebutuhan fakta-fakta hubungan lemah . =-0. dan berpola positif yang artinya semakin tinggi prestasi akademik semakin tinggi peluang lulus uji Nilai koofisien determinasi 19 Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara prestasi akademik dan peluang lulus uji kompetensi . ihat tabel . Mahasiswa menerapkan perubahan dan Berbagai situasi mungkin mereka hadapi sebagai perawat untuk perubahan tersebut. Proses ini ditemukan Halimatussakdiah Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . Pengaruh Penelitian lain mnemukan Manusia bahwa pembelajaran yang benar tidak pelayanan menunjukkan bahwa kompetensi terjadi secara pasif. Mahasiswa belajar dan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pengetahuan yang lebih terwujudnya mutu pelayanan. Kompetensi efektif dengan kegiatan kelompok dan aktif perawat berorientasi terhadap kualitas (SDM) Mahasiswa memiliki kesempatan untuk keperawatan yang baik. Prestasi akademik menerapkan teori keperawatan dan berlatih mahasiswa merupakan gambaran SDM menjadi Perawat cerdas, pemikir kritis, dimasa yang akan datang dan perlu dibekali berprestasi, terampil dan kolaborator aktif. Selain itu perawat idealnya berpengetahuan masalah dan penyelesaian menggunakan saat memberikan pelayanan kepada pasien. pendekatan kasus kasus di lahan praktik. Rangkaian pengetahuan yang dimiliki Korelasi Motivasi dengan peluang lulus uji kompetensi. ihat Tabel . tindakan nyata kepada pasien selama Para mengevaluasi kemampuan berpikir kritis pada perawat saat mereka membuat Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa Mereka menyimpulkan bahwa berpikir kritis adalah Pengaruh motivasi terhadap peluang hubungan lemah . = - 0. dan berpola positif, artinya semakin tinggi motivasi Nilai koofisien determinasi Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dan peluang lulus uji kompetensi . -value 0. Struktur pendidikan keperawatan harus dikombinasikan dengan pengetahuan yang untuk membuat panduan seragam untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri, perawat pemula. Hal ini termasuk belajar refleksi, dan keingintahuan perawat. Pola berpikir kritis adalah setara dengan proses Proses ini meliputi analisis dan penalaran untuk menentukan aplikasi pengetahuan dan intervensi kepada pasien. Tryout Uji Kompetensi. Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma i Keperawatan A. berpikir kritis saat memberikan pelayanan pelaksana di ruang rawat inap menunjukkan kepada pasien yang beragam populasi. bahwa ada hubungan bermakna antara Pendidikan keperawatan harus mengekspos kompetensi dengan motivasi . < 0,. perawat masa depan pada pengetahuan dan Aspek kompetensi merupakan variabel proses pengambilan keputusan, berpikir paling dominan mempengaruhi kinerja kritis, penilaian klinis dan memahami dengan nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) perannya sebagai Perawat. 65,38 dan bermakna secara statistik . < Mahasiswa atau alumni harus berlatih 0,. Pada penelitian ini setiap mahasiswa segera setelah lulus. Program keperawatan yang mengikuti bimbingan Coaching, memberikan mahasiswa rasa percaya diri, secara umum mempunyai motivasi yang baik . ata tidak berdistribusi norma. memprioritaskan tugas, mengurangi stres sehingga mempengaruhi hasil. Hal ini diamati oleh peneliti pada saat pretest, memasuki dunia kerja Berpikir Kritis pemberian materi dan posttest. Hasil observasi selama kegiatan ditunjukkan oleh keperawatan yang harus mengeksplorasi sikap peserta yaitu mengikuti kegiatan sejak mindset mahasiswa tentang skenario yang hari pertama sampai hari terakhir tanpa ada mungkin timbul di klinik sebagai perawat yang terlambat dan meninggalkan kelas. pemula di tempat mereka bekerja. Walaupun tidak mempunyai hubungan Kompetensi Mahasiswa belajar untuk menerapkan yang kuat pada kedua variabel, peneliti teori dan pengetahuan untuk situasi yang yakin bahwa faktor distribusi data yang Pendidikan keperawatan di intitusi tidak normal mempenagruhi hasil penelitian yang baik mengurangi stress mahasiswa Korelasi Partisipasi peserta dengan peluang kelulusan Uji Kompetensi . ihat tabel . memberikan arahan tentang prosedur dan Pengaruh partisipasi terhadap peluang Hal kebijakan pada prosedur yang relevan. Pengaturan ini yang diharapkan oleh konsumen penerima pelayanan karena mengurangi waktu untuk orientasi perawat Hubungan kompetensi, motivasi dan beban kerja dengan kinerja perawat Halimatussakdiah Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . hubungan lemah . =-0. dan berpola positif yang artinya semakin tinggi motivasi terus-menerus sebagai dasar fundamental untuk praktik keperawatan. Hasil penelitian ini menunjukkan Nilai koofisien determinasi hubungan antara variabel akademik di 00 Hasil uji statistik menunjukkan tidak memprediksi keberhasilan atau kegagalan ada pengaruh yang signifikan antara dalam menperoleh gelar ahli Madya partisipasi dan peluang lulus uji kompetensi Keperawatan. Sukses dalam uji kompetensi . -Value 0. pada uji tahap pertama, peserta dipengaruhi Upaya untuk mengidentifikasi prediktor oleh nilai dan nilai rata-rata (IPK) dan nilai keberhasilan NCLEX-RN untuk lulusan Mata Kuliah inti keperawatan. Analisis sekolah perawat terus berkembang. Setiap membaca soal berkorelasi secara signifikan dalam ujian kompetensi. Peserta dituntut pengetahuan untuk masalah ini. Namun, itu memahami soal dan menjawab setiap soal adalah sulit untuk mengikuti trends baru dalam 1 menit. Selain itu mahasiswa yang dalam keperawatan. Dengan setiap uji rajin memlakukan perawatan kasus medical NCLEX-RN bedah di lahan praktik, diasumsikan juga Keadaan ini membutuhkan motivasi dari lebih mempunyai peluang untuk lulus uji peserta yang baik agar dapat meyelesaikan Hal ini dikarenakan jumlah uji kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dan partisipasi yang baik serta berkorelasi dengan ilmu biologi dan teori Hasil ini cukup memberikan prediksi keberhasilan di NCLEX-RN di Amerika. Perubahan untuk mencapai kelulusan di Indonesia hampir tidak Blue print tentang soal sudah disampaikan oleh organisasi profesi kepada institusi keperawatan pada 14 regional dari Aceh sampai Papua. Namun perubahan blueprint kemungkinan tetap selalu berubah sesuai kebutuhan dan penentuan batas lulus Uji Kompetensi oleh panitian Uji Kompetensi Nasional. Hal ini, akan membutuhkan Tryout dan coaching yang prosentasenya dari soal MK lainnya. KETERBATASAN PENELITIAN Keterbatasan ini antara lain. sulit ditemukan sekaligus karena mereka telah lulus dari institusi, namun belum lulus ujian kompetensi. Untuk mendapatkan responden, mereka dikumpulkan pada menunggu peserta, karena peserta sudah tidak tinggal lagi di Banda Aceh . erada di kabupaten kota berbed. Selain itu Posttest dilakukan setelah 3 hari pretest, atau jarak waktu yang dekat acara materi Tryout. Hal Tryout Uji Kompetensi. Cross-sectional Study pada Mahasiswa Diploma i Keperawatan A. ini berdampak pada hasil posttest yang baik. UCAPAN TERIMA KASIH Posttest yang dekat tersebut dilakukan Ucapan terima kasih, peneliti ucapkan dengan pertimbangan sulitnya menemukan kepada semua pihak yang telah membantu kembali responden setelah bimbingan. terlaksana penelitian ini, yaitu: Direktur Peserta berasal bukan berasal dari Banda Poltekkes Kemenkes Aceh. Direktur Akper Aceh, tetapi asal daerahnya dari beberapa Tgk. Fakinah. Direktur Akper Abulyatama kapupaten kota. dan Direktur Akper Kesdam Banda Aceh. KESIMPULAN Selain itu kepada adik adik alumni yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Bimbingan Tryout Uji Kompetensi menunjukkan ada korelasi antara. IPK, prestasi akademik, motivasi dan partisipasi bimbingan/coaching Kompetensi. Mahasiswa i melakukan persiapan dan bimbingan yang baik menunjukkan rata-rata 80 % lulus uji untuk peningkatanan kualitas Pendidikan keperawatan dan dapat digunakan sebagai strategi kelulusan Uji Kompetensi. DAFTAR PUSTAKA Pengantar K. Kurikulum D-i Keperawatan -2005. (April 2. Kariasa I made et all. Blue Print Uji Kompetensi Perawat Indonesia. Published online 2013:1-39. Kompetensi. SARAN