Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Received: June 26, 2024 Artikel Info Revised: Accepted: August 28, 2024 September 26, 2025 Published: Octobet 20, 2025 Penguatan UMKM Desa Pesisir melalui Legalitas Usaha. Teknologi Digital, dan Inovasi Briket Limbah Jagung Karina Farkha Dina1*. Ririh Sekar Mardisiwi2. Alin Fithor3 Universitas Pancasakti Tegal*1 IPB University2 email: alinfithor@upstegal. Abstract: Community service aims to increase the competitiveness of MSMEs in Lebakwangi Village. Jatinegara District, requiring three main strategies: business legality, digital transformation, and waste-based Digital marketing training with Google Maps, social media, simple financial applications, and innovation in making environmentally friendly briquettes from corn waste. The results of the activity show that the majority of MSMEs have succeeded in obtaining business legality, mastering digital marketing strategies, and producing briquettes, which have the potential to become superior village The impacts achieved include increasing legal awareness, strengthening digital capacity, reducing agricultural waste, and creating new business opportunities. Thus, legality, digitalization, and product innovation have proven to be effective in sustainably empowering MSMEs. Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM Desa Lebakwangi. Kecamatan Jatinegara, perlu tiga strategi utama: legalitas usaha, transformasi digital, dan inovasi produk berbasis limbah pertanian. Pelatihan digital marketing dengan Google Maps, media sosial, serta aplikasi keuangan sederhana, dan inovasi pembuatan briket ramah lingkungan dari limbah jagung. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar UMKM berhasil memperoleh legalitas usaha, menguasai strategi pemasaran digital, dan menghasilkan briket yang berpotensi sebagai komoditas unggulan Dampak yang dicapai antara lain peningkatan kesadaran hukum, penguatan kapasitas digital, pengurangan limbah pertanian, serta terciptanya peluang usaha Dengan demikian, sinergi legalitas, digitalisasi, dan inovasi produk terbukti efektif dalam memberdayakan UMKM secara berkelanjutan. Keywords: MSMEs. Business Legality. Digital Transformation. Product Innovation. Corn Cob Briquettes. Community Empowerment. Kata Kunci: UMKM. Legalitas Usaha. Transformasi Digital. Inovasi Produk. Briket Bonggol Jagung. Pemberdayaan Masyarakat. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia karena kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. (Mardiyani, 2. Namun, permasalahan yang sering muncul pada UMKM diantaranya adalah keterbatasan akses modal, kurangnya legalitas usaha, minimnya kemampuan pemanfaatan teknologi digital, serta rendahnya inovasi produk (Lu et al. , 2. Aspek legalitas usaha menjadi salah satu tantangan utama. Banyak pelaku UMKM masih enggan mengurus legalitas karena menganggap prosesnya rumit dan tidak mengetahui manfaatnya. Padahal, legalitas memberikan perlindungan hukum, akses pembiayaan, serta peluang kemitraan yang lebih luas (Swarno et al. , 2. Tanpa legalitas yang jelas. UMKM akan sulit berkembang ke arah yang lebih profesional dan berdaya saing. Selain itu, perkembangan teknologi digital saat ini menuntut UMKM untuk melakukan transformasi (Chlomoudis et al. , 2. Digitalisasi tidak hanya mendukung strategi pemasaran melalui media sosial dan marketplace, tetapi juga meningkatkan efisiensi manajemen usaha, mulai dari pencatatan (Antunes do Carmo. Mandela et al. , 2. keuangan hingga manajemen stok. Penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan perilaku konsumen. UMKM di pedesaan masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan dan sarana pendukung. Inovasi produk berbasis potensi lokal juga sangat penting. Desa Lebakwangi di Kecamatan Jatinegara memiliki produksi jagung melimpah, yang menghasilkan limbah berupa bonggol jagung. Selama ini, bonggol jagung sering terbuang tanpa dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM di Desa Lebakwangi perlu dilakukan secara komprehensif melalui tiga pendekatan utama, yaitu: . penguatan legalitas usaha, . transformasi digital, dan . inovasi pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Gambar 1. Budidaya ikan dalam ember Metode Penelitian Demonstrasi . engeringan pencampuran perekat, pencetakan, dan pengeringa. Dilakukan dengan peserta hingga menghasilkan produk briket yang siap digunakan. Kemudian dilakukan uji coba pembakaran untuk mengetahui kualitas briket yang dihasilkan. Diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) berupaya untuk : Menggali pengalaman dan tantangan UMKM dalam mengurus legalitas, memasarkan produk secara digital, serta memproduksi briket. Dilanjutkan dengan membahas peluang pengembangan usaha berbasis kelompok . agar keberlanjutan usaha dapat terjaga (Natalia Siahaan et al. , 2020. Wagey et al. , 2. Tabel 1. Penelaahan metode Masukan Bonggol jagung UMKM telah berjalan normal Sumber : temuan lapangan, 2025 Keluaran Legalitas Transformasi produk dan jasa Implementasi kegiatan di desa binaan telah menunjukkan potensi besar dalam memberdayakan masyarakat. Pada lokasi tersebut ditemukan permasalahan yaitu : This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 masyarakat kebingungan dihadapi oleh keterbatasan gagasan atau ide, kebingungan setelah itu hasil dan produk apakah yang bisa dikerjakan. Hasil dan Pembahasan Peningkatan Legalitas Usaha melalui NIB Salah satu kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Lebakwangi adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya legalitas usaha. Hal ini berdampak pada terbatasnya akses terhadap fasilitas pembiayaan, perlindungan hukum, serta peluang pengembangan usaha melalui program pemerintah. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan sosialisasi dan pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Berdasarkan pengalaman pelaksanaan, sebagian besar peserta pelatihan berhasil membuat akun OSS (Online Single Submissio. dan mengisi data yang diperlukan hingga memperoleh NIB. Bagi sebagian kecil UMKM yang belum berhasil, kendala utamanya adalah keterbatasan akses internet dan kurangnya keterampilan digital dasar. Dengan adanya NIB. UMKM kini memiliki identitas hukum yang sah, yang tidak hanya melindungi usaha mereka tetapi juga membuka akses terhadap program-program pemberdayaan UMKM, pinjaman berbunga rendah dari bank, hingga kesempatan mengikuti tender pengadaan barang/jasa pemerintah (PPT NIB). Temuan ini sejalan dengan penelitian (Benzaken et al. , 2. yang menyatakan bahwa kepemilikan legalitas usaha merupakan salah satu faktor penentu keberlanjutan UMKM, karena menjadi syarat utama untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi formal. Dengan demikian, pemberdayaan UMKM melalui legalitas dapat dianggap berhasil apabila ada keberlanjutan dalam proses pembaruan izin usaha, serta adanya pendampingan dari pemerintah desa maupun dinas terkait. Desa Lebakwangi merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Tegal. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Tegal, produksi jagung pada tahun 2025 mencapai 20. 410,302 ton. Peningkatan produksi ini di satu sisi membawa keuntungan bagi petani, namun di sisi lain menimbulkan permasalahan limbah berupa This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 bonggol jagung yang belum termanfaatkan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknologi sederhana pengolahan bonggol jagung menjadi briket. Proses yang dilakukan meliputi: Persiapan alat dan bahan: tungku pembakaran, cetakan paralon, wadah jemur, alat tumbuk, bonggol jagung, tepung tapioka, dan sedikit solar. Karbonisasi: bonggol jagung dibakar hingga menjadi arang. A Penghalusan dan penyaringan: arang ditumbuk halus lalu disaring. A Pencampuran dengan perekat: arang dicampur dengan larutan tepung tapioka. A Pencetakan: adonan dicetak menggunakan cetakan paralon. A Pengeringan: briket dijemur hingga kering dan siap digunakan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa briket memiliki kualitas pembakaran yang stabil untuk keperluan rumah tangga. Masyarakat menilai bahwa penggunaan briket dapat mengurangi biaya rumah tangga untuk pembelian LPG, sekaligus memberikan alternatif energi yang ramah lingkungan. Seperti gambar berikut: Gambar 2. Pembuatan briket dari bonggol jagung This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Gambar 3. Poster implementasi Inovasi briket bonggol jagung ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada limbah pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan desa. Hal ini sejalan dengan penelitian (Tegar et al. , 2. yang menunjukkan bahwa briket dari limbah jagung memiliki prospek ekonomi yang tinggi karena ketersediaan bahan baku yang melimpah dan biaya produksi yang rendah. Selain itu, konsep ini mendukung implementasi ekonomi sirkular, di mana limbah diubah menjadi produk bernilai guna (Forradellas et al. , 2. Simpulan Untuk keberlanjutan, kegiatan ini mendorong terbentuknya kelompok binaan UMKM yang mengintegrasikan legalitas, digitalisasi, dan inovasi produk. Dengan pendampingan lanjutan, kelompok ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Desa Lebakwangi. Daftar Pustaka