MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 KAJIAN EMPIRIS PENGARUH KOMPENSASI, KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN TERHADAP DISIPLIN KERJA (Studi Kasus pada BMT Sejahtera Trucu. Rovi Romadhon1. Didik Subiyanto2. Ignatius Soni Kurniawan3 Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Yogyakarta e-mail: roviromadhon30@gmail. ABSTRACT This study aims to determine and examine the empirical study of the influence of compensation, leadership and commitment to work discipline at BMT Sejahtera Trucuk. This study uses quantitative research methods. The population in this study were all employees of BMT Sejahtera Trucuk. The sample used for the object in this study was 50 employees. The sampling technique in this study used a saturated sampling technique, that is, all of the population was sampled. The analytical method used in this study uses multiple linear regression The results in this study indicate that partially compensation has no effect on work discipline, leadership has a significant influence on work discipline, and commitment has a significant effect on work Meanwhile, simultaneously or together the effects of compensation, leadership, and commitment have a significant influence on work discipline. Keywords: Empirical Studies. Compensation. Leadership. Commitment, and Work Discipline. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji Kajian Empiris Pengaruh Kompensasi. Kepemimpinan dan Komitmen Terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan BMT Sejahtera Trucuk. Sampel yang digunakan untuk objek pada penelitian ini 50 karyawan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh,yaitu semua populasi dijadikan sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial kompensasi tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja, kepemimpinan mempunyai pengaruh signifikan terhadap disiplin kerja, dan komitmen mempunyai pengaruh signifikan terhadap disiplin kerja. Sedangkan secara simultan atau bersama-sama pengaruh kompensasi, kepemimpinan, dan komitmen mempunyai pengaruh signifikan terhadap disiplin kerja. Kata Kunci: Kajian Empiris. Kompensasi. Kepemimpinan. Komitmen. Disiplin kerja. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pendahuluan BMT merupakan sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang bisnis berupa jasa, dimana organisasi ini berkembang dengan keuntungan yang diperoleh. Saat ini era persaingan dunia bisnis sangat ketat, sehingga akan menimbulkan konsekuensi dalam persaingan perusahaan. Persaingan ini menuntut untuk menyusun kembali strategi bisnisnya. Selama perusahaan masih terus memperbaiki kinerjanya, sejauh itulah perusahaan dapat tetap bertahan dalam ketatnya persaingan global. Untuk bisa menghadapi persaingan tersebut setiap organisasi harus mempunyai sumber daya manusia yang kompeten untuk meningkatkan mutu dan kualitas dalam organisasi untuk dapat memajukan Pada hakikatnya sumber daya manusia merupakan faktor terpenting sebagai penggerak dalam pelaksanaan seluruh kegiatan perusahaan didasarkan pada kemampuan serta kreatifitas yang dimilikinya sebagai kebutuhan untuk mencapai tujuan perusahaan. Setiap organisasi menyadari bahwa berhasilnya suatu organisasi di masa depan bergantung pada faktor sumber daya manusia. Sumber daya yang terpenting organisasi adalah Sumber Daya Manusia yaitu orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka untuk organisasi. (Sedamaryanti, 2014, p. dalam (AFANDI, 2. menyatakan bahwa Manajemen Sumber Daya manusia (MSDM) adalah Rancanan Sistem formal dalam organisasi untuk dapat memastikan Penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi. Peranan Sumber Daya Manusia sangatlah penting dalam suatu organisasi, baik organisasi swasta maupun organisasi pemerintah BUMN. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang ikut terlibat secara langsung dalam menggerakkan kegiatan organisasi dan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Jumani, 2. dalam (AFANDI. Menurut (Handoko, 2015, p. dalam (AFANDI, 2. organisasi Sumber Daya Manusia memiliki peran penting, kedudukannya jauh dari sekedar alat Produksi dan penggerak aktivitas organisasi, sumberdaya manusia memiliki peran untuk menentukan maju atau berkembangnya suatu organisasi. Kemajuan suatu organisasi ditentukan pada kualitas dan kapabilitas orang-orang yang terlibat di dalamnya, di semua jenis organisasi, organisasi pemerintah, bisnis, dan nirlaba. Kompensasi merupakan suatu balas imbal jasa dari perusahaan kepada karyawan baik itu berupa reward . ataupun punishment . atas kinerja karyawan. Kompensasi merupakan salah satu alasan karyawan melayani dan menigkatkan kinerja di organisasi. Dengan adanya pemberian kompensasi dari perusahaan, dapat memotivasi karyawan untuk melakukan kinerja dengan baik, efektif dan efisien sehingga akan mendapatkan reward dari perusahaan baik itu berupa kenaikan upah, kenaikan jabatan, dan lain-lain. Selain itu, tujuan karyawan untuk melaksanakan kinerja dengan sebaik-baiknya yaitu untuk menjauhi kompensasi yang berupa punishment. Dimana punishment itu sendiri dapat berupa penurunan jabatan, penurunan gaji, bahkan pemberhentian kerja dikarenakan kinerja yan tidak begitu baik dan berdampak buruk pada kinerja perusahaan. Salah satu faktor penting dalam sistem manajemen suatu perusahaan selain kompensasi adalah kepemimpinan . Kepemimpinan adalah suatu proses dimana seseorang dapat menjadi pemimpin . melalui aktivitas yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi yang dipimpinnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Riyadi . dalam (Ramadhina, 2. mengemukakan bahwa seorang pemimpin harus mengembangkan suatu gaya dalam memimpin Menurut teori kontingensi dari Fiedler . dalam (Ramadhina, 2. kepemimpinan yang berhasil bergantung pada penerapan gaya seorang pemimpin terhadap tuntutan situasi. Sehingga, gaya kepemimpinan menurut Riyadi . dalam (Ramadhina, 2. merupakan suatu bentuk perilaku yang ada pada seorang pemimpin yang berguna untuk dapat menyelaraskan dengan kepentingankepentingan dalam organisasi dan dapat mempengaruhi kinerja karyawan untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Gaya kepemimpinan juga dapat diartikan sebagai suatu pola perilaku yang ditampilkan sebagai pemimpin ketika mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Gaya kepemimpinan yang baik oleh seorang manajer sangatlah diperlukan, agar dapat terciptanya kinerja bawahan yang baik dan sesuai dengan keinginan manajemen agar tercapainya tujuan perusahaan. Menurut Stogdi dalam (Sutikno, 2014, p. dalam (AFANDI, 2. terdapat hampir sama banyak definisi tentang kepemimpinan dengan jumlah orang yang telah mencoba mendefinisikan. Stogdi menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai konsep manajemen dapat dirumuskan dalam berbagai macam Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 definisi tergantung darimana titik tolak pemikirannya. Sedangkan menurut (Edison, 2018 p. dalam (AFANDI, 2. kepemimpinan adalah suatu tindakan yang memengaruhi orang lain atau bawahannya agar mau bekerja sama untuk mencapi tujuan-tujuan tertentu. Kualitas pemimpin sering dianggap sebagai faktor utama dalam keberhasilan organisasi. Pemimpin yang efektif sanggup mempengaruhi para pengikutnya untuk mempunyai optimisme yang lebih besar, percaya diri dan komitmen pada tujuan organisasi yang telah ditentukan. Hal ini membawa konsekuensi bahwa setiap pemimpin berkewajiban untuk memberikan perhatian, sungguh-sungguh dalam melakukan membina, menggerakkan, mengarahkan seluruh pegawai agar dapat mewujudkan stabilitas organisasi dan meningkatkan disiplin kerja Pegawai dilingkungannya. Dalam mendukung kinerja yang baik dari setiap karyawan, perusahaan berusaha untuk mengarahkan para karyawannya untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Untuk mencapai tujuan organisasi, dibutuhkan komitmen dari setiap karyawan terhadap perusahaan. Komitmen yang ditunjukan dari sikap karyawan dalam bekerja untuk kemajuan perusahaan. Memiliki karyawan dengan komitmen yang tinggi terhadap perusahaan pastilah harapan setiap Karyawan yang demikian diharapkan bisa ikut memajukan perusahaan, sehingga tujuantujuan yang ingin dicapai perusahaan bisa terwujud. Komitmen pada setiap karyawan sangat penting karena dengan suatu komitmen seseorang karyawan dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dibanding dengan karyawan yang tidak memiliki komitmen. Biasanya karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja dengan penuh loyalitas pada perusahaan. Mereka akan bekerja dengan secara optimal sehingga dapat mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga, dan waktu untuk pekerjaanya, sehingga apa yang sudah dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Komitmen organisasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi disiplin kerja. Komitmen organisasi adalah sikap atau bentuk perilaku seseorang terhadap organisasi dalam bentuk loyalitas. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi akan selalu menerima nilai-nilai perusahaan, percaya kepada perusahaan dan mempunyai keinginan yang kuat untuk ikut maju bersama dengan perusahaan. Adekola . dalam (Prameswari & Suwandana, 2. mengatakan kalau komitmen organisasi merupakan perilaku karyawan ataupun kekuatan organisasi dalam mengikat karyawan supaya senantiasa terletak di dalam organisasi. Adiapsari . dalam (Prameswari & Suwandana, 2. mengatakan karyawan yang mempunyai komitmen hendak menampilkan keinginan bekerja keras buat menggapai tujuan organisasi serta mempunyai kemauan yang kuat buat bekerja serta senantiasa bertahan di lembaga tempatnya bekerja. Sedangkan menurut Wibowo . 2: . dalam (Prameswari & Suwandana, 2. komitmen tidak bisa dibangun secara instan namun butuh proses secara bertahap, komitmen dapat dimulai dengan membangun hubungan sesama individu, sehingga terdapat rasa kepedulian. Menurut Suparyadi . dalam (Tania et al. , 2. komitmen organisasi merupakan sikap yang menunjukkan lebih dari sekedar keanggotaan formal, tetapi juga meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi mencapai Sedangkan menurut Busro . dalam (Tania et al. , 2. komitmen organisasional merupakan perwujudan dari kerelaan, kesadaran dan keikhlasan seseorang untuk terikat dan selalu berada di dalam organisasi yang digambarkan oleh besarnya usaha, tekad, dan keyakinan dapat mencapai visi, misi dan tujuan bersama. Selain itu, karyawan yang mempunyai komitmen organisasi tidak ada keinginan untuk meninggalkan Oleh sebab itu, karyawan yang memiliki komitmen organisasi akan selalu bersikap disiplin terhadap perusahaan. Karyawan dengan komitmen yang tinggi akan selalu berusaha untuk menjaga nama baik perusahaan sehingga dirinya akan berusaha untuk mematuhi peraturan yang ada. Selain komitmen terhadap organisasi disiplin kerja juga sangatlah penting. Disiplin kerja merupakan suatu sikap seseorang yang menunjukkan ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban pada peraturan perusahaan atau organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku. Karyawan yang disiplin akan selalu takut untuk melanggar peraturan. Adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan kerja perusahaan, sehingga memperoleh hasil yang optimal, sedangkan untuk karyawan, disiplin kerja memberikan dampak suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat dalam melaksanakan pekerjaannya. Disiplin kerja dapat berupa: disiplin waktu, peraturan, dan tanggung jawab. Disiplin waktu artinya selalu datang dengan tepat waktu, tidak pernah absen tanpa alasan, tidak pernah istirahat melebihi ketentuan Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 yang sudah ada sampai dengan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. Disiplin peraturan artinya selalu berkomitmen terhadap segala peraturan yang ada di perusahaan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Disiplin tanggungjawab artinya selalu menyelesaikan pekerjaan dengan hasil maksimal dan memelihara semua peralatan dan fasilitas kerja yang disediakan perusahaan. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang spesifikasinya sistematis, terencana dengan matang, dan mempunyai struktur yang jelas dari awal desain penelitian hingga perumusannya. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang didasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan alat penelitian, dan analisis data bersifat kuantitatif / statistik untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013:. Menurut Sugiyono . dalam (Prameswari & Suwandana, 2. , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Maka dapat didefinisikan populasi adalah keseluruhan objek atau subjek penelitian berdasarkan penerapan karakteristik atau syarat yang ditetapkan. Populasi penelitian ini seluruh karyawan Titik Terang Konveksi yang beralamatkan Gondanglegi RT 003/RW 021. Gondang Legi. Wedomartani. Kec. Ngemplak. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun jumlah karyawan Titik Terang Konveksi terdiri 50 karyawan. Pengertian sampel menurut Sugiyono . dalam (Prameswari & Suwandana, 2. , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut sampel yang diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representative . Ukuran sampel merupakan banyaknya sampel yang akan diambil dari suatu populasi. Menurut Arikunto . 2: . jika jumlah populasinya kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan, tetapi jika populasinya lebih dari 100 orang, maka bisa diambil 10-15% atau 20-25% dari populasi. Oleh karena itu sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 50 karyawan. Sehingga penelitian ini termasuk penelitian dengan melibatkan seluruh populasi. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dikarenakan penelitian ini semua anggota populasi dijadikan sampel dan populasi relatif kecil kurang dari 100, hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ridwan dan Sunarto . dalam (Prameswari & Suwandana, 2. teknik sampling jenuh digunakan apabila semua populasi dijadikan sebagai responden, dengan ketentuan bila populasi kurang dari 100 orang. Teknik pengambilan sampel adalah bagian yang berguna untuk tujuan dan aspek penelitian. Metode pengumpulan data dalam penilitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner menurut Sugiyono . , kuesioner ) adalah teknik pengumpulan data dengan cara peneliti memberikan daftar pertanyaan atau pernyataan yang tertulis untuk dijawab oleh responden. Kuisioner ini akan dibagikan ke karyawan BMT Sejahtera Trucuk yang nantinya karyawan BMT Sejahtera Trucuk akan mengisi pertanyaanpertanyaan yang ada di kuesioner. Analisis regresi pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Menurut Ghozali . 6:8. bahwa analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antarvariabel. Tujuan dari analisis regresi linier berganda adalah untuk mengetahui dan memprediksi apakah variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y), dan tingkat pengaruh ketiga variabel independen tersebut terhadap variabel dependen (Y) pada penelitian ini dapat ditulis rumus sebagai berikut : Y= a b1X1 b2X2 b3X3 e Keterangan : b1, b2, b3 : Disiplin Kerja : Koefisien Konstanta : Koefisien regresi : Kompensasi : Kepemimpinan : Komitmen : error Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Hasil Penelitian Uji Validitas Dengan menggunakan analisi degree of freedom . , rumus degree of freedom yaitu df = n - 2, n adalah jumlah responden, maka df = 50 Ae 2 = 48, maka r table dengan responden 48 dan signifikasi 5% adalah 0,284. Berikut ini adalah hasil uji validitas menggunakan spss versi 23. Kompensasi (X. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Variabel Kompensasi No. Item r hitung r tabel 0,679 0,734 0,688 0,686 0,589 0,664 0,476 0,662 Keterangan 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kepemimpinan Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Variabel Kepemimpinan No. Item r hitung r tabel 0,731 0,729 0,733 0,607 0,721 0,784 0,680 0,773 0,649 0,661 Keterangan 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Komitmen Tabel 3. Uji Normalitas Variabel Komitmen No. Item r hitung Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 r tabel 0,585 0,502 0,794 0,747 0,758 0,485 0,737 0,637 0,707 0,739 Keterangan 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Disiplin Kerja Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Variabel Disiplin Kerja No. Item r hitung r tabel 0,476 0,587 0,628 0,614 0,361 0,434 0,562 0,627 0,565 0,700 Keterangan 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabiltas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner penelitian yang akan digunakan untuk mengumpulkan data variabel penelitian realiabel atau tidak. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan menggunakan rumus Alpha > 0,7. Di bawah ini merupakan hasil uji realibilitas semua variabel menggunakan spss 23 Tabel 5. Hasil Uji Reliabitas Alpha CronbachAos 0,802 0,881 0,864 0,754 Variabel Kompensasi Kepemimpinan Komitmen Disiplin Kerja Nilai Kritis 0,70 0,70 0,70 0,70 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Karakteristik Responden Jenis Kelamin Tabel 6. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Presentase Laki-laki Perempuan Jumlah Berdasarkan tabel 6, menunjukan bahwa 50 karyawan BMT Sejahtera Trucuk di dominasi oleh banyaknya jumlah karyawan laki-laki yaitu sebesar 58% atau setara dengan 29 orang karyawan, kemudian untuk jumlah karyawati yaitu sebesar 42% atau setara dengan 21 orang karyawati. Status Kepegawaian Tabel 7. Jumlah Resaponden Berdasarkan Status Kepegawaian Status Kepegawaian Jumlah Presentase Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap Jumlah Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Berdasarkan tabel 7, dapat dilihat dari kuesioner yang dibagikan kepada karyawan BMT Sejahtera Trucuk sebanyak 50 kuesioner, 28% atau 14 karyawan merupakan pegawai tetap dan 72% atau 36 karyawan merupakan pegawai yang tidak tetap. Status Pernikahan Tabel 8. Jumlah Responden Berdasarkan Status Pernikahan Status Pernikahan Jumlah Presentase Menikah Belum Menikah Jumlah Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat dari kuesioner yang dibagikan kepada karyawan BMT Sejahtera Trucuk 50 kuesioner, 20% atau 10 karyawan sudah menikah dan 80% atau 40 karyawan belum menikah. Umur Tabel 9. Jumlah Responden Berdasrkan Umur Umur Jumlah Presentase Kurang dari 30 Tahun 40-49 Tahun Jumlah Berdasarkan tabel 9, dapat dilihat dari kuesioner yang dibagikan kepada karyawan BMT Sejahtera Trucuk sebanyak 50 kuesioner, 94% atau 47 karyawan berumur kurang dari 30 tahun, 6% atau 3 karyawan berumur antara 40-49 tahun. Pendidikan Terakhir Tabel 10. Jumlah Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase SMA/SMK Diploma Jumlah Berdasarkan tabel 10, menunjukan bahwa 50 karyawan BMT Sejahtera Trucuk di dominasi tertinggi oleh SMA/SMK 52% dengan jumlah 26 orang karyawan, selanjutnya untuk Diploma 18% dengan jumlah 9 orang karyawan, dan untuk S1 30% dengan jumlah 15 orang karyawan. Masa Kerja Tabel 11. Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja Jumlah Presentase Kurang dari 2 Tahun 2-5 Tahun Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar 6-10 Tahun Diatas 10 Tahun Jumlah Berdasarkan Tabel 11, dapat dilihat dari kuesioner yang dibagikan kepada karyawan BMT Sejahtera Trucuk sebanyak 50 kuesioner, bahwa 48% atau 24 karyawan masih bekerja dibawah 2 tahun, 42% atau 21 karyawan sudah bekerja 2 sampai 5 tahun, 4% atau 2 karyawan sudah bekerja 6 sampai 10 tahun, dan 6% atau 3 karyawan sudah bekerja di BMT Sejahtera Trucuk diatas 10 tahun. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas untuk mengetahui apakah setiap variabel berdistribusi normal, untuk menguji apakah data berdistribusi normal maka dilakuan uji statistik Kolmogorov-Smirnov . hozali, 2013:. dalam (Nurcahyo & Riskayanto, 2. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat distribusi data pada sumbu diagonal grafik atau melihat histogram residualnya, jika data tersebar di sekitar diagonal dan mengikuti arah diagonal pada histogram atau pola distribusi normal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Gambar 1. Hasil Pengujian Normalitas Menggunakan Grafik P-plot Berdasarkan gambar 1 diatas, bahwa dapat dilihat data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini dapat diartikan bahwa data tersebut normal Gambar 2. Hasil Pengujian Normalitas Menggunakan Grafik Histogram Berdasarkan uji normalitas menggunakan grafik histogram (Gambar 4. , bahwa pola distribusi pada grafik tersebut normal. Hal tersebut dapat diartikan bahwa data tersebut normal. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Akan tetapi uji normalitas menggunakan grafik bukanlah suatu patokan untuk melihat suatu variabel berdistribusi normal atau tidak, karena uji normalitas menggunakan grafik jika tidak dilakukan dengan cermat dan berhati-hati dapat berbuah fatal, walaupun secara statistiktidak normal tetapi secara grafik terlihat normal. Sehingga peneliti untuk membuktikan variabel berdistribusi normal dengan menggunakan uji analisis statistik Kolmogrov-Smirnov. Uji Kolmogrov-Smirnov dapat digunakan untuk melihat apakah residual berdistribusi normal. Residual berdistribusi normal jika memiliki nilai signifikansi > 0,05 dan residual tidak berdistribusi normal apabila nilai signifikansi < 0,05 Tabel 12. Hasil Uji Normalitas Menggunakan Uji Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Test Statistic Sig. ,0000000 Std. 2,75602991 Deviation ,081 Absolute MostExtreme Differences Asymp. Mean Positive ,081 Negative -,075 ,081 . - ,200c,d Berdasarkan uji normalitas menggunakan uji one sample Kolmogorov-Smirnov Tabel 12 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200, berarti 0,200 > 0,05 yang artinya residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaanvarian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dapat dilihat dengan cara melihat grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat . dengan residualnya. Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Scatterplot Berdasarkan grafik pada gambar scatterplot diatas menunjukan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta menyebar diatas atau dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dirancang untuk menguji apakah model regresi ditentukan adanya korelasi antar variabel bebas . (Ghozali, 2013:. Cara mendeteksi terhadap adanya multikolinearitas regresi, yaitu jika nilai VIF O 10 atau jika nilai tolerance Ou 0,1. Apabila nilai variance Inflation Factor (VIF) di atas 10 dan nilai tolerance kurang dari 0,1, maka menunjukkan telah terjadi multikolinearitas dan sebaliknya. Tabel 13. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Independen Tolerance VIF Kompensasi 0,481 2,007 Kepemimpinan 0,486 2,056 Komitmen 0,322 3,107 Keterangan Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Berdasarkan tabel 13 diatas, dapat diketahui bahwa seluruh variabel independen memiliki nilai tolerance lebih dari 0,1 dan Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10, maka data yang digunakan dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Perhitungan statistik dalam analisis regresi berganda pada penelitian ini menggunakan program SPSS 23. 0 for windows. Hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS sebagai berikut : Tabel 16. Hasil Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 14,923 4,238 Model 1 (Constan. Kompensasi (X. Kepemimpinan (X. Standardized Coefficients Beta 3,521 Sig. ,001 ,089 ,170 ,075 ,525 ,602 ,226 ,109 ,294 2,067 ,044 ,361 ,143 ,443 2,528 ,015 Disiplin Kerja (X. Dependent Variable: Disiplin Kerja (Y) Berdasarkan tabel hasil analisis regresi berganda diatas, dapat dilihat bahwa nilai beta dari nilai X1 (Kompensas. adalah 0,075, nilai X2 (Kepemimpina. adalah 0,294, dan nilai X3 . adalah 0,443. Maka dengan demikian persamaan regresi linear berganda adalah : Y= 0,075X1 0,294X2 0,443X3 Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Koefisien nilai beta masing-masing variabel memiliki nilai yang positif, hal tersebut menunjukkan bahwa variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y), dengan demikian setiap kenaikan variabel independen (X) akan diikuti kenaikan variabel independen (Y). Uji Hipotesis Uji t Uji t pada dasarnya untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel bebas secara individual/persial dalam menerangkan variabel terikat (Ghozali, 2013:. Dalam penelitian ini variabel bebas adalah Kompensasi (X. Kepemimpinan (X. Komitmen (X. , dan Disiplin Kerja (Y). Untuk pengujian uji t pada penelitian ini menggunakan kriteria jika ttabel > thitung, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen secara Tabel 17. Uji t Parsial Model 1 (Constan. Kompensasi (X. Kepemimpinan (X. Komitmen (X. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 14,923 4,238 Standardized Coefficients Beta 3,521 Sig. ,001 ,089 ,170 ,075 ,525 ,602 ,226 ,109 ,294 2,064 ,044 ,361 ,143 ,443 2,528 ,015 Dependent Variable: Disiplin Kerja (Y) Untuk mencari ttabel dalam analisis uji t pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan degree of freedom . dengan rumus df=n-k-1, df = 50 Ae 4 Ae 1 = 45. Maka nilai ttabel pada signifikansi 5% adalah 1,679. Hasil uji t untuk variabel kompensasi (X. menunjukan nilai sig 0,602, nilai tersebut lebih besar dari 0,05 . ,05 < 0,. dan nilai thitung 0,525 lebih kecil dari nilai ttabel 1,679 . ,525 < 1,. , maka Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel bebas yaitu kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk, hal tersebut dikarenakan besarnya kompensasi yang meliputi gaji, tunjangan, insentif dan fasilitas tidak selalu meningkatkan disiplin kerja karyawan. karena karyawan yang diberikan kompensasi tinggi tanpa diimbangi dengan adanya kesadaran dan kesediaan karyawan mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma yang berlaku maka tidak akan meningkatkan disiplin kerja. Berarti Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa Kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap Disiplin Kerja, tidak terbukti. Berdasarkan uji t ,untuk variabel kepemimpinan (X. menunjukkan nilai sig t 0,044, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 . ,044 < 0,. dan nilai thitung 2,067 lebih besar dari nilai ttabel 1,679 . ,067 > 1,. , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya variabel bebas yaitu kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Berarti Hipotesis kedua yang menyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap disiplin kerja terbukti. Berdasarkan uji t. Hasil uji t untuk variabel komitmen (X. menunjukkan nilai sig t 0. 015, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 . ,05 < 0,. dan nilai thitung 2,528 lebih besar dari nilai ttabel 1,679 . ,679 < 2,. , maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel bebas yaitu komitmen berpengaruh secara signifikan terhadap disiplin kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Berarti Hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa komitmen berpengaruh terhadap disiplin kerja terbukti. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar Uji F Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah variabel Kompensasi. Kepemimpinan, dan Komitmen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel Disiplin Kerja. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat nilai signifikan F dengan =5%. Apabila nilai signifikan F > maka Ha ditolak tetapi apabila nilai signifikan F < maka Ha diterima. Berikut ini meruakan tabel hasil pengujian : Tabel 18. Uji F Sum of Squares Model Regression Residual Mean Square Sig. 447,731 149,244 18,445 ,000b 372,189 8,091 819,920 Total Berdasarkan uji F pada tabel diatas, bahwa nilai signifikan F adalah 0,000, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. dan Fhitung adalah 18,445, nilai tersebut lebih besar dari nilai ttabel 2,57 . ,445 > 2,. maka Ha diterima. Dengan demikian dapat diartikan bahwa variabel independen yaitu Kompensasi. Kepemimpinan, dan Komitmen secara stimultan berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. pada dasarnya mengukur kemampuan model dalam menjelaskan perubahan variabel dependen dengan melihat nilai Adjusted R Square (Ghozali,2013:. Nilai koefisien determinasi dapat dikatakan kuat jika dalam menerangkan variasi variabel independen terhadap variabel dependen antara 0 dan 1 (Ghozali, 2013:. Nilai Adjusted R Square menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati 1 menunjukkan bahwa variabel independen memiliki hampir sama informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali,2013: . Tabel 19. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Square Model R Square ,739a ,546 Std. Error of the Estimate ,516 2,84448 Predictors: (Constan. Komitmen. Kepemimpinan. Kompensasi Dependent Variable: Disiplin Kerja Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4. 18, dapat dilihat bahwa Adjusted R Square sebesar 0,516 jauh dari angka 1, yang dapat diartikan semua variabel independen . ompensasi, kepemimpinan, dan komitme. dalam penelitian hanya dapat menjelaskan 51,6% variasi yang terjadi dalam variabel dependen (Disiplin Kerj. , sedangkan variasi lainnya yaitu sebesar 100% - 51,6% = 48,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan pada penelitian ini. Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 Pembahasan Pengaruh Kompensasi terhadap Disiplin Kerja Hasil penelitian menunjukan bahwa secara persial Kompensasi tidak berpengaruh terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Pada dasarnya kompensasi Menurut Simomura . dalam (Kurniawati et al. , 2. adalah segala bentuk imbalan atau balas jasa serta tunjangan yang diberikan oleh perusahaan dan diterima oleh semua karyawan atas kerja yang telah dilakukan, bentuknya berupa gaji atau upah, insentif, tunjangan dan fasilitas. Tetapi dalam penelitian ini Kompensasi tidak dapat mempengaruhi Disiplin Kerja, karena karyawan yang diberikan kompensasi tinggi tanpa diimbangi dengan adanya kesadaran dan kesediaan karyawan mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma yang berlaku maka tidak akan meningkatkan disiplin kerja. Hal ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya dari Maisaroh . yang menghasilkan kompensasi berpengaruh positif terhadap disiplin kerja Pegawai di Bank Jatim Syariah Cabang Kediri selanjutnya penelitian sebelumnya dari Ayu . yang menghasilkan kompensasi mempunyai hubungan yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan. Dikarenakan penelitian ini tentang pengaruh kompensasi terhadap disiplin kerja hasilnya negatif maka penelitian ini bisa dijadikan bahan banding untuk penelitian selanjutnya. Pengaruh Kepemimpinan terhadap Disiplin Kerja Hasil penelitian ini menunjukkan secara persial Kepemimpinan berpengaruh terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Ini dibuktikan dengan nilai tertinggi pada analisis deskriptif yaitu karena karyawan selalu mengikuti arahan pemimpin untuk bekerja agar selalu mendapatkan pencapaian yang Hal tersebut dapat dilihat bahwa karyawan selalu mengikuti arahan pemimpin yang selalu memberikan arahan kepada karyawannya untuk menjadikan perusahaan semakin baik kedepannya. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya dari Soegihartono . yang menghasilkan Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Selanjutnya penelitian sebelumnya dari Siti Umami. Bukman Lian dan Missriani . menghasilkan kepemimpinan dan motivasi kerja guru berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru, dan yang terakhir penelitian sebelumnya dari Kadek Yudi Prawira Jaya dan I Gst. Ayu Dewi Adnyani . yang menghasilkan gaya kepemimpinan transformasional, gaya kepemimpinan transaksional dan gaya kepemimpinan otokratis berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja di Balai Bahasa Provinsi Bali. Pengaruh Komitmen Terhadap Disiplin Kerja Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara persial Komitmen berpengaruh terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Ini dibuktikan dengan nilai tertinggi pada analisis deskriptif yaitu karena komitmen dari karyawan kepada perusahaan akan mempengaruhi disiplin kerja karyawan. tersebut dapat terjadi karena karyawan dapat merasakan rasa memiliki yang kuat terhadap perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya dari Nurbiyati . yang menghasilkan komitmen secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja, selanjutnya penelitian sebelumnya dari Mujib . yang menghasilkan komitmen berpengaruh secara persial terhadap disiplin kerja pada pegawai, dan yang terakhir penelitian sebelumnya dari Mathilda Tania. Imanuel Tarigan & Syawaluddin . yang menghasilkan Secara persial komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja karyawan. Pengaruh Kompensasi. Kepemimpinan. Komitmen Terhadap Disiplin Kerja Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan atau secara bersama-sama pengaruh independen (Kompensasi. Kepemimpinan, dan Komitme. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (Disiplin Kerj. di BMT Sejahtera Trucuk. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu dari Widiandaru . yang menghasilkan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja karyawan, selanjutnya penelitian Volume 4 Nomor 2 Edisi Juni 2022 MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Website: http://ojs. id/index. php/mandar E-ISSN: 2654-4504 P-ISSN: 2721-1436 sebelumnya dari Aditya Jatari & Anhar Yani . yang menghasilkan pengaruh signifikan kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kota Banjarbaru, dan terakhir penelitian sebelumnya dari Septiani . yang menghasilkan Rasa komitmen karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja Kesimpulan Hasil penelitian mendapatkan bahwa variabel independen yaitu Kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Sedangkan Hasil penelitian mendapatkan bahwa variabel independen yaitu Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk Dan hasil penelitian secara simultan atau bersama- menerangkan bahwa variabel independen yaitu Kompensasi. Kepemimpinan, dan Komitmen berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja di BMT Sejahtera Trucuk. Referensi