Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 316-322 JAKA Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 316-322 http://publikasi. id/index. php/jaka ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT Alvina Damayanti1. Rosida Dwi Ayuningtyas2. Sri Retnoningsih3 1,3* Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2 Program Studi Ekonomi Islam. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim Semarang *Corresponding Author: sri_retnoningsih@unwahas. Diterima: Maret 2023. Direvisi: Mei 2023. Dipublikasikan: Juni 2023 ABSTRACT This study aims to analyze whether there is a significant abnormal return before and after the stock split and the difference in abnormal returns before and after the stock split. The analysis method used in this study is the Wilcoxon Signed Ranked Test test method. The population in this study is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 20182020 period. The samples used in this study were 17 companies. The Wilcoxon Signed Ranked Test on the significance of abnormal returns found that there was no abnormal significance of returns before and after stock split with significance > 0. The results of the Wilcoxon Signed Ranked Test on the difference in abnormal returns before and after the stock split found that there was no difference in abnormal returns before and after the stock split with a significance result of 0. 16 > 0. Keywords: Abnormal return. Stock Split. Stock ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah titerdapat abnormal return yang signifikan sebelum dan sesudah stock split dan perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah stock split. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji Wilcoxon Signed Ranked Test. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan iyang iterdaftar idi iBursa iEfek Indonesia periode 2018-2020. Sampel yang digunakan idalam iipenelitian iini adalah 17 perusahaan. Uji Wilcoxon Signed Ranked Test terhadap isignifikansi abnormal return ditemukan bahwa tidak terdapat signifikansi abnormal return sebelum dan sesudah stock split dengan signifikansi > 0,05. Hasil uji Wilcoxon iSigned Ranked Test terhadap perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah istock split ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah stock split dengan hasil signifikansi 0,16 > 0,05. Kata Kunci: Abnormal return. Pemecahan Saham. Saham Alvina Damayanti1. Rosida Dwi Ayuningtyas2. Sri Retnoningsih3: ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT PENDAHULUAN Pasar modal merupakan tempat bertemunya penjual dan ipembeli untuk imelakukan itransaksi (Hadi, 2. Transaksi yang terjadi dilakukan antara pihak yang memiliki modal dan pihak yang membutuhkan modal. Pasar modal memiliki beberapa instrumen yang dapat investor pilih sebagai sarana investasi sesuai dengan profil resiko yang dimiliki, diantaranya yaitu saham, reksadana, obligasi. ETF, dan derivativ. Menurut Otoritas Jasa Keuangan . fungsi dari pasar modal ada dua yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Fungsi ekonomi yaitu pasar modal menyediakan fasilitas yang saling menguntungkan, antara pihak yang mempunyai dana lebih dengan pihak yang membutuhkan dana. Fungsi keuangan yaitu fungsi pasar modal memberikan kemungkinan investor memperoleh keuntungan sesuai dengan investasi yang dilakukan. Pemecahan saham . tock spli. merupakan tindakan memecah lembar saham menjadi n lembar saham dan mengakibatkan jumlah lembar saham yang beredar meningkat, dimana harga per lembar saham setelah tindakan ini adalah sebesar 1/n (Kurniawati & Fuadati, 2. Ada dua jenis pemecahan saham yang dapat dilakukan, yaitu pemecahan saham naik . plit u. dan pemecahan saham turun . plit down atau reverse spli. Pemecahan saham naik . plit u. adalah meningkatnya jumlah saham yang beredar dikarenakan menurunnya nilai nominal per lembar saham, sedangkan pemecahan saham turun . plit down atau reverse spli. adalah meningkatnya nilai nominal per lembar saham dengan mengurangi jumlah saham yang beredar (Dwimulyani. Terdapat dua teori pemecahan saham yaitu signalling theory dan trading range theory. Signalling theory merupakan teori yang imenjelaskan ibagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut (JamaAoan, 2. Dengan ini investor menginginkan investasi pada saham yang benarbenar diketahui dengan pasti informasinya dengan wujud abnormal return sekitar waktu stok Trading range theory menyatakan bahwa manajemen melakukan stock split karena perilaku pasar yang sesuai deng'an anggapan bahwa dengan melakukan stock split dapat menjaga harga saham tidak terlalu mahal. Salah satu tujuan perusahaan melakukan stock split adalah untuk menghindari harga saham yang terlalu tinggi sehingga memberikan kesempatan masyarakat untuk membeli saham tersebut. Peristiwa ini digunakan untuk menarik minat investor kecil agar dapat mejangkau saham tersebut dengan dana kecil. Return saham merupakan faktor utama yang mendorong investor berinvestasi. Return saham merupakan tingkat keuntungan yang dinikmati oleh investor atas suatu investasi yang Menurut Tandelilin . return saham adalah imbalan yang diterima oleh investor atas keberaniannya dalam melakukan investasi dan juga menghadapi risiko atas investasi yang telah dilakukannya. Abnormal Return atau excess return merupakan kelebihan dari actual return . eturn yang sesungguhnya terjad. terhadap normal return. Normal return merupakan expected return . eturn yang diharapkan investo. Dengan demikian abnormal return adalah selisih antara actual return dengan expected return. Penelitian yang dilakukan oleh Octaviani & Harianti . yaitu analisis perbandingan trading volume activity, abnormal return saham, dan bid ask spread sebelum dan sesudah stock split diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return sebelum dan sesudah stock split, sedangkan penelitian yang dilakukan Kurniawati & Fuadati . yaitu analisis sebelum dan sesudah stock split terhadap harga saham dan abnormal return diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 316-322 Dalam latar belakang diatas dijelaskan kerangka pemikiran penelitian sebagai berikut: PENGUMUMAN STOCK SPLIT ABNORMAL RETURN SEBELUM STOCK SPLIT ABNORMAL RETURN SETELAH STOCK SPLIT UJI BEDA DUA RATA-RATA Gambar 1. Model Penelitian Sumber: Data Penelitian, 2022 METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif mengenai peristiwa pemecahan saham . tock Dalam menganalisa peristiwa ini peneliti menggunakan metodologi studi peristiwa . vent stud. dalam desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif mengenai peristiwa pemecahan saham . tock spli. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder, dalam pengumpulan data peneliti mengambil informasi dari w. id, dan Populasi penelitian menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Tabel 1. Pemilihan Kriteria Populasi Perusahaan yang tidak melakukan stock split Perusahaan yang melakukan stock split Perusahaan yang melakukan kebijakan lain Jumlah sampel = 17 X 3 Pada penelitian ini didapatkan 17 perusahaan yang memenuhi kriteria pengambilan sampel, diantaranya adalah sebagai berikut : Pemecahan saham . tock spli. merupakan aksi yang dilakukan perusahaan dengan memecah nilai nominal saham menjadi nilai nominal yang lebih kecil. Stock split dilakukan dengan menukarkan saham dengan nilai nominal baru (Sunariyah, 2000:131 dalam Trijunanto. Abnormal return merupakan selisih antara expected return dengan actual return. Abnormal return yang positif menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang diperoleh lebih besar yaitu antara return sesungguhnya . ctual retur. dan return ekspektasi . xpected retur. , apabila terjadi abnormal return yang positif setelah dilakukannya pemecahan saham . tock spli. dapat memberikan keuntungan diatas normal pada investor dan sebaliknya jika terdapat abnormal Alvina Damayanti1. Rosida Dwi Ayuningtyas2. Sri Retnoningsih3: ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT return yang negatif maka keuntungan yang diperoleh dibawah normal (Anwar & Asandimitra. Dengan demikian abnormal return dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: ARi,t = Ri,t Ae E(Ri,. Dimana : ARi,t = abnormal return saham i pada hari ke t Ri,t = actual return saham i pada hari ke t E(Ri,. = expected return isaham i pada hari ke t Return sesungguhnya atau actual return merupakan return yang diperoleh dengan mencari selisih antara harga sekarang dikurangi dengan harga saham hari sebelumnya dibagi harga saham hari sebelumnya (Mardiyaningsih & Andhitiyara, 2. Ri,t = Dimana : Ri,t = Return sesungguhnya yang terjadi untuk saham i pada hari ke t Pit = Harga saham i pada periode ke t Pit-1 = Harga saham i pada periode peristiwa sebelumnya Brown dan Warner . mengestimasi return ekspektasian . xpected retur. dapat dicari dengan menggunakan tiga model estimasi, yaitu Mean-adjusted Model. Market Model, dan Market Adjusted Model. Mean Adjusted Model Model sesuaian rata-rata . ean adjusted mode. ini menganggap bahwa return ekspektasian bernilai konstan yang sama dengan rata-rata return realisasian sebelumnya selama periode estimasi . stimation period. dengan rumus: Dimana : E ycI , = Return ekspektasian sekuritas ke i untuk periode peristiwa ke t. Ri,j = Return realisasian sekuritas ke i pada periode estimasi ke j. = Lamanya periode estimasi Market Model Perhitungan return ekspektasian dengan model pasar . arket mode. ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu pertama dengan membentuk model ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi dan yang kedua menggunakan model ekspektasi ini untuk mengestimasi return ekspektasian di periode jendela, model ekspektasi ini dapat dibentuk menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary Least Squar. dengan persamaan sebagai berikut : Ri,j = i i A RMj yuA . Dimana : Ri,j = Return realisasian sekuritas ke i pada periode estimasi ke j. i = intercept untuk sekuritas ke i. i = Koefisien slope yang merupakan Beta dari sekuritas ke i. RMJ = Return indeks pasar pada periode estimasi ke j yang dapat dihitung dengan rumus RMJ = IHSG = Indeks harga saham gabungan. yuA, = Kesalahan residu sekuritas ke i pada periode estimasi ke t. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 316-322 Market Adjusted Model Model sesuaian pasar . arket adjusted mode. menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut, dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi, karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasar. RTNi,t = Ri,t - RMj Dimana : RTNi,t = Return taknormal . bnormal retur. sekuritas ke i pada periode peristiwa ke t. Ri,t = Return realisasian yang terjadi untuk sekuritas ke i pada periode peristiwa ke t. RMj = Return indeks pasar pada periode estimasi ke j yang dapat dihitung dengan rumus RMj = IHSGj = Indeks harga saham gabungan pada periode estimasi ke j. IHSGj-1 = Indeks harga saham gabungan pada periode estimasi ke j-1. iStatistik ideskriptif imemberikan igambaran iiatau ideskriptif isuatu idata iyang idilihat idari inilai irata-rata . , istandar ideviasi, idan inilai imaksimum idan iminimum. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengujian Statistik Wilcoxon Signed Ranked Test dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2018-2020 rata-rata abnormal return saham menunjukkan adanya lebih banyak penurunan daripada peningkatan setelah stock split pada periode pengamatan jangka pendek yakni menggunakan 11 hari periode pengamatan terdiri dari 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah stock split, 5 hari mengalami peningkatan rata-rata abnormal return dan 12 hari mengalami penurunan ratarata abnormal return. Tabel 2. iHasil iUji iBeda iWilcoxon iSigned iRanked iTest AARSSDH Ae AARSBLM -1,396b Asymp. Sig. -taile. 0,163 lHasil pengujian hipotesis pada tabel 2 diketahui asymp. Sig. -taile. bernilai 0,163. Karena sig. = 0,163 > 0,05 . araf signifikans. maka H0 di terima yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return saham sebelum dan sesudah dilakukan stock split pada perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return saham sebelum dan sesudah dilakukan stock split pada perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Hal ini didasari pada hasil pengujian menggunakan non-parametric test:Wilcoxon signed rank test yang mengindikasikan untuk menerima H0, ini berarti bahwa pasar tidak bereaksi terhadap pengumuman stock split tidak berpengaruh terhadap abnormal return saham. Pengujian lhipotesis lpertama lmenggunakan lone lsample wilcoxon lsigned lranked ltest lmenghasilkan lkesimpulan lbahwa ltidak lterdapat labnormal return lyang lsignifikan lpada lhari lsekitar lpengumuman lstock lsplit. lHal lini mengindikasikan lbahwa lpengumuman lstock lsplit ltidak lmengakibatkan ladanya labnormal return lyang lsignifikan ldi lpasar lpada lsebelum ldan lsetelah lstock lsplit. lPeristiwa lpemecahan lsaham lyang ldiharapkan lmampu lmenurunkan harga saham yang lterlalu ltinggi ldan ldapat lmenarik linvestor luntuk lmembeli saham tersebut, ternyata ltidak lsejalan ldengan hasil penelitian ini. Kondisi ini terjadi jika penyebaran informasi tidak merata sehingga ada sebagian pelaku pasar yang menerima informasi tepat waktu dan sebagian lagi menerima informasi dengan lambat sisanya mungkin tidak menerima informasi sama sekali. Alvina Damayanti1. Rosida Dwi Ayuningtyas2. Sri Retnoningsih3: ANALISIS PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT Investor tidak berminat pada perusahaan yang melakukan stock split karena investor masih raguragu dengan kondisi yang dijanjikan oleh perusahaan dimasa yang akan datang. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Pujaastawan & Suarjaya, 2. yaitu pengumuman pemecahan saham tidak berpengaruh signifikan terhadap abnormal return. Hasil ini juga di dukung penelitian yang dilakukan oleh (Rani et al. , 2. yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada abnormal return, hal tersebut tidak sesuai dengan signalling theory yang menyatakan bahwa pengumuman stock split dianggap sebagai sinyal yang baik bahwa perusahaan memiliki prospek bagus di masa yang akan Pengujian hipotesis kedua menggunakan uji paired sample Wilcoxon signed ranked test menghasilkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return saham sebelum dan sesudah stock split. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar akan merespon pemberi sinyal yang kredibel, dan sebaliknya jika sinyal yang diberikan oleh perusahaan yang kinerja masa lalunya tidak baik, maka tidak akan dipercaya oleh pasar. Investor lebih mempercayai perusahaan yang memberikan dividen yang besar dimasa sekarang daripada perusahaan yang memberikan dividen dimasa yang akan datang. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Kurniawati & Fuadati, 2. yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return saham yang signifikan sebelum dan sesudah stock split. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Wulandari & Dewi, 2. yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan abnormal return saham sebelum dan sesudah stock split. Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa peristiwa stock split tidak membawa kandungan informasi sehingga signalling theory tidak sesuai dengan hasil penelitian. Signalling theory menyatakan bahwa pengumuman stock split dianggap sebagai sinyal yang baik yang diberikan manajemenperusahaan kepada publik bahwa perusahaan memiliki prospek yang bagus di masa yang akan datang. Dimana hal tersebut dapat ditunjukkan dengan adanya dampak positif pada abnormal return sesudah stock Dengan tidak adanya perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah stock split dalam penelitian ini berarti pengumuman stock split tidak mengindikasikan sinyal yang baik mengenai keuntungan di masa yang akan datang. KESIMPULAN Dalam penelitian ini dilakukan pengujian mengenai perbandingan abnormal return saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018 sampai 2020. Hasil penelitian memberikan fakta bahwa tidak terdapat abnormal return yang signifikan pada hari sekitar pengumuman stock split, serta tidak dapat perbedaan abnormal return saham sebelum dan sesudah stock split. Penelitian ini seperti halnya dengan penelitian lain terdapat beberapa keterbatasan yang mungkin akan mempengaruhi hasil penelitian. Adapun beberapa keterbatasan tersebut sebagai berikut: 1. Waktu pengamatan relatif singkat yaitu 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah peristiwa stock split. Sehingga pasar belum menyerap sepenuhnya informasi mengenai stock split. Jumlah sampel dan periode yang digunakan dalam penelitian ini relatif sedikit yaitu hanya 17 perusahaan dengan periode selama 3 tahun yaitu dari 2018 sampai 2020. Hasil penelitian ini akan lebih akurat apabila periode yang digunakan diperpanjang. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 316-322 DAFTAR PUSTAKA